Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word episode 11 Part 1




Eun Jin dan Sung Soo sudah duduk berhadapan dan Sung Soo mulai bicara tentang perceraian. Dia jujur tak tahu apa yang harus dia lakukan untuk perceraian ini.

Eun Jin menjawab kalau Sung Soo pertama-tama harus menandatangani surat cerai dulu. Sung Soo bertanya bagaimaa caranya mereka bisa mendapatkan surat cerai itu?
Eun Jin menjawab, mereka bisa mendownloadnya di internet, lalu tinggal mengisinya.

Sung Soo menatap Eun Jin yang sedari tadi hanya menunduk dan kemudian menyuruh agar Eun Jin mendownlod surat cerai itu. Dia ga mungkin bisa melakukannya di kantor.
Sung Soo kemudian bertanya lagi, lalu apa setelah itu? Eun Jin menjawab, kalau mereka harus memisahkan property dan memutuskan siapa yang akan mendapatkan hak asuh anak.

Sung Soo yang kesal karena Eun Jin seolah memang sangat ingin cerai, berkata bahwa Eun Jin tahu segalanya tentang perceraian, serasa Eun Jin sedari awal memang mengharapkan ini terjadi. Kapan tepatnya Eun Jin mengetahui segala sesuatu tentang perceraian dan syarat-syaratnya?

“Sejak kau menipuku.”

Sung Soo marah, karena Eun Jin selalu mengungkit masa lalunya, padahal apa yang dilakukan Eun Jin adalah sesuatu yang baru terjadi.
Eun Jin menjawab, jika Sung Soo mengatakan kesalahan Sung Soo adalah masa lalu, maka diapun akan menyebut kesalahannya juga sudah terjadi di masa lalu. Bedanya, Sung Soo baru mengetahuinya saat ini.

Sung Soo bertanya apa benar itu masa lalu?
Eun Jin menjawab iya dengan mantap.


Sung Soo berdiri dan bertanya kesal, apa yang Eun Jin sukai dari pria itu? Sung Soo mengejek Jae Hak dengan berkata Jae Hak seperti pria pesolek, dan mudah menyeringai. Dia bahkan mengejek selera Eun Jin yang sangat buruk.
Eun Jin menengadah menatap Sung Soo heran lalu bertanya, apa Sung Soo bertemu dengan pria itu?

Sung Soo dengan sinis menjawab, Eun Jin bisa tahu jika Eun Jin mengubungi pria itu. Tiba-tiba Sung Soo bertanya, apa Eun Jin masih menyimpan nomer laki-laki itu? Tanpa pikir panjang, Sung Soo langsung mengambil ponsel Eun Jin. Eun Jin ingin merebutnya, namun Sung Soo langsung berlari ke kamar mandi.
Sesampainya, di kamar mandi Sung Soo membuang ponsel Eun Jin ke dalam kloset.


Eun Jin gusar melihat ponselnya yang sudah tak mungkin bisa diselamatkan. Dia gusar bukan karena dia tak bisa berhubungan dengan Jae Hak, jelas bukan itu. Dia gusar, karena dia akan semakin sulit mengubungi Yoon Jung putrinya. Terlebih dia juga berjanji akan selalu menjawab panggilan Yoon Jung.


Sersan Lee Tae Soo menemui Min Soo, dan Min Soo bukan cemas akan dirinya, tapi dia cemas karena kakaknya ada disini, dan melihat kejadian ini. Dia hanya ga ingin membuat kakaknya khawatir.

Sersan Lee menjelaskan kalau tadi dia sudha menghubungi ponsel Min Soo, namun Min Soo ga menerimanya. Min Soo menjawab, kalau dia ga menerima panggilan dari nomer yang tidak dia kenal. Sementara itu, di belakang Min Soo, Mi Kyung berdiri dengan cemas.

Sersan Lee bertanya apa Min Soo kenal dengan Kim Jo Gwang? Min Soo menjawab iya. Sersan menjelaskan kalau dia mencari Jo Gwang terkait penjualan mobil illegal.
Baru-baru ini, Min Soo ketemu kan sama Jo Gwang?

Min Soo dengan tenang menjawab, baru-baru ini, kapan tepatnya maksud sersan?
Sersan pun menjeleskan, baru-baru ini yang dia maksud, sekitar sebulan yang lalu.
Min Soo menjawab kalau sebulan lalu, dia tidak bertemu dengan Jo Gwang. Dia bertemu dengan Jo Gwang, dua bulan lalu tepatnya.
Dia dengar Jo Gwang ingin memulai hidup baru di Fhilipina.

Rekannya sersan Lee yang juga ada disana, berkata pada temannya, kalau ini jadi bertambah rumit. Bukankah dia sudah bilang, kalau pelaku psti membuat alasan untuk melarikan diri. Sersan Lee beralih lagi pada Min Soo, dan meminta Min Soo menghubunginya jika tahu kabar tentang Jo Gwang. Min Soo pun menyanggupinya.


Setelah sersan Lee dan rekannya berlalu, Mi Kyung bertanya hubungan apa yang Min Soo miliki dengan Jo Gwang, sehingga Jo Gwang dicari-cari polisi sekarang?


Flashback

Song Min Soo, melarikan mobil yang dipakainya setelah menabrak keluarga Na Eun Jin, siang itu. Dia pergi ke tempat dimana Jo Gwang berada. Min Soo datang dengan perasaan amat menyesal. Wajahnya pucat dan dia seolah kehilangan focus. Saat Jo Gwang mendekat dan bertanya apa yang terjadi, Min Soo menjawab kalau seharusnya tadi dia berhenti, tapi dia malah menginjak pedal gas.


Jo Gwang berkata sepertinya Min Soo baik-baik saja, dan jika dilihat dari kerusakan mobil, itu bukan kecelakaan yang parah kok. Min Soo yang takut, menjelaskan kalau ada anak kecil di mobil yang dia tabrak tadi. Hampir menangis Min Soo bertanya, apa yang harus dia lakukan sekarang?

Jo Gwang bertanya, jadi apa tadi Min Soo melarikan diri? Min Soo menjawab dia tadi bingung, sehingga ga tahu harus melakukan apa. Jo Gwang menenangkan Min Soo dengan berkata ini mobil berlisensi palsu, jadi tenang saja Min Soo ga akan tertangkap kok.

Min Soo yang cemas menjawab bukan itu masalahnya, ini karena ada anak kecil di dalam mobil tadi. Jo Gwang yang jadi kesal bertanya lalu apa yang harus dia lakukan untuk Min Soo, seharusnya tadi Min Soo mengakui kecelakaan itu pada keluarga yang Min Soo tabrak. Kenapa malah lari?

“aku juga bertanya-tanya, kenapa tadi aku malah melarikan diri? Aku tidka berfikir untuk melakukan itu. ”


Terlihat Min Soo tergesa-gesa datang ke sebuah rumah sakit, dia seolah mencari seseorang. Min Soo melewati Sung Soo dan Yoon Jung di kursi rumah sakit, namun tentu mereka tak saling kenal.
Lalu sampailah Min Soo pada ruangan dimana terlihat dokter sedang merawat luka di kening Eun Jin. Setidaknya, Min Soo lega karena orang yang ditabraknya, tak mengalami luka yang parah.


Song Min Soo pun keluar dan tanpa sengaja berpapasan dengan Eun Young yang datang tergesa-gesa bersama ibu dan ayahnya. Mereka hanya saling melewati tanpa saling memandang. Eun Young yang cemas karena kakaknya, tak melihat saat Min Soo lewat. Begitu pula Min Soo yang diliputi perasaan bersalah, juga tak melihat kearah Eun Young, walaupun mereka sangat dekat saat itu.


Jo Gwang menunggu di luar RS, dan saat Min Soo sudah masuk mobil, Min Soo berkata kalau sepertinya orang yang ditabraknya tadi baik-baik saja. Dia pun mengucapkan terima kasih pada Jo Gwang yang sudah dianggap Hyung nya sendiri.

Jo Gwang berpesan agar Min Soo lain kali melakukan sesuatu dengan berfikir terlebih dulu, biar ga menyesal. Dia pun berkata kalau saat Wamil lah dia merasa itu saat-saat terbaik dalam hidupnya. Dia ga perlu khawatir tentang mencari nafkah, dan seharusnya dia tinggal di sana saja.

Min Soo menatap Jo Gwang dan bertanya sebenarnya pekerjaan apa sih yang sekarang dilakukan Jo Gwang? Jo Gwang tak menjawab dia hanya berkata,jujur dia ga pernah ingin menjadi kaya, dia hanya ingin agar dia bisa mencukupi kebutuhannya sendiri, tapi ternyata dia bahkan ga bisa melakukan hal itu.


Flashback End

Mi Kyung yang mendengar kisah Min Soo bertanya heran bagaimana bisa Min Soo berteman dengan penjahat? Min Soo menjawab, Jo Gwang adalah atasannya saat di militer dulu. Mi Kyung bertanya lagi, apa Min Soo sangat dengan dengan Jo Gwang?
Min Soo membenarkan, dia kemudian berkata kalau Jo Gwang adalah orang yang kesepian, dan Jo Gwang selalu memperlakukannya dengan baik.

Min Soo meminta maaf karena sudah membuat kakaknya khawatir. Mi Kyung menjawab dia tahu Min Soo ga mungkin melakukan sesuatu yang berbahaya. Jad Min Soo tenang saja.


Song Min Soo menemani kakaknya, sampai menuju di mana mobil kakaknya diparkir. Min Soo ingin agar kakaknya ga pulang terlambat ke rumah. Mi Kyung menjawab, dia inginp pulang saat semua sudah tidur. Min Soo kemudian memberi saran pada kakanya “Lelaki tidak punya kesabaran. Mereka akan melepaskanmu, dna melupakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah, jika kau terus menyiksa mereka.”

Mi Kyung menjawab jika Jae Hak membiarkannya pergi, maka dia akan pergi. Min Soo berkata, meskipun begitu, menurutnya kakak ipar orang yang baik.
Mi Kyung membenarkan kalimat Min Soo, dia tahu suaminya orang yang baik, terlepas dari perrselingkuhan yang dilakukan Jae Hak. Selebihnya Jae Hak orang yang baik. Maka dari itu, dia mencoba untuk membiarkan saja.

Min Soo setuju akan sikap Mi Kyung yang membiarkan saja masalah ini. Yang harus Mi Kyung pikirkan adalah anak-anak Mi Kyung. Mi Kyung ga boleh lupa akan rasa sakit saat anak-anak harus mengalami yang namanya perceraian orang tua.

Min Soo pun memberi semangat pada Mi Kyung agar bisa berusaha lebih keras. Tapi, jika setelah Mi Kyung mencoba, Mi Kyung tetap ga bisa, maka Mi Kyung bisa datang padanya, karena dia adalah keluarga. Mi Kyung harus ingat itu.


Rumah memang sudah gelap saat Mi Kyung datang, dan dia cukup menyukai hal ini. Malas rasanya jika harus melihat ibu mertuanya dan juga Jae Hak ditengah situasi seperti sekarang.
Mi Kyung masuk ke ruang kerja suaminya, dan memang tak ada Jae Hak disana.


Flashback

Mi Kyung seolah melihat anak-anaknya bermain di ruang kerja suaminya ini. Mereka sedang ditemani Jae Hak membuat miniatur bangunan. Jae Hak senang, karena anak-anaknya sangat pintar.

Setelah itu, Mi Kyung melihat bayangan dirinya dulu yang membawakan minuman untuk suaminya, dan bertanya apa anak-anaknya ga lelah? Anak-anak menjawab mereka akan tidur setelah mereka menyelesaikan ini.

Jae Hak mendekati istrinya, dan meberikan secarik kertas pada istrinya yang ternyata berisi pengalihan saham SU Elektronik. Jae Hak memberika saham SU Elektronik untuk Mi Kyung. Dia berkata akan sangat mustahil baginya, membangun perusahaan ini tanpa adanya Mi Kyung. Suksesnya perusahaan ini adalah karena andil Mi Kyung juga yang selalu ada disisinya.
Mi Kyung tersenyum senang mendengarnya.


Tiba-tiba kedua putra mereka bertengkar, dan Hye Joon mengadu pada ibunya, kalau kakaknya nakal. Mi Kyung mengancam kedua putranya yang jika terus bertengkar, maka dia akan membuang semua yang sudah di buat oleh Hye Joon dan Hye Hwang.


Flashback End

Song Mi Kyung berpindah ke kamar, dimana dia melihat suaminya sudah tertidur. Mi Kyung mendekati Jae Hak, dan membenarkan letak selimut Jae Hak.


Flashback

Malam itu, seperti biasa Mi Kyung membenarkan letak selimut suaminya, tapi tiba-tiba Jae Hak menggenggam tangannya, membuat Mi Kyung pun bertanya apa Jae Hak belum tidur? Mi Kyung mengingatkan agar Jae Hak segera tidur karena besok kan Jae Hak harus bangun lebih awal.


Jae Hak yang masih menggenggam tangan Mi Kyung langsung bangun dan bertanya, Mi Kyung pasti merasa sulit karena ayah kan? Mi Kyung menggeleng dan menjawab dia suka kok sama ayah. Dia tahu ayah Jae Hak mengalami demensia, namun ayah Jae Hak juga sangat lembut.

Jae Hak menyuruh Mi Kyung mendekat, dan langsung merangkul istrinya itu. Dia berkata “Hal terbaik yang pernah aku lakukan sejak aku lahir adalah menikah denganmu.”

Mi Kyung jelas suka mendengarnya dan berkata kalau kalimat tadi membuatnya sangat bahagia. dia akan mendapatkan kekuatan dari kata-kata itu dan bisa kembali bekerja keras esok harinya.
Jae Hak pun tersenyum dan memeluk istrinya tersebut. Sedang Mi Kyung membalas pelukan suaminya dengan penuh cinta.


Flashback End

Mi Kyung menghidupkan lampu kamar, membuat Jae Hak terbangun. Mi Kyung meminta maaf karena mengganggu tidur Jae Hak. Jae Hak bangkit dan dengan mata mengantuk bertanya apa Mi Kyung baru saja pulangnya? Mi Kyung menjawab kalau dia sudah datang dari tadi.

Mi Kyung duduk di tepi tempat tidur, dengan posisi membelakangi Jae Hak. Dia bertanya, apa benar Jae Hak ga berniat meninggalkannya, bahkan kerika Jae Hak sedang bersama wanita lain? Jae Hak membenarkan hal itu tanpa ragu sedikitpun.

Mi Kyung, masih tanpa menatap Jae Hak berkata kalau Jae Hak sudah melakukan yang terbaik sejauh ini. Terlalu sedih jika pernikahan ini harus diakhiri. Sekarang, dia akan mencoba mengabaikan fakta tentang Jae Hak yang menyelingkuhinya.
Jae Hak jelas sangat lega mendengarnya.

Jae Hak pun mengucapkan terima kasih, tapi Mi Kyung langsung menukas, kalau jawaban itu bukan jawaban yang ingin dia dengar.
Jae Hak pun tahu maksud Mi Kyung, kemudian meralat ucapannya dengan berkata “Aku mencintaimu.”

Mi Kyung tahu itu tak tulus, sehingga dia bilang, akan sangat tak tepat jika kita mendapatkan apa yang kita mau setelah memintanya.


Kim Sung Soo sudah bersiap ke kantor pagi ini. Saat matanya melirik ke atas meja, dia melihat formulir perceraian itu, dan mengambilnya. Dia juga membaca syarat-syarat yang harus dilakukan untuk perceraian. Sung Soo kesal dibuatnya.

Datanglah Eun Jin. Sung Soo bertanya Eun Jin darimana? Eun Jin menjawab kalau dia baru saja jalan-jalan, tadi dia bangun terlalu pagi.
Sung Soo dengan ketus bertanya, apa Eun Jin sedang gembira?

Eun Jin cuek dan hanya melakukan kegiatannya. Sung Soo kemudian bertanya, kenapa Eun Jin ga mencoba mengubah keinginannya untuk bercerai? Eun Jin tertegun mendapat pertanyaan itu?
Sung Soo berkata, dia saja bahkan memohon pada Eun Jin untuk tidak melakukan perceraian ketika Eun Jin dulu memintanya.
Tapi kenapa Eun Jin ga bisa seperti itu juga?


“Bisakah kau tanggung penghinaan yang akan kau dapat karena tetap tinggal denganku? Orang-orang akan terus membicarakan kita.”

Sung Soo kaget dan heran. Eun Jin menjelaskan kalau gossip sudah menyebar semenjak polisi datang malam itu. Young Kyung bahkan memintanya untuk tak berkata kalau dia pernah satu sekolah dengan Young Kyung, karena Young Kyung malu punya teman sepertinya. Jadi dia yakin, teman-teman mereka semua tahu kejadian ini.

Sung Soo menjawab, perkataan orang tidaklah masalah untuknya. Eun Jin menjawab kalau ini jelas masalah untuk Sung Soo. Sung Soo pun bertanya lalu kenapa Eun Jin harus menceritakan semua di rumah malam itu? Eun Jin menjawab, dia ga tahu kalau reaksi Sung Soo akan sedahsyat itu.

Sung Soo mendekati Eun Jin dan bertanya, apa berarti selama ini Eun Jin ga benar-benar memaafkannya? Kenapa Eun Jin begitu cepat mendapatkan semua informasi tentang perceraian?
Eun Jin berbalik dan menatap Sung Soo, lalu menjawab itu semua benar. Dia sejujurnya belum bisa memaafkan Sung Soo karena pengkhianatan Sung Soo dulu. Sung Soo juga ga akan bisa memaafkannya.

Eun Jin bahkan berkata kalau kenangan itu akan terus menghantui Sung Soo, terlebih Sung Soo adalah orang yang ga bisa sabar.
Sung Soo marah dan bilang, dia ga suka sama sikap Eun Jin.

Sung Soo bertanya, apa sekarang Eun Jin merasa lebih baik dari pada dia? Eun Jin hanya bisa meminta maaf, membuat Sung Soo bertambah kesal. Dia bilang, yang dia mau harusnya Eun Jin berteriak juga padanya, dan berkata kalau mereka melakukan hal yang sama. Kenapa Eun Jin tiba-tiba menjadi patuh begini?


Pagi berbeda, terjadi di rumah Jae Hak. Mi Kyung terlihat sudah kembali normal. Dia menyiapkan sarapan untuk suami dan ibu mertuanya yang selalu cerewet tentang nafsu makan. Mi Kyung bahkan tak membantah saat Jae Hak meminta tambahan sup.

Madam Choo makan daging dengan lahapnya, dan memuji putranya yang sudah berusaha keras sehingga keadaan kembali normal seperti sekarang.
Setelah sup datang, dan Mi Kyung duduk di kursinya, Madam Choo menyindir Mi Kyung yang sudah membuatnya setres.

Mi Kyung tau sindiran itu untuknya hanya bisa berkata maaf. Jae Hak bukannya mengingatkan ibunya, agar ga berkata seperti itu, dia malah bertanya apa ibunya ga mau belanja dan makan siang diluar bersama Mi Kyung?

Madam Choo menolak, dia lebih suka makanan rumah. Dia harus makan sebanyak mungkin, sebelum Mi Kyung kembali marah dan membawa makanan yang dipesan di luar.

*Itu Jae Hak lembek banget sih sama ibunya, dikasih tau dong kalau ngomong itu dijaga. Kok diem aja lihat Mi Kyung disindir kayak gitu terus.


Yoo Jae Hak sudah siap untuk ke kantor, Mi Kyung pun membawakan tas Jae Hak, dan memberikannya pada suaminya itu. Jae Hak pun pamit pada istrinya.


Setelah Jae Hak berangkat kerja, Mi Kyung kembali ke kamar, dan duduk di depan meja riasnya. Dia teringat kembali kalimat Jae Hak yang merasa tercekik karenanya. Jae Hak berkata kalau Jae Hak merasa selalu diatur oleh Mi Kyung.
Kemudian, Mi Kyung melihat kartu nama psikiater yang diberikan Anna padanya saat itu.

Entah mengapa, Mi Kyung mengacak-acak rambutnya seperti saat dulu, saat dia merasa sudah gila, kali ini diapun melakukan hal yang sama sembari bergumam “Tidak peduli seberapa benarnya alasanmu untuk marah dan kesal. Jika itu berlangsung untuk waktu yang lama, maka orang tidak akan menyukaimu. Dan mereka mengatakan, bahwa karena kaulah suamimu meninggalkanmu.”


Na Eun Young keluar rumahnya dan bersiap ke kantor. Dia celinguk’an mencari wajah Min Soo, dan saat Min Soo tiba, Min Soo tersenyum dengan manis pada kekasihnya ini. Eun Young malah kesal karena dia takut ga bisa ketemu sama Min Soo pagi ini.


Merekapun bergandengan tangan sambil berjalan bersama, melihat raut wajah Min Soo saat menatapnya sedikit beda, Eun Young pun bertanya ada apa? Min Soo ga menjawab, dan Eun Young terus mendesak ingin tahu.

Min Soo akhirnya bilang, dia malu untuk mengatakannya. Eun Young merengek manja, kalau itu malah semakin membuatnya pensaran, jadi ayo katakan padanya.
Min Soo pun menghentikan langkahnya dan menatap Eun Young.

“Kau sangat memikat. Aku menatapmu karena kau sangat memikat.”

Eun Young tersenyum malu, dan Min Soo bertanya kenapa Eun Young ga pakai sarung tangan, cuaca kan sedang dingin.


Min Soo memasukkan tangan Eun Young kedalam jaketnya, sambil terus menggenggam tangan Eun Young. Eun Young dengan senang berkata kalau besok-besok dia akan terus tidak memakai sarung tangan, biar bisa seperti ini dengan Min Soo. Min Soo pun menanggapinya dengan senyum, dan mereka terus melangkah.


Kali ini, Eun Young dan Min Soo sama-sama naik transportasi umum, dimana mereka sudah ga kebagian tempat duduk. Eun Young berkata, kalau dulu dia selalu berfikir pria tanpa mobil adalah bukan pria. Tapi sekarang dia jadi suka pria tanpa mobil.

Tiba-tiba bus rem mendadak, membuat beberapa penumpang yang berdiri terdorong ke depan. Min Soo dan Eun Young pun juga merasakan hal itu. Min Soo langsung bertanya, apa Eun Young baik-baik saja? Eun Young malah semakin tersipu dengan situasi ini, dan berkata kalau dia awalnya ga bisa membayangkan akan hidup dengan orang lain. Tapi sekarang dia pikr, dia bisa hidup dengan Min Soo. Min Soo jelas tersenyum mendengar jujurnya kalimat Eun Young padanya.

*Min Soo ini lama-lama kayak cokelat yaaa..manis dan pengen digigit. Heheh


Saat sampai di kantor, Eun Young melihat Sung Soo dan tentu menyapanya. Melihat di syal Sung Soo ada sesuatu, Eun Young pun bertanya apa itu? Sung Soo melihat kearah yang ditunjuk mata Eun Young, dan ternyata itu adalah saus saat dia makan hotdog tadi.

Eun Young heran dan bertanya, apa kakaknya ga bikin sarapan untuk Sung Soo? Sung Soo ga menjawab dan hanya berkata kalau dia harus segera masuk, karena dia hampir telat.


Choi Anna datang ke apartemen Eun Jin, dan membawa kue untuk Eun Jin, dia berkata kalau dia ga bikin kue itu tapi membelinya. Eun Jin menjawab ga masalah, dia senang Anna mau datang ke rumahnya.

Merekapun duduk sambil minum teh bersama. Eun Jin bertanya apa Mi Kyung baik-baik saja? Anna menjawab, Mi Kyung sedang sekarat saat ini. Apa Mi Kyung ga menelpon Eun Jin? Eun Jin menjawab sepertinya Mi Kyung gugup karena mengira dia masih bertemu dengan Jae Hak. Anna tersenyum dan berkata, sepertinya Mi Kyung memang lebih penasaran pada Eun Jin dibanding pada Jae Hak.

Eun Jin jujur berkata, saat ini dia bingung apa yang harus dia lakukan? Anna dengan ramah menjawab, saat ini yang perlu Eun Jin lakukan adalah sama seperti yang Mi Kyung lakukan.

Anna menjelaskan kalau Mi Kyung sebenarnya adalah orang yang baik dan juga lembut. Dia terkejut melihat apa yang dilakukan Mi Kyung sekarang. Eun Jin menjawab, untuknya Mi Kyung adalah orang yang jujur. Dari awal, Mi Kyung memang ga suka padanya.
Dia merasa, jika dari awal Mi Kyung baik padanya, dia malah menjadi takut, terlebih mengingat hubungan tak lazim antara dia dan Mi Kyung.
Anna kemudian bertanya, apa Eun Jin baik-baik saja?

“Aku mencapai titik terendahku.”

“Ini memang konyol. Tapi semua akan baik-baik saja”

Anna tersenyum saat mengatakan itu, dia sama sekali tak membenci Eun Jin, atau menjauhinya seperti yang lain.
Eun Jin pun berkata bahwa dia selalu berfikir ingin mati saja. Tapi, ternyata dia masih bernafas.

“Dan..karena aku masih bernafas, Aku bisa hidup. Dia menganggap ini sebagai keberuntungan, untuk dia introspeksi lagi akan kehidupannya. Apakah aku terlalu tidak tahu malu?”

Anna dengan bijak menjawab, sekarang jika dia berfikir, dia juga akan melakukan hal yang sama seperti yang Eun Jin putuskan. Anna pun bercerita, saat dia bercerai dan kembali ke Korea untuk bekerja, lalu menikah kembali. Dia merasa sangat bahagia saat itu, lebih dari sebelumnya.


Song Mi Kyung bertemu dengan psikiater itu, dan mulai menceritakan semuanya. Mulai dari masa kecilnya yang tak bahagia, dan membuat kemalangan terus terjadi di hidupnya.
Jika saja ibu dan ayahnya dulu tak memberi kehidupan yang seperti itu padanya, dia rasa dia akan mendapat hidup yang lebih baik saat ini.

“Aku rasa aku tidak akan mengemis cinta pada suamiku seperti saat ini.”

Psikiater menjawab, kenapa Mi Kyung tak mencoba berfikir sebaliknya? Coba fikirkan bahwa Mi Kyung sebenarnya hanya mencari alasan untuk kemalangan yang Mi Kyung hadapi sekarang ini dengan berlandasan pada masa kecil Mi Kyung yang tak bahagia.
Psikiater menyarankan ada baiknya Mi Kyung menyerahkan semua pada TUHAN.


Mi Kyung menuruti saran si psikiater, dia ke gereja. Duduk disalah satu bangku di dalamnya, dengan memikirkan kembali semua ini. Teringat kalimat Min Soo semalam, agar dia memikirkan anak-anaknya. Mi Kyung pun meneteskan air mata.


Kim Yoon Jung mencoba menelpon Eun Jin, namun nomer Eun Jin ga aktif, membuat Yoon Jung kecewa. Na Ra datang dan melihat wajah cucunya cemberut, membuatnya bertanya ada apa? Yoon Jung menjawab ibu ga menjawab teleponnya. Padahal ibu udah janji akan mengangkat teleponnya setiap saat.

Na Ra menenangkan Yoon Jung dengan berkata, nanti Eun Jin psti menelpon Yoon Jung. Yoon Jung bertanya kenapa ayahnya ga pernah kesini? Na Ra menjelaskan kalau ayah Yoon Jung mungkin sedang sibuk. Yoon Jung menundukkan wajah, dan berkata kalau dia sangat merindukan ibunya.


Yoon Jung menelpon ayahnya dan melapor kalau ibunya ga mengangkat telepon, dia takut ibunya sakit di suatu tempat. Sung Soo pun ingat kalau semalam dia membuang ponsel Eun Jin di Kloset, dan dia mengutuk dirinya sendiri, karena sangat ceroboh karena ga kepikiran Yoon Jung akan bingung nantinya.

Sung Soo menenangkan putrinya dengan berkata kalau dia akan mencoba menelpon Eun Jin, jadi Yoon Jung tenang saja. Dengan polosnya, Yoon Jung bertanya, apa Amerika sangat jauh dari sini?
Sung Soo ga menjawab, dan berkata kalau nanti dia akan menelpon Yoon Jung lagi.


Sung Soo menyalahkan kebodohannya semalam. Seharusnya dia tahu, kalau Yoon Jung pasti akan cemas pada Eun Jin.


Eun Jin di rumah sedang sibuk bekerja, lalu datanglah Sung Soo dengan membawa ponsel untuk Eun Jin. Sung Soo menaruhnya di lantai. Dia menjelaskan kalau Yoon Jung mencari Eun Jin. Sung Soo pun ingin agar Yoon Jung ga terlalu merasakan sakit karena perceraian mereka.


Setelah Sung Soo kembali ke kantor, Eun Jin mengambil ponsel itu, dan ternyata Eun Jin dibeliin Samsung Galaxy Note 3 sama Sung Soo..


Tidak ada komentar :

Poskan Komentar