Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 17 part 2


Di part 1 Sang Gook yang mendapat telepon dri Byung Gi, dan mendapat info yang menurutnya sangat menarik. Mengejutkannya.

Part 2

Eui Sun masuk tergopoh-gopoh ke ruang ayahnya. Dengan berteriak-teriak seperti anak kecil, Eui Sun berkata “ayaahh..putramu ada disini.”

Sang Gook hanya menatap heran anaknya itu. Dia berkata apa yang Eui Sun lakukan di jam-jam kerja seperti ini? Eui Sun berkata kalau ada yang ingin dia diskusikan dengan ayahnya ini. Sang Gook bilang sebelum Eui Sun ngomong, ada hal yang ingin di beritahukan pada Eui Sun. Eui Sun bertanya apa memangnya? Sang Gook bilang kalau Eui Sun kan sudah mengalami banyak waktu yang sulit, jadi lebih baik, Eui Sun istirahat dulu dengan pergi berlibur. Eui Sun nanti bisa main golf sesuka hati Eui Sun.

Eui Sun dengan kesal bertanya apa ini artinya Sang Gook ingin menguburkannya di suatu pulau? Sang Gook bertanya kenapa Eui Sun berkata seperti itu padanya? Dia hanya mengkhawatirkan Eui Sun. Eui Sun menjawab kalau dia ingin hotel itu diserahkan padanya. Dia ingin ayahnya beristirahat dengan nyaman. Apalagi ayahnya kan sudah tua. Seharusnya bukan dia yang berlibur, tapi ayahnyalah yang harus berlibur. Dan ayahnya bisa baca buku sebanyak dan sesuka ayahnya.
Sang Gook berteriak meminta anaknya itu tutup mulut. Dia hanya merasa kasihan pada anaknya, mka dia hanya diam saja selama ini. Tetapi jika dia mendengar Eui Sun meracau seperti itu lagi, maka dia ga akan melindungi Eui Sun.


Eui Sun mendekati ayahnya dan berkata kalau dia sekarang sudah tidak takut ayahnya lagi. Selama ini dia hidup dalam ketakutan pada ayahnya karena takut jika berbuat salah. Apakah ayahnya berfikir dia akan takut terus pada ayahnya sepanjang hidupnya? Sang Gook bertanya apa sih yang sebenarnya Eui Sun katakan? Eui Sun bilang kalau dia mendengar semua yang ayahnya katakan saat dia diculik. Bahkan dia juga mendengar tentang kepala jaksa, bukankah itu perbuatan ayahnya kan? Sang Gook langsung gemetar dan berdiri mendekati Eui Sun. Dia bahkan gugup sekali dalam membela diri di depan anaknya, dan hanya berkata kalau itu adalah sebuah kesalah pahaman. Tapi Eui Sun sepertinya sudah tidak bisa percaya ayahnya lagi. Dia hanya menatap geram pada ayahnya. Kemudian Eui Sun berkata kalau namanya juga bukan Jo Eui Sun kan?

Kembali Sang Gook gementar dibuatnya, anaknya pun sudah tahu tentang jati dirinya yang sebenarnya. Eui Sun berkata agar ayahnya jangan khawatir, karena di akan menjaga rahasia ayahnya ini. Karena jika rahasia ayahnya terbongkar maka itu juga tidak baik untuknya. Namun, untuk membuatnya tetap menyimpan rahasia itu, maka ayahnya harus memberi hak hotel itu padanya. Sang Gook menjawab kalau itu bukanlah keputusannya sendiri. Dengan berteriak Sang Gook berkata kalau ayahnya kan Dewa, yang bisa melakukan apapun. Ayahnya selalu membuat keputusan yang bahkan mempertaruhkan hidup orang banyak. Masak untuk hal seperti itu aja ayahnya ga bisa? Jika ayahnya Dewa, maka dia adalah anaknya Dewa. Bukankah begitu?

Dengan hampir menangis Eui Sun berkata kalau sekarang dia tahu kenapa ayahnya meninggalkan ibunya dengan sangat kejam. Dia bahkan sampai detik ini ga pernah melupakan sedikitpun tentang ibunya. Ibunya selalu berada dalam hati seperti sebuah dendam.
Sang Gook mencoba menyentuh Eui Sun yang semakin jauh menghindar darinya. Eui Sun menepis tangan Sang Gook yang memegang jasnya, membuat Sang Gook terkejut. Eui Sun meminta otoritas penuh untuk hotel Gaya, malam ini juga. Dengan begitu maka dia akan dperlakukan dengan layak oleh semua orang.



Bang Jin menemui senior di kepolisian yang seangkatan dengan Byung Gi. Laki-laki yang ditemui Bang Jin memang merasa heran kenapa Bang Jin bertanya tentang Byung Gi. Bang Jin pun menjelaskan kalau dia tidak bisa menemukan satu catatan pun tentang Byung Gi setelah Byung Gi pensiun, bahkan catatan itu disegel.
Laki-laki itu menjawab kalau dari yang dia dengan Byung Gi pergi ke Namyeongdong.

Bang Jin kaget dan berkata bukankah itu tempat fasilitas interogasi khusus? Pensiunan polisi itu mengangguk membenarkan. Bang Jin berkata tetapi kenapa catatan Byung Gi ga ada setelah tahun 80 an itu?
Pensuinan polisi itu menjawab kalau mungkin saja orang yang mempunyai kuasa tinggi yang telah menghapusnya. Karena itu merupakan satu-satunya cara untuk mendapatkan identitas baru. Bang Jin kaget.

Pensiunan itu melanjutkan ceritanya, kalau Byung Gi itu berada di bawah perlindungan beberapa orang yang berkuasa. Ada banyak yang mati juga saat itu. Bang Jin bertanya apa itu artinya Byung Gi merupakan penyiksa professional? Pensiunan polisi itu membenarkan.
Tiba-tiba Bang Jin menyebut nama Kang Hee Soo.


Bang Jin langsung menemui Hae Woo, dan menceritakan penemuannya. Disana juga ada Soo Hyun yang jelas mendengar. Soo Hyun bahkan langsung menunjukkan ekspresi ketertarikan saat nama Hee Soo disebut oleh Hae Woo. Bang Jin berkata kalau mungkin Hee Soo dan Byung Gi saling mengenal dulunya. Hae Woo bertanya apa maksud Bang Jin? Bang Jin pun menjelaskan kalau Byung Gi dulunya adalah penyiksa professional pada waktu Hee Soo ditangkap selama pemberontakan mahasiswa. Dan itu bertepatan dengan 8 tahun lalu saat catatan mengenai Byung Gi dihapus.
Hae Woo berkata jadi maksud Bang Jin, Byung Gi adalah penyiksa Hee Soo waktu dulu?

Bang Jin bilang kalau alasan Hee Soo dibunuh mungkin bukan karena dokumen itu, Hae Woo langsung menggeleng. Dia berkata kalau Hee Soo dibunuh memang karena dokumen itu.
Hanya ada yang mengganggunya saat ini. Bang Jin bertanya apa itu? Hae Woo menjawab kalau dia juga belum tahu apa itu. Bang Jin pun berkata bagaimana kalau mereka menemukan info tentang Byung Gi yang sejak kapan mulai bekerja di bawah perintah kakek Hae Woo? Hae Woo menjawab kalau dia akan memeriksanya. Bang Jin menolak, dan bilang kalau dialah yang akan melakukannya. Dia paham sekali betapa kerasnya Hae Woo bertahan sejauh ini.
Setelah itu Bang Jin pergi.


Hae Woo bertanya pada Soo Hyun apa mungkin mereka bisa menghubungi orang itu sekarang? Soo Hyun bertanya, siapa maksud Hae Woo? Hae Woo menjawab psikolog yang telah merawat Kang Hee Soo, dia ingin segera bicara dengan psikolog itu.
Soo Hyun menjawab kalau dia akan segera mengubungi psikolog itu.
Hae Woo meminta setelah Soo Hyun berhasil menghubungi dokter itu, maka Soo Hyun harus mengabarinya. Hae Woopun langsung pergi meninggalkan Soo Hyun.


Yi Hyun mengendap-endap keluar dari kamarnya. Ibuya sedang asik bicara di telepon. Tapi Young Joo mendengar jika anaknya membuka pintu, sehingga Young Joo langsung menyudahi teleponnya. Dia mendekati Yi Hyun dan bertanya Yi Hyun mau kemana? Yi Hyun yang sudah kepergok menjawab kalau dia ingin pergi ke tempatnya bekerja paruh waktu itu. Dia kan giliran kerja Malam ini. Young Joo langsung melarang Yi Hyun, dan Yi Hyun pun ingin protes. Dia berkata kalau dia akan hati-hati kok. Young Joo bertanya apa Yi Hyun ga ingat apa yang ayah bilang? Bukankah ayah menyuruh Yi Hyun untuk istirahat sementara waktu.
Yi Hyun bertanya tapi sampai kapan dia harus dirumah terus?

Young Joo mengusap lembut pipi Yi Hyun dan berkata kalau Yi Hyun ingin udara segar, maka dia akan menemani Yi Hyun. Yi Hyun menggeleng, dan Young Joo bertanya kenapa? Mereka kan nanti bisa makan bersama. Yi Hyun menolak, dan langsung masuk ke kamarnya. Dia kecewa sekali.


Young Hee masuk ke ruangan Yi Soo, menaruh dokumen di meja Bosnya itu. Lalu saat Young Hee berbalik akan pergi, dia melihat Yi Soo yang menatapnya tajam. Young Hee menyapa CEOnya itu.
Yi Soo pun melangkah masuk, dan mencoba bersikap santai. Dia langsung menandatangani dokumen yang dibawa Young Hee tadi.
Young Hee mengatakan kalau ada pelatihan karyawan baru sebelum pembukaan. Bagaimana dengan skedul Kim Joon? Kim Joon menjawab kalau dia akan menghadiri pelatihan itu.
Young Hee menjawab kalau Kim Joon ga perlu memaksakan diri untuk itu.

Saat Young Hee akan berbalik pergi, Kim Joon memanggilnya tiba-tiba, membuat Young Hee kembali menoleh menatap CEOnya itu.
Yi Soo hanya menatap Young Hee lama, dan berkata kalau dia belum berterima kasih dengan layak pada Young Hee. Karena Young Hee dia bisa cepat sembuh. Young Hee tersenyum tulus. Dan Yi Soo berkata kalau dia senang ada Young Hee disisinya sebagai sekretaris. Young Hee merasa tidak enak dengan kalimat terakhir Yi Soo.


Setelah Young Hee pergi, ponsel Yi Soo Berdering dan Yi Hyun lah yang menelponnya. Yi Soo langsung menerima panggilan adiknya itu. Yi Hyun bertanya dimana Oppanya saat ini? Yi Soo menjawab kalau dia ada di kantor. Yi Hyun cerita kalau dia terperangkap di dalam rumah, karena semua ga ada yang mengijinkannya untuk keluar. Yi Soo tersenyum mendengar curhat Yi Hyun dan berkata, kalau itu tandanya semua memperhatikan dan khawatir pada Yi Hyun.
Yi Hyun menjawab dia tahu itu, dan kemudian bertanya Yi Soo sedang apa emangnya? Yi Soo menjawab kalau dia sedang kerja.Dengan tersenyum Yi Hyun berkata kalau dia ingin melihat Oppanya bekerja. Yi Soo tersenyum dan Yi Hyun bertanya apa Yi Soo merindukannya? Yi Soo menjawab tentu saja dia merindukan Yi Hyun. Yi Hyun membalas kalau dia sangat merindukan Oppanya. Apa dia boleh datang menemui Oppanya? Yi Soo menjawab kalau saat ini akan lebih aman bagi Yi Hyun untuk ada di rumah.

Yi Soo tahu Yi Hyun kecewa sehingga Yi Soo bertanya apa dia harus membelikan Yi Hyun komik agar Yi Hyun ga bosan? Yi Hyun berkata kalau dia ingin ketemu dengan Yi Soo, dan bukan ingin komik. Yi Soo menjawab agar Yi Hyun bersabar dulu untuk sementara waktu. Kalau Yi Hyun bisa menunggu, maka dia akan main dengan Yi Hyun setiap hari. Yi Hyun menjawab kalau waktu itu tiba, maka giliran dia yang akan sibuk. Yi Soo tersenyum mendengar jawaban adiknya itu. (Maniiisss banget minumnya, ditambahin ke kolak, mantep tuh..hihihi..)
Yi Soo hanya berkata agar Yi Hyun jangan keluar sendirian. Yi Hyun menjawab kalau dia mengerti. Yi Hyun juga berpesan agar oppanya makan dengan baik. Yi Soo pun menjawab baiklah.


Yi Hyun yang masih sendiri, tiba-tiba mendapat ide cemerlang, dia pun menelpon seseorang. Yi Hyun berkata kalau dia ingin minta tolong.


Ternyata yang dimintai tolong Yi Hyun itu si Soo Hyun. Hihihi..bagus..

Soo Hyun menelpon Bang Jin untuk meminta ijin mengajak Yi Hyun keluar. Bang Jin bertanya apa maksudnya ini? Soo Hyun menjawab kalau Yi Hyun tadi menelponnya dan bilang kalau Yi Hyun merasa bosan di rumah terus. Maka dia berfikir untuk mengajak Yi Hyun nonton di bioskop. Bang Jin bertanya apa ini termasuk kencan? Soo Hyun sedikit malu dan berkata ya. Bang Jin bertanya apa Soo Hyun serius? Soo Hyun pun ikut serius dan menjawab kalau dia serius menyukai Yi Hyun. Bang Jin tersenyum dan Soo Hyun berkata kalau dia akan mengembalikan Yi Hyun dengan selamat sampai rumah.
Bang Jin pun membolehkannya.


Yi Soo sedang ada di apartemennya, dan sedang meminum obat penghilang rasa sakitnya. Tiba-tiba bel apartemennya berbunyi, dan Yi Soo melihat siap yang datang. Ternyata di intercom terlihat Soo Hyun lah yang datang ke apartemennya.
Yi Soo langsung membuka pintu dan bertanya apa yang terjadi? Yi Hyun yang bersembunyi di balik punggung Soo Hyun, menyembulkan kepalanya dan langsung memanggil Oppanya dengan wajah penuh senyum. Yi Soo tersenyum karena ada Yi Hyun di depannya.


Yi Hyun masuk dan melihat apartemen Yi Soo, dia berdecak kagum dengan bagusnya apartemen milik kakaknya ini. Yi Soo hanya memandang adiknya dengan senang. Yi Hyun berkomentar kalau rumah Oppanya sangat bagus. Yi Soo tersenyum lebar dan bertanya benarkah? Yi Hyun mengangguk membenarkan. Yi Hyun bilang kalau ini seperti istana menurutnya.


Kemudian Yi Hyun melihat akuarium dan terlihat senang, lalu menghampiri akuarium itu untuk melihat ikan-ikan yang cantik didalamnya. Soo Hyun mendekati Yi Hyun dan ikut melihat-lihat ikan itu. Lalu Yi Hyun berkata kalau ikan-ikan ini cantik. Soo Hyun malah berkata kalau Yi Hyun lebih cantik. Soo Hyun menyebut Yi Hyun dengan kata nak, membuat Yi Hyun protes dan bilang kalau dia bukan anak-anak. Yi Hyun bilang kalau sebenarnya Soo Hyun aja yang tingginya ga normal. Yi Soo tersenyum melihat mereka berdua.

Yi Hyun yang kesal, langsung beralih pada kakaknya dan berkata kalau dia akan membuatkan kakaknya spaghetti. Yi Soo bertanya apa Yi Hyun bisa membuatnya? Yi Hyun menjawab kalau itu gampang, dia meminta Yi Soo untuk menunggunya sebentar.
Saat akan melangkah ke dapur, Yi Hyun melihat teleskop yang sama seperti miliknya. Yi Hyun tersenyum pada Yi Soo dan berkata kalau selama ini ternyata dia sudah bersama Oppanya. Yi Soo mengangguk sambil tersneyum. (Senyum yang ini buat tambahan Es Buah, kayaknya sedep deh..^^)


Yi Soo ingin menyusul Yi Hyun ke dapur, namun tiba-tiba Soo Hyun berkata sesuatu, membuat Yi Soo berhenti dan memandang Soo Hyun. Soo Hyun berkata kalau dia mendapat informasi tambahan mengenai Byung Gi.


Sementara itu, Hae Woo terlihat bersama Joon Young. Hae Woo bertanya heran pada suaminya, kalau sepertinya jalan ini bukan menuju ke rumah sakit? Joon Young menjawab kalau ke rumah sakitnya nanti, sekarang dia ingin membawa Hae Woo ke suatu tempat dulu. Hae Woo bertanya kemana memangnya? Joon Young menjawab nanti Hae Woo juga bakalan tahu.


Kembali ke dua pria tampan itu ya.
Mereka sedang berbica dengan jarak sedikit lebih jauh dari Yi Hyun agar Yi Hyun ga mendengar. Soo Hyun meceritakan tentang yang dia ketahui tadi saat bersama Bang Jin dan Hae Woo. Soo Hyun bilang kalau dulunya Byung Gi adalah penyiksa professional, yang ditempatkan di Namyeoungdong selama 8 tahun. Yi Soo jelas kaget, dan bertanya apa itu artinya Byung Gi yang menyiksa Prof Kang? Soo Hyun menjawab sepertinya begitu. Yi Soo langsung mengelus lembut punggung Soo Hyun, sebagai tanda empatinya pada Soo Hyun.
Soo Hyun berkata kalau untuk hubungan dengan Chairman Jo, dia sampai sekarang belum bisa menemukannya.


Yi Hyun sibuk mencari sesuatu didapur. Tapi dia tidak menemukannya, sehingga Yi Hyun menghampiri Oppanya itu. Yi Hyun melihat dengan aneh Yi Soo yang sedang berbicara serius dengan Soo Hyun. Tiba-tiba Yi Soo menoleh dan tersenyum memandang Yi Hyun yang sedang menatap kearahnya. Dia mendekati Yi Hyun da bertanya apa ada yang bisa dia bantu? Yi Hyun mengangguk, dan berkata kalau dia ga bisa menemukan minyak zaitun. Yi Soo tersenyum dan menjawab kalau dia akan menemukannya untuk Yi Hyun. Setelah menemukan minyak zaitun yang ternyata ada di dalam kulkas, Yi Soo langsung menyerahkan minyak itu pada adiknya. Yi Hyun bertanya kalau bawang putih dimana? Yi Soo langsung mencari di kulkasnya, tapi ternyata tidak ada bawang putih.

Yi Hyun bertanya bagaimana dong? Apa Oppanya selalu kelaparan setiap hari? Yi Soo menggeleng dan bilang kalau dia makan di hotel kok, jadi Yi Hyun jangan khawatir.


Tiba-tiba Ponsel Yi Soo Berdering, dan saat Yi Soo melihat layar ponselnya, kalau penelponnya menggunakan nomer yang tidak terdeteksi. Yi Soo langsung melirik ke Soo Hyun, tapi kemudian dia beralih menjauh dari adiknya dan langsung menerima telepon itu. Diseberang sana terdengar suara Byung Gi yang bertanya apa Yi Soo masih mencarinya? Yi Soo langsung kaget begitu mengetahui itu Byung Gi, dia kemudian beralih ketempat yang lebih jauh lagi, agar Yi Hyun ga mendengar percakapannya.
Yi Hyun dan Soo Hyun hanya menatap heran pada Yi Soo.


Byung Gi yang ada di telepon umum berkata akan lebih bagus kalau Yi Soo berhenti saja sampai disini. Yi Soo menjawab kalau harusnya Byung Gi yang berfikir seperti itu. Chairman Jo mungkin ga akan segan-segan membunuh Byung Gi. Byung Gi tidak terpengaruh dan menjawab kalau diusianya yang sekarang dia sudah ga takut lagi akan kematian.
Yi Soo yang geram langsung berkata, kalau Byung Gi memang ga takut mati, kenapa Byung Gi ga datang padanya? Byung Gi berkata kalau dia Cuma ingin mengingatkan Yi Soo untuk segera berhenti disini. Agar Yi Soo ga menyesal nantinya. Yi Soo menjawab mantap,sebelum Byung Gi dihukum dengan pantas karena telah membunuh ayahnya, dia ga akan pernah berhenti. Hanya pada saat itu semua akan menjadi berimbang.

Byung Gi menjawab jika memang Yi Soo ingin menyeimbangkan semuanya, maka Yi Soo harus datang ke toko bukunya sekarang juga. Yi Soo bertanya apa maksudnya? Byung Gi berkata kalau Yi Soo harus melihat apa yang ada di laci bawah mejanya. Setelah itu Byung Gi langsung menutup telepon.


Yi Soo mendekati Soo Hyun dan Yi Hyun. Dia meminta maaf pada Yi Hyun karena sepertinya dia ga bisa makan Spaghetti buatan Yi Hyun hari ini, karena dia harus pergi.
Dia juga berkata kalau Yi Hyun ga perlu cemas. Yi Soo beralih ke Soo Hyun dan meminta agar Soo Hyun mengantar adiknya selamat sampai rumah.
Yi Hyun berpesan agar oppanya hati-hati.
Yi Soo tersenyum lalu mengangguk.


Sedangkan Joon Young sepertinya sedang ada di toko pakaian dan sedang memilihkan baju untuk Hae Woo. Joon Young mengambil satu dan melihatkannya pada Hae Woo lalu bertanya bagaimana menurut pendapat Hae Woo? Hae Woo menjawab kalau itu cantik. Dia sebenarnya masih bingung kenapa Joon Young tiba-tiba seperti ini.
Joon Young beralih ke baju lainnya, dan bertanya lagi pendapat Hae Woo. Hae Woo berkata kalau Joon Young bisa memilih satu yang Joon Young sukai, maka dia juga akan menyukainya. Joon Young menjawab kalau yang terpenting adalah yang Hae Woo sukai.Hae Woo membantah dan berkata kalau yang penting untuknya adalah bahwa Joon Young yang memilihkan untuknya.

Joon Young pun memilih satu baju, dan berkata kalau ini kelihatan cantik, bagaimana jika Hae Woo mencobanya? Hae Woo mengangguk sambil tersenyum.


Hae Woo keluar dari ruang ganti dengan penuh senyum pada suaminya. Dan Joon Young yang melihat Hae Woo berkata kalau baju itu sangat cantik jika Hae Woo yang memakainya.


Setelah itu, mereka berjalan-jalan berdua. Joon Young menggenggam tangan Hae Woo. Mereka berjalan dalam diam. Hae Woo masih bingung harus memulai dari mana apa yang ingin dia sampaikan pada suaminya ini. Tiba-tiba Joon Young memecah keheningan dengan bertanya haruskah mereka memiliki anak? Merekapun berhenti berjalan dan saling menatap, lalu Joon Young berkata kalau sulit bagi Hae Woo, maka setidaknya mereka memiliki satu anak saja.
Hae Woo ga menanggapi itu, dan berkata kalau ada yang ingin dia sampaikan pada Joon Young.
Joon Young meminta nanti saja. Hae Woo menjawab ga mau. Dia ga bisa menunggu nanti. Hae Woo tanpa menggubris ketidakinginan Joon Young, berkata kalau dia sudah bertemu Yi Soo.
Joon Young memejamkan mata, ternyata dia harus mendengar hal ini juga.

Hae Woo berkata kalau sebenarnya dari awal dia ingin memberitahukannya pada Joon Young, tapi rasanya tidak mudah. Joon Young berkata kalau Hae Woo ga perlu memberitahunya. Dia sudah tahu kalau Kim Joon adalah Yi Soo. Hae Woo jelas kaget. Joon Young berkata lagi, kalau dia ga ingin mendengar tentang Yi Soo lagi. Karena ga akan ada yang berubah diantara mereka. Hae Woo bertanya sejak kapan Joon Young tahu?
Joon Young balik bertanya apa itu penting kapan dia mengetahuinya?Yang terpenting adalah bahwa Yi Soo memperalat Hae Woo. Terlebih lagi, orang yang membuat ayahnya seperti sekarang adalah Yi Soo.

Hae Woo berkata kalau kecelakaan ayah mertua bukanlah perbuatan Yi Soo. Joon Young berkata dia paham sekali kalau Hae Woo kasihan pada Yi Soo. Tetapi dia sudah ga bisa lagi membiarkan Hae Woo terlibat lebih jauh dengan Yi Soo.
Hae Woo menjawab kalau itu bukanlah karena dia kasihan atau simpati pada Yi Soo.
Joon Young berkata kalau apapun alasannya, dia ga ingin mendengar tentang Yi Soo lagi.

Hae Woo hampir menangis berkata “Itu juga bukan berarti hatiku berubah untukmu, Oppa. Tetapi..aku tidak bisa meninggalkan Yi Soo sendirian di kegelapan.”

Joon Young membentak Hae Woo dan menyuruh Hae Woo untuk berhenti. “Tak peduli apa yang telah terjadi, tidak akan ada yang berubah antara kita.”
Joon Young langsung meninggalkan Hae Woo sendiri.


Joon Young yang berada di mobilnya, masih mengingat alasan Hae Woo yang tidak bisa meninggalkan Yi Soo sendirian di kegelapan.


Hae Woo tidak pulang ke rumah, atau menyusul suaminya ke RS. Dia memilih kembali ke kantor, dan berdiam dalam kegelapan kantornya. Dia sedih memikirkan bahwa Joon Young bahkan membenci Yi Soo, dan bersikap seperti tadi.


Hae Woo memilih ke keruangannya, dan dia menghidupkan lampu lalu saat Hae Woo menuju ke ruangannya, telepon di kantor itu Berdering. Hae Woo pun langsung mengangkatnya. Terdengar di seberang sana seseorang yang menanyakan Soo Hyun. Hae Woo menjawab kalau Soo Hyun sudah pergi, apa ada yang mendesak? Si penelpon menjelaskan kalau dia menelpon setelah mendapat pesan kalau Soo Hyun ingin bertanya tentang Kang Hee Soo. Hae Woo jelas kaget, dan bertanya apa penelpon ini adalah Psikolog yang menangani Kang Hee Soo?


Scene selanjutnya adalah Yi Soo yang sudah sampai di toko buku milik Byung Gi. Dia masih mendapati toko itu gelap, dan kosong. Yi Soo mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, dan mencoba membuka gembok itu dengan alat yang dibawanya. Yi Soo pun berhasil. Dia segera masuk ke dalam, dan menuju laci bawah seperti yang Byung Gi bilang di telepon tadi. Yi Soo meraba-raba dalam laci itu, lalu menemukan Sebuah buku. Yi Soo melihat-lihat buku itu. Lalu saat membuka-buka halamannya terjatuhlah sebuah foto. Tentu Yi Soo langsung mengambilnya.


Terkejutlah Yi Soo saat melihat foto itu. Dia melihatnya dengan lebih jelas, dan ternyata benar, di foto itu ada dua orang laki-laki, yang satu dia tahu adalah Byung Gi, dan yang satunya adalah pria yang sangat dia kenal, dan sangat berarti dalam hidupnya. Ya, pria di foto itu adalah ayahnya. Yi Soo jelas kaget, tidak menyangka ayahnya memiliki hubungan dengan Byung Gi, yang jelas-jelas dia tahu sudah membunuh ayahnya. Bagaimana ini bisa terjadi?


Yi Hyun mengucapkan terima kasih pada Soo Hyun karena sudah membantunya. Dia menyebut Soo Hyun dengan sebutan ahjussi. Soo Hyun berkata ayo luruskan dulu panggilan mereka. Yi Hyun bingung. Soo Hyun menyuruh Yi Hyun memilih salah satu, mau memnaggilnya nama saja, atau Oppa? Yi Hyun menjawab kalau dia ga suka kedua panggilan itu. Dengan lucunya Soo Hyun bilang kalau begitu panggil dia Soo Hyun Oppa. Bagaimana? Soo Hyun juga bilang kalau Yi Hyun bisa minta tolog lagi padanya. Yi Hyun senang mendengar kalimat terakhir itu.


Saat Yi Hyun sudah masuk ke dalam rumah, dan saat Soo Hyun akan masuk ke mobilnya, tiba-tiba ada yang menodongkan pistol dibelakang punggung Soo Hyun. Soo Hyun jelas kaget dan langsung melihat melalui kaca mobilnya, Byung Gi lah yang berdiri di belakangnya.


Hae Woo yang tadi mendapat telepon dari Psikolog Hee Soo,langsung mengajak sang Psikolog untuk bertemu. Mereka pun bertemu di suatu tempat, dan nama psikolog Hee Soo itu adalah Dr. Shin Min Joo. Hae Woo berkata kalau awalnya dia mengira Dr. Shin adalah nama seorang pria. Dr. Shin tersenyum dan bilang kalau banyak memang yang mengira begitu. Dr. Shin bertanya apa ada sesuatu terjadi pada Hee Soo? Hae Woo menjawab kalau Prof Kang sudah meninggal 12 tahun yang lalu. Prof kang tepatnya dibunuh. Dr. Shin jelas kaget. Hae Woo bertanya kalau dia dengar Hee Soo memiliki gangguan stress pasca trauma karena disiksa, seberapa burukkah itu?
Dr. Shin menjawab kalau Hee Soo adalah kasus terburuk dari semua klien yang dia miliki. Maka dia masih mengingatnya sampai sekarang. Dr. Shin bilang kalau dia berharap Hee Soo bisa hidup dengan baik.

Hae Woo dengan hati-hati bertanya apa nama penyiksa Hee Soo dulu adalah Choi Byung Gi?Dr. Shin menjawab kalau ga ada yang memakai nama asli di tempat itu. para penyiksa selalu menggunakan nama panggilan. Hae Woo kemudian bertanya apa ada nama panggilan yang Dr. Shin ingat? Dr. Shin menjawab tentu saja. karena sebagai psikolog Hee Soo tujuannya adalah untuk membuang ingatan Hee Soo BAYANGAN. Hae Woo bertanya apa bayangan itu adalah semua kenanagan buruk milik Kang Hee Soo karena disiksa? Dr. Shin menggeleng dan menjawab kalau BAYANGAN adalah nama penyiksa yang paling ditakuti Kang Hee Soo.


Sementara itu Yi Soo masih terpana dengan penemuan ini. Dia memandang lekat foto ayahnya itu yang sedang tersenyum lebar bersama Byung Gi disampingnya. Jelas ada perasaan kecewa di hatinya, dan perasaan ingin tahu yang teramat sangat.



Bersambung episode 18

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar