Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 7 part 1

Episode ini dibuka dengan Hae Woo yang terlihat di suatu tempat dan sedang galau..Langkahnya bahkan terlihat tidak sempurna karena menahan sesak di dadanya. Air matapun perlahan turun. Di tangan Hae Woo tergenggam sebuah ukiran Hiu.

Episode 7

Joon Young sudah sampai di Bar hotel tempat dia dan Kim Joon janjian. Pelayan Bar berkata kalau Joon Young sudah ditunggu.
Joon Young yang akan masuk melihat istrinya dan Kim Joon yang sedang berdua.


Kim Joon berkata pada Hae Woo yang sudah bersiap pulang. “Bagaimana jika itu bukan kesalahan?”

Hae Woo terdiam dan menghentikan langkahnya. Kim Joon melanjutkan kalimatnya “Bahkan jika itu sebuah kesalahan, bisakah anda memahami saya?”

Hae Woo terkejut dan langsung menatap Kim Joon, begitu pula sebaliknya. Dan Joon Young sepertinya mendengar percakapan mereka.

Hae Woo merasa kalau dia tadi tidak mengatakan dengan jelas pada Kim Joon, sehingga sepertinya Kim Joon tidak mengerti maksudnya. Sejujurnya, dia tidak tertarik apakah itu sebuah kesalahan atau bukan. Apa itu cukup untuk menjadi jawaban atas pertanyaan Kim Joon tadi?

Hae Woo bilang jika dia juga boleh mengatakan sebagai pertimbangan untuk Kim Joon bahwa kesalahan kemarin cukup hanya sekali saja. Dia tidak akan mentolerir untuk yang kedua kali. Jika sampai ada yang kedua itu, maka dia tidak bisa mempertimbangkan situasinya.

Kim Joon menjawab “Saya adalah seorang yang hidup dengan mengikuti apa yang ada di kepala saya. Saya merencanakan semuanya, bahkan hal yang paling kecil, dan bertindak sesuai yang direncakan. Dengan begitu tidak ada kesalahan.”

Hae Woo menyela kalimat Kim Joon dengan bertanya apa itu artinya kejadian kemarin juga telah Kim Joon rencanakan? Kim Joon menjawab tidak. Bertemu dengan Hae Woo adalah murni sebuah kebetulan. Itu bukanlah sesuatu yang direncanakan.

Hae Woo berkata kalau setiap orang pasti melakukan kesalahan dan juga tidak mungkin hidup hanya sesuai rencana saja.
Kim Joon menjawab mungkin saja hidup dengan sesuai rencana, bahkan kesalahan yang terjadi bisa saja menyempurnakan rencana yang sudah disusun di otak. Hae Woo bingung dan bertanya apa maksud Kim Joon?

“Bertindak sesuai rencana mungkin pekerjaan dari kepala, tetapi kesalahan adalah pekerjaan dari Hati.”

Hae Woo benar-benar ga menyangka akan mendengar kata-kata seperti dari mulut Kim Joon. Pekerjaan dari hati? Apa maksudnya? Apa menciumnya paksa seperti kemarin adalah keinginan dari hati Kim Joon? Hae Woo benar-benar ga mengerti.



Joon Young akhirnya mendekat dan bertanya pada Kim Joon apa Kim Joon sudah lama menunggunya? Kim Joon menjawab tidak, dan Joon Young beralih pada istrinya lalu bertanya apa Hae Woo sudah tahu dia ada janji dengan CEO Kim? Hae Woo membenarkan. Dia berkata kalau dia tidak akan mengganggu mereka.

Joon Young bertanya pada Kim Joon, apa Kim Joon tidak keberatan kalau Hae Woo gabung bersama mereka? Kim Joon menjawab tidak masalah (Iyalah..dia juga mau..hihi)
Hae Woo menolak, dan berkata kalau dia akan menunggu Joon Young di rumah. Sebenarnya dia juga punya pekerjaan yang menumpuk yang harus dia selesaikan, tapi dia kesini hanya ingin melihat wajah Joon Young saja.
Joon Young menawarkan diri untuk mengantar Hae Woo keluar. Hae Woo menolaknya dan bilang kalau di bisa pergi sendiri.

Joon Young bersikeran dan beralih ke Kim Joon lalu bertanya apa Kim Joon mau menunggu sebentar lagi? Dia ingin mengantar Hae Woo sebentar keluar. Kim Joon tersenyum dan mengangguk tanda dia setuju dan tidak masalah.


Joon Young mengantar Hae Woo keluar sambil menggenggam erat tangannya. Mereka berpegangan tangan dan terlihat mesra. Joon Young berkata kalau dia merasa tidak enak membiarkan Hae Woo pergi sendiri. Hae Woo menajwab kalau dia juga merasa begitu.

Joon Young bertanya dengan nada bercanda apa mereka harus meninggalkan CEO Kim begitu saja? Hae Woo tersenyum dan dengan bersemangat menjawab kalau itu ide yang menarik. Kemana mereka akan pergi?

Joon Young berhenti dan menatap Hae Woo lalu berkata kalau sepertinya ada banyak hal dikepala Hae Woo yang sedang Hae Woo pikirkan. Setiap kali kepala Hae Woo penuh, hal pertama yang Hae Woo pikirkan adalah Alkohol.
Hae Woo tersenyum.
Joon Young bilang kalau Hae Woo tidak masalah ada disini, maka dia akan mengabulkan permintaan Hae Woo. Hae Woo menggeleng dan menyuruh Joon Young segera kembali ke Bar. Joon Young berkata kalau bukankah Hae Woo kesini karena ingin memberitahu sesuatu padanya?
Hae Woo menjawab lebih dari memberitahu sesuatu, sebenarnya dia ingin melihat wajah Joon young, makanya dia datang kesini. Tetapi waktunya saja yang tidak tepat.

Joon Young bertanya ada masalah apa? Hae Woo menjawab dengan lucu, kalau ini adalah rahasia. Hae Woo menyuruh Joon Young segera kembali, dan kali ini Joon Young tidak membantah, dan berkata sampai jumpa di rumah pada Hae Woo. Hae Woo pun berbalik dan melangkah pergi.


Joon Young yang masih berdiri di tempatnya, mengingat kembali setiap kata yang dia dengar di Bar tadi antara istrinya dan CEO Kim. Kesalahan apa yang mereka maksud? Dia berharap semoga bukan sesuatu yang serius.


Hae Woo yang sudah sampai diluar gedung, terlihat memikirkan kembali semua percakapannya dengan Kim Joon tadi. Kim Joon yang bilang tentang dirinya yang selalu mengikuti smeua rencana yang telah dia susun sekecil apapun itu, dan juga kata-kata Kim Joon tentang kesalahan yang merupakan pekerjaan dari hati.
Hae Woo menghela nafas, dan merasa ini membuatnya semakin pusing.


Joon Young kembali lagi ke Bar, dan melihat Kim Joon duduk dengan posisi favoritnya atau tepatnya posisi favorit Yi Soo.
Joon Young terdiam melihat itu. Kim Joon yang mungkin sadar sedang diawasi langsung membuka matanya dan menoleh memandang Joon Young. Joon Young tersenyum pada Kim Joon.


Hae Woo yang mengendarai mobilnya dengan perasaan yang bercampur baur. Ponselnya berdering dan Hae Woo langsung mereject nya. Ternyata Soo Hyun yang menghubungi Hae Woo. Sepertinya Hae Woo masih kesal dengan sikap Soo Hyun yang sudah membohonginya.


Soo Hyun yang masih ada di kantor, menatap ruang kerja Hae Woo yang diatas mejanya terdapat sebuah paket.


Hae Woo mengingat kembali alasan Soo Hyun membohonginya adalah karena permintaan ayah mertuanya, dan itu demi dia. Hae Woo masih ga habis pikir, bagaimana bisa berbohong yang seperti ini adalah untuk kebaikannya?
Hae Woo kemudian memutuskan menghubungi Ayah mertuanya. Dia berkata bisakah dia menemui Hyun Shik sekarang?


Kembali lagi ke Bar.
Kim Joon memberitahu undangan Chairman Yoshimura untuk Joon Young dan Hae Woo. Joon Young berkata kalau tentu saja dia dan istrinya harus menerima undangan itu dan menghadirinya. Lagipula dia juga sedang mempertimbangkan hotel Giant sebagai contoh meodel. Jadi Joon Young merasa ini merupakan kesempatan bagus untuk Hotel Gaya. Kim Joon bertanya apa maksudnya Contoh Model? Joon Young menjelaskan kalau Hotel Gaya sedang memikirkan untuk membuat hotel Waralaba. Di dalam bisnis Hotel Rseor, Hotel Giant adalah yang terdepan. Sedangkan Hotel Gaya hanyalah pemula, maka dari itu pasti banyak kekurangan disana-sini. Terlebih, ini adalah mimpi Chairman Jo dan ayah mertuanya sejak dulu. Maka dari itu dia dan semua sedang berusaha sekuat tenaga untuk membangunnya menjadi sebuah Grup, namun entah mengapa rasanya semakin dekat semakin tidak sabar untuk itu. Joon Young berharap Kim Joon bisa memberikan arahan padanya.

Kim Joon menjawab jika dia bisa membantu untuk kesuksesan Grup Hotel Gaya, maka itu adalah kehormatan besar untuknya. Joon Young tersenyum dan mengucap terima kasih, kemudian dia berkata kalau dia tiak tahu apa Hae Woo bisa ikut ke Jepang atau tidak? Karena Hae Woo sedang ada banyak pekerjaan akhir-akhir ini. Kim Joon tersenyum dan berkata sayang sekali kalau begitu, memang pekerjaan lebih penting dari hal lainnya. Joon Young mengucap terima kasih karena Kim Joon mau mengerti posisi Hae Woo.


Joon Young bertanya apa Kim Joon suka olahraga?Kim Joon menjawab tidak terlalu suka. Joon Young bilang dia hanya bertanya-tanya apa kira-kira Kim Joon mau menemaninya main Basket akhir pekan nanti? Kim Joon menatap Joon Young, dan berkata kalau itu Basket rasanya tidak masalah. Dia setuju melakukannya, karena Basket salah satu olahraga yang dia suka. Joon Young terlihat senang, dan berkata kalau dia sudah lama mencari partner bermain Basket.

Kim Joon berkata kalau meskipun keahliannya tidak seberapa, tapi dia cukup pas untuk menjadi seorang partner. Joon Young dengan bercanda bilang ketika permainan benar-benar dimulai, maka Kim Joon akan mencetak Slam Dunk, dan bahkan melemparkan 3 poin kan? Kim Joon menjawab kalau ketika permainan benar-benar dimulai, maka mungkin Joon Young akan menyesal menjadikannya Partner.

Kemudian Joon Young tiba-tiba berkata kalau saat melihat Kim Joon, rasanya dia seperti melihat temannya. Joon Young menjelaskan kalau bukan berarti Kim Joon mirip dengan temannya, tapi untuk beberapa alasan, Kim Joon memiliki aura yang sama seperti temannya itu.
Kim Joon langsung menatap Joon Young penuh makna.

Joon Young berkata kalau temannya itu terlihat keras diluar, tetapi sebenarnya sangat perasa. Kim Joon menjawab kalau dia keras diluar, dan juga keras didalam. Hihi..

Kim Joon bertanya apakah Jaksa Agung baik-baik saja? Joon Young terkejut dan bertanya apa Kim Joon kenal dengan ayahnya? Kim Joon menjawab kalau saat hari pernikahan Joon Young, dia melihat ayah Joon Young dari jauh. Joon Young bilang kalau ayahnya baik-baik saja. Ayahnya adalah orang yang sangat teliti dalam merawat diri, karenanya setiap pagi ayahnya selalu berolah raga secara teratur.
Kim Joon berkata sambil bersiap meminum minumannya kalau itu melegakan, ayah Joon Young harus tetap sehat jika akan melakukan pekerjaan yang berat nantinya.


Hyun Shik bertemu Hae Woo, dan Hae Woo bilang kalau dia akan bicara tanpa berbelit-belit. Dia tahu siapa yang Jaksa Agung lindungi saat ini. Hanya yang membuat dia ingin tahu adalah apa yang sebenarnya terjadi 12 tahun yang lalu? Dan seberapa jauh ayah mertuanya terlibat? Itu yang ingin dia ketahui.

Hyun Shik menjawab kalau dia meminta Hae Woo membiarkan saja hal itu terkubur. “Masa lalu adalah sesuatu yang hanya bisa ada saat dikuak ke permukaan”

Hae Woo membantah dan berkata kalau itu bukan hanya sebuah masa lalu, tapi kejadian yang berlangsung saat ini. Hyun Shik berkata bukan hanya keluarga Hae Woo, tapi mungkin ini adalah sesuatu yang bisa menyakiti hati Hae Woo.
Hae Woo dengan mantap menjawab kalau dia siap untuk semua resikonya.

Hyun Shik berkata kalau yang dia tahu Cuma kecelakaan tabrak lari saja. Apa yang terjadi setelah itu dia benar-benar tidak tahu. Tentu saja mungkin Hae Woo tidak akan mempercayainya, karena mungkin Hae Woo sudah kehilangan kepercayaan padanya. Tetapi itulah yang sebenarnya.

Hae Woo tidak menanggapi hal itu, dia berkata kejadian Jung Man Chul, ijinkan dia yang menangani lagi kasus itu. Hyun Shik menggeleng dan bilang kalau itu diluar kuasanya.
Hae Woo berkata kalau Hyun Shik bahkan sudah melakukan banyak hal yang diluar kendali Hyun Shik.

Hyun Shik mengancam, kalau Hae Woo terus menentangnya maka dia bisa menggunakan kekuasaannya untuk melawan Hae Woo.
Hae Woo berkata “jika mendistorsi dan menguburkan kebenaran adalah pekerjaan seorang jaksa, saya tidak lagi menginginkan posisi ini.”

Hyun Shik sadar Hae Woo sangat keras kepala. Dia berkata meskipun Hae Woo tahu lebih banyak daripada dia, ini adalah kejadian masa lalu yang bahkan sudah lewat masa undang-undangnya. Lagipula tanpa bukti, tidak akan bisa mengungkap semua. Para saksi juga sudah tidak berguna lagi.

Hae Woo menjawab kalau saat ini yang sedang dia bahas bukan tabrak lari, tapi kasus pembunuhan Jung Man Chul. Hyun Shik berkata kalau kasus itu sudah dialihkan ke Jaksa lain. Dia berharap Hae Woo tidak terobsesi dengan kasus ini. Hyun Shik berdiri siap meninggalkan Hae Woo.
Hae Woo ikut berdiri dan dengan putus asa dia berkata kalau kebenaran yang sedang dia cari ada di masa lalu. Untuk mengungkap kebenaran itu, seseorang melakukan pembunuhan. Dan dia atau mereka harus menghentikan itu. Sebelum ada korban lagi, mereka harus bisa menghentikannya.

Hae Woo memohon agar Hyun Shik mau memberitahunya, apa sebenarnya yang terjadi 12 tahun lalu? Hyun Shik menjawab tidak terjadi apa-apa. Dia tidak tahu lebih dari kecelakaan itu.
Hae Woo masih bersikeras, membuat Hyun Shik membentak dan berkata untuk saat ini bukan pilihan yang tepat membiarkan Hae Woo menangani kasus ini lagi. Jadi lepaskan saja. Dia mengatakan ini untuk kebaikan Hae Woo.

Hae Woo tahu ini percuma, namun dia dengan mantap berkata kalau dia tidak akan menyerahkannya. Hyun Shik geram dan berkata kalau dia tidak punya pilihan lain kecuali membuat Hae Woo menyerah. Hae Woo menjawab tanpa takut agar Hyun Shik melakukan apapun sebisa Hyun Shik untuk membuatnya menyerah.

Hae Woo juga bilang meskipun dia memahami bahwa tidak ada pilihan lain bagi Hyun Shik kecuali membuatnya menyerah secara paksa, tapi dia tetap tidak bisa melepaskan kasus ini. Hae Woo meminta maaf untuk itu.

Hae Woo yang sudah bersiap pergi, dipanggil oleh Hyun Shik, membuat langkah Hae Woo terhenti, dia berbalik, dan hanya melihat ayah mertuanya menundukkan kepala, mungkin menyesal karena mereka harus berada di situasi seperti ini.
Hae Woo kembali melanjutkan langkahnya, dan Hyun Shik terlihat menangis karena tidak mampu memberitahu Hae Woo lebih lanjut. Dia menyesal tentu saja. Dia menyayangi Hae Woo seperti putrinya.


Hae Woo yang sudah berjalan keluar ruangan, tiba-tiba tubuhnya limbung, dan dia harus berpegangan pada dinding agar tidak jatuh. Masalah ini bukan hanya menguras energinya, tapi juga emosinya. Semua rasanya membuat dia lelah.


Sang Deuk terlihat habis berbicara dengan seseorang di telepon . Apakah itu Hyun Shik? Entahlah, tapi yang jelas Sang Deuk terlihat gelisah karena itu.


Kim Joon dan Joon Young sudah selesai dengan urusan mereka. Joon Young berkata kalau dia akan menghubungi Kim Joon lagi setelah bicara dengan Hae Woo. Kim Joon menjawab terima kasih, dan dengan senyum Joon Young berkata kalau dia akan menemui Kim Joon di Okinawa, sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Kim Joon. Kim Joon melihat uluran tangan Joon Young yang bersahabat itu.
Dia mengingat saat remaja dulu, Joon Young juga mengulurkan tangan dan memperkenalkan namanya. Saat itu awal mereka menjadi sahabat.
Kim Joon membalas uluran tangan Joon Young dan mereka pun berjabat tangan.
Kim Joon berkata kalau dia sangat menikmati hari ini.

Joon Young tersenyum dan mengingatkan Kim Joon akan janji main basket mereka.


Di mobil saat perjalanan pulang, Joon Young terlihat berfikir. Dia masih mengingat percakapan Hae Woo dan Kim Joon di bar tadi. Kayaknya Joon Young galau banget lo.


Hae Woo sudah sampai di halaman rumahnya. Ternyata Soo Hyun sedang menunggu Hae Woo untuk menyampaikan paket yang dialamatkan pada Hae Woo, dan Soo Hyun langsung berdiri begitu melihat Hae Woo datang. Hae Woo masih terlihat kesal, dan ingin menghindari Soo Hyun. Tapi Soo Hyun langsung berlari menghampiri Hae Woo. Hae Woo berkata kalau dia sedikit lelah, jadi kalau ada yang ingin Soo Hyun bicarakan dengannya besok saja.

Soo Hyun menunduk dan meminta maaf pada Hae Woo. Dia benar-benar minta maaf. Hae Woo berkata jangan khawatir. Dia janji tidak akan melaporkan Soo Hyun. Soo Hyun berkata kalu itu bukan alasan dia datang kesini. Dia tahu mungkin Hae Woo menganggapnya sebuah alasan saja, tapi dia tidak melakukannya karena menginginkannya.

Hae Woo berkata dia tahu Soo Hyun melakukan itu karena untuk kepentingannya. Soo Hyun menjawab dia merasa itu hanyalah sebuah alasan, sejujurnya saat Jaksa Agung berbicara padanya, dia tidak menolak permintaan itu. Dia hanya ingin mendapatkan persetujuannya saja untuk melakukan tindakannya ini. Tapi setelah mendengar penjelasan dari Hae Woo, dia jadi sadar. Dia benar-benar menyesal dan merasa malu, sampai rasanya setiap dia mengingat ini dia bisa menjadi gila.
Soo Hyun kemudian bilang, jika dengan dia mengundurkan diri bisa membantu Hae Woo, maka dia akan melakukannya.

Dia tahu Hae Woo sudah kecewa padanya, tetapi dia ingin agar Hae Woo mau memberinya kesempatan untuk membantu Hae Woo. Dia janji tidak akan mengecewakan Hae Woo lagi.
Hae Woo meminta Soo Hyun untuk pulang, dan Soo Hyun mengira Hae Woo menolaknya. Namun kemudian Hae Woo berkata kalau Soo Hyun ingin membantu dia, maka Soo Hyun harus memperhatikan kesehatan Soo Hyun. Hae Woo tersenyum dan bilang kalau Soo Hyun harus istirahat dan dia akan menemui Soo Hyun besok.

Soo Hyun sangat senang karena Hae Woo mau memberinya kesempatan lagi, dan sebelum pergi dia menyerahkan paket itu pada Hae Woo. Soo Hyun bilang, kalau paket itu untuk Hae Woo. Hae Woo pun menerimanya.


Hae Woo berjalan masuk menuju rumahnya sambil membawa paket itu. Hae Woo masih teringat kata-kata ayah mertuanya yang menyuruh dia melupakan masa lalu itu. Dan masa lalu hanya bisa keluar jika dibawa kembali ke permukaan.

Tiba-tiba Joon Young datang dan memanggil istrinya. Hae Woo tersenyum dan Joon Young bertanya apa Hae Woo kerja sampai jam segini karena tadi dia melihat Kepala Bagian Kim datang? Apa Hae Woo tadi ada dikantor? Hae Woo mengangguk membenarkan.

Hae Woo akan melangkah masuk, kemudian Joon Young menarik tangan Hae Woo dan berkata kalau Hae Woo pasti mengalami suatu yang sulit kan? Dia bisa membayangkan bagaimana beratnya yang sedang dialami Hae Woo, dan dia sangat khawatir. Tetapi fakta bahwa dia tidak bisa melakukan apapun untuk meringankannya membuatnya merasa marah dan frustasi.

Hae Woo bertanya kenapa Joon Young bilang tidak ada yang bisa dilakukan Joon Young? Joon Young punya banyak yang bisa dilakukan. Joon Young bilang katakan saja apa itu, maka dia akan melakukan apapun untuk Hae Woo. (Duuhh..ngirii saya..)
Hae Woo dengan imutnya berkata kalau dia lapar, sangat lapar dan ingin makan ramen saat ini. Haha..

Joon Young menyentil lembut jidat Hae Woo, dan Hae Woo mengaduh kecil karena sakit. Joon Young berkata harusnya Hae Woo dimarahi karena larut malam begini belum juga makan malam. Hae Woo bercanda dengan berkata kalau dia akan menuntut Joon Young, karena dia wanita yang tidak bisa menerima kekerasan.
LOL

Joon Young berkata kalau dia akan meminta ayahnya untuk memberi Hae Woo kasus yang ringan saja. Secara mengejutkan Hae Woo berkata dengan sedikit berteriak agar Joon Young jangan melakukan itu. Hae Woo tersadar kalau tadi dia sudah sedikit kasar pada Joon Young, dan menyesal. Joon Young yang tahu perubahan wajah Hae Woo hanya tersenyum dan berkata kalau tadi dia hanya bercanda.

Joon Young bertanya apa Hae Woo memikirkan ayahnya? Hae Woo menatap Joon Young, dan hanya terdiam. Joon Young berkata mungkin iya Hae Woo memikirkan ayahnya. Kalau ayahnya tahu, bahwa ayah Hae Woo terlibat dalam kasus ini, ini akan berat untuk ayahnya dan juga Hae Woo.

Hae Woo mengangguk dan berkata kalau Joon Young benar. Dia berharap agar ayah Joon Young tidak tahu tentang hal itu.
Joon Young kemudian merangkul Hae Woo, dan berkata kalau dia akan membuatkan ramen untuk Hae Woo.


Yi Soo sepertinya melangkah tanpa sadar menuju tempat adiknya bekerja. Saat kakinya sudah menaiki tangga dia tersadar, dan melihat sekelilingnya. Lalu dia melihat kedalam ruangan, dimana Yi Hyun sedang tertawa bersama teman kerjanya. Terlihat bahagia. Yi Soo pun ikut tersenyum melihat keceriaan adiknya.


Yi Soo memutuskan masuk ke dalam, dan Yi Hyun langsung menyambutnya dan mengucapkan selamat datang. Yi Soo hanya terdiam saat Yi Hyun bertanya “Apakah anda ingin memesan sesuatu?”

Yi Soo menjawab dia ingin pesan jus. Yi Hyun bertanya Jus apa yang anda suka? Tiba-tiba Yi Soo malah balik bertanya Jus apa yang Yi Hyun suka? Membuat Yi Hyun kaget dan menatap Yi Soo. Yi Hyun heran dan Yi Soo berkata kalau ada banyak jenis Jus disini, dia ingin Yi Hyun merekomendasikan jenis Jus yang Yi Hyun suka.

Yi Hyun menjawab dengan senyum kalau dia menyukai semuanya. Tapi kalau yang paling dia suka, adalah mangga. Yi Hyun bertanya apa Anda juga mau itu? Yi Soo mengangguk dan menyetujuinya.

Kemudian Yi Soo berkata kalau dia pesan satu dari setiap jenis jus yang ada. Yi Hyun kaget, dan melihat kalau Yi Soo sendiri kenapa memesan begitu banyak.
Yi Soo menjawab kalau dia membelinya untuk teman-temannya di kantor. Yi Hyun akhirnya paham dan berkata akan menyiapkan semuanya untuk Yi Soo. (Aku bingung deh nyebutin namanya, Yi Hyun belum tahu Yi Soo..belum tahu Kim Joon juga, kalau apake anda terus, aku yang nulis aneh,jadi terserah saya ya nulisnya gimana..Hihi..moga kalian ngerti..^^)

Yi Hyun bertanya berapa banyak teman-teman Yi Soo? Karena satu dari setiap rasa jus yang ada disni rasanya terlalu banyak jika harus dipesan untuk semua teman Yi Soo.

Yi Soo menjawab kira-kira sepuluh orang. Yi Hyun memuji suara Yi Soo yang bagus. Yi Soo tersenyum karenanya.


Saat Yi Soo akan keluar, dia berpapasan dengan Bang Jin yang sepertinya akan menjemput Yi Hyun. Yi Soo menatap kedekatan mereka, dan tersenyum karena tahu adiknya besar ditangan orang yang tepat.


Young Hee kaget saat membuka pintu apartemennya. Ternyata Kim Joon ada di depan pintu kamarnya. Kim Joon menyerahkan Jus yang dia beli tadi, dan berkata kalau tadi dia sengaja beli banyak. Young Hee menerimanya dengan heran. Young Hee bertanya apa ini semua memang sengaja dibeli untuknya?
Kim Joon tidak menjawab dan hanya berkata sampai jumpa besok.
Saat Kim Joon mulai beranjak pergi, Young Hee berkata tunggu sebentar membuat Kim Joon berbalik. Dan dengan senyum Young Hee berkata kalau dia menganggap ini hadiah ucapan selamat masuk rumah baru dan mengundang Kim Joon untuk merayakannya bersama.
Hehe


Kim Joon tidak menolak untuk masuk ke apartemen Young Hee. Young Hee berkata kalau rumahnya sedikit berantakan karena dia belum sempat membereskannya. Kim Joon hanya berdiri memandang keluar jendela, membelakangi Young Hee.
Young Hee bertanya kenapa Kim Joon membeli Jus sebanyak ini? Kim Joon berbalik badan dan menatap Young Hee. Young Hee langsung meminta Kim Joon untuk duduk di sofa. Young Hee bahkan meminta dua kali agar Kim Joon duduk di sofa, daripada berdiri, dan Kim Joon akhirnya menuruti keinginan Young Hee.


Saat Young Hee menaruh kameranya di meja, terlihat ponsel Young Hee berdering, sepertinya Chairman Yoshimura yang menelpon, karena raut wajah Young Hee langsung berubah. Dia mungkin bingung apakah harus menerimanya atau tidak?
Kim Joon yang melihat Young Hee tidak segera mengangkat teleponnya, menyuruh Young Hee segera menjawab panggilan itu.
Young Hee langsung menaruh ponselnya, dan berbalik dan berkata pada Kim Joon kalau dia bisa saja tidak ingin menjawab telepon tadi.


Young Hee mendekati Kim Joon dan bertanya apa Kim Joon sudah bertemu Direktur Oh? Kim Joon membenarkan itu, dan Young Hee bertanya apa Joon Young menerima undangan itu? Kim Joon menjelaskan kalau Joon Young bisa menerimanya, tapi sepertinya Hae Woo tidak bisa datang.

Young Hee kemudian berkata kalau Kim Joon pasti belum makan malam. Kim Joon bahkan cenderung tidak makan makanan ringan bahkan saat sedang minum. Dia akan menyiapkan makan malam untuk Kim Joon, dan meminta Kim Joon menunggu sebentar.

Kim Joon menolak, tapi Young Hee berkata kalau tugasnya sebagai sekretaris adalah memastikan Kim Joon sehat, dan tentu itu termasuk juga untuk merawat kesehatan Kim Joon. Jadi biarkan dia melakukan ini.
Kim Joon berkata kalau Jus saja cukup, sambil mengambil satu jus yang ada di meja.

Young Hee tersenyum dan berkata kalau Kim Joon kan ga suka jus.
Kim Joon ga bisa berkutik karena Young Hee sepertinya tahu semua tentang dia.
Tapi Kim Joon langsung berkata sampai jumpa besok, dan melangkah menuju pintu.
Young Hee mengikuti di belakang Kim Joon, dan Kim Joon berkata kalau Young Hee ga perlu mengantarnya keluar. Young Hee terlihat kecewa.


Yi Hyun ada bersama ayahnya dalam perjalanan pulang ke rumah mereka. Di dalam mobil, Yi Hyun terlihat hanya diam saja, tapi kemudian dia berkata kalau Yi Soo juga punya suara yang bagus. Kayaknya dia ingat pria yang membeli Jus di tempatnya bekerja tadi—Kim Joon.

Bang Jin heran dan bertanya apa maksudnya? Yi Hyun tertawa dan mengalihkan pembicaraan. Dia bertanya apakah ayahnya sudah menemukan kenapa kunci loker itu ditukar? Bang Jin menggeleng dan menjawab belum. Yi Hyun mengejek ayahnya dengan berkata kalau ayahnya lamban. Jika saja itu dia, dia pasti sudah menemukan alasannya. Bang Jin berkata kalau begitu Yi Hyun jadi detektif saja. Yi Hyun tersenyum, dan menjawab kayaknya memang harus, karena dia tidak mempercayai ayahnya.
Bang Jin tertawa mendengar kata-kata Yi Hyun.

Bang Jin bertanya apa akhir-akhir ini Yi Hyun menerima pesan yang aneh? Yi Hyun menoleh memandang ayahnya. Yi Hyun menggeleng, dan berkata tidak. Dia juga bilang kalau Hae Woo unni menanyakan hal yang sama padanya. Memangnya ada apa?
Bang Jin menggeleng dan berkata kalau dia Cuma nanya aja. Hae Woo juga begitu.
Yi Hyun bertanya tetapi kenapa?
Bang Jin beralasan kalau dia hanya mencemaskan putrinya saja. Apa seorang ayah harus punya alasan untuk cemas pada putrinya sendiri. Bang Jin bahkan bilang kalau di dunia ini penuh dengan orang gila yang berlalu lalang. Selain itu Yi Hyun terllau cantik, jadi bagaimana mungkin dia sebagai ayah tidak cemas. Yi Hyun tersenyum mendengar pujian ayahnya.

Bang Jin berpesan agar Yi Hyun memberitahunya kalau mengalami sesuatu yang aneh. Yi Hyun menjawab “Siiapp ayah..” sambil menaruh tangannya di kening, persis kayak kita lagi upacara bendera dan harus hormat graaaakkk..^^


Di rumah keluarga Jo. Hae Woo berkata kalau dia tidak bisa pergi ke Okinawa.
Sang Deuk berkata kalau kepergian ini kan pas di akhir pekan. Jadi seharusnya perjalanan ini ga mengganggu pekerjaan Hae Woo. Hae Woo berkata kalau jenis pekerjaannya kan kakeknya sudah tahu, jaksa ga mengenal akhir pekan. Dia benar-benar minta maaf karena tidak bisa ikut.

Eui Sun berkata kalau Hae Woo seolah-olah akan menyelamatkan Negara bahkan saat akhir Pekan, jangan membuat alasan dan pergi saja. Hae Woo menjawab kalau ini akan berat untuknya.
Eui Sun langsung membentak Hae Woo dan mengingatkan kalau Hae Woo pewaris Hotel Gaya. Ini akan jadi jalan hidup Hae Woo nantinya, jadi anggap saja perjalanan ini sebagai pengalaman untuk Hae Woo belajar.

Hae Woo memotong kalimat ayahnya dan berkata kalau dia tidak berniat berkecimpung dalam bisnis ini. Dia bahkan sudah mengatakan pada ayahnya sejak dulu.
Eui Sun akan membentak Hae Woo, namun Sang Deuk melarangnya dan berkata jangan meninggikan nada suara saat-saat seperti ini.


Sang Deuk berkata kalau dia menghormati keputusan Hae Woo. Tetapi selain karena hubungan bisnis, dia dan Chairman Yoshimura mempunyai hubungan yang special. Jadi paling tidak, dia berharap Hae Woo mau melakukannya demi kakeknya ini.
Kali ini Joon Young ikut berkata pada kakek, kalau dia yang akan meyakinkan Hae Woo. Hae Woo yang mendengar Joon Young tidak membantunya, langsung menoleh memandang suaminya itu. Sang Deuk setuju, dan berkata kalau Joon Young berhasil maka itu bagus.


Di kamarnya, Joon Young duduk di samping Hae Woo dan berkata kalau Hae Woo boleh saja tidak pergi. Hae Woo terkejut karena ternyata Joon Young tidak memaksanya. Joon Young bilang kalau dia sudah yakin Hae Woo ga akan bisa pergi, jadi dia sudah memberitahu CEO Kim. Hae Woo bertanya lalu kenapa Joon Young berkata seperti itu pada kakek?
Joon Young menjawab kalau dia hanya mencoba menyelamatkan Hae Woo dari situasi tadi.
Hae Woo tersenyum senang.

Joon Young bilang biar dia yang menjelaskannya pada Kakek, jadi Hae Woo ga usah memikirkannya dan bisa tenang melakukan pekerjaannya.
Hae Woo kemudian bercanda dengan berkata kalau Joon Young sepertinya menginginkan kepemilikan Grup ini sendiri kan? Joon Young kaget dan berkata “Hah..”

Hae Woo dengan santainya bilang kalau Joon Young sedang mempengaruhinya sebagai ahli waris Grup Gaya. Joon Young tersenyum..dan menjawab kalau sepertinya Hae Woo sudah tahu. Hae Woo tersenyum dan berkata kalau dia sudah menangkap basah Joon Young.


Hae Woo berterima kasih pada suaminya itu, dan Joon Young langsung memeluk Hae Woo mesra. Joon Young berpesan agar Hae Woo tidak menyiksa dirinya sendiri dan jangan terburu-buru. Kasus yang sulit hanya akan bertambah memusingkan kalau Hae Woo terburu-buru menyelesaikannya.
Masih dalam pelukan Joon Young, Hae Woo menjawab kalau dia akan mendengarkan yang Joon Young katakan.


Hae Woo masuk ke ruang kerjanya, dan melihat paket itu. Dia bahkan belum melihat isinya. Dia langsung mendekat dan mengambil kotak itu. Dia melihat provinsi tempat si pengirim dan merasa aneh.
Hae Woo langsung membukanya.


Di apartemennya, Yi Soo sedang melihat ikan-ikan yang menghias akuariumnya. Di tangannya tergenggam hiasan Hiu miliknya.


Sementara itu, Hae Woo kaget dengan barang yang dia terima. Dia mengambil isi paket itu, dan isinya adalah sebuah kunci dengan nomer 22. Dia tahu kalau ini kunci yang diceritakan Bang Jin berisi dokumen yang sudah dilihat Yi Soo, yang sepertinya penghubung dari kasus yang sedang mereka tangani saat ini.


Esok paginya, Hae Woo langsung meluncur dengan mobilnya. Dia sudah tidak sabar untuk sampai ke tempat dimana kunci itu berada. Dan sampailah Hae Woo ditempatnya. Dia melihat loker nomer 22 itu, memasukkan kunci itu ke dalam lubang kunci, dan memutarnya. Hae Woo tahu itu akan terbuka dan mendapati ada sebuah amplop cokelat di dalamnya.


Hae Woo mengambil amplop itu, dan membuka isi di dalamnya yang ternyata sebuah foto. Hae Woo kaget tentu saja, dan bingung tempat apa ini.


Hae Woo yang sudah ada di dalam mobilnya, memfoto gambar itu di ponselnya. Hae Woo langsung mengirim pesan pada Bang Jin agar dia ikut mengidentifikasi tempat yang terlihat di foto ini. Hae Woo memandang foto itu, dan melihatnya dengan cermat.


Bang Jin langsung membuka pesan yang dikirim Hae Woo, dan terkejut melihat gambar itu.


Soo Hyun juga mengamati foto itu, dan ikut berfikir. Hae Woo yang ada di mejanya bertanya apa Soo Hyun akan sungguh-sungguh dalam membantunya?
Soo Hyun membenarkan dan bertanya foto apa ini (Kalau udah tahu ngapain diliatin ke kamu mas..-_-)

Hae Woo menjawab kalau itu tugas Soo Hyun untuk mencari tahunya. Pertama Soo Hyun harus menemukan dimana foto itu diambil. Soo Hyun menjawab sepertinya ini ada di Jepang.


Rekan kerja perempuan Hae Woo datang kayaknya sekretarisnya deh, soalnya dia nganterin dokumen-dokumen di meja Hae Woo. Saat sekretaris itu datang ke ruang kerja Hae Woo, Soo Hyun memperlihatkan foto itu padanya dan bertanya menurutnya kira-kira foto ini ada dimana?

Sekretaris itu menjawab bagaimana dia bisa tahu kalau Cuma melihatnya dari foto saja. Hae Woo lalu berkata kalau itu salah satu bukti penting. Sekretaris itu langsung mengambil foto dari tangan Soo Hyun dan mengamatinya.

Hae Woo berkata kalau sepertinya itu bukan di daerah perkotaan, hanya ada nama restoran kecil yang terlihat di foto itu. Soo Hyun berkata kalau dia akan berusaha menemukannya. Serahkan saja ini padanya.


Young Hee meminta Dong Soo untuk memberikan sesuatu pada sekretarisnya Joon Young di Hotel Gaya. Dong Soo bertanya apa Joon Young Hyungnim yang dimaksud Young Hee? Young Hee heran kok Dong Soo bisa kenal? Dong Soo membenarkan dan berkata kalau Joon Young kakak kelasnya waktu di SMA dulu. Bukan hanya kakak kelas biasa,tapi kakak kelas yang penting. Young Hee tersenyum dan Dong Soo muai bercerita, kalau dulu di waktu SMA, dia, Yi Soo, Joon Young, dan Hae Woo adalah empat sekawan. Dulu sangat menyenangkan saat mereka bersama-sama.

Young Hee bertanya apa Hae Woo yang Dong Soo maksud adalah Jaksa Jo Hae Woo? Dong Soo tersenyum dan balik bertanya apa Young Hee juga kenal dengan Hae Woo? Young Hee menjawab kalau dia melihat Hae Woo beberapa kali.
Dong Soo mulai genit dengan berkata kalau sepertinya dia dan Young Hee memang sudah ditakdirkan untuk bertemu. Apa Young Hee setuju itu? Young Hee tertawa dan menjawab sepertinya iya.

Dong Soo berkata kalau begitu dia akan menyerahkan langsung pada Joon Young. Tidak masalah kan? Young Hee setuju dan berkata kalau itu lebih baik. Dong Soo berkata kalau dia akan kembali secepatnya.


Saat Dong Soo sudah melangkah pergi, Young Hee tiba-tiba bertanya tentang orang yang Dong Soo sebut Yi Soo. Apakah Dong Soo masih bertemu dengan orang itu sampai sekarang? Dong Soo langsung menoleh, dan menjawab kalau tentu dia masih bertemu dengan Yi Soo sampai sekarang. Kemudian Dong Soo berubah serius dan bilang “Yi Soo..ada disini. Dia disini..” sambil menunjuk dadanya.
(Aku terharu..)

Young Hee yang melihat arah tangan Dong Soo yang menunjuk dadanya dan berkata seperti itu, jadi bingung dan bertanya apa maksudnya?

Dong Soo menjawab “bahkan seorang teman yang sudah meninggal selalu ada di dalam hati saya. Dia hidup, dan bernafas.”
Young Hee terkejut mendengar penjelasan Dong Soo dan bertanya apa itu artinya Yi Soo sudah meninggal?

Dong Soo menjawab kalau sebuah truk yang Panik..tapi Dong Soo menghentikan kalimatnya dan berkata "maafkan aku"
Dia hanya masih merasa marah setiap kali memikirkan kejadian itu. Paling tidak jika dia, atau Hae Woo bisa menemukan tubuh Yi Soo, mereka tentu tidak akan merasa semenderita ini. Hae Woo juga merasa yang sama.

Young Hee kemudian bertanya apa Yi Soo dan Hae Woo dulunya sangat dekat? Dong Soo yang super polo situ bilang, kalau Hae Woo dan Yi Soo bukan hanya sangat dekat, kalau Yi Soo masih ada sampai saat ini, mereka pasti sudah akan..
Kalimat itupun terputus, dan Dong Soo menyadari dia tidak pantas berkata seperti ini. Dia lalu pamit pergi pada Young Hee.

Young Hee memikirkan semua, setelah Dong Soo keluar dari apartemennya. Dia mencoba menebak-nebak dengan semua yang ada dan tentunya mencoba mengaitkan ini dengan Kim Joon.


Hae Woo bertemu Bang Jin dan dia menyerahkan tas berisi kotak paket, dokumen, dan kunci loker yang dia terima. Bang Jin melihat isinya dan mengangguk. Dia juga berkata kalau dia tidak yakin ada sidik jari di benda-benada ini, tapi dia tetap akan memeriksanya. Hae Woo juga meminta Bang Jin memeriksa CCTV kantor pos tempat paket ini dikirimkan. Bang Jin mengangguk, dan bilang kalau mereka mengecek semua CCTV bahkan yang ada di dekat jalan raya itu, mereka pasti menemukan petunjuk.

Bang Jin bertanya apa Hae Woo tahu dimana foto diambil? Hae Woo menjawab kalau dia juga sedang mencari. Bang Jin berkata pikirkan hal ini baik-baik, kemungkinan itu tempat yang pernah Hae Woo kunjungi sebelumnya, walaupun mungkin hanya sekali. Hae Woo menggeleng. Dia berkata kalau itu pertama kalinya dia melihat tempat tersebut. Lagipula, dia juga belum pernah mengunjungi Jepang sebelumnya.
Bang Jin stress dibuatnya dan berkata kalau dia benar-benar bisa gila karena ini.
Dia bertanya pada Hae Woo dengan nada kesal, seperti apa sebenarnya rupa si brengsek ini? Kalau Brengsek itu merasa begitu sedih, harusnya dia muncul dan mengaku dengan bangga. Atau bahkan minta pertolongan, bukan main tebak-tebakkan seperti ini dengan mereka.

Bang Jin berkata bukankah menurut Hae Woo Brengsek ini seorang pria gila? Hae Woo malah tersenyum dan Bang Jin jadi heran. Dia bertanya kenapa Hae Woo tersenyum?
Hae Woo menjawab hanya karena..
Bang Jin melanjutkan kalimat Hae Woo itu dan bilang Hanya kerena dia terlihat seperti pria gila. Jadi karena itu Hae Woo tersenyum.
Hae Woo kembali tersenyum dan Bang Jin berkata kalau tujuan pria ini sangat jelas. Hae Woo menjawab dengan menggunakan dirinya, pria ini ingin megungkap kebenaran yang ditutupi itu.

Hae Woo berkata “Ini seperti Polaris..”
Bang Jin menoleh dan bertanya apa maksud Hae Woo?

“Polaris adalah bintang yang menunjukkan jalanseseorang..saya tidak tahu siapa dia, tapi dia seang memberikan saya petunjuk. Kita tidak akan tahu apakah tujuan akhirnya adalah Surga atau Neraka?”

Bang Jin menjawab “Apakah itu Surga atau Neraka, aku akan selalu menemanimu. Ingat selalu hal itu.”


Nyonya Park memegang kartu nama Kim Joon. Dia berniat menelepon CEO Giant itu.


Sementara itu Yi Soo yang sudah bersiap pergi, menerima panggilang di ponselnya. Dia bertanya ini siapa? Yi Soo kaget karena Nyonya Parklah yang menghubunginya.


Ternyata Nyonya Park meminta agar bisa bertemu Kim Joon, dan Kim Joon menyanggupinya. Saat mereka sudah duduk berdua, Nyonya Park berkata pasti Kim Joon kaget mendapat telepon darinya? Kim Joon mengelak dan berkata tidak seperti itu.

Kim Joon bertanya apa yang ingin Nyonya Park bicarakan dengannya?
Nyonya Park menjawab kalau sebenarnya dia tahu ini akan sangat mengganggu, tapi dia ingin bertemu Kim Joon karena ingin bertanya sesuatu.

Kim Joon bertanya apa itu? Nyonya Park masih berbelit-belit dengan bilang kalau dia tahu ini sangat aneh. Kim Joon tersenyum dan menyuruh Nyonya Park untuk langsung saja mengatakannya.


Nyonya Park bertanya dengan hati-hati, apakah hari itu dimana Kim Joon ada di tempat pertama mereka bertemu adalah benar-benar sebuah kebetulan?
Kim Joon membenarkannya kalau itu sebuah kebetulan dan bertanya kenapa memangnya? Apa ada alasan yang membuat itu menurut nyonya Park bukan sebuah kebetulan?
Nyonya Park beralasan kalau tempat yang Kim Joon kunjungi saat itu tersembunyi, dan rasanya sulit jika orang asing langsung bisa menemukannya. Tentu saja bukannya tidak mungkin bisa menemukannya, tapi fakta bahwa mereka bertemu pada hari kematiannya Young Man, membuat dia berfikir kalau itu bukanlah sebuah kebetulan lagi.

Yi Soo memegang lengan kursinya dengan erat, merasa Nyonya Park mulai curiga padanya.

Kim Joon meminta maaf dan berkata kalau dia ga ngerti dengan maksud pembicaraan Nyonya Park.
Nyonya Park terdiam sebentar dan langsung bertanya “Apakah Anda mengenal Han Yi Soo?”

Yi Soo hanya terdiam tanpa menjawab langsung pertanyaan Nyonya Park. Tangannya masih mengetuk-ngetuk lengan kursi di tempatnya duduk, tanda dia sedikit terkejut. Namun ekspresi Yi Soo tetap datar.


Bersambung ke Part 2

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar