Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 6 part 2

Hae Woo masih gamang dengan semua ini. Apakah yang dipikirkannya benar, bahwa ayahnya mungkin saja terlibat dalam kasus ini.
Part 2
Yi Hyun mencari ayahnya, dia membuka pintu ruang kerja ayahnya, dan mendapati ayahnya tidak ada. Diapun masuk ke dalam, dan mencari apa yang dia butuhkan. Saat itulah mata Yi Hyun melihat sebuah lembaran kertas di meja ayahnya. Terkait kasus Yi Soo kakaknya. Terlihat beberapa foto saat kakaknya dinyatakan meninggal. Foto darah, dan sebuah kunci.

Yi Hyun melihat dengan jelas foto kunci itu. Dan dia merasa ada yang janggal. Saat itulah Bang Jin masuk dan terkejut melihat anaknya membaca laporan kasus Yi Soo. Dia segera mendekat dan bersiap merebut laporan itu, namun Yi Hyun melarangnya. Dia bergumam ada yang aneh?
Bang Jin malah menyuruh Yi Hyun segera tidur, karena itu termasuk cara menjadi cantik. Haha..

Yi Hyun berkata sebentar sambil terus memandang foto kunci itu.
Bang Jin menjadi heran melihat Yi Hyun menatap heran pada laporan itu.



Bang Jin bertanya apanya yang aneh? Yi Hyun bingung dan malah bertanya apa ini? Apa ini kunci yang dimiliki Oppanya?
Kemudian ingatan Yi Hyun kembali saat dia masih kecil, dimana dia menemukan kunci do kotak music pemberian ayahnya, dan saat itu dia jelas-jelas melihat angka 22 yang tertera di kunci itu, bukan 14.

Yi Hyun menjelaskan itu pada ayahnya, dan Bang Jin ikutan bingung. Dia bertanya apa Yi Hyun yakin dan tidak sedang bingung? Yi Hyun menjawab dia yakin sekali, karena angka 22 adalah angka keberuntungan ayahnya dulu. Ayahnya sendiri yang bilang, karena ayahnya menganggap angka 22 adalah nomer yang bersahabat karena seperti dua orang yang sedang berjalan bersama. Yi Hyun bilang kalau dulu waktu kecil dia berfikir, ayahnya menaruh kunci dengan nomer itu di kotak musiknya karena ingin agar dia juga beruntung.
Bang Jin bertanya sekali lagi, apa Yi Hyun yakin. Yi Hyun mengangguk mantap dan menjawab dia yakin.


Yi Soo sedang menikmati kesendirian di apartemennya. Dia duduk di sofa, dengan kunci loker nomer 22 itu.


Flashback

Malam itu, Yi Soo memandangi dokumen di tangannya. Dia kemudian berfikir, lalu mengeluarkan kembali isi dokumen itu dan merobek salah satu halamannya, melipat sobekan itu lalu memasukkannya ke loker dengan nomer 14.

Saat akan meninggalkan loker itu, Yi Soo kembali lagi, dia menuju loker nomer 22, dan memasukkan koin disana agar loker itu bisa terkunci dan dia mengambil kunci loker 22 itu, lalu menggenggamnya erat.

Sepertinya malam itu, loker nomer 14 hanya tipuan saja. Dia berfikir kalau jika terjadi sesuatu yang buruk padanya maka orang akan tertipu dengan isi di loker nomer 14 itu.
Sedangkan yang asli, adalah di nomer 22 ini.



Flashback End

Kunci yang sedang Yi Soo pegang saat ini adalah kunci loker nomer 22. Yi Soo menggenggam erat kunci itu ditangannya yang mengepal. Dia bergumam “Dimana itu?”

Apa maksudnya kunci nomer 14 yang ternyata telah hilang?


Hae Woo diruang kerjanya sedang serius menulis pada sebuah kaca, mungkin dia sedang menganalisa kasus ini. Merincinya kembali dari awal. Dia menulis “Han Yi Soo--Mati”


Sang Deuk yang masih di ruang kerjanya terlihat sedang berbicara dengan seseorang ditelepon. Dia berkata kalau hanya anak itu (Yi Soo) yang bisa melakukan semua ini. Anak itu mungkin masih hidup.


Kembali ke Hae Woo, dia seolah berfikir lalu menghapus kata Mati yang sudah dia tulis tadi, dan menggangtinya dengan “Han Yi Soo--Hilang”
Dia merasa bahwa kata itulah yang pas untuk menggambarkan Yi Soo saat ini. Dia merasa mayat Yi Soo belum ditemukan, walau DNA dari darah yang tercecer sudah pasti itu Yi Soo, namun dia belum yakin Yi Soo meninggal.


Keesokan paginya..
Yi Soo mengawali harinya dengan lari pagi. Tiba-tiba Young Hee sudah ada disampingnya dan ikut berlari bersama Yi Soo. Mungkin karena Yi Soo tidak suka, dia mempercepat larinya, dan meninggalkan Young Hee.

Tapi Young Hee tidak diam saja, diapun menambah kecepatan larinya agar bisa kembali berada di samping Kim Joon.
Young Hee kelelahan saat sudah berhasil menjejeri Kim Joon yang memang sudah berhenti berlari. Young Hee berkata kalau Kim Joon tidak bercanda tadi. Kim Joon berkata kalau dia tidak suka ada orang disampingnya saat dia berlari (Kecuali Hae Woo kayaknya..hihi)
Young Hee menjawab kalau begitu besok dia akan ambil jalur yang berbeda dengan Kim Joon.


Young Hee menguap, dan dengan gaya cuek Kim Joon bertanya apa Young Hee kerja sampai larut semalam? Dia hanya menonton film, karena semalam dia tidak bisa tidur.
Young Hee bercerita kalau tokoh utama di film yang dia tonton adalah seseorang yang mencoba menepis rasa sakit karena kehilangan kekasihnya.
Orang itu mengunjungi sebuah perusahaan yang membuatnya melupakan, semua kenangan dengan kekasihnya.

Young Hee kemudian menyadari kalau dia sudah terlalu banyak bicara, dan dia meminta maaf pada Kim Joon. Tapi Kim Joon tidak mempermasalahkannya dan malah bertanya bagaimana dengan tokoh utama itu, apakah dia berhasil menghapus kenangan kekasihnya?
Young Hee tersenyum dan menjawab kalau tokoh utama itu berhasil menghapusnya tetapi, pada akhirnya dia jatuh cinta lagi dengan kekasihnya itu.

“Dia menghapus kenangannya, tetapi dia masih orang yang sama, yang jatuh cinta dengan gadis itu.Karena hal itu tidak bisa dihapus atau diubah.”

Langkah Kim Joon tiba-tiba berhenti menyadari cerita itu mirip dengan kisahnya. Mirip dengan dia yang berusaha Move On dari Hae Woo, namun ternyata jatuh cinta lagi pada gadis itu.

Kemudian ingatan Yi Soo kembali pada saat dia bertemu dengan Hae Woo di danau setelah bertahun-tahun terpisah. Dia yang memandangi langkah-langkah Hae Woo dengan berjalan di belakangnya. Melihat jemari Hae Woo yang bertaut di belakang punggunggnya.

Kalimat Young Hee menyadarkan lamunannya tentang Hae Woo. “meskipun hal itu dihapus dari kepalanya, tapi hati masih mengingatnya.”

Yi Soo memejamkan mata, dan berusaha mengenyahkan Hae Woo dari otaknya. Dan kemudian dia berkata pada Young Hee, kalau cerita Young Hee itu mengada-ada saja.

Young Hee membantah dan berkata kalau cerita itu baginya sangat menghibur. Dia kemudian beralih topic dan bertanya apa Chairman Yoshimura sudah menghubungi Kim Joon tentang masalah Resor Okinawa? Kim Joon hanya menjawab Ya, dan melanjutkn lari paginya.


Hae Woo mengendarai mobilnya dan terlihat seolah memikirkan sesuatu. Ternyata Hae Woo mengingat saat Kim Joon menciumnya paksa semalam. Dia juga mengingat saat dia menampar Kim Joon,karena merasa sakit hati dan kecewa atas perlakuannya.


Hae Woo yang sudah sampai di kantor menyapa semua stafnya. Ada Kim Soo Hyun juga disana yang terlihat sibuk. Hae Woo berkata kalau mereka semua pasti kesulitan karena dia sedang pergi. Rekan kerja Hae Woo yang perempuan membantah dan bilang kalau bukannya Hae Woo yang jadi sulit, karena harus merelakan waktu bulan madunya untuk bekerja.

Hae Woo dengan bercanda berkata apa rekannya mau bilang dia bodoh karena melewatkan bulan madunya. Rekannya membantah, tentu saja bukan begitu maksudnya, walau terkadang Hae Woo memang sering seperti itu. (Haha sering bodoh maksudnya?^^)


Hae Woo kemudian bertanya pada Soo Hyun apa dia sudah memeriksa sejarah kehidupan Kang Hee Soo dan keluarganya? Soo Hyun langsung masuk keruang Hae Woo dan menjawab kalau Hee Soo merupakan seorang aktivis semasa kuliah. Hee Soo pernah dipenjara dua kali karena melanggar hukum keamanan nasional. Setelah dibebaskan dia hidup dalam kemiskinan. Hee Soo juga mempunyai sejarah perawatan psikiatri.
Hae Woo heran mendengar penjelasan terakhir, dan Soo Hyun pun menjelaskan kalau sepertinya Hee Soo mengalami stress berat karena dipenjara.
Hae Woo bertanya apa Soo Hyun sudah memeriksa rumah sakitnya?
Soo Hyun menjawab kalau Rumah Sakit itu sudah ditutup, dan sekarang dia sedang mencari dokter yang pernah menangani Hee Soo dulu.
Hae Woo meminta Soo Hyun menemukannya dengan cepat.

Soo Hyun juga menambahkan kalau seperti yang Hae Woo tahu, Hee Soo membentuk kelompok yang mengoreksi sejarah Korea. Hee Soo mendedikasikan dirinya untuk itu, bahkan terlihat terlalu terobsesi.
Hae Woo bertanya bagaimana hubungan Hee Soo dengan keluarganya?
Belum sempat Soo Hyun menjawab, pimpinan mereka datang ke ruang Hae Woo, sehingga Hae Woo harus menyambutnya.


Bapak pimpinan berkata kalau dia ingin bertemu dengan Hae Woo sebentar. Hae Woo sebelumnya berterima kasih karena bapak pimpinan sudah berkenan hadir di pernikahannya. Bapak pimpinan menjawab kalau tidak perlu berterima kasih, dia kemudian berkata kalau kasus Jung man Chul sudah dialihkan ke Jaksa Park. Soo Hyun dan Hae Woo tentu saja kaget. Hae Woo bertanya apa maksudnya? Ini kan kasusnya, kenapa harus dialihkan ke orang lain? Bapak pimpinan berkata kalau Jaksa Park ahli dalam kasus pembunuhan.
Hae Woo masih ingin protes tapi Bapak pimpinan sudah tidak mau mendengarnya, dan malah mengajak Hae Woo dan suaminya untuk makan malam bersama lain waktu nanti.
Pimpinan kemudian pergi membuat Hae Woo heran sendiri.


Hae Woo tidak menyerah dia keluar dan mengejar pimpinannya tadi. Akhirnya dia berhasil mengejar bapak pimpinan dan menyatakan keberatannya, karena kasus Jung Man Chul ada di wilayah hukumnya, jadi dia berhak menyelidiki kasus ini. Pimpinan menjawab, walapun begitu, tapi seharusnya Hae Woo melaporkan padanya sebagai pimpinan departemen. Hae Woo bilang kalau dia minta maaf untuk itu, dia sudah berencana untuk melaporkannya hari ini pada Pimpinan Departemen.
Pimpinan tetap meminta agar Hae Woo menyerahkan kasus ini pada Jaksa Park.
Hae Woo memoho agar kasus ini diserahkan padanya. Pimpinan menjawab kalau dia tahu panggilang terakhir yang dilakukan Man Chul adalah dengan ayah Hae Woo, karena alasan itulah dia memberikan kasus ini pada Jaksa Park agar tidak ada perasaan pribadi yang mempengaruhi penyelidikan. Dia menyerahkan ini pada Jaksa Park bukan karena dia bawahanku, tapi karena dia memang jaksa yang hebat.

Pimpinan ingin agar Hae Woo juga memikirkan perasaan dan posisi Jaksa Agung Oh, sebagai mertua. Jika kasus ini benar ayah Hae Woo yang ikut andil di dalamnya, maka bisa saja berita ini menajdi berita yang heboh di media massa, dan jangan sampai Hae Woo ikut muncul di Koran sebagai jaksa yang menangani kasus ini. Pikirkan perasaan keluarga Hae Woo.
Hae Woo masih ingin membantah, tapi dia tahu rasanya akan percuma saja.


Sang Deuk bertemu dengan Hyun Shik di taman depan rumahnya. Sang Deuk berkata kalau dia sudah merepotkan Hyun Shik sekali lagi. Hyun Shik menjawab kalau semua yang dia lakukan adalah membiarkan alam mengalir sebagaimana mestinya. Sang Deuk berkata kalau Hyun Shik benar, biar alam yang melakukan semuanya (Nah, iya,,alam akan mengukum kejahatanmu kakek..)

Sang Deuk bertanya mengenai Jung Man Chula pa yang Hyun Shik tahu tentang itu? Hyun Shik sedikit kaget, dia menatap Sang Deuk. Sang Deuk berkata kalau menurut pikirannya yang sederhana ini, pembunuhan Man Chul seperti pembunuhan seseorang yang sedang balas dendam dengan kepentingan yang bertentangan seputar Bar tempat terakhir yang dikunjungi Man Chul.

Hyun Shik mengangguk dan menjawab kalau sepertinya memang begitu. Sang Deuk memuji Hyun Shi, dengan berkata kalau apa yang dikatakan Hyun Shik pasti benar, karena Hyun Shik adalah seorang veteran. Hyun Shik hanya tersenyum menanggapi pujian itu.
Sang Deuk kemudian bertanya berapa lama sampai kasus itu bisa ditutup? Kali ini Hyun Shik semakin terkejut, dan Sang Deuk menelaskan kalau dia mendapat undangan dari Jepang, jadi dia memikirkan untuk mengirim Hae Woo dan Joon Young kesana, sekalian bulan madu. Dia hanya ingin tahu, apa kasus itu bisa selesai sebelum Hae Woo pergi kesana?


Dong Soo mengikuti Young Hee untuk bertemu tuan CEO, bos yang dalam pikirannya sudah kakek-kakek. Dia merasa takjub dengan apartemen tempat CEO nya itu tinggal. Young Hee hanya tersenyum saja, melihat lucunya kelakuan Dong Soo.

Dong Soo merapikan dirinya saat mereka sedang menunggu lift terbuka, dan Young Hee yang melihat itu memuji dasi Dong Soo yang sangat keren. Dong Soo senang dan berkata kalau dia menghabiskan waktu yang lama untuk memilih dasi ini. Dong Soo memanggil Young Hee nona sekretaris, dan Young Hee meminta Dong Soo memanggilnya Sekretaris Jang saja.
Dong Soo mengiyakan dan kemudian bertanya seberapa tuan CEO yang menjadi bosnya ini?
Apa umur CEO nya itu sekitar 60 tahun?

Young Hee tersenyum dan menjawab tidak. Dong Soo kembali bertanya kalau begitu apa umur CEO itu 70 tahun? Haha..
Young Hee kembali menjawab tidak, dan Dong Soo menganga karena tidak percaya. Lalu dia berkata kalau begitu apa 80 tahun umurnya, dengan sedikit penekanan pada kata 80 tahun itu.
Kali ini Young Hee tersenyum geli mendengar analisa-analisa ngawur Dong Soo tentang umur Kim Joon.

Dong Soo berkata ternyata umur CEO itu lebih tuan dari yang dia pikirkan selama ini. (Pasti syok kalau tahu dia seumuran dengan Dong Soo..hihi)
Dong Soo pun berkata kalau Young Hee sudah menemukan orang yang pas, karena dia dikenal dikalangan orang tua, karena sikapnya yang sabar.
Young Hee diam saja, dan tidak ingin menjelaskan kalau pikiran Dong Soo salah semua.


Mereka sudah sampai di depan kamar Kim Joon, dan Young Hee mengingatkan Dong Soo kalau CEO tidak suka pertanyaan-pertanyaan pribadi. Dong Soo bertanya kenapa? Dong Soo menjelaskan biasanya untuk akrab satu sama lain, seseorang perlu membicarakan hal-hal pribadi. Itu perlu agar timbul rasa sayang di dalam hati. Young Hee kembali hanya bisa tersenyum mendengar kekonyolan Dong Soo.

Saat pintu kamar terbuka, Dong Soo yang sudah siap membungkuk hormat, ternyata CEO tidak keluar, hanay pintunya saja yang terbuka,sedang Young Hee sudah melangkah masuk ke dalam. Dong Soo terkejut, tapi tetap ikut masuk.


Dong Soo berdiri di samping Young Hee, dan Young Hee berkata pada Kim Joon kalau Dong Soo sudah ada disini.
Kim Joon berbalik, dan Dong Soo terkejut. Benar-benar terkejut karena ternyata CEOnya masih sangat muda. Haha..Bisa copot bola mata Dong Soo saking kagetnya.
Dengan gugup, Dong Soo membungkuk hormat sambil menyebutkan namanya. Kim Joon mendekat dan mengulurkan tangannya pada Dong Soo. Dia menyebutkan kalau namanya Kim Joon.

Kim Joon bertanya apa Dong Soo tahu geografi Seoul dengan baik? Dong Soo menajwab kalau dia sudah bekerja di jasa pengantaran barang selama 3 tahun jadi pasti dia sudah hafal dengan jalan-jalan diSeoul. Dia bahkan mungkin lebih akurat disbanding GPS. Haha.
Kim Joon menahan senyumnya karena kelucuan Dong Soo.


Dong Soo langsung melaksanakan tugas pertamanya, mengantar Kim Joon. Di perjalanan, Dong Soo benar-benar cerewet. Dia cerita ini dan itu. Young Hee sudah memandang Dong Soo agar berhenti ngomong, takut kalau Kim Joon tidak suka.

Dong Soo bercerita kalau orang tuanya sangat senang karena dia bekerja di perusahaan besar. Orang tuanya bahkan harus menjual sawah agar dia bisa SMA di Seoul. Young Hee melirik Kim Joon, yang ternyata sama sekali tidak terganggu dan malah tersenyum setiap mendnegar cerita Dong Soo, membuat Young Hee lega dan ikut tersenyum.

Dong Soo berkata kalau dia cukup terkejut karena CEOnya masih sangat muda. Sepertinya mereka seumuran. Dong Soo bertanya tahun berapa Kim Joon lahir. Young Hee langsung mengingatkan Dong Soo, membuat Dong Soo sadar, dan berkata maaf pada Kim Joon, karena suah menanyakan hal-hal pribadi yang pasti Kim Joon tidak suka.

Kim Joon malah bertanya apa Dong Soo punya pacar? Dong Soo menjawab kalau dia pengennya juga punya pacar. Kim Joon bertanya lagi, kalau teman pria apa Dong Soo punya? Dong Soo menjawab kalau dia punya banyak teman pria, sangat banyak tepatnya. Dong Soo kemudian berkata kalau dia tidak berharap Kim Joon bertanya mengenai hubungan yang tidak wajar seperti hubungan sesama jenis.
Young Hee lagi-lagi mengingatkan Dong Soo agar menjaga sikapnya. Dong Soo kembali meminta maaf.
LOL

Kim Joon berkata kalau dia memang mau menanyakan sampai hal-hal yang sepert itu.
Dong Soo melongo,dan bahkan Young Hee ikut terkejut. Itu tandanya Kim Joon tidak masalah jika Dong Soo mau menanyakan hal pribadi padanya. Hehe

Dong Soo menjawab kalau dia bukan pria seperti itu, dia adalah Pria Republik Korea yang secara pasti menyukai wanita-wanita. Kim Joon tersenyum tipis mendengar jawaban Dong Soo. Haha..suka sama Dong Soo.


Joon Young menanyai Sekretaris Kim, apa sudah menghubungi CEO Moon dan mengatakan kalau dia ingin bertemu? Sekretaris Kim membenarkan dan berkata kalau CEO Moon benar-benar tidak mau bertemu karena ingin beristirahat. Joon Young bertanya apa Sekretaris Kim tahu di Rumah Sakit mana CEO Moon dirawat? Sekretaris Kim mengiyakan, dan Joon Young bertanya dimana alamatnya.


Kim Joon ternyata menemui CEO Moon yang sedang di RS. CEO Moon sedikit takut karena melihat Kim Joon datang. Kim Joon berkata kalau seharusnya CEO Moon memilih orang yang tepat untuk mencari tahu kelemahannya.
CEO Moon menjawab kalau dia ceroboh. Itu sebuah kesalahan dan dia minta maaf.

Kim Joon bertanya apa CEO Moon ingin tahu kelemahannya? Dia orang yang tidak mentolerir kesalahan sekecil apapun itu. CEO Moon semakin ketakutan. Kim Joon menunjukkan kontrak yang mengatakan kalah hotel Grand bleu akan dijual sesuai dengan harga dan aturan Hotel Giant.
CEO Moon berdiri dan ingin berkata sesuatu, tapi Kim Joon memotongnya dengan kata kalau ada satu lagi persyaratan bahwa CEO Moon akan memberitahu Hotel Gaya kalau CEO Moon akan mengalihkannya sesuai seperti yang dijanjikan.


Kim Joon melempar Kontrak itu keatas meja, dan berbalik memandang CEO Moon yang ketakutan. Kim Joon berkata kalau CEO Moon sudah tidak punya pilihan lain saat ini, kalaupun ada itu adalah pengakuan hati nurani seperti yang sudah pernah dia tawarkan dulu. Apa CEO Moon berani melakukan itu? CEO Moon tentu lebih baik tidak melakukannya, nama baiknya akan tercoreng jika dia mengakui tindak kekerasan yang dia lakukan pada anak adopsinya.

Kim Joon berjalan mendekat sambil berkata kalau CEO Moon sudah bekerja di perhotelan selama 30 tahun, tentunya CEO Moon berharap pension dengan cara yang sesuai kan? Tetapi CEO Moon sendiri yang membuatnya susah untuk dilakukan.

CEO Moon dengan sedikit keberanian berkata “Bagaimanapun kau mencintai uang, bukankah seharusnya kau menggunakan sedikit hati nurani”

Kim Joon menoleh cepat dan memandang tajam CEO Moon yang berani mengatakan hal seperti itu padanya. Dia berkata kalau CEO Moon tidak seharusnya mengajarkan itu pada orang lain. (Ngaca dulu pak..gitu maksudnya..Hihi)


Joon Young terlihat datang ke Rumah Sakit tempat CEO Moon dirawat, dan dia akan segera menuju ke ruang CEO Moon. Dia melihat Kim Joon dan menghentikan langkahnya, Kim Joon pun demikian. Setelah mereka saling berhadapan, Joon Young bertanya apa yang membuat Kim Joon ada disini? Kim Joon menjawab kalau ada temannya yang dirawat disini. Joon Young berkata kalau dia juga sedang mengunjungi rekannya di Rumah Sakit ini. Dia bertanya apa semalam Joon Young pulang dengan selamat? Kim Joon mengiyakan dan berkata kalau ada beberapa hal yang ingin dia beritahukan pada Joon Young. Dia juga berencana akan menelpon Joon Young. Joon Young bertanya hal apa itu? Kalau memang ada yang penting bagaimana kalau malam ini mereka minum bersama? Kim Joon menyetujuinya. Joon Young mengajak Kim Joon bertemu di Bar hotel Gaya yang baru dibuka, dia ingin mencobanya bersama Kim Joon.


Yi Hyun sedang sibuk ditempatnya bekerja. Soo Hyun datang dan minta agar minumannya diisi ulang. Yi Hyun berkata kalau di tempatnya bekerja ga bisa isi ulang. (Emang gallon..)
Soo Hyun pun tidak memaksa, tapi kemudian Yi Hyun berkata kalau dia akan memberikannya pada Soo Hyun. Itu karena Soo Hyun teman Unnienya. Soo Hyun hanya menjawab terima kasih.

Terlihat di sebuah meja, Hae Woo dan Bang Jin sedang serius memikirkan kasus mereka.


Bang Jin memberitahu tentang ingatan Yi Hyun tentang kunci loker yang berbeda dengan yang dia temukan di TKP Yi Soo kecelakaan malam itu.
Bang Jin berkata kalau normalnya setelah Yi Soo membaca dokumen-dokumen yang ditinggalkan ayahnya, maka kunci itu akan tetap menempel di lokernya. Hae Woo membenarkan, tapi kemudian Hae Woo bertanya bagaimana Bang Jin bisa tahu kalau yang Yi Soo temukan sebuah dokumen?

Bang Jin kemudian mengingat kembali telepon Yi Soo malam itu, yang jelas-jelas menyebut kata Dokumen. Bahwa dengan document yang dia temukan, dia bisa membutikan kalau ayahnya tidak bersalah. Bahwa orang itulah yang membunuh ayahnya.

Bang Jin berkata kalau hal yang tidak dia mengerti adalah kunci loker itu ada ditempat kejadian. Kunci dengan nomer 14. Hae Woo bilang kalau Yi Soo mungkin menyimpannya lagi. Dokumen yang ditinggalkan oleh Supir Han, jika Yi Soo menyimpannya kembali di dalam loker, maka semua akan terrangkaikan. Yi Soo sepertinya telah menyimpan kembali dokumen itu, mengingat dia orang yang sangat berhati-hati.
Kalau memang seperti itu, masuk akal jika ada yang mencurinya. Hae Woo teringat tentang kunci yang Bang Jin dapatkan dan disimpan di kantor polisi.

Bang Jin mengiyakan kunci itu pasti dilenyapkan untuk menghilangkan barang bukti, karena pencuri bisa bebas keluar masuk ke ruang polisi, pasti orang itu adalah anggota polisi juga. Bang Jin menyebut nama Man Chul dan berkata kalau itu satu0satunya orang yang bisa mereka curigai.
Hae Woo setuju dan mengajak Bang Jin untuk memeriksa rumah dan Bar tempat biasanya Man Chul ada.

Tapi kemudian Hae Woo berkata apakah mungkin dokumen itu disimpan di tempat lain? Bang Jin menambahkan atau malah sudah diberikan oada orang lain?
Hae Woo kemudian berkata kalau hal yang waktu itu ingin diberitahukannya pada Bang Jin adalah tentang pelaku tabrak lari 12 tahun lalu. Bang Jin memotong kalimat Hae Woo dengan berkata kalau dia sudah tahu apa yang akan Hae Woo ucapkan. Bang Jin bercanda kalau dia bekerja sebagai detektif sudah lama disbanding Hae Woo, jadi dia tentu suda tahu lebih dulu. Hihi.


Bang Jin kemudian berkata kalau mereka harus memeriksa kasus tabrak lari dan pembunuhan ini secara terpisah.
Karena mereka memeriksanya secara bersamaan, dia berfikir bahwa mereka bisa saja menghilangkan bukti penting karena tidak focus. Hae Woo merasa aneh dan bertanya kenapa Bang Jin bisa berfikir seperti itu?

Bang Jin menyatakan pendapatnya, kalau menurut dia hanya untuk menutupi kasus tabrak lari degan membunuh Young Man da Yi Soo, rasanya tidak masuk akal. Motifnya sangat lemah. Ditambah lagi Han Young Man kan akan menyerahkan diri, dan yang paling penting, Kang Hee Soo, orang yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan kasus tabrak lari ini juga dibunuh.
Hae Woo mengangguk tanda setuju, dia juga berfikiran yang sama dengan Bang Jin.

Bang Jin berkata kalau sebenarnya ada satu hal yang menghubungkan kasus ini. Dokumen itulah yang menjadi penghubung kasus mereka. Hae Woo mendengar dengan seksama penjelasan Bang Jin. Bang Jin bilang kalau beberapa hari sebelum Hee Soo dibunuh, ada sebuah amplop berisi dokumen yang dia terima. Hae Woo langsung berkata kalau dokumen yang ditemukan Yi Soo di loker itu, apakah dokumen yang Hee Soo terima? Bang Jin menjawab, sebenarnya tidak ada cara yang pasti untuk membuktikannya.
Hae Woo bertanya menurut Bang Jin apa isi dokumen itu?
Bang Jin menjawab kalau kunci kasus itu ya mengetahui isi dokumen. Untuk sekarang ini, mereka tidak punya pilihan lain selain melakukan penyelidikan terhadap semua latar belakang keluarga korban.
Bang Jin bertanya apa yang akan Hae Woo lakukan?
Hae Woo berkata tentang apa?
Bang Jin menjawab kalau dia mendengar dari Kepala Kim kalau kasus Hae Woo dialihkan ke jaksa lain. Hae Woo terdiam, dan kemudian berkata kalau mereka harus segera melakukan penyelidikan, dan sekarang ini ada seseorang yang harus dia temui.


Hae Woo yang sudah akan menuju mobilnya, dipanggil Kim Soo Hyun, membuat Hae Woo berhenti. Soo Hyun bertanya siapa yang akan ditemui Hae Woo? Hae Woo hanya menjawab kalau dia akan kembai sebelum sore. Soo Hyun bertanya apa Hae Woo akan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini?
Hae Woo menjawab kalau memang dia harus menyerhakan dokumen kasus ini pada Jaksa Park, tentu dia harus melengkapi dokumen itu dengan benar kan?


Hae Woo menemui Dae Hoo yang sepertinya sedang bersiap ke rumah sakit menengok kakeknya. Dia adalah Saksi kecelakaan tabrak lari 12 tahun lalu. Hae Woo berkata kalau dae Hoo pasti ingat dia kan? Hae Woo bilang dia ingin bicara sebentar dengan Dae Hoo.
Dae Hoo menolak dan berkata kalau dia sibuk. Hae Woo kemudian berkata kalau Yi Soo adalah temannya. Dae Hoo berbalik, dan Hae Woo menjelaskan kalau Yi Soo adalah nama Hyung yang Dae Hoo ceritakan tentang jam tangan itu.
Dae Hoo bertanya lalu kenapa?
Hae Woo menjawab kalau Hyung itu menghilang saat mencoba menemukan pelaku tabrak lari yang sebenarnya, dan dia mencoba mencari alasan kenapa temannya itu menghilang.


Hae Woo berkata apakah Dae Hoo melihat jam tangan itu atau tidak, sekarang itu tidak penting. Yang ingin dia ketahui adalah, mengapa Dae Hoo berbohong? Dae Hoo terdiam, dan Hae Woo berkata kalau dia ingin tahu kenapa alasan Dae Hoo berbohong? Apa mungkin ada yang mengancam Dae Hoo? Dae Hoo dengan gugup berkata tidak.
Hae Woo bertanya lagi apa ini karena biaya rumah sakit kakek Dae Hoo?
Dae Hoo terdiam dan sepertinya membenarkan alasan terakhir yang Hae Woo tanyakan.
Hae Woo kemudian bertanya siapa orang yang meminta Dae Hoo melakukan itu?
Dae Hoo lagi-lagi hanya diam, tapi kemudian dia berkata kalau ada seorang ahjussi yang tidak dia kenal yang memintanya.

Kemudian datanglah Kim Soo Hyun. Hae Woo bertanya dengan tidak suka apa Soo Hyun mengikutinya? Soo Hyun membenarkan dan beralasan kalau dia hanya khawatir saja pada Hae Woo.

Dae Hoo memandang Soo Hyun dengan sedikit takut. Dia bahkan tidak berani menatap Soo Hyun. Hae Woo yang melihat perubahan ekspresi dan tingkah Dae Hoo bertanya ada apa? Dae Hoo hanya diam, dan Hae Woo bertanya apa ahjussi yang meminta Dae Hoo berbohong itu punya nomer telepon? Soo Hyun ingin menghentikan Hae Woo, tapi Hae Woo tidak peduli, dan meminta Dae Hoo menatapnya. Hae Woo bertanya bagaimana wajah ahjussi itu?
Dae Hoo menatap Hae Woo, dan langsung melirik Soo Hyun, sebagai isyarat kalau Soo Hyunlah yang memintanya berbohong.


Hae Woo kaget menyadari arah pandangan Dae Hoo. Soo Hyun hanya menunduk karena merasa tidak enak. Dae Hoo kemudian berkata maaf pada Soo Hyun karena dia tidak bisa menutupinya lagi. Hae Woo yang ingin memastikan bertanya apakah benar ini orangnya?


Hae Woo yang kesal karena bawahannya seperti itu, rasanya ingin meledak saat itu juga. Dia tidak menyangka. Dia menatap tajam pada Soo Hyun, dan Soo Hyun masih berpegang teguh kalau dia tidak bisa membocorkan siapa yang menyuruhnya tidak peduli sekeras apapun Hae Woo memaksanya.

Hae Woo mengancam Soo Hyun yang jika tetap bungkam, maka dia akan melaporkan Soo Hyun ke komite disiplin. Soo Hyun masih bersikukuh tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.
Hae Woo melangkah pergi dengan kesal, dan Soo Hyun berkata kalau ini dia lakukan demi Hae Woo. Hae Woo semakin marah dan bertanya demi dia? Apakah Soo Hyun pikir suatu kebenaran yang disembunyikan seperti ini adalah demi dia?
Hae Woo bahkan sudah tidak bisa mengontrol suaranya. Dia berkata dengan nada tinggi kalau Soo Hyun sudah tahu dia tidak suka dibohongi, kenapa Soo Hyun tetap melakukannya? Bagaimana bisa seorang Kepala Bagian melakukan hal seperti ini? Kepala bagian seharusnya tidak seperti itu.

Soo Hyun hanya mampu mengucap maaf. Hae Woo bertanya apa ini karena uang? Apakah ayahnya yang melakukan ini? Jika Soo Hyun memang memikirkan dia, maka katakan yang sebenarnya.
Soo Hyun bertanya apa Hae Woo yakin ingin mendengarnya? “Apakah Anda memiliki keyakinyan, untuk menggali kebenaran sampai titik akhir tanpa menyerah?”

Hae Woo berkata kalau Soo Hyun hanya perlu menjawab saja yang dia tanyakan tadi.
Soo Hyun akhirnya menjawab kalau Jaksa Agung Oh yang menyuruhnya. Soo Hyun bilang kalau dia mau melakukan ini, karena Jaksa Agung bilang ini demi Hae Woo. Hae Woo benar-benar terkejut mengetahu fakta ini. Ayah mertuanya ternyata mencoba menutupi kasus ini darinya.

Hae Woo yang akan pergi dicegah oleh Soo Hyun dengan berkata kalau Hae Woo tidak bisa menemui Jaksa Agung sekarang. Jika Hae Woo menemui Jaksa Agung, dia pasti akan menjawab tidak tahu. Hae Woo menepis pegangan tangan Soo Hyun dan terus berjalan. Soo Hyun berkata kalau lawan Hae Woo cukup berat, dan Hae Woo bisa terluka karena ini.

Hae Woo berterima kasih atas saran Soo Hyun dan menyuruh Soo Hyun focus pada tugasnya sebagai kepala Bagian. Dan dia juga akan melakukan tugasnya sebagai jaksa dengan benar.


Hae Woo melajukan mobilnya dengan kencang. Dia kecewa sekali dengan kenyataan yang dia tahu. Dia bahkan menahan tangisnya. He Woo menghentikan mobilnya dan mencoba berfikir tentang kasus ini. Kenapa Jaksa Agung ingin mentupi kejadian ini darinya?


Yi Soo sedang memandangi lukisan Chagallnya. Dia memandang lukisan itu seperti memandang Hae Woo, dan seolah ingin menikmati keterkejutan Hae Woo, akan apa yang Hae Woo terima hari ini.


Rekan kerja Hae Woo mengantarkan paket yang ditujukan untuk hae Woo dan menaruhnya di meja kerja jaksa yang baru menikah itu. Paket yang disiapkan Yi Soo kemarin.


Joon Young siap bertemu dengan Kim Joon sesuai dengan janjinya siang tadi. Tiba-tiba ponsel Joon Young berdering dan Hae Woo yang menelponnya. Hae Woo mengajak Joon Young bertemu di bar hotel, bar yang sama tempat Yi Soo akan bertemu Joon Young. Joon Young menjawab kalau dia juga ada janji di tempat itu. Jadi dia akan menemui Hae Woo juga disana. Dia meminta Hae Woo menunggunya sebentar lagi.


Hae Woo sudah sampai di Bar saat dia menelpon Joon Young tadi, dan Yi Soo melihatnya dari jauh. Hae Woo menoleh dan mendapati Kim Joon sedang menatapnya.


Kim Joon mendekat dan Hae Woo berdiri dari duduknya. Dia tentu tidak nyaman bertemu dengan Kim Joon setelah kejadian semalam. Kim Joon berkata kalau dia berencana menghubungi Hae Woo. Kim Joon ingin menjelaskan kejadian kemarin, namun belum sempat Kim Joon melanjutkan kalimatnya, Hae Woo sudah berkata tidak apa-apa. Dia mengerti dan menganggap kemarin hanya sebuah kesalahan karena pengaruh Alkohol. Jika Kim Joon tidak nyaman karena insiden itu dia ingin Kim Joon melupakannya saja, karena dia juga sudah melupakannya.

Kim Joon menjawab kalau dia mengerti. Hae Woo bertanya kenapa Kim Joon ada disini? Kim Joon menjawab kalau dia ada janji dengan joon Young. Hae Woo merasa tidak enak, dan Kim Joon berkata tidak masalah kalau Hae Woo ingin gabung dengan mereka. Hae Woo menolak dan memilih pergi.


Saat Hae Woo siap melangkah pergi, Kim Joon bertanya bagaimana jika kejadian kemarin bukan sebuah kesalahan seperti yang Hae Woo bilang tadi?
Dengan tanpa memandang Hae Woo, Kim Joon berkata “Bahkan jika itu bukan sebuah kesalahan, bisakah anda memahaminya?”

Hae Woo terkejut dan memandang Kim Joon. Kim Joon pun juga akhirnya mengalihkan matanya menatap Hae Woo.





Bersambung ke episode 7

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar