Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 5 part 2

Hae Woo benar-benar tidak percaya dengan semua kenyataan ini. Ini mengejutkannya dan membulatkan tekadnya untuk mengungkap semua.
Part 2
Ponsel Hae Woo berdering dan menyadarkan dia dari lamunannya. Hae Woo mendapat pesan gambar lagi kali ini. Dan terlihat sebuah gambar Bis yang dia terima. Hae Woo langsung tahu kalau ini adalah petunjuk berikutnya untuk teka-teki yang sedang dia tangani saat ini. Dia langsung menelpon Bang Jin, dan bertanya apa Bang Jin mendapat pesan gambar yang serupa seperti miliknya. Bang Jin pun mengiyakan.

Joon Young melihat dari jauh istrinya yang sedang berbicara dengan serius dengan orang yang diteleponnya. Dia tahu pasti ini masalah serius.

Bang Jin juga terlihat serius di kantornya, dia berkata kalau dari perhentian bis yang pertama sampai yang terakhir, mereka tidak punya pilihan lain kecuali mengeceknya satu persatu. Dia juga bilang kalau pesan ini sudah dia rahasiakan karena belum ada bukti yang tepat untuk menghubungkan kasus ini dengan kematian Man Chul.
Hae Woo menjawab kalau saat ini dia masih liburan. Sesampainya di Seuol dia janji akan menghubngi Bang Jin.



Joon Young bertanya memang paesan apa yang Hae Woo terima? Hae Woo diam saja dan Joon Young bertanya apa itu rahasia penting? Hae Woo akhirnya jujur dan berkata kalau dia dan Bang Jin mendapat pesan yang sama. Pesan yang aneh menurutnya. Joon Young bertanya apa isinya?
Hae Woo menjawab kalau isinya hanya foto. Dia mengira itu ada hubunganya dengan kejadian 12 tahun yang lalu. Tapi dia tidak bisa menebak apa yang diinginkan pelaku.

Joon Young langsung menebak kalau ini pasti ada hubungannya dengan kasus Yi Soo? Hae Woo mengangguk. Joon Young bertanya apa Hae Woo baik-baik saja? Hae Woo bingung dan balik bertanya baik tentang apa? Joon Young berkata kalau ada banyak jaksa yang kompeten. Kenapa Hae Woo jadi jaksa dia benar-benar tahu alasannya. Dia tahu Hae Woo ingin mengungkap ketidak adilan yang dialami Yi Soo dengan tangan Hae Woo sendiri. Tapi dia tidak ingin melihat Hae Woo kesulitan seperti sekarang ini. “Jika ini sulit bagimu, kau boleh lari, itu bukan berarti menjadi pengecut.”

Hae Woo menghela nafas, dan Joon Young melanjutkan kalau dia punya firasat jelek tentang semua ini. Hae Woo menjawab kalau Bang Jin juga punya pikiran yang sama seperti Joon Young. Joon Young berkata karena itulah Hae Woo harus berhati-hati dalam membuat keputusan. Mungkin memang lebih bijaksana kalau Hae Woo keluar dari kasus ini.

Hae Woo mengangguk dan menjawab kalau dia tahu. Tapi dia tetap tidk bisa melakukannya. “Pikiranku mengatakan untuk lari, tapi hatiku tidak bisa membiarkannya”

Hae Woo menenangkan Joon Young dan berkata kalau dia sudah tindak sanggup maka dia berjanji akan melepaskan kasus ini dan lari sesuai yang Jooun Young minta. Jadi dia berharap Joon Young tidak terlalu mengkhawatirkannya.



Kang Dae Hoo, anak kecil yang 12 tahun lalu itu menjadi satu-satunya saksi yang melihat tabrak lari itu, berada di rumah sakit. Bagian administrasi mengatakan kalau kakek Dae Hoo sudah dipindah ke ruang VIP. Dae Hoo terkejut dan petugas admin itu bilang kalau ada kerabat dae Hoo yang memintanya dan bahkan sudah melunasi pembayaran rumah sakit ini. Dae Hoo semakin bingung. Petugas itu bertanya apa Dae Hoo tidak tahu? Dae Hoo bertanya memang kapan kerabatnya datang? Petugas menjawab baru saja, dan dia seorang pria.



Dae Hoo berlari keluar berharap bisa bertemu dengan orang yang mengaku kerabatnya itu. Sampai di depan rumah sakit, Dae Hoo tidak melihat siapapun yang sekiranya dia kenal. Lalu saat itu keluarlah Yi Soo, yang tentu tidak dikenal oleh Dae Hoo.



Dae Hoo bicara dnegan Soo Hyun ditelepon, dan Soo Hyun bertanya apa operasi kakek berjalan lancar? Dae Hoo menceritakan apa yang terjadi tadi, dia sudah datang ke rumah sakit untuk membayar biaya rumah sakit dengan uang yang Soo Hyun berikan tapi petugas bilang sudah ada yang melunasinya. Dae Hoo bertanya apa Soo Hyun yang melakukannya. Soo Hyun menjawab bukan dia. Soo Hyun berkata mungkin kerabat kakek atau orang yang mengenal kakek dengan baik yang melakukannya.
Di seberang sana Dae Hoo berkata kalau kakek tidak memiliki kerabat kecuali dia. Soo Hyun berkata kalau begitu Dae Hoo beruntung mendapatkan uang. Rejeki itu namanya.



Di rumah keluarga Jo, Eui Sun berkata dengan kesal pada ayahnya. Dia tidak bisa mengira siapa bajinga yang melakukan ini padanya. Mengancamnya dengan jam tangan itu. Eui Sun dengan takut bertanya kalau yang tahu hanya mereka ditambah Man Chul dan Jaksa Agung Oh saja kan? Sang Deuk sambil asik bermain menjawab kalau smeua itu hanya kejadian masa lalu. Jadi Eui Sun tidak perlu panik.
Dengan tingkah kekanakan Eui Sun berkata kalau Hae Woo sepertinya tahu tentang hal ini.
Sang Deuk kaget dan memandang tajam pada anaknya itu. Mengetahui apa? Dengan tampang yang kekanakan Eui Sun menajwab kalau Hae Woo tahu tentang kecelakaan tabrak lari 12 tahun lalu itu. Hae Woo bertanya apa pelakunya adalah dia?

Sang Deuk bertanya lalu apa jawaban Eui Sun? Eui Sun berkata kalau dia membantah hal itu, tapi Hae Woo tidak mempercayai apa yang dia bilang.
Sang Deuk menggeleng-gelengkan kepalanya tanda kecewa pada Eui Sun. Eui Sun yang ketakutan berkata pada ayahnya kalau Hae Woo bilang akan memeriksa kembali kasus itu. Itu sesuatu yang batas Undng-undangnya bahkan sudah berlalu. Tapi dia tidak ingin kehilangan muka di hadapan putrinya sendiri.

Dengan amarah Sang Deuk berkata kalau kehilangan muka tidak penting, yang penting adalah betapa kecewa dan sakit hatinya Hae Woo mengetahui hal ini. Harusnya itu yang Eui Sun pikirkan. Seperti itulah harusnya seorang ayah.



Nyonya Park mendengar semua, tangannya yang membawa nampan berisi cangkir untuk Sang Deuk dan Eui Sun bergetar. Dia tidak menyangka dalang dari kasus tabrak lari itu Eui Sun, dan Young Man pria yang dicintainya adalah korban semua ini. Dia benar-benar marah dan kecewa, ternyata seperti ini kelakuan orang yang selama ini dihormatinya.
Penipu dan pengecut.



Joon Young datang dan Nyonya Park sedikit terkejut karena seharusnya Joon Young dan Hae Woo baru pulang besok. Joon Young menjawab kalau istrinya perlu mengurus sesuatu yang mendesak, jadi mereka memutuskan pulang sehari lebih awal dari jadwal.

Joon Young melihat raut wajah Nyonya Park yang berbeda dan bertanya apa Nyonya Park sedang sakit? Nyonya Park tidak menjawab dan malah berkata kalau Chairman Jo sedang berbicara dengan anaknya, dan terlihat penting, jadi Joon Young bisa menyapa mereka nanti saja. Joon Young pun setuju dan segera menuju kamarnya di lantai atas.



Di sebuah loker dengan nomer 22, terlihat seseorang memasukkan amplop cokelat di dalamnya. Dan orang itu adalah Yi Soo.



Sepertinya Yi Soo berada di stasiun dulu tempat ayahnya menyimpan bukti penting itu, dan dia juga menyimpan sesuatu disana. Sesuatu yang mungkin merupakan salah satu bagian dari rencananya untuk membuat Hae Woo terkejut.



Hae Woo dan Bang Jin masih mencari tempat itu. Hae Woo berkata rasanya sedikit sulit menemukan Hope Market itu, apakah dia salah menebak gambar yang dia terima ini?
Bang Jin menjawab untuk mengecek perhentian bis dari awal sampai akhir masih panjang jalannya.

Hae Woo terlihat ragu untuk mengatkan sesuatu pada Bang Jin setelah dia memanggil ahjussi pada pria itu. Bang Jin menunggu akan apa yang Hae Woo ucapkan. Sepertinya Hae Woo ingin mengatakan kalau dia sudah tahu ayahnyalah pelaku tabrak lari 12 tahun lalu itu, namun Hae Woo masih belum siap untuk mengatakannya sehingga dia hanya berkata pada Bang Jin nanti dia akan memberitahu Bang Jin . Bang Jin sendiri tidak protes dan hanya melihat Hae Woo dalam diam.



Yi Soo terlihat memandangi sebuah akuarium. Dia sudah tidak menginap di Hotel Gaya kali ini. Dia sudah menempati sebuah apartemen yang tentu saja mewah dan bagus. Yi Soo memandang semua ikan yang bergerak bebas di dalam akuarium itu. Tiba-tiba Young Hee masuk dan berkata kalau dia tahu akuarium itu terlalu kecil untuk tempat tinggal Hiu. Kim Joon kaget dan langsung menoleh. Tapi kemudian focus lagi pada ikan-ikan di depannya.
Young Hee berkata kalau dia tahu Kim Joon menyukai Hiu. Dia sebenarnya sudah mempertimbangkannya untuk membeli satu sebagai hadiah.(Hiu kok buat hadiah..hadew..-_-)
Tapi karena akuariumnya kecil, dia jadi menyerah dan mengisinya dengan ikan-ikan kecil yang cantik ini.



Flashback.

Di akuarium Hiu 4 tahun yang lalu, Young Hee melihat Kim Joon sedang serius dan seolah sangat tertarik melihat hiu.



Flashback End

Young Hee menjelaskan kenapa dia tahu Kim Joon menyukai Hiu, ya pada saat pertama kali dia melihat Kim Joon di Jepang 4 tahun yang lalu. Kim Joon tersenyum mengingat pertemuan pertama mereka itu.

Young Hee berkata kalau dia sudah berusaha keras memilih dekorasi yang sesuai dengan selera Kim Joon, tapi dia tidak tahu apakan Kim Joon suka atau tidak. Young Hee juga bilang kalau dia sudah menyediakan satu dinding kosong sesuai yang Kim Joon inginkan. Kim Joon berterima kasih untuk itu.

Dan dengan lucunya Young Hee bilang kalau Kim Joon ingin tahu dia tinggal di kamar 1211, di lantai yang sama dengan Kim Joon. Kim Joon hanya menjawab baguslah karena berrati kamar Young Hee dekat.
Young Hee tersenyum malu karenanya.
(Hihi…lucu.)

Kemudian Kim Joon bertanya apa Young Hee sudah menghubungi Kim Dong Soo? Young Hee menjawab sudah dan Dong Soo hanya tinggal menunggu kabar kapan dia bisa mulai kerja. Dia juga tidak mengatakan kalau Kim Joon adalah bosnya (Dikasih tahu dia juga ga mudeng^^)

Young Hee bersiap meninggalkan apartemen Kim Joon, dan saat itu tiba-tiba Kim Joon bertanya apa Young Hee tidak penasaran ada hubungan apa antara dia dan Kim Dong Soo? Young Hee membenarkan kalau dia sangat ingin tahu. Tapi kalau sesuatu yang seharusnya memang dia tahu, pasti Kim Joon sudah mengatakannya dari awal.
Young Hee pun pamit pada bosnya itu. Dan kali ini Kim Joon sama sekali tidak menahannya.



Dong Soo menemui Yi Hyun dan menyombongkan dirinya yang diterima bekerja di Hotel Giant. Yi Hyun malah menganggap aklau sepertinya nama Giant adalah nama tim sepakbola.
Dong Soo tidak marah dan berkata ini bukan tim sepak bola tapi Hotel. Yi Hyun hanya tersenyum melihat kegembiraan Dong Soo. Dia mulai mengejek lagi, apa jangan-jangan Giant nama sebuah motel?
Dong Soo berkata kalau Yi Hyun seperti meremehkannya, dan Yi Hyun tertawa senang. Dia berkata kalau dia hanya bercanda. Yi Hyun kemudian bertanya apa posisi Dong Soo di hotel itu? Dong Soo mulai gugup, tapi kembali tenang dan berkata kalau bukan tipenya kerja di Hotel jadi dia menolaknya dengan hormat. Dan dia lebih memilih menjadi manager jalanan alias supir CEO hotel itu. Yi Hyun mengucapkan selamat dan berkata kalau itu posisi yang tinggi, dan Dong Soo hebat bisa mendapatkannya.

Yi Hyun berkata, kalau bos Dong Soo CEO pasti dia sangat tua. Dong Soo bilang kalau tadi dia Cuma ketemu sekretarisnya saja.Tapi sepertinya yang Yi Hyun katakana benar, pasti bosnya sudah kakek-kakek.
Dong Soo juga bercerita kalau nona sekretaris itu bahkan sangat cantik. Saat Dong Soo sedang asik bercerita ternyata Yi Hyun sudah tidak ada disamping Dong Soo, dan sedang terdiam melihat teleskop di depan sebuah toko. Sepertinya Yi Hyun teringat kembali pada kakaknya. Ponsel Yi Hyun berdering dan ternyata ibunya menelpon. Yi Hyun bingung mendengar apa yang ibunya katakan,



Ternyata di rumah Yi Hyun sudah ada teleskop yang diidam-idamkannya. Yi Hyun menelepon si pengirim, dan berkata kalau semakin dia memikirkan, dia semakin tidak mengerti kenapa dia mendapatkan teleskop ini. Dia tidak pernah merasa mengikuti acara apapun, jadi bagaimana mungkin dia bisa menang dan mendapat hadiah semahal ini.

Yi Hyun berkata kalau penelpon ini tidak bercanda kan? Nanti jangan-jangan di lain hari penelpon ini mengatakan yang sebaliknya. Dia sudah merekam pembicaraan mereka, jadi jangan sampai dia dibohongi karena ini. Ibu ikut mendengarkan di samping putrinya itu.

Yi Hyun mengakhiri pembicaraannya dengan pengirim teleskop itu, dan langsung memeluk ibunya. Dia sangat senang. Ibu bertanya apa ini bukan penipuan? Yi Hyun menenangkan ibunya, karena mereka punya bukti rekaman pembicaraan tadi, jadi kalau ini hanya tipuan maka dia akan melaporkan dan menuntut orang itu.
Yi Hyun tidak menyangka kalau dia memang hanya karena sering mengunjungi sebuah website dan berkomentar disana.



Yi Hyun mendekati hadiahnya, teleskop itu bahkan dipeluk Yi Hyun sambil bergumam kalau dia rasanya seperti sedang mimpi. Young Joo senang melihat Yi Hyun bahagia, dan bertanya apa Yi Hyun memang sangat menginginkan benda itu? Yi Hyun menagngguk dan bilang kalau dia sangat-sangat menginginkan teleskop ini.

Ibu berkata kenapa Yi Hyun ga bilang, kan dia bisa membelikannya untuk Yi Hyun. Yi Hyun menjawab karena benda ini untuk para professional, jadi harganya sangat mahal. Hanya ada satu orang bahkan di kelasnya yang mempunyai benda seperti ini.
Ibu bertanya apa benda itu memang sangat mahal?
Yi Hyun menjawab mungkin bisa sebesar gaji ayah selama 4 bulan.
Young Joo menganga karena tidak percaya teleskop yang didapat anaknya sangat mahal. Sedang Yi Hyun masih mengagumi teleskop impiannya ini.



Sementara itu Yi Soo terlihat sedang berbicara di telepon. Dia berdiri di depan sebuah hiasan yang ditempel didindingnya. Sepertinya ini Polaris. Ternyata Yi Soo juga memiliki satu teleskop yang sama seperti milik adik kesayangannya itu. Dia memandang teleskop itu dengan senyum, karena dia tahu adiknya menyukai pemberiannya ini.



Hari sudah malam, Hae Woo dan Bang Jin masih mencari apa yang mereka sebut Hope Market. Hae Wooberkata kalau ini adalah perhentian bis yang terakhir. Apa mereka bisa menemukan itu disini?
Bang Jin seolah sedang berfikir, kemudian dia berkata kalau rasa-rasanya dia tidak asing dengan tempat ini. Dia bilang pada Hae Woo kalau dia pernah kesini sebelumnya. Dia yakin sekali.
Bang Jin terus berjalan tanpa peduli pada panggilan Hae Woo yang merasa heran karenanya. Dia ingin menyakinkan apakah benar dia pernah ke tempat ini.



Sang Deuk sedang menelpon seseorang. Orang suruhannya sepertinya. Dia berkata pada orang itu kalau sepertinya orang itu harus memantau Hae Woo mulai sekarang. Hae Woo sangat cerdas jadi orang itu harus berhati-hati.



Bang Jin menyusuri tempat itu masih ditemani Hae Woo disampingnya. Kali ini gantian Hae Woo yang terkejut, dan langsung melihat foto yang dibawanya dari tadi.
Bang Jin juga ikut terpana dan sadar kalau ini adalah tempat itu.
Hope Market yang mereka cari.



Hae Woo langsung mendekati tempat itu, dan ternyata Soo Hyun ada disana. Hae Woo terkejut dan Soo Hyun berkata kalau dia baru saja akan menelpon Hae Woo. Hae Woo bingung kenapa Soo Hyun ada disini? Soo Hyun menjawab kalau dia mencari hope market, bukankah Hae Woo yang tadi memintanya dan menunjukkan fotonya?

Hae Woo kelihatan bingung dan berkata apa iya dia melakukan itu? Soo Hyun membenarkan, dan Hae Woo langsung memegang kepalanya kalau sepertinya dia mulai kehilangan konsentrasi. Soo Hyun menjawab kalau Hae Woo tidak perlu cemas, karena dia masih berkonsentrasi penuh.



Hae Woo terlihat akan masuk kedalam, tapi Soo Hyun berkata kalau tidak ada siapapun didalam keculai seorang pelajar dibawah umur yang bahkan susah diajak bicara.
Hae Woo tidak peduli, dan tetap masuk. Memang benar ada seorang gadis didalamnya. Manis dengan rambut panjang.
Hae Woo masuk ditemani Bang Jin, dan dia bertanya pada gadis itu, apa tidak ada orang dewasa di sekitar sini? Gadis itu hanya mengangguk, dan Hae Woo kembali bertanya kapan orang dewasa itu akan datang? Gadis itu sepertinya bisu, dan dia menjawab menggunakan bahasa isyarat. Hae Woo tentu tidak mengerti.

Bang Jin terlihat pasrah dan mengajak Hae Woo untuk pergi saja. Hae Woo meminta maaf karena dia tidak begitu tahu bahasa isyarat, jadi dia akan datang lagi nanti.
Tapi saat Hae Woo mulai beranjak, gadis itu memegang lengan Hae Woo utnuk menghentikannya.



Dia menulis pada secarik kertas yang disodorkannya pada Hae Woo. Di kertas itu tertulis pertanyaan, apa ini benar nona Jo Hae Woo?
Hae Woo kaget tapi membenarkan.
Lalu gadis itu mengeluarkan sesuatu di laci dan menyerahkannya pada Hae Woo. Sebuah kunci.

Hae Woo bingung, dan gadis itu kembali menulis. Tulisan itu berbunyi “Dia mengatakan untuk memberikannya pada Anda”

Hae Woo bertanya siapa? Gadis itu menulis lagi di kertasnya dan menyodorkannya pada Hae Woo. Hae Woo membaca kata itu “Ahjussi”

Pertanyaan Hae Woo semakin banyak. Ahjussi yang mana? Apa gadis itu kenal? Dimana dia tinggal?
Kali ini gadis itu tidak menulis jawaban di kertas seperti tadi, tapi dia mengeluarkan sesuatu lagi di laci mejanya. Secarik kertas yang bergambar wajah Hae Woo.
Hae Woo terpana memandang sketsa wajahnya itu.
Bang Jin yang dari tadi melihat akhirnya bertanya kapan Ahjussi itu datang? Si gadis kembali menulis di kertasnya dan menulis kata “Kemarin”



Dinding yang dibiarkan kosong dia apartemen Yi Soo itu ternyata diisi dengan lukisan Chagall. Lukisan favorit Hae Woo. Atau Yi Soo merasa dia seperti makna yang tergantung pada lukisan itu? Yi Soo memandang lukisan itu sambil mengingat saat dia dan Hae Woo dulu. Hae Woo yang menjelaskan arti dari lukisan Chagall ini. Dian ingat cerita Hae Woo tentang akhir dari kisah lukisn Chagall ini, dimana kedua pasangan suami istri yang saling mencintai itu tidak dapat bersatu, dan akhirnya Orpheus meninggal dengan rindu pada istrinya.

Yi Soo kemudian bergumam “Jangan menoleh ke belakang”



Bang Jin, Hae Woo dan juga Soo Hyun memandang sebuah rumah. Sepertinya ini rumah milik Prof Kang Hee Soo dulu. Bang Jin tahu dia kenal tempat ini, karena dia memang pernah datang saat mayat Hee Soo ditemukan di dalam rumahnya sendiri.
Hae Woo yang tidak mengerti bertanya kenapa mereka kesini? Bang Jin hanya meminta Hae Woo untuk masuk ke dalamnya. Hae Woo masih ingin penjelasan, tapi Bang Jin hanya berkata ayo kita pastikan apa kunci itu cocok dengan rumah ini.

Saat Hae Woo akan mengikuti Bang Jin, Soo Hyun memanggilnya dan berkata mungkin Hae Woo belum mendengar informasi yang baru dia dapat. Hae Woo bertanya apa itu? Soo Hyun mengabarkan kalau orang terakhir yang dihubungi Man Chul adalah CEO Eui Sun.
Hae Woo kaget, walau tidak terlalu terpancar dimatanya. Mungkin karena dia sudah menebak ini semua.



Bang Jin mencoba menekan bel di rumah itu. Tapi tidak ada jawaban, yang menandakan rumah itu memang tidak berpenghuni. Hae Woo sudah menyusul Bang Jin ditemani Soo Hyun. Hae Woo berkata pada Bang Jin kalau sepertinya rumah ini kosong. Bang Jin meminta kunci yang didapat Hae Woo di Hope Market tadi, dan Hae Woo tanpa bertanya menyerahkannya.

Bang Jin memasukkan kunci itu kelubangnya. Memutarnya dan ternyata berbunyi Klik, tanda kunci itu memang berjodoh pada lubang pintu ini.
Bang Jin kaget. Begitu pula dua orang yang bersamanya.



Bang Jin masuk ke dalam, disusul Hae Woo. Soo Hyun masih bergumam kalau ini namanya illegal.
Di dalam rumah, Bang Jin dan Hae Woo terpana memandang sesuatu di depan mereka. Di dinding rumah itu tergambar dengan jelas lingkaran merah yang berukuran besar. Persis seperti apa yang mereka temukan di jasad Man Chul.



Soo Hyun masuk dan mengatakan kalau itu symbol yang sama yang ditemukan di tubuh Man Chul. Hae Woo beralih ke Bang Jin dan meminta Bang Jin menjelaskan ini semua. Kenapa Bang Jin bisa mengira kunci itu cocok untuk membuka pintu rumah ini?
Bang Jin menoleh pada Soo Hyun, dan meminta pria itu meninggalkan mereka berdua karena ingin bicara secara pribadi. Soo Hyun tidak menolak dan langsung keluar.



Bang Jin mulai bercerita, kalau 12 tahun lalu, ada seorang Prof yang ditemukan tidak bernyawa dirumah ini. Tepatnya Prof itu dibunuh dengan racun yang disuntikkan di lehernya. Prof itu bernama Kang Hee Soo. Dan dia detektif yang menyelidiki kasus itu.
Bang Jin berkata kalau Han Young Man adalah orang terakhir yang melihat Hee Soo hidup.

Hae Woo terkejut dan bertanya apa Hee Soo dan Young Man saling mengenal. Bang Jin menggeleng dan menjawab kalau kakek Hae Woo lah yang menghubungkan Hee Soo dan Young Man.
Kalimat terakhir itu membuat Hae Woo semakin kaget. Kakeknya? Kenapa kakeknya bisa mengenal Prof itu?

Bang Jin kembali bercerita kalau malam saat Hee Soo dibunuh, dia datang menemui Kakek Hae Woo utnuk sebuah penelitian, dan kakek Hae Woo menyuruh Young Man mengantar Hee Soo pulang.
Saat itulah Young Man menyebabkan kecelakaan tabrak lari, yang seperti mereka tahu Yi Soo membantah ayahnya melakukan itu. Kemudian tepat esok harinya, saat Han Young Man akan mengaku, dia ditemuakn terbunuh.

Hae Woo mengangguk dan mengerti, kemudian Bang Jin bilang kalau ada yang tidak cocok disini. Di loker stasiun kereta api itu, Han Young Man pasti telah meninggalkan sesuatu yang bisa dijadikan bukti penting, dan Yi Soo telah menemukannya. Ada kemungkinan besar ayah dan anak itu dibunuh karena bukti penting yang mereka miliki.

“Tiga kasus pembunuhan, semua terhubung jadi satu”
Bang Jin melanjutkan kalimatnya, jika saja mereka bisa menemukan motif pelaku, maka mereka bisa menebak teka-teki apa ini.

Bang Jin yang melihat Hae Woo serius berfikir, berkata agar malam ini mereka pulang dan beristirahat. Karena Hae Woo pasti lelah dengan pencarian hari ini. Hae Woo menggeleng dan berkata kalau dia baik-baik saja.
Bang Jin menolak karena ini bisa saja menjadi sangat panjang, jadi lebih baik dilanjutan besok saja.



Tiba-tiba Hae Woo berkata kalau dia sudah mendengar bahwa ayahnya adalah orang terakhir yang dihubungi Man Chul, selain dia dan Bang Jin.
Bang Jin yang tadinya mau keluar,berhenti dan berbalik menatap Hae Woo.
Hae Woo berkata kalau ada sesuatu yang ingin dia katakan pada Bang Jin. Bang Jin berkata agar mereka melanjutkan besok saja, sekarang biarkan pikiran mereka tenang dan beristirahat.
Bang Jin keluar dan meninggalkan Hae Woo



Saat Hae Woo akan menyusul Bang Jin, dia menghentikan langkah dan kembali memandang lingkaran di dinding itu. Dengan perasaan bercampur aduk, Hae Woo mendekatinya.
Gambar itu seolah bergerak-gerak dimatanya.



Sementara itu Yi Soo terlihat sedang asik berenang di malam hari. Dia memejamkan mata menikmati suasana ini.



Lalu tiba-tiba dia membuka matanya dan mengangkat kepalanya keluar dari kolam itu. Tepat saat itu, saat Yi Soo menyembulkan kepalanya tiba-tiba.
Hae Woo terdorong mundur kebelakang karena takut dengan bayangan saat dia melihat lingkaran itu. Imajinasi yang tiba-tiba muncul di otaknya, membuat dia terkejut.



Joon Young menelpon istrinya yang belum pulang dan bertanya apa Hae Woo sudah makan malam? Joon Young bilang kalau dia baru saja kembali dari Hotel. Dia bertanya apa Hae Woo baik-baik saja? Telepon dia kalau Hae Woo ingin dijemput.



Nyonya Park masuk mengabarkan kalau makan malam sudah siap. Joon Young menjawab kalau tadi dia sudah makan sedikit di Hotel. Nyonya Park akhirnya hanya berkata agar Joon Young segera istirahat.

Saat akan keluar, tiba-tiba Nyonya Park bertanya sesuatu pada Joon Young. Dia bertanya siapa tamu yang diundang Chairman Jo ke Villa waktu itu? Joon Young berkata kalau dia adalah Kim Joon. Nyonya Park bertanya lagi, apa Joon Young tahu berapa umurnya?
Joon Young menjawab kalau mungkin Kim Joon seumuran dengannya. Joon Young gantian tanya kenapa pada Nyonya Park.

Nyonya Park hanya tersenyum dan berkata kalau dia Cuma ingin tahu. Terkadang menjadi tua membuat kita selalu ingin tahu hal-hal kecil seperti ini.



Yi Soo terlihat akan keluar apartemen untuk mencari udara segar, dan saat itu dia melihat Young Hee yang baru masuk dengan wajah yang tidak ceria seperti biasa.

Young Hee menyadari ada Kim Joon dan langsung membungkuk hormat padanya. Kim Joon mendekat dan bertanya apa Young Hee habis dari suatu tempat? Young Hee membenarkan, kalau dia tadi keluar dengan temn-temannya. Semacam reuni, karena teman-temannya pada protes mengatakan dia sangat sibuk bahkan saat sudah di Korea.

Young Hee gantian bertanya pada Kim Joon, apa Kim Joon akan pergi. Kim Joon membenarkan kalau dia ingin jalan-jalan sebentar. Young Hee bertanya apa Kim Joon perlu teman? Kim Joon menolak sambil tersenyum pada Young Hee.
Young Hee berkata kalau Kim Joon bisa tersesat karena tidak kenal daerah disini. Kim Joon menjawab kalau dia lebih nyaman jalan sendiri.
Young Hee tidak membantah dan berkata kalau dia akan menemui Kim Joon besok.



Saat Kim Joon akan melangkah, tiba-tiba kaki kanannya terasa sakit, dan Young Hee yang melihat itu langsung memegang Kim Joon dan bertanya apa Kim Joon baik-baik saja? Kim Joon menjawab kalau dia tidak apa-apa. Young Hee berkata kalau dia akan buat janji dengan dokter besok. Kim Joon menggeleng meminta Young Hee tidak mengkhawatirkan hal ini.
Kim Joon berkata dia tahu apa yang salah, jadi Young Hee tidak perlu cemas, dan Kim Joon segera berlalu meninggalkan Young Hee.



Young Hee masih memandang Kim Joon dengan persaan cemas. Dia tiba-tiba teringat dengan sesuatu.



Flashback.

Chairman Yoshimura menemui Young Hee disuatu tempat. Disana Young Hee bertanya apa Chairman Yoshimura tidak percaya pada CEO Kim Joon? Yoshimura menjawab kalau dia tidak percaya siapapun. Dia hanya percaya dirinya sendiri.

Yoshimura berbalik dan menatap Young Hee dengan senyu. Dia berkata kalau ada satu orang yang dia percayai. Dan itu adalah Young Hee. Bahkan Yoshimura menyebut nama Young Hee tanpa embel-embel apapun, seperti Kim Joon yang selalu memanggil Young Hee dengan sebutan Sekretaris Jang. Hal itu menandakan mereka cukup dekat.



Flashback End

Young Hee yang akan segera ke kamarnya, membatalkan niatnya itu. Dia menoleh kembali pada Kim Joon yang sudah pergi, dan seolah akan mengikutinya.



Hae Woo berjalan sendiri di kegelapan malam, dia memandang langit dan melihat bintang-bintang yang menghias malam. Hae Woo bergumam kalau dia tidak bisa melihat Polaris. Apa Hae Woo mencari Polaris karena dia merasa tersesat dan kehilangan arah?
Ya, hatinya yang kehilangan arah memikirkan rumitnya kasus ini.



Hae Woo pergi ke sebuah kedai, yang sering dia kunjungi semasa kuliah dulu. Sepertinya kedai yang dia bilang kalau soju di kedai ini enak.
Dia pernah merekomendasikan tempat ini pada Kim Joon dan Young Hee waktu itu.

Pemilik kedai menyambut Hae Woo dengan senang dan berkata kalau rasanya sudah lama sekali Hae Woo tidak berkunjung. Pemilik kedai bertanya apa Hae Woo datang sendiri?
Hae Woo membenarkan. Pemilik kedai heran dan berkata apa Hae Woo dan Joon Young sedang bertengkar? Hae Woo menggeleng dan tersenyum lalu berkata kalau ada sesuatu yang harus dia pikirkan.



Saat melihat sekeliling, ternyata ada Kim Joon disana. Hae Woo tentu kaget. Kim Joon yang kebetulan menoleh, juga melihat ada Hae Woo yang sedang menatapnya heran.

Hae Woo mendekati meja Kim Joon dan bertanya bagaimana bisa Kim Joon ada disini?
Diluar jendela, mugkinkan Young Hee benar-benar mengikuti dan melihat pertemuan Kim Joon dan Hae Woo?



Hae Woo bertanya apa Kim Joon datang sendiri? Kim Joon membenarkan, dan balik bertanya dimana suami Hae Woo? Hae Woo menjawab kalau dia juga datang sendiri.
Kim Joon menyuruh Hae Woo duduk di mejanya, Hae Woo menolak. Kim Joon kemudian berkata kalau dia butuh teman untuk minum, kecuali kalau Hae Woo merasa tidak nyaman dengannya.
Hae Woo tersenyum dan tidak menolak ajakan Kim Joon. Dia pun duduk menemani Kim Joon minum. Lagi-lagi terlihat seperti seseorang melihat itu dari luar kedai.



Hae Woo berkata kalau memang rasanya sedikit tidak nyaman berdua seperti ini. Kim Joon memuji karena Hae Woo jujur padanya. Hae Woo berkata kalau dia juga terkadang berbohong. Dan Kim Joon menimpali kalau dia jujur hanya kadang-kadang saja. Hae Woo tersenyum mendengar kata-kata Kim Joon.

Hae Woo bilang kalau dia merasa ini benar-benar hebat. Bagaimana mereka bisa bertemu lagi di tempat seperti ini? Kim Joon berkata kalau dia datang karena rekomendasi yang Hae Woo berikan.
Hae Woo sepertinya lupa, dan Kim Joon menjelaskan agar Hae Woo bisa mengingatnya kembali.

Kim Joon memandang Hae Woo dan berkata sepertinya Hae Woo merasa lelah? Hae Woo bertanya benarkah? Kim Joon mengangguk dan menjawab Ya, Hae Woo terlihat sangat lelah.
Hae Woo berkata kalau saat ini dia memiliki kasus yang sangat pelik. Dia seolah merasa ingin melepaskan diri dari kasus ini.
Kim Joon berkata kalau masalah yang sulit sekalipun pada akhirnya bisa terpecahkan. Karena jika ada pertanyaan, maka pasti ada jawabannya.

Hae Woo menghela nafas dan berkata kalau ada masalah-masalah yang rasanya tidak ingin dia pecahkan. Kim Joon bertanya apa ini termasuk salah satu kasus yang tidak ingin Hae Woo pecahkan? Hae Woo mengangguk dan menjawab mungkin.

Kim Joon bertanya apa alasannya kalau dia boleh tahu?
Hae Woo berkata “Jika sebuah kebenaran yang anda cari, menjadi masalah yang membuat anda, harus kehilangan seseorang yang sangat berarti bagi anda, apa yang akan anda lakukan?”

Kim Joon terdiam mendengar pertanyaan itu. Hae Woo tersenyum melihat Kim Joon yang terdiam dan berkata tidak masalah kalau Kim Joon tidak mau menjawabnya.



Tapi kemudian Kim Joon berkata kalau semua akan kembali ketempatnya.Dari pengalamannya, bahkan jika kita menghindar dan lari, sesuatu yang harusnya dia kerjakan seolah kembali kepadanya.
Menjadi sesuatu yang akhirnya lebih sulit untuk dia kerjakan.

“Jika anda ingin mengetahui kebenarannya, terkadang anda perlu menerima resiko kehilangan sesuatu yang berharga”

Hae Woo bertanya apa itu juga merupakan pengalaman Kim Joon? Kim Joon yanga akan menuangkan soju di gelasnya terdiam mendengar pertanyaan Hae Woo. Kim Joon tersenyum tipis, dan menjawab Ya dengan singkat.
Kim Joon berpesan agar Hae Woo bisa menguatkan diri, dan melakukannya dengan baik.

Hae Woo tersenyum dan berkata karena Kim Joon dia jadi ceria. Kim Joon menjawab dia senang karena bisa membuat hae Woo ceria.

Sejujurnya..saya datang kesini untuk mencari alasan melarikan diri. Hanya seorang teman yang saya pikirkan.”

Kim Joon melirik Hae Woo sedikit saat mendengar penjelasan itu. Seorang teman? Apakah itu maksudnya dia—Han Yi Soo?

Hae Woo berkata kalau semakin dia pikirkan setiap dia bertemu Kim Joon, dia merasa seperti disemangati. Hae Woo mengucapkan terima kasih dan Kim Joon tersenyum menanggapinya.



Joon Young melihat keluar jendela, dan hujan turun dengan derasnya. Dia memikirkan bagaimana Hae Woo? Apakah dia kehujanan saat ini?



Kim Joon dan Hae Woo, menunggu diluar kedai, berteduh dari hujan. Hae Woo berkata kalau suaminya akan segera menjemput. Jadi Kim Joon bisa pulang bersamanya.
Kim Joon menjawab kalau dia lebih nyaman naik taksi.
Hae Woo berkata kalau hujannya turun dengan tiba-tiba. Kim Joon tersenyum menatap Hae Woo. Hae Woo juga sedang menatap Kim Joon.



Kim Joon menyadari lengan mereka yang bersentuhan karena mereka sangat dekat. Dia masih menatap Hae Woo dalam diamnya. Dan tiba-tiba berkata menyuruh Hae Woo berlari. Hae Woo bingung dan menatap Kim Joon. Kim Joon melanjutkan kalimatnya, jika Hae Woo merasa berat, maka Hae Woo bisa berlari sebelum semua terlambat. Lari secepat yang Hae Woo bisa.

Hae Woo mengangguk dan berkata apa yang Kim Joon bilang benar, kalau semua pasti akan kembali ke tempatnya. Kalaupun dia berlari dan menghindar, maka itu akan menjadi sesuatu yang lebih besar dan sulit untuk dia pecahkan.
Hae Woo kemudian berkata kalau Kim Joon mau pulang duluan silakan.
Kim Joon berkata kalau dia akan pergi setelah memastikan Hae Woo dijemput Joon Young.
Hae Woo berkata kalau suaminya pasti akan datang sebentar lagi.



Kim Joon menoleh dan menatap Hae Woo, lalu dia berkata kalau begitu dia akan pulang duluan. Kim Joon melangkah dan tidak peduli akan hujan yang mengguyur tubuhnya. Dia hanya tidak ingin semakin jauh bermain dalam perasaannya sendiri, yang bahkan tidak mampu dia kendalikan.

Tapi tiba-tiba dia berhenti dan menatap Hae Woo. Lalu seolah tersihir dan kehilangan kesadaran dirinya. Dia melangkahkan kakinya mendekati Hae Woo yang menatapnya dengan tatapan bingung.



Saat sudah dekat, Hae Woo bertanya ada apa? Apa ada masalah? Tanpa menjawab sepatah katapun, Yi Soo mendaratkan bibirnya di bibir Hae Woo. Menciumnya paksa.
Hae Woo yang tidak siap dengan semua ini, hanya terdiam tanpa berusaha melepaskan diri.
Apakah dia terpengaruh dan menikmati sentuhan bibirnya Kim Joon?

Entahlah..





Bersambung ke episode 6

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar