Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 7 part 2

Nyonya Park mengajak Kim Joon untuk bertemu berdua, dan disaat mereka sudah duduk berhadapan. Nyonya Park bertanya “Apakah Anda mengenal Han Yi Soo?”
Part 2
Kim Joon saat itu tidak langsung menjawab, dia mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya pada lengan kursi tempat dia duduk, tanda dia merasa gugup dan tidak menyangka akan mendapat pertanyaan seperti ini. Apakah Nyonya Park merasa curiga padanya?

Karena Kim Joon hanya diam tanpa ekspresi, Nyonya Park kembali bertanya apa Kim Joon kenal dengan Yi Soo?
Kim Joon memberanikan diri menjawab, kalau Iya dia mengenal Han Yi Soo. Kalimat itu cukup membuat Nyonya Park terkejut. Dia bertanya kembali, Apa Yi Soo masih hidup?
Dengan penuh ketenangan Kim Joon menjawab kalau sebenarnya dia tidak pernah bertemu dengan Han Yi Soo. Kim Joon merasa mulai bisa mengendalikan perasaannya, ternyata Nyonya Park tidak benar-benar tahu kalau dia adalah Yi Soo.

Nyonya Park kembali bertanya, kalau begitu bagaimana Kim Joon bisa mengenal Yi Soo? Kim Joon menjelaskan kalau dia pernah mendengar nama Yi Soo dari Chairman Yoshimura, dan juga Hae Woo beberapa kali menyebut nama itu.
Nyonya Park tersenyum walau sedikit kecewa, ternyata begitu kejadian sebenarnya.
Kim Joon bertanya kalau menurut info yang dia dengar Yi Soo meninggal karena kecelakaan lalu lintas, benarkah itu? Nyonya Park menjawab, meskipun dia berfikir demikian, namun dia tidak pernah berhenti berharap, bahwa Yi Soo masih hidup di suatu tempat. Itu karena selama ini jasad Yi Soo tidak pernah ditemukan. Nyonya Park juga berkata, berarti pertemuan mereka saat itu, memang karena sebuah kebetulan. Dia berkata kalau akhir-akhir dia selalu teringat Yi Soo. Maka dari itu mungkin dia merasa Kim Joon seolah mengenal Yi Soo.

Kim Joon tersenyum memaklumi perasaan Nyonya Park. Dia berkata kalau dia mengerti. Nyonya Park meminta maaf karena sudah mengganggu waktu Kim Joon yang sangat sibuk hanya untuk meracau hal yang Kim Joon sendiri tidak tahu.
Sebelum pergi meninggalkan tempat itu, Nyonya Park meminta agar Kim Joon tidak menceritakan pertemuannya ini dengan Chairman Jo. Kim Joon pun menyanggupinya tanpa bertanya apapun.



Yi Soo menatap kepergian Nyonya Park dengan perasaan yang bercampur aduk, dia senang karena ternyata banyak yang masih merindukan Han Yi Soo. Ternyata 12 tahun yang terlewat itu, dia masih disayangi oleh banyak orang. Dan mengingat itu membuat Yi Soo tersenyum. Rasanya seolah dia ingin menangis karena bahagia, masih ada yang menyayanginya, dan berharap dia masih hidup sampai detik ini.


Saat Yi Soo berbalik dan mulai melangkah, Nyonya Park memalingkan wajahnya ke belakang dan melihat Kim Joon. Apakah dia masih merasa ada sesuatu dalam diri Kim Joon?


Dong Soo ternyata tidak bisa menemui Joon Young, karena Joon Young yang sedang tidak ada ditempat. Dia padahal sudah berjanji akan memberikan tiket ini secara pribadi pada Joon Young. Dong Soo terlihat sedikit kecewa.


Hae Woo dan timnya masih bekerja dan sibuk mencari dimana tepatnya foto itu diambil. Mereka mencari di internet, dengan melihat tempat-tempat pariwisata di Jepang, tapi mereka tidak menemukannya sama sekali.


Masuklah Penyelidik wanita yang sebelumnya aku bilang sekretaris (Entah siapa namanya..kenapa dia ga ngenalin diri kek..jadi bingung saya nyebutnya..Hihi..)

Dia mengusulkan agar mereka mengunggah foto itu ke internet, entah itu ke blog pariwisata atau website, sehingga mereka bisa mendapatkan jawaban dari orang yang melihat dan mungkin tahu tempat itu. Hae Woo merasa itu ide yang sangat bagus, dan langsung menyuruh Soo Hyun untuk melakukannya. Soo Hyun pun tidak membantah, dan Penyelidik itu berkata kalau dia juga akan membantu. Hae Woo bertanya apa Penyelidik tidak pulang?
Penyelidik itu menjawab kalau adanya tambahan satu orang untuk membantu pasti akan cepat selesai, dan Hae Woo tersneyum senang mendengarnya. Dia berterima kasih sekali karena rekan-rekannya bahkan mau lembur untuknya malam ini.


Ponsel Hae Woo berdering dan suaminya tercintalah yang menelepon. Ternyata Joon Young sudah menunggu Hae Woo di luar gedung, dan Hae Woo segera menemuinya. Joon Young membawakan makan malam untuk Hae Woo.
Hae Woo senang tapi dia bilang kalau dia kerja dengan teman-temannya dan ga enak kalau dia makan sendiri disaat teman-temannya sedang bekerja.

Joon Young menjawab kalau dia sudah mengirimkan paket makanan untuk teman-teman Hae Woo di kantor, jadi Hae Woo tenang saja.
Dengan gaya lucunya, Hae Woo berkata bagaimana bisa Joon Young terlihat begitu keren? Joon Young tersenyum dan berkata dia tahu, kalau dia memang keren.


Joon Young mengajak Hae Woo untuk makan di tempat terbuka, dan dia sudah menggelar alas duduk untuk mereka. Hae Woo menatap suaminya dengan tatapan prnuh cinta. Joon Young sedang sibuk mengeluarkan makanan yang dia bawa. Joon Young bertanya kenapa Hae Woo memandangnya seperti itu. Hae Woo menjawab, kalau dia sedang berfikir, Pasti ini sebuah rahmat karena dikelilingi dengan orang-orang baik. Joon Young dengan santainya berkata apa itu maksudnya dia? Hae Woo tersenyum dan berkata kalau dia sedang berbicara tentang dirinya.

Joon Young tersenyum dan bilang kalau Hae Woo terlalu berbelit-belit dalam mengucapkan terima kasih. Hae Woo tersipu malu karenanya, dan akhirnya mengucapkan terima kasih untuk Joon Young yang telah membawakan makanan untuknya.


Joon Young bertanya apa Hae Woo lembur lagi? Hae Woo membenarkan. Joon Young berkata kalau dia jadi khawatir kalau meninggalkan Hae Woo, karena mungkin Hae Woo tidak akan makan dengan baik saat dia pergi nanti.

Hae Woo bertanya kapan dia tidak makan dengan baik? Joon Young menjawab kalau dia pernah melihat Hae Woo bahkan melupakan makan malamnya. Hae Woo dengan penuh penyesalan berkata maaf karena dia tidak bisa menemani Joon Young ke Jepang. Joon Young menajwab tidak masalah, bukankah dia sudah bilang kalau Hae Woo tidak perlu mencemaskan hal itu. Hae Woo bertanya apa Joon Young sudah mengatakannya pada kakek? Joon Young bilang kalau dia akan memberitahu pada kakek saat dia pulang nanti.
Kakek pasti akan mengerti karena ini kan menyangkut pekerjaan Hae Woo.

Tiba-tiba ponsel Hae Woo Berdering, ternyata Soo Hyun yang menelponnya. Soo Hyun mengabarkan kalau dia sudah menemukan dimana foto itu diambil. Hae Woo bertanya dimana tempat itu? Soo Hyun menjawab di Tonogura Okinawa, dan Hae Woo langsung terkejut mendengar hal itu.
Hae Woo mengucapkan terima kasih, dan berkata kalau dia akan segera kembali, dan mereka akan membahas ini setelah dia kembali nanti.


Joon Young ikut heran dan bertanya ada masalah apa memangnya? Hae Woo bukannya menjawab malah balik bertanya kapan Joon Young akan berangkat ke Okinawa? Joon Young menjawab keberangkatannya besok. Secara mengejutkan hae Woo berkata kalau dia akan ikut kesana.
Joon Young bertanya ada masalah apa kok tiba-tiba Hae Woo ingin ikut? Hae Woo langsung memperlihatkan foto yang diterimanya pada Joon Young, dan berkata kalau tempat di foto itu ada di Okinawa Jepang. Foto itu merupakan pesan ketiga yang dia terima.

Hae Woo berkata kalau dia yakin tempat itu akan memberikan petunjuk padanya, untuk menyelesaikan kasus pelik yang sedang dia hadapi aat ini. Dia mungkin bisa menemukan siapa sebenarnya yang mengirimkan pesan ini kepadanya.


Yi Soo terlihat ada di sebuah tempat. Dia hanya berdiri diam memandangi tempat itu, yang seperti sebuah lorong panjang.


Flashback

Yi Soo remaja yang tentunya sudah berubah wajah. Dia terlihat berdiri di sebuah tempat, yang sepertinya rumah. Disamping Yi Soo ada orang kepercayaan Yoshimura, yang berkata kalau Chairman Yoshimura sudah menunggu Yi Soo.

Yi Soo melangkahkan kakinya untuk memasuki rumah itu.
Sebelum masuk ke dalamnya, tangan Yi Soo terkepal penuh tekad.


Flashback End

Yi Soo dewasa melangkah masuk dimana Yoshimura mungkin memang sedang menantinya saat ini.
Yi Soo langsung menyapa Yoshimura yang memang terlihat sedang menunggu Yi Soo. Yoshimura menoleh dan memandang Yi Soo yang langsung menunduk hormat padanya. Yoshimura tersenyum senang dan langsung memeluk Yi Soo, Yi Soo sendiri tidak membalas pelukan itu, dan hanya diam saja. Wajahnya pun tanpa ekspresi.

Yoshimura memanggil Yi Soo dengan sebutan Joon dan berkata kalau mereka sudah cukup lama tidak bertemu.


Yi Soo meminta maaf karena jarang menghubungi Yoshimura. Yoshimura menjawab tidak masalah, tidak ada kabar, berarti semua berjalan lancar.

Mereka berduapun duduk berhadapan dan Yi Soo mengabarkan kalau Joon Young dan istrinya akan datang besok. Yoshimura membenarkan, dan bilang kalau awalnya dia sedikit kecewa karena istri Joon Young tidak bisa ikut, tapi dia senang karena Hae Woo mengubah rencananya.

Yoshimura bertanya bagaimana perasaan Yi Soo saat kembali bertemu dengan keluarga Chairman Jo? Yi Soo langsung memandang tajam Yoshimura saat melempar pertanyaan itu padanya. Yi Soo menjawab kalau tidak ada yang istimewa yang dia rasakan.

Yoshimura kembali bertanya apa ada yang mengenali Kim Joon sebagai Han Yi Soo? Yi Soo menjawab kalau dia sudah jadi orang yang berbeda sekarang.
Yoshimura membenarkan dan berkata kalau Yi Soo sudah berbeda sejak kembali dari Okinawa.
Yoshimura berkata kalau Yi Soo tidak perlu cemas, karena ini akan menjadi rahasia mereka.

Yi Soo tersenyum dan menjawab kalau dia tidak cemas. (Kayaknya ada perang dingin deh antara Yi Soo sama Yohimura, mereka berdua sama-sama tidak percaya siapapun, dan saling menyimpan rahasia di hati mereka masing-masing)


Yoshimura berkata kalau dia memang tidak tahu banyak tentang Han Yi Soo, apalagi Yi Soo tidak pernah bicara apapun mengenai kejadian 12 tahun yang lalu. Lagipula saat itu sekitar sebulan, Yi Soo menghilang tanpa pesan apapun untuknya.
Yohimura bertanya mengapa Yi Soo memilih Okinawa dari semua tempat yang ada untuk menghilang selama sebulan itu?

Yi Soo hanya diam, membuat Yoshimura berkata kalau Kim Joon benar-benar pribadi yang sedikit kata-kata. Apa Yi Soo masih ingat kata pertama yang Yi Soo ucapkan sekembalinya dari Okinawa?


Flashback

Yi Soo remaja, yang sebulang menghilang tanpa pesan, kembali menemui Yoshimura dan kata pertama yang dia ucapkan adalah “Han Yi Soo sudah mati”


Flashback End

Yi Soo yang sebenarnya ingat semua kejadian saat itu, tapi dia berkata kalau dia sudah lupa. Yoshimura bilang kalau saat itu semua ketakutan menghilang dari mata Yi Soo. Sebagai gantinya, mata Yi Soo memancarkan tekad yang kuat. Yi Soo hanya tersenyum tipis, dia mengingat semua itu. Tapi dia menyangkalnya. Dia hanya berkata kalau dia sudah melupakan masa lalu. Tujuan dia adalah untuk membuat Hotel Giant, menjadi yang terbaik di dunia.
Yoshimura tersenyum senang dan menjawab kalau Yi Soo memang pantas menjadi pewaris Yoshimura Junichiro


Yi Soo terdiam malam ini, sambil memandang hiasan Hiu ditangannya. Kemudian dia mengucap “Selamat datang”
Sepertinya kalimat ini dia tujukan pada Hae Woo yang akan siap mendapat kejutan berikutnya dari dia..


Keesokan paginya, Young Hee mengantar Joon Young dan Hae Woo menuju tempat dimana Yoshimura menunggu. Joon Young melihat kegalauan istrinya. Dia menggenggam tangan Hae Woo, meyakinkan Hae Woo bahwa semua baik-baik saja. Hae Woo menatap suaminya yang tersenyum padanya, dan Hae Woo membalas senyum itu.
Young Hee melihat kekalutan di wajah Hae Woo melalui kaca mobil, dan dia merasa heran, ada apa sebenarnya?


Sampailah para tamu penting itu di Resor Yohimura, dan Si pemilik sudah menunggu dan menyambut Joon Young serta istrinya.
Yoshimura mengucapkan terima kasih karena Joon Young sudah mau datang jauh-jauh ketempatnya.

Joon Young menyambut uluran tangan Yoshimura dan mengucapkan kalau dia senang bisa bertemu Yoshimura . Joon Young juga memperkenalkan Hae Woo pada Yoshimura. Hae Woo mengucapkan terima kasih sudah mau mengundang mereka berdua.

Yoshimura bilang kalau Hae Woo sama sekali tidak berubah, masih terlihat sama.
Hae Woo heran dan bertanya apa dia pernah sebelumnya bertemu dengan Yohimura?
Yoshimura tersenyum dan menjelaskan kalau 12 tahun yang lalu dia pernah diundang ke rumah Hae Woo.


Yoshimura menjelaskan kalau resornya yang saat ini baru tersedia untuk para manager hotel dan tamu VVIP. Suasana tenang dan nyaman biasanya menjadi pilihan para tamu untuk istirahat di resor.
Yoshimura juga bilang kalau ada CEO Hotel Wolik yang juga sedang menginap disini.

Joon Young terkejut dan tidak percaya. Yoshimura tahu kenapa Joon Young kaget, dan dia berkata kalau CEO Hotel Wolik memang orang yang jarang bisa ditemui, apalagi mengingat dia satu dari sedikit orang yang mengelola resor secara internasional.
Dia sudah menyakinkan CEO itu untuk menunda keberangkatannya ke New York pagi ini, jadi Joon Young bisa menemuinya jika Joon Young mau.

Joon Young sangat berterima kasih dan bilang kalau CEO Hotel Wolik memang sangat ingin dia temui. Yoshimura tersenyum dan bilang kalau pertemuannya dijadwalkan 30 menit lagi, apa Joon Young bisa? Joon Young mana mungkin melewatkan kesempatan bagus ini.


Joon Young dan Hae Woo sedang berdua. Joon Young bilang kalau dia masih merasa khawatir melepas Hae Woo sendiri mencari tempat itu. Hae Woo menenangkan Joon Young dan bilang kalau dia juga sudah menyeting ponselnya ke Roaming, agar tidak tersesat nantinya.
Joon Young berkata kalau Hae Woo bahkan belum pernah ke tempat itu. Dia ingin Hae Woo pergi dengannya besok.

Hae Woo yang keras kepala berkata kalau sekretaris Jang sudah mempersiapkan perjalanan ini untuknya, jadi Joon Young tenang saja. Hae Woo kemudian melihat jamnya, dan berkata kalau waktu pertemuan Joon Young sebentar lagi, jadi Joon Young harus bergegas.


Young Hee mengabarkan kalau mobil Hae Woo sudah siap, dan Hae Woo mengucap terima kasih pada Young Hee. Joon Young bertanya berapa lama untuk bisa sampai ke Tonogura dari tempat ini? Young Hee menjawab kalau perlu sekitar satu jam.

Joon Young bertanya lagi apa tempat itu berbahaya? Dia khawatir melepas istrinya ini sendiri? Young Hee tersenyum dan menjelaskan kalau Joon Young tidak perlu khawatir, karena supir terbaik dari perusahaan merekalah yang mengantar Hae Woo, dan supir itu seorang Korea, jadi dia bisa sekaligus menjadi penerjemah.


Young Hee mengantar Hae Woo sampai depan, dan Young Hee berkata kalau makan malam siap jam 6. Hae Woo bilang kalau dia akan pulang pada waktu itu. Datanglah mobil hitam yang ternyata di dalamnya ada Kim Joon. Mereka awalnya hanya saling menatap, lalu Hae Woo menundukkan kepalanya dan Kim Joon juga melakukan yang sama.


Kim Joon mendekat dan Young Hee bilang kalau Yoshimura sudah menunggu Kim Joon. Kim Joon melirik kearah Hae Woo dan bertanya Hae Woo akan pergi? Hae Woo membenarkan dan Young Hee menjelaskan kalau Hae Woo ingin ke Tonogura.

Hae Woo berkata sampai jumpa pada Kim Joon dan akan melangkah ke mobil yang sudah disiapkan untuknya. Tiba-tiba Kim Joon bilang kalau dia yang akan mengantarkan Hae Woo. Young Hee kaget mendengar itu.

Hae Woo menolak, dan bilang dia tidak masalah pergi sendiri. Lagipula ini masalah pribadinya. Kim Joon beralasan kalau tempat itu jalannya berliku, dan dia tidak bisa membiarkan tamu penting untuk kesana sendiri. Hae Woo menjawab kalau dia nyaman pergi sendiri, namun Kim Joon langsung berkata kalau dia yang tidak nyaman.

Kim Joon bahkan sudah menyuruh supir yang akan mengantar Hae Woo untuk pergi, dan Hae Woo masih menolak tawaran Kim Joon, tapi Kim Joon langsung memotong kalimat Hae Woo. Dia berkata kalau dia akan menjadi supir Hae Woo. Sementara Hae Woo dengan urusannya, dia akan jalan-jalan dan tidak akan mengganggu Hae Woo, karena dia juga sudah lama tidak jalan-jalan. Young Hee hanya diam. (Cemburu kalii..)

Kim Joon meminta Young Hee memberitahu Yoshimura kalau dia akan menemui Yoshimura nanti.


Kim Joon langsung membukakan pintu mobil untuk Hae Woo dan menyuruh Hae Woo segera masuk. Hae Woo seolah terpana, namun dia tahu dia sudah tidak bisa menolak lagi kali ini.


Merekapun bersama di dalam mobil menuju Tonogura. (Kim Joon mah seneng-seneng aja, emang dia sudah mempersiapkan kejutan ini lo..^^)

Mereka terlihat canggung dan hanya diam sepanjang perjalanan. Suasana juga sedikit gerimis. (Harusnya bisa romantis ini..hihi)

Saat sudah sampai, Hae Woo masih memegang foto yang dia terima untuk dijadikan patokan, dan Yi Soo melihatnya dari belakang.
Saat sudah sampai di tempat itu, Hae Woo memastikan lagi, dengan melihat fotonya, dan dia merasa memang inilah tempat itu.


Kim Joon bertanya apa ini tempat yang Hae Woo cari? Hae Woo membenarkannya. Kim Joon meminta Hae Woo menelponnya kalau urusan Hae Woo sudah selesai, karena dia akan ada disekitar sini.

Kim Joon yang sudah melangkah pergi, kemudian berbalik dan memandang Hae Woo yang masih terdiam di tempatnya.


Karena tidak ada orang yang terlihat Hae Woo mencoba berkata maaf karena sudah mengganggu. Dia mengeraskan suaranya, dan sepertinya tetap tidak ada yang keluar.

Kemudian seorang bapak tua membuka pintu dan Hae Woo terlihat senang, karena ternyata tempat ini berpenghuni. Hae Woo mengucap Halo dalam bahasa Korea, namun karena sang bapak tua tidak merespon, maka Hae Woo meralat ucapan Halo nya dengan memakai bahasa Jepang. Berharap bapak tua itu mengerti.

Akhirnya bapak itu mengangguk,yang mengartikan dia paham. Hae Woo berkata tunggu sebentar, sepertinya dia akan mencari Kim Joon untuk membantunya menerjemahkan. Tapi si Bapak tiba-tiba bertanya apa Hae Woo orang Korea? Hae Woo yang tadinya sudah berbalik pergi, kembali lagi menatap bapak tua itu, dan balik bertanya apa bapak itu orang Korea juga? Bapak itu menjawab kalau dia berasal dari Muju. Hae Woo senang sekali karena tidak butuh penterjemah untuk berbicara dengan Bapak ini.

Bapak tua bertanya apa yang membawa Hae Woo ketempat ini? Hae Woo bingung bagaimana harus menjelaskan, dia berkata kalau dia tidak yakin untuk mengatakannya. Tapi dia datang ke tempat ini karena ada seseorang yang mengiriminya foto tempat ini, dan dia ingin tahu kenapa foto ini dikirimkan padanya.
Dia bahkan datang dari Korea hanya untuk mengetahuinya.

Hae Woo minta maaf karena datang tiba-tiba, dan juga mengatakan sesuatu yang aneh. Si bapak kemudian mengajak Hae Woo masuk dan minum the dulu bersamanya.
Hae Woo pun setuju.


Sementara itu Yi Soo terlihat menikmati pemandangan di sekitarnya. Hutan. (Kayak gini pemandangan dari mana?)


Sinar mentari menyilaukan mata Yi Soo,dia mengangkat sebelah tangannya kearah sinar itu, dan seolah ingin menutupi sinar itu agar tidak mengenai matanya dan memberi efek silau yang tidak mengenakkan.
Tapi kemudian gerak tangan Yi Soo berubah, dia seolah ingin mengambil cahaya mentari yang membuatnya silau. Dia seolah berhasil menggenggamnya. Dan saat dia membuka tangannya yang mengepal, dia tersenyum, karena dia tahu itu hanya ilusinya saja.
Yi Soo memejamkan mata, kali ini dia seolah menikmati mentari yang menerpa wajahnya.


Hae Woo dan bapak tua sudah duduk berhadapan sambil menikmati minuman hangat. Hae Woo bertanya apa bapak tinggal sendiri disini? Bapak tua membenarkan hal itu. Dia sudah sendirian selama 20 tahun, dia kehilangan orang tua dan saudara-saudaranya karena perang. Dan juga tidak ada orang yang mencarinya sampai saat ini. Hae Woo berkata pasti bapak sangat kesepian?

Bapak itu tersenyum dan menjawab kadang-kadang iya. Dia berkata kalau dia termasuk jarang kedatangan tamu, Hae Woo adalah tamunya yang kedua. Hae Woo tertarik ingin tahu, dan bertanya kalau begitu siapa yang pertama?

Bapak itu menghela nafas, dan menjawab kalau tamu pertamanya adalah seorang anak laki-laki. Hae Woo semakin penasaran. Dia bertanya berapa umur anak laki-laki itu? Bapak tua menjawab kalau anak itu berusia sekitar 18 atau 19 tahun.
Hae Woo bertanya lagi siapa nama anak itu?

Bapak tua menjawab kalau anak itu sama sekali tidak bicara, jadi dia tidak bisa mengetahuinya. Atau tepatnya tidak ada cara untuk mengetahuinya.
Hae Woo bertanya apa maksud bapak anak itu bisu? Bapak tua menjelaskan kalau tidak ada cara untuk mengetahui apakah anak itu bisu atau tidak. Anak itu tidak bicara sepatah katapun bahkan sampai anak itu pergi.

Hae Woo mencoba bertanya lebih jauh, apa bapak itu ingat kapan anak itu datang ke tempat ini? Bapak tua menjawab kalau sekitar 11 atau 12 tahun yang lalu.
Hae Woo semakin kaget, dia menebak walau belum yakin kalau anak laki-laki itu pasti Yi Soo. Yi Soo nya.


Bapak tua kembali bercerita, kalau anak itu pingsan di Hutan. Hanya karena nasib baik, anak itu bisa ditemukan. Sementara mendapat perawatan darurat,anak itu berkata sesuatu yang semua orang tidak ada yang mengerti. Tetapi orang-orang yakin itu bahasa Korea, sehingga anak itu dibawa ketempatku. Karena tidak ada orang Korea, ditempat ini kecuali dia.

Hae Woo dengan sedikit gugup bertanya apa ada tanda-tanda anak itu mengalami kecelakaan mobil? Bapak tua itu menggeleng, dan menjawab sepertinya tidak. Hanya pundak dan kakinya saja yang terlihat kesakitan. Selebihnya tidak ada luka serius di tubuh anak itu. Dia tidak yakin apakah anak itu kehilangan ingatan atau tidak, tapi yang jelas, setelah tidur selama tiga malam, akhirnya anak itu sadar.

Hae Woo terdiam mendengarkan cerita sang bapak. Dia semakin yakin itu Yi Soo.
Bapak melanjutkan ceritanya, kalau tepat setelah 3 hari, anak itu hanya menghabiskan hari-harinya dengan duduk-duduk saja.
Dan suatu hari, dia melakukan semua pekerjaan. Dari membersihkan rumah, sampai berkebun. Semua anak itu lakukan.
Mulai anak itu bangun sampai dia tidur lagi, isinya hanya bekerja.

Hae Woo hampir menangis menyadari keputusasaan Yi Soo saat itu, Dia seolah merasakan apa yang ada di hati Yi Soo, dan dia bahkan tidak ada disampingnya untuk menemani atau menguatkannya.


Bapak itu berkata kalau dia juga tidak bertanya apapun pada anak itu, makanya mungkin karena itu dia juga hanya diam. “Tapi..aku tahu dia telah mengalami kesedihan mendalam yang sulit untuk dikatakan. Mata anak itu..penuh dengan keputusasaan.”

Bapak bertanya apa anak itu seseorang yang Hae Woo kenal. Hae Woo menahan tangisnya dan menjawab kalau dia juga belum terlalu yakin.
Hae Woo bertanya berapa lama anak laki-laki itu disini? Bapak tua menjawab kalau anak itu hanya sebulan berada disini. Saat itu, di depan kamarnya, anak itu meninggalkan nampan yang berisi sarapan, kemudian anak itu pergi.
Anak itu bahkan membersihkan kamar bekas dipakainya.
Hae Woo meminta ijin agar dia boleh melihat kamar tempat anak itu menginap disini?


Bapak itu pun menunjukkan kamar yang dipakai anak laki-laki itu pada Hae Woo. Saat masuk ke dalamnya dan melihat ke dinding, Hae Woo terkejut karena mendapati gambar lingkaran itu. Gambar lingkaran yang juga di temukan di tubuh Man Chul, dan di rumah Kang Hee Soo. Hae Woo semakin yakin akan Yi Soo yang masih hidup.

Bapak tua menjelaskan kalau sepertinya anak itu menggambar lingkaran ini sebelum dia pergi. Dia sengaja tidak menghapusnya, karena hanya ini yang tertinggal dari anak itu.


Kemudian sang Bapak beralih ke laci meja, dia mengeluarkan sebuah amplop berukuran sedang, dan menyerahkannya pada Hae Woo. Dia berkata hari dimana anak itu pergi, dia meninggalkan ini tergantung di pegangan pintu.

Hae Woo menerima amplop itu dengan tangan bergetar. Sang Bapak meninggalkan Hae Woo sendiri, karena tidak ingin terlalu ikut campur.


Hae Woo mengambil isi di dalam amplop itu, dan dia terkejut menyadari ini adalah ukiran Hiu yang dia buat 12 tahun lalu, Ukiran yang dia buat dengan sepenuh hatinya, dia bahkan mengabaikan tangannya yang terluka karena harus memahatnya sendiri. Hae Woo benar-benar tidak kuasa menahan perasaannya. Dia terjatuh karena begitu sesak yang dia rasakan saat ini. Yi Soo..dia yakin ini milik Yi Soo.


Hae Woo memegang ukiran itu dengan tangan gemetar. Dia menangis karena apa yang dia temukan hari ini. Ini satu-satunya bukti yang menandakan Yi Soo masih hidup, bahkan mungkin melihatnya, mengawasinya.
Hae Woo tersedu-sedu sambil menggenggam erat ukiran Hiu ditangannya.


Hae Woo berjalan limbung, dia seolah tidak peduli dengan tetes-tetes hujan yang masih membasahi bumi. Kesadarannya entah terbang kemana. Dia hanya berjalan mengikuti langkah kakinya. Terus berjalan sambil memegang ukiran Hiu itu ditangannya.
Kenyataan ini menyakitkannya. Hae Woo bahkan seolah sudah tidak mampu menahan berat tubuhnya. Namun dia memaksa kakinya untuk terus berjalan.


Hae Woo sampai dimana tempat Kim Joon berada. Di Hutan ini. Dia seolah tidak menyadari ada Kim Joon disana. Pikirannya hanya berpusat pada Yi Soo. Pikiran dan hatinya dipenuhi dengan nama laki-laki itu. Laki-laki yang pernah dicintainya, atau malah masih dicintainya.

Hae Woo tanpa sadar mengucap nama Yi Soo. Kim Joon menoleh dan merasa Hae Woo memanggil namanya. Dia terkejut, apakah secepat ini Hae Woo tahu tentang identitas dia yang sebenarnya.?
Hae Woo terus mengucap nama Yi Soo sambil menangis. Air mata itu tidak mampu ditahannya.


Bersambung ke episode 8

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar