Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 14 part 2


Bang Jin kaget mendapati pesan aneh yang menyuruhnya untuk melindungi putrinya.



Part 2

Bang Jin langsung menelpon istrinya, dia sangat khawatir pada Yi Hyun. Saat sudah tersambung, Bang Jin bertanya apa Yi Hyun ada di rumah? Istrinya menjawab kalau Yi Hyun dan dia sedang di restoran karena Dong Soo bilang ingin makan ayam. Yi Hyun bertanya apakah itu ayah yang menelpon? Young Joo hanya mengangguk sambil tersenyum dan bertanya pada suaminya ada apa? Dengan berteriak Bang Jin berkata ini jam berapa, kenapa masih ada diluar? Dia kemudian berpesan agar Young Joo dan istrinya tidak bergerak sesentipun karena dia akan menjemput mereka.
Young Joo yang heran berkata mereka bisa pulang jalan kaki, kan restorannya dekat dari rumah. Bang Jin bilang kalau dia tetap akan datang menjemput istrinya dan Yi Hyun.

Young Joo bertanya kenapa Bang Jin sangat aneh? Ada apa sebenarnya? Bang Jin menghela nafas, dia tidak mungkin menceritakan hal ini pada istrinya, sehingga Bang Jin hanya menjawab ga ada apa-apa kok. Pokoknya, jangan kemana-kemana karena dia akan datang. Bang Jin juga bilang agar tidak membiarkan Yi Hyun sendirian dalam keadaan apapun.



Setelah telepon selesai, Young Joo hanya berkata kalau suaminya semakin tua malah semakin aneh. Cerewet sekali. Dong Soo bertanya apa Bang Jin menegur Young Joo karena keluar malam? Young Joo menggeleng dan bilang tidak, suaminya bilang untuk tetap disini dan menjaga Yi Hyun. Yi Hyun yang sedang mengunyah bertanya kenapa harus dia?
Dong Soo menjawab tentu saja itu karena Yi Hyun sangat cantik, sedangkan dunia ini kan ga punya hati nurani.
Yi Hyun tersenyum jadinya mendengar celotehan Dong Soo.
Young Joo ikut bercanda dengan bilang kalau Yi Hyun adalah anak perempuan nomer satu di Negara ini yang sangat mencintai ayahnya



Di kantornya, Bang Jin langsung mencatat nomer itu, nomer yang mengiriminya pesan yang aneh. Bang Jin langsung cepat menyerahkan kertas kecil itu pada detektif Na, dan meminta untuk segera mengetahui siapa pelanggan dengan nomer ini, dan semua yang berkaitan dengannya.
Detektif Na tentu tidak membantah.
Setelah itu Bang Jin bergegas pergi menjemput Yi Hyun.



Ny. Park terkejut mendengar pertanyaan Hae Woo yang ingin mengetahu nenek dari pihak ayah Hae Woo. Hae Woo beralasan karena Ny. Park yang mengurus nenek sampai meninggal, jadi pasti Ny. Park tahu. Ny. Park bingung dan bertanya apa memangnya yang ingin Hae Woo ketahui? Hae Woo dengan hati-hati berkata apa ada kemungkinan kalau nenek bukanlah ibu kandung ayahnya? Jelas terkejut, Ny. Park kemudian bertanya kenapa tiba-tiba Hae Woo bertanya seperti ini? Hae Woo menjawab kalau dia ga sengaja lihat foto Ultah ayahnya yang pertama, dan dia merasa nenek di foto itu berbeda dengan nenek yang dia ingat. Dalam catatan kartu keluarga, nenek juga tercatat sebagai ibu kandung ayahnya, jadi dia ga bisa memverifikasi hal itu.

Ny. Park akhirnya berkata kalau cerita ini dia dengar saat Nyonya sakit parah dulu. Dan itu sudah lama sekalu terjadinya, jadi dia tidak yakin apakah ingatannya benar atau tidak.
Ny. Park kembali berkata, sebelum Chairman Jo berpisah dengan ibu kandung CEO Jo. Dia dengar Chairman Jo menikah lagi, dan itu adalah pernikahan pertama bagi nenek Hae Woo. Hae Woo bertanya jadi kakeknya berpisah bukan karena cerai mati?
Ny. Park menjawab kalau dia diberitahu jika ibu kandung ayah Hae Woo pergi pada suatu hari, dan ga pernah kembali. Hae Woo kaget dan bertanya menghilang maksudnya? Ny. Park menjawab kalau dia juga ga yakin tentang hal itu.


Joon Young masih mondar-mandir dengan gelisah di kamarnya. Kemudian masuklah Hae Woo. Hae Woo kemudian mendekati suaminya itu, dan Joon Young bertanya apa Hae Woo baru saja berbicara dengan kakek mertua? Hae Woo berkata kalau kakek berpesan interogasi dengan polisi lebih baik besok saja. Joon Young mengangguk tanda setuju.

Joon Young kemudian berkata kalau dia akan menemui Jaksa Agung. Hae Woo kaget dan bertanya kenapa memangnya? Joon Young menjawab kalau seperti yang Hae Woo tahu, Jaksa Agung adalah orang terakhir yang berbicara dengan ayahnya. Lokasi kecelakaan ayahnya juga berada di dekat rumah Jaksa Agung. Hae Woo berkata kalau detektif juga sudah menemuinya. Joon Young menjawab, tapi detektif tidak menemukan apapun. Dan mereka akan kehilangan pelakunya, jika hanya diam dan menyerahkan semua ke polisi.
Hae Woo berkata kalau dia juga akan menemui Jaksa Agung kok, dia mencoba mencegah Joon Young. Tapi Joon Young langsung menyela kalimat Hae Woo dengan bilang kalau ini adalah rencana balas dendam Yi Soo, yang sudah disiapkannya selama 12 tahun ini. Setelah ayahnya, pasti ayah Hae Woo, dan mungkin setelah itu adalah Hae Woo sendiri.

Hae Woo kaget, dan berkata kalau dua kecelakaan yang terjadi di lakukan oleh pelaku yang berbeda. Joon Young bertanya apa maksudnya? Kecelakaan yang menimpa ayah mertua, dan penculikan hari ini dilakukan oleh orang yang berbeda.
Joon Young menjawab apa teori Hae Woo memiliki dasar yang bisa dipercaya? Hae Woo hanya menjawab kalau memang belum ada bukti untuk itu, tapi dia yakin sekali jika teorinya benar.
Joon Young bertanya yakin kenapa? Apa Hae Woo ingin bilang kalau kecelakaan yang menimpa ayahnya bukan Yi Soo yang melakukan?
Hae Woo dengan sabar berkata Jika Joon Young menunggu sebentar lagi, maka kebenaran akan terungkap.
Joon Young kesal dan bertanya kenapa ga bisa dijelaskan sekarang saja?
Dari dulu dia sudah bilang, Yi Soo yang sekarang bukan Yi Soo yang mereka kenal dulu. Orang yang mereka hadapi sekarang, adalah seorang Kriminal yang dibutakan oleh balas dendam. Joon Young bilang kalau dia juga ga ingin percaya ini. Tapi inilah kenyataannya. Setelah itu Joon Young berlalu pergi.


Han Yi Soo yang sedang ada di apartemennya, melihat sebuah benda yang berkedip-kedip. Itu Sebuah alat pelacak. Dia sudah menyiapkan rencana ini, dan berharap semoga ini berhasil. Di depannya tergeletak sebuah sepatu perempuan. Yi Soo ingin bisa tetap mengawasi adiknya, dengan alat ini. Dan sepatu adalah medianya.

Namun saat Yi Soo menatap kotak P3K itu, dia tiba-tiba teringat Hae Woo, teringat ciuman mesra mereka, dan teringat kalimat Hae Woo yang berkata kalau orang yang ingin Hae Woo lindungi adalah dia. Yi Soo sedih mengingat itu.


Hae Woo yang ada diruangannya, menatap Kalung Hiu yang dia ukir sendiri untuk Yi Soo. Dia sedih menatap benda itu. Dia teringat saat Yi Soo meminta untuk menghentikannya, karena Yi Soo memilih untuk tidak berhenti. Ini menyesakkannya.


Diluar pintu kerja Hae Woo terlihat Joon Young yang melihat apa yang Hae Woo lakukan, kesedihan Hae Woo, dan Joon Young yakin itu karena Yi Soo.


Keesokan paginya, Yi Soo terlihat sudah ada di tempat Yi Hyun bekerja, dengan kotak hadiah yang dibawanya. Dia menanti Yi Hyun. Saat menengok ke jendela, Yi Soo melihat Yi Hyun datang diantar Bang Jin.


Bang Jin berpesan agar Yi Hyun menghubunginya saat pulang nanti, biar dia menjemput Yi Hyun. Yi Hyun menjawab kalau dia kan bisa pulang sendiri. Bang Jin dengan lucunya menjawab itu karena dia ga enak pulang sendiri, makanya dia ingin Yi Hyun menemaninya.
Yi Hyun tersenyum dan akhirnya menyetujui keinginan ayahnya.

Saat itu terlihatlah Kakek Choi yang sedang menikmati paginya sambil melihat Yi Hyun yang sudah sampai di tempat kerjanya.


Yi Hyun yang melihat Kim Joon, tersenyum senang dan langsung mendekati Kim Joon. Yi Hyun bertanya kenapa Kim Joon pagi-pagi sudah datang? Kim Joon menjawab kalau dia tinggal di dekat sini, jadi dia mampir karena ingin jalan-jalan juga.

Yi Hyun bertanya apa Kim Joon sudah sarapan? Kalau belum apa mau dia buatkan sandwich?
Kim Joon menolak, dan dengan kikuk menyodorkan hadiah yang sudah dia siapkan untuk Yi Hyun.
Yi Hyun bertanya apa ini untuknya?(Iyalah..masak untuk tembok dibelakangmu?-__-)

Kim Joon menjawab kalau ini bukan hadiah, jadi Yi Hyun jangan terpaksa untuk menerimanya. Dengan senyum Yi Hyun bertanya kalau bukan hadiah, apa dong namanya. Dengan bingung Kim Joon berkata kalau begitu lebih baik dia menyingkirkannya saja.
Yi Hyun heran dan bertanya menyingkirkannya?
Kim Joon menggaruk lehernya, yang pasti ga gatal, dan bingun sekali bagaimana dia harus memberi alasan. Kemudian Kim Joon berkata kalau temannya bergerak di industry sepatu, tetapi ada banyak stok yang tersisa, dan makanya dia mengambil satu.
Masih tersenyum Yi Hyun menjawab kalau dia akan tetap menerimanya, walaupun Kim Joon mengatakan itu adalah hadiah. Yi Hyun senang sekali, dan melihat kotak hadiah itu.
Yi Hyun bertanya bolehkan dia liat sekarang? Kim Joon menjawab silakan.


Yi Hyun senang sekali melihat sepatu itu, cantik katanya. Kim Joon ikut senang karena Yi Hyun menyukainya. Dia meminta agar Yi Hyun mencobanya, apakah sepatu itu pas atau tidak. Yi Hyun tentu tidak menolak, dia langsung mencoba sepatu itu yang ternyata sangat pas di kakinya, dan juga nyaman sekali.

Kemudian Yi Hyun berkata kalau kayaknya ini bukan sepatu sisa stok, karena ini kan termasuk model yang lagi tren musim ini. Dengan pura-pura tidak tahu Kim Joon bertanya benarkah? Kim Joon kemudian bilang kalau dia sepertinya harus segera pergi, karena sudah siang.
Sebelum pulang, Yi Hyun bilang kalau dia akan menggunakannya dengan baik. Dia juga mengucap terima kasih pada Kim Joon.


Setelah diluar, Kim Joon langsung mengecek ponselnya, dimana sudah setting dengan alat di sepatu Yi Hyun, dan terlihat tanda merah di ponsel Yi Soo, yang bertanda Yi Hyun ada di tempatnya bekerja, itu membuat Yi Soo merasa aman.


Young Hee kemudian menyapa Kim Joon, membuat Kim Joon berbalik menatap Young Hee. Young Hee bertanya apa Kim Joon sudah sarapan? Kim Joon menjawab kalau dia ga mau sarapan. Young Hee berkata tetapi Kim Joon harus sarapan. Dia sudah membeli makanan juga untuk Kim Joon, dan mengajak Kim Joon makan bersama.
Kim Joon belum menjawab, datanglah Dong Soo dan bertanya apa dia tidak diajak makan bersama?
Young Hee bertanya memangnya Dong Soo mau makan bersama? Dong Soo senang sekali dan menjawab tentu saja dia mau. Kim Joon akhirnya mengalah dan berkata ayo kalau begitu mereka makan bersama.

Saat berjalan bersama menuju apartemen, Dong Soo bertanya apa menunya? Young Hee menjawab kalau menunya Seol Lung Tang (Nasi dengan kaldu daging tulang sapi)
Dong Soo menjawab kalau dia ga terlalu suka makanan berlemak sebenarnya. Young Hee menjawab kalau sepertinya Dong Soo malah sangat menyukai, makanan seperti itu? Dong Soo dengan lucu menjawab kalau dia kebalikan dari itu, dia sejatinya adalah seorang vegetarian. WKwkw..ga inget semalam gigit ayam ni anak kayaknya.

Dong Soo berkata kalau hatinya terluka setiap dia makan daging. Young Hee berkata tapi waktu itu Dong Soo makan ayam dengan lahap. Yi Soo tersenyum dengan kekonyolan Dong Soo.
Dong Soo yang malu menjawab kalau itu hanya sesekali saja. Tetapi setiap dia ingat hewan yang dikurbankan untuk manusia, entah kenapa air matanya jadi bercucuran. (Lebih deh ini anak..hahaha)
Young Hee kemudian berkata bagaimana kalau mulai sekarang mereka sarapan bersama-sama. Dong Soo bertanya dengannya? Young Hee menjawab dengan CEO juga, mereka bertiga sarapan bersama-sama.
Yi Soo tersenyum mendengar itu.


Dong Soo menjawab kalau kedengarannya bagus, dia setuju, dan Dong Soo bergerak dengan gaya yang sangat lucu untuk mengekspresikan rasa senangnya. Dong Soo juga terlihat ingin merangkul Young Hee namun saat Kim Joon melihatnya, dia mengurungkan niatnya itu. Hahaha..digampar Young Hee ntar kamu..


Joon Young menelepon Jaksa Agung, dia berkata kalau dia akan segera ke rumah Jaksa Agung setelah dia menjenguk ayanya. Saat telepon berakhir, Joon Young bertemu dengan CEO Moon yang sedang ada dikursi roda dan didorong oleh sekretarisnya.
Joon Young tentu langsung mendekati CEO Moon, dan CEO Moon meminta sekretarisnya untuk meninggalkannya berdua dengan Joon Young.

CEO Moon meminta maaf atas yang telah terjadi. Joon Young tersenyum sinis dan menjawab kalau ini adalah salahnya karena telah terlalu mempercayai CEO Moon. Saat Joon Young akan pergi, CEO Moon tiba-tiba berkata kalau Kim Joon telah mengancamnya. Joon Young menoleh kaget menatap CEO Moon. CEO Moon mengatakan kalau Kim Joon tahu kelemahannya, membuat dia tidak memiliki pilihan selain menerima hal itu. Lagi-lagi tersenyum sinis Joon Young menjawab kalau dia tidak ingin mendengar alasan apapun. Kesepakatan juga sudah dilakukan. Namun CEO Moon berkata kalau semua belum selesai. Dia juga bilang, kalau dia sangat merasa tidak enak pada Joon Young, jadi dia mengatakan ini agar Joon Young jangan terlalu percaya pada orang. Termasuk juga istri Joon Young.

Joon Young kesal, dan bertanya apa maksudnya? CEO Moon hanya menjawab agar Joon Young jangan smapai dikelabui seperti dia. Joon Young yang merasa CEO Moon berbelit-belit dengan tegas bertanya apa maksud CEO Moon? CEO Moon tidka ingin menjelaskan pada Joon Young dan memilih memanggil sekretarisnya. Tapi Joon Young sangat penasaran, dan memegang erat pundak CEO Moon dan bertanya lagi, apa maksud perkataan CEO Moon?
CEO Moon menjawab kalau Kim Joon dan istri Joon Young tidak terlihat seperti seorang kenalan biasa. Joon Young tertawa mendengarnya, dan berkata kalau sepertinya dia telah salah menilai CEO Moon. Dia akan menganggap tidak pernah mendengar yang CEO Moon katakan barusan. CEO Moon hanya berkata kalau dia punya bukti untuk kalimatnya tadi.

Joon Young mendekatkan wajahnya pada CEO Moon dan menyuruh CEO Moon untuk diam. Jika CEO Moon menuduh istrinya lagi maka dia ga akan tinggal diam. Giliran CEO Moon yang tersenyum dan berkata maaf kalau dia sudah membicarakan hal-hala yang tidak semestinya pada Joon Young.


Joon Young tidak bisa melupakan begitu saja apa yang cEO Moon katakan tadi, dia sepertinya terpengaruh dan merasa gelisah.


Di kediaman Jo Sang Gook, Hae Woo dan Bang Jin sudah siap untuk menginterogasi Eui Sun, namun Sang Gook berkata kalau kondisi anaknya sedang tidak stabil saat ini. Hae Woo menjawab kalau tidak segera dilakukan penyelidikan, maka mereka mungkin akan kehilangan bukti itu. Tiba-tiba Eui Sun keluar dengan gagahnya, tanpa terlihat takut seperti semalam.

Eui Sun berkata harusnya Bang Jin memberitahunya dulu. Bang Jin bertanya bagaimana kondisi Eui Sun?Eui Sun menjawab kalau dia baik-baik saja. Eui Sun langsung duduk dan meminta agar Bang Jin segera menemukan pelaku yang telak menculiknya. Dengan begitu dia bisa berterima kasih dengan layak pada Bang Jin. Bang Jin bertanya apa maksud Eui Sun? Eui Sun menjawab kalau Bang Jin sudah menyelamatkan nyawanya, makanya dia berterima kasih. Hae Woo dengan tatapan aneh melihat tingkah ayahnya.

Eui Sun berkata kalau Bang Jin boleh menanyakan apa saja padanya. Sang Gook juga melihat dengan tatapan aneh pada anaknya.
Bang Jin kemudian bertanya apa Eui Sun melihat wajah si pelaku? Eui Sun menjawab kalau pelaku memakai masker wajah, dan dia juga ga mendengar suaran si pelaku.
Bang Jin bertanya lagi, kalau benarkan pelaku meminta uang tebusan? Eui Sun langsung memandang ayahnya, dan tahu ini kebohongan ayahnya. Tapi Eui Sun bertanya pada Sang Gook memang berapa banyak yang pelaku itu minta?

Hae Woo mengingatkan ayahnya kalau pertanyaan ini ditujukan untuk ayahnya. Eui Sun menjawab kalau yang ingin membunuhnya lebih dari satu. Hae Woo bahkan juga membencinya. Hae Woo ga terpengaruh dan meminta ayahnya menjawab dengan benar pertanyaan Bang Jin. Eui Sun membentak Hae Woo dan berkata kalau dia tidak pernah seserius ini sebelumnya.
Beralih ke Bang Jin, Eui Sun berkata kalau dia tidak mencurigai siapapun.

Kemudian Bang Jin bertanya bagaimana pelaku itu membebaskan eui Sun? Eui Sun dengan jujur menjawab kalau pelaku melepas ikatannya, dan memberikan kunci mobil padanya. Jadi dia segera pergi, tapi karena dia gemetar oleh takut, makanya dia berhenti dan akhirnya ditemukan polisi patrol.
Bang Jin bertanya lagi, menurut Eui Sun kenapa Eui Sun dibebaskan padahal pelaku tidak menerima uang tebusan? Kali ini Sang Gook yang menjawab kalau pelaku pasti berubah pikiran.
Eui Sun membenarkan, pasti pelaku merasa jumlah yang diajukan kurang. Jadi pelaku berubah pikiran.

Kali ini Bang Jin beralih ke Sang Gook dan bertanya kalau kata Sang Gook, pelaku ga menyebutkan nominalnya, jadi darimana bisa tahu kalau jumlah tebusan tidak sesuai dengan harapan pelaku?
Eui Sun menjawab kalau akhir-akhir ini dia mengalami masa dimana dia merasa rendah diri. Jadi dia rasa penculiknya ga menginginkan uang. Hae Woo melihat jemari kakeknya yang bergerak gelisah.
Bang Jin bertanya kalau begitu menurut Bang Jin apa alasan pelaku itu sebenarnya? Karena dalam situasi ini kalau bukan uang, apa lagi yang bisa dijadikan alasan? Sekali lagi Bang Jin bertanya apa Eui Sun memiliki kecurigaan tentang pelakunya? Eui Sun menjawab kalau bukankah tadi dia sudah bilang, kalau dia tidak mencurigai siapapun. Apalagi yang ingin membunuhnya itu lebih dari satu orang.

Sang Gook takut anaknya semakin meracau, berkata pada Bang Jin, kalau Bang Jin sudah selesai, maka dia ingin istirahat. Bang Jin akhirnya mengalah.


Diluar rumah, Hae Woo dan Bang Jin berjalan bersama. Hae Woo berkata kalau sepertinya ada yang disembunyikan oleh ayah dan kakek Hae Woo. Kemudian secara tiba-tiba Bang Jin bertanya apa Jaksa Jo juga menyembunyikan sesuatu darinya? Hae Woo kaget, namun belum sempat menjawab ponsel Hae Woo berbunyi, dan suaminyalah yang menelpon.
Hae Woo terselamatkan dari pertanyaan Bang Jin tadi.


Hae Woo menjawab teleponnya, dan Bang Jin berlalu menuju mobilnya. Hae Woo berkata kalau dia baru saja selesai menanyai ayahnya, memangnya sekarang Joon Young ada dimana? Joon Young menjawab kalau dia sedang dalam perjalanan menuju rumah Jaksa Agung. Joon Young bertanya apa malam ini Hae Woo akan pulang telat lagi? Hae Woo menjawab kalau dia juga belum tahu, nanti dia akan mengabari Joon Young.


Bang Jin yang ternyata juga sedang berbicara di telepon dengan detektif Na, bertanya apa detektif Na sudah dapat nama dan alamatnya?
Detektif Na menjawab kalau dia sudah dapat, namanya Robert Yune. Bang Jin kaget, dan meminta agar detektif Na segera mengirim nama dan alamat itu padanya. Di hadapan detektif Na, rekaman CCTV perpustakaan sudah didapatkan, tapi saat detektif Na ingin menyampaikan itu, Bang Jin keburu menutup teleponnya.


Bang Jin mendekati Hae Woo dan berkata apa Hae Woo ingat tentang iklan yang mencari Cheon Yeong Bu? Hae Woo menjawab iya, kenapa? Bang Jin menjelaskan kalau seorang bernama Robert Yune, menghubungi departemen periklanan Koran itu. Katanya Robert Yune ingin mendapat nomer telepon dari orang yang memasang iklan itu.

Hae Woo kemudian teringat tentang kartu nama yang ditemukan di lokasi kemarin. Bang Jin membenarkan dan bilang kalau mereka harus segera menemui Robert Yune.


Yi Soo sedang sibuk bekerja di kantornya, namun fikirannya tiba-tiba tidk focus. Dia teringat dengan kalimat Sang Gook tentang ayahnya. Yi Soo mencoba mengenyahkan pikiran itu. Memang kesalahan apa yang dilakukan ayahnya, dan kenapa Sang Gook berkata seperti itu? Tapi sepertinya Yi Soo tidak benar-bear bisa menghilangkan pikiran itu, dia berdiri dan berjalan mondar mandir di kantornya. Dia terus berfikir, apa maksudnya itu. Kemudian Yi Soo teringat saat ayahnya dulu berkata kalau ayahnya merasa lega, karena sudah dimaafkan.

Yi Soo memutuskan menelpon Soo Hyun, Soo Hyun bertanya kenapa? Tapi kemudian Yi Soo memilih tidak jadi mengatakannya pada Soo Hyun dan bilang biar dia saja yang memeriksanya. Soo Hyun penasaran dan bertanya apa itu? Yi Soo hanya berkata kalau dia akan menghunbungi Soo Hyun kalau dia butuh bantuan. Yi Soo bertanya dimana Soo Hyun sekarang? Soo Hyun dengan santai menjawab kalau dia sedang membeli Jus. Yi Soo tersenyum dan berkata kalau Soo Hyun harus minum jus lebih sering mulai sekarang. (Hahaha..suka lihat Yi Soo ma Soo Hyun. Perkumpulan laki-laki rupawan..^^)

Yi Soo bertanya apa Yi Hyun memakai sepatu yang dia berikan? Soo Hyun menjawab iya, Yi Hyun memakainya. Setelah percakapan usai, Yi Soo teringat kalimat Sang Gook “Jika anakku mati, maka adikmu juga tidak akan hidup.”


Soo Hyun mendekati Yi Hyun dan Yi Hyun berdecak kagum karena Soo Hyun sepertinya punya banyak waktu luang. Soo Hyun bertanya Yi Hyun selesai kerja jam berapa? Yi Hyun menjawab kalau dia nanti pulang dijemput ayahnya. Soo Hyun berkata jika seandainya nanti ayah Yi Hyun ga bisa jemput, maka Yi Hyun harus segera menelponnya. Yi Hyun bertanya memangnya kenapa? Soo Hyun menjawab kan dia sudah bilang akan mengantar Yi Hyun pulang. Yi Hyun menggeleng dan bilang kalau dia sudah bilang, dia ga mau. Soo Hyun langsung mendorong kening Yi Hyun dengan dua jarinya, membuat Yi Hyun kesal dan memegang keningnya itu.
Yi Hyun bertanya apa sih yang Soo Hyun lakukan, Soo Hyun dengan manis menjawab “Karena kau sangat cantik”
(Kayaknya dia belajar dari Yi Soo deh, playboy gini..-_-)

Yi Hyun terpana mendengar pujian itu, dan ga sadar kalau Soo Hyun sudah melangkah pergi. Terlihat seorang pelanggan yang asik bermain games. Badannya besar, begitu juga wajahnya..Hahaha
Pelanggan bertubuh besar itu mengarahkan pandangannya pada Yi Hyun.


Hae Woo memasuki sebuah gedung dan terkejut menyadari gedung ini, gedung ini adalah tempat dia membuntuti Yi Soo semalam. Ya, dia yakin sekali. Bang Jin yang sudah duluan, berhenti dan heran melihat Hae Woo. Bang Jin pun memanggil Hae Woo, dan Hae Woo akhirnya mengikuti Bang Jin.


Mereka sampai di depan kamar bernomor 402. Bang Jin menekan bel, tapi kemudian ada yang bertanya dibelakang mereka, siapa mereka? Hae Woo dan Bang Jin menoleh, dan melihat seorang pria yang belum terlalu tua menatap heran mereka.


Mereka dan pria yang bernama Robert Yune itu pindah ke Kafe, agar mereka bertiga bisa berbicara dengan leluasa. Bang Jin bertanya apa Robert Yune tahu kalau Cheon Yeong Bu sudah meninggal? Robert Yune menjawab tentu saja dia tahu. Hae Woo kemudian bertanya bagaimana Robert Yune bisa berkaitan dengan Cheon Yeong Bu? Robert Yune berkata kalau dia yakin Hae Woo serta Bang Jin datang menemuinya setelah mengetahu kalau dia adalah ahli sejarah kan? Hae Woo membenarkan. Kemudian Robert Yune menjelaskan kalau dua tahun yang lalu, dia menemukan dokumen rahasia militer Amerika Serikat.

Hae Woo heran, dan Robert Yune kembali menjelaskan, berdasarkan catatan dokumen itu, dia baru-baru ini menyerahkan riset berjudul “Informasi Cheon.” Ke jurnal akademis Amerika.
Bang Jin bertanya apa Cheon Yeong Bu adalah orang yang penting, sampai Robert Yune membuat riset tentang orang itu? Robert Yune tersenyum dan menjawab kalau Cheon Yeong Bu telah melakukan pembunuhan missal terhadap banyak orang. Hae Woo kaget mendengar penjelasan awal itu.


Robert Yune melanjutkan penjelasannya, kalau menurut dokumen rahasia itu, Cheon Yeong Bu terdaftar sebagai mata-mata Amerika Serikat. Tetapi sebelum jadi mata-mata Amerika Serikat, Cheon Yeong Bu dulunya adalah tentara Korea Utara.
Bang Jin bertanya apa maksudnya si Cheon Yeong Bu ini berubah pihak? Robert Yune menjawab kalau menurut opininya, si Cheon Yeong Bu ini termasuk yang tidak percaya akan adanya ideology kanan atau kiri. Cheon Yeong Bu hanya percaya akan keberadaan dirinya sendiri. Hae Woo meminta untuk dijelaskan secara lebih rinci lagi.

Robert Yune pun menjelaskan kalau saat perang dimulai, dan pihak korea utara dalam posisi diatas angin. Cheon Yeong Bu menjadi tangan kanan militer Korea Utara, dan secara brutal melakukan pembunuhan missal, tidak hanya pada tuan tanah, tapi juga pada warga sipil lainnya. Tak lama setelah itu, pihak Amerika lebih unggul dalam perang Korea, dan Cheon Yeong Bu beralih menjadi mata-mata Amerika.
Cheon Yeong Bu membocorkan informasi akan teman sejawatnya dan bahkan terjun langsung dalam melakukan eksekusi pada teman-temannya itu.

Disela-sela penjelasan Robert Yune, terlihat Sang Gook yang geram karena identitasnya akan terbongkar. Dia terlihat akan menguhubungi seseorang, paling si Kakek Choi.


Hae Woo bertanya apa ada catatan Cheon Yeong Bu saat pendudukan Jepang? Robert Yune menjawab tidak ada. Bang Jin gantian bertanya apakah mungkin bahwa api yang membakar kediaman Jo In Suk dan desanya karena ulah Cheon Yeong Bu juga? Robert Yune menjawab kalau dia juga ga yakin tentang itu. Bang Jin berkata kira-kira ada ga yang selamat dari peristiwa itu sehingga bisa memberikan saksi?
Robert Yune bilang kalau sebelum Militer Korut mundur, terjadi kebakaran besar di desa itu, dan mayoritas masyarakat disana yang selamat dari kebakaran terbunuh saat terjadi pembunuhan massal di Geochang.

Hae Woo semakin menemukan potongan teka-teki ini. Dia menjadi kaget mendengar penjelasan Robert Yune. Robert Yune berkata kalau saat itu, Cheon Yeong Bu dinyatakan tewas.
Bang Jin bertanya apa maksudnya Cheon Yeong Bu tewas saat terjadi pembunuhan missal Di Geochang?
Robert Yune menjawab kalau sebenarnya ga ada catatan sih tentang bagaimana Cheon Yeong Bu tewas. Hae Woo bertanya apa ada fotonya Cheon Yeong Bu? Robert Yune menjawab kalau dia juga belum dapat sampai saat ini, dan memang belum ada orang yang tertarik dengan Cheon Yeong Bu ini, tetapi walaupun begitu, bukan berarti ga akan ada saksi. Bang Jin heran dan bertanya apa maksudnya?

Robert Yune menjawab Chairman Hotel Gaya, Jo Sang Gook, bisa menjadi saksi untuk Cheon Yeong Bu. Sebenarnya beberapa hari yang lalu Sang gook meneleponnya, dan bertanya apa dia punya fotonya Cheon Yeong Bu? Sang Gook juga berkata kalau ayah Cheo Young Bu kerja di rumah Jo In Suk sebagai seorang pelayan. Robert Yune melanjutkan kalau memang itu benar, maka dia bisa mendapatkan materi tambahan untuk penulisan Cheon Yeong Bu. Maka dari itu dia datang ke Korea saat ini, untuk bertemu dengan Jo Sang Gook.
Hae Woo semakin yakin akan analisanya saat ini, tentang cerita Cheon Yeong Bu, dan juga foto Jo In Suk yang dia terima.

Bang Jin bertanya apakah orang yang menghubungi Robert Yune mengatakan siapa namanya? Robert Yune dengan mantap menjawab orang itu bernama Han Yi Soo.
Kali ini Bang Jin dan Hae Woo saling menatap kaget. Bang Jin terutama semakin yakin Yi Soo hidup dan mengetahui sesuatu.
Robert Yune yang melihat keterkejutan mereka berdua, bertanya apa mereka kenal dengan Yi Soo?


Hae Woo berniat pergi, namun Bang Jin menghentikannya dan berkata ayo bicara.
Hae Woo mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan menyerahkan itu pada Bang Jin. Hae Woo menyerahkan amplop hijau itu dan berkata kalau dia rasa salinan foto inilah yang diberikan detektif Oh pada kepala Jaksa.
Bang Jin langsung melihat foto itu dan membaca bagian belakangnya.
Hae Woo berkata ada seseorang yang harus dia temui sekarang. Dia akan menghubungi Bang Jin nanti.


Kembali ke tempat Yi Hyun kerja. Pelanggan bertubuh besar mendekati Yi Hyun dan Yi Hyun dengan ramah bertanya mau pesan apa? Pelanggan itu tidak menjawab dan malah menyodorkan secarik kertas pada Yi Hyun. Yi Hyun bingung dan langsung bertanya apa ini. Pelanggan itu langsung pergi, dan Yi Hyun membukanya. Terkejutlah dia karena di kertas itu tertulis “Han Yi Soo masih hidup. ”

Yi Hyun langsung menatap kepergian pelanggan itu, dia mengejarnya, namun pelanggan itu sudah keburu berlalu dengan mobilnya. Saat itulah sebuah taksi lewat, membuat Yi Hyun menaikinya, tanpa tahu jika si supir taksi adalah kakek Choi. Yi Hyun meminta si supir untuk mengejar mobil hitam di depan mereka.


Sementara itu Han Yi Soo kembali ke toko buku bekas Kakek Choi, dan masih mendapati toko buku itu tutup. Yi Soo heran sebenarnya apa yang direncanakan kakek ini. Dia takut jika Sang gook benar-benar melakukan hal buruk pada adiknya dengan menyuruh Kakek Jahat ini. Yi Soo harus bisa menemukan sesuatu di toko buku ini, tapi bagaimana caranya jika toko ini digembok begitu kuat.

Saat itu Yi Soo melihat ponselnya, dan terlihat kalau adiknya bergerak keluar dari Kafe tempatnya bekerja. Yi Soo cemas, sangat cemas. Dia melihat ketoko buku bekas yang kosong dan Yi Hyun yang terlihat keluar dari tempatnya bekerja, menimbulkan pikiran yang Yi Soo harap tidak terjadi.
Dia langsung menghubungi ponsel Yi Hyun, namun nomer Yi Hyun ga bisa dihubungi.
Yi Soo berlari ke mobilnya, mengikuti alat pelacak yang ada di sepatu Yi Hyun, karena dia pasti bisa menemukan adiknya itu. Dia harus menemukan Yi Hyun dengan selamat.


Bang Jin yang membawa foto Jo In Suk sudah sampai di kantornya. Detektif Na berkata kalau rekaman CCTV Perpustakaan sudah bisa dilihat. Bang Jin pun lengsung memeriksanya. Detektif Na berkata kalau ga ada yang janggal sih. Bang Jin membelalakkan matanya, melihat sesuatu yang menurutnya aneh. Dia memperbesar gambar itu, dan melihat bahwa Kim Joon ada di perpustakaan itu, dan duduk tepat di depan Detektif Oh. Ini mencurigakan. Apalagi dia mengingatpraduga Hae Woo pada Kim Joon saat dia menemukan kunci elektrik apartemen StarVille, dan Hae Woo langsung mengira itu kunci kamar apartemen Kim Joo. Bang Jin ada yang aneh dengan orang ini. Detektif Na bertanya ada apa, namun Bang Jin langsung berlari tanpa menghiraukan rekannya itu.


Sang Gook sedang berjalan-jalan di sekitar taman rumahnya. Hae Woo kemudian datang dan langsung menghampiri kakeknya. Sang Gook bertanya kenapa Hae Woo keluar di jam kantor seperti ini?
Hae Woo menjawab kalau dia datang karena ingin mendengar kebenaran dari mulut kakeknya.
Sang Gook pura-pura bingung dan bertanya apa maksud Hae Woo?

“Cheon Yeong Bu, apakah itu adalah nama Kakek?”

Sang Gook kaget, tapi dia kemudian dengan wajah menyesal berkata kalau sepertinya Hae Woo memang harus tahu kebenaran ini. Sang Gook berkata kalau dia sudah membunuh Cheon Yeong Bu.
Hae Woo kaget, dia tentu seolah tidak percaya. Kebohongankah ini? (Iyaaa…biar aku aja yang jawab..)


Yi Soo sampai di tempat lokasi Yi Hyun,dia heran ini adalah StarVille, kenapa Yi Hyun kesini? Yi Soo yang semakin penasaran, terus mengikuti alat pelacak itu, dia bahkan tidak menghiraukan Young Hee yang menyapanya. Yi Soo semakin kaget, karena alat pelacak itu berhenti tepat di depan kamar apartemennya. Dengan tangan gemetar Yi Soo membuka pintu apartemennya.
Wajahnya sangat khawatir.


Saat masuk kamarnya, dia tidak mendapati siapapun disana. Kosong..tidak ada Yi Hyun. Yi Soo semakin frustasi, lalu kemana adiknya? Kenapa alat pelacak itu berhenti di kamarnya? Tiba-tiba matanya Yi Soo menangkap sebuah benda di meja. Dengan perasaan tak menentu dia mendekati meja, dan melihat benda yang mengejutkannya itu.

Tubuh Yi Soo lemas, jatuh terduduk mendapati sepatu Yi Hyunlah yang ada di meja apartemennya. Sepatu Yi Hyun yang tadi pagi dia berikan pada adiknya itu.


Yi Soo mengambil sepatu itu dengan perasaan sayang. Dia sedih sekali, dan merasa seolah gagal menjaga adik satu-satunya itu. Yi Soo memeluk sepatu itu, seolah dia memeluk Yi Hyun. Merasa ga mau kehilangan keluarganya lagi. Dia ga akan sanggup sendirian di dunia ini.
Namun ditengah rasa sedihnya itu, mata Yi Soo kembali memancarkan tekad. Jika Yi Hyunnya tidak selamat, maka tidak akan ada yang bisa menghalanginya untuk membalaskan dendam ini. Menuntaskannya tanpa ampun. Bahkan Hae Woo sekalipun, tidak akan bisa menggoyahkannya. Jika Yi Hyunnya tidak selamat, dia akan membuat perhitungan dengan Jo Sang Gook,dan akan membuatnya lebih menderita daripada yang dia rasakan saat ini. Mata Yi Soo memancarkan dendam yang membara.



Preview Episode 15

Hyun Shik yang sudah sadar menatap ketakutan saat Sang Gook menengoknya, dan berkata kalau dia berhutang sangat banyak pada Kepala Jaksa.

Yi Soo dengan geram berbicara di telepon dengan Sang Gook dan bilang kalau seluruh dunia akan tahu Sang Gook adalah palsu.

Young Joo menangis dan memanggil nama Yi Hyun.

Yi Soo terlihat sedang berbicara ditelepon dengan geram berkata “Jawab. Jawablah Cheon Yeong Bu”


bersambung episode 15

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar