Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 13 part 2


Joon Young yang masih menunggu dengan cemas terkait kondisi ayahnya, ditemani Hae Woo di rumah sakit. Joon Young bertanya apa ini perbuatan Yi Soo? Jika benar, maka dia tidak akan pernah bisa memaafkan Yi Soo. Tidak akan pernah.

Part 2

Terlihat Yi Soo sedang ada di rumah sakit, dia benar-benar menuruti keinginan Hae Woo untuk merawat lukanya.
Tiba-tiba ponsel Yi Soo Berdering, dan Yi Soo membaca pesan yang ditujukan padanya, berisi tentang percobaan pembunuhan Kepala Jaksa, yang dilakukan oleh Chairman Jo.



Dokter yang melakukan operasi pada Hyun Shik mengatakan kalau tekanan otak pada Hyun Shik sangat tinggi, tapi tim dokter berhasil menurunkannya. Ibu Joon Young juga datang ke rumah sakit, dan mendengar penjelasan dokter. Istri Hyun Shik bertanya kalau suaminya tetap bisa hidup kan? Dokter menjawab walapun Hyun Shik sudah melalui masa kritis, tapi luka yang diderita Hyun Shik cukup parah. Meski nanti Hyun Shik bisa sembuh, namun dia akan sulit untuk beraktifitas seperti biasanya. Semua tentu syok mendengar kabar buruk ini, dan Dokter minta maaf karena tidak bisa menyampaikan berita baik. Joon Young menjawab kalau dokter sudah berusaha dengan keras.



Saat Dokter sudah pergi, tubuh ibu Joon Young limbung, Joon Young dan Hae Woo langsung memegang tubuh ibu Joon Young agar tidak terjatuh. Joon Young berkata kalau ayah pasti akan sembuh. Apalagi ayah adalah orang yang kuat, jadi ibunya ga perlu khawatir.



Polisi melakukan pengejaran pada truk yang sudah menabrak Hyun Shik. Soo Hyun juga ada disana. Bang Jin tentu tidak tinggal diam, dia juga ikut mencari.




Bang Jin kemudian berpapasan dengan kakek jahat itu yang sedang menuntun sepedanya, Bang Jin mana mungkin curiga dengan kakek yang sudah tua itu. (Eh, kakek kan emang tua ya..-_-)

Setelah mobil itu berlalu, Kakek Jahat menoleh ke belakang dan melihat mobil Bang Jin.



Yi Soo yang baru pergi dari rumah sakit, ternyata sudah ditunggu Hae Woo. Hae Woo menatap Yi Soo dengan tajam. Dia kemudian mendekati Yi Soo, dan berkata kalau Kepala Jaksa sedang tidak sadarkan diri saat ini karena kecelakaan. Kecelakaan yang sepertinya sudah direncanakan.

Yi Soo merubah posisinya menghadap Hae Woo dan bertanya lalu kenapa? Hae Woo tanpa basa-basi bertanya apa ini adalah perbuatan Yi Soo? Yi Soo balik bertanya jadi Hae Woo mengira ini perbuatannya? Hae Woo menjawab kalau dia berharap ini bukan perbuatan Yi Soo. Makanya dia datang untuk memastikan.
Yi Soo dengan santai menjawab ya mungkin saja itu dia, jadi coba saja gunakan imajjinasi Hae Woo untuk mengungkapnya. Yi Soo berkata siapa yang mungkin menyembunyikan kebenaran. Hae Woo meminta jika Yi Soo tahu siapa pelakunya, tolong beritahu dia. Yi Soo menjawab kalau dia tidak bisa, karena tidak ada bukti. Jadi lebih baik, Hae Woo menemukan kebenaran dan bukti itu sendiri, agar Hae Woo tahu.


Yi Soo akan meninggalkan Hae Woo, namun tiba-tiba Hae Woo berkata kalau dia tahu apa yang sebenarnya Yi Soo inginkan.
“Pada Akhirnya..itu akan menjadi jalan kehancuran bagiku juga..”

Yi Soo memejamkan matanya mendengar kalimat Hae Woo yang tentu benar. Hae Woo melanjutkan kata-katanya “Tapi..jika itu untuk menemukan kebenaran..Jika itu jalan yang harus kutempuh untuk menebus rasa bersalahku padamu..Aku akan menahannya. Tapi ada satu hal, yang ingin kutanyakan. Hanya sebuah alat? Apa aku…hanya sebatas itu?”

Yi Soo yang sudah membuka matanya kembali, terlihat tidak sanggup untuk menjawab, tapi dia menguatkan diri untuk mengatakan Iya. Itu Benar.
Hae Woo kecewa tentu saja, kemudian dia berkata “Kau kejam..Han Yi Soo..”

Yi Soo menguatkan dirinya agar tidak goyah, kemudian berbalik menatap dingin Hae Woo. Yi Soo berkata “Namaku..Kim Joon. Han Yi Soo sudah lama mati.”

Hae Woo terluka, tentu saja ini menyakitinya. Dia tahu rasa perih yang Yi Soo rasakan, tapi dia tidak tahu jika perih itu meninggalkan sakit yang membuat Yi Soo akhirnya berubah seperti ini.
Hae Woo akhirnya memilih pergi. Namun, baru beberapa langkah, Hae Woo menoleh kembali kearah Yi Soo. Dia berkata “Jangan biarkan dirimu terluka..”

Kali ini Hae Woo benar-benar melangkah pergi, dnegan hati yang sakit. Dia kembali menangis.


Polisi sudah menemukan Truk itu, namun tidak menemukan pelakunya. Mereka masih menyisir tempat itu. Bang Jin mengabarkan pada Joon Young kalau pelakunya sudah melarikan diri, dan truk ini bukan truk yang dilaporkan hilang, serta juga tidak terdaftar. Joon Young bertanya apa maksudnya pelaku tidak tertangkap? Bang Jin menghela nafas dan berkata kalau dia yakin ada bukti yang tertinggal dan bisa dijadikan petunjuk.
Dia berencana memeriksa semua rekaman CCTV, dan catatan mobil untuk menemukan pelakunya. Soo Hyun mendengar percakapan Bang Jin itu, saat dia sedang memeriksa truk putih itu.

Joon Young yang kesal berkata kalau polisi ga bisa, maka dia sendiri yang akan menemukan pelakunya. Bang Jin meminta agar Joon Young menyerahkan saja ini pada dia, karena dia akan menemukannya. Lagian ini adalah tugas polisi. Joon Young berkata kalau ga akan ada bukti yang tertinggal. Bang Jin berkata kalau polisi baru saja memulai pencarian, jadi Joon Young sabar dulu.

Joon Young berkata kalau pelakunya pasti orang yang sama yang sudah membunuh Jung Man Chul. Dia yakin itu. Bang Jin berkata kalau belum ada bukti, jangan membuat kesimpulan seperti itu. Joon Young akhirnya pasrah dan berkata kalau Bang Jin sudha menemukan sesuatu, maka Bang Jin harus memberitahunya.


Hae Woo yang sudah sampai rumah, langsung menemui Kakeknya. Sang Deuk berkata kalau dia tidak menyangkan kenapa hal seperti ini bisa menimpa Kepala Jaksa? Sungguh disayangkan, tapi karena Kepala Jaksa masih hidup, mereka harusnya bersyukur. Hae Woo menjawab iya. Sang Deuk bertanya lagi, apa Joon Young baik-baik saja? Hae Woo menjawab kalau Joon Young sangat sedih. Sang Deuk membenarkan, pasti Joon Young sedih sekali.

Sang Deuk meminta Hae Woo mendekat padanya. Hae Woo pun mematuhinya. Dia memegang tangan cucunya itu, kemudian dia berkata kalau dia tahu ini sulit, apalagi Hae Woo juga harus menghadapi masalah Eui Sun juga. Lalu, tiba-tiba hal ini terjadi. Jadi dia mengerti sekali bagaimana perasaan Hae Woo. Tapi dia khawatir jika nantinya perasaan Hae Woo lah yang paling terluka nantinya. Hae Woo meminta agar kakeknya tidak perlu khawatir. Sang Deuk bertanya bagaimana bisa dia tidak khawatir, selama ini Hae Woo adalah sumber semangatnya. Sang Deuk berpesan, walau ini sulit, Hae Woo harus bisa bertahan, karena dia percaya pada Hae Woo.
Hae Woo kemudian berkata kalau dia juga percaya pada kakeknya.


Sementara itu Eui Sun baru pulang dari mabuk-mabukan, dan bertanya pada Ny. Park, ayahnya sudah tidur kan? Ny. Park tidak menjawab dan mengabarkan kalau besan Eui Sun kecelakaan. Eui Sun dengan cuek bertanya apa Besannya terluka parah?
Ny. Park menjelaskan kalau itu kecelakaan tabrak lari, dan besan Eui Sun sedang koma saat ini.
Eui Sun kaget, dan berkata kalau ini menarik, pasti besannya pernah melakukan kesalahan di masa lalu, makanya mendapat balasan. Hae Woo yang baru keluar dari ruang kakeknya, mendengar kalimat ayahnya dan dia sangat kesal. Hae Woo memanggi ayahnya, dan Eui Sun bertanya siapa kau?
Eui Sun langsung pergi ke kamarnya.


Ny. Park berkata kalau Hae Woo pasti lelah sekali, naik dan istirahatlah. Hae Woo menjawab kalau dia akan kembali ke rumah sakit, dia pulang hanya untuk mengambil pakaian Joon Young. Ny. Park berkata kalau dia bisa mengantarkan pakaian Joon young, jadi lebih baik Hae Woo istirahat saja. Hae Woo menolak, dan bilang kalau lebih baik dia yang mengantarkannya.


Han Yi Soo diapartemennya dengan cahaya yang minim, melihat ikan-ikan diakuariumnya. Dia duduk di pinggiran sofa. Kemudian Yi Soo berpindah ke sofa, dan mengambil ponselnya. Yi Soo menelepon TEMAN nya. Dia berkata kalau rencananya berubah.


Keesokan paginya di kediaman keluarga Jo. Ny. Park mengantarkan minuman untuk Sang Deuk yang sedang asik membaca berita di Koran pagi ini. Sang Deuk membolak-balik Koran dan terus melihat berita apa yang terjadi hari ini. Tapi tiba-tiba, ada sebuah iklan di Koran yang membuat Sang Deuk kaget.
Iklan itu berbunyi “Dicari Jeon Young Bu. Lahir 6/6/1936. Memiliki luka di betis. Bagi Yang Memberi Informasi, Akan diberikan Imbalan. Koran Harian Shin. CP : Min-Bagian Periklanan”

Tangan Sang Deuk bahkan bergetar saat membaca iklan itu. Dia ketakutan sekali dan sangat geram. Tanpa sadar Sang Deuk meremas-remas Koran itu, lalu membantingnya di meja, sehingga terdenbgar suara seperti Sang Deuk memukul meja. Ny. Park yang belum jauh, merasa heran dan langsung menoleh menatap tuannya.


Young Hee dan Kim Joon sedang berjalan berdua, Young Hee bertanya apa Kim Joon baik-baik saja? Kim Joon menoleh dan menatap Young Hee. Kemudian Young Hee beralasan kalau Kim Joon terlihat sedikit tidak nyaman. Kim Joon dengan senyum menjawab kalau ini hanya sakit biasa saja.
Young Hee tidak mengatakan apapun lagi, walau dia tahu Yi Soo terluka semalam, tapi dia tidak bisa menunjukkan kalau dia tahu.

Dong Soo yang melihat Kim Joon, langsung berlari mendekat dan bertanya apa Kim Joon sudah lihat berita tentang ayah Joon Young? Saat Dong Soo melihat wajah Kim Joon, Dong Soo bertanya apa Kim Joon sedang sakit? Menurutnya wajah Kim Joon jadi kecil hanya dalam semalam. Wkwkwk..konyol ini anak. Kim Joon menjawab dengan kikuk kalau dia baik-baik saja. Dong Soo berkata kalau ga enak melihat CEO mereka yang tampan, jadi kurus. Dong Soo bertanya apa ada yang sedang Kim Joon pikirkan? Kim Joon mendekat pada Dong Soo dan menjawab kalau dia punya masalah yang tidak bisa dia bicarakan dengan Dong Soo. Dong Soo dengan lucunya bertanya apa ini soal hubungan? Kim Joon tersenyum melihat Dong Soo yang lucu.
Dong Soo kemudian berkata kalau Kim Joon ingin hidup tanpa masalah, lebih baik Kim Joon hidup sebagai orang biasa saja.
Sulit untuk menjadi orang yang berbeda dari orang-orang umum lainnya. (Hahaha..Dong Soo masih ngira Kim Joon Gay..^^)

Young Hee tentu bingung dan bertanya apa maksud Dong Soo? Dengan wajah yang lucu, Dong Soo menjawab kalau nona sekretaris ga boleh tahu.


Dong Soo kemudian berbisik di telingan Kim Joon, dan berkata kalau ini bukan berarti dia menentang kaum minoritas lo. Kim Joon hanya tersenyum senang dan berkata ayo pergi pada Young Hee.


Kim Joon datang ke ruangan Eui Sun, dan Eui Sun terlihat kaget melihat Kim Joon yang masih segar bugar. Eui Sun bertanya apa yang membawa Kim Joon kesini? Kim Joon menatap tajam pada Eui Sun, dan meletakkan amplop berlogo Giant Grup di meja Eui Sun. Kim Joon berkata kalau ini undangan untuk CEO Hotel Gaya. Undangan pesta pembukaan Hotel Giant di Seoul. Dengan sombong Eui Sun menjawab kalau dia merasa tidak perlu datang kesana.

Dengan senyum tipisnya, Kim Joon menjawab kalau CEO Hotel Gaya harusnya datang dong di acara ini untuk pencitraan. Selain itu, dia juga sudah belajar banyak dari ayah Eui Sun. Eui Sun bertanya apa maksud Kim Joon? Kim Joon tersenyum, dan menjawab “Teruslah mengajariku dimasa mendatang.”

Eui Sun yang bodoh mana tahu maksud kalimat Kim Joon, dan Kim Joon hanya tersenyum manis pada Eui Sun.


Soo Hyun melaporkan pada Hae Woo kalau supir truk itu tahu adanya CCTV sehingga dia menyembunyikan wajahnya. Juga tidak ada sidik jari di truk itu. Hae Woo berkata kalau dia juga sudah mendengarnya dari Bang Jin. Soo Hyun berkata kalau pelaku ini sepertinya sangat professional.
Hae Woo bertanya apa Soo Hyun sudah bertemu psikolog yang menangani Prof Kang Hee Soo? Apa penyelidikan belum membuahkan hasil apapun?
Soo Hyun meminta maaf, karena banyak yang harus dia lakukan, dia jadi lupa.
Hae Woo menjawab ga apa-apa, berikan saja file dokter itu, karena dia sendiri yang akan mencarinya.
Soo Hyun berkata biar dia saja, tapi Hae Woo menolak.

Tiba-tiba datanglah petugas keamanan yang ditemui Hyun Shik semalam, rekan kerja Hae Woo yang wanita menyampaikan kalau petugas ini ingin memberikan sesuatu pada Hae Woo. Hae Woo pun mempersilakan petugas itu untuk masuk.


Petugas itu mendekat dan Hae Woo bertanya apa yang ingin petugas itu berikan padanya? Petugas itu menyerahkan amplop hijau pada Hae Woo. Hae Woo bertanya apa ini? Petugas berkata kalau semalam Kepala Jaksa menyuruhnya menyampaikan ini pada Jaksa Jo, jika sesuatu terjadi pada Kepala Jaksa. Kepala Jaksa saat itu berkata kalau ini untuk jaga-jaga saja. Kepala Jaksa juga berpesan, agar pesan ini langsung disampaikan pada Jaksa Jo.


Hae Woo penasaran dengan isinya. Dia langsung membuka amplop itu, dan terkejut melihat itu adalah sebuah foto. Soo Hyun bertanya apa itu? Dia mendekat ke meja Hae Woo, dan terkejut lalu bertanya apa ini foto yang ditemukan detektif Oh?

Hae Woo langsung membalik foto itu, dan tertulislah kalimat “10 Mei 1950, Bersama Sang Deuk”

Hae Woo mengamati foto itu, dia melihat laki-laki yang bersama Sang Deuk di foto itu, berbeda dengan Kakeknya. Ini membuatnya sangat terkejut.


Ny. Park yang penasaran kenapa Sang Deuk tadi begitu marah saat melihat berita di Koran, mencoba membalik-balik halaman Koran untuk mencari tahu. Saat itulah, Ny. Park menemukan iklan mencari Jeon Young Bu. Kemudian Ny. Park terkejut, Ternyata telepon yang Berdering dan Hae Woo lah yang menelpon.


Hae Woo bertanya apa kakeknya ada di rumah? Ny. Park menjawab kalau kakek Hae Woo sedang ke rumah sakit menengok Kepala Jaksa. Hae Woo bertanya kapan? Ny. Park menjawab baru saja, kenapa memangnya?


Di kantornya Bang Jin sedang sibuk. Terlihat dia sedang mengamati foto mobil truk itu yang tentu berhasil di dapat dari rekaman CCTV. Bang Jin berseru kalau dia bisa jadi gila karena ini. Detektif Na berkata ayo makan siang dulu, nanti Mi Jja Jangnya bisa lembek. Bang Jin mengangguk menyetujuinya.

Saat sedang makan itulah, detektif Na berkata kalau menurutnya ini benar-benar aneh. Bang Jin bertanya apanya yang aneh?Detektif Na berkata kok media massa bisa diam saja dengan kecelakaan Kepala Jaksa? Detektif Na berkata lagi, apa mungkin karena ini kecelakaan mobil biasa? Tapi walaupun begitu, Kepala Jaksa kan mengalami tabrak lari.

Saat asik makan mie hitamnya, Bang Jin melihat iklan dikoran itu. Iklan yang sedang mencari Jeon Young Bu. Bang Jin sudah tidak focus pada ocehan Detektif Na, karena dia sedang melihat iklan itu.
Bang Jin mengeluarkan ponselnya dan mengetik sesuatu, lalu keluarlah sebuah gambar.
Gambar Jo In Suk dan biodatanya. Di biodata itu terlihat kalau ternyata kampung halaman Jo In suk dan Jeon Young Bu sama. Mereka berasal dari Shinwon-Myeon, Geochang-Goon, Provinsi Gyeongnam. Dan Bang Jin tentu merasa aneh.


Hae Woo yang sudah sampai di rumah, langsung masuk ke ruang kakeknya. Dia harus menemukan sesuatu untuk menjelaskan semua ini. Dia yakin sesuatu itu pasti ada di ruang kakeknya. Hae Woo melihat ke sekeliling, dan mendekati sebuah rak. Dia mengambil buku besar dirak itu, dan menaruhnya ke meja, untuk dilihat. Ternyata itu adalah album foto. Hae Woo membolak-baliknya. Masih berisi foto-fotonya saat kecil. Hae Woo terus membalik halaman foto itu, dan ternyata Hae Woo tidak menemukan apapun. Sisa halaman itu hanya kosong, namun Hae Woo terus membolak-baliknya. Berharap ada sesuatu yang mungkin tertinggal. Terus dan terus yang didapati Hae Woo hanya halaman kosong di album foto itu. Namun saat di halaman berikutnya, ada sebuah foto keluarga dengan anak bayi ditengah pasangan itu.


Foto itu tentu membuat Hae Woo terkejut karena di foto tertulis “9/4/1959, Perayaan Ulang Tahun Eui Sun yang pertama”

Hae Woo langsung mengeluarkan foto yang didapatkannya tadi, dan membandingkan keduanya. Hae Woo melihat itu dengan seksama. Dan jelas sekali Sang Deuk di foto Jo In Suk, dengan Sang Deuk yang sekarang menjadi kakeknya sangat jauh berbeda.


Hae Woo langsung teringat pada laci yang terkunci itu, dia berpindah kesana.
Dan Hae Woo kaget karena mendapati laci terkunci itu, kini bisa dibuka. Di dalamnya ada sebuah amplop cokelat besar. Hae Woo mengambil isi di dalam amplop, dan mendapati kalau isinya adalah buku. Buku yang pernah dipesan kakeknya pada Kakek pemilik toko buku bekas.
Hae Woo memasukkan kembali buku tua itu.
Kemudian Hae Woo menaruh album foto itu ketempatnya semula.


Ny. Park menunggu di luar dengan cemas. Dan saat Hae Woo keluar, Ny. Park bertanya ada apa? Hae Woo menjawab kalau ada buku yang dia butuhkan. Hae Woo pun pamit pergi, namun Ny. Park memanggil Hae Woo dan berkata tunggu sebentar. Hae Woo menoleh menatap Ny. Park. Ny. Park berkata dia tidak tahu apakah ini penting atau tidak. Tapi tadi Chairman sangat marah setelah membaca Koran tadi pagi. Hae Woo bertanya artikel apa yang membuat Kakeknya marah? Ny. Park menjawab kalau itu kayaknya bukan artikel deh. Ny. Park langsung menunjukkannya pada Hae Woo, isi Koran yang membuat Sang Deuk sangat marah.

Hae Woo bertanya apa karena iklan ini kakeknya sangat marah? Ny. Park menjawab dia gay akin juga, tapi mungkin jika Hae Woo melihatnya maka Hae Woo akan tahu kenapa Chairman semarah itu saat membacanya.
Hae Woo membaca dengan jelas iklan itu.


Eui Sun keluar dengan diam-diam dari kamar apartemen Hwa Young. Hwa Young meminta agar Eui Sun berhati-hati karena mungkin ada banyak reporter diluar sana.
Eui Sun menajwab, kenapa harus khawatir, kan semua orang sudah tahu. Hwa Young berkata kalau orang-orang tahu Eui Sun berkeliaran seperti ini, maka semuanya akan heboh lagi. Jadi, cobalah untuk menahan diri Eui Sun untuk datang kesini.
Hwa Young langsung menutup pintu, dan setelah itu Eui Sun terlihat memang seperti orang takut ketahuan.


Saat diparkiran, Eui Sun langsung masuk ke mobilnya, tanpa sadar jika di mobilnya dia tidak sendiri. Tiba-tiba ada yang menodongkan pistol di perut Eui Sun, dan Eui Sun kaget. Dia menoleh, lalu mendapati seseorang dengan penutup wajah duduk di jok belakang mobilnya.


Sementara itu Han Yi Soo menemui adiknya lagi di tempatnya kerja. Yi Soo berkata kalau Yi Hyun pasti kemarin sangat terkejut karena dia kan? Yi Hyun menjawab hanya sedikit. Apa kemarin Kim Joon jadi jalan-jalan? Kim Joon tersenyum dan menjawb iya.

Kim Joon yang melihat Yi Hyun membersihkan meja bekas pelanggan, bertanya apa Yi Hyun membersihkannya sendiri? Yi Hyun menjawab tentu saja. Yi Hyun menoleh ke belakang Kim Joon, membuat Kim Joon heran dan Yi Hyun berkata kalau sepertinya Kim Joon datang sendiri lagi hari ini. Kim Joon tersenyum lebar dan bertanya apa datang sendiri itu aneh? Yi Hyun menjawab bukannya aneh sih, tapi sepertinya Kim Joon selalu sendiri. Jadi dia merasa sedikit kasihan pada Kim Joon. Kim Joon dengan santai menjawab, kalau begitu Yi Hyun bisa jadi temannya. Yi Hyun menjawab, kalau mereka kan sudah berteman. Kim Joon tersenyum lagi dan berkata benar juga ya.
Kim Joon bertanya “Jam berapa biasanya kau pulang, temanku?” (Cakepppp dah..^^)


Yi Hyun melihat jamnya dan menjawab kalau dia tidak pulang sebelum jam delapan. Kim Joon memasang muka aneh, dan kemudian meraba perutnya. Yi Hyun langsung berkata apa Kim Joon sakit? Kim Joon agak gugup, menjawab ga kok.Yi Hyun berkata, tapi kok Kim Joon kelihatan lelah sekali? Kim Joon menjawab, benarkah? Dia tidak merasa sedang lelah. Yi Hyun tersenyum dan bilang, syukurlah kalau begitu.
Yi Hyun kemudian teringat dan bertanya bagaimana Kim Joon bisa tahu nomernya? Kim Joon bingung mencari alasannya, dan menjawab kalau dia punya teman di kantor pusat perusahaan Kafe ini, makanya dia tanya. Yi Hyun heran dan bertanya apa kantor pusat juga punya nomer karyawan paruh waktu? Kim Joon menjawab sepertinya begitu. Yi Hyun bilang kalau dia akan protes ah pada kantor pusat. Itu kan termasuk tindakan criminal. Kim Joon hanya tersenyum melihat kekesalan Yi Hyun.
Saat Yi Hyun pergi,luka Yi Soo kembali terasa sakit.


Bang Jin menemui Hae Woo, dan menyodorkan Koran itu, lalu bertanya apa Hae Woo sudah membaca iklan ini? Hae Woo bertanya apa ada hal yang khusus pada iklan ini? Bang Jin menjelaskan kalau orang yang bernama Jeon Young Bu ini kampung halamannya sama dengan Jo In Suk. Hae Woo berkata kalau ada banyak orang yang berasal dari kampung halaman yang sama.

Bang Jin berkata kalau ada yang aneh. Hae Woo bertanya apa maksud Bang Jin dengan aneh? Keanehannya adalah orang yang bernama Jeon Young Bu, sudah dilaporkan meninggal.
Hae Woo terkejut dan bertanya jadi iklan ini mencari orang yang sudah mati?
Bang Jin menjawab kalau dia juga ga yakin, apa orang itu sudah meninggal, karena mudah untuk memverifikasi apakah seseorang sudah mati atau masih hidup. Hae Woo berkata kalau begitu iklan ini dipasang karena tujuan lain? Bang Jin mengangguk mantap.

Hae Woo bertanya apa Bang Jin sudah mencari tahu siapa yang memasang iklan ini? Bang Jin menjawab kalau polanya sama seperti insiden Teleskop yang diterima Yi Hyun. CP yang ada di Koran adalah CP bagian periklanan di perusahaan Koran itu. Jadi tidak ada informasi tentang siapa yang memasang iklan ini.
Hae Woo bertanya bagaimana pemasang iklan ini tahu kalau ada informasi mengenai Jeon Young Bu? Bang Jin menjawab kalau pemasang iklan sendiri yang akan menghubungi penerbit ata CP iklan ini. Hae Woo bilang kalau menurutnya isi iklan dikirim melalu paket kilat. Bang Jin mengangguk membenarkan. Bang Jin juga bilang kalau iklan juga dibayar dengan uang tunai, seperti saat insiden Teleskop itu.

Hae Woo memandang iklan itu lekat-lekat dan berkata kalau dia harus mengunjungi kampung halaman kakeknya. Bang Jin menjawab kalau mereka bisa pergi bersama. Bang Jin akan pergi, namun Hae Woo memanggilnya dengan sebutan Ahjussi. Bang Jin berhenti, dan Hae Woo terlihat ragu-ragu akan berkata. Bang Jin bertanya ada apa? Hae Woo hanya bilang kalau nanti saja dia akan memberitahu Bang Jin.
Bang Jin tidak memaksa.


Hae Woo yang sudah sendiri merasa gelisah dan tidak tahu harus bagaimana, dia tidak bisa menceritakan foto itu pada Bang Jin,sebelum semuanya terungkap, tapi paling tidak dia bisa mendapatkan petunjuk itu, walau hanya samar. Benarkah kakek yang selalu dipujanya adalah seorang pembohong Negara?
Hae Woo melihat kembali foto itu, Foto Jo In Suk yang diberikan padanya tadi.


Yoshimura terlihat sedang membaca Koran di kantor Giant Group. Kantornya Yi Soo. Dan terlihatlah iklan itu. Yi Soo yang baru masuk bertanya kapan Yoshimura datang? Yoshimura menjawab kalau belum terlalu lama kok. Dia juga berkata pasti Yi Soo kerepotan menyiapkan acara pembukaan Hotel Giant. Yi Soo menjawab ga juga.
Yoshimura bertanya kalau dia dengar Yi Soo pergi ke hotel Gaya? Yi Soo membenarkan.

Yoshimura bertanya apa pihak Hotel Gaya menerima undangan mereka? Yi Soo menjawab kalau Pihak Hotel Gaya tidak memberikan jawaban dengan jelas. Yoshiumra berkata kalau tentu saja, Hotel Gaya ga akan dengan mudah menerima undangan mereka, karena seharusnya ini adalah pembukaan hotel Gaya.
Yoshimura berdiri,dan Yi Soo mengikutinya. Yoshimura bertanya apa Yi Soo ada acara makan malam nanti? Apa Yi Soo mau pergi minum bersamanya? Yi Soo menolak dan berkata kalau dia sudah ada janji.
Yoshimurapun tidak mempermasalahkannya.
Karena janji pertama tentu adalah yang harus didahulukan.


Eui Sun duduk dalam keadaan mulut tertutup lakban. Dia melihat ke sekeliling tempatnya dan merasa sangat ketakutan. Dia mengerak-gerakkan badannya berharap ikatan ini bisa terlepas.


Sementara itu Han Yi Soo sedang asik memberi makan pada ikan-ikan di akuariumnya. Di layar TVnya terlihat Eui Sun yang sedang berusaha melepaskan diri. Ternyata di tempat Eui Sun disekap, sudah disambungkan dengan TV di apartemen Yi Soo.


Yi Hyun yang bersiap pulang, ternyata sudah ditunggu Soo Hyun. Yi Hyun heran dan bertanya apa yang dilakukan Soo Hyun disini? Soo Hyun dengan santai menjawab kalau dia akan mengantar Yi Hyun pulang. Yi Hyun bertanya kenapa memangnya? Soo Hyun menjawab ga apa-apa. Dia lalu membuka pintu mobilnya, dan menyuruh Yi Hyun masuk. Tapi Yi Hyun hanya menatap Soo Hyun. Dia menjawab kalau dia ga mau, karena rasanya seperti diculik. Yi Hyun pergi, tapi Soo Hyun langsung menarik tangan Yi Hyun. Dia berkata kalau dia sangat sibuk. Yi Hyun menjawab maka dari itu, biar dia pulang sendiri saja.
Tapi Soo Hyun ga melepaskan tangan Yi Hyun yang dipegangnya. Yi Hyun bertanya kenapa Soo Hyun seperti ini, dia ga mau.
Soo Hyun berkata dengan lembut, bahkan kalau Yi Hyun ga mau, dia memohon agar Yi Hyun tetap naik.


Yi Hyun akhirnya diantar juga oleh Soo Hyun sampai rumah, dan Soo Hyun langsung menyuruh Yi Hyun segera masuk. Yi Hyun mengucap kalau dia bisa pulang selamat karena Soo Hyun. Saat Yi Hyun akan masuk, Soo Hyun bertanya tiba-tiba kalau Yi Hyun pasti menyukainya kan? Yi Hyun bingung dan berkata apa? Soo Hyun hanya bilang kalau dia juga menyukai Yi Hyun. Yi Hyun bertanya apa sih maksud Soo Hyun? Soo Hyun bukannya menjawab malah berkata, kalau ga masalah sih jika Yi Hyun suka padanya. Soo Hyun pun menyuruh Yi Hyun segera masuk. Tapi Yi Hyun ga menurutinya, dia malah mengetuk jendela mobil saat Soo Hyun sudah masuk ke dalam. Tanda dia akan protes pada pernyataan Soo Hyun tadi. Yi Hyun menyuruh SOo Hyun menurunkan kaca jendela, dan Soo Hyun mematuhinya.

Yi Hyun berkata kalau dia tidak seperti itu. Tapi Soo Hyun ga menjawab dan hanya tersenyum lalu berkata sampai jumpa besok.
Mobil Soo Hyun pun melaju. Dan saat Soo Hyun sudah pergi, Yi Hyun tersenyum malu karena kejadian barusan.


Saat itu terlihatlah seseorang yang ternyata melihat Yi Hyun dari kejauhan. Seperti biasanya dia adalah Kakek Jahat dengan Pena Beracun. (Bagus juga jadi judul cerita..hihihi)


Saat asik mengintai, Ibu Yi Hyun keluar dan kakek jahat langsung menyembunyikan dirinya lagi. Ibu menyuruh Yi Hyun segera masuk. Yi Hyun pun masuk sambil merangkul ibunya.


Joon Young dan sekretaris Eui Sun yang dipanggil dengan sebutan sekretarsi Yoo masuk ke ruang Eui Sun, dan mendapati Eui Sun tidak ada di tempat. Joon Young bertanya sejak kapan Eui Sun tidak bisa dihubungi? Sekretaris Yoo menajwab sejak tadi saat Eui Sun keluar untuk makan siang. Joon Young bertanya dengan siapa Eui Sun makan siang? Sekretaris Yoo menjawab kalau Eui Sun ga mengatakan apapun. Joon Young jadi cemas dengan ayah mertuanya ini.


Hae Woo yang sedang menjenguk ayah mertuanya di telepon Joon Young. Hae Woo berkata kalau dia akan segera pulang setelah menjenguk ayah mertua. Hae Woo kaget karena Joon Young mengabarkan tentang ayahnya yang ga bisa dihubungi sama sekali sedari siang tadi. Ponsel ayah mertua juga mati jelas Joon Young. Hae Woo bertanya apa sekretaris Yoo juga ga tahu kemana ayahnya pergi? Joon Young membenarkan.
Hae Woo berkata kalau Eui Sun mungkin sedang bersama Hwa Young, biar dia yang menghubungi Hwa Young. Joon Young menjawab kalau dia sudah melakukannya, tapi Hwa Young mengatakan kalau ayah mertua sudah kembali sekitar jam 2 siang tadi.
Kadang-kadang memang ayah mertua ga bisa dihubungi, tapi entah kenapa ini rasanya berbeda.
Hae Woo berkata kalau dia akan coba mencari ayahnya, dan dia meminta agar Joon Young menghubungi tempat yang biasanya didatangi ayahnya.


Hae Woo jadi cemas, dan melihat jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjuk pukul setengah sepuluh malam. Sudah sangat lama dari saat ayahnya keluar dari apartemen Hwa Young siang tadi.


Yi Soo sedang menikmati filmnya sendiri, dimana dilayar TVnya terpampang Eui Sun dengan wajah ketakutannya. Tapi kemudian dia mematikan TV, dan melihat jam di tangannya. Terlihat sudah jam 10 kurang beberapa menit.


Yi Soo pun keluar dari apartemen dan menuju mobilnya. Terlihat Hae Woo ada disana mengintai Yi Soo. Setelah mobil Yi Soo pergi, Hae Woo langsung mengikutinya.


Yi Soo yang pintar, seperti biasa tahu kalau Hae Woo mengikutinya di belakang. Dia langsung mempercepat laju mobilnya, dan Hae Woo pun tentu melakukan hal yang sama.


Sang Deuk yang sedang ada diruangannya, memikirkan kenapa semua ini bisa terjadi, rahasia yang dia simpan hampir sepanjang hidupnya, hampri saja terbongkar. Tiba-tiba Sang Deuk melihat ke rak bukunya dan matanya tepat terarah ke album foto itu. Kemudian ponsel Sang Deuk Berdering, dan terlihat kalau Sang Deuk mendapat pesan Video dari Eui Sun. Sang Deuk langsung mengklik pesan itu, dan terlihatlah gambar Eui Sun yang sedang duduk terikat dengan mulut ditutup lakban. Sang Deuk jelas sangat kaget. Tangannya bergetar melihat Video itu.


Telepon di ruang Sang Deuk kemudian Berdering, Sang Deuk menatap telepon itu dengan geram karena tahu pasti penculik anaknya yang menelpon (Jelek banget mukanya ini Kakek,kalau mulutnya kayak gitu.^^)
Dengan tangan gemetar, Sang Deuk mengankat telepon itu.
Terdengar di seberang sana sebuah pertanyaan apa benar ini Chairman Jo Sang Deuk? Dengan membentak Sang Deuk bertanya siapa ini? Ternyata Yi Soo lah si penelpon. Yi Soo bertanya apa Sang Deuk sudah menerima hadiahnya? Sang Deuk bertanya balik, apa yang diinginkan orang ini?

Masih tetap menatap mobil Hae Woo dibelakangnya, Yi Soo berkata kalau permintaannya tidak sulit. Dan bagus juga kok untuk Sang Deuk. Yi Soo meminta Sang Deuk tiup pluit di depan masyarakat lagi. Artinya dia ingin Sang Deuk mengakui kesalahannya lagi di depan masyarakat. Sang Deuk bertanya apa maksudnya? Yi Soo berkata kalau itu mudah sekali, beritahu masyarakat bagaimana Sang Deuk menjalani kehidupan Sang Deuk selama ini. Dan tentu ditambah dengan apa yang sudah Sang Deuk lakukan selama ini. Dia ingin Sang Deuk mengatakan semuanya.

Sang Deuk beram sekali dan berkata kalau dia ga ngerti maksud dari pembicaraan ini. Yi Soo menjawab kalau Sang Deuk lebih tahu dari siapapun, kalau diri Sang Deuk adalah palsu. Jo Sang Deuk yang asli, Sang Deuk lah yang membunuhnya. Yi Soo tertawa kecil saat mengatakan itu, dan Sang Deuk asli bukanlah orang satu-satunya yang Sang Deuk bunuh dengan tangan Sang Deuk sendiri.
Sang Deuk tersenyum dan berkata kalau cara yang dilakukan ini sangat murahan menurutnya. Jadi dia bisa menebak kalau pasti tidak ada bukti untuk mengungkap apa yang dikatakan tadi.

Yi Soo tahu ini trik Sang Deuk untuk mencari informasi tentang bukti yang dia miliki, membuat Yi Soo hanya tersenyum tipis.


Eui Sun dengan mulut tertutup lakban mendengar percakapan Ayahnya dengan seorang pria. Percakapan itu tersambung ke ponselnya. Pria itu berkata kalau Sang Deuk bisa memberitahu semua kebenarannya maka putra Sang Deuk akan tetap hidup. “Tapi jika anda menolak kesepakatan ini, putramu mati”

Eui Sun ingin berteriak namun dia tidak bisa.

Sang Deuk menjawab kalau ancaman seperti ini ga akan mempengaruhinya. Kalimat ayahnya itu membuat Eui Sun semakin gemetar karena takut.
Saat itu masuklah seseorang ke ruangan dimana Eui Sun disekap.


Hae Woo yang masih membuntuti Yi Soo, menelpon Bang Jin. Hae Woo meminta Bang Jin melacak nomer ponsel ayahnya sekarang juga, karena ini sangat penting.


Yi Soo berkata agar Sang Deuk silakan memilih. “Apakah Anda akan mengatakan kebenarannya,dan menyelamatkan putra Anda. Atau apakah Anda akan mengabaikan putra Anda sendiri? Apa yang akan Anda lakukan Chairman Jo Sang Deuk?”


Preview Episode 14

Bang Jin dan selurug anggota polisi menggerebek suatu tempat. Ada Soo Hyun juga disana. 

Hae Woo menemui Yi Soo, dan bertanya dimana ayahnya, tapi Yi Soo malah seolah seperti akan mencium Hae Woo kembali. Karena dia mendekatkan wajahnya pada Hae Woo.

Yi Hyun mendapat catatan kecil yang bertulis kalau Han Yi Soo masih hidup.

Yi Hyun masuk ke sebuah taksi, yang ternyata kakek jahatlah pengemudinya.

Hae Woo bertanya pada kakeknya apa Jeon Youn Bu itu adalah kakeknya?

Terdengar suara Sang Deuk di sela-sela preview episode ini “Jika putraku mati, maka adikmu juga tidak akan hidup.”



Bersambung ke episode 14

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar