Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 12 part 2

Young Hee yang awalnya ingin membuka amplop titipan Yoshimura, akhirnya mengurungkan niatnya itu. Walaupun dia sangat penasaran dengan isi amplop cokelat ini yang mana menurut Yoshimura, didalamnya ada sesuatu yang bisa mejadi pelindung Kim Joon, namun rasa setianya pada Yoshimura menghalangi niat buruknya ini.
Part 2
Keesokan paginya.
Detektif Na melaporkan pada Bang Jin kalau tidak ada sidik jari di Flashdisk yang diterima Jaksa Jo. Selain itu CCTV Hotel juga tidak menunjukkan sesuatu yang mencurigakan. Detektif Na mengatakan kalau menurut instingnya, CEO Jo lah dalang dari insiden ini. Tetapi mereka tidak mempunyai bukti. Bukti yang terpenting saat ini.

Tiba-tiba ponsel Bang Jin berbunyi, dan yang menelponnya adalah Chan Geun dari unit Analisis Video Dinas Forensik Nasional. Bang Jin langsung bertanya ada apa?
Bang Jin kaget saat mendengar nama detektif Oh.



Bang Jin memutuskan datang bersama Hae Woo, sebelum masuk, Bang Jin menarik tangan Hae Woo menyuruhnya berhenti. Bang Jin berkata kalau Kang Hee Soo, Han Young Man dan juga Yi Soo, menemukan sebuah rahasia di document itu. Itulah sebabnya ketiga orang itu dibunuh. Tidak, tepatnya untuk Yi Soo, dia menghilang.
Hae Woo sependapat dengannya kan? Hae Woo mengangguk.

Bang Jin melanjutkan kembali kalimatnya dengan hati-hati, mengenai dokumen itu, guru Jo In Suk, sepertinya ini memang ada hubungannya dengan kakek buyut Hae Woo. Hae Woo menjawab kalau dia tahu itu. Bang Jin kemudian bilang kalau Guru Jo In Suk sudah meninggal,dan dia sudah memikirkan siapa yang paling takut jika rahasia itu terbongkar. Dan yang ada di pikirannya adalah Jo Sang Deuk, kakek Hae Woo.
Hae Woo terlihat tidak terima, namun Bang Jin melanjutkan, anggap saja Kang Hee Soo mengancam kakek Hae Woo saat itu, jadi motif pembunuhannya jelas.

Hae Woo membela kakeknya dengan berkata kalau kakeknya adalah orang yang paling jujur lebuh dari siapapun. Pasti ada orang lain yang terlibat, tapi mereka tidak menyadarinya.
Bang Jin menjawab dia tahu ini hanya dugaan sementaranya saja, karena tidak ada bukti. Tapi apapun nanti kebenarannya, satu hal yang pasti adalah itu bukan rahasia yang seharusnya kau bongkar. Hae Woo bertanya apa maksud Bang Jin? Bang Jin dengan tegas menjawab kalau Hae Woo ga bisa menyelidiki kasus ini tanpa pengecualian, maka lebih baik Hae Woo mundur dari sekarang. Karena sekali lagi dia tidak ingin kepentingan dan perasaan pribadi mengacaukan penyelidikan ini.

Hae Woo menjawab semua orang memaksanya untuk memilih. Bang Jin heran apa maksudnya smeua orang? Siapa saja semua orang itu, tapi Hae Woo memilih tidak menjelaskan dan mengajak Bang Jin segera masuk.



Bang Jin, Hae Woo, dan Soo Hyun masuk menemui Chang Geun, tim dari analisis video dinas forensic nasional. Chang Geun menjelaskan kalau sehari sebelum dibunuh, detektif Oh datang ke sini. Detektif meminta memeriksa apakah foto yang dibawanya bekas diedit atau asli?
Hae Woo kaget dan bertanya foto apa? Bang Jin bertanya apa Chang Geun punya salinan fotonya?
Chang Geun menjawab tidak.


Flashback

Saat detektif Oh datang dan menunjukkan foto pada Chang Geun, dia menjawab kalau foto ini asli dan bukan bekas editan. Chang Geun bertanya kenapa fotonya ga dititipin dulu 3 atau 4 hari untuk mendapat hasil mendetail. Detektif Oh langsung menolak, dan mengambil foto itu langsung dari tangan Chang Geun.


Flashabck End

Hae Woo bertanya foto apa itu? Chang Geun menjawab kalau foto itu foto hitam putih, dan ada dua orang disana. Sebuah foto yang sangat lama. Seperti kedua orang itu adalah ayah dan anak. Hae Woo yang penasaran bertanya apa detektif Oh tidak memberitahu siapa yang difoto itu? Chang Geun menjawab tidak, detektif Oh tidak menjelaskan apapun.

Bang Jin bertanya lagi apa mungkin ada sesuatu yang aneh difoto itu? Chang Geun berusaha mengingat-ingat, lalu kemudian dia berkata kalau dibelakang foto itu ada tulisan “Bersama Sang Deuk”

Bang Jin dan Hae Woo langsung saling pandang mendengar penjelasan terakhir ini. Chang Geun berkata kalau ada tanggalnya juga, tapi dia lupa.

Saat Hae Woo dan kedua rekannya, meninggalkan tempat itu, Chang Geun memanggil mereka kembali, dan bilang kalau mungkin ini bukan hal yang penting, tapi hari itu detektif Oh mencari tempat untuk menyalin foto. Hae Woo kaget dan bertanya apa artinya detektif menyalin foto itu? Chang Geun menjawab mungkin saja begitu.


Hyun Shik yang galau sekali, mengeluarkan sebuah amplop di dalam laci meja kerjanya, dan dia melihat sebuah foto. Foto yang persis seperti milik detektif Oh.


Kembali lagi ke Hae Woo,dan kedua rekannya.
Bang Jin merasa aneh, kenapa tidak ditemukan foto diantara barang-barang detektif Oh.
Soo Hyun berkata kalau dia akan memeriksanya. Hae Woo dengan senang berkata silakan pada Soo Hyun dan meminta Soo Hyun juga memeriksa file-file di computer detektif Oh.
Soo Hyun menangguk, dan kemudian pergi.


Hae Woo berkata pada Bang Jin, kalau memang itu foto kakeknya bersama kakek buyut, mungkin itu hanya foto biasa. Menurut Bang Jin apa yang dicari detektif Oh?
Bang Jin menjawab kalau dia tidak yakin.
Kemudian detektif Na menelpon Bang Jin, dan Bang Jin langsung terkejut. Saat telepon ditutup, Hae Woo bertanya ada apa? Bang Jin langsung menjelaskan kalau rekaman CCTV di perpustakaan dicuri.
Hae Woo langsung bertanya apa itu perpus yang dikunjungi detektif Oh?


Han Yi Soo datang ke tempat adiknya bekerja, dia melihat wajah Yi Hyun yang tidak ceria seperti biasanya.
Saat Yi Hyun mendekat, Yi Soo tersenyum manis padanya.
Yi Soo bertanya Yi Hyun mau kemana? Yi Hyun menjawab kalau dia mau makan siang. Yi Hyun langsung pamit pergi.


Yi Soo keluar dan langsung mengejar Yi Hyun yang belum terlalu jauh, Yi Soo bertanya apa Yi Hyun mau makan bersama dengannya? Yi Soo hati-hati sekali saat menawarkan ajakan ini pada Yi Hyun. Yi Hyun merasa aneh, dan Yi Soo langsung menjelaskan kalau dia juga mau makan siang, tapi kalau Yi Hyun merasa ga nyaman, Yi Hyun boleh menolaknya.

Yi Hyun menjawab bukan masalah nyaman atau tidak, tapi mereka pasti akan canggung nanti. Yi Soo membenarkan, kemudian dia meminta maaf sudah membuat Yi Hyun merasa tidak nyaman. Yi Soo akhirnya tidak memaksa dan mengucapkan selamat makan siang pada Yi Hyun.


Saat Yi Soo sudah melangkah pergi, tiba-tiba Yi Hyun berkata tunggu sebentar. Yi Soo berhenti dan menolah melihat Yi Hyun berjalan mendekat. Dengan wajah ceria Yi Hyun berkata ayo makan siang bersama. Yi Hyun bertanya apa yang mau mereka makan? Yi Soo tersenyum senang.


Mereka akhirnya masuk ke sebuah restoran, dan Yi Hyun berkata kalau dia akan memakannya dengan lahap, Yi Soo juga berkata yang sama. Sebelum makan, Yi Hyun berkata kalau tempat ini pasti mahal, dengan tersenyum Yi Soo menjawab ga apa-apa, dia punya banyak uang kok. Haha

Yi Hyun berkata kalau tempat ini terkenal dengan spaghettinya. Yi Soo langsung terkejut karena yang dipesan Yi Hyun malah bukan Spaghetti. Yi Soo berkata kalau begitu Yi Hyun harus pesan Spaghetti.
Yi Hyun langsung berubah ekspresi, dan menggeleng pelang. Dia berkata kalau dia tidak suka Spaghetti.
Yi Soo bertanya kenapa? Yi Hyun menjawab dulu memang spaghetti adalah makanan favoritnya, tapi ga tahu sejak kapan, setiap makan spaghetti perutnya langsung sakit.

Yi Soo tiba-tiba teringat malam saat dia kecelakaan, dia sempat bicara dengan Yi Hyun di telepon, dan Yi Hyun bilang kalau Hae Woo unni sedang membuatkannya Spaghetti. Saat itu Yi Hyun bilang kalau dia tidak dapat bagian, karena sedang bertengkar dengan Hae Woo.
Yi Hyun yang melihat Yi Soo hanya terdiam, bertanya kenapa tidak dimakan?
Yi Soo kemudian malah memanggil pelayan, dan ternyata Yi Soo memesan Spaghetti, dan menyuruh agar tidak lama-lama.


Yi Hyun heran dan bertanya kenapa pesan spaghetti? Dengan tersenyum Yi Soo menjawab kalau dia ingin Yi Hyun memakannya sedikit. Yi Hyun menggeleng dan bilang kalau makanan yang dia pesan sudah cukup, nanti mereka malah buang-buang makanan aja. Yi Soo berkata kalau nanti dia yang akan menghabiskan sisanya, jadi dia minta Yi Hyun memakannya sedikit saja. Yi Hyun tetap menggeleng dan ga mau. Makanan yang dia pesan lebih dari cukup untuknya. Yi Soo bilang kalau bukannya dulu Yi Hyun suka spaghetti. Masih tersenyum Yi Hyun menjawab kalau sekarang dia sudah ga suka.

Yi Soo masih mencoba memaksa Yi Hyun, tapi Yi Hyun bilang kalau dia ga suka. Hampir menangis Yi Hyun bilang kalau dia benci Spaghetti. Yi Soo terpana mendengarnya. Yi Hyun berkata kalau Oppanya pasti banyak menderita. Tapi dia malah asik-asik makan Spaghetti tanpa tahu apapun. Yi Soo tidak menyangka Yi Hyun begitu sayang padanya, sampai seperti ini.
Yi Hyun bilang kalau Oppanya mati, saat dia sedang makan Spaghetti. Yi Hyun ga tahan, dan langsung berlari pergi.


Yi Soo langsung mengejarnya, dan menarik tangan Yi Hyun. Yi Soo minta maaf karena terlalu memaksa, dia tidak memikirkannya dulu. Yi Hyun menggeleng dan bilang kalau seharusnya dia yang minta maaf. Dia tidak tahu kenapa dia seperti ini. Dia minta maaf karena sudah membuat terkejut.
Yi Soo menggeleng dan bilang ga apa-apa, dia yang salah kok. Yi Soo mengajak Yi Hyun makan ditempat lain.

Yi Hyun ga mau, dan bilang kalau dia akan pergi sekarang.
Yi Soo menarik tangan Yi Hyun, memegangnya, dan berkata ga baik kerja dengan perut kosong. Yi Soo berkata bagaimana kalau beli kimbab dan pergi ke taman? Yi Hyun menatap heran pada laki-laki di depannya ini. Yi Hyun melepaskan tangannya dari genggaman Yi Soo dan bertanya kenapa baik sekali padanya? Apa mungkin karena suka padanya? Dia juga suka sih, tapi bukan suka yang seperti itu. Haha..polosnya.

Yi Soo tersenyum dan bilang kalau dia menyukai Yi Hyun, tapi juga bukan suka yang seperti itu. Mereka sama-sama tertawa, dan Yi Soo bertanya apa Yi Hyun sudah merasa lebih baik sekarang? Yi Hyun mengangguk, dan Yi Soo mengajak Yi Hyun untuk kembali makan. Yi Hyun menjawab lain kali saja, dia sudah ga punya waktu. Yi Soo ingin mengantar Yi Hyun, tapi Yi Hyun menolak, karena tempat kerjanya dekat dari sini. Dia kemudian pamit pergi meninggalkan Yi Soo.


Di tempat yang tidak jauh dari Yi Soo, berdiri seorang laki-laki membawa pena, dan seperti yang kita tahu, dia adalah si Kakek Jahat. Dia melihat kalau Yi Hyun lah yang ditemui laki-laki yang dia tahu bernama Kim Joon, yang mungkin adalah Yi Soo.


Sementara itu di ruang Sang Deuk, Ny. Park datang membawakan amplop yang ditujukan untuk tuannya. Saat Ny. Park akan keluar, Sang Deuk memanggilnya, membuat Ny. Park berhenti, Sang Deuk bertanya apa ada yang terjadi belakangan ini? Ny. Park menjawab tidak. KenapaSang Deuk bertanya seperti itu? Sang Deuk menjawab kalau sepertinya Ny. Park sedang mengkhawatirkan sesuatu. Mungkin masalah keluarganya mempengaruhi Ny. Park? Dengan tersenyum, Ny. Park menjawab kalau dia tidak apa-apa dan langsung pamit keluar.


Sang Deuk memandang amplop itu, dan lalu membukanya. Dia terkejut mendapati foto itu lagi, foto Jo In Suk.


Bang Jin dan Hae Woo menemui seseorang yang bertugas di perpus. Perpus yang didatangi detektif Oh. Petugas itu berkata kalau kejadiannya sangat cepat, jadi dia tidak bisa mengingat seperti apa wajah pelaku. Hae Woo berkata apa semua rekaman di tgl 24 juni itu dihapus? Petugas membenarkan dan bilang kalau hanya yang hari itu saja yang dihapus. Bang Jin bertanya apa ada hal lain yang hilang? Petuiga menjawab kalau yang lain norma-normal saja.
Hae Woo kemudian tiba-tiba pergi, membuat Bang Jin heran dan langsung mengikutinya.


Bang Jin yang melihat Hae Woo duduk dengan banyak buku dimejanya bertanya untuk apa semua buku itu? Hae Woo menjelaskan kalau buku-buku ini adalah yang dibaca detektif Oh hari itu. Bang Jin langsung tahu, dan ikut memeriksanya. Apa yang sebenarnya dicari detektif Oh.

Saat sedang asik memeriksa, Hae Woo sedikit kaget mendapati apa yang dia lihat. Sebuah halaman yang ada gambar Jo In Suk di dalamnya. Hae Woo melihat itu, dengan serius, membuat Bang Jin yang menoleh padanya ikut heran. Bang Jin lalu ikut melihat. Kemudian Hae Woo berkata kalau sepertinya dia pernah melihat buku ini.


Mereka keluar dari perpustakaan itu, dan masih ga mengerti dengan semua ini. Jika itu hanya foto biasa, kenapa rekaman CCTV juga harus dihapus? Bang Jin berkata bukan karena fotonya, tapi karena orang yang membunuh detektif Oh tertangkap kamera. Bisa jadi pembunuh itu membuntuti detektif Oh. Hae Woo berkata kalau dia penjahatnya, maka dia akan menghindari kamera CCTV, karena itu akan lebih cepat daripada menghapus rekaman CCTVnya.
Bang Jin bilang kalau profesioanlpun bisa melakukan kesalahan tanpa dia sadari. Dia juga bilang kalau petugas tadi mengatakan butuh 10 hari untuk mengembalikan data rekaman CCTV hari itu, jadi mereka pasti bisa mengehtahuinya.

Hae Woo akan pergi, namun tiba0tiba Bang Jin berkata kalau Yi Hyun sepertinya terkejut karena berita belakangan ini.
Hae Woo jujur dia sampai tidak kepikiran tentan itu, karena semua masalah ini. Hae Woo minta maaf, dan Bang Jin bilang kalau dia ga meminta Hae Woo minta maaf, tapi temui Yi Hyun agar perasaan putrinya itu bisa lebih baik.
Hae Woo mengangguk tanda setuju.


Sang Deuk yang masih memegang foto kiriman itu, mendapat telepon dari Partner kejahatannya yang mengabarkan kalau tadi Kim Joon menemui Yi Hyun.
Sambil terus menatap foto itu dia berkata kalau mereka harus tahu dulu, kartu apa yang sedang dipegang lawan saat ini. Dan bisa jadi ada orang yang mengendalikan Kim Joon.


Yoshimura menemui Yi Soo di apartemennya dan sedang asik memandang ikan-ikan di akuarium Yi Soo. Yoshimura berkata “Seekor ikan di dalam kolam, tidak kelihatan seperti makhluk hidup bagiku.”
Yoshimura berbalik dan menatap Yi Soo, lalu bertanya apa yang akan dilakukan Yi Soo sekarang?
Yi Soo bertanya apa maksud Yoshimura?

Dengan tersenyum Yoshimura menjawab kalau Chairman Jo adalah orang yang sangat cerdik, sekarang mungkin Chairman Jo sudah mengenali Yi Soo. Jika benar Sang Deuk tahu, maka dia juga pasti akan menduga kalau dialah yang menyelamatkan Han Yi Soo.

Yi Soo menjawab kalau ini tidak akan menyerempet ke Yoshimura kok. Yoshimura menjawab baginya ga masalah, dia mengenal Chairman Jo lebih baik dari siapapun. Dan itu adalah kelebihannya.
Dia tidak tahu memang apa yang sedang Yi Soo rencanakan, tapi Yi Soo harus bisa selangkah lebih maju dari Chairman Jo.
Dengan dingin Yi Soo menjawab kalau dia tidak tertarik dengan apapun kecuali bisnis.
Yoshimura tersenyum dan bilang kalau itulah kelebihan Yi Soo, tidak percaya pada siapapun, bahkan padanya Yi Soo juga tidak percaya. Yi Soo hanya menatap tajam pada Yoshimura.


Yoshimura memilih pergi, dan tepat saat Yoshimura akan melangkah ponsel Yi Soo Berdering. Yi Soo tidak mengangkatnya karena menunggu Yoshimura keluar, namun Yoshimura tiba-tiba berkata kalau itu pasti telepon dari Sang Deuk, dan ternyata memang benar.
Yi Soo menatap heran pada Yoshimura yang seolah tahu.


Sang Deuk berkata kalau dia ingin bertemu dengan Kim Joon. Jadi dia berharap Kim Joon mau datang ke tempatnya. Seperti yang diketahui banyak orang, kalau saat-saat ini, dia tidak mungkin bisa bepergian.

Yi Soo yang duduk santai di sofanya, hanya terdiam setelah pembicaraannya dengan Sang Deuk berakhir. Apa benar Sang Deuk sudah curiga kalau dia adalah Yi Soo?


Hae Woo terlihat pulang dengan tergesa-gesa, Ny. Park langsung bertanya apa Hae Woo sudah selesai bekerja? Hae Woo bertanya apa kakeknya ada? Ny. Park menjawab kalau kakek Hae Woo baru ke toko buku, ada apa memangnya? Hae Woo menjawab kalau dia butuh buku, dan akan mencari di ruang kakeknya.


Hae Woo masuk ke ruang kakeknya, yang memang kosong. Dia sedikit menaruh kecurigaan memang tentang ini semua. Apalagi mengingat kata-kata Bang Jin tadi. Hae Woo mendapati amplop cokelat yang sudah kosong itu tergeletak di meja kakeknya, Hae Woo penasaran namun dia kembali focus dengan apa yang harus dia temukan disini.
Hae Woo membuka satu persatu laci di meja kakeknya, namun tepat di laci terakhir, Hae Woo tidak bisa membukanya karena dikunci. Ini membuat Hae Woo semakin curiga.

Dia kemudian mencoba mencari kunci dari laci itu, lalu di salah satu kotak, Hae Woo menemukan sebuah kunci. Dengan segera Hae Woo mencoba kunci itu, dan berharap kunci tersebut cocok.


Sementara itu, Sang Deuk terlihat sudah memasuki rumah, Ny. Park menyambutnya, dan Sang Deuk berkata kalau ada mobil Hae Woo diluar. Ny. Park membenarkan dan bilang kalau Hae Woo sedang ada di ruang Sang Deuk untuk mencari buku.


Hae Woo langsung mengambil kunci itu, dan mencobanya. Ternyata tidak bisa. Tapi kemudian terdengar suara Kakeknya akan membuka pintu, membuat Hae Woo, langsung segera menaruh kunci dan bersikap biasa saja.


Sang Deuk masuk, dan bertanya Hae Woo sedang mencari apa.? Hae Woo langsung mengambil buku yang dimeja, dan berkata kalau sepertinya dia ingin membaca buku ini walau hanya sekali. Sang Deuk berkata hanya untuk buku itu, Hae Woo sampai jauh-jauh pulang ke rumah.
Hae Woo dengan gugup menjawab, kalau dia tadi kepikiran pas lewat makanya dia mampir dulu.
Hae Woo juga bilang kalau dia butuh banyak membaca buku, tapi dia tidak mempunyai waktu belakangan ini.
Sang Deuk hanya mengangguk, membuat Hae Woo langsung pamit untuk kembali bekerja.


Hae Woo yang sudah keluar dari ruang kakeknya, masih merasa ada yang janggal dengan semua ini. Dia sangat berharap kakeknya tidak tersangkut paut dengan kasus yang saat ini sedang dia hadapi.


Joon Young masih memikirkan apa yang dikatakan ayah mertuanya kemarin. Walaupun kakek mertuanya berkata untuk jangan terlalu dipikirkan, tapi ini menurutnya memang sedikit aneh.
Joon Young menelepon Soo Hyun, dan meminta untuk bertemu.


Joon Young sudah menunggu, dan Soo Hyun langsung menghampirinya. Joon Young meminta maaf karena menghubungi Soo Hyun di jam-jam kerja. Soo Hyun menjawab tidak masalah, memang ada masalah apa Joon Young mengajaknya bertemu?

Joon Young berkata kalau dia ingin Soo Hyun jujur padanya. Mengenai kasus tabrak lari CEO Jo, apa ayahnya juga tahu masalah ini? Soo Hyun sedikit kaget, dan bingung harus menjawab apa. Soo Hyun akhirnya bilang kalau Kepala Jaksa tidak tahu menahu tentang kasus itu. Joon Young tidak percaya, dia menatap tajam pada Soo Hyun. Lalu dia berkata kalau Soo Hyun bukan orang yang pandai berbohong. Soo Hyun tidak bisa menjawab, membuat Joon Young kembali bertanya sejak kapan ayahnya terlibat? Joon Young bertanya apa mungkin memang sudah sejak 12 tahun yang lalu ayahnya tahu kejadian tabrak lari itu?
Soo Hyun hanya diam, tidak berani membantah, ataupun membenarkan, membuat Joon Young semakin yakin ayahnya memang terlibat kasus itu.

Joon Young sangat kecewa dengan kenyataan ini. Benar-benar tidak menyangka, Soo Hyun mencoba untuk meyakinkan Joon Young kalau ayah Joon Young bukan seperti itu.
Kemudian Joon Young bertanya apa Hae Woo juga tahu kalau ayahnya terlibat? Soo Hyun hanya diam, membuat Joon Young semakin yakin, dan tambah kecewa. Soo Hyun berkata kalau masalah itu sudah selesai, lagipula kayaknya Kepala jaksa ga bisa berbuat apapun terhadap masalah ini.
Joon Young ga mau langi mendengar pembelaan Soo Hyun tentang ayahnya memutuskan segera pergi.


Di perjalanan, Soo Hyun tidak bisa menahan perasaannya. Dia menangis, mengetahui kenyataan ayahnya yang dia banggakan tega membohonginya selama 12 tahun ini. Joon Young yang bahkan jarang menunjukkan kesedihannya, kali ini benar-benar berlinang air mata.
Tanpa sadar dia hampir menabrak dua pejalan kaki, tapi untung saja dia segera menginjak rem mobilnya, membuat kecelakaan itu berhasil dihindarkan.

Dua orang kakak beradik yang sedang menyebrang jalan itu menatap Joon Young kaget. Joon Young yang melihat mereka seolah teringat kembali dengan Joon Ho adik kesayangannya.


Hae Woo yang menelpon Joon Young,tidak dihiraukan. Hae Woo merasa aneh, dan kemudian menulis SMS untuk suaminya itu. Hae Woo menulis kalau dia ingin makan malam dengan Yi Hyun, jadi kalau bisa Joon Young juga ikut, karena sudah lama mereka tidak makan malam dengan Yi Hyun.

Yi Hyun menemui Hae Woo dengan perasaan sedikit malas, dia tidak bersemangat seperti biasanya saat bertemu Unninya itu. Hae Woo berkata kalau hari ini Yi Hyun selesai lebih cepat. Yi Hyun hanya menjawab belum, dia tidak tahu bagaimana harus bersikap dnegan putri dari seorang yang sudah melakukan hal keji pada ayahnya.
Hae Woo masih dengan tersenyum berkata kalau dia akan menunggu Yi Hyun selesai, jadi segera bersiap-siaplah.

Yi Hyun menolak dengan halus, dia berkata kalau dia harus membantu ibunya bekerja. Hae Woo mulai tahu kalau Yi Hyun hanya mencari alasan untuk menolak ajakannya, dia akhirnya meminta Yi Hyun untuk duduk dulu sebentar dengannya.


Yi Hyun tidak menolak, dan mereka kini duduk berhadapan. Hae Woo bertanya apa Yi Hyun tidak nyaman bertemu dengannya? Apa Yi Hyun juga membencinya? Yi Hyun menghela nafas dan menjawab tidak. Ekspresinya masih terlihat datar, dia berkata kenapa dia harus membenci Unninya?
Hae Woo berkata kalau Yi Hyun boleh kok membencinya, tidak apa-apa. Jika dia ada di posisi Yi Hyun, dia pasti akan melakukan hal yang sama. Dia juga akan merasa sangat marah dan tidak bisa memaafkan. Bahkan mungkin jika dia jadi Yi Hyun, dia tidak ingin bertemu dengan orang itu.

Hae Woo berkata sebagai Unni Yi Hyun, jujur dia merasa sangat bersalah. Sampai dia bahkan sulit untuk mengucapkan maaf. Yi Hyun berkata kalau dia tahu ini bukan salah Unninya. Hae Woo berkata “Dulu..Yi Soo mengatakan sesuatu padaku..Walaupun orang jahat melukaimu..kau tidak boleh menjadi seperti mereka.”

Yi Soo tersenyum dan berkata kalau benarkah Oppanya bilang seperti itu? Hae Woo tersenyum dan menjawab Iya. Dia tahu dia tidak berhak mengatakn ini pada Yi Hyun. Tapi appun yang terjadi jangan biarkan itu membuat Yi Hyun terluka. Yi Hyun ga boleh jadi orang jahat. Apa Yi Hyun akan berjanji padanya? Yi Hyun mengangguk dan tersenyum berkata kalau dia janji. Lalu Yi Hyun bilang kalau dia adiknya Han Yi Soo kan? Tentu dia tidak akan menjadi jahat.


Yi Soo sampai di rumah keluarga Jo, dia memenuhi undangan Sang Deuk yang berkata ingin bertemu dengannya.
Saat Yi Soo sudah ada di ruang Sang Deuk, Sang Deuk meminta maaf karena menyuruh datang disaat sibuk seperti ini.
Kim Joon menjawab tidak apa-apa. Sang Deuk mashi berbasa-basi dengan bertanya apa Chairman Yoshimura masih ada di Korea? Kim Joon membenarkan, karena Yoshimura katanya ingin tinggal sementara di Korea.

Sang Deuk kemudian berkata kalau dia yakin nama Korea Chairman Yoshimura itu adalah Kim Joon. Kim Joon tetap santai dengan menjawab kalau memang merupakan suatu kehormatakn, karena dia bisa memakai nama itu. Sang Deuk tersenyum dan memuji Chairman Yoshimura yang pandai menilai orang dengan baik. Yoshimura bahkan bisa menemukan orang sepintar Kim Joon.
Kim Joon tersenyum dan menjawab kalau Sang Deuk terlalu berlebihan memujinya.

Sang Deuk berkata “Setiap kali melihatmu..aku teringat anak itu..dia selalu punya tekad..apa kau pernah dengar nama Han Yi Soo?”
Yi Soo menatap tajam pda Sang Deuk, dan gantian bertanya apa dia harus kenal dengan nama itu?
Sang Deuk menggeleng cepat dan berkata bukan begitu. Dia hanya penasaran apa Yoshimura pernah menyebut nama itu dihadapan Kim Joon.
Kim Joon berkata kalau sepertinya dia saja yang tidak ingat. “Orang akan mengingat..apa yang ingin mereka ingat.”

Sang Deuk mengangguk membenarkan. Dia berkata kalau belakangan ini dia merindukan anak itu. Kalau saja Yi Soo masih hidup. Kim Joon tersenyum sinis, dan bertanya apa artinya anak itu sudah meninggal? Sang Deuk mengangguk mantap dan menjawab kalau itulah yang dia yakini selama ini.
Kim Joon bilang kalau sepertinya Sang Deuk berfikir, kalau Yi Soo masih hidup.

Yi Soo menyipitkan matanya, berfkir apa benar Sang Deuk mulai berfikir tentang Yi Soo yang masih hidup, dan mungkin menganggap Yi Soo adalah dirinya.


Sang Deuk berkata kalau obrolan mereka jadi panjang. Dia kemudian berkata mengenai usul Yoshimura yang ingin bergandengan tangan dengan Hotel Gaya, dia rasa itu akan sulit. Sejujurnya mengingat kejadian dengan Hotel Grand Bleu, membuatnya merasa kerja sama tidak bisa berjalan dengan baik nantinya. Dia juga sedikit merasa bersalah pada Kim Joon.
Kim Joon menjawab kalau dia mengerti.

Sang Deuk kemudian berkata kalau Kim Joon sepertinya sangat percaya dengan diri sendiri. Kim Joon balik bertanya benarkah terlihat seperti itu?
Sang Deuk lalu mengeluarkan petuahnya “Sebagai seseorang yang sudah hidup lebih lama dari dirimu..akan kuberikan sedikit nasihat. Tidak ada orang yang cukup bersih atau sempurna untuk menghakimi orang lain. Bagaimanapun baiknya seseorang, pasti ada hal yang dia sembunyikan. Mungkin karena itulah kita tidak harus tahu seseuatu yang disebut kebenaran. Jika kita tahu kebenarannya, maka mungkin kita akan menjadi takut.”

Kim Joon dengan tenang berkata kalau seperti yang Sang Deuk tahu, dia adalah seseorang yang memiliki masa lalu yang kelam. Jadi dia tidak terbiasa dengan kata-kata mutiara yang Sang Deuk katakan tadi. Dia adalah orang yang sederhana. Dengan tajam Kim Joon melanjutkan kalimatnya “Bagi siapa yang membantuku, aku akan membalas budi mereka. Tapi bagi yang tidak, aku akan membalas mereka persis seperti apa yang mereka lakukan. Itulah prinsipku. Hanya dengan begitu, maka dunia akan seimbang.”

Sang Deuk menggeleng dan berkata kalau dunia ga sesederhana yang Kim Joon pikirkan. Melainkan lebih rumit dari itu.
Kim Joon balas menjawab kalau dia sudah punya tujuan, maka dia akan membuatnya menjadi sederhana. Kalau Sang Deuk sudah selesai dengan nasihatnya, dia lebih baik pergi.

Saat Kim Joon berdiri dan sudah membelakangi Sang Deuk, tiba-tiba Sang Deuk berkata kalau dia ingin memberitahu satu hal lagi pada Kim Joon. Tanpa berbalik Kim Joon mendengar yang Sang Deuk katakan, bahwa kebenaran yang dia percaya belum tentu semuanya benar. Sang Deuk juga mengingatkan agar Kim Joon tidak lupa dengan siapa Kim Joon berurusan.

Kim Joon berbalik dan menatap geram dengan ancaman Sang Deuk. Dia berkata kalau dia menderita gangguan yang disebut gangguan Obsesif Kompulsif. Jadi dia tidak pernah lupa detail sekecil apapun itu. Dan dia termasuk orang yang selalu bersiap-siap untuk selanjutnya, dan bahkan untuk saat setelah selanjutnya.


Yi Soo yang sudah ada di luar rumah Sang Deuk, kemudian teringat saat dia ke rumah Sang Deuk, untuk mengantar guci dan dia bertanya Sang Deuk habis darimana? Saat itu Sang Deuk menjawab kalau dia habis dari toko buku bekas yang ada di dekat rumahnya.
Yi Soo kemudian berbalik dan mentap rumah itu lagi dengan tatapan tajam.


Soo Hyun sedang ada di kantor, dan Hae Woo datang lalu bertanya kok Soo Hyun belum pulang? Soo Hyun dengan hati-hati berkata tentang kejadian siang tadi saat Joon Young mengajaknya bertemu.


Hyun Shik, memandang dua amplop di depannya. Satu amplop hijau berisi gambar Jo In Suk kuno, dan satu amplop putih bertuliskan surat pengunduran dirinya. Hyun Shik menarik nafasnya, menguatkan diri akan keputusan yang dia ambil ini.
Saat dia sedang mencoba menghubungi Sang Deuk, Joon Young masuk ke kantornya tanpa mengetuk pintu terlebehi dulu. Hyun Shik kaget dan berkata kalau dia akan menghubungi lagi nanti.
Hyun shik menyembunyikan dua amplop tadi di balik jasnya, dan mencoba bersikap biasa saja pada putranya ini.
Hyun Shik bertanya kenapa Joon Young ga kasih kabar dulu? Joon Young hanya menatap tajam ayahnya.


Hyun Shik bertanya ada masalah apa? Joon Young berkata kalau dia benar-benar ga mengerti dengan ayahnya. Hyun Shik ga ngerti dan bertanya apa maksudnya? Dengan menahan air mata Joon Young bertanya apa ayahnya ga pernah kepikiran dengan Joon Ho? Hyun Shik langsung kaget, menyadari kearah mana pembicaraan ini.
Joon Young bilang kalau ayah bukanlah orang lain baginya dan Joon Ho, tapi kenapa ayahnya bisa melakukan hal ini? Dengan nada sedikit keras Joon Young melanjutkan kata-katanya, kalau bukan karena tabrak lari, Joon Ho mungkin masih hidup sekarang. Jika Joon Ho saat itu segera dibawa ke rumah sakit, pasti Joon Ho masih bisa diselamatkan.

Adiknya meninggal, tapi pengemudi yang menabraknya masih hidup dan makan sampai saat ini. Pengemudi itu hidup seolah-olah tidak pernah ada yang terjadi. Setiap kali dia memikirkan Joon Ho, bahkan sampai sekarang dia tidak bisa tidur dengan nyenyak. Tapi bagaimana bisa ayahnya melakukan hal ini?

Hyun Shik dengan suara gemetar meminta Joon Young mendengarkan penjelasannya dulu. Tapi Joon Young menolak, dia tidak mau mendengar apapun lagi dari mulut ayahnya. Apapun yang ayahnya bilang, dia tidak bisa memahaminya.
Hyun Shik berkata kalau dia tidak punya pilihan saat itu. Joon Young bertanya lalu siapa yang harus dia percaya sekarang? “Aku selalu..menghormati dan mempercayai ayah lebih dari siapapun..Tapi sekarang, Aku tidak percaya siapapun. Aku tidak bisa percaya pada siapapun lagi.”

Joon Young langsung keluar meninggalkan ayahnya yang syok dengan apa yang Joon young katakan. Tubuhnya langsung lemas dan hampir ambruk, jika dia tidak berpegangan pada sofa yang ada di dekatnya.


Hae Woo yang sudah mendengar semua dari Soo Hyun langsung tahu kalau Joon Young pasti akan bertemu ayah mertuanya, saat itulah Hae Woo melihat Joon Young baru keluar dari ruang Kepala Jaksa, membuat Hae Woo memanggil suaminya itu.
Namun Joon Young hanya diam, dia tidak mengindahkan Hae Woo. Dia terus berjalan tanpa peduli pada istri tercintanya itu. Hal yang tidak pernah Joon Young lakukan sebelumnya.

Hae Woo terus mengejar Joon Young, mensejajari langkahnya. Hae Woo memegang lengan Joon Young dan Joon Young berkata kalau dia sedang tidak ingin bicara. Hae Woo tetap bilang kalau dia yakin ayah Joon Young ga punya pilihan lain saat itu, dan ini adalah murni kesalahan ayahnya. Dia tahu kalau Joon Young sangat marah.

Dengan sedikit membentak Joon Young berkata kalau biarkan dia sendiri saat ini. Hae Woo keras kepala, dan meminta untuk bicara sebentar dengan Joon Young. Joon Young dengan tatapan tajamnya menjawab kalau tidak ada yang ingin dia bicarakan dengan Hae Woo.


Yi Soo berdiri di depan toko buku bekas milik kakek jahat itu. Toko buku yang pernah dia datangi bersama Hae Woo dulu saat remaja. Yi Soo melangkahkan kakinya ke dalam. Dia memandang ruangan itu seolah memorinya terputrar kembali saat dia bersama Hae Woo dulu. Yi Soo berubah sedih mengingat kenangan itu. Yi Soo sedih karena saat itu dia meninggalkan Hae Woo karena sedang kesal. Suasana hatinya sangat buruk saat itu.

Yi Soo menoleh dan melihat Hae Woo yang ternyata sedang melangkah masuk ke dalam toko buku bekas ini. Mereka sama-sama terkejut. Hae Woo bertanya apa yang dilakukan Kim Joon disini?(Masih pake nama Kim Joon ya, karena kan belum ngaku sepenuhnya nih si Yi Soo.^^)

Kim Joon hanya menjawab kalau dia kebetulan lewat. Hae Woo kemudian memilih pergi.
Yi Soo bergegas keluar ingin mengejar Hae Woo, dan tepat saat itu Kakek pemilik datang dan sedang memarkir sepedanya.


Yi Soo tidak sadar kalau Kakek Jahat itu lewat di hadapannya, dia masih Fokus pada Hae Woo yang sudah jauh melangkah. Langkah kaki Yi Soo ingin mengejar Hae Woo, namun kemudian dia menghentikannya. Dia melihat sepeda milik Kakek Jahat itu, lalu Yi Soo mundur perlahan. Saat tepat di depan pintu Toko Buku Bekas itu, Yi Soo menatap tajam pada sang Kakek Jahat.


Terlihat kakek Jahat sedang merapikan buku-bukunya, sambil tangannya yang satu memegang pena, memainkannya seperti itu memang hal yang paling disukainya. Kakek jahat itu merasa kalau dia sedang diawasi, membuatnya berpaling dan melihat pemuda yang fotonya sudah dia lihat sedang menatap tajam padanya.
Yi Soo tersenyum dingin saat Kakek Jahat itu menatapnya.


Preview Episode 13

Soo Hyun berniat mengantar Yi Hyun, namun Yi Hyun menolaknya, karena merasa seperti diculik.

Yi Soo terlihat sedang berbicara dengan TEMAN nya di telepon dan meminta agar penjagaan pada Yi Hyun di tingkatkan lagi. 

Joon Young melihat ayahnya ditabrak sebuah mobil box dan dia berteriak memanggil ayahnya.

Yi Soo terlihat sedang berkelahi dengan seorang pria.


Eui Sun dengan mulut dilakban menatap takut dengan orang yang dihadapannya. Seseorang yang membawa jarum suntik dan akan mendekatinya. 


Yi Soo yang menelpon Sang Deuk dan berkata apa Sang Deuk mau mengorbankan putranya? Jadi dia mau Sang Deuk memutuskan. Sang Deuk ungkap smeua kebenarannya, atau kalau tidak Eui Sun akan mati.

bersambung ke episode 13

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar