Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 20 (Tamat)


Part 1 kemarin berakhir saat Byung Gi yang meninggal di ruang interogasi karena pil yang diberikan Tae Woo, dan tentunya itu suruhan Snag Gook alias Yeong Bo.

Part 2

Hae Woo yang sudah dijalan, mendapatkan telepon dari Bang Jin tentang kematian Byung Gi. Hae Woo jelas kaget dan sangat kesal. Lagi-lagi mereka gagal. Berita itu tentu juga langsung sampai ke telinga Yi Soo, dan Yi Soo juga syok. Dia terpana ga menyangka kalau kejadiannya akan seperti ini. Lagi-lagi disaat semua akan berakhir, masih saja menemui kegagalan.




Hae Woo menemui Jae Myung di kedai pinggir jalan, Hae Woo bertanya apa Jae Myung ingin menemui dia karena artikel itu? Jae Myung menjawab kalau dia bahkan ga bisa menulis sebaris kalimatpun untuk artikel itu. Petinggi bilang kalau tidak ada bukti yang kuat, untuk mempublikasikan artikel tersebut. Dia tahu ini keputusan yang sulit bagi Hae Woo, tapi dia ga punya kekuasaan untuk itu. Dia berfikir untuk mempublikasikannya secara Online. Tapi sejujurnya dia juga sedikit takut.

Jae Myung melanjutkan kalimatnya, kalau dia juga berfikir akan mempublikasikannya di Koran, tapi itu akan membuat orang miskin banyak yang kehilangan pekerjaannya. Hae Woo megambil ponselnya dan langsung menelpon seseorang. Sebelum telepon tersambung, Hae Woo berkata pada Jae Myung kalau dia punya rencana lain.


Hae Woo dan Jae Myung berpindah ke tempat lain dengan seseorang yang sedang membaca dokumen itu di laptop. Hae Woo dan Jae Myung melihat itu dari tempat duduk mereka.
Ternyata pria itu adalah seorang hacker yang pernah membobol data internal kasus korupsi dan menyerahkan ke Jaksa.

Setelah Hacker itu selesai dia langsung mendekati Hae Woo dan Jae Myung. Hacker berkata kalau dia sudah membaca semuanya. Dia bertanya apa dia hanya perlu membuat dokumen itu tersebar luas pada semua orang?
Hae Woo bertanya apa Hacker itu benar-benar mau melakukannya? Hacker itu menjawab kalau hal seperti ini memang perlu diketahui oleh masyarakat. Hae Woo berkata tapi ini juga berbahaya. Mungkin Hacker itu akan mengalami kesulitan nantinya.

Hacker itu menjawab tenang saja jika dia yang melakukan maka ga akan ada yang bisa melacak alamat IPnya, jadi dia akan aman. Ditambah lagi rekannya kan seorang jaksa, jadi apa yang perlu dia khawatirkan? Jae Myung tertawa mendengar yang hacker itu katakan
Setelah itu mereka bertiga pun berpisah. Jae Myung ikut bersama si Hacker.


Ternyata saat Hae woo berbalik, sudah ada Joon Young dibelakangnya. Menunggu dan Hae Woo jelas kaget. Joon Young mendekati Hae Woo dan bertanya apa Hae Woo sudah menyiapkan mental untuk ini? Hae Woo hanya bertanya apakah yang dia lakukan ini memang benar? Apakah dengan membeberkan dokumen itu, bisa merubah dunia? Apakah orang-orang juga akan percaya? Joon Young menjawab itu terserah masyarakat, yang penting Hae Woo sudah melakukan yang terbaik sebisa Hae Woo, dan itu sudah cukup. Hae Woo tersenyum karena Joon Young menyemangatinya.


Han Yi Soo berada di ketinggian sebuah gedung. Dia hanya memandang apa yang terbentang di hadapannya dengan tatapan hampa.


Keesokan paginya, dunia maya dihebohkan dengan sebuah berita fenomenal. Orang-orang yang sedang memulai aktifitas mereka dan berselancar di dunia maya, mendapat email berisi artikel itu, dan tentu merasa tertarik. Artikel pembuka itu berbunyi.

“Cheon Yeong Bo. Kalian kenal siapa dia? Cheon Yeong Bo lahir di bulan februari 1951 di provinsi Gyengnam. Dia menjadi informan untuk Korea Utara”

Paragraf berikutnya berbunyi “Ada mayat yang dipotong dengan sabit. Dia juga melakukan pembunuhan massal, dan membakar sebuah desa.”

Artikel itu belum berakhir kalimat per kalimat masih menjadi lalapan untuk masyarakat yang haus akan kebenaran. (Haus? Aku juga..*Puasa Ay..^^*)

Diartikel itu tertulis pengakuan Yeong Bo yang bilang kalau dia adalah Jo Sang Gook.


Yi Hyun pagi ini juga, membaca berita itu di ponselnya, dan jelas sangat terkejut. Dia merasa itu mengerikan dilakukan dengan orang yang keliahatan ramah dan penyayang seperti Sang Gook.
Ny. Park juga ga ketinggalan membaca artikel tersebut. Ternyata ini kebenaran yang tersembunyi itu.


Sang Gook langsung ditemui staf kejaksaan di kediamannya. Sang Gook masih bisa berkelit kalau siapapun yang menulisnya, benar-benar bisa membuat cerita yang menarik. Staf kejaksaan tentu ga nyangka akan rekasi Sang Gook yang demikian.
Staf itu bertanya jadi maksud Snag Gook artikel itu tidak benar? Sang Gook menjawab “Dengar, kau tidak akan percaya dengan cerita konyol semacam itu kan?”

Staf tersebut menjawab bukan begitu maksudnya. Tapi, Sang Gook kan adalah figur yang snagat dihormati. Jadi tentu akan muncul banyak reaksi negatif dari masyarakat. Para petinggi politik juga mengkhawatirkan hal seperti itu.
Sang Gook menjawab kalau dia merasa ini bukan hanya masalah pribadinya saja. Tapi masalah nasional. Staf itu bisa bilang kalau cerita itu adalah cerita konyol yang menyedihkan, tapi keraguan dari yang lain tetap akan muncul. “Keraguan yang menimbulkan ketidakpercayaan. Ketidakpercayaan bisa diarahkan ke pemerintah saat ini ”

Staf tersebut tentu kaget mendengar kalimat Sang Gook. Kalimat yang seolah seperti ancaman. Sang Gook melanjutkan kalau seperti yang staf itu ketahui bahwa dia tidak hanya mendukung satu atau dua partai politik saja. “Jadi jika aku terluka, maka tanpa terkecuali lingkungingan politik akan kacau juga”

Staf itu terpaksa berkata kalau artikel itu memang hanya sebuah omong kosong yang menyedihkan saja, dan Sang Gook ga akan terluka karena itu. Sang Gook menjawab ya memang harus seperti itu. Apalagi karena cerita itu memang rekayasa.
Sang Gook masih berkata tapi, agar orang lain tidak menjadi korban sepertinya. Dia rasa harus adayang bertanggung jawab untuk masalah ini.
(Huwaa..pengen nyelupin dia ke kompor yang lagi masak air mendidih deh? Dari mana ceritanya dia bisa korban? *astaghfirullah nyebut Ay..*)

Staf itu mana bisa menolak, karena ancaman Sang Gook ga main-main.


Hae Woo yang sudah rapi pagi ini, mendapati kantong belanja dari salah satu toko terkenal ada di meja kamarnya, dan Hae Woo langsung melihat isi kantong belanja itu. Ternyata sebuah baju yang tentu dari suaminya.


Saat Hae Woo sudah siap, Joon Young yang menunggunya berkata kalau ada banyak reporter di depan rumah mereka. Joon Young memberi usul agar lebih baik mereka ga menemui para reporter itu. Hae Woo pun menyetujuinya.


Yeong Bo yang sedang ada diruangannya. Menelpon Tae Woo dan dengan marah bertanya apa Tae Woo belum juga bisa menemukan Han Yi Soo? Yeong Bo menyuruh Tae Woo untuk segera menemukan Yi Soo bagaimanapun caranya, dan segera habisi laki-laki itu.


Yi Soo sedang menikmati harinya dengan berada di salah satu restoran. Terlihat dia sedang menunggu seseorang. Ternyata Yi Soo menunggu Yi Hyun yang diantar oleh Soo Hyun hari ini. Yi Soo melambai senang saat melihat adiknya datang. Yi Hyun pun langsung tersenyum pada sang kakak.

Yi Soo memuji Yi Hyun yang snagat cantik hari ini. Yi Hyun menjawab tentu saja, dia kan selalu cantik. Yi Soo berkata kalau dia sudah pesan makanannya, ga apa-apa kan? Yi Hyun menjawab tentu saja ga apa-apa. Yi Hyun bertanya apa hari ini Oppanya menerima email yang aneh? Dia rasa yang dibicarakan artikel itu adalah Kakek Jo. Itu benar-benar cerita yang menyeramkan. Itu hanya spam kan? Tanya Yi Hyun
Soo Hyun dan Yi Soo hanya saling pandang. Belum menjawab pesanan Yi Soo datang, dan Yi Soo bersyukur karenanya.


Yi Hyun memakan spaghettinya dengan lahap, membuat Soo Hyun heran. Yi Hyun berkata kalau ini rasanya sangat enak. Yi Soo tentu tersenyum senang. Soo Hyun bertanya sepertinya Yi Hyun sangat suka Spaghetti? Yi Hyun menjawab kalau dia hanya suka Spaghetti saat dimakan bersama Oppanya. (Itu adalah Spaghetti pertama dan terakhir yang dimakan Yi Hyun bareng Yi Soo..sediihh..)
Tiba-tiba Yi Hyun mengeluarkan kameranya dan berkata kalau dia ingin berfoto bareng dengan Oppanya. Yi Soo lagi-lagi tersenyum manis menanggapi permintaan adiknya ini.


Yi Hyun langsung menyuruh Soo Hyun memotretnya bersama Yi Soo. Soo Hyun bertanya terus dia ga ikut foto? Yi Hyun menjawab kalau tugas Soo Hyun mengambil gambarnya bersama Oppa dengan hasil yang bagus. Soo Hyun cemberut.
Hahaha.

Soo Hyun lalu menyuruh Yi Hyun untuk berpose yang bagus, Yi Hyun menyarankan agar mereka berfoto dengan tanda V agar bagus. Yi Soo pun setuju. Soo Hyun langsung menjepret dan Yi Hyun protes kenapa Soo Hyun ga menghitung satu dua tiga dulu?
Soo Hyun menjawab kalau hasilnya bagus kok, kemudian Yi Hyun langsung melihat foto itu dan mengirim ke ponsel Hae Woo.


Hae Woo yang mendapat kiriman gambar itu tentu tersenyum senang melihat Yi Soo bersama dengan Yi Hyun. Lalu tiba-tiba Bang Jin menelponnya, dan Hae Woo tentu langsung menerima panggilan itu.


Bang Jin berkata kalau hasil otopsi Byung Gi sudah keluar dan itu adalah racun yang sama untuk membunuh Han Young Man dan juga detektif Oh. Hae Woo bertanya apa mungkin Bang Jin juga akan ditegur karena kasus ini?Bang Jin menjwab kalau dia ga keberatan ditegur ratusan kali, tapi dia kecewa karena mereka kehilangan satu-satunya saksi.
Hae Woo berkata kalau itu berarti mereka harus mencari bukti yang lain. Bang Jin bilang kalau toko buku itu sudah diperiksa secara keseluruhan dan tidak ditemukan apapun.
Bang Jin bilang kalau ditempatnya semua tampak kacau, bagaimana ditempat Hae Woo. Hae Woo menjawab kalau dari luar semuanya terlihat tenang.


Di kediaman Sang Gook palsu sudah ramai oleh wartawan yang menunggu tanggapan dari si empunya rumah. Jae Myung juga terlihat ada disana. Saat Sang Gook keluar semua wartawan fokus pada sang Gook, dan siap untuk mengajukan pertanyaan.
Wartawan meminta agar Sang Gook menjelaskan kepada mereka apa yang sebenarnya. Wartawan juga meminta agar Sang Gook membuktikan jika artikel itu palsu. Sang Gook ditemani sang putra Eui Sun.

Sang Gook dengan tenang berkata agar berita seperti itu tidak perlu digubris. Alasan dia keluar untuk menyambut para wartawan adalah karena wartawan sudah datang dari jauh-jauh ke rumahnya. Untuk menyatakan ketegasan mengenai keyakinannya dia ingin mendonasikan seluruh kekayaannya di Hotel Gaya pada masyarakat. Eui Sun jelas kaget.


Hae Woo yang masih ada di kantornya mendapat paket dari tempat dimana neneknya berada dulu. Paket yang dijanjikan orang yang sudah mengurus neneknya dengan baik.
Hae Woo langsung membuka paket itu dan ternyata memang berisi barang-barang neneknya yang Cuma segelintir saja.


Kembali ke rumah Sang Gook. Jae Myung yang berada di barisan depan bertanya apa Sang Gook sudah memikirkan bahwa dengan niat Sang Gook yang ingin mendonasikan seluruh kekayaan dari Hotel Gaya akan terlihat seperti sebuah upaya untuk menenangkan rumor tentang Cheon Yeong Bo ini?

Snag Gook tidak terpengaruh dengan pertanyaan itu dan menjawab kalau niatnya untuk mendonasikan hartanya sudah dipikirkan sejak lama dan prosesnya pun sudah dimulai.
Jae Myung bertanya lagi, kalau isi Email itu cukup rinci, apa Sang Gook punya bukti untuk membantah isi email tersebut? Sang Gook mulai kesal dan menatap Jae Myung dengan tajam. Dia menjawab kalau dia memang ga punya bukti untuk itu, itu semua karena terjadi kekurangannya.


Hae Woo yang mendapat paket itu, langsung melihat isi didalamnya. Dia menemukan sepasang cincin dan dia yakin itu cincin nikah nenek dan kakeknya. Hae Woo kemudian beralih ke benda lainnya, kali ini dia mengambil sebuah bingkai foto dimana ada ayahnya dan juga kakek neneknya disana. Foto yang sama seperti yang dia lihat di album foto milik kakeknya dulu.


Di sela-sela Hae Woo melihat benda peninggalan neneknya itu, Sang Gook masih berkata dengan topeng busuknya. “selama hidupku, aku pasti pernah menyakiti orang lain, yang tidak aku sadari. Dan melakukan dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Orang yang membuat dan menyebarkan fitnah itu, pasti memiliki dendam padaku. Sebenarnya kejadian ini menjadi kesempatan bagiku, untuk merenungkan perjalanan hidupku.”

Jae Myung yang mendengarkan hanya tersenyum sinis mengetahui kebusukan Sang Gook. Dia tahu ini percuma saja ternyata. Seorang wartawan bertanya apa sang Gook akan menutup saja kasus ini? Sang Gook menjawab karena ini termasuk pencemaran nama baik, maka dia akan meminta jaksa yang memprosesnya. Tapi jika pelakunya sadar dan meminta maaf dengan tulus. Dia akan betul-betul memaafkannya. (Iya, tapi dibunuh dulu kan kek..?-_-)


Mata Hae Woo tiba-tiba terbentur pada sebuah benda yang menurutnya unik milik neneknya. Dia mengambil benda kecil itu. Melihatnya dari dekat, saat Hae woo mencoba memutar-mutar kepala dari benda itu, tiba-tiba bisa berputar, dan Hae Woo jelas merasa aneh. Dia terus memutar bagian kepalanya sehingga akhirnya terbuka, dan menyembullah sebuah lipatan kertas. Hae Woo menarik lipatan kertas itu, dan terkejut kalau ini seperti sebuah foto


Hae Woo membukanya perlahan dan ternyata itu sebuah foto usang dan sangat mengerikan. Foto seorang pria diantara banyak orang mati disekitar pria itu.

Kembali lagi terdengar suara Sang Gook yang berkata “Hidup ini terlalu singkat jika itu untuk berbagi kasih dengan orang lain. Aku tidak punya banyak waktu tersisa untuk hidup dengan membenci orang lain. ”

Hae Woo terpana menyaksikan foto itu dan dia yakin inilah bukti konkret untuk menangkap Kakeknya. Inilah bukti kalau kakeknya adalah Cheon Yeong Bo.


Han Yi Soo sedang mengemudikan mobilnya, dan tiba-tiba Soo Hyun menelpon. Soo Hyun sedang mengantar Yi Hyun pulang. Yi Soo bertanya apa Yi Hyun dan Soo Hyun baik-baik saja dalam perjalanan? Soo Hyun menjawab kalau Yi Hyun sangat capek sehingga tertidur setelah mereka keluar dari bioskop tadi. (Eciiyeee..yang habis nonton..pengen ngasah golok deh..aku ga diajak..hihihi..)

Yi Soo berkata walaupun Yi Hyun ga bilang, tapi dia tahu Yi Hyun khawatir padanya. Soo Hyun membenarkan dan bertanya Yi Soo mau kemana? Yi Soo menjawab kalau permintaan terakhir Byung Gi terus mengganggunya. Dia ga tahu apa maksudnya, tapi sepertinya dia tetap harus kesana. Yi Soo meminta kalau Soo Hyun sudah sampe tolong hubungi dia lagi.


Soo Hyun tersenyum melihat Yi Hyun yang terlelap, dan langsung membelai rambut Yi Hyun.


Yi Soo menemui istri Byung Gi, wanita tua itu hanya menatap kosong tanpa menyadari Yi Soo di depannya. Yi Soo menyapa istri Byung Gi, dan berkata kalau dia datang kesini atas permintaan suamimu untuk memberikan hadiah ulang tahun.
Yi Soo berkata kalau ini kalung, dan membuka kotak tersebut.
Istri Byung Gi menerimanya, dan melihat kalung itu.

Istri Byung Gi tersenyum dan Yi Soo membalas senyum itu, dia langsung mengeluarkan liontin kalung yang dia pakai, yang ternyat sebuah kunci. Yi Soo jelas kaget.
Yi Soo keluar sambil membawa kunci yang menjadi liontin di kalung istri Byung Gi. Yi Soo yakin ini petunjuk untuk sesuatu yang penting.


Soo Hyun sudah sampai di depan rumah Yi Hyun dan akan membangunkan Yi Hyun. Soo Hyun berkata “hai anak kecil, ayo bangun”

Tak ada respon, membuat Soo Hyun mengguncang-guncangkan tubuh Yi Hyun, dan mulai panik saat Yi Hyun masih diam. Soo Hyun langsung mengecek nadi di leher Yi Hyun, dan dia tahu ada sesuatu yang ga beres pada Yi Hyun, sehingga Soo Hyun langsung melajukan mobilnya ke Rumah sakit.


Yi Soo yang mendapat kabar adiknya tak sadarkan diri langsung ke rumah sakit. Dia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Yi Hyun nya itu.


Dokter menjelaskan pada Bang Jin dan Young Joo, ada Soo Hyun juga tentunya kalau Yi Hyun menderita Hepatitis Autoimun. Ada masalah dengan sistem kekebalan tubuh Yi Hyun, dan itu termasuk penyakit yang kronis.
Bang Jin bertanya kalau putrinya tetap akan baik-baik saja kan? Dokter menjawab kalau dia akan memberikan obat-obatan pada Yi Hyun, namun itu jelas hanya untuk sementara saja. Hanya ada satu cara untuk Yi Hyun sembuh, yaitu mendapatkan cangkok hati. Young Joo berkata kalau dia akan melakukannya. Dia yakin hatinya sehat.

Dokter menjawab kalau ga ada dari keluarga yang cocok, maka mereka harus menunggu hati dari orang yang otaknya sudah mati. Ini jelas membuat syok keluarga kecil itu tak terkecuali Soo Hyun. Young Joo bahkan dengan sedih bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang? (Ya ampuun ibu tiri yang baiknya banget ya..ikut terharu..)


Yi Soo smapai dan langsung mendekati Bang Jin serta yang lainnya. Dia melihat Young Joo yang menangis di pelukan Bang Jin. Yi Soo takut kalau itu berita buruk. Dia berjalan mendekati Bang Jin serta istrinya. Yi Soo berkata apa yang terjadi? Tolong beritahu dia. Bang Jin melihat Yi Soo.


Hae Woo juga langsung menjenguk Yi Hyun, begitu mendapat kabar itu.
Dia masuk ke ruang perawatan Yi Hyun, dan mendapati Young Joo menunggu disana. Yi Hyun terlihat masih terpejam. Young Joo berkata kalau dia sudah bertemu kakaknya Yi Hyun.


Yi Soo dan Bang Jin ada di luar rumah sakit. Bang Jin mengucapkan terima kasih pada Yi Soo. Yi soo tersenyum menjawab kalau Yi Hyun adalah adiknya jadi wajar dia melakukan hal ini. Bang Jin berkata kalau dia malu pada Yi Soo. Seharusnya dia membawa Yi Hyun ke rumah sakit dari dulu.

Yi Soo mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Kunci yang dia dapat di liontin istri Byung Gi. Bang Jin tentu heran. Yi Soo hanya berkata kalau mungkin ini bukti yang ditinggalkan Byung Gi untuk mereka.

Yi Soo berdiri dan akan pergi, tapi kemudian dia berkata kalau dia akan mengurus sesuatu dulu. Bang Jin bertanya apa itu berbahaya? Yi Soo menjawab tenang saja, karena tubuhnya sekarang adalah sesuatu yang berharga makanya dia akan hati-hati. (Yi Soo akan mencangkokkan hatinya untuk Yi Hyun..)

Yi Soo juga berkata “Saat Yi Hyun keluar nanti, aku akan menemuimu di kantor polisi. Aku sendiri yang bertanggung jawab atas pembunuhan Jung Man Chul. Soo Hyun sama sekali tidak terlibat.”


Ternyata Yi Soo menemui Yoshimura. Yoshimura berkata kalau dia bersyukur Yi Soo masih hidup. Yi Soo menjawab kalau dia juga merasa hal yang sama. Yoshimura bertanya setelah seluruh dunia mengetahui dokumen itu namun Sang Gook maish bertahan, apa artinya rencana balas dendam Yi Soo gagal?

Yi Soo menjawab kalau itu balas dendam Yoshimura lah yang gagal sebenarnya, bukan balas dendamnya. Yoshimura bertanya apa maksud Yi Soo? Yi Soo mengeluarkan sesuatu yang dia bawa, sebuah dokumen yang ditaruh Yi Soo dimeja dan tentu mengejutkan Yoshimura.

Yi Soo berkata kalau ini adalah siaran pers yang akan mengumumkan bahwa semua keuntungan hotel Giant di Seoul akan di donasikan untuk korban penyiksaan. Yoshimura bertanya semua keuntungan, apa maksudnya? Yi Soo menjawab kalau hotel Giant di Seoul adalah tanggung jawabnya, dan dia juga yang menandatangani semua itu. Dia menugaskan sekretaris Jang untuk mengoperasikan dana ini, dan siaran persnya sudah dikirim ke media massa.

Yoshimura dengan sinis bertanya apa Yi Soo pikir dia akan diam saja menyaksikan hal ini? Yi Soo dengan mantap menjawab dan membeberkan dana-dan rahasia milik Yoshimura dan juga para politisi di Jepang, dan juga beberapa kejahatan dimana Yoshimura terlibat didalamnya. Yoshimura jelas kaget. Tak percaya.
Yi Soo tersenyum lebar dan bilang kalau dia meninggalkan semua informasi itu pada seorang kenalannya di Jepang.

Yoshimura bertanya apa Yi Soo mengancamnya? Yi Soo hanya tersenyum sambil menatap Yoshimura tajam dan menjawab kalau dia belajar ini semua dari Yoshimura. Jika sampai terjadi sesuatu pada Young Hee atau dirinya, maka informasi itu akan segera dikirim ke kejaksaan Jepang. Yoshimura geram dan hanya mampu memegang lengan kursinya erat. Mencengkeramnya, tanda dia kesal dengan Yi Soo.

Sebelum pergi Yi Soo berkata kalau dia merasa berterima kasih untuk semua yang dilakukan Yoshimura untuknya, terutama karena telah menyelamatkan hidupnya.
Yi Soo bahkan menundukkan kepalanya, lalu setelah itu berlalu pergi.


Bang Jin dan detektif Na masuk ke toko buku milik Byung Gi. Detektif Na berkata kalau mereka sudah mencari kemana-mana tapi ga ada yang bisa dijadikan bukti disini. Tiba-tiba Bang Jin melihat sebuah kotak di lantai yang dengan gembok yang sudah terbuka. Bang Jin mencocokkan kunci yang Yi Soo beri dengan gembok itu dan ternyata pas. Bang Jin beralih ke kotak kayu itu yang sudha terbuka dan terlihat kosong. Tapi alarm detektif Bang Jin tentu langsung menyala, dia mencoba mengetuk-ngetukkan tangannya ke dasar kotak itu, mungkin ada tempat rahasia di dalamnya. Dia juga meraba bagian bawah kotak itu. Bang Jin yakin ada sesuatu yang disimpan di dalamnya.
Bang Jin pun mengambil pisau dan membuka dasar kotak itu lalu terlihatlah dua buah benda. Satu buku catatan dan satunya alat perekam. Bang Jin mengambil keduanya.


Yang pertama Bang Jin ambil adalah buku catatan itu dan melihat isinya. Detektif Na dibelakang juga ikut melihat. Detektif Na berkata sepertinya ini buku transaksi. Kemudian Bang Jin langsung menyerahkan buku itu pada detektif Na dan beralih mengambil rekaman itu. Bang Jin langsung menyalakannya untuk mendengar ada apa di balik rekaman ini.
Terdengarlah suara Jo Sang Gook, yang sedang menelpon Byung Gi saat berencana akan membunuh detektif Oh memakai cara yang sama dengan kematian Jung Man Chul.


Di layar-layar TV terpampang foto Cheon Yeong Bo yang tengah berdiri disekumpulan mayat di sekitarnya. Mayat-mayat yang mati karena perbuatannya.

Pejalan kaki yang kebetulan melihat berita itu di jalan merasa tertarik dan mendengar serta melihat tentang berita Cheon Yeong Bo lebih jelas.
Pembaca berita berkata “Sebuah kebenaran akhirnya terungkap, yang membuat seluruh negeri tercengang, dan politisipun tegang karena kritik yang muncul. Mengenai fakta tentang Cheon Yeong Bo. Setelah memperoleh bukti yang kuat atas tuduhan memerintahkan pembunuhan, kantor kejaksaan mengeluarkan perintah penahanan bagi Chairman Jo Sang Gook.”


Sementara itu Yi Soo sedang menunggui Yi Hyun. Yi Soo jelas sedih melihat kondisi adiknya. Dia kemudian memegang erat tangan Yi Hyun dan berharap Yi Hyun cepat sembuh.


Orang-orang kejaksaan mendatangi kediaman Sang Gook, dan memperlihatkan surat penangkapan untuk Sang Gook pada Eui Sun yang kebetulan berada di rumah. Eui Sun tentu kaget.


Sang Gook dengan geram ada diruangannya. Wajahnya sangat terlihat marah. Diluar pintu terdengar petugas kejaksaan yang berkata kalau dia ditahan atas perintah pembunuhan, dan jika dia tidak membuka pintu maka orang-orang itu akan masuk dengan paksa.

Sang Gook membuka laci mejanya, dan mengambil pistol yang tersimpan disana. Dia berfikir daripada malu karena kasus ini, lebih baik dia mati bunuh diri. (Bagus itu kek..tumben otakmu sehat.)

Tapi ternyata saat dia menekan pelatuk pistolnya, otaknya masih baik-baik saja. Isi didalamnya belum berceceran menandakan dia masih hidup. Sang Gook jelas kaget, bagaimana bisa? Bukankah pistol ini sudah berisi peluru.


Ternyata Ny. Parklah yang mengambil dan mengosongkan peluru di pistol Sang Gook.(Bete ah aku..bagusan juga dia mati kayak gitu.)
Ny. Park sudah tahu kalau Sang Gook akan nekat melakukan hal ini.


Sang Gook akhirnya keluar dikawal oleh orang-orang kejaksaan. Di depan rumah, sudah banyak wartawan menunggu termasuk Jae Myung. Para petugas langsung mengantar Sang Gook kemobil, dan tidak mempedulikan para wartawan itu. Tapi saat akan masuk ke mobil, Sang Gook dengan percaya diri memandang para wartawan itu dan Jae Myung meminta Sang Gook mengucap kata-kata terakhir karena masyarakat snagat terkejut atas tindakan brutal yang Sang Gook lakukan daripada masalah tentang perintah pembunuhan ini. Sang Gook yang memang ga tahu malu, dengan geram menjawab “Aku..hidup untuk negeri ini. Hanya itu yang ingin aku katakan”
(Masih aja negeles ini kakek..hadehhh..cupcake deh aku liatnya..*Eh maksudnya capek..makanan lagi yang diinget..-_-*)


Ny. Park membawa sebuah kotak yang langsung diberikan pada Eui Sun. Eui Sun tengah berduka karena ayahnya ditangkap. Saat melihat kotak itu, Ny. Park berkata kalau Hae Woo yang menyuruhnya memberikan ini pada Eui Sun. Kotak ini berisi barang milik ibu Eui Sun.

Eui Sun tentu langsung membukanya dna melihat benda-benda peninggalan ibunya itu. Eui Sun menatap foto ibunya. Wanita yang sangat dicintainya itu. Eui Sun langsung menangis sambil memanggil-manggil ibunya.


Hari ini Hae Woo membereskan smeua barang-barang miliknya di kantor. Dia tahu dia sudah tidak bisa lagi menduduki posisi ini. Walau dia sedih, Tapi dia cukup merasa senang, karena kebenaran akhirnya terungkap sudah. Ini melegakannya.
Rekan Hae Woo tentu melihat itu dengan perasaan tak rela.

Hae Woo membuka kotak di laci meja kantornya, dan didalamnya terdapat satu kotak lagi yang berisi kalung Hiu ukirannya untuk Yi Soo dulu. Kalung yang penuh kenangan dan cinta. Hae Woo mengambil dan melihatnya dari dekat.
Mengingat kembali semua kenangan dan bahkan luka yang Yi Soo terima atas ulah keluarganya.

Disela-sela itu, tuntutan atas Sang Gook mulai dibacakan. Penyelidikan atas kasus pembunuhan dan terkait dokumen akan dilakukan secara terpisah.


Young Hee juga menatap sedih meja atas nama Kim Joon di kantor CEO nya itu. Dia mengelus-elus lembut papan nama Kim Joon dengan perasaan sayang. Dia juga tersenyum senang karena usaha Kim Joon bertahan hidup sejauh ini berhasil. Kebenaran yang selama ini disimpannya akhirnya terkuak.

Masih terdengar suara terkait pemberitaan Sang Gook, yang berkata kalau Komunitas Meluruskan Sejarah Kita juga akan menelusuri lagi lebih jauh terkait tindakan Pro Jepang dan pengkhianatan Sang Gook atau Cheon Yeong Bo.
Sejarah akan dilurusakan dan keadilan sosial akan dibentuk. Komunitas itu juga akan melakukan kampanye dan mengumpulkan tanda tangan dari 10 juta orang.


Masih di hari itu, banyak petugas jaksa lainnya terkait penyelidikan Sang Gook, yang menggeledah kantor Sang Gook, dan mengambil barang-brang yang sekiranya bisa jadi bukti.
Disela-sela penggeledahan itu bacaan atas dakwaan Sang Gook masih terdengar kalau organisasi masyarakat lainnya yang mendukung menjadi banyak, dan membuat pernyataan jika keturunan para pejuang gerakan kemerdekaan dan 20 organisasi nasional lainnya, setuju untuk dilakukannya penyelidikan ulang atas kasus Pro Jepang yang dilakukan Sang Gook. Ada Joon Young yang melihat jalannya penggeledahan.


Yi Soo terlihat bahagia jalan bersama bergandengan tangan dengan Yi Hyun, walau itu hanya disekitar rumah sakit. Mereka tersenyum bahagia.

Masih berlanjut kalimat untuk kasus Sang Gook yang fenomenal ini, kalau para pejuang kemerdekaan hidup dalam garis kemiskinan, sementara orang-orang yang pro Jepang bergelimang kemewahan dengan dana dari pemerintah. Masyarakat akan mengadakan upacara lilin di Gwanghwamun Plaza di Seoul. Untuk memeprbaiki kenyataan yang memalukan ini Chairman Jo harus menjalani sidang dengan ketat dengan dakwaan yang keras.


Sang Gook di sel nya duduk bersila, sangat marah dengan akhir seperti ini. Paling tidak Yi Soo tetap harus mati menemani kehancurannya.


Hae Woo yang sudah mengemasi barangnya sedang memasukkan barang-barang itu ke dalam bagasi mobilnya. Lalu Yi Soo menelpon dan mengajak Hae Woo bertemu. Sebelumnya Yi Soo bilang kalau operasi Yi Hyun akan dilakukan lusa. Dia ingin bertemu Hae Woo karena ada sesuatu yang ingin dia katakan. Jika bukan hari ini maka mungkin dia ga bisa memberitahu Hae Woo lagi. (Firasat kalau dia mau mati ya..)
Hae Woo pun menyetujuinya dan bilang kalau dia juga punya sesuatu yang ingin dikatakan pada Yi Soo. Dia juga bilang kalau bukan hari ini mungkin dia juga ga bisa memberitahu Yi Soo nanti.


Hae Woo berangkat menuju tempat janjiannya dengan Yi Soo. Sedang Yi Soo sudah ada ditempat mereka bertemu dan sedang menunggu Hae Woo.
Yi Soo kemudian melihat Hae Woo yang sudah akan sampai, diapun senang. Yi Soo tidak menyadari jika sudah ada pistol dibelakang kepalanya. Yi Soo pun berhenti melangkah. Tae Woo lah yang menodongkan pistolnya di tengkuk Yi Soo.


Yi Soo kaget tentu saja, dia tahu kali ini dia tidak bisa menghindar atau melawan. Yi Soo hanya menoleh sedikit dan saat itu Tae Woo menarik pistolnya, membuat peluru itu menembus tengkuk Yi Soo.
Darahpun muncrat keluar dari belakang leher Yi Soo. Tubuhnya pun limbung, dan terjatuh langsung ke tanah.
Hae Woo yang sudah dekat mendengar suara tembakan. Dia tentu terkejut. Sedang Yi Soo sebelum tubuhnya ambruk ke tanah, dia melihat Hae Woo yang panik mencari sumber tembakan itu.


Hae Woo berlari, sedang Tae Woo langsung meninggalkan TKP setelah yakin jika Yi Soo pasti mati kali ini. Hae Woo melihat tubuh Yi Soo tergeletak langsung menghampirinya. Dia mulai menangis melihat Yi Soo terkapar. Memanggil –manggil nama Yi Soo, ditengah nafas Yi Soo yang sudah mulai putus-putus.


Suara Yi Soo bergetar mencoba bertahan. Dia berkata “Aku..aku harus hidup Hae Woo..”
Hae Woo meminta Yi Soo jangan bicara. Yi Soo berkata “Yi Hyun..”
Lalu kemudian tangan Yi Soo pun terkulai lemas dna matanya terpejam. Hae Woo memanggil-manggil nama Yi Soo berulang kali. Menangis tak percaya.


Sementara itu di penjara si kakek Iblis itu tertawa puas mengetahui kalau suruhannya berhasil melenyapkan Yi Soo. Pengganggu yang menghancurkan hidupnya, dan membuatnya terpuruk seperti ini. Ini balasan yang setimpal menurutnya untuk Yi Soo ditengah kehancurannya.


Hae Woo berdiri di ruang kakeknya, memandang ke sekeliling ruangan. Mengingat bahwa kakeknya dulu ada di kursi itu, walau dia sedih, namun itulah ganjaran yang pas untuk semua yang kakeknya lakukan.


Yi Hyun yang akan masuk ruang operasi, bertanya dimana Oppanya? Bang Jin yang menemani Yi Hyun ga mungkin memberitahu kondisi Yi Soo saat ini, dan hanya bilang kalau Yi Soo akan datang setelah operasi selesai. Yi Hyun menjawab kalau dia jadi kecewa. Young Joo ga sanggup mendengar itu dan hanya bisa menangis. Bang Jin menggelengkan kepalanya tanda kalau Yi Hyun ga boleh kecewa pada kakaknya itu. Dia bilang kalau Yi Soo adalah orang yang paling mengkhawatirkan Yi Hyun lebih dari siapapun. (Aku nangis terus nih di menit-menit akhir ini..)
Yi Hyun kan nanti bisa bertemu Oppanya. Yi Hyun mengangguk dan tersenyum. Kemudian dia beralih ke ibunya, meminta ibunya ga perlu terlalu khawatir padanya.


Sementara itu Hae Woo ada di ruang perawatan Yi Soo. Menatap Yi Soo yang terpejam, menanti saat untuk mendonorkan hati milik Yi Soo pada Yi Hyun. Hae Woo mengingat kalimat dokter yang bilang kalau ini adalah keajaiban dimana Yi Soo masih bisa bertahan hidup. Tapi dia tahu kalau ini bukanlah keajaban melainkan karena tekat kuat Yi Soo. Hae Woo mulai membelai wajah Yi Soo. Menyentuh pipinya, hidungnya. Kemudian menyentuh lembut bibir Yi Soo. Bibir yang pernah mengecupnya.
Hae Woo kemudian membungkuk, mendekatkan bibirnya pada bibir Yi Soo. Ciuman kali ini tanpa balas dari Yi Soo

“Yi Soo bertahan hidup sekuat tenaga dan berkata padaku..untuk menyelamatkannya, dan untuk melepasnya. Dan melakukan apa yang bisa aku lakukan sekarang.”

Hae Woo kemudian berkata “Aku mecintaimu..Yi Soo”


Yi Soo mulai didorong untuk masuk ke ruang operasi. Operasi cangkok hati untuk Yi Hyun. Karena itulah dia bertahan.
Ada Dong Soo disana yang menggenggam erat tangan CEOnya itu. Dia menangis melihat keadaan Bosnya itu. (Dia udah tahu belum ya itu Yi Soo..?)

Joon Young dan Soo Hyun juga terlihat sedih. Tidak ada Young Hee disana. Ketiga pria itu menangis karena mereka menyayangi Yi Soo. Soo Hyun apalagi wajah imutnya berlinang air mata tahu bahwa Hyung nya akan meninggalkannya. Keluarga satu-satunya yang selama ini membantu dan melindunginya.


Hae Woo masih di kamar Yi Soo, dia tidak sanggup mengantar Yi Soo ke ruang operasi. Dia hanya melihat jam, dimana sebentar lagi operasi itu akan selesai dan berarti selesai juga untuk Yi Soo bertahan hidup. Saat itulah, Hae Woo menangis. Dia tahu dia telah kehilangan Yi Soo.


Adegan selanjutnya. Terlihat Hae Woo berada di laut luas. Berjalan membasahi kakinya yang telanjang. Dia memandangi laut itu, tahu bahwa Yi Soo sangat menyukai laut dan juga Hiu. Hae Woo berjalan semakin ke tengah. Dia memandangi ukiran Hiu yang pernah dia buat dan tentu untuk Yi Soo.


Kemudian Hae Woo berkata seolah dia berkata pada Yi Soo “Sekarang..kau bisa bernafas dalam kedamaian Yi Soo..”

Setelah itu Hae Woo menghanyutkan kalung Hiu tersebut ke laut, membiarkannya terbawa arus, dan pergi jauh. Sebagai tanda bahwa dia mengikuti keinginan Yi Soo untuk melepas kepergian Yi Soo.


TAMAT


Tidak ada komentar :

Poskan Komentar