Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 14 part 1

Episode 13 kemarin, Yi Soo menelepon Sang Deuk, dan mengancamnya. Jika Sang Deuk ga mau mengatakan kebenarannya, maka Eui Sun akan mati.

Episode 14

Hae Woo masih membuntuti Yi Soo. Dia menelepon Bang Jin dan bertanya, apa Bang Jin berhasil menemukan lokasi ponsel ayahnya?
Bang Jin menjawab kalau dia juga sudah menyuruh petugas segera menemukannya, jadi Hae Woo bersabar dulu. Emang Hae Woo ada di mana sekarang ini? Hae Woo ga menjawab dan berkata kalau Bang Jin sudah dapat lokasinya, segera hubungi dia kembali.



Sementara itu Eui Sun, masih dalam ketakutan disekap sendiri di tempat gelap seperti ini. Dia mendengarkan semua percakapan ayahnya dan sang penculik. Dia takut, karena ayahnya seolah membiarkannya untuk mati.

Masuklah seorang pria kedalam ruangan itu, membawa jarum suntik ditangannya, membuat Eui Sun semakin takut.


Yi Soo berkata pada Sang Deuk, kalau yang dia inginkan bukanlah Eui Sun, melainkan kebenaran yang harus Sang Deuk ungkap ke muka public. Sang Deuk berkata kalau begitu ayo bertemu dan bicara. Yi Soo menjawab kalau dia tidak punya waktu untuk itu, lagipula, dia tidak ingin seperti detektif Oh atupun Kepala Jaksa. Sang Deuk semakin geram karena Yi Soo tidak mudah ditipu.


Kembali lagi ke Eui Sun yang bergetar tubuhnya karena rasa takut. Pria yang membawa jarum suntik itu terus mendekat, sedang percakapan ayahnya juga terus terdengar. Sang Deuk berkata kalau mungkin takdir dia dan anaknya berakhir disini. Eui Sun semakin takut, karena ayahnya tidak ingin menyelamatkannya.
Pria bertopeng itu mendekati Eui Sun, setelah mematikan ponsel Eui Sun.


Sementara itu Sang Deuk berkata kalau tidak ada ayah yang menelantarkan anaknya sendiri. Sang Deuk sepertinya tahu kalau Yi Soo lah yang menelponnya. Dia berkata, bagi ayah Yi Soo dan dia, hidup dengan kehidupan baru bersama anak-anak itulah yang diinginkan. Yi Soo bertanya apa maksud Sang Deuk?


Tim Pelacak berhasil menemukan lokasi ponsel Eui Sun, dan Bang Jin segera mengumpulkan tim untuk bergegas kesana. Bahkan Bang Jin juga mengerahkan Tim SWAT untuk menggerebek tempat itu.


Kembali lagi ke percakapan Sang Deuk dan Yi Soo. Sang Deuk meminta agar Yi Soo memikirkan ayahnya. Meninggalkan masa lalu adalah pilihan terbaik, itu jugalah yang dilakukan ayah Yi Soo. Dan itu adalah pilihan yang bijaksana.
Ayah Yi Soo ga ingin Yi SOo melakukan dosa. Yi Soo meminta Sang Deuk menutup mulutnya. Sang Deuk tersenyum dan bilang kalau pasti yang ada dipikiran Yi Soo, semua ini adalah salahnya, tapi itu tidaklah benar. Ada banyak hal yang tidak Yi Soo ketahui.

Yi Soo menjawab kalau ada satu hal yang dia yakini, dalam rangka menutupi masa lalu, Sang Deuk telah membunuh dia dan ayahnya.
Tidak hanya itu, bahkan ada banyak orang tidak berdosa lainnya mati karena kepentingan Sang Deuk ini.
Sang Deuk yang gelisah memainkan kembali jari-jarinya seperti biasa.

Yi Soo bilang kalau orang yang tidak merasa bersalah berdosa itu,adalah Sang Deuk. Dengan kesal Sang Deuk menjawab kalau ga akan ada manusia yang setangguh itu. “Selalu terbayangi dengan perasaan bersalah sepanjang hidup mereka, bukanlah kehidupan yang menyenangkan. Itu jugalah yang aku dan ayahmu rasakan.”

Yi Soo berkata kalau dia ga punya waktu untuk mendengarkan omong kosong Sang Deuk. Dengan membentak Sang Deuk berkata kalau Yi Soo tidak ingin menyesal, maka Yi Soo harus melepaskan anaknya sekarang juga. Jika Yi Soo mau melepaskan anaknya, maka dia akan mengungkapkan fakta tentang Han Young Man yang tidak diketahui Yi Soo.

Dengan mantap Yi Soo berkata kalau dia lebih memahami ayahnya lebih baik dari Sang Deuk. Sang Deuk tersenyum kecil, dan bertanya benarkah? Yi Soo hanya bilang kalau waktu Sang Deuk sudah habis.
Yi Soo langsung mematikan teleponnya, dan Sang Deuk kesal sekali.


Sang Deuk langsung menelepon Kakek Jahta dan menyuruh si Kakek untuk segera mencari anaknya. Dia bahkan menggebrak meja saking marahnya dengan situasi ini. Sang Deuk sangat marah, dadanya bahkan naik turun menahan luapan emosinya.


Yi Soo menelpon TEMAN nya dan berkata kalau lanjutkan sesuai rencana. Perut Yi Soo kembali terasa sakit, dia memegangnya, dan mengernyit menahan sakit.
Terlihat Hae Woo masih mengikutinya, dan Yi Soo langsung membelokkan mobil.


Sampailah Yi Soo di suatu tempat, dan dia menghentikan mobilnya. Hae Woo yang melihat itupun segera keluar dan langsung menyusul Yi Soo. (Mobil mereka aja, bisa menggambarkan Angel dan Devil lo..tuh Hitam--Putih…hihihi…)

Tapi ponsel Hae Woo Berdering dan dari Bang Jin yang berkata sudah mendapatkan lokasi ponsel ayahnya. Hae Woo bertanya dimana itu? Hae Woo berkata kalau dia akan segera ketempat itu.
Tapi saat Hae Woo berbalik, dia teringat kembali akan Yi Soo yang masuk ke gedung itu. Membuat Hae Woo akhirnya lebih memilih tetap mengikuti Yi Soo.


Hae Woo masuk ke gedung itu dan melihat Yi Soo masuk ke dalam Lift. Setelah Yi Soo masuk ke lift, Hae Woo melihat kira-kira Yi Soo berhenti di lantai berapa, dan setelah yakin, Hae Woo pun langsung masuk ke dalam lift dan menekan angka 4.


Setelah Hae Woo sampai di lantai empat. Hae Woo bingung karena banyak jalan disini, dan dia tidak tahu kemana arah Yi Soo. Saat Hae Woo sudah menentukan pilihan kemana akan melangkah, tiba-tiba matanya tertarik pada satu pintu. Dia yakin Yi Soo ada disana.


Saat Hae Woo membuka pintu ruang itu, Yi Soo tiba-tiba menariknya, dan memepetkan tubuhnya ke dinding. Yi Soo bertanya kenapa Hae Woo membuntutinya? Hae Woo bertanya ayahnya ada dimana? Yi Soo bertanya balik kenapa nanya dia? Hae Woo menjawab karena dia yakin Yi Soo tahu.
Yi Soo melepaskan cekalan tangannya pada Hae Woo, dan menjawab kalau dia aja ada disini bersama Hae Woo, jadi mana mungkin ayah Hae Woo ada bersamanya.
Hae Woo menjawab kalau dia yakin Yi Soo punya teman yang membantu. Hae Woo bertanya lagi dimana ayahnya?

Yi Soo balik bertanya kenapa ga dilacak aja ponsel Ayah Hae Woo? Hae Woo menjawab sudah, tapi dia yakin itu hanya jebakan saja, agar polisi terkecoh.


Hae Woo kemudian berkata agar Yi Soo tidak mengancurkan hidupnya untuk masalah ini. Yi Soo tidak seharusnya melakukan dosa. Yi Soo kembali mencengkeram lengan Hae Woo dan menjawab maka dari itu temukan kebenarannya.

Hae Woo menjawab “Kau lebih penting dari kebenaran itu. Tidak ada hal yang lebih penting selain dirimu.”

Yi Soo geram dan berkata “Jika aku tidak mengakhiri ini, sama saja seperti aku sudah mati.”

Hae Woo meminta Yi Soo memikirkan Yi Hyun. Yi Hyun pasti ga mau Yi Soo seperti ini. Yi Soo mendekatkan wajahnya pada Hae Woo, semakin dekat, seolah akan mencium Hae Woo.
Namun ternyata Yi Soo membisikkan sesuatu di telinga Hae Woo, kalau Yi Hyun nya pasti mengerti kenapa dia melakukan ini.


Hae Woo berkata kalau itu akan sama menyakitkan rasanya seperti yang dia rasakan saat ini. Dan itu jugalah yang akan dirasakan Yi Soo. Yi Soo terdiam, dia sedikit menjauh dari Hae Woo. Hae Woo berkata agar Yi Soo memikirkan orang-orang yang masih mencintai dan menyayangi Yi Soo. Itu tidak sebanding dengan pengorbanan dan balas dendam ini.

Yi Soo bilang kalau yang membunuh detektif Oh bukanlah dia, dan juga yang menabrak Kepala Jaksa, bukan dia pelakunya. Hae Woo berkata jika Yi Soo berhenti, maka lawan Yi Soo juga akan berhenti.
Yi Soo berkata kalau kebenaran itu adalah hal yang harus ditemukan lebih dulu.
Sambil menangis Hae Woo berkata “Kau..Yi Soo..adalah orang yang sangat ingin aku lindungi..Jika kau hancur, maka kebenaran itu tidak berarti apa-apa lagi bagiku..Mengapa kau tidak menyadarinya?”

Yi Soo langsung memeluk Hae Woo, namun Hae Woo meronta meminta dilepaskan,tapi tenaga Yi Soo tentu lebih kuat daripada Hae Woo.Sehingga akhirnya Hae Woo pun pasrah berada dalam dekapan Yi Soo.
Di tengah pelukan itu, Yi Soo berbisik di telinga Hae Woo “Kau harus menghentikannya. Aku tidak akan berhenti..”

Hae Woo menjawab “Kau juga..tidak akan bebas..”

Yi Soo tersenyum, kemudian dia melepaskan dirinya dari Hae Woo. Hae Woo berkata “Tidak peduli siapa dia, aku akan membuat mereka membayar apa yang telah mereka perbuat, dan kau tidak ada bedanya.”

Yi Soo tersenyum dan merapikan rambut Hae Woo yang tergerai di keningnya. Dia berkata “aku akan menantikannya.”


Yi Soo langsung keluar, dan meninggalkan Hae Woo. Sedang Hae Woo langsung menangis sedih. Sementara itu, Yi Soo yang sudah ada diluar, hanya termenung di depan pintu. Dia juga tidak mampu menahan perasaannya ini. Tapi, cinta itu tidak boleh menggoyahkannya.

Yi Soo menoleh menatap pintu yang memisahkannya dengan Hae Woo, sedang Hae Woo juga tegak berdiri di depan pintu. Tangan Yi Soo sudah bergeran di kenop pintu, bersiap memutarnya. Namun, dia mengurungkan niatnya itu, dan hanya menyentuh daun pintu dengan perasaan teramat sedih. Lalu melangkah pergi dengan mantap.


Eui Sun yang tengah ketakutan, semakin gemetar tubuhnya saat melihat sang pria bertopeng itu mendekat dengan pisau lipat ditangannya. Dia sudah merasa nyawanya akan habis kali ini. Eui Sun menggeleng ketakutan, memohon dalam diam agar dia tidak dibunuh. Tapi ternyata pria bertopeng itu hanya memotong tali yang mengikat tubuh Eui Sun. Eui Sun lega, walau hatinya masih diliputi rasa takut.
Setelah melepas semua ikatan, Eui Sun ditarik untuk berdiri tegak.


Bang Jin dan detektif Na sudah dalam perjalanan menuju lokasi Eui Sun dengan tim polisi lainnya. Hae Woo yang juga sedang menuju ketempat ayahnya, mendapat telepon dari Soo Hyun yang mengatakan kalau posisi sudah terlacak, dan bertanya Hae Woo ada dimana sekarang? Soo Hyun juga bilang kalau dia sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi.


Pria bertopeng itu terlihat akan memasuki mobil, namun teleponnya Berdering dan tertulis TEMAN nya yang menelpon. Sudah dipastikan itu Yi Soo. Dia pun menerimanya dan langsung masuk ke mobil. Saat itulah, dia melepas topengnya, dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan di kaca mobil. Pria bertopeng itu adalah Kim Soo Hyun. Kepala Bagian di Kejaksaan, bagian criminal. Rekan kerja Hae Woo, dan juga TEMAN RAHASIA Han Yi Soo.


Soo Hyun berkata kalau semua sudah dilakukan sesuai rencana, Yi Soo menjawab bagus kalau begitu, dia juga bilang akan menemui Soo Hyun di tempat biasa.
Yi Soo ternyata sedang ada di Toko Buku Bekas milik kakek jahat. Toko Buku itu terlihat gelap, dan tampak tidak ada orang didalamnya. Pintunya pun digembok.


Polisi sudah sampai di TKP, dan terkejut karena sudah ada sebuah mobil disana. Bang Jin sudah menyiapkan pistolnya, dan tim SWAT juga sudah dalam posisi siaga.
Bang Jin bahkan sudah mengarahkan pistolnya saat pemilik mobil itu keluar.

Ternyata Soo Hyun lah yang ada di dalam mobil, dia juga sudah memegang pistolnya. Dan dengan gerakan kepala mengajak semua untuk segera menangkap penjahat yang ada di dalam. Bang Jin akhirnya ikut bergerak, dan menyuruh semuanya juga siap dengan senjata mereka.


Bang Jin menempelkan kupingnya dulu ke pintu, untuk mendengar apakan ada suara di dalam, setelah itu dia baru menyuruh tim SWAT untuk segera di depan, Tim SWAT dengan senjata mereka siap mematuhi perintah Bang Jin.

Pintu pun dibuka, mereka semua menyeruak masuk, dan bergerak terus ke depan. Tapi di depan mereka hanya ada sebuah kursi tanpa orang di atasnya. Tim SWAT maju kedepan, dan hanya melihat ponsel di atas kursi itu.


Bang Jin, Detektif Na, dan Soo Hyun, ikut maju dan melihat ponsel itu. Bang Jin memasukkan pistolnya kembali. Dia kemudian mengeluarkan sarung tangan, dan mengambil barang bukti itu, berharap masih ada sidik jari yang tertinggal. Tepat saat itu, dibawah ponsel ada sebuah kartu nama. Bang Jin penasaran dan langsung mengambilnya, lalu membaca kalau kartu nama itu milik Robert Yune, seorang professor di Universitas Chicago, Soo Hyun hanya menatapnya menunggu reaksi Bang Jin.


Hae Woo akhirnya sampai juga di lokasi, dan segera menemui Bang Jin yang sudah ada di depan bersama yang lain.
Hae Woo bertanya apa benar Bang Jin menemukan kartu nama? Hae Woo bertanya kartu siapa memangnya? Bang Jin sedang asik melihat panggilan terakhir di ponsel Eui Sun.

Masih tetap focus, Bang Jin menyerahkan kartu nama yang diminta Hae Woo. Hae Woocepat mengambil saputangan agar tidak menghilangkan sidik jari, dan membaca kartu nama itu.
Bang Jin melihat kalau panggilan terakhir di ponsel Eui Sun, dari nomer yang tidak terdaftar.


Sang Deuk dengan cemas menunggu kabar tentang anaknya. Dia terlihat mondar-mandir, di ruangannya dengan gelisah. Tiba-tiba ponselnya berbunyi, membuat mata Sang Deuk membelalak, pasti ini dari Yi Soo. Dia langsung mengangkat dan berteriak mengancam “Jika anakku mati, maka kau juga tidak akan selamat.”

Di seberang sana, ternyata Bang Jin lah yang menelpon. Sang Deuk kaget karena bukan Yi Soo yang menghubunginya. Sang Deuk bertanya bagaimana dengan putranya? Apa yang terjadi?
Bang Jin menjawab kalau dia sedang menyelidiki hilangnya CEO Jo, dan dalam penyelidikan hanya ponsel CEO Jo yang berhasil ditemukan.
Sang Deuk kemudian bertanya kalau begitu anaknya hilang?
Bang Jin menjawab kalau tim juga sedang mencari. Tapi di ponsel Eui Sun terlihat kalau Eui Sun mengirimkan video tadi. Apakah Sang Deuk berbicara dengan tersangka secara langsung?
Sang Deuk membenarkan, kalau pelaku mengancamnya. Bang Jin bertanya memang apa yang diinginkan pelaku?
Hae Woo masih menatap penasaran pada Bang Jin yang tengah berbicara dengan kakeknya. Menanti jawaban kakeknya.

Sang Deuk menjawab kalau pelaku meminta uang tebusan, dan kalau dia tidak memberikannya, maka Eui Sun akan mati. Bang Jin bertanya lalu apa jawaban Sang Deuk? Sang Deuk menjawab selama anaknya selamat, berapapun akan dia beri.

*untuk selanjutnya..aku akan menulis Jo Sang Gook, bukan Sang Deuk lagi ya..daripada menyalahi subtittlenya..Oke..^^
Dan untuk Jeon Young Bu, akan aku tulis Cheon Young Bu..semoga pada ga bingung..*

Sang Gook juga berkata kalau dia bahkan memohon agar anaknya tidak disakiti. Tapi kemudian pelaku langsung menutup teleponnya.
Bang Jin bertanya, apa pelaku tidak mengatakan apapun lagi?
Sang Gook menjawab tidak.
Bang Jin bertanya lagi, apa ada yang dicurigai Sang Gook? Sang Gook menjawab tidak ada. Dia kemudian memohon agar Bang Jin bisa menemukan anaknya. Dia sangat memohon, Bang Jin harus bisa menemuka anaknya. Bang Jin menjawab baik.


Hae Woo langsung bertanya saat percakapan usai, apa benar kakeknya berbicara langsung dengan pelaku? Bang Jin mengangguk dan bilang kalau pelaku meminta uang tebusan. Hae Woo semakin kaget. Bang Jin mengangguk, dan menjawab iya.
Soo Hyun yang ada disekitar situ, tersenyum senang karena berhasil mengelabui mereka semua.

(Soo Hyun pliiisss jangan jahat juga doong..^^)


Polisi menemukan mobil disekitar jalan bawah jembatan penyebrangan. Mobil hitam, yang ternyata ada Eui Sun didalamnya. Eui Sun terlihat masih pucat dan ketakutan.


Joon Young yang sudah sampai depan rumah, masih berbicara di telepon untuk menanyakan keberadaan Ayah mertuanya. Saat itulah mobil polisi datang, membuat Joon Young kaget dan langsung memutus pembicaraannya di telepon.

Joon Young langsung keluar dari mobil, dan mendekati mobil polisi itu, dia mengintip siapa yang ada didalam, dan terkejut karena memang ayah mertuanya yang ada didalam.
Joon Young langsung membuka pintu dan memanggil ayah mertuanya.
Eui Sun sendiri hanya diam, seolah masih belum sadar kalau dia sudah selamat.
Polisi langsung bertanya apa benar ini rumah Eui Sun? Joon Young membenarkan.


Joon Young kemudian memapah Eui Sun masuk kedalam rumah, Sang Gook kemudian keluar dari ruangannya diikuti Ny. Park. Sang Gook memanggil anakku pada Eui Sun. Eui Sun menoleh, dan terlihat takut menatap ayahnya. Dia sudah mendengar percakapan ayahnya di telepon dengan pelaku, dan itu membuatnya makin gemetar menatap ayahnya.

Sang Gook mendekat dan bertanya apa Eui Sun terluka, Eui Sun malah seolah menghindar saat Sang Gook ingin menyentuhnya. Sang Gook terkejut mendapat penolakan dari anaknya. Diapun bertanya pada Joon Young apa yang terjadi? Joon Young menjawab kalau tadi mobil patrol polisi yang berhasil menemukan ayah mertuanya.
Eui Sun menatap ayahnya takut-takut dan berkata apa orang seperti dia, ga masalah jika mati kan?
Sang Gook tidak menjawab, dia hanya menunduk, membuat Eui Sun semakin yakin jika ayahnya tidak menyayanginya.
Eui Sun langsung berjalan menuju kamarnya. Joon Young berkata biar dia saja yang menyusul ayah mertua. Sang Gook menyetujuinya.


Ny. Park bertanya pada Sang Gook, haruskah dokter Min dipanggil? Sang Gook mengangguk, dia khawatir sekali akan kondisi anaknya.
Datanglah Joon Young yang bilang kalau ayah mertuanya hanya ingin sendirian katanya.


Eui Sun di kamarnya, meringkuk ketakutan diatas kasur. Dia mengingat kembali kalimat ayahnya yang berkata seolah nyawanya tidak berarti sama sekali. Eui Sun takut dan sedih sekali. Dia juga teringat akan kalimat si penelpon yang mengatakan kalau ayahnya bukan Sang Gook asli, karena Sang Gook asli sudah dibunuh oleh ayahnya sendiri.
Kalimat itu membuat Eui Sun bangkit dari tidurnya. Dia bingung harus berbuat apa. Tiba-tiba masuklah ayahnya, membuat Eui Sun kembali merasa tidak aman.

Sang Gook mendekati putranya, dan Eui Sun bergerak menjauh. Dia tidak berani menatap ayahnya. Sang Gook berkata kalau dia sudah memanggil Dokter Min. Setelah Eui Sun beristirahat dengan baik malam ini, maka semua akan kembali normal. Keringat dingin Eui Sun mnegucur saking takutnya.

Sang Gook bertanya apa saat Eui Sun disandera, penjahat itu melakukan sesuatu pada Eui Sun?
Dengan suara bergetar Eui Sun bertanya apakah dia benar-benar adalah anak Sang Gook? Sang Gook tentu saja kaget, dan bertanya Eui Sun ini ngomong apa? Eui Sun tidak menjawab dan malah berkata “Apa yang asli..dan apa yang palsu..aku benar-benar tidak bisa membedakannya.”


Sang Gook masuk keruangannya, dia terpukul sekali. Harus ada rencana untuk menghentikan semua ini. Bagaimana ini bisa terjadi sejauh ini? Sang Gook berkata “Apakah seperti ini..apakah kau ingin keadaannya menjadi seperti ini”


Di sebuah bar, Yi Soo terlihat sedang minum-minum sendiri, tapi tidak lama berselang datanglah seseorang mendekati Yi Soo, dan Yi Soo langsung tersenyum pada orang itu. Dialah Soo Hyun. Soo Hyun pun tersenyum dengan tampannya. (Ammpuun..lagi puasa disuguhi wajah-wajah rupawan gini, mana maghrib masih lama..
Hadewh...-_-)


Joon Young mondar-mandir dengan gelisah di depan rumah, menanti Hae Woo sepertinya. Saat itulah Hae Woo datang bersama Bang Jin. Hae Woo bertanya dimana ayahnya? Joon Young berkata kalau ayah mertua ga mau berbicara dengan siapapun, bahkan ayah mertua meracau ga jelas. Joon Young menjelaskan kalau menurut dokter ayah mertua menderita stress paska trauma, tetapi untuk lebih jelasnya, mereka harus melihat dulu bagaimana nanti.

Hae Woo langsung beralih ke Bang Jin dan meminta keringanan waktu, agar menginterogasi ayahnya besok saja. Bang Jin seperti akan menolak, karena ini harus agar mereka bisa mendapat petunjuk tentang pelaku. Namun Hae Woo menjelaskan, kalau percuma saja menanyai ayahnya saat ini, sedang ayahnya bahkan tidak mau berkata sepatahpun. Penyelidikan pun ga akan sempurna. Jadi biarkan ayahnya beristirahat dulu malam ini. Kondisi psikologis ayahnya sedang tidak stabil.
Bang Jin mengalah dan menuruti keinginan Hae Woo.


Hae Woo dan Joon Young masuk ke dalam, dan Ny. Park menyambut mereka. Hae Woo bertanya apa ayahnya ada dikamar? Saat Hae Woo akan melangkah menuju kamar ayahnya, dia terkejut karena ayahnya tiba-tiba keluar kamar sambil menutup kedua telinganya.

Eui Sun berlari dan tidak peduli dengan panggilan Hae Woo, bahkan Eui Sun menepis tangan Hae Woo yang coba mencegahnya. Eui Sun berlari ke ruang ayahnya, yang lainpun mengikuti di belakang.


Sang Gook yang awalnya ingin menelpon, membatalkan niatnya melihat pintunya terbuka, dan putranya masuk. Eui Sun mengambil guci di rak ayahnya dan langsung membantingnya, emmbuat guci itu hancur berkeping-keping. Hae Woo kaget, sangat kaget.
Dia mundur ke belakang. Sang Gook dengan geram bertanya apa yang sudah Eui Sun lakukan?

Eui Sun tanpa takut menjawab kalau dia menghancurkan arwah kakek. Sang Gook heran dan Eui Sun bertanya kenapa? Apa ayahnya merasa sedih karena kehilangan? Apa ayahnya kecewa karena dia kembali dengan selamat?
Joon Young mendekat dan ingin menghentikan ayah mertuanya, namun Eui Sun tidak peduli. Dia menepis tangan Joon Young.

Eui Sun masih dengan berani berkata kalau ayahnya ga bisa menelantarkan dia seperti ayahnya menelantarkan ibunya.


Eui Sun yang kecewa itu berkata kalau dia akan terus hidup disamping ayahnya untuk menghormati ayahnya yang hebat selamanya. Dia akan emnempel pada ayahnya seperti permen karet. Hae Woo terkejut mendengar luapan emosi ayahnya itu. Dia tidak menyangka, ayahnya akan berkata speerti itu. Apalagi menyangkut neneknya. Benarkah itu?

Eui Sun beralih ke putrinya, dia berkata kalau yang Hae Woo hormati di dunia ini adalah kakeknya kan? Sang Gook membentak Eui Sun, tapi Eui Sun yang sedang kalap itu, tidak mengindahkannya.
Terus berkata pada ayahnya, Eui Sun bilang apa dia harus bersorak hore tiga kali sebagai perayaan atas kembalinya dia dengan selamat setelah dia hampir mati tadi?

Tanpa takut Eui Sun berkata “Hore Untuk Pembebasan Korea”

Eui Sun mengangkat tangannya dan mengulang kalimat itu tiga kali.
Hae Woo langsung mengalihkan matanya ke Sang Gook, dan melihat Sang Gook geram sekali dengan yang ayahnya lakukan. Melihat tatapan ayahnya yang menakutkan, Eui Sun merepet ke dinding, dan memanggil-manggil ibunya. Sang Gook langsung mengepalkan tangannya sakin kesal dengan ulah Eui Sun, apalagi ini di depan cucunya dan Joon Young.
Hae Woo tentu melihat semua itu, dan merasa sangat aneh.


Kembali ke cowok-cowok rupawan ya..hihihi
Mereka duduk berdua dan Yi Soo menikmati sekali minumannya. Soo Hyun melihat itu sedikit khawatir. Soo Hyun bertanya apa ga masalah kalau Yi Soo minum? Yi Soo akan tersiksa bila cidera Yi Soo terkena infeksi akibat Alkohol. Yi Soo hanya tersenyum dan bertanya apa Soo Hyun sudah mendapatkannya? Soo Hyun bertanya balik apa maksud Yi Soo tentang si pemilik toko buku bekas itu?
Yi Soo membenarkan dan menyuruh Soo Hyun menceritakan semua yang Soo Hyun tahu.

Soo Hyun langsung menjelaskan, kalau nama kakek itu Choi Byung Gi.


Disela-sela suara Soo Hyun, terlihat Yi Hyun dan ibunya keluar karena Dong Soo ada di restoran ayam, dan bilang ingin makan ayam, jadi Yi Hyun dan ibunya menyusul kesana. Dan terlihatlah bahwa sang Kakek Jahat masih mengamati Yi Hyun di balik tembok.


Soo Hyun berkata kalau istri kakek Choi itu didiagnosa menderita demensia 10 tahun yang lalu, dan sekarang berada dip anti perawatan. Kakek Choi memiliki anak laki-laki yang pergi belajar ke Amerika semasa muda, dan sekarang anaknya itu masih ada di Amerika.

Soo Hyun melanjutkan setelah Kakek Choi selesai bertuga di unit pasukan khusus, kakek itu masuk ke kepolisian. Kemudian berhenti di tahun 1986.
Yi Soo menatap Soo Hyun dengan heran dan bertanya jadi kakek itu mantan anggota polisi?
Soo Hyun membenarkan, dan berkata kalau anehnya tidak ada catatan sama sekali mengenai kakek itu setelah keluar dari kepolisian.

Yi Soo bertanya kapan tepatnya kakek itu mengambil alih toko buku bekas? Soo Hyun menjawab tepatnya tahun 1988. Itu juga atas nama istrinya, dan tidak ada catatan perpajakan untuk toko buku bekas itu. Soo Hyun juga bilang, terlepas dari semua itu, tidak ada catatan apapun tentang si kakek selama 8 tahun terakhir ini.
Yi Soo bertanya seberapa dekat hubungan kakek itu dengan Chairman Jo? Soo Hyun menjawab, selain karena toko buku bekas itu dekat dari kediaman Chairman Jo, tidak ada hubungan apapun sama sekali. Yi Soo berkata kalau dia yakin pasti kakek itu kenalan Chairman Jo sebelum kakek Choi memiliki toko buku itu. Karena alasan itulah, kakek Choi mengambil toko buku bekas yang berdekatan dengan rumah Chairman Jo. Soo Hyun berjanji akan menggali informasi lagi, dari catatan Chairman Jo. Yi Soo menjawab kalau dia juga akan mencari tahu.

Kemudian Yi Soo berganti topic, dan membahas Yi Hyun. Soo Hyun berkata jangan khawatir, karena dia akan melindungi Yi Hyun kok. Yi Soo menjawab, Soo Hyun saja ga cukup, harus ada orang lagi, yang bisa mereka percayai untuk menjaga Yi Hyun.


Sementara itu, Bang Jin dan detektif Na sedang melihat rekama video di ponsel Eui Sun. Detektif Na berkata kalau pelaku bahkan tidak meninggalkan sehelai rembutpun. Bang Jin menyerahkan ponsel itu untuk diamankan detektif Na, dan dia terlihat bingung dengan kasus ini.

Saat itulah ada SMS di ponsel Bang Jin yang bertuliskan “Lindungi puterimu.”
Bang Jin tentu kaget, putrinya? Yi Hyun nya..


Bersambung ke part 2

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar