Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 13 part 1

Masih sama seperti dua episode kemarin, episode ini juga dibuka dengan cuplikan dari adegan-adegan terdahulu. Dimana adegan pertama Sang Deuk yang ditemui Kang Hee Soo, saat itu Hee Soo berkata kalau kebenarannya hanya Jeon Young Bu yang tahu, dan dia mengajak Sang Deuk untuk ikut juga meluruskan sejarah Kita.
Terdengar kalimat yang Sang Deuk ucapkan sebagai ancaman pada Kim Joon, bahwa Kim Joon harus ingat dengan siapa Kim Joon berurusan.
Dan Kim Joon menjawab kalau dia sudah bersiap untuk yang selanjutnya, bahkan sesuadah selanjutnya itupun dia siap.

Episode 13
Yi Soo yang ada di toko buku itu, memandang tajam pada kakek Jahat yang saat itu juga tepat melihat kearahnya.
Senyum dingin Yi Soo juga diberikan dengan Cuma-Cuma untuk sang Kakek..hihihi..
Si kakek ga terpengaruh dengan senyum menakutkan itu, dan Yi Soo akhirnya memilih masuk ke dalam.

Saat Yi Soo sudah di dalam, sang Kakek Jahat bertanya apa ada buku yang sedang dicari? Yi Soo menjawab dengan santai kalau dia sedang mencari buku tentang aktifis kemerdekaan Jo In Suk, apa disini ada?
Kakek Jahat yang sedang menyusun buku-buku di rak, sedikit kaget, namun dia menjawab kalau buku itu ga ada disini. Yi Soo yang masih cuek, namun sedikit tersenyum saat mendengar jawaban kakek bertanya, semisal dia meminta untuk dicarikan, apakah bisa?
Kakek Jahat menjawab kalau itu rasaya sedikit sulit, dia tidak berjanji bisa menemukannya.



Yi Soo melirik ke pena yang masih tergenggam di tangan kakek jahat itu, kemudian dia bertanya kalau buku tentang pembunuh professional, apa ada disini?Kakek jahat mulai sedikit geram, dia menatap tajam pada Yi Soo, dan memainkan kembali penanya. Yi Soo tidak takut tentu saja, kini mereka berhadapan dan Yi Soo berkata kalau dia lebih tertarik pada buku non fiksi daripada novel. Apa ada buku yang bisa direkomendasikan untuknya? Mungkin malah ada di toko buku bekas ini?

Kakek mencoba tenang dan dengan ramah menjawab kalau secara pribadi dia ga suka cerita tentang orang yang gagal. Yi Soo tersenyum lebar dan bertanya kenapa tidak suka? Bukankah pembunuh terkenal yang ada dalam sejarah adalah mereka-mereka yang gagal. Pembunuh-pmbunuh itu hidup dengan normal seperti manusia lainnya tanpa tertangkap.
Kakek itu sangat marah, namun dia tetap bersikap ramah, dengan berkata kalau toko bukunya akan segera tutup. Dia minta maaf untuk itu. Itu adalah sindiran halus untuk mengusir Yi Soo, yang menurutnya menyebalkan dan membahayakan.



Yi Soo keluar dari tempat itu, dengan mata penuh dendam. Dan sang kakek jahat, ternyata mengamatinya. Yi Soo jelas tahu kalau ada yang mengawasi di belakangnya, tapi Yi Soo hanya menggerakkan kepalanya sedikit, tanpa berniat menoleh untuk melihat.

Yi Soo mendaratkan matanya ke kotak kayu yang ada di sepeda kakek jahat.



Hae Woo mengendarai mobilnya, mungkin akan menuju rumah. Tiba-tiba Hae Woo memutar balik mobilnya, menuju arah berlawanan.


Hyun Shik masih termenung di kantornya,
dan sedang memangdang foto Jo In Suk yang dia dapatkan. Sepertinya dia mulai tahu apa yang terjadi saat ini. Dia kemudian teringat dengan apa yang dikatakan Joon Young, putranya. Dia sudah mengecewakan buah hatinya itu dengan tindakannya yang memalukan. Bahkan Joon Young sekarang sudah tidak percaya siapapun lagi.


Hyun Shik kemudian menelpon seseorang. Dia berkata kalau dia punya sesuatu yang penting, walau ini sedikit terlambat, tapi ini melibatkan Chairman Jo Sang Deuk.


Terlihat di lain tempat Sang Deuk juga sedang berbicara dengan seseorang, bukan dnegan Hyun Shik tentu saja, dia berbicara dengan seseorang yang melaporkan apa yang Hyun Shik katakan tadi padanya. Penelepon bilang kalau dia tidak tahu apa yang dirahasiakan Hyun Shik, tapi yang jelas Hyun Shik bilang itu sesuatu yang melibatkan Chairman Jo.

Sang Deuk berkata kalau Kepala Jaksa adalah seseorang yang selalu prihatin dan memperhatikannya, jadi mungkin dia akan mengundurkan diri karena takut menjadi beban untuknya. Jika apa yang dia pikirkan benar, maka Sang Deuk berharap agar penelpon ini bisa membujuk Kepala Jaksa agar mengurungkan niatnya itu untuk mengundurkan diri.


Setelah pembicaraan selesai, Sang Deuk menelpon Hyun Shik. Hyun Shik yang melihat dilayar teleponnya tertulis nama Chairman Jo, sedikit malas untuk menerimanya. Namun demi kesopanan, Hyun Shik mengangkat telepon itu.
Sang Deuk bertanya dimana Hyun Shik sekarang? Hyun Shik berbohong dengan menjawab kalau dia sedang dirumah saat ini. Sang Deuk berkata sepertinya Hyun Shik ga punya janji makan malam? Hyun Shik membenarkan. Dia hanya menjawab dengan singkat-singkat saja. Hyun Shik bertanya kenapa Sang Deuk menelponnya? Sang Deuk menjawab kalau dia hanya ingin menelpon saja. Dia merasa karena masalah Eui Sun, Hyun Shik jadi ga nyaman sekarang?

Hyun Shik menggeleng dan berkata tidak, Sang Deuk tersenyum dan bilang ayo mereka bertemu di lain waktu, dan ceritakan padanya tentang dunia kerja, lalu menghiburnya, karena dia ga mungkin bisa bepergian saat-saat ini. Sebelum Sang Deuk menutup telepon, dia berkata agar Hyun Shik menjaga kesehatannya.


Kakek Jahat, keluar dari toko bukunya, lalu menaiki sepeda, dan pergi. Ternyata Yi Soo masih ada disana, menyelinap masuk kedalam toko buku itu.
Dia lalu membuka buku catatan yang tadi dilihat sang kakek Jahat. (Lihat jari-jarinya KNG, gillaa bagus kayak cewek..aku aja kalah..hihihi..*Fokus Ay..*)


Yi Soo tidak menemukan apapun dibuku itu, dan kemudian dia beralih ke laci meja, Yi Soo membuka dan melihat isinya.
Masih belum menemukan sesuatu, Yi Soo beralih ke laci dibawahnya.(Aslii..aku liatnya deg-degan, takut si kakek tiba-tiba nongol..terus bilang “Cilukba”..hehehe)

Di laci kedua, Yi Soo menemukan banyak pena didalamnya. Yi Soo mengambil satu, dan melihatnya dari dekat. Yi Soo menekannya sehingga ujung penapun keluar. Kemudian ide Yi Soo muncul, dengan mencoretkan pena diatas kertas, dan ternyata memang itu adalah pena biasa, bukan pena beracun yang telah membunuh ayahnya.

Yi Soo berniat mencoba seluruh pena yang ada di laci, mungkin satu diantara semua pena itu ada pena yang dia cari. Pena berikutnya pun masih sama. Lagi dan lagi Yi Soo mencoba namun hasilnya masih nihil. Tiba-tiba Yi Soo seolah teringat sesuatu, membuat dia menyobek coretan-coretannya tadi dan segera keluar dari toko buku ini.


Yi Soo melarikan mobilnya secepat kilat, terlihat dia juga sedang berbicara dengan seseorang di telepon. Ternyata dia sedang menelpon Yi Hyun adiknya, Yi Soo berfikir jika pena beracun itu tidak ada, maka mungkin pena itu sedang dipegang oleh kakek jahat, dan mungkin akan digunakannya. Yi Soo takut sekali jika Kakek Jahat itu akan melukai adiknya. Adik satu-satunya yang dia miliki sebagai keluarga di dunia ini.’

Yi Soo bertanya Yi Hyun ada dimana? Yi Hyun bingung dan bertanya ini siapa? Yi Soo menjawab ini Kim Joon. Yi Hyun awalnya bingung, namun kemudian dia ingat, kalau Kim Joon adalah laki-laki yang suaranya mirip seperti Yi Soo, Oppanya. Yi Hyun bertanya kok Kim Joon bisa tahu nomernya?
Kim Joon ga menjawab dan bertanya dimana Yi Hyun sekarang? Young Joo yang melihat anaknya mendapat telepon mendekat, dan ikut mendengar pembicaraan itu.

Yi Hyun menjawab kalau dia lagi bersama ibunya di restoran bibinya. Yi Soo lega sekali, dan Yi Hyun bertanya kenapa Kim Joon seperti ini.? Kim Joon bertanya lagi, apa saat pulang ke rumah nanti Yi Hyun pulang bareng ibunya? Yi Hyun menjawab kalau ayahnya nanti akan menjemput, jadi dia bisa pulang bersama-sama dengan ayah dan ibunya.
Yi Hyun bertanya kenapa?

Kim Joon menjawab kalau dia hanya tadi dia lewat Kafe Jus tempat Yi Hyun kerja, dan tiba-tiba teringat Yi Hyun makanya dia menelepon. Yi Soo pun menutup teleponnya. Dia cukup lega mengetahui Yi Hyun aman dengan keluarganya.


Young Joo penasaran siapa yang menelepon putrinya. Dan Yi Hyun menjawab kalau yang meneleponnya adalah seseorang yang dia kenal. Young Joo bertanya siapa itu? Yi Hyun menjawab seorang pelanggan di tempatnya bekerja. Young Joo yang diminta suaminya untuk mengawasi Yi Hyun dengan cermat, jadi penasaran. Young Joo berkata kalau ini aneh, mana ada pelanggan yang menelpon di jam-jam seperti ini. Young Joo bertanya apa mungkin dia punya niat yang buruk pada Yi Hyun. Yi Hyun menggeleng dan bilang, bukan seperti itu.


Masuklah Bang Jin menjemput istri dan anaknya. Bang Jin yang smepat mendengar kalimat terakhir bertanya, apanya yang bukan seperti itu. Young Joo yang tahu suaminya sudah datang, langsung menghampiri Bang Jin dan berkata kalau ada laki-laki yang mendatangi Yi Hyun di tempat kerjanya. Bang Jin bertanya benarkah? Yi Hyun tahu ayah dan ibunya mengira kalau ada laki-laki yang jatuh cinta padanya, langsung berkata kalau bukan seperti itu, bukan seperti apa yang dipikirkan ayah dan ibunya.

Kemudian datanglah pelanggan, membuat Yi Hyun bisa melarikan diri dari ayah dan ibunya yang kepo banget.


Saat Yi Hyun sudah pergi, Bang Jin berubah serius dan bertanya pada istrinya siapa laki-laki itu? Young Joo menjawab kalau dia juga ga tahu.


Yi Soo yang sedang ada diparkiran mobil, menelpon TEMAN nya dan bilang kalau mereka butuh orang lagi untuk mengawasi Yi Hyun. Kalau hanya TEMAN nya saja yang mengawasi Yi Hyun kayaknya kurang, jadi dia mau orang yang bisa dipercaya untuk melakukan itu, dan harus sesegera mungkin.


Karena sedang asik menelepon, Yi Soo ga sadar jika ada orang yang menunggunya, dan langsung mengarahkan pisau ke perutnya, tepat di sebelah kanan. Yi Soo sempat menghindar tapi sepertinya terlambat, karena darahnya yang langsung keluar banyak di perut Yi Soo.

Yi Soo menatap laki-laki penyerang itu. Yi Soo masih bisa melawan, masih kuat bahkan. Walau mungkin terasa sakit. Dia bahkan bisa membuat pisau si penyerang terlepas dari tangannya. Dan Yi Soo geram sekali, diserang seperti ini. Dia menghajar laki-laki itu tanpa ampun. Menendangnya, membuat laki-laki itu tersungkur jatuh.
Dengan amarah yang memuncak, Yi Soo mencengkeram kerah jas laki-laki itu, membuatnya berdiri dan langsung menyadarkannya di tembok.

Yi Soo bertanya siapa yang menyuruh pria ini? Bahkan pisau yang berhasil dia rebut tadi, di tusukkan dengan keras ke dinding tepat di samping Pria, membuat pria itu ketakutan. Karena takut, akhirnya laki-laki itu menjawab kalau yang menyuruhnya adalah CEO Jo Eui Sun.
Yi Soo tersenyum tipis, dan bilang walaupun dia jadi tahu sekarang, tapi pria ini lebih baik diam saja, dan tidak menceritakannya pada Eui Sun.
Laki-laki itu mengangguk. Yi Soo pun melepaskannya, membuat si penyerang laki secepat kilat.


Karena dia mengeluarkan energy berlebih, Yi Soo akhirnya merasakan sakit di perutnya, Yi Soo mencoba bangkit dan berjalan ke apartemennya sambil menahan darah yang terus mengalir di perutnya. Terlihat di depan pintu apartemennya Hae Woo berdiri menunggunya. Hae Woo yang menyadari kedatangan Yi Soo, langsung menoleh memandang Yi Soo.


Yi Soo yang ga mau Hae Woo tahu keadaannya, langsung merubah posisinya berdiri, dengan kembali tegap, dan merubah ekspresi kesakitannya tadi, dengan ekspresi yang biasa dia tunjukkan. Yi Soo bahkan menutup lukanya, agar tidak terlihat oleh Hae Woo. Yi Soo mencoba berjalan mendekati Hae Woo. Walau dia tidak kuat, namun dia memaksakan dirinya untuk itu.
Saat dia sudah berada di dekat Hae Woo, Hae Woo berkata ayo bicara. Yi Soo menolak, dan bilang ga ada yang perlu dibicarakan. Hae Woo menjawab kalau dia punya sesuatu yang ingin dia bicarakan.
Yi Soo menolak, dan meminta Hae Woo pulang ke rumah.

Hae Woo yang keras kepala mana mau, dia menarik tangan Yi Soo, dan terlihatlah luka itu. Hae Woo kaget dan bertanya apa yang terjadi? Apakah itu sangat parah?
Hae Woo cemas, dan Yi Soo berkata kalau ini ga parah, jadi Hae Woo ga perlu khawatir.
Yi Soo ingin segera masuk ke apartemennya, namun Hae Woo lagi-lagi mencegah dan berkata apa Yi Soo bodoh, Yi Soo harus ke rumah sakit dulu. Yi Soo berkata pulanglah pada Hae Woo, dan membuka pintu apartemennya.
Hae Woo yang sangat khawatir, memilih ikut masuk ke dalam, hal yang bahkan tidan ingin dia lakukan sebelumnya. Hae Woo berkata ayo ke rumah sakit.


Yi Soo menyandarkan badannya ke tembok, untuk tetap bertahan, dia menyuruh Hae Woo segera pergi. Yi Soo bahkan membentak Hae Woo menyuruhnya segera pulang. Kemudian Yi Soo mengerang kesakitan, karena berteriak tadi membuatnya lukanya semakin terasa sakit, dan Hae Woo langsung mendekat dan memegang tubuh Yi Soo agar tidak jatuh.

Hae Woo memampah Yi Soo ke sofa, dan bertanya dimana kotak P3K? Yi Soo menolak memberitahu dan tetap menyuruh Hae Woo pergi. Namun Hae Woo yang tidak ingin meninggalkan Yi Soo sendiri, mencoba melihat ke sekeliling, dan terkejut saat melihat sesuatu. Hae Woo melihat lukisan Chagall itu.


Yi Soo yang melihat Hae Woo masih belum beranjak, masih menyuruh Hae Woo untuk segera pulang. Hae Woo kesal dan bertanya dimana kotak P3Knya? Hae Woo tahu akan sia-sia jika terus menanyai Yi Soo, membuatnya mencari sendiri. Sedang Yi Soo terengah-engah menahan sakit itu. Dia sudah semakin lemas, karena darah yang terus mengucur di perutnya.


Akhirnya Hae Woo menemukan kotak P3K itu, dan dia segera mengobati luka Yi Soo. Yi Soo menolak, dan berkata kalau dia bisa melakukannya sendiri. Hae Woo menepis tangan Yi Soo dan segera mengobati Yi Soo. Hae Woo membersihkan luka itu dengan Alkohol membuat Yi Soo mengernyit menahan perih. Yi Soo melihat Hae Woo yang sedang mengoleskan obat di lukanya, melihat betapa khawatirnya Hae Woo padanya.

Hae Woo berkata kalau ini saja tidak cukup untuk mengobati luka Yi Soo. Yi Soo tetap harus pergi ke rumah sakit. Jika Yi Soo ga mau pergi dengannya, maka Yi Soo bisa pergi dengan Young Hee. Dia benar-benar memohon agar Yi Soo mau mendengarkannya.


Yi Soo yang menatap Hae Woo penuh cinta, langsung saja menarik Hae Woo ke pelukannya dan mencium Hae Woo. Ciuman yang tiba-tiba. (Masih terluka..kok yo sempet-sempetnya mesum lo mas…hihihi..)
Hae Woo ga terima, dan langsung mendorong tubuh Yi Soo, membuat ciuman itu pun berakhir. Hae Woo kaget jelas saja.
Tapi Yi Soo semakin mendekatkan wajahnya pada Hae Woo, dia tahu kali ini Hae Woo tidak akan menolaknya. Hae Woo sendiri seolah hanyut akan perasaannya sehingga diapun hanya diam saat bibir Yi Soo menyentuh bibirnya. Bibir mereka saling bertaut dan saling membalas,ciuman itu ciuman yang penuh nafsu dan kerinduan. Hae Woo dan Yi Soo menikmati sekali ciuman kali ini.


Saat mereka sudah menyudahi ciuman itu, terlihat air mata Hae Woo mengalir. Mungkin perasaan berdosa karena mengkhianati Joon Young, yang setia padanya. Yi Soo melihat tangis itu, dan kemudian Hae Woo melepas tangan Yi Soo yang ada di lengannya. Kemudian Hae Woo pergi meninggalkan Yi Soo. Sebelum pergi, Hae Woo berkata kalau dia akan memanggil Sekretaris Jang untuk membantu Yi Soo. Yi Soo menjawab biar dia yang melakukan itu dan melanjutkan kalau dia akan melakukan perawatan untuk lukanya ini. Yi Soo berkata seperti itu agar Hae Woo percaya dan tidak perlu memanggil Young Hee.


Yi Soo menoleh menatap Hae Woo, yang membelakanginya. Dia memanggil Hae Woo, membuat Hae Woo berbalik menatap Yi Soo. Air mata masih mengair di pipi Hae Woo, dan Yi Soo tidak mampu berkata apapun. Tapi kemudian Hae Woo melangkah pergi, meninggalkan Yi Soo,benar-benar meninggalkannya.


Hae Woo yang sudah keluar dari apartemen Yi Soo, memejamkan matanya karena semua yang terjadi barusan. Dia menyesal tentu saja, tidak seharusnya dia melakukan ciuman itu dengan Yi Soo padahal sudah jelas dia bersuami. Sedang Yi Soo masih memegang luka di perutnya, kemudian diapun menangis sedih.


Sementara itu Young Hee yang ada di kamarnya, mendengarkan semua percakapan Hae Woo dan Kim Joon. (berarti Young Hee tahu, Kim Joon itu Yi Soo, karena kalau dia memang mendengar percakapan mereka, jelas sekali Hae Woo selalu memanggil nama Yi Soo, bukan Kim Joon. )

Young Hee terlihat sedih, sedih mungkin dengan kenyataan bahwa Kim Joon masih mencintai cinta pertamanya.


Hae Woo melajukan mobilnya, mungkin dia akan pulang. Ciuman tadi masih terbayang jelas di ingatan Hae Woo, membuatnya tidak berhenti menangis. Hae Woo yang tidak focus, hampir saja menabrak seorang pasangan pejalan kaki, tapi untung saja Hae Woo langsung menginjak rem mobilnya, membuat kecelakaan itu dapat dihindarkan.


Joon Young berbicara dengan ayahnya di telepon. Ayahnya berkata kalau dia merasa bersalah pada Joon young dan juga Joon Ho. Dia tidak akan lagi membuat alasan apapun pada Joon Young, karena itu memang benar keserakahan dirinya. Walau dia tahu ini terlambat, tapi mulai skearang dia akan melakukan hal yang benar. Dengan begitu dia bisa menjadi ayah yang tidak memalukan bagi Joon Young. Hyun Shik meminta maaf pada anaknya itu.

Dibelakang Joon Young terlihat Hae Woo yang juga sudah sampai rumahnya. Hae Woo terlihat tidak berani bertemu Joon Young mengingat dosa yang baru dia lakukan tadi. Namun Hae Woo terus mendekat, dan mendapati ekspresi Joon Young yang seolah kaget.
Hae Woo bertanya ada apa Oppa?


Joon Young langsung menelpon ayahnya, tapi nomer telepon ayahnya tidak aktif. Hal itu semakin membuat Joon Young takut, takut terjadi sesuatu yang buruk pada ayahnya. Joon Young menuju mobil, dan Hae Woo mengikutinya. Hae Woo bertanya ada apa? Joon Young hanya menjawab kalau dia harus menemukan ayahnya.
Hae Woo memilih ikut.


Di kantor kepala jaksa, Hyun Shik sudah bertekad, untuk melakukan sesuatu yang benar demi anaknya. Hyun Shik bertemu petugas keamanan dan sang petugas berkata kalau Hyun Shik pulang lambat malam ini. Hyun Shik mengangguk, dan si petugas bilang kalau sekarang sudah jam 11 malam.

Petugas itu bilang kalau dia besok akan pensiun,jadi dia sebenarnya ingin mengucapkan salam perpisahan pada Kepala Jaksa. Hyun Shik kaget dan bertanya apa sudah waktunya petugas itu pensiun? Petugas itu membenarkan, dan bilang kalau waktu cepat sekali berlalu. Hyun Shik langsung menjabat tangan petugas itu, dan memuji kalau petugasn itu sudah bekerja dengan keras.

Saat Hyun Shik melanjutkan langkahnya, dia kemudian teringat sesuatu. Kemudian dia berbalik dan memandang petugas tadi.


Di perjalanan, Joon Young menelpon ibunya dan bertanya apa ibunya tidak ditelepon ayahnya? Ibunya menjawab tidak. Ibunya bertanya Apa ayahnya tidak berkata apapun pada Joon Young tentang kemana ayahnya akan pergi? Joon Young menjawab tidak. Dia kemudian meminta ibunya untuk segera mengabarinya jika ayah menelepon.
Hae Woo hanya menatap heran pada suaminya.

Joon Young masih terus mencoba menelepon ayahnya, dan nomer ayahnya masih tetap tidak aktif.
Hae Woo bertanya apa ponsel ayah mertua tidak aktif? Joon Young membenarkan dan Hae Woo kemudian meminta Joon Young agar tidak berfikiran Negatif dulu. Dia sudah meminta Soo Hyun untuk memeriksa dimana Kepala Jaksa.


Soo Hyun yang diminta Hae Woo untuk memeriksa ruangan kepala Jaksa, mengetuk pintu Hyun Shik, namun tidak ada jawaban. Petugas keamanan melihat Soo Hyun berdiri didepan ruang kepala jaksa, berkata kalau Kepala Jaksa sudah pulang dari tadi.


Hae Woo berseru saat melihat ayah mertuanya, dan Joon Young langsung melihat kearah yang Hae Woo maksud, dan kaget melihat ayahnya. Hyun Shik terlihat menaiki taksi. Dan tanpa pikir panjang, Joon Young memutar balik mobilnya mengikuti taksi yang sedang membawa ayahnya.


Hyun Shik berada di taksi, dan terlihat sedang menelepon seseorang. Hyun Shik berkata kalau dia akan datang di rumah orang yang diteleponnya ini dalam waktu 10 menit. Dia meminta maaf karena berkunjung selarut ini.
Tiba-tiba Hyun Shik terlihat mengingat sesuatu.


Flashback

Saat itu Detektif Oh menemuinya dan berkata kalau Chairman Jo itu palsu. Hyun Shik saat itu bingung dan bertanya apa maksud Detektif Oh? Detektif Oh langsung memperlihatkan foto yang dia temukan di rumah seniornya itu. Hyun Shik menatap foto itu. Detektif Oh berkata kalau yang asli ya yang ada difoto itu. Dia menjelaskan juga kalau orang yang ada di foto itu adalah ayah Sang Deuk, namanya Jo In Suk pejuang aktifis kemerdekaan Korea.

Hyun Shik melihat tulisan yang tertera dibelakang foto. 10 Mei 1950, bersama Sang Deuk. Hyun Shik berkata kalau ini bisa saja salah. Detektif Oh berkata kalau dia tahu ini memnag mustahil, apalagi untuk membuktikannya hanya dengan foto ini. Makanya dia sedang mencari bukti yang konkret untuk mengungkap kebenaran ini.
Saat itu Hyun Shik berkata apa Detektif Oh menemuinya hanya untuk mengatakan hal konyol seperti ini? Bahkan menyangkut-nyangkutkan nama Chairman Jo.

Detektif Oh berkata kalau foto itu adalah salah satu bukti kecil yang Han Yi Soo coba lindungi sampai dia mati. Hyun Shik terkejut. Detektif Oh melanjutkan kalimatnya kalau alasan Yi Soo dibunuh, adalah karena dia mengetahu rahasia Chairman Jo.
Detektif Oh juga bilang kalau foto ini hanya salinannya saja, dia masih menyimpan yang asli.
Hyun Shik bertanya kenapa Detektif Oh memberikan ini padanya?
Detektif Oh menjelaskan alasannya, kalau saat dia baru pertama bekerja dulu, orang yang dia temui pertama adalah Kepala Jaksa, mereka melakukan pengawasan bersama-sama sampai berhari-hari, dan bahkan makan bersama. Detektif Oh juga mengatakan, kalau menangkap penjahat dan pangkat, bukanlah hal yang paling penting, dan Negara dimana para Jaksa dikelilingi oleh orang-orang kaya, membuat keadilan seolah tanpa harapan. Itulah nasihat yang Hyun Shik berikan padanya dulu, dan dia masih mengingat itu sampai sekarang.

Hyun Shik berkata apa maksud perkataan detektif Oh? Detektif Oh menjawab “Harapan untuk semua orang, aku ingin anda yang melakukannya Kepala Jaksa.”


Flashback End

Hyun Shik menangis mengingat masa itu, dia menyepelekan apa yang detektif Oh katakan padanya.
Saat Hyun Shik sudah sampai, dan keluar dari Taksi. Hyun Shik terlihat akan menyeberang jalan, dan ketika traffic light sudah berubah tanda untuk pejalan kaki, Hyun Shik pun melangkahkan kakinya, dan tepat ketika itu Joon Yooun datang.


Joon Young memanggil ayahnya, membuat langkah Hyun Shik terhenti, dia menoleh memandang putra satu-satunya itu, dan ketika itulah sebuah mobil truk menghantam tubuh Hyun Shik, melemparnya dengan keras ke jalanan yang sepi. Hae Woo dan Joon Young terkejut, sangat terkejut.


Joon Young langsung mendekati ayahnya, dan memanggil-manggil ayahnya, Hae Woo yang masih syok ikut mendekati tubuh ayah mertuanya itu. Dia melihat truk yang langsung pergi setelah menabrak Hyun Shik. Joon Young langsung menelpon bantuan dan mengatakan kalau ada kecelakaan di kawasan Jeongbalsan-Dong.
Joon Young menangis dan meminta bantuan segera datang.


Hae Woo juga terlihat langsung menelpon, dia menyebutkan identitasnya yang seorang jaksa di bagian criminal, lalu Hae Woo mengatakan ada sebuah truk yang lewat di perempatan jalan di kawasan Jeongbalsan-Dong, mungkin menuju ke Jayu-Ro, dia meminta agar semua CCTV dilihat dan mencari truk itu. Secepatnya. Ini kasus tabrak lari, dan tidak ada plat kendaraan pada truk itu.


Sebuah truk melaju kencang, di dalamnya ada seorang denga pakaian serba hitam. Wajahnya pun ditutup, tapi jelas terlihat dari matanya,kalau itu adalah si Kakek Jahat.


Sang Deuk di kediamannya sedang bermain, permainan kegemarannya. Dan Ny. Park datang tergopoh-gopoh mengabarkan kecelakan Hyun Shik. Sang Deuk terkejut, namun dia tetap melanjutkan permainannya tanpa komentar apapun


Hae Woo Soo Hyun dan bertanya apa Soo Hyun sudah menemukan rekaman tabrak lari itu?
Soo Hyun yang ada di ruang CCTV, mendnegar keterangan Hae Woo kalau mobilnya adalah truk tanpa plat kendaraan. Soo Hyun menjawab karena ga ada plat kendarannya, maka ini sepertinya akan memakan waktu lebih lama. Tapi kemudian Soo Hyun melihat truk itu, truk yang disebutkan Hae Woo. Soo Hyun berkata kalau dia menemukannya.


Hae Woo melihat Joon Young yang sedang cemas menanti kondisi ayahnya yang sedang ditangai dokter. Hae Woo mendekati Joon Young, dan mengusap lembut bahunya. Joon Young langsung menoleh menatap Hae Woo dan bertanya apa pelakunya sudah ketemu? Hae Woo menjawab kalau pelaku itu sedang dikejar oleh petugas. Joon Young berkata kalau pelaku itu harus ditangkap. Mereka tidak boleh kehilangan truk itu.
Hae Woo menenangkan suaminya dan berkata kalau mereka pasti menangkap truk itu, tenang saja.


Joon Young bertanya dengan tajam apa menurut Hae Woo ini perbuatan Yi Soo? Hae Woo kaget, dan menatap suaminya itu. Joon Young melanjutkan kalimatnya, kalau seperti penderitaan yang Yi Soo alami, apa menurut Hae Woo, Yi Soo ingin membalas dendam dengan cara yang sama?
Hae Woo tertegun menyadari pikiran Joon Young tentang Yi Soo. Joon Young terus berkata, apa benar Yi Soo, melakukan hal seperti ini? Joon Young menatap Hae Woo dan bertanya benarkah Yi Soo yang melakukannya? Hae Woo dengan gugup menjawab tidak. Dia menggeleng dengan cepat dan menjawab tidak mungkin seperti itu.


Joon Young seolah ga mau mendengar apapun penjelasn Hae Woo. Dia berkata apapun alasannya, ini adalah tindakan yang tidak benar. Jika benar Yi Soo adalah pelakunya, dia tidak akan memaafkan hal ini. Tidak akan pernah bisa.


Bersambung ke Part 2

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar