Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 12 part 1


Seperti di episode 11 kemarin, episode ini diawali dengan cuplikan-cuplikan adegan di episode-episode terdahulu.

Adegan pertama saat detektif Oh melihat kejanggalan dari foto Sang Deuk dengan foto kuno yang ditemukannya di rumah Jung Man Chul.
Lalu terdengar suara Yi Soo “Bahkan sekarang aku ingin tetap diam..tapi ini tidak akan selesai. Sekarang adalah saatnya. Jangan menoleh ke belakang.”



Episode 12

Hae Woo yang menemui Kim Joon di apartemennya, dengan berlinang air mata berkata jika dia bisa menemukan Han Yi Soo nya, bukan Kim Joon, maka kemanapun itu tempatnya, bahkan jika harus ke Neraka dia tidak menolak. Dia akan lakukan apapun untuk menghentikan Han Yi Soo. Hae Woo yang sudah terisak berkata kalau saat ini bahkan mereka sudah berada di Gerbang Neraka. Tersenyum simpul Kim Joon bertanya benarkah? “Ini baru awalnya saja. Jika kau tidak yakin, belum terlambat untuk melarikan diri sekarang.”
Hae Woo menggeleng, dan menjawab tidak, karena dia akan melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. “Bukan karena Kim Joon yang memintaku, tapi karena aku ingin mencari kebenarannya sendiri. Karena itu adalah satu-satunya cara membawa Yi Soo kembali.”

Setelah puas mengatakan semua, Hae Woo melangkah pergi meninggalkan Yi Soo. Yi Soo masih terdiam karena semua ini. Saat Hae Woo sudah melangkah, dia menoleh ke belakang dan melihat kepergian wanita yang dicintainya itu.
Matanya memerah menahan tangis, dan tentu menahan keinginan hatinya yang ingin mengejar Hae Woo.


Hae Woo berjalan limbung, kekuatannya terasa menghilang dan kalah dengan kenyataan yang sekarang dia hadapi. Penderitaan Yi Soo membuatnya berubah, bukan menjadi Yi Soo yang hangat seperti saat remaja dulu, dan ini tentu menyakitkan untuknya.
Hae Woo memilih duduk di kursi lalu menangis menghadapi semua yang menyesakkan ini.



Yi Soo masih tetap di posisi awalnya berdiri, tanpa beranjak sedikitpun. Saat dia mulai melangkahkan kakinya, bahkan dia seolah tidak mampu menyeimbangkan tubuhnya, membuatnya jalannya limbung.
Ini benar-benar membuat kepercayaan dirinya hilang. Dia merasa kehilangan arah.



Hae Woo memacu mobilnya dengan cepat, tangis itu masih mengiringinya. Sedang Yi Soo dia berjalan seolah tanpa gairah. Langkah kakinya tidak mantap seperti yang biasa dia lakukan.

Yi Soo mengenang kembali kehangatan keluarganya dulu, saat dia bersama ayahnya. Tersenyum dan tertawa bersama. Mereka bahagia sekali saat itu.
Air mata Yi Soo mulai menitik saat dia mendapati ayahnya meninggal, saat dia melihat langsung ayahnya tergeletak tak berdaya, dan dia berteriak terus memanggil ayahnya yang sudah terpejam untuk selamanya.

Ingatan itu terus berputar di kepala Yi Soo, kenangan saat dia sangat kehilangan ayahnya. Yi Soo menangis mengingat itu, hatinya terluka mengingat betapa ayahnya meninggalkannya dengan begitu cepat.
Juga kenangan saat Yi Hyun menangis tengah malam, dan berkata kalau Yi Hyun merindukan ayah mereka. Yi Soo langsung memeluk adiknya itu, dan berkata kalau Yi Hyun masih memilikinya sebagai Oppa.


Lalu ingatan tragis itu kembali berputar, ingatan saat truk besar itu menghantam tubuhnya. Membuatnya hampir kehilangan nyawa setelah mengetahui penyebab dibunuhnya ayahnya. Kenangan terakhir itu membuat Yi Soo berhenti melangkah. Dia memejamkan matanya, dan mengingat dengan jelas topeng Sang Deuk saat hari dimana dia berceramah dihadapan mahasiswa Korea, sehingga akhirnya menjadi sosok yang dipuja. Memuakkan. Dan kenangan itu berhasil membangkitkan kembali dendam di hati Yi Soo yang sekejap tadi sempat layu. Tangannya terkepal, menandakan bahwa kenangan itu masih segar di ingatannya, seolah bukan terjadi 12 tahun lalu, dan kembalinya dia disini adalah untuk menuntaskan dendam ini.
Apapun akan dia tempuh, walau harus ke Neraka.

Saat Yi Soo membuka mata, dia sudah mampu melangkahkan kakinya dengan mantap, tidak seperti tadi.
Inilah dia yang sekarang, dingin, dan tidak percaya siapapun.


Joon Young pulang ke rumah, dengan perasaan dan fisik yang lelah. Saat masuk ke rumah terdengar ayah mertuanya yang tampak biasa saja, dan sedang bercengkarama dengan temannya di telepon. Terdengar Eui Sun berkata kalau dia tidak bisa untuk sementara ini main bola. Kata Eui Si dua minggu lagi saja main bolanya.
Joon Young menatap kesal ayah mertuanya itu.

Joon Young mencoba cuek dan akan segera naik ke kamarnya, namun ayah mertuanya memanggil, membuat Joon Young terpaksa berhenti. Eui Sun masih berkata di telepon kalau sebagai ganti dia tidak bisa ikut main bola, bagaimana jalan-jalan ke luar negeri saja?
Percakapan itu membuat Joon Young semakin muak.

Saat percakapan selesai, Eui Sun langsung mendekati menantunya dengan sempoyongan, karena dia mulai mabuk. Eui Sun bertanya kalau Joon Young banyak pekerjaan kan? Joon Young menjawab tidak, dan Eui Sun mengajak Joon Young untuk minum bersama. Joon Young pun tidak menolak hal itu walau dia sangat ingin menolaknya.


Eui Sun menuangkan bir ke gelas Joon Young sambil berkata kalau seharusnya dia membuat pukulan besar sebelum mengakhirinya. Joon Young menatap ayah mertuanya tidak dengan hormat sama sekali. Masih mabuk Eui Sun meminta agar Joon Young tidak khawatir karena menurut kabar, opini public menguntungkan posisi mereka saat ini.

Eui Sun masih berceloteh kalau dia selalu bilang, jadi orang harus jujur. Kenyataannya hampir semua politisi dan dan pengusaha besar melakukan hal kotor di belakang. Dengan menyombongkan diri Eui Sun bertanya apa Joon Young pernah melihat seseorang yang dengan penuh keberanian mengakui semua kesalahannya di depan masyarakat, seperti yang dia lakukan tadi? Kebanyakan dari orang-orang itu malah lari dan bersembunyi, tapi lihat dia, dia berani mengatakan yang sebenarnya.

Joon Young tidak tahan lagi, dia pamit untuk naik ke kamarnya. Eui Sun yang mungkin karena pengaruh alcohol, atau karena memang mulutnya bocor, membuatnya tidak berhenti bicara. Dia bilang kalau ayahnya bahkan ga perlu melakukan konferensi pers seperti tadi. Setiap orang kan pasti punya kesalahan, dan itu hanya sebuah kecelakaan saja.


Karena sudah muak, Joon Young dengan berani berkata kalau seseorang telah meninggal karena kesalahan yang Eui Sun buat. Eui Sun menatap tidak percaya dengan keberanian mantunya itu, sedang Nyonya Park..biasalah nguping dengan terang-terangan. Hihi..
Joon Young berkata kesal kalau luka keluarga korban, tidak akan pernah bisa terobati.

Eui Sun yang dasarnya emang ga pinter-pinter amat (Hihi) bertanya apa maksud yang Joon Young bicarakan? Joon Young malas menjelaskan panjang lebar, karena pasti percuma saja. Dia lalu berkata kalau dia akan naik ke kamarnya, Eui Sun menyuruh Joon Young duduk. Namun, Joon Young ga peduli dan tetap melangkah menuju tangga.
Eui Sun kesal karena tidak diindahkan menantunya, kembali dengan keras menyuruh Joon Young duduk dan menjelaskan kata-kata lancangnya tadi.

Nyonya Park meminta agar Eui Sun tenang, karena Chairman Jo sedang ada di ruangannya.


Eui Sun langsung berdiri, dan masih dengan arogan menyuruh Joon Young berhenti. Tapi Joon Young membangkang, dia tetap menaiki tangga. Eui Sun yang kesal berkata tidak peduli bagaimana orang-orang berpura-pura tidak bersalah, pada dasarnya mereka semua sama. Joon Young pikir karena siapa Joon Young bisa jadi putra dari seorang kepala Jaksa?
Kalimat itu sukses membuat Joon Young berpaling menatap kaget ayah mertuanya.
Kalimat itu seolah menandakan bahwa ayahnya juga terlibat dalam menutupi kasus ini, dan sebagai gantinya ayahnya naik jabatan sebagai kepala Jaksa.
Ini mengejutkannya. Ayahnya yang dia kagumi, yang dia banggakan karena kejujurannya, berani berbuat serendah itu.

Saat itulah Sang Deuk keluar dari ruangannya, dan Eui Sun seperti anak kecil langsung berlari senang mendekati ayahnya dan berteriak “ayah..ayah..”(Kayak mau minta mainan aja lo..)


Eui Sun berkata kalau Joon Young sudah berani berkata kasar padanya. Tapi Sang Deuk langsung membentak anaknya, dan menyuruh putranya untuk tutup mulut. Eui Sun tidak percaya ayahnya akan seperti ini padanya, membuat Eui Sun berteriak dan bertanya kenapa hanya dia yang diperlakukan tidak adil oleh ayahnya? Dia bahkan sudah melakukan semua yang bisa dia lakukan.
Tanpa peduli apapun, Sang Deuk langsung menampar pipi Eui Sun dengan keras, membuat Eui Sun hampir terjatuh. Nyonya Park dan Joon Young yang sedang ada disana, langsung kaget melihat kejadian tersebut.
Sang Deuk bertanya dengan geram kenapa anaknya ini masih saja belum dewasa?
Eui Sun lari pergi, dan Sang Deuk langsung beralih ke Joon Young. Dia meminta agar Joon Young tidak memikirkan perkataan Eui Sun. Itu hanya karena Eui Sun sedang setres makanya omongannya sedikit ngaco.


Joon Young masuk kekamar dengan kondisi hati yang galau.
Ingatan Joon Young kembali saat dimana adiknya meninggal karena kecelakaan.


Flashback

Joon Young berteriak-teriak tidak menerima saat mendapati kenyataan adiknya Oh Joon Ho mati. Saat itu Joon Young bahkan berteriak kalau dia tidak akan memaafkan kesalahan orang yang sudah membuat adiknya meninggal, bahkan sampai dia mati nanti dia tidak bisa memaafkannya. Saat itu ayah Joon Young memeluk anaknya, untuk meredakan emosi Joon Young.

Joon Young menagis histeris meminta agar adiknya dikembalikan, dan Hyun Shik ikut terluka menyaksikan kesedihan anaknya.


Flashback End

Hyun Shik sepertinya habis minum-minum,dia terlihat berjalan keluar dari sebuah bar dan mungkin berniat pulang, tapi sebelumnya dia ingin merokok dulu.
Saat Hyun Shik mengeluarkan rokoknya, ponsel Hyun Shik Berdering, dan ternyata dia mendapat pesan suara. Hyun Shik lalu mendengarkan pesan suara itu. Sepertinya ini adalah suaran Man Chul.“Apakah aku..memainkan peran ini karena aku ingin? Demi memenuhi kebutuhan. Tidak ada yang bisa kulakukan selain memenuhi permintaan Kepala Jaksa Oh Hyun Shik.”

Hyun Shik kaget, sampai rokok yang terselip di bibirnya terjatuh. Pesan suara itu masih berlanjut “Dia punya hubungan yang erat dengan keluarga Jo, itulah kenapa kepala Jaksa Oh tahu tentang kasus tabrak lari itu. Yang kulakukan hanyalah menyembunyikan bukti yaitu Jam tangan. Selain itu Han Young Man, dan Han Yi Soo, mungkin Presdir Jo lah yang telah membunuh mereka berdua. Dan kepala jaksa sengaja menutup mata akan hal itu.”

Saat pesan suara itu benar-benar berakhir, Hyun Shik sangat terkejut. Kalimat terakhir tentang Young Man dan Yi Soo, benar-benar diluar dugaannya. Dia tahu memang kasus tabrak lari itu, tapi, kematian Young Man dan Yi Soo, dia benar-benar tidak bisa membayangkan jika Besannya lah pelakunya.

Tangan Hyun Shik bahkan gemetaran saat dia mencoba mengambil rokoknya yang terjatuh, dan belum sampai dia mengambil rokoknya, ponsel Hyun Shik kembali berbunyi, kali ini ada nomer tidak dikenal menghubunginya.


Hyun Shik dengan sedikit takut menerimanya, dan terdengarlah sebuah suara yang berkata “merokok tidak baik untuk kesehatan Anda, Kepala Jaksa.”
Sebaris kalimat yang membuat Hyun Shik langsung menoleh ke kanan dan kiri, karena berarti penelpon misterius ini tahu, apa yang sedang dia kerjakan, dan itu tandanya penelpon misterius itu ada di dekatnya.
Tapi Hyun Shik sama sekali tidak melihat siapapun yang mencurigakan menurutnya. Dan tepat di tempat yang tidak jauh dari Hyun Shik berdiri terlihat Yi Soo yang berlindung dari pandangan Hyun Shik, dengan asik dia berkata “Aku dengar putra Anda meninggal karena tabrak lari..menyembunyikan pelaku tabrak lari, apa Anda tidak malu pada putra Anda yang sudah mati?”

Hyun Shik tetap mengawasi sekitar tempatnya berdiri, namun hasilnya nihil. Tidak ada siapapun yang terlihat. Dengan berbisik Hyun Shik bertanya siapa kau? Yi Soo menjawab itu tidak penting. “Apa yang anda lakukan sekarang, itu yang terpenting.”
Hyun Shik bertanya apa yang diinginkan penelpon ini? Yi Soo berkata kalau semua hal mulai terbuka, jika dia mengatakan apa yang Hyun Shik tuai, itulah yang Hyun Shik tabur, maka Hyun Shik pasti tahu apa maksud kata-katanya. Yi Soo melanjutkan kalimatnya, kalau dia akan memberi Hyun Shik kesempatan, kesempatan untuk mengungkap kebenarannya. Dan Hyun Shik punya waktu 3 hari untuk menyelesaikannya. Yi Soo juga bilang kalau memiliki putra yang Baik seperti yang Hyun Shik miliki saat ini, seharusnya membuat Hyun Shik bisa lebih bersyukur. Hyun Shik heran dan bertanya, apa maksud nya? Yi Soo tanpa menjelaskan hanya bilang kalau Hyun Shik Cuma punya satu kesempatan. Setelah itu Yi Soo mengakhiri percakapannya. Dia menutup telepon, dan mulai mengintip Hyun Shik dari tempatnya berdiri.


Hyun Shik cukup syok dengan kenyataan ini, waktu 3 hari itu membuatnya semakin takut akan apa yang terjadi setelahnya. Sedang Yi Soo memandang ketakutan itu tanpa rasa penyesalan pun dimatanya. Yi Soo kemudian berjalan pergi, dan langsung membuang ponselnya ke tempat sampah. (Sini buang ke aku aja..^^)


Hae Woo belum masuk ke dalam rumah, dia terlihat masih di mobil,pikirannya kacau. Dia teringat kembali saat dia bertemu Kim Joon di taman tadi. Kim Joon yang berkata kalau memang dia mengerti harusnya dia tidak menggampangkannya begitu saja.Kim Joon juga bilang kalau tidak penting untuk Hae Woo tahu semuanya. Saat ini yang terpenting adalah bukti. Kim Joon meminta Hae Woo membuktikan dirinya adalah Han Yi Soo seperti yang Hae Woo pikir. Jika Hae Woo bisa membuktikannya, maka dia akan menjadi Han Yi Soo.

Hae Woo kemudian mmemutuskan untuk masuk ke rumah, dan tepat saat itu ayahnya terlihat keluar. Hae Woo mendekati ayahnya, dan bertanya ayahnya mau kemana? Eui Sun mendekat dan memandang Hae Woo dengan tidak suka, lalu berkata kalau dia dengar Hae Woo lah yang mengirimkan Video itu ke Polisi? Apa sekarang Hae Woo merasa lega? Hae Woo memanggil ayahnya mencoba menjelaskan, namun Hyun Shik langsung memotong kalimat Hae Woo dan bilang agar Hae Woo tidak memanggil ayah lagi padanya, karena Hae Woo bukan putrinya.
Hae Woo tidak membantah, atau melakukan sesuatu, dia hanyan memandangi kepergian Eui Sun dengan perasaan yang sedih.


Hae Woo yang sudah di dalam rumah, menemui kakeknya. Dia meminta maaf pada kakeknya, kakeknya menjawab kalau tidak perlu meminta maaf. Dia tahu Hae Woo juga ga bisa melakukan apa-apa. Sang Deuk menatap Hae Woo dan bertanya apa Hae Woo sudah tahu siapa pengirim video itu? Hae Woo menjawab sedikit lama, membuat Sang Deuk mengulangi lagi pertanyaannya, dan Hae Woo menjawab kalau dia belum tahu siapa pengirim Video itu.

Sang Deuk pun langsung menyuruh Hae Woo segera istirahat,dan Hae Woo tiba-tiba saja bertanya orang seperti apa kakek buyutnya?
Jelas sekali terlihat keterkejutan Sang Deuk dari bola matanya yang tidak tenang. Tapi dia langsung mengendalikan diri, dan bertanya kenapa tiba-tiba Hae Woo pengen tahu? Hae Woo bilang setelah dipikir-pikir selain sebagai pejuang kemerdekaan, dia tidak tahu apapun tentang kakek buyutnya itu.

Sang Deuk langsung bangkit dari kursinya, dan mendekati rak-rak buku, lalu mengambil satu buku disana. Dia melihatkan pada Hae Woo satu foto Jo In Suk yang terselip di halaman buku.
Hae Woo mengambil foto itu, dan melihatnya dengan jelas. Sang Deuk berkata kayaknya dia juga sudah pernah memperlihatkan foto ini pada Hae Woo.


Hae Woo masih memandangi foto itu dan menjawab kalau dia sudah tidak ingat, karena sudah lama sekali semenjak kakeknya memperlihatkan foto ini padanya. Hae Woo bilang kalau sepertinya kakek buyutnya ini adalah orang baik. Sang Deuk tersenyum dan berkata iya memang. Kakek buyut Hae Woo mencintai tanah air lebih dari siapapun.
Hae Woo tiba-tiba berkata kalau kakeknya tidak mirip kakek buyutnya, apa mungkin kakek mirip dengan nenek buyutnya?(Nah lo…menarik ini..)

Sang Deuk tersenyum dan membenarkan kalau dia memang mirip ibunya. Kemudian Hae Woo bertanya apa Sang Deuk punya foto keluarga? Sang Deuk kaget, dan menjelaskan kalau saat masa-masa perang terjadi kebakaran, dan tidak ada satupun yang tersisa, bahkan seluruh desa rata dengan tanah. Jadi foto keluarganya juga ikut terbakar. Penyebab kematian kakek buyut juga tidak diketahui sampai saat ini. Hae Woo bertanya apa kakeknya tahu sesuatu? Sang Deuk menjawab karena tuduhan seorang pencuri, kakek buyut Hae Woo harus masuk penjara, dan mengalami banyak kesulitan didalamnya. Sebelum kakek Buyut Hae Woo dieksekusi, Negara mereka merdeka. Tapi setelah itu perang saudara terjadi, dan kakek buyut Hae Woo ditangkap oleh tentara korea utara, karena menganut paham kapitalis.
Sang Deuk bilang kalau kakek buyut Hae Woo memang akhirnya kembali, namun dalam keadaan mati. Bahkan mungkin tanpa diadili, berita yang tersebar hanya bilang kalau kakek buyut Hae Woo meninggal karena ditembak.

Hae Woo dengan hati-hati bertanya apa kakeknya tidak bersama kakek buyut?
Dengan sedikit tidak nyaman, Sang Deuk menjawab kalau sesuai perintah ayahnya, kalau dia diminta bersembunyi. Dan dia adalah anak yang berbakti. Dia tidak bisa menyaksikan ayahnya mati. Hae Woo berkata kalau saat itu memang era yang sangat kacau, Sang Deuk membenarkan dan bertanya kenapa Hae Woo tiba-tiba penasaran dengan masa lalunya? Hae Woo hanya menjawab tidak ada apa-apa.

Setelah Hae Woo keluar dari ruangannya, Sang Deuk sedikit geram, dan berfikir apa Hae Woo juga sudah tahu sesuatu?


Hae Woo masuk ke kamarnya, dan terlihat Joon Young masih memikirkan semua yang terjadi tadi. Joon Young yang tahu Hae Woo datang bertanya kenapa Hae Woo pulang sangat terlambat?
Hae Woo menjawab kalau dia banyak pekerjaan tadi. Hae Woo kemudian bertanya apa Joon Young baik-baik saja? Joon Young bertanya soal apa? Hae Woo menjawab kalau tadi dia dengan soal ayah dari Ny. Park. Joon Young menjawab kalau tadi ayah mertua sangat marah, karena dia keras kepala.
Hae Woo menenangkan Joon Young dengan berkata kalau Joon Young selalu berkelakuan baik, jadi sekali-kali keras kepala tidak masalah.

Hae Woo kemudian meminta maaf pada Joon Young.
Joon Young bingung minta maaf karena apa? Hae Woo menjelaskan kalau dia tidak peka pada perasaan Joon Young. Dengan tersenyum Joon Young berkata kalau akhir-akhir ini Hae Woo sering minta maaf, dan menurutnya ini mencurigakan. Dia jadi merasa Hae Woo banyak menyembunyikan hal darinya.
Hae Woo kaget, dan tahu ekspresi istrinya berubah, Joon Young langsung berkata kalau dia hanya bercanda.

Joon Young bertanya kalau Hae Woo sudah lihat rekaman CCTV Hotel kan? Hae Woo seolah ga tahu maksud kata-kat suaminya, membuat Joon Young bilang kalau Soo Hyun mengambil rekaman CCTV dan berkata akan menunjukkannya pada Hae Woo. Apa Hae Woo belum melihatnya?
Hae Woo menjawab kalau dia sudah melihatnya.
Joon Young bilang kalau sepertinya hal di pesta memang sudah direncanakan.
Hae Woo mencoba menghindar dari pembicaraan itu, dan berkata kalau dia mau mandi dulu.


Dengan sorot mata tajam, Sang Deuk menelpon partner kejahatannya dan berkata agar partner nya itu segera mencari tahu apakah Kim Joon adalah Han Yi Soo?


Yi Soo sedang meminum obat untuk sakit di bahunya, sepertinya obat itu harus diminum rutin, atau minimal setiap Yi Soo merasakan nyeri di bahu dan kakinya.
Kemudian dia melihat bungkusan makanan yang diberikan Ny. Park padanya. Dia mengambil makanan itu, tapi sedetik kemudian Yi Soo menaruhnya kembali, dia mengurungkan niatnya.

Yi Soo kemudian beralih ke TV, yang masih memperlihatkan wajah si kakek pemilik toko buku bekas itu. Tiba-tiba ada yang menekan bel, tanda ada tamu, dan Yi Soo mungkin berharap itu Hae Woo. Segera saja Yi Soo mematikan TVnya, dan beranjak membukan pintu.


Yi Soo sedikit kecewa karena ternyata Young Hee yang ada di depannya. Young Hee bertanya apa Kim Joon sedang menunggu seseorang? Kim Joon menjawab tidak, dan bertanya kenapa Young Hee ada disini? Muncullak kepala Dong Soo dan dia berseru, kalau dia juga ada disini. Kim Joon jelas kaget. Dong Soo memperlihatkan bungkusan yang dia bawa, Dong Soo bilang kalau dia teringat Kim Joon dan Young Hee makanya dia membawakan makanan.

Tanpa diminta, Dong Soo langsung melangkah masuk dan ngoceh kalau dia juga bawa bir. Kim Joon masih heran menatap kelakuan Dong Soo dan kemudian beralih menatap sekretarisnya itu, tanda dia tidak suka.
Young Hee tidak enak, dan takut Kim Joon marah menjelaskan kalau tadi Dong Soo berniat hanya memberikannya pada Kim Joon, lalu pergi, tapi dia ga tahu kenapa malah kayak gini. Kim Joon akhirnya berkata tidak apa-apa dan meminta Young Hee ikut masuk.


Di dalam, Dong Soo masih sibuk berceloteh kalau kakak ibunya adik temannya. Dia kemudia meralat ucapannya karena terdengar ruwet. Hehe
Dong Soo bertanya pada Young Hee, kalau Young Hee masih ingat sama Yi Hyun kan? Young Hee menjawab, iya dia masih ingat. Dong Soo berkata kalau ibu Yi Hyun lagi ada urusan, makanya Yi Hyun yang menggantikan ibunya di restoran. Restoran milik bibinya Yi Hyun. Kim Joon langsung menatap Dong Soo. Dia bertanya ada urusan apa memangnya ibu Yi Hyun? Apa ada hal buruk terjadi?
Young Hee merasa aneh, karena Kim Joon seolah peduli pada keluarga Yi Hyun. Dia menatap Kim Joon dengan heran.
Dong Soo menjawab bukan seperti itu, karena kakak ibu Yi Hyun sedang sakit, maka ibu Yi Hyun menggantikannya, dan Yi Hyun sesekali juga ikut membantu.
Kim Joon terlihat lega, kemudian Dong Soo berkata kalau belakangan ini kondisi Yi Hyun memang kurang baik, karena masalah pribadinya.

Dong Soo tanpa diminta terus menjelaskan kalau ini soal ayah Han Yi Soo, kakaknya Yi Hyun yang bertanggung jawab atas sesuatu yang bukan kesalahannya. Tapi kebenara akhirnya terungkap juga.
Dong Soo berniat ingin mengambil gelas, tapi kemudian Young Hee menawarkan diri mengambilnya.
Melihat Kim Joon masih berdiri, membuat Dong Soo berkata meminta Kim Joon duduk. (Lha ini yang tamu siapa, yang punya rumah siapa?-_-)


Kim Joon akhirnya duduk dan berkata kalau lain kali Dong Soo harus memberitahunya jika ingin datang.
Dong Soo menjelaskan kalau awalnya dia ga ingin datang, awalnya dia hanya ingin memberikan makanan ini pada Young Hee lalu pergi, tapi tiba-tiba saja dia sudah berada di depan pintu apartemen Kim Joon, dan Kim Joon juga terlihat sendirian. Dong Soo bercanda dengan berkata, kalau Kim Joon hanya makan sirip Hiu saja, itu rasanya seperti kaus kaki. Kim Joon tersenyum mendengar lelucon Dong Soo.
Dan Dong Soo langsung berseru kalau Kim Joon sangat tampan jika tersenyum. Kim Joon langsung menarik kembali senyumannya.


Young Hee datang membawa banyak makanan, dan Dong Soo membantu lalu bertanya kenapa ada banyak makanan? Young Hee meminta Dong Soo mengambilkan air, dan Dong Soo langsung bergegas melaksanakannya.

Young Hee berkata kalau ini makanan yang dibawa Ny. Park. Kim Joon hanya terdiam menatapnya. Young Hee berkata lagi, kalau ahjumma itu berusaha keras untuk membawa dan memberikan ini pada Kim Joon.


Yi Hyun melihat artikel di Koran tentang berita hari ini. Berita yang mengguncangkan media massa dan tentunya masyarakat. Tentang pernyataan dan permintaan maaf Sang Deuk, serta anaknya terkait kasus tabrak lari 12 tahun lalu. Bang Jin masuk dan melihat putrinya sedang serius membaca beirta itu, dia tidak ingin mengganggu, lalu memutuskan tidak menyapa Yi Hyun dan keluar.


Saat Bang Jin akan menutup pintu, Yi Hyun tahu itu dan memanggil ayahnya. Tanpa menatap ayahnya, Yi Hyun bertanya dia harus bagaimana? Bang Jin bertanya apa maksud Yi Hyun? Kemudian Yi Hyun berbalik, dan air mata sudah menggenangi wajahnya.
Yi Hyun berkata “Karena ayahku tidak bersalah, seharusnya dia senang kan? Kenyataan kalau ayahku tidak bersalah, haruskah aku bersyukur?”

Yi Hyun tersedu-sedu. Dia tidak mampu lagi menahan tangisnya. Disela air matanya Yi Hyun berkata kenapa orang-orang itu tega melakukan ini padanya? Ayahnya dituduh menjadi pelaku tabrak lari, walau ayahnya sudah meninggal. Tapi hanya karena orang-orang itu menyesal dan meminta maaf, apa semuanya lantas bisa dimaafkan begitu saja? Orang-orang itu bahkan tidak dihukum, dan semua langsung berakhir begitu saja.

Yi Hyun semakin terisak, dia kecewa, sangat kecewa, nama baik ayahnya bahkan tercoreng karena tuduhan palsu ini, tapi orang yang bersalah hanya meminta maaf dan bahkan tidak dihukum.

Bang Jin hanya bisa diam melihat putri kesayangannya ini menangis. Yi Hyunnya yang selalu ceria, kini menangis terisak di hadapannya. Dia tidak mampu menghibur atau menenangkan Yi Hyun. Yi Hyun berkata ayahnya sungguh malang. Young Joo langsung masuk mendengar tangisan Yi Hyun dan bertanya apa yang terjadi.

Yi Hyun masih tidak mampu menghentikan isakannya dan berkata kalau rasanya dia mulai gila karena ini.


Yi Hyun berkata kalau dia merasa bersalah pada ayahnya. Ini sungguh tidak adil untuknya. Dia sudah tidak tahan lagi.(kenapa aku jadi kutan sedih ya..)
Young Joo mendekati Yi Hyun, dan langsung memeluk putrinya itu. Young Joo mengusap lembut punggung Yi Hyun dan berkata kalau dia tahu bagaimana perasaan Yi Hyun.
Young Joo ikut sedih dan bilang “Menangislah..menangislah sekencang-kencangnya..Keluarkan semuanya..”


Han Yi Soo berdiri di depan teleskopnya, dan membelai teleskop itu, seolah dia tahu kesedihan Yi Hyun malam ini.


Kakek jahat, sedang ada di toko buku miliknya, dan sedang memandang foto Kim Joon. Dia tetap memainkan pena ditangannya. Menimbulkan bunyi yang mungkin adalah bunyi yang dia sukai.


Hyun Shik menelpon Sang Deuk, dan meneceritakan yang dialaminya tadi. Hyun Shik berkata kalau tidak ada hal khusus yang dikatakan penelpon misterius itu, penelpon itu hanya memintanya untuk jujur mengungkapkannya. Hyun Shik juga mengaku tidak pernah mendengar suara penelpon itu sebelumnya.

Hyun Shik bilang jika penelpon itu benar-benar akan memberitahu media massa dalam batas waktu 3 hari itu, maka ini tidak akan menyulitkannya tapi juga menyulitkan Sang Deuk.
Sang Deuk berkata kalau ga ada yang perlu dikhawatirkan. Dia bahkan sudah meminta maaf pada masyarakat, dan semuanya sudah berakhir. Sang Deuk membentak Hyun Shik yang terlihat takut dan berkata kalau ini bukan seperti Hyun Shik yang dia kenal. Menjadi seseorang dengan tanggung jawab berat, kenapa Hyun Shik jadi lemah?

Hyun Shik kaget dibentak oleh Sang Deuk. Sang Deuk melanjutkan kalimatnya, kalau ini hanya pendapatnya saja, dia berfikir Hyun Shik lebih baik naik jabatan lagi saat ini. Sang Deuk meminta Hyun Shik memikirkan pendapatnya ini.

Hyun Shik tahu ini adalah tawaran yang sama seperti 12 tahun lalu, saat dia menutupi kasus tabrak lari dengan imbalan naik jabatan. Dan kali ini Sang Deuk menawarkan hal itu lagi padanya. Hyun Shik hanya diam, dan Sang Deuk berkata kalau Hyun Shik jangan salah paham padanya, karena dia tidak mungkin ada jika tanpa Hyun Shik. Dan Hyun Shik juga tidak akan ada jika tanpa dirinya.
Telepon itu berakhir, dan meninggalkan kegundahan luar biasa untuk Hyun Shik, dia bahkan gemetaran lagi.


Young Hee memandang amplop cokelat ditangannya yang tertulis untuk Jo Sang Deuk.


Flashback

Malam itu, saat Young Hee bersama Chairman Yoshimura,Chairman memberinya sebuah amplop cokelat, dan menyuruhnya mengirimkan untuk Sang Deuk.
Young Hee heran dan menatap Yoshimura. Yoshimura hanya tersenyum dan berkata kalau di dalam amplop ini berisi sesuatu yang bisa menjadi pelindung bagi Kim Joon. Young Hee bertanya apa maksudnya?


Flashback End

Young Hee ingin membuka amplop itu, karena penasaran dengan apa yang menjadi pelindung bagi Kim Joon. Tapi kemudian Young Hee mengurungkan niatnya. Sepertinya dia tidak tega jika harus melihat yang bukan haknya ini. Lagipula, dia adalah yang setia pada Yoshimura.


Bersambung ke Part 2

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar