Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 10 part 2

Yi Soo seolah menyadari kehadiran Hae Woo di apartemennya, sehingga dia segera berlari untuk membuka pintu, Namun tidak ada siapapun yang dilihatnya. Diapun hanya tersenyum tipis, menyadari bahwa dia terlalu hanyut oleh perasaannya sendiri.

Part 2

Soo Hyun yang sudah ada di kantor melihat artikel berita pagi ini, dimana CEO Jo Eui Sun sedang ada bersama Lee Hwa Young, mantan pembaca berita, dimana mereka dulunya terlibat skandal.
Hae Woo masuk dan Soo Hyun bertanya mengapa Hae Woo datang pagi-pagi sekali?

Hae Woo kemudian bertanya tentang agar daftar ahli bedah di RS dekat TKP Han Yi Soo yang sudah dimintanya. Soo Hyun menjawab bahwa di sekitar TKP tidak ada dokter ahli bedah. Bahkan dia juga sudah mengkonfirmasi apakah dulu ada pasien bernama Han Yi Soo, dan semua berkata tidak ada.
Hae Woo berkata kalau dia berencana untuk menemui ahli bedah itu secara langsung. Hae Woo kemudian bertanya apa ada jalan untuk mengkases foto SMA nya CEO Kim Joon? Soo Hyun berkata kalau sebelum mengurus semua itu, mereka ada masalah yang lebih penting.
Hae Woo bertanya masalah apa itu?
Soo Hyun akhirnya memperlihatkan artikel berita dimana ayah Hae Woo dan Hwa Young yang ada di dalamnya.



Yi Soo yang sedang santai di apartemennya, juga memperhatikan artikel berita itu. Dia membaca berita itu, dan setelah selesai dia beralih ke ikan-ikan di akuariumnya. Yi Soo ingin memberi mereka sarapan pagi. Dan seperti biasa, Yi Soo akan duduk di pinggiran Sofa, lalu memandang ikan-ikannya yang berebut makanan.



Di kediaman keluarga Jo, Sang Deuk menghajar anaknya dengan melempar Vas Bunga dan mengenai wajah Eui Sun, sehingga meninggalkan luka di pipinya. Sang Deuk geram, bahkan tangannya bergetar saking menahan emosinya. 

Eui Sun masih membela dirinya, kalau dia tidak terkait akan kasus pembunuhan Jung Man Chul. 
Sang Deuk berkata entah benar atau tidak, orang toh tidak peduli. Memangnya Eui Sun masih belum sadar juga apa yang telah Eui Sun lakukan? Sang Deuk menghardik anaknya. Emosinya benar-benar sudah sampai di puncak. 
Sang Deuk kemudian bilang kalau dia sudah bertahun-tahun bekerja keras membangun semua ini. 
Reputasi Hotel Gaya yang bermoral dan terpercaya, dia membangun itu dengan susah payah. Tetapi, lihat Eui Sun menghancurkannya dengan sekejap mata.
Eui Sun hanya menunduk dan takut dengan ayahnya.

“Untuk mempertahankan dan membangun itu, apakah kau tahu apa yang telah aku korbankan? Apa yang telah aku singkirkan? Tetapi bagaimana bisa anakku sendiri yang menghancurkannya?” 

Eui Sun dengan takut-takut minta maaf pada ayahnya yang kalap itu. Sang Deuk berkata kalau dia bahkan tidak ingin melihat wajah Eui Sun. Sang Deuk pun berbalik membalakangi putranya itu. 
Eui Sun hanya menangis, lalu segera keluar dari ruangan ayahnya.


Joon Young sedang ada di ruang ayah mertuanya. Dia melihat luka Eui Sun di pipi. Joon Young menyarankan agar Eui Sun mengakui ke media hubungannya dengan Lee Hwa Young. Eui Sun tentu menolak, mengapa dia harus mengakui hubungannya itu? Joon Young menjawab karena sudah terlambat untuk mengingkarinya.
Eui Sun masih berkelit dengan bilang kalau itu adalah masalah pribadinya. Hak asasinya sudah dilanggar habis-habisan, dan Joon Young malah menyarankan hal bodoh seperti itu padanya?

Joon Young mencoba sabar dan bilang apa Eui Sun sadar kalau ini tidak hanya sebatas hubungan pribadi Eui Sun saja? Kalau Eui Sun terus mengingkarinya, maka Eui Sun akan terus dipojokkan. Langkah yang tepat adalah mengakuinya dan meluruskan yang tidak benar. 
Eui Sun bertanya apa ini artinya Joon Young menyuruhnya untuk mengadakan konferensi Pers.

Joon Young berkata kalau besok Ultah Hotel Gaya, mereka juga bahkan akan mengumumkan pengambil alihan hotel Grand Bleu, jadi jika Eui Sun ingin mempengaruhi media sebelum Ultah Hotel Gaya, maka Eui Sun harus mau melakukannya. Eui Sun harus bisa menunjukkan kesan diri yang berbeda. 


Byun Bang Jin juga ga ketinggalan membaca artikel berita itu yang tentu langsung meluas. 
Saat itulah, Detektif Na mendekati Bang Jin dan berkata kunci apartemen yang mereka temukan kemarin, akan dimasukkan sebagai barang bukti. Bang Jin tidak merespon dan bertanya apa Detektif Na kenal dengan wartawan penulis berita ini?

Detektif Na kesal, dan berkata kalau dia sangat menghormati dan menyukai Bang Jin, tetapi langkah yang dilakukan Bang Jin ini menurutnya sangatlah tidak tepat. Fakta sudah jelas kalau Lee Hwa Young tinggal di StarVille, dan bahkan dia menjalin hubungan dengan CEO Jo. Mereka sudah memiliki gambaran yang lengkap sekarang, jadi kenapa Bang Jin masih saja mencoba tidak menggubrisnya?
Bang Jin pusing sendiri, bagaimana dia harus menjelaskan pada Detektif Na. 

Detektif Na masih menjelaskan analisanya, kalau CEO Jo bahkan adalah orang terakhir yang berbicara ditelepon dengan Man Chul. Tetapi mereka malah tidak melakukan penyelidikan dengan benar. 
Bukankah ini termasuk kesempatan baik untuk mereka? Jika mereka bisa mendapatkan sidik jari CEO Jo di kunci apartemen itu, maka semua akan jelas.
Bang Jin berkata kalau saat kejadian itu, CEO Jo sedang bersama Lee Hwa Young. Detektif Na bertanya jadi Bang Jin sudah menemui wanita itu? Bang Jin mengangguk. 
Saat itu ponsel Bang Jin Berdering dan Joon Younglah yang menelponnya.


Joon Young bertanya apa yang bisa dia bantu untuk penyelidikan kasus ini? Dia menghubungi Bang Jin untuk membantu kasus ini.


Hae Woo dengan Wakil Kepala Jaksa sedang berada di luar kantor kejaksaan. Mereka terlibat pembicaraan serius.
Wakil Kepala Jaksa bilang kalau komite disiplin akan mengadakan rapat mengenai kebenaran berita Koran pasar Finansial kemarin.
Dia juga tidak tahu bagaimana hasilnya nanti. 
Wakil Kepala Jaksa menambahkan kalau mungkin akan ada perubahan personil, jadi Hae Woo harus mempersiapkan diri. Hae Woo sedikit terkejut. 

Wakil kepala Jaksa mengatakan kalau dia tahu Hae Woo dengan baik, dan Hae Woo merupakan orang yang setia, diantara lainnya. Dia berkata seperti ini agar Hae Woo nantinya ga kaget. Dia berharap agar Hae Woo mulai saat ini bersikap hati-hati. Wakil kepala Jaksa bahkan menepuk pundak Hae Woo dan mengucapkan kata semangat untuk Hae Woo.
Hae Woo yang terpukul, tidak mampu berkata apapun. Dia hanya membungkukkan badannya tanda berterima kasih atas kata semangat wakil kepala jaksa padanya.


Detektif Oh sepertinya sedang ada di perpustakaan umum, untuk mencari tahu gambar siapa yang da di foto kuno itu. Sepertinya orang itu termasuk orang pergerakan kemerdekaan Korea.
Detektif Oh mencarinya di buku pergerakan Kemerdekaan dalam Fotografi. 

Diseberang meja Detektif Oh, ada Yi Soo yang juga sedang asik membaca. Yi Soo bangkit dari kursinya untuk mencari buku tambahan dan saat melewati meja detektif Oh, tanpa sengaja detektif Oh menjatuhkan foto kuno itu.

Yi Soo mengambilnya, dan langsung menyerahkannya pada Detektif Oh. Detektif Oh pun menngucap terima kasih. (Saat ini Yi Soo belum ingat dengan detektif Oh, jadi dia ke perpus murni karena ingin membaca, bukan membuntuti detektif Oh.)


Detektif Oh mulai fokus lagi, mencari dan membuka setiap halaman, berharap menemukan gambar yang sesuai dengan yang difoto. 
Dan saat membuka halaman berikutnya, wajah Detektif Oh berubah, dia sudah menemukan jawabannya.

Yi Soo yang sedang ada di rak-rak buku, seperti mengingat sesuatu, entah foto yang diambilnya tadi, atau ingat akan detektif Oh yang dulunya juga ada di kantor polisi bersama Man Chul, 12 tahun lalu.
Dia langsung menengok untuk melihat Detektif Oh.


Karena tidak melihat siapapun, Yi Soo mendekati meja tadi, meja saat dia bertemu detektif Oh. Yi Soo mencari kesekeliling, dan memang orang yang dicarinya tidak ada. Dia mendekati meja detektif Oh, dan yakin tadi tempatnya disini. 
Pandangan Yi Soo beralih ke sebuah buku yang terbuka, dan memperlihatkan wajah seorang lelaki. Yi Soo membaca keterangan di gambar itu. “Jo In Suk—Foto satu-satunya. Disimpan di Gedung Kemerdekaan”

Yi Soo langsung tahu, kalau foto inilah yang sedang dicari Sang Deuk. Foto yang juga dicarinya dari dulu, dan saat ini ada ditangan detektif Oh. 


Yi Soo segera keluar dan mengendarai mobilnya, dia menelpon TEMAN nya dan meminta TEMAN nya itu mencari detektif Oh dengan segera.


Detektif Oh menelpon Bang Jin dan memintanya untuk bertemu malam ini. Bang Jin mengiyakan. Detektif Oh bertanya apa sebelum Kang Hee Soo meninggal, Prof itu menyebut tentang Goliath akan jatuh. Walau sedikit heran Bang Jin menjawab “Goliath akan runtuh dan David akan berjaya”

Bang Jin langsung bertanya apa Detektif Oh sudah menemukan sesuatu yang harusnya ada di loker itu? Detektif Oh membenarkan. Bang Jin bertanya apa itu sebuah dokumen? Detektif Oh menjawab, bukan tapi sebuah foto. 

Bang Jin bertanya foto apa? Detektif Oh menjawab foto dari aktifis kemerdekaan Korea. Tetapi sumber foto yang ada hanya satu, jadi masih tidak cukup untuk dibandingkan. Tetapi dia sudah memiliki firasat. Bang Jin meminta agar Detektif Oh menjelaskannya, agar dia mengerti. Detektif Oh menjawab nanti saat bertemu akan dia jelaskan secara detail. Dia lalu mengakhiri percakapan mereka. 


Detektif Oh sedang ada di universitas sepertinya, dia bertanya pada mahasiswa yang lewat tentang letak fasilitas riset sejarah Kim Han Myung.


Di lain tempat Bang Jin masih memikirkan telepon Detektif Oh tadi. Foto dari aktifis kemerdekaan, apa maksudnya? Detektif Na bertanya apa yang sedang Bang Jin lakukan? Bukankah mereka akan menginterogasi Eui Sun?

Bang Jin dan rekannya sudah ada diruangan dimana ada Eui Sun dan mantunya.
Eui Sun membenarkan jika hari itu dia memang bersama Lee Hwa Young. Bang Jin bertanya kenapa dulu Eui Sun berbohong, saat dia bertanya pertama kali untuk kasus ini? Eui Sun menajwab kalau dia tidak ingin terlibat skandal saja. 

Bang Jin bertanya apa ada orang yang bisa membuktikan kalau Eui Sun memang bersama Hwa Young di hari pembunuhan itu? Eui Sun kesal dan berkata, dia kan sama Hwa Young ada di rumah, lalu apa mungkin ada orang lain lagi bersama mereka. (Iyalah, ini bapak-bapak kan mau mesum.-_-)

Detektif Na berkata kalau testimony Hwa Young tidak cukup untuk dijadikan alibi.
Eui Sun dengan kesal menjawab lalu apa yang harus dia lakukan?
Joon Young akhirnya berkata kalau saat itu mertuanya menyetir mobil sendiri, jadi Bang Jin dan rekannya bisa melihat di kotak hitam mobil Eui Sun sebagai bukti.
Bang Jin setuju, kemudian dia bertanya lagi, apa Eui Sun ingat dimana Eui Sun kehilangan kunci apartemennya?
Eui Sun menjawab, kalau dia tidak ingat.
Bang Jin bertanya lagi, berapa lama Eui Sun mengenal Man Chul?
Apakah itu pertemanan yang memang dimulai sejak lama?

Eui Sun tampak kaget, tapi dia membantah dan berkata kalau supir ayahnya dulu pernah mengalami kecelakaan, dan saat itulah dia mengenal Man Chul.
Bang Jin bertanya apa kecelakaan yang dimaksud Eui Sun adalah kasus tabrak lari?
Sedikit gugup, Eui Sun membenarkan. Dia juga berkata kalau setelah itu, dia mendengar kalau Man Chul memiliki kelab malam, lalu Man Chul sering menghubunginya dari waktu ke waktu.

Bang Jin bertanya kenapa Eui Sun mau menjawab telepon Man Chul dari waktu ke waktu itu? Karena secara logis, seseorang yang memilki kuasa seperti CEO Jo ini kan tidak tergoda dengan telepon-telepon yang pastinya tidak penting.
Agak gugup, Eui Sun menjawab kalau dia lebih lunak daripada yang terlihat diluar. Jadi dia tidak mudah untuk mengakhirinya begitu saja (Lembek pak? Atau keenceran?^^)

Detektif Na berkata kalau dia ingin memeriksa daftar telepon dan juga rekening Bang Eui Sun. Joon Young kali ini menolak, dia berkata kalau gossip tentang menyewa pembunuh bayaran itu adalah suatu cerita yang tidak ada dasarnya. Jadi saat ini dia sedang mempersiapkan untuk mengambil tindakan hukum atas hal tersebut.
Eui Sun bangga dengan jawaban mantunya, sehingga dia bertanya pada para detektif itu, apa ada lagi yang ingin ditanyakan? Bang Jin menggeleng.

Bang Jin berkata kalau ada yang ingin dia tanyakan, mungkin nanti setelah dia melihat kotak hitam mobil Eui Sun. 
Joon Young mengantar Bang Jin sampai lobi hotel, dan berterima kasih karena Bang Jin sudah menyempatkan untuk datang. Bang Jin mengelak dan bilang kalau dia senang karena Joon Young mau membantu. Pasti sulit meminta Eui Sun dengan sukarela ditanya seperti tadi.

Detektif Na datang dan bilang kalau dia sudah menyimpan semua data di kotak hitam mobilnya Eui Sun. Sebelum pergi, Bang Jin memuji Hae Woo yang menikah dengan orang yang tepat seperti Joon Young. Joon Young tersenyum.


Hae Woo sedang bersama Kepala Jaksa, alias ayah mertuanya.
Hyun Shik bilang kalau dia sudah mendengar tentang komite disiplin. Posisinya sedang tidak bagus saat ini, jadi dia tidak bisa menghentikan semua ini. Hae Woo menjawab kalau dia mengerti. 
Hyun Shik berterima kasih atas pengertian Hae Woo. 

Hyun Shik bertanya kenapa Hae Woo datang ketempatnya? Hae Woo langsung menyodorkan amplop berisi pengunduran dirinya.
Dia berkata kalau dia sudah tidak bisa langi melakukan penyelidikan apa gunanya dia tetap ada di posisinya sekarang ini sebagai jaksa?
Hyun Shik mengangguk dan berkata kalau dia mengerti. 
Kemudia Hae Woo berkata, namun setelah dipikirkan, dia seperti orang yang melarikan diri. Jadi, pada saat dia merasa posisi jaksa sudah tidak ada artinya lagi, tanpa paksaan atau tekanan orang lain, dia akan meninggalkan jabatannya.
Maka sampai saat itu tiba, dia akan tetap melakukan tugasnya sebagai seorang jaksa. Sebenar-benarnya jaksa.


Hae Woo keluar dari ruang ayah mertuanya dengan perasaan super galau. Surat pengunduran diri itu masih dipegangnya. Dia masukkan kembali surat itu ke dalam tasnya.


Sang Deuk sedang berbicara dengan Hyun Shik yang mengabarkan keputusan Hae Woo. Sang Deuk berkata kalau memang itu yang diinginkan Hae Woo, maka mereka sudah tidak bisa apa-apa lagi. Dia hanya berharap Hae Woo tidak terlukan karena ini semua. 


Detektif Oh sedang mencari tempat dan dia juga sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Dia sedang mencari tempat untuk Memperbaiki Sejarah Kita. Saat itu detektif Oh diikuti oleh seseorang. Tapi Detektif Oh terlalu fokus dalam mencari. 

Detektif Oh melihat jam, dan teringat akan janjinya pada Bang Jin, sehingga detektif Oh mengirim SMS pada Bang Jin mengabarkan kalau dia sedikit terlambat. Dan apakah bisa Bang Jin menghubunginya?

Saat sedang asik menulis SMS itu, seorang pria bertongkat mendekati detektif Oh. 
Detektif Oh yang menyadari ada seseorang, menoleh ke belakang dan mendapati ada kakek-kakek di belakangnya. Dia sedikit terkejut.


Han Yi Soo dengan posisi favoritnya di apartemen yang seperti biasa, sedikit cahaya. 
Ponsel Yi Soo Berdering, dan itu dari TEMAN nya. TEMAN rahasianya. Dia langsung menerima telepon itu. Yi Soo bertanya bagaimana?


Sementara itu, Young Hee dengan alat penyadapnya sudah mendengar percakapan Kim Joon.


Yi Soo berkata kalau mungkin foto itu sudah jatuh ketangan Jo Sang Deuk. Dia biang kalau dia berubah pikiran, dia mau sesuatu itu dikirimkan langsung ke Jaksa Jo Hae Woo.


Detektif Oh sadar dari pingsannya. Dia sudah dalam kondisi terikat. Dia melihat ke sekeliling dan merasa aneh, dengan tempatnya berada saat ini. Lalu dia menyadari kondisinya yang terikat di sebuah kursi, sedikit takut detektif Oh mencoba menggerak-gerakkan badannya agar ikatan-ikatannya ini bisa terlepas dari tubuhnya. 

Detektif Oh melihat kedepan, dan terlihat seorang dengan pakaian hitam berdiri sedikit jauh darinya. Detektif Oh bertanya siapa orang itu?
Orang itu tidak menjawab dan hanya menekan-nekan penanya, sehingga menimbulkan bunyi. 
Detektif Oh bertanya apa yang sedang laki-laki ini lakukan padanya?
Lagi-lagi laki-laki itu tidak menjawab, dan hanya memainkan penanya.

Kemudian sang kakek dengan pena beracun bertanya siapa lagi yang telah melihat foto kuno itu? Dengan gemetar Detektif Oh menjawab kalau hanya dia yang melihatnya. Tidak ada seorangpun yang tahu tentang foto itu. Detektif Oh bilang, kalau foto itu toh hanya foto biasa, dia tidak tahu apapun tentang foto itu.

Detektif Oh meminta laki-laki itu percaya padanya. Tapi Kakek itu tidak menjawab, dia masih dengan penanya. Detektif Oh yang tidak tahan mendengar suara pena itu, meminta laki-laki itu menghentikannya. Tetapi sang kakek malah semakin cepat dalam menekan-nekan pena itu,sehingga suara yang ditimbulkan pun semakin cepat. (Kalian tahu kan penanya kayak gimana..itu tuh pena yang ujungnya akan keluar kalau dibagian atas pena ditekan dulu..^^)

Kakek itu bertanya, apa hanya itu yang diinginkan detektif Oh?
Detektif Oh semakin kaget, dan wajahnya semakin menyiratkan ketakutan yang teramat sangat. 


Pagi hari di kediaman keluarga Jo. Hae Woo sedang memilihkan dasi untuk Joon Young, karena ini adalah hari special. Hari ini adalah hari Ultah Hotel Gaya. Hae Woo memasangkan dasi yang menurutnya pas untuk Joon Young. Joon Young bertanya apa Hae Woo ga sibuk hari ini?
Hae Woo ga menjawab dan hanya sibuk merapikan dasi suaminya.
Saat sudah selesai, Hae Woo mengeluarkan sesuatu dari laci meja, lalu menyerahkannya pada Joon Young.


Joon Young kaget karena itu adalah surat pengunduran diri. Joon Young bertanya kenapa? Hae Woo hanya berkata agar Joon Young menyimpan ini untuknya. Joon Young bertanya apa Hae Woo akan mengundurkan diri? Hae Woo mengangguk. Kemudian Hae Woo melanjutkan dia akan mengundurkan diri tetapi dia tetap akan bertahan sampai akhir. “Saat aku tidak mampu berahan lagi, aku akan mencarimu, Oppa.”


Mereka turun ke ruang tengah bersama-sama, dan Nyonya Park senang melihat Hae Woo dan Joon Young bernagkat kerja bersama-sama.
Eui Sun melihat itu dari sofa tempatnya duduk, dan berkata apa Hae Woo akan datang ke acara Ultah Hotel mereka dengan pakaian seperti itu? Hae Woo tidak menjawab dan hanya memandang ayahnya dengan tatapan tidak suka.


Bang Jin mencoba menelpon detektif Oh, namun nihil. Nomer detektif Oh tidak aktif. Ada apa ini? Young Joo yang melihat suaminya gelisah dari kemarin bertanya ada apa? Siapa yang dihubungi suaminya? Bang Jin tidak menjawab dia malah bertanya dimana Yi Hyun? Young Joo menjawab kalau Yi Hyun sedang sibuk memilih baju untuk menghadiri acara keluarga Hae Woo. 


Yi Hyun keluar dari kamarnya dan berkata dia tidak pusing memilih baju kok. Yi Hyun memutar dirinya di depan ayah dan ibunya itu, lalu Bang Jin berseru kalau putrinya sangat cantik, seperti malaikat kecil. Young Joo tersenyum dan meminta mereka segera berangkat karena dia juga akan pergi.
Bang Jin bertanya istrinya mau kemana emangnya? Young Joon menjawab kalau dia untuk sementara waktu akan mengurus toko unnienya. Bukankah dia sudah cerita pada Bang Jin?


Diperjalanan menuju perayaan Hotel Gaya, Yi Soo terlihat termenung tanpa ekspresi. Di dalam mobil ada Dong Soo dan juga Young Hee.
Young Hee mengabarkan kalau Chairman Yoshimura akan datang langsung ke tempat acara. Kim Joon hanya mengiyakan saja.
Young Hee juga bilang kalau materi yang dipersiapkan untuk wartawan juga akan dikeluarkan pada saat yang tepat.

Dong Soo kemudian berkata kalau dia juga menerima undangan dari Joon Young Hyungnim, tapi karena dia sedang bekerja dan dia adalah orang yang professional, maka dia menolaknya.
Young Hee menjawab kalau Dong Soo boleh kok datang, ga apa-apa. Young Hee bertanya pada Kim Joon apa ga apa-apa untuk Dong Soo ikut? Kim Joon menjawab lakukan saja sesuka Dong Soo. 
Dong Soo tersenyum dan bilang, kalau seperti itu kalimatnya dia malah jadi ga akin.

Kim Joon menjawab itu artinya Dong Soo bolh datang dan ikut. Dong Soo tersenyum senang dan berkata baiklah, dia akan meletakkan keprofesionalan kerjanya dan datang mengikuti pesta.
Dong Soo tiba-tiba bertanya kalau Kim Joon sepertinya dalam suasana hati yang buruk hari ini? Apakah ada sesuatu yang Kim Joon khawatirkan?
Dong Soo sadar kalau dia sudah kelepasan bicara, sehingga akhirnya langsung diam, karena Kim Joon juga tidak menjawab apapun. 


Di kantornya, Bang Jin masih mencoba menghubungi detektif Oh, yang bahkan sampai detik ini, nomernya tetap tidak aktif. Detektif Na datang tergesa-gesa dan bertanya apa Bang Jin sudah mendengar sesuatu?
Bang Jin bertanya sesuatu apa?
Detektif Na menjawab kalau detektif Oh dibunuh. Bang Jin langsung membelalak kaget.


Malam harinya, di acara peringatan Ultah Hotel Gaya.
Banyak undangan yang hadir, dan Eui Sun berkata pada wartawan kalau setelah proses Merjer dengan Hotel Grand Bleu, maka karyawan Grand Bleu tidak akan dipecat, dan tetap pada posisinya masing-masing.

Wartawan malah bertanya sejak kapan Eui Sun berhubungan kembali dengan lee Hwa Young? Eui Sun mulai ga suka, tapi dia tetap menanggapi dengan ramah dan berkata kalau mengenai itu, meraka akan membicarakannya secara terpisah nanti. 


Young Hee dan Yi Soo memasuki gedung itu. Dia memandang Eui Sun yang sedang pongah di depan wartawan. Young Hee memberitahu kalau Jo Eui Sun membantah skandalnya dengan Hwa Young, dan artikelnya terbit pagi ini. Apa Kim Joon sudah membacanya? Kim Joon membenarkan.
Joon Young mendekati Kim Joon dan berterima kasih sudah mau datang. Dia juga mengulurkan tangan ucapan selamat datang pada Kim Joon. Kim Joon menyambut uluran tangan itu dan menjawab kalau dia tentu harus datang. 
Tiba-tiba sekretaris Kim datang dan mendekati Joon Young karena ingin menyampaikan sesuatu pada Joon Young.


Joon Young syok mengetahu CEO Moon ga akan hadir diacara ini. Dia bertanya pada sekretaris Kim, apa alasan CEO Moon batal hadir, padahal ini kan merjer mereka? Sekretaris Kim menjawab kalau CEO Moon tidak mengatakan alasan apapun, dan hanya bilang tidak bisa datang.
Saat itu datanglah staf Hotel Gaya lainnya yang mendekati Joon Young.
Joon Young bertanya apa yang terjadi? Staf itu mengabarkan kalau beberapa saat yang lalu, pihak Grand Bleu mengirimkan pernyataan ini ke semua media. Joon Young langsung mengambil kertas itu dan membacanya.
Staf itu menjelaskan kalau Grand Bleu, mengadakan merjer bukan dengan Hotel Gaya, melainkan Hotel Giant. Grand Bleu bahkan sudah menyelesaikan kesepakatan merjer dan akuisisi dengan pihak Giant.


Yoshimura datang, dan tepat dibelakangnya terlihat Yi Hyun sedang berlari-lari kecil karena takut terlambat. Saat Yi Hyun melintasi Yoshimura, Yoshimura hanya tersenyum melihat Yi Hyun, mungkin dia tahu itu adiknya Yi Soo.


Eui Sun masih pongah dengan Hotel Gaya yang akan emlebarkan sayap ke pasar internasional, padahal sudah ada beberapa orang yang berbisik-bisik di sekitarnya, tentang batalnya merejer Grand Bleu, yang belum diketahui Eui Sun.

Masukklah Hae Woo yang menggandeng kakeknya. Yi Soo melihat kedatangan Hae Woo. Hae Woo smepat melirik kearah Kim Joon. 
Diseberang sana terlihat Joon Young menatap tajam Kim Joon, seolah ingin melumatnya.


Bang Jin mendatangi TKP terbunuhnya detektif Oh. Sudah banyak mobil polisi disana.


Kembali ke Joon Young.
Dia menghampiri Kim Joon masih dengan tatapan tajamnya. Kim Joon pun menatap Joon Young yang sudah ada didepannya.
Joon Young berkata kalau dia perlu bicara dengan Kim Joon diluar.
Young Hee tahu kalau sesuatu yang besar pasti akan segera terjadi.

Sebelum mengikuti Joon Young, ponsel Yi Soo Berdering dan itu dari TEMAN nya. Dia tentu harus menjawab panggilan ini. TEMAN Yi Soo mengabarkan kematian detektif Oh.


Bang Jin langsung masuk ke TKP. Dia melihat kondisi detektif Oh yang sama seperti saat Man Chul tewas.
Dia terkejut, dan berfikir apakah pelakunya sama?
Bukankah dia dan Hae Woo berfikiran pembunuh Man Chul kemungkinan Han Yi Soo, apakah detektif Oh juga Yi Soo pelakunya?
Bang Jin sedikit takut dengan apa yang ada dipikirannya saat ini.


Kembali lagi ke Yi Soo.
Berita dari TEMAN nya ini cukup mengejutkan, berarti foto itu pasti sudah ada ditangan Sang Deuk. Pandangannya terlihat sangat marah, apalagi mengingat TEMAN nya juga mengabarkan kalau kondisi Detektif Oh yang persis seperti saat Man Chul mati.
Dia geram sekali, karena merasa dijebak dengan kesamaan ini. Geram karena Sang Deuk membunuh seseorang lagi, seseorang yang tidak bersalah sama seperti saat ayahnya dulu.
Dia menatap kearah Sang Deuk yang sedang melayani tamu yang hadir. Pandangan itu tajam dan menusuk. Sang Deuk yang kebetulan menoleh, melihat tatapan Kim Joon kearahnya. 


Sang Deuk tersenyum kearah Kim Joon, namun Kim Joon sama sekali tidak meresponnya.
Lalu kemudian Yi Soo melihat Hae Woo yang sedari tadi ternyata menatapnya.


Kim Joon pun berjalan keluar mengikuti Joon Young yang sudah menunggunya. Saat itu Yi Hyun yang masuk terburu-buru menabrak Kim Joon yang mau keluar. Tas Yi Hyun pun terjatuh. Kim Joon mengambilkan tas Yi Hyun yang terjatuh dan bertanya apa Yi Hyun baik-baik saja? Yi Hyun menjawab kalau dia tidak apa-apa. 

Yi Hyun terkejut menyadari kalau di depannya adalah pelanggan di Kafe Jus nya, yang memiliki suara indah seperti Oppanya. Kim Joon bertanya apa Yi Hyun terluka? Yi Hyun menjawab tentu saja tidak terluka. Yi Hyun bertanya apa Kim Joon juga diundang di acara ini? Kim Joon tersenyum mengiyakan. 
Hae Woo yang sedari awal memang curiga pada Kim Joon, semakin merasa aneh saat Yi Hyun mengobrol akrab dengan Kim Joon. Hae Woo pun berjalan mendekati Yi Hyun dan Kim Joon.


Yi Hyun pun ditinggal Kim Joon yang menyusul Joon Young. Dia berpaling dan melihat Hae Woo, lalu melambaikan tangan dengan senang melihat unnienya itu.
Hae Woo membalas lambaian tangan Yi Hyun dengan senyuman manis. 
Tiba-tiba Hae Woo melihat ayahnya yang seolah sedang sangat marah, dia kaget dan bertanya dalam hati apa yang terjadi dengan ayahnya. Apalagi ditambah wartawan-wartawan yang mengikuti ayahnya. 


Joon Young sudah menunggu Kim Joon. Dia mengajak Kim Joon untuk bicara di kantornya. Kim Joon tentu tidak menolak, dia sudah yakin kalau Joon Young akan mengajaknya bicara. Ini kan sudah masuk dalam rencananya. Tapi saat Kim Joon mengikuti Joon Young, tiba-tiba Eui Sun datang dan berteriak pada Kim Joon “Apa itu benar? Apa benar kau yang mengambil alih Hotel Grand Bleu”

Yi Soo hanya melirik dengan tajam apa yang dituduhkan Eui Sun padanya. Dengan berani, Eui Sun menjawab kalau itu memang benar. Dengan geram Eui Sun bertanya apa Kim Joon ga punya etika bisnis? Eui Sun menganggap Hotel Giant sudah mengkhianati Hotel Gaya.
Saat itu Hae Woo melihat ayahnya yang sedang marah-marah pada Kim Joon.


Kim Joon tersenyum dan berkata “Mengkhianati?” 
Bagaimana bisa Hotel Giant mengkhianati, jika Grand Bleu sendiri yang menginginkannya. 
Eui Sun semakin kesal, dan akhirnya mencengkeram jas Kim Joon saat Kim Joon bilang bisnis hanyalah bisnis.
Eui Sun bilang dengan geram “Jika kau seorang pebisnis, maka bertindaklah seperti layaknya seorang pebisnis. Bukan seperti anggota mafia di jalanan”

Kim Joon hanya berkata mengingatkan Eui Sun ada banyak mata yang mengawasi mereka. “Anda harus hidup sesuai dengan status anda sebagai keturunan dari orang yang berperang dalam merebut kemerdekaan Korea”

Saat Eui Sun akan melayangkan tinjunya, Joon Young langsung mencegah dengan memegang tangan mertuanya itu,sedang Kim Joon hanya menatap dengan sinis. 
Joon Young berbisik pada ayah mertuanya bahwa ada banyak wartawan yang meliput. 

Eui Sun mengalah dan kembali ke ruang pesta, sedang Joon Young meminta maaf pada wartawan atas keributan ini. Para wartawan tentu langsung melancarkan aksinya bertanya pada Joon Young, namun Joon Young berkata kalau penjelasan akan diberikan nanti setelah acara perayaan Hotel Gaya selesai.


Saat Hae Woo masih berdiri menatap kepergian suaminya dan Kim Joon, ditemani Yi Hyun. Dia bertanya pada Yi Hyun tentang Kim Joon. Apa Yi Hyun kenal dengan Kim Joon? Yi Hyun menjawab kalau laki-laki itu adalah pelanggan di Kafe Jus tempatnya bekerja.

Saat itulah ada petugas hotel yang menyerahkan amplop kecil pada Hae Woo, dan berkata kalau ada paket kilat yang datang atas nama Hae Woo. Paket ini harus segera diperiksa oleh Hae Woo karena penting.
Hae Woo mengucapkan terima kasih dan akan membukanya, Yi Hyun juga kelihatan penasaran.
Saat dibuka, isi ampolop itu adalah sebuah Flashdisk. Hae Woo bingung dan heran.


Di ruang kerjanya, Kim Joon ada bersama Joon Young. Joon Young ingin bertanya satu hal pada Kim Joon. Apakah Kim Joon sudah tahu kalau Hotel Gaya sudah menyelesaikan negoisasi dengan Grand Bleu? Kim Joon membenarkan pertanyaan itu. Apa Joon Young punya pertanyaan lain? Joon Young berkata kalau sepertinya untuk Kim Joon, bisnis adalah sesuatu yang lebih penting daripada mendapatkan kepercayaan dan menjadi setia pada orang lain?


Kim Joon menjawab singkat kalau dia sama sekali tidak percaya siapapun. Kim Joon berdiri dan akan meninggalkan ruang kerja Joon Young, namun kemudian Joon Young berkata sesuatu yang membuat Kim Joon berhenti “Jika anda tidak mempercayai orang, anda akan kehilangan orang. Jika anda kehilangan orang, anda akan kehilangan segalanya”

Kim Joon tersenyum tipis, dan menjawab “Saya..sudah tidak memiliki hal lain lagi yang bisa hilang..”

Kim Joon beralih menatap Joon Young yang masih duduk dan berkata “Untukmu direktur..saya sangat menyesal..”


Di ruang operator, terlihat petugas yang sedang melihat jalannya acara melalu CCTV. Lalu masuklah Hae Woo, dan bertanya computer mana yang bisa dia pakai, tapi tidak tersambung ke gedung dimana acara sedang berlangsung?
Petugas itu menunjuk satu laptop yang tidak tersambung ke ruang pesta, dan Hae Woo langsung menggunakannya.


Hae Woo dengan cemas menunggu, saat Flashdisk sedang beroperasi di computer (Biasalah..loading dulu..hihi)
Petugas mendapatkan kabar kalau pesta terpaksa ditunda sekitar 10 menit, karena ada masalah pada layar di ruang pesta, jadi petugas itu harus datang dan membenarkan.
Petugas itupun mengiyakan dan memberitahu Hae Woo tentang ditundanya acara perayaan ini. Hae Woo menjawab baiklah.
Hae Woo yang sudah sendiri kembali focus pada layar didepannya. Dia masih menanti dengan cemas.
Ternyata Flashdisk itu berisi sebuah Video, dan Hae Woo semakin penasaran untuk segera melihatnya.


Pembawa acara mengabarkan ditundanya pesta sekitar 10 menit dikarenakan adanya gangguan kecil.
Saat itulah, terdengar di pengeras suara ada seorang laki-laki yang bertanya mengapa CEO Jo datang kemari?
Para tamu yang hadir sintak terkejut, dan melihat ke sumber suara. Percakapan itu berganti dengan diperdengarkannya suaar Eui Sun yang mengancam Man Chul dan bertanya apa Man Chul ingin mati? Eui Sun bilang kalau dia sudah memperingatkan untuk yang terakhir kalinya.


Hae Woo terkejut melihat rekaman video dimana ada ayahnya dan Man Chul terlibat percakapan.

Man Chul : “Aku dengan pernikahan anakmu akan dilaksanakan 3 hari lagi?”

Eui Sun : “Lalu kenapa?”

Man Chul : “Yah sebagai seorang ayah..kau pasti tidak ingin putrimu yang seorang jaksa mengetahui bahwa ayahnya membunuh seorang pria dalam kecelakaan tabrak lari.”


Eui Sun yang tahu itu suaranya dan Man Chul, kaget dan takut, terlebih tamu-tamu mulai gaduh.
Percakapan itu masih berlanjut dan masih terdengar oleh semua yang hadir di ruang pesta.

Eui Sun : “Dengarkan baik-baik, jika kau terus melakukan ini, aku tidak akan tinggal diam dan akan melakukan sesuatu”

Joon Young yang juga baru masuk kaget karena pertanyaan Man Chul yang jelas terdengar. 

Man Chul : “Apakah itu kau yang membunuh Han Young Man?”

Yi Soo juga mulai menikmati suasana tegang ini.

Eui Sun : “Kebohongan apa lagi yang kau sebarkan?”

Eui Sun menutup matanya, kesal dan malu, bagaimana bisa percakapannya saat itu tersebar seperti ini. Memalukan.
Sedangkan percakapan itu masih tetap terdengar jelas di pengeras suara.

Eui Sun : “Apakah kau punya bukti aku yang membunuhnya?”


Preview Episode 11

Sang Deuk melakukan konferensi Pers dan mengakui kalau dia sudah melakukan perbuatan dosa, dan sangat menyesal. 


Bersambung episode 11

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar