Kamis, 22 Agustus 2013

Drama Korea A Gentleman's Dignity Episode 20 (tamat)

Kita akan kembali ke masa lalu disaat keempat ahjussi ini masih di bangku SMA dan belum bersahabat seperti sekarang.

Di sebuah kelas disuatu SMA. Kim Do Jin dengan penampilan urakan tengah membaca majalah otomotif. Tentu saja dengan suasan kelas yang gaduh.
Di kelas yang sama tentu saja ada anak rajin yang kerjanya hanya mempelajari pelajaran sekolah, siapa lagi kalau bukan Yoon (ternyata Yoon n Do Jin emang udah dari dulu selalu bareng ya ternyata keduanya satu kelas)

Yoon dengan tampang culun bin cupu hahaha ditambah kacamata bulat dan poni di rambut terlihat jelas kalau dia yang paling kutu buku diantara lainnya.
Tiba-tiba ada siswa kelas lain yang masuk ke kelas mereka, Im Tae San. Dengan tampang sok berkuasa ia menatap sinis ke arah siswa lain di kelas Do Jin. “Siapa pemimpin disini, keluar!” perintah Tae San. Do Jin tersenyum sinis mendengarnya, tak ada yang menggubris perkataan Tae San.
Kemudian dari pintu masuk lain masuklah siswa lain pula sambil menenteng sepasang sepatu, itu Lee Jung Rok.
Sambil memukulkan tongkat ia bertanya, “Siapa pemilik sepatu NICE ini? Keluar!” Yoon yang mendengar itu langsung mendongakkan wajahnya.
“Siapa pemimpin disini?” bentak Tae San. Do Jin melihat sekeliling teman sekelasnya yang diam saja. Do Jin langsung mengangkat tangan dan berakata kalau sementara ia pemimpinnya. Tae San menyuruh Do Jin keluar ikut dengannya.
Jung Rok marah dan memukulkan tongkat yang ia bawa, “Apa tak ada pemiliknya?”
“Itu milikku!” sahut Yoon sambil mengangkat tangannya. Jung Rok menyuruh Yoon keluar ikut dengannya.
Yoon berjalan di belakang Jung Rok. Tiba-tiba Jung Rok berhenti berjalan dan Yoon yang tak melihat ke depan menabraknya, duk hehe. Ternyata di taman sekolah sudah ada Do Jin yang Tae San yang saling berhadapan. Jung Rok berkata kalau ia duluan yang akan memakai tempat ini jadi Do Jin dan Tae San lebih baik kembali saja. Tae San menatap sebal, “Apa-apaan ini?”
Jung Rok menyombongkan diri, “Apa kau belum mendengar tentang aku? Aku Lee Jung Rok dari Yang Jae.”
Do Jin : “Jadi kau Lee Jung Rok? pisau silet Yang Jae-dong.”
Yoon terkejut, “Pisau silet?”
Do Jin : “Kudengar kau sudah berjenggot tebal walaupun kau masih SMP.”
Buwahaha. Mereka tertawa terbahak-bahak tapi tiba-tiba Jung Rok terdiam marah, “Kau mau mati ya?”Ancamnya pada Do Jin. Tapi Tae San menghalangi karena Do Jin itu lawannya, “Kami akan berkelahi untuk mencapai posisi tertinggi. Awasi saja kami!” (berkelahi buat mencari siapa pemimpin di sekolah haha)

Yoon dengan polosnya berkata, “Nilai masukku adalah yang tertinggi. Kenapa kalian berkelahi untuk posisi tertinggi?”
Do Jin kaget dan langsung mencengkeram baju Yoon menatapnya galak, “Jadi nilaimu yang tertinggi? Aku turun jadi peringkat 2 karena kau? Buku referensi apa yang kau gunakan?”
“Lepaskan dia!” Jung Rok melepaskan cengkeraman Do Jin dari Yoon. Jung rok berkata kalau urusannya dengan Yoon belum selesai. Jung Rok berkata ke Yoon kalau akhir pekan ini ia ada kencan berkelompok jadi pinjamkan sepatu milik Yoon padanya. Yoon berusaha mengambil sepatunya.
Tae San mencengkeram baju Jung Rok, “Lepaskan dia. Kau ini meminjam atau merampas?”
Do Jin membalikan tubuh Tae San dengan kasar, “Memangnya kau siapa sombong sekali?”
Tae San : “Hei apa kau tak mengenaliku? Aku Im Tae San-nya Haksu!”
Yoon dengan sifat polos berkata kalau ia belum pernah mendengar tentang Tae San.

Tae San berbalik marah mencengekeram baju Yoon, “Kalau kau tak tahu kenapa kau ikut campur?”
Jung Rok membalikkan paksa tubuh Tae San, “Kubilang jangan sentuh dia. Dia memiliki sepatu NICE dan nilainya yang tertinggi!” bentak Jung Rok.
Do Jin membalikkan tubuh Jung Rok untuk menghadap padanya, “Kenapa kita tak boleh menyentuhnya? Apa bagusnya dia?” suara Do jin tak kalah tinggi.

Jung Rok : “Apa kau melotot padaku?”
(Ya ampun siapa membela siapa, siapa yang berkelahi dengan siapa haha)
Jung Rok dan Do Jin saling menendang dan berkelahi tak tahu apa yang mereka ributkan. Tapi Yoon ia berusaha mengambil sepatunya.
Matahari sangat terik mereka berempat kelelahan setelah berkelahi yang tak ada penyebabnya. Keempatnya terlentang di atas rumput.

“Aku berkelahi karena sepatuku. Tapi kenapa kalian berkelahi?” Tanya Yoon sambil memegang sepatunya.
“Ini karena hormon.” Jawab Do Jin.
“Jadi kau mudah terpancing?” Ucap Yoon.
“Tapi kenapa kita terlengtang?” Tanya Jung Rok.
“Akan aneh kalau kita telungkup.” Sahut Do Jin.
“Pria harus berbaring terlentang dan melihat langit. Apa kau belum pernah melihat di film-film?” Ucap Tae San. Kemudian Yoon meminjamkan sepatunya pada Jung Rok.

Suara Do Jin : “Terkadang remaja berkelahi tanpa alasan yang jelas. Mereka juga bisa bersahabat tanpa alasan yang jelas sama sekali. Ketika remaja bersahabat mereka akan terbawa oleh kata ‘persahabatan’ ke bagian lain dari dunia. Pada saat itu, mereka akan menjadi remaja yang istimewa.”

Selanjutnya kita kembali ke masa kini dimana ada 4 remaja lain.
Seong Jae memanggil Dong Hyub, Colin dan Sang Hyun ke atap gedung sekolah. Seong Jae berdiri tegap mamandang takut ketiga temannya. Sang Hyun bertanya apa orang yang memanggil mereka bertiga ke atap itu Seong Jae. Seong Jae membenarkan itu karena ada yang ingin ia katakan.
Dong Hyub menilai kalau Seong Jae sudah gila. Ia mengajak dua temannya ini untuk mendekati Seong Jae supaya lebih dekat. Seong Jae tetap berdiri tegap di tempatnya gemetaran.

Dong Hyub mengingatkan ia tak tahu apa yang ingin Seong Jae katakan tapi sebaiknya itu jangan mengecewakan kalau tidak...

“Terima kasih karena sudah menolongku!” ucap Seong Jae menyela omongan Dong Hyub. Dong Hyub, Colin dan Sang Hyun terkejut mendengar pernyataan terima kasih Seong Jae.

Seong Jae berkata kalau ini adalah pengalaman pertamanya. Dong Hyub terkekeh dan berkata kalau ini juga pengalaman pertamanya, “Haruskah anak ini kupukuli lagi?” Sang Hyun merasa kalau Seong Jae ini salah makan obat karena tiba-tiba bersikap seperti ini.
“Menurutku dia tak apa-apa!” sahut Colin. Dong Hyub dan Sang Hyun terkejut, “Tahu apa kau mengatakan dia tak apa-apa? Dia tak baik padaku.” Kata Dong Hyub.
Seong Jae : “Aku tahu kau membenciku. Ibuku memukulimu. Aku benar-benar minta maaf atas kejadian itu. Aku memintamu kesini untuk minta maaf.”
Dong Hyub : “Seharusnya kau yang mendatangi kami kalau kau ingin minta maaf. Kau memang berniat baik tapi caramu melakukannya salah, teman.”

Seong Jae tersenyum dan kembali minta maaf, ia senang Dong Hyub menganggapnya sebagai teman. “Aku ingin naik ke atap paling tidak sekali. Karena kalian sering melakukannya,” Seong Jae akan membuka kancing baju seperti yang dilakukan Dong Hyub dkk. Tapi tiba-tiba terdengar suara teriakan kepala sekolah, “Hei siapa yang di atap?”
Mereka langsung berbaring sembunyi. Colin heran kenapa berbaring. Sang Hyun berkata kalau itu kepala sekolah, murid-murid dilarang ke atap gedung sekolah. Colin pun ikut berbaring.
“Langitnya benar-benar biru!” seru Seong Jae. Keempatnya tertawa-tawa dan bersenda gurau.

Suara Do Jin : “Sementara itu, mungkin ditempat lain beberapa remaja sedang membentuk persahabatan mereka sendiri.”

Sinopsis A Gentleman’s Dignity Episode 20 [End]
Do Jin dan Yoon masuk lebih dulu ke klub malam. Yoon bertanya-tanya di ruangan mana mereka karena keduanya tak boleh langsung melabrak tiap ruangan. Do Jin langsung menemukan keberadaan para wanita itu terlihat jelas ketika seorang pelayan mengetuk pintu sebuah ruangan. Pelayan itu membawakan minuman yang paling berkelas, ruangan itu adalah tempat anggur paling mahal disajikan.

Tae San dan Jung Rok menyusul keduanya. Tae San bertanya dimana mereka apa kedua temannya ini sudah menemukan mereka. Do Jin berkata kalau ia tahu dimana mereka berada. Ia mengajak ketiga temannya ke ruangan yang dimasuki pelayan tadi.
Tapi keempatnya terhenti karena terkejut melihat seorang pelayan menarik empat pria muda untuk dibawa masuk ke ruangan yang mereka yakini wanita mereka berada disana.

Pria-pria muda itu sepertinya akan menolak karena ini pertama kalinya mereka diseret ke ruangan yang dipenuhi gadis-gadis. Pelayan mengatakan kalau yang didalam ruangan ini adalah wanita terkaya di Gangnam dan juga ada 3 wanita cantik. “Mereka mungkin lebih tua tapi wajah dan tubuh mereka tak terkalakan. Tak terkalahkan.”

Tae San bergumam kesal, “Apa-apaan ini? Mereka bahkan mencari teman bermain.”
“Hei anak muda!” Panggil Do Jin sebelum pelayan mengetuk pintu ruangan. Keempatnya menghampiri empat pria muda ini. “Mungkin terdengar kasar tapi bolehkah kami dulu yang menemui wanita-wanita di ruangan itu? Para wanita dengan wajah dan tubuhnya tak terkalahkan itu adalah milikku, miliknya (Tae San) dan juga miliknya (Yoon)”

Jung Rok protes kenapa ia tak diikutsertakan. Do Jin menyahut bukankah Jung Rok dan Min Suk akan bercerai. Yoon menyuruh keempat pria muda itu membubarkan diri. Dan pelayan pun membukakan pintu mempersilakan keempat pria ini masuk.
Betapa terkejutnya keempat wanita ini melihat pria-pria mereka menangkap basah keempatnya tengah merayakan single party tanpa mereka ketahui.
Pemburu penyihir dari Cheongdam-dong, pahlawan komik polos yang memiliki julukan musim hujan dari Samseong-dong, pemberontak dari Dogok-dong, dan gentleman dari Samseong-dong menatap tajam keempat wanita yang ada di ruangan ini. Keempat wanita melongo terkejut melihatnya.

“Beraninya membooking? Mau mati ya?” Do Jin menatap galak Yi Soo.
“Kau belum cukup bermain-main ya? Membuatku mencarimu lagi?” bentak Tae San membuat Se Ra terperanjat kaget.
“Beraninya ke klub malam, lusa kau akan menikah.” Yoon menatap tajam Meari.
“Aku tahu kita akan bercerai, tapi... bolehkah aku menyanyikan sebuah lagu?” Jung Rok menawarkan diri. (what wakakakakaka) Ketiga teman Jung Rok kaget mendengar perkatannya.

Min Suk memarahi pemilik klub malam kenapa mengirim orang seperti ini untuk pestanya. “Bukankah kau mengatakan kau memiliki yang berkualitas terbaik? Kau tak perlu datang!”
Se Ra langsung berdiri dan berkata karena sudah tertangkap basah apa mereka akan tetap tinggal di ruangan ini kalau ia ingin menari di lantai dansa. Aku juga kata Meari ikut berdiri. Min Suk pun sama, ia bertanya pada Yi Soo apa Yi Soo hanya akan melihat tas di ruangan ini saja. Yi Soo pun ikut berdiri dan berkata kalau ia selalu mengikuti perkembangan nyanyian dan tarian. Walaupun kita sudah ketahuan tetap saja kita kesini untuk makan daging kepiting sambungnya.
Keempat pria ini terkejut tak menyangka dengan sikap keempat wanitanya yang sudah tertangkap basah, bukannya minta maaf atau apa malah menari. Yoon memarahi Jung Rok kenapa mengungkit-ungkit soal menyanyi.
“Kau memang musuhku!” bentak Tae San.
“Lihat. Semua ini karena siapa?” Do Jin juga ikut membentak.
Jung Rok mencoba bersikap tenang dengan menyilangkan kedua tangan di dada sambil tersenyum. Hehe.

Saatnya “Gangnam Style Music Disco’
Yi Soo, Se Ra dan Meari menari atraktif di lantai dansa. Keempat pria mengamati dengan tatapan kesal. Jung Rok melihat kesana kemari mencari keberadaan Min Suk. Ia bergumam kesal karena tak bisa menemukan dimana Min Suk. Ia pun berusaha mencari calon mantan istrinya.

Do Jin tak tahan lagi melihat Yi Soo menari seksi. Ia segera turun ke lantai dansa menyusul Yi Soo. Tae San dan Yoon juga mulai tak nyaman melihat wanitanya menari dikelilingi pria lain di lantai dansa. Do Jin menarik Yi Soo menjauhi lantai dansa. Spontan Se Ra dan Meari juga berhenti menari kemudian menatap kedua pria-nya yang ada di lantai atas dan memberi kode pada mereka meminta keluar dari lantai dansa.
Min Suk di tengah-tengah pengunjung yang sedang menari, ia mencari ketiga juniornya. Tapi ia malah melihat calon mantan suaminya. Min Suk bertanya kemana mereka pergi. Jung Rok menjawab kalau mereka mungkin sedang bermesraan di tempat lain dan mereka berbeda dengan kita.

Min Suk akan pergi tapi Jung Rok menghalangi. Min Suk menyuruh Jung Rok minggir, “Ini bukan urusan mantan suamiku.” Katanya.

Jung Rok : “Memangnya aku mengatakan sesuatu? Aku kesini sebagai duda yang ingin merayu janda. Mataku hanya tertuju pada janda yang berdiri di depanku.”

Jung Rok memasangkan earphone ke telinga Min Suk. Ia juga memakai earphone di telinganya sendiri. Kemudian lagu lain terdengar bukan lagu Gangnam Style yang menggema isi ruangan disco melainkan lagu Macarena yang berasal dari MP3 Jung Rok.
Jung Rok langsung bergoyang menari-nari seperti MV Macarena. Ia menikmati tariannya sambil tersenyum. Awalnya Min Suk cuek tapi lama-kelamaan ia ikut menikmati alunan musiknya. Ia pun mengikuti gerakan tarian Macarena. Ia dan Jung Rok menari bersama. Keduanya tersenyum. (Apa keduanya sudah baikkan?)
Do Jin menarik Yi Soo keluar dari lantai dansa. Yi Soo merengut apa yang Do Jin lakukan sekarang padanya. Do Jin bilang kalau ia sedang melampiaskan kemarahannya, “Apa ini? Single party?”

Yi Soo berkata memangnya hanya pria yang boleh melakukan pesta semacam itu. Wanita juga perlu pesta yang dahsyat sebelum menjadi ahjumma. Ia meminta Do Jin menyingkir karena ia masih ingin menari. Tapi Do Jin menghalangi, “Tidakkah kau tahu betapa khawatirnya aku padamu?”

Yi Soo heran kenapa Do Jin khawatir bukankah Do Jin percaya padanya. Do Jin bilang kalau ia mempercayai pacarnya (Yi Soo) tapi ia tak percaya dengan pria-pria di sekeliling Yi Soo. “Aku sudah mengalami semuanya kenapa kau melakukan ini?” Yi Soo bingung apa kesalahannya.

Do Jin : “Berkilau sendirian seperti itu. Apa yang harus kulakukan? Membuat wanita wanita di sekelilingmu menjadi seperti gurita.”
Yi Soo tertawa, “Apa malam ini aku terlihat cantik?”
Do Jin : “Bumi berputar dan matahari terbit dari timur dan malam ini Seo Yi Soo... cantik!”
Yi Soo merangkulkan kedua tangannya ke leher Do Jin. Oh oh.. lihat mata Do Jin melihat kemana itu hahaha.
Do Jin bertanya apa yang Yi Soo lakukan. Yi Soo berkata kalau ia mencoba merayu pacarnya. Yi Soo menyuruh Do Jin diam disitu, kemudian ia bergerak maju untuk mencium Do Jin.
Do Jin melepas ciuman Yi Soo dan memperingatkan jangan lagi Yi Soo datang ke tempat seperti ini tanpa dirinya. Ia hanya memafkan Yi Soo kali ini saja. Yi Soo cemberut bagaimana mungkin Do Jin melakukan itu. Dan Do Jin pun membungkam mulut Yi Soo dengan ciumannya.
Do Jin dan Tae San bertemu dengan Presdir Song. Presdir Song memperkenalkan Presdir Kang pada Do Jin dan Tae San. Ia mengatakan kalau Presdir kang ini yang membangun Town house di pulau Jeju.
Presdir Kang berkata kalau ia sudah mendengar tentang Do Jin dan Tae San lewat Presdir Song dan apartemen di sekeliling mereka ini Do Jin dan Tae San yang merancangnya. Do Jin menjelaskan keunggulan apartemen rancangannya ditambah lagi ia juga tinggal di salah satu apartemen yang ia desain.

Presdir Kang melihat kalau Do Jin ini sangat percaya diri, ia pun memutuskan menggunakan rancangan Do Jin dan Tae San untuk proyek miliknya. Do Jin dan Tae San tentu saja senang mendapatkan proyek besar.
Do Jin langsung ke Mango Six dan menceritakan proyek Presdir Kang yang akan ia kerjakan bersama Tae San. Jung Rok ikut senang dan memuji temannya ini akan segera mendapat rezeki nomplok hehe. Do Jin berjanji akan mentraktir Jung Rok makan setelah kontraknya ditanda tangani.

Jung Rok tanya apa sebagai pengacara Yoon sudah tahu tentang hal ini apa mungkin dia tak datang karena Tae San. Do Jin bilang bukan ia memberi tahu kalau Yoon dan Meari sekarang sedang di Daejeon, ia berfikir kalau mereka berdua akan diabaikan.

Jung Rok heran, “Benarkah? Kenapa? Apa orang tua Tae San tak menerima Yoon?”
Do Jin mengatakan kalau orang tua Tae San belum mengizinkan Meari menikah sebelum Tae San menikah lebih dulu. Jung Rok membenarkan, lalu?

Do Jin : “Apa kau pikir Meari akan mendengarkan dengan patuh? Dia pasti cukup banyak menonton drama sampai berani mengatakan, ‘Ibu aku hamil’ dan Yoon akan dipukuli tanpa ampun.”

Jung Rok bertanya jadi apa kesimpulannya mereka akan menikah atau tidak. Do Jin berkata kalau hanya satu hal yang pernah dilakukan Meari dalam hidupnya yaitu menyukai Yoon dan ibu Tae San pasti sudah bersiap-siap menghadapi hal itu hanya masalahnya ternyata sampai seperti ini jadinya. Jung menanyakan dimana Tae San. Do Jin mengatakan kalau Hong Pro ada turnamen di luar negeri jadi Tae San membantu Se Ra beres-beres.
Tae San membantu Se Ra mempersiapkan perlengkapan turnamen mulai dari baju sampai perlengkapan golf. Ia merasa kalau semuanya sudah beres dan tak ada yang terlupakan. Tae San berkata kalau ia tak mempermasalahkan jika Se Ra kalah di turnamen ia berharap Se Ra berhenti merasa khawatir. Tapi Se Ra tak mau kalah pokoknya ia harus menang. Tae San senang dengan keinginan Se Ra.
Se Ra mengatakan kalau ia tak bisa menghadiri pernikahan Meari. Tae San berkata siapa suruh nasib mereka begitu sulit dan buru-buru ingin menikah, mereka tak mau pelan-pelan bahkan mengatakan tak perlu ada pesta (lah lagian siapa yang nembak Yoon duluan supaya cepat menikah, Hayo...) Se Ra membenarkan bukankah Yoon sudah pernah menikah jadi tak perlu ada pesta yang meriah. Tae San kembali berkata kalau sang bayi sekarang sudah dewasa dia bahkan akan segera menikah.
Meari berkunjung ke tempat kerja paruh waktu Colin dan Dong Hyub. Meari menatap Colin yang sedang bekerja sambil tersenyum.
Beberapa siswa SMP memesan makanan tapi mereka sepertinya naksir sama pelayannya deh hehe (pelayannya kan Colin sama Dong Hyub hehe)
Colin melihat Meari berdiri menatapnya sambil tersenyum. Dong Hyub melihat arah pandang Colin dan bertanya siapa dia. Colin menjawab kalau dia (Meari) hampir menjadi cinta pertamanya tapi teman ayahnya merampas darinya wehehehe. Dong Hyub menyahut ternyata bukan hanya kelahiran Colin saja yang dirahasiakan hehe.
Meari menghampiri Colin dan bertanya apa Colin mengatasi masalah dengan kerja paruh waktu. Colin balik bertanya apa Meari kesini untuk mencarinya. Meari menjawab ya, “Kau pintar menyanyi kan? Dan juga memainkan gitar. Nyanyikan lagu ucapan selamat untukku. Aku akan menikah!”
“Apa kau bilang?”
“Menikah, dengan Kak Yoon!” tegas Meari.
Colin menutup mata kesal campur cemburu, “Hei.. Aku mungkin tak pernah mengungkapkannya tapi sebenarnya aku menyukaimu.”
Meari tertawa tanpa beban, “Benarkah? Lalu?”
“Kubilang aku menyukaimu!” Ucap Colin.

Meari berkata kalau itu masalah Colin karena ada banyak pria yang menyukainya. Bagaimanapun juga ia menginginkan lagu ucapan selamat itu, “Karena kau bilang kau menyukaiku setidaknya inilah yang bisa kau lakukan untukku, mengerti?” (hehehe)
Colin geleng-geleng kepala melihatnya padahal ia sudah mengatakan perasaannya tapi Meari cuek hahaha. Kasian Colin, sini nak aku peluk hahaha...
Ekspressi Dong Hyub melihat cinta temannya diabaikan hahaha...
Yoon mengunjungi rumah abu Jung Ah. Di depan makan istrinya ia minta maaf dan berkata kalau ia ingin hidup bahagia dengan anak itu (Meari) “Tolong berikan restumu dan juga maafkan aku. Sekarang aku... akan melupakan semuanya!” Yoon mengeluarkan cincin pernikahannya dan meletakan di dekat abu Jung Ah.
Yoon dan Meari melihat dekorasi tempat pernikahan mereka. Petugas penanggung jawab mengatakan kalau upacaranya dimulai pukul 7.30 karena itu tamu bisa masuk sejak pukul 6. Yoon berterima kasih dan menyerahkan sepenuhnya pada penanggung jawab acara.
Yoon bertanya pada Meari bahwa sebentar lagi Meari akan menjadi seorang istri adakah yang Meari sesali. Meari berkata kalau tak ada yang ia sesali tapi ia lebih khawatir orang tuanya akan berubah pikiran sampai-sampai ia tak bisa tidur. Ia bahkan mengatakan pada orang tuanya kalau mereka berdua sudah mendaftarkan pernikahan.
Yoon merasa kalau orang tua Meari pasti sangat kecewa. Meari tersenyum dan berkata kalau ada cara untuk mengatasinya, hehe apa itu. Meari berkata kalau keduanya harus segera punya anak sebelum Tae San memilikinya. Karena kedua orang tuanya sudah lama mengharapkan cucu jadi mereka berdua saja yang duluan memberi orang tuanya cucu.

Yoon setuju, “Kalau ini cara yang terbaik maka aku akan melakukan yang terbaik!” wahahaha Meari tersenyum malu, aku juga katanya. Ia merasa kalau besok Yoon pasti terlihat tampan. “Kau juga harus tampil cantik.” Keduanya tersenyum saling memandang bahagia.
Tibalah saatnya upacara pernikahan. Kedua mempelai mengucapkan janji pernikahan.

Meari : “Aku bersumpah tidak akan teledor membayar tagihan kartu kreditku.”
Yoon : “Untuk mencegah penumpukan lemak, aku akan berolah raga teratur.”
Meari : “Aku tak akan lagi meneguk soju.”
Yoon : “Walaupun hari lahirku lebih dulu, aku akan menghormati Tae San sebagai kakak iparku.”
Meari : “Aku tak akan mengejek usia Kak Yoon.”
Yoon : “Aku akan sering melakukan perawatan wajah ke salon.”
Meari : “Aku akan menjadi impian yang paling dibanggakan Kak Yoon.”
Yoon : “Aku tak akan pernah melupakan kebaikan hati orang yang merestui cinta kami.”
Keduanya tersenyum, Colin menyenandungkan lagu khusus untuk kedua mempelai. Ya lagu illa illa versi Lee Jong Hyun nih.
Tampak diantara tamu kedua orang tua Meari yang sudah lanjut usia. Di sampingnya Tae San tersenyum memandang kebahagiaan adiknya.
Do Jin dan Yi Soo saling menggenggam tangan menyaksikan kebahagiaan pasangan yang baru saja menikah.
Di meja yang sama Jung Rok dan Min Suk tersenyum gembira melihat pasangan yang berbahagia ini. Jung Rok melirik jemari Min Suk belum ada cincin pernikahannya. Oh oh apa hubungan keduanya belum membaik. Jung Rok memandang kecewa tapi ia tersenyum sabar.

Illa illa illa gomawoyo my love.... (terakhirnya aja hehe)
Wow sebuah pernikahan sederhana yang dihadiri keluarga dan rekan dekat.
Di hotel perusahaan. Meari dandan cantik di kamar hehe.
Ia keluar kamar dan terkejut melihat suaminya masih minum-minum dengan ketiga oppa. Mereka berempat mabuk. Melihat meari datang Yoon memintanya menunggu di kamar saja. Meari pun kembali ke kamar. Mereka berempat terus minum.
Karena merasa terlalu lama Meari pun keluar kamar lagi dan betapa terkejutnya ia melihat keempat pria ini sudah tak sadarkan diri karena mabuk. Keempatnya tidur seenak jidat hahaha.

Meari berusaha membangunkan Yoon yang sudah mabuk tak sadarkan diri dan percuma saja hehe. Meari menarik Do Jin, Jung Rok dan kakaknya menyuruh pulang tapi ketiganya sudah mabuk tak sadarkan diri.

Meari kesal bukan main kerana malam pernikahannya dikacaukan oppa-oppanya hahaha.
Tiba saatnya untuk pertandingan Blue Cat. Tae San kesal Yoon tak ikut di pertandingan kali ini karena pergi berbulan madu. Do Jin bergumam memangnya Yoon harus menunda bulan madu hanya demi pertadingan baseball. Ia bertanya apa Meari sudah menelepon, apa mereka sudah sampai.

Tae San mengatakan kalau mereka sudah sampai disana. Meari memintanya jangan mengganggu selama dia masih bernafas dan peringatan ini juga berlaku untuk Do Jin, untuknya dan Jung Pal.

Do Jin berharap Tae San tak perlu khawatir karena ketidak ikutsertaan Yoon di pertandingan kali ini dan ia siap sebagai Pitcher pertama (pelempar pertama yang biasa menjadi tugas Yoon)
Tae San memotong ucapan Do Jin ia bertanya pada Manajer Choi, apa yakin bisa melakukan lemparan pertama. Manajer Choi bicara jujur kalau ia merasa tak percaya diri kalau dijadikan sebagai pelempar pertama.

“Aku percaya diri!” kata Do Jin yakin.
Tae San bertanya pada staf-nya yang lain, “Hyeong Gyu bagaimana denganmu?” (apa yakin bisa melakukan lemparan pertama)
“Aku. Aku. Aku sangat percaya diri!” Do Jin ngotot ingin menjadi pitcher pertama menggantikan Yoon. “Aku bisa memberimu kemenangan shut out tanpa masalah.” Tae San tak yakin Do Jin bisa melakukannya. Do Jin tak peduli percaya saja padanya ia berjanji akan memberikan kemenangan.

Do Jin tanya jam berapa wasitnya akan tiba disana, apa pacarnya sudah sampai disana. Tae San berkata kalau Yi Soo sudah sampai disana bahkan sekarang ada wawancara dengan sang wasit. Do Jin tanya wawancara apa.

Piala JC Pertandingan Baseball Amatir Tingkat Nasional.
Yi Soo sebagai wasit tengah diwawancarai oleh seorang reporter. Reporter terkejut mengetahui kalau wasit pertandingan ini seorang wanita. Ia pun bertanya apa yang menjadi kesulitan Yi Soo menjadi seorang wasit.
Yi soo bilang kalau yang kesulitannya adalah stamina, “Karena kau akan merasa pusing berdiri dibawah terik matahari sepanjang hari dengan topi dan pakaian pelindung. Tapi ketika melihat para pemain yang antusias bermain rasa lelahnya langsung hilang!”

Do Jin sampai disana dan melihat wawancara Yi Soo. Yi Soo melihat kedatangan Do Jin yang melambaikan tangan ke arahnya.

Reporter kemudian menanyakan masalah pribadi. Ia bertanya apa Yi Soo sudah punya pacar. Yi Soo lama tak segera menjawab. Do Jin langsung cemberut takut kalau Yi Soo akan bilang kalau Yi Soo tak punya pacar. Ia pun langsung mengangkat tangan memberi tanda.
“Ya aku punya!” jawab Yi Soo. “Dia seorang yang merasa cemburu kalau angin sepoi-sepoi menyentuh tubuhku.” Do Jin tersenyum mendengarnya. Yi Soo melanjutkan kata-katanya ia bilang kalau hal itu memang agak memuakkan tapi sejujurnya ia menyukai pria tersebut karena hal itu. “Walaupun aku tak tahu apakah dia menyadarinya atau tidak.” Kata Yi Soo sambil menatap Do Jin yang tersenyum padanya.
Setelah wawancara Yi Soo menggumamkan sumpah sebagai wasit yang tak boleh memihak salah satu tim. Do Jin terus memperhatikan dan memanggilnya agar Yi Soo melihat ke arahnya. Yi Soo meminta Do Jin jangan mengganggunya karena ini pertama kalinya ia bersumpah sebagai seorang wasit.

Do Jin : “Kenapa tak kau hentikan saja? Lagipula kau pasti akan memihakku di Blue Cat!”
Yi Soo menoleh, “Kau ini. Kau tak tahu apa apa tentangku.”
“Akhirnya kau melihatku!” ucap Do Jin kemudian berkata pria itu tahu kalau Seo Yi Soo menyukainya Do Jin merespon ucapan Yi Soo ketika wawancara tadi.
Yi soo berusaha fokus tak memandang Do Jin, “Benarkah? Apa dia tahu?”
Do Jin memberi tahu kalau ia akan melakukan lemparan pertama untuk Blue Cat. Yi Soo jelas terkejut, “Apa? Bagaimana ini? Kasihan tim Blue Cat!” Haha. Do Jin merengut Yi Soo meremehkannya.

Saatnya pertandingan.
Do Jin konsentrasi akan melempar dan wusss lemparannya ternyata berhasil dipukul lawan dan pemain Blue Cat tak bisa menjangkau pukulan lawan. Huhuhu... lemparan yang buruk dari Do Jin.

Yi Soo sebagai wasit memandangnya kesal. Do Jin dengan tampang tak berdosanya bersikap santai. Tae San kesal karena poin Blue Cat tertinggal.

Jung Rok ternyata ikut ambil bagian dalam tim Blue Cat. Dengan kaca mata hitamnya ia memberi tanda agar Do Jin melakukan lemparan yang baik. Do Jin memberi tanda mengerti ia akan melakukannya. Ia memandang Yi Soo memberi tanda tak usah khawatir dan memberi semangat. Tae San kesal melihatnya.
Jung Rok melihat Min Suk duduk di bangku penonton memperhatikan permainan Blue Cat. Dengan gaya berkelas Min Suk duduk sambil dipayungi oleh pegawainya.
Tae San mengajak Jung Rok dan Do Jin berkumpul dulu. Do Jin menenangkan Tae San dan berkata tak apa-apa ia hanya kehilangan 4 poin. Tae San makin kesal mendengarnya.
Jung Rok memberi tahu kalau di bangku penonton ada Min Suk. Ia menyarankan kedua temannya pura-pura membicarakan sesuatu agar terlihat ketiganya serius dengan pertadingan ini. Tae San tambah kesal, “Bukankah kita sedang membicarakan hal penting sekarang. Aigoo... aku bahkan harus membimbing kalian berdua sekarang!” (wohoho kemampuan Yoon ternyata sangat dibutuhkan untuk Blue Cat haha)

Tae San membentak Do Jin jangan sampai asal-asalan melakukan lembaran. Do Jin membela diri kalau ia sudah melakukan lemparan lurus. Tae San berusaha menahan emosinya.
Permaian pun berlanjut. Do Jin melakukan lemparan lurus tapi lemparannya hampir mengenai lawan yang akan memukul atau malah mengenai lawan. Lawan marah kemana sebenarnya Do Jin akan melempar. Do Jin ikut marah, “Kenapa? Apa?” Keduanya pun beradu akan berkelahi.
Terjadilah keributan, Tae San berusaha melerai dan mengatakan kalau Do Jin tak sengaja melempar bole ke arah lawan. Yi Soo bingung harus melerai bagaimana hahaha.
Sementara mereka ribut Jung Rok melihat Min Suk. Ia joget-joget sambil memberi kode love pada Min Suk. Min Suk geleng-geleng tersenyum melihatnya. Yi Soo melihatnya dan makin kesal karena Jung Rok berjoget-joget tak karuan.
Di kamar Yi Soo menyidang Do Jin karena terlibat perkelahian dengan tim lawan. Do Jin menunduk cemberut. Yi Soo jelas kesal karena Do Jin mengajukan diri menjadi pitcher saat Do Jin baru saja bergabung dalam liga. Menurutnya Do Jin bahkan tak tahu berapa banyak jahitan yang ada di bola. “Kau melemapar bola berdasarkan nuansa jahitannya. Bagaimana caramu melempar bola?”
Do Jin mengatakan kalau ia melemparnya menggunakan kekuatan bahu dan juga siku nya dan berkata itu sulit. Yi Soo membentak lebih baik Do Jin menyerah bermimpi menjadi seorang pitcher dan labih baik menjadi seorang batter (pemukul)
Yi Soo menyuruh Do Jin memegang tongkat pemukul. Do Jin merasa itu akan sama saja (ga bisa haha) Yi Soo meninggikan suaranya dan kembali menyuruh Do Jin memegang pemukul baseball. (lucu liat Do Jin dimarahin kayak gini haha)

Yi Soo memberi instruksi bagaimana Do Jin harus memegang pemukul yang benar.

Setelah dirasa latihannya cukup Yi Soo pun menyuruh Do Jin pulang dan melanjutkan latihan di rumah. Do Jin mengatakan kalau ia akan sibuk di rumah karena harus menyelesaikan sebuah proyek jadi ia tak bisa latihan di rumah. Yi Soo berkata kalau pacar Do Jin ini seorang wasit Baseball tapi penampilan Do JIn sangat buruk dan terlihat gugup.
“Kau menyukai baseball atau aku?” tanya Do Jin.
Yi Soo diam dan Do Jin melirik sinis, “Baseball atau aku?” tanya Do Jin lagi.
“Kau pasti lelah kan?” Yi Soo mengalihkan pembicaraan. Ia tersenyum menyuruh Do Jin pulang untuk istirahat dan mengatakan lain kali akan latihan lagi. Do Jin merengut ngambek dan melembar pemukul basebal, “Aku tak mau bermain baseball lagi!”
Hahahahaha....
Di rumah Do Jin melanjutkan menyelesaikan proyek sketsa rumah yang ia buat dari benang wol merah baju Yi Soo. Ia tersenyum bangga ketika rancangan rumahnya berhasil ia selesaikan. Tapi kemudian ia melirik kesal ke arah tongkat pemukul baseball.

Lamaran 1
Do Jin dan Yi Soo bertemu di Mango Six. Yi Soo terkejut mendengar hal yang dikatakan Do Jin. Do Jin heran kenapa Yi Soo terkejut seperti itu seolah-olah baru pertama kali mendengarnya. “Ayo kita menikah!” ajak Do Jin.

Yi Soo : “Kau mulai lagi.”
Do Jin : “Sekarang saatnya menarik kesimpulan. Dengan pemikiran itu... hadiah!”
Do Jin mengeluarkan kotak kado untuk Yi Soo. Yi Soo membukanya, permen hehe.
“Bawa itu ketika kau datang padaku, pada hari yang cerah. Berdandanlah yang cantik!” ucap Do Jin.
“Aku tak suka permen!” sahut Yi Soo kesal.

Lamaran 2 di Mango Six lagi.
Yi Soo menanyakan apa Do Jin berlatih baseball. Do Jin malah balik bertanya apa Yi Soo bersedia menikah dengannya. Yi Soo kesal karena Do Jin kembali menanyakan itu bukankah Do Jin sudah menanyakan itu kemarin. Do Jin berkata kalau kemarin ia mengatakan ‘ayo kita menikah’. “Dengan pemikiran itu... hadiah!”

Do Jin mengeluarkan sebuah kotak kado kecil. Yi Soo membukanya sebuah hiasan mahkota, “Kau menginginkanku melakukan apa? Apa mengikuti ajang Miss Korea di usiaku sekarang?” Yi Soo berkata manis seolah ia mengikuti ajang Miss korea, “Kuharap Kim Do Jin Eonni yang duduk di sebelahku ini akan juara. Apa kau puas?”
Do Jin berkata kalau Yi Soo tak akan bisa mengikuti Miss Korea karena sebentar lagi Yi Soo akan hidup dengannya. Do Jin memakaikan mahkota itu ke kepala Yi Soo. Yi Soo tanya apa yang Do Jin lakukan. Do Jin berkata, “Aku berharap gadis di sebelahku, Yi Soo Eonni akan segera hidup bersamaku. Pada hari yang cerah berdandanlah yang cantik.”

Yi Soo terdiam. Do Jin kembali berkata kalau ia berniat terus melamar sampai Yi Soo mengatakan ok.

Lamaran 3
Do Jin dan Yi Soo kembali duduk berhadapan di Mango Six. Do Jin terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Yi Soo yang tengah membaca buku melihat kesibukan Do Jin. Ia heran ini bukan kantor Do Jin kenapa mengerjakan pekerjaan disini.

Do Jin : “Kalau aku bekerja di kantorku, maukah kau menikah denganku?”

Yi Soo lelah mendengarnya berulang kali, “A a a a a a a...” berulang kali menuntup telinganya mendengar Do Jin mengatakan ini berulang kali. Do Jin terdiam Yi Soo melanjutkan membaca bukunya.

Do Jin : “Kita ... pacaran atas dasar pemikiran untuk pernikahan kan?”
Yi Soo : “Kita pacaran demi mencapai kebahagiaan. Apakah akan berakhir dengan pernikahan, tidak ada yang tahu.”

Do Jin mengangguk mengerti, “Baiklah. Kalau begitu dengan pemikiran itu, hadiah.”
Do Jin mengeluarkan kotak kado besar. Yi Soo bertanya kenapa Do Jin terus melakukan ini ia berharap Do Jin menghentikan semua ini sekarang juga. Kemarin, dua hari yang lalu dan hari sebelumnya dan hari sebelumnya lagi.

“Apa? Memangnya aku melakukannya lagi? ah penyakit lamaku kambuh lagi.” do jin memegang kepalanya beralasan memory nya hilang lagi. Tapi Yi Soo tahu kalau Do Jin pura-pura. Ia minta Do Jin jangan berpura-pura ia tak akan tertipu lagi.
Do Jin : “Apa kau marah?”
Yi Soo : “Lelucon seperti ini apa kau pikir ini menarik? Menurutku tidak. Bukankah kau seharusnya lebih serius mengenai hal-hal yang seperti itu?”

Do Jin mengerti, “Baiklah. Aku minta maaf. Aku selalu menyukai hal-hal yang dianggap orang lain menarik dan menyenangkan. Niat utamanya adalah ketulusan dan kemasannya harus menarik. Pokoknya aku benar-benar minta maaf.”

(ah.. wajah Do Jin terlihat jelas sekali kecewa karena Yi Soo berulang kali menolak lamarannya. Yi Soo menganggap Do Jin menyampaikan lamaran ini main-main atau hanya lelucon saja)
Yi Soo sampai di rumah membawa hadiah dari Do Jin, “Keterlaluan bukannya aku menolak lamarannya kalau dia menginginkan jawabanku setidaknya dia harus meyakinkanku kalau dia serius.”

Yi Soo penasaran dan membuka hadiah yang ia terima tadi. Sebuah gaun. Yi Soo berfikir sejenak kemudian ia teringat dengan hadiah yang ia terima dari Do Jin sebelumnya.
Yi Soo pun memakai gaun sekaligus mahkota-nya sambil memegang permen pemberian Do Jin. Wow ia terlihat seperti putri hihi...

Yi Soo mengambil ponsel dan memotret dirinya sendiri beberapa kali. Kemudian ada telepon dari Meari yang mengabarkan kalau dia akan kembali dari bulan madunya.
Mereka berkumpul di rumah Tae San menyiapkan makanan untuk menyambut kedatangan Meari dan Yoon. Mereka menggumamkan bagaimana kalau Meari dan Yoon memiliki bayi setelah bulan madu. Tentu saja bagus dan itu luar biasa kata mereka.

Do Jin mengambil makanan. Yi Soo melirik Do Jin yang sikapnya aneh dan bersikap cuek padanya.
 
Makanan pun siap. Wow banyak banget makanannya sampai Yoon bingung ngambil yang mana. Tae San heran kombinasi makanan apa ini. Jung Rok berkata bukankah ini untuk meningkatkan daya tahan pria. Tae San mengingatkan Jung Rok jangan menyentuh makanannya.
Yi Soo duduk di samping Do Jin. Do Jin merasa kalau Yoon dan Meari pasti bersenang-senang selama bulan madu. Yoon menjawab ya keduanya bersenang-senang disana. Yi Soo bertanya apa keduanya banyak berfoto. Meari berkata tidak juga karena keduanya jarang meninggalkan hotel wehehehe....
Jung Rok dan Do Jin langsung menatap curiga. Yoon gelagapan dan mengatakan kalau disana sepanjang hari hujan jadi keduanya tak bisa keluar dari hotel.

Do Jin : “Kalian sengaja memilih tempat yang selalu hujan ya?”

Do Jin akan mengambil makanan tapi Tae San menepis tangan Do Jin agar menjauh dari makanan. Tae San mengambilkan makanan untuk Yoon, “Adik ipar Choi-ku sangat kurus, makanlah yang banyak!”
Jung Rok akan mengambil paha ayam tapi kali ini Tae San menabok tangan Jung Rok dan melarangnya, “Adik ipar Choi-ku sangat menyukai paha ayam!” Tae San mengambilkan dua paha ayam untuk Yoon. Yi Soo tertawa melihatnya. Do Jin dan Jung Rok kesal dengan sikap Tae San.
“Yobo, makanlah lagi!” ucap Meari bersikap manis pada suaminya dan ini membuat Jung Rok dan Do Jin sebal melihatnya. Tae San menyahut kenapa apa salahnya memanggil Yobo.

Tae San menyuruh Yi Soo memakan sayap ayamnya. Do Jin heran kenapa Tae San meminta Yi Soo memakan sayap ayam. Tae San mengatakan kalau Yi Soo masih memiliki banyak kesempatan jadi cepatlah terbang selagi Yi Soo masih bisa. Yi Soo tanpa ragu-ragu mangambil sayap ayamnya. Ia menoleh ke Do Jin yang mengabaikannya.
Inilah menu makanan Yoon hehe.

Tae San terus memperlakukan Yoon dengan baik. Mengambilkan sayuran, abalone dll Meari tersenyum melihatnya. Tapi tidak dengan Jung Rok, ia makin kesal melihatnya, “Hei makan ini, makan ini juga! Makan saja semuanya!”

Do Jin : “Untuk apa kau mengundang kami ke sini? Kalau kau memberikan semuanya pada Yoon. aku juga ingin makan abalone.”
Yoon menyuruh teman-temannya segera makan. Ada SMS masuk di ponsel Yoon, Ia membacanya tapi tulisan di ponsel tak jelas dilihat ia pun menjauhkan ponselnya agar bisa melihat tulisan lebih jelas.

Tae San heran ada apa dengan Yoon. Yoon memberi tahu kalau sejak satu atau dua bulan yang lalu ia tak bisa melihat dengan baik, ia menebak itu karena dirinya terlalu lelah.
Jung Rok menyahut kalau itu gejala presbiopi (rabun karena faktor usia) Do Jin mengangguk, “Im Meari apa yang akan kau lakukan sekarang?”

Jung Rok : “Apalagi yang bisa dia lakukan sekarang? Untung saja dia tidak pikun!” Hahaha
Tae San tak bisa membiarkannya Yoon harus segera ke rumah sakit untuk periksa. Ia akan mengantar Yoon ke rumah sakit.

Do Jin dan Jung Rok mengolok-olok Yoon dengan nyanyian yang menyindir kalau Yoon dalam masalah besar karena matanya sudah rabun. Yoon dan Meari kesal mendengarnya.
Dan ketika Do Jin menoleh ke arah Yi Soo ia langsung terdiam. Ia bersikap cuek pada Yi Soo dan melihat Yi Soo tanpa senyuman. Yi Soo memandangnya heran tak seperti biasanya Do Jin seperti ini padanya.
Keesokan harinya Tae San mengantar Yoon periksa ke dokter mata. Dokter mengatakan kalau ini gejala presbiopi, “Gangguan yang kau rasakan sekarang misalnya berkurangnya kemampuan untuk fokus pada objek dekat dan kelelahan mata merupakan gejala presbiopi.”

Yoon : “Apa aku benar-benar mengalaminya?”
Dokter : “Usiamu 42 tahun. Gejala ini biasanya muncul pertama kali di awal usia 40an tahun.”

Tae San menanyakan apa ada kemungkinan akan sembuh karena Yoon ini kepala keluarga dan istrinya masih sangat muda, “Kalau ibarat ayam... dia ini ayam betina.”

Dokter mengatakan kalau itu mungkin bisa sembuh. Pasien bisa meningkatkan ketajaman penglihatan dengan obat-obatan dan kebiasaan hidup baik. Tae San lega mendengarnya ia memberi semangat pada Yoon.
Jung Rok tengah bersama Min Suk. Ia mengatakan pada Min Suk kalau Yoon mengalami presbiopi. Ia menilai kalau penuaan memang menyedihkan. Min Suk merasa Jung Rok menyindirnya, “Jadi maksudmu aku sedih? Presbiopi, akhir masa subur dan kau.”

Jung Rok merasa kalau ini membingungkannnya ia ingin menanyakan sesuatu. “Kita menari di klub malam, kau bahkan datang ke pertandingan baseball. Tapi kau tetap tinggal di hotel.”
Min Suk : “Lalu?”
Jung Rok : “Lalu... apa hubungan kita saat ini?”
Min Suk menarik nafas panjang dan berkata kalau status keduanya ini bercerai sementara. Jung Rok tak mengerti apa maksudnya itu. Min Suk mengatakan kalau kedua belah pihak tetap melanjutkan hidup, menunda menyerahkan surat cerai yang sudah ditandatangani ketika mereka bisa menyerahkan surat itu kapan saja. Suami istri di dunia ini berada pada status bercerai sementara, tidak terlalu berbeda dengan keduanya dan mulai sekarang keduanya akan hidup dengan status bercerai sementara, sampai rambut keduanya memutih. (wah tante bahasanya dalem banget)
Jung Rok tersenyum senang dan bertanya apa Min Suk ingin kembali ke rumah. Min Suk berkata kalau ia ingin bertanya satu hal. “Pertama, aku menyerah untuk memiliki seorang bayi dan aku sudah putus harapan. Sejak 7 tahun lalu aku sudah terlalu tua. Dibandingkan dengan harapan yang tak mungkin aku lebih suka menunggu dengan harapan yang lebih nyata.”

Jung Rok : “Apa maksudmu?”
Min Suk : “Bukankah sebelumnya kau mengatakan padaku bahwa kau tak membutuhkan 1/3 hartaku meskipun kita bercerai?”
Jung Rok : “Jadi... apa kau ingin bercerai lagi?”
Min Suk : “Bukan. Bukankah aku baru mengatakannya? Aku ingin berinvestasi pada harapan yang lebih nyata.”
Min Suk mengeluarkan sesuatu dan menyerahkannya pada Jung Rok, “Selamat kau akan menjadi seorang ayah.” Ucap Min Suk memperlihatkan beberapa biodata anak-anak (hmm sepertinya ini anak2 Afrika deh)

Jung Rok membolak-balikan buku brosur yang ia terima. Ada biodata beberapa anak. Ia memandang heran tapi Min Suk tetap tersenyum. Min Suk mengatakan kalau keduanya sekarang memiliki 10 orang anak dan ia tak tahu akan berapa banyak lagi dimasa depan nanti. “Bukankah anak-anak itu terlahir dari cinta orang tua mereka? Karena aku yang mendonasikan uangmu, kau harus mengelolanya!”
Jung Rok masih tak percaya Min Suk melakukan hal semulia ini, “Semakin aku melihatmu semakin aku berfikir... kau seharusnya tak hidup denganku. Aku mencintaimu, Park Min Suk.”
Min Suk tersenyum, “Terserah padamu!” Keduanya tersenyum.
Meari kursus membuat tas. Yi Soo datang menemuinya. Ia senang melihat gurunya datang. Keduanya pun pulang bersama.

Yi Soo menanyakan bagaimana dengan kursus Meari. Meari mengatakan kalau ini benar-benar menyenangkan. Karena sekarang ia sudah bertemu dengan orang yang tepat ia bisa mengejar impiannya. Yi Soo merasa kalau hal itu pantas ditiru.
Meari melihat sesuatu disalah satu kios galeri. Ia menarik gurunya dan meminta dibelikan sebuah lampu meja sebagai hadiah pernikahan. Ia menilai kalau lampu itu cantik dan ingin meletakkannya di kamar tidur. Yi Soo dengan senang hati membelikannya untuk Meari.
Sambil menunggu lampu tadi dibungkus keduanya duduk berhadapan. Yi Soo ingin tahu bagaimana kehidupan pernikahan Meari, apa bahagia. Meari bilang kalau itu sangat bagus, “Aku benar-benar bahagia bisa mencintai Kak Yoon tanpa halangan.”

Meari menyerahkan pesanan Yi Soo, 3 buku album sekolah. Ia pun bertanya apa ada lagi yang ingin Yi Soo curi dari rumah Do Jin, katakan saja padanya. Yi Soo mengingatkan kalau ini rahasia ia sendiri yang meminta Meari mencurinya.
Yi Soo masih penasaran bukankah Meari bilang kalau keempat pria itu mempunyai password rumah yang sama, apa passwordnya. Apa mungkin berhubungan dengan ulang tahun cinta pertama mereka.
Meari mengatakan kalau passwordnya itu 1233. Yi Soo langsung menyahut 33 Desember.

Meari : “Memangnya ada tanggal 33 Desember? 1233. Kau hanya perlu menekan angka di baris teratas. Dengan kata lain mereka malas menekan angka di barisan bawah.”
Astaga ternyata seperti itu hahaha.
Yi Soo sampai di rumah ia membolak-balikan album foto sekolah Do Jin. Yang pertama ia buka album SD Do Jin. Ia menemukan foto Do Jin ketika SD, “Ini adalah momen-momen Kim Do Jin yang tak kuketahui.”
Yi Soo kemudian teringat sesuatu. Ia menuju meja riasnya dan mengambil kertas yang bertuliskan ‘Petunjuk cinta bertepuk sebelah tangan’ Ia memberi tanda yang nomor 6 dan tiap nomor sudah ia beri tanda yang artinya ia sudah melakukannya dan yang terakhir ini yang nomor 6. Mengumpulkan foto kelulusan dari SD sampai SMA (kalau lupa apa isinya petunjuk cinta bertepuk sebelah tangan bisa di cek lagi di episode 11)

Yi Soo mengirim foto ketika ia menggunakan gaun dan mahkota pemberian Do Jin, “Ini adalah momen-momen Seo Yi Soo yang tak Kim Do Jin ketahui!” Yi Soo mengirimnya pada Do Jin.

Yi Soo menunggu balasannya. Lama ia menunggu tapi balasan SMS atau telepon dari Do Jin tak kunjung datang. Yi Soo mondar-mandir di kamarnya, “Apa ini? Kenapa tak ada balasan?”
Yi Soo pun memberanikan diri menelpon Do Jin. “Ini aku. Kau sangat sibuk ya? Aku mengirim gambar, apa sudah kau terima?” Do Jin menjawab sudah. Yi Soo heran kenapa Do Jin tak membalasnya.

Do Jin : “Aku ingin menunggu beberapa saat sebelum kubalas!”

Yi Soo menebak apa Do Jin marah padanya karena akhir-akhir ini Do Jin tak pernah mengucapkan kata itu padanya, ‘Menikahlah denganku!’ Do Jin berkata kalau yang ia lihat sekarang Yi Soo membenci pada orang yang tak tahu malu seperti dirinya. Yi Soo menyangkal sejak kapan ia membenci Do Jin.

Do Jin : “Kau memang menyukaiku, tapi belum sampai pada tahap kau bersedia menghabiskan hidupmu denganku.”

Do Jin mengatakan kalau sekarang ia sedang rapat dan akan mentup teleponnya. Yi Soo merengut, “Sekarang apa dia jual mahal? Atau... kami mulai terpisah?” Yi Soo mulai cemas.
Do Jin tersenyum mencurigakan menatap ponselnya hehe. Sepertinya misi mengabaikan Yi Soo sukses haha. perempuan kalau dikejar-kejar malah menjauh tapi kalau dicuekin dia malah penasaran hahaha. sepertinya Do Jin menggunakan taktik ini.

Di ruangan itu memang sedang rapat dan Tae San melihat kalau Do Jin sibuk menelepon sementara rapatnya belum selesai, “Bukankah kau mengatakan kalau kau mendapatkan proyek yang sangat penting?”
Do Jin membenarkan ini proyek yang sangat besar dan sekarang diproyek ini semua staf design harus terlibat dan tentu saja Tae San juga. Ia mengingatkan untuk mengosongkan waktu pada jumat sore. Tae San ingin tahu proyek apa ini sampai melibatkan mereka semua. Do Jin belum mau mengatakannya ia meminta lebih baik menyelesaikan yang dirapatkan dulu.

Do Jin menanyakan apa mereka sudah dikonfirmasi oleh kontraktor untuk memulai mengerjakan Resor Qualze. Staf-nya mengatakan kalau kontraktor akan segera memulai dan penjualannya sangat menakjubkan. Mereka senang mendengar keberhasilan ini.
Ada yang menelepon Tae San, Se Ra. Dia sudah kembali usai kompetisi golf di luar negeri. Tae San menanyakan apa Se Ra puas dengan hasilnya. Se Ra masih di bandara dan kelelahan. Ia mengatakan kalau ia peringkat 5 dunia dan peringkat 3 negara ia menilai itu tak terlalu buruk. Tae San mengatakan sudah tersebar berita yang mengatakan kalau Se Ra kembali ke puncak permainan.

Dengan nafas terengah-engah dan wajah pucat Se Ra mengatakan kalau itu siaran dari pers agensinya. Se Ra merasakan pusing di kepalanya, “Tak tahu kenapa karena aku sudah lebih tenang tiba-tiba saja aku tak punya tenaga. Bahkan kepalaku pusing, karena itu...”
Bruk... Se Ra pingsan di bandara. Ia tergeletak tak sadarkan diri. Tae San cemas, “Halo? Hong Se Ra? Se Ra?” tak ada jawaban dari Se Ra.

Beberapa orang mengerumuni Se Ra yang pingsan. Seorang pria menjawab ponsel Se Ra dan mengatakan pada Tae San kalau orang yang berbicara dengan Tae San tiba-tiba pingsan.
Tae San bergegas ke rumah sakit. Ia panik dan mencemaskan Se Ra. “Apa kau baik-baik saja? Mana yang sakit?” Se Ra diam merengut tak menjawab dan itu membuat Tae San semakin cemas. Ia takut kalau ada penyakit yang serius.

Dokter datang dan bertanya apa Tae San walinya Se Ra. Tae San membenarkan dan bertanya kenapa Se Ra mendadak seperti ini padahal dia seorang atlit kenapa tiba-tiba pingsan.
Dokter : “Pasien pingsan karena mengalami kelelahan selama kehamilannya!”
Tae San memarahi Se Ra, “Kenapa kau memaksakan diri saat kau sedang hamil?”

Se Ra menatap marah Tae San. Tae San langsung terdiam terkejut dengan apa yang ia dengar dan ia ucapkan, ia beralih menatap dokter, “Anda bilang apa?” Dokter menjelaskan kalau Se Ra tengah mengandung 6 minggu dan bayinya sangat sehat. Dokter mohon diri.
Tae San terkejut campur gembira. Tapi Se Ra malah marah-marah ia jelas kesal. Tae San tersenyum sumringah menggenggam tangan Se Ra, “Apa kau benar-benar hamil? Benarkah? Kenapa hal ini bisa terjadi? Apa aku benar-benar akan menjadi ayah? Benarkah?”

Se Ra menarik tangannya ia meminta Tae San mendengarkan apa yang akan ia katakan, “Aku tak ingin pernikahan yang mendadak. Kalau aku menyiapkan rencana pernikahan perutku pasti sudah membesar. Aku akan mati sebelum memakai gaun pengantin dengan perut besar.”

Tae San bingung, “Lalu bagaimana?”
Se Ra : “Setelah melahirkan. Aku akan menyiapkan pernikahan setelah tubuhku langsing kembali.”

Tae San kembali menggenggam tangan Se Ra, saking bahagianya ia akan mengabulkan apapun yang Se Ra inginkan. “Baiklah lakukan saja seperti itu. Kau boleh mengerjakan apapun yang kau inginkan. Aku akan menuruti apapun perkataanmu.”

Dan satu hal lagi pinta Se Ra. Ia berpesan agar jangan memberi tahu siapapun tentang ini ia tetap harus memberi tahu agensinya. Tae San tak masalah ia akan menyimpan ini sendiri.
Tae San girang bukan main, “Hong Se Ra setelah sekian lama berpacaran denganmu. Hari ini kau terlihat paling cantik. Yang tercantik.” Tapi ini membuat Se Ra kesal karena ini berarti ia harus pensiun dari golf. Se Ra menutupi tubuhnya dengan selimut dan bergerak kesana kemari. Tae San langsung over protect meminta Se Ra tenang. Hehe.
Do Jin ke tempat pembangunan Resor Qualze. Pegawai Qualze mengatakan kalau Presdrinya sangat puas setelah melihat foto-foto Do Jin yang diambil dari udara. Ia mengatakan kalau Presdirnya mengajak Do Jin bisa makan bersama. Tapi Do Jin tak bisa makan bersama hari ini karena ada hal penting yang harus ia kerjakan. Jadi ia harus pergi sekarang.

“Apa anda sudah memiliki rencana?”
“Ya. Untukku, orang ini selamanya akan menjadi prioritas utamaku. Hari ini aku harus melakukan presentasi yang akan mengubah hidupku.” Jelas Do Jin.
Do Jin dan Yi Soo menyusuri jalanan yang memiliki kenangan untuk keduanya. Do Jin mengatakan kalau di sini, musim semi tahun lalu pakaian Yi Soo tersangkut di tasnya. Sepertinya begitu sahut Yi Soo tak semangat. Do Jin melihat wajah Yi Soo yang muram dan bertanya sebenarnya apa yang ingin Yi Soo katakan kelihatannya sangat serius. Ia mengajak Yi Soo duduk di depan sebuah toko.
Keduanya duduk berhadapan Do Jin membawakan minuman dan siap mendengarlan hal yang ingin Yi Soo katakan. Yi Soo menanyakan apa sekarang memangnya keduanya harus bertemu untuk sesuatu yang istimewa. Do Jin balik bertanya kenapa ucapan Yi Soo tajam sekali. Jangan-jangan Yi Soo punya pria lain yang lebih muda. Yi Soo bertanya lagi apa Do JIn benar-benar mengharapkan ia memiliki pria lain kenapa terus bertanya seperti itu.

Do Jin menilai kalau ucapan Yi Soo sangat menyakitkan, “Apa kau membenciku? Kau harus menjelaskan semuanya dengan jelas kepada pria agar dia paham. Aku tahu kau berharap aku bisa mengerti namun itu mustahil.”

Yi Soo diam. Do Jin berkata kalau begitu ia dulu yang akan bicara. Ia meminta Yi Soo meluangkan waktu besok malam. Yi Soo tanya kenapa. Do Jin menjelaskan kalau Tae San, Yoon, Rok dan dirinya selalu bersama setiap 10 tahun. Mengenakan jas untuk pemotretan. Setiap dekade saat usia kami 20, 30 dan 40 tahun. Ini adalah ketiga kalinya.

Yi Soo bertanya kenapa ia harus meluangkan waktu bukankah itu acara mereka berempat. Do Jin mengatakan kalau ini pertama kalinya mereka berempat membawa pasangan untuk pemotretan. Yi Soo berandai-andai apa yang akan terjadi kalau Do Jin dan dirinya putus setelah pemotretan. Yoon dan Jung Rok sudah menikah, Tae San dan Se Ra sudah bertunangan (kapan ga tahu saya haha) kita berdua tak ada alasan untuk berfoto kata Yi Soo.

Do Jin berkata sepertinya Yi Soo benar-benar membencinya. Ponsel Do Jin berdering ia menjawab teleponnya dan berbicara kalau ia benar-benar berhutang budi pada si penelepon. Yi Soo penasaran dengan siapa Do Jin bicara.
Do Jin : “Jadi, apa kau tak akan memberi tahuku? Kenapa kau marah?”
Yi Soo : “Baiklah. Kupikir kau benar-benar belum tahu mengenai situasinya. Saat ini aku tak marah sama sekali tapi merasa sangat tidak aman. Semakin kita bahagia aku semakin khawatir kalau kebahagiaan ini bisa berakhir kapan saja. Dan inilah aku, bersiap-siap untuk terluka. Tapi, kau selalu memberiku sinyal-sinyal yang aneh. Kau serius tentang hidup bersama atau kau hanya bercanda. Kau benar-benar membingungkan.”

Do Jin : “Tentang aku mengajakmu hidup bersama sudah berapa kali menurutmu aku memintamu? Aku harus melakukan apa lagi? Orang yang belum pernah menjawab sekalipun adalah kau, Seo Yi Soo!”
Yi Soo : “Itu karena kau tak pernah tulus.”
Do Jin : “Tidak tulus? Aku selalu tulus. Berapa kali harus kukatakan padamu? Apa kau benar-benar tak percaya padaku? Kalau begitu aku harus membuatmu percaya padaku,”
Do Jin mengeluarkan recorder-nya, “Jangan sendirian mendengarkannya dengarkanlah bersama semua orang disini!” Ia meminta Yi Soo mendengarkan baik-baik.

Do Jin masuk ke toko dan memutar rekaman melalui laptop yang ada di toko tersebut. Do Jin tersenyum memandang Yi Soo dan segera berlalu dari toko. Yi Soo celingukan mencari keberadaannya. Tapi kemudian terdengarlah suara Do Jin yang berasal dari recorder.
Seo Yi Soo
Hiduplah denganku
Tinggallah bersamaku
Bersediakah kau hidup denganku?
Lebih baik kita hidup bersama
Maksudku, menikalah denganku!
Bersediakah kau menikah denganku?
Ingin menikah denganku?
Seo Yi Soo (Yi Soo celingukan mencari keberadaan Do Jin)
Berbaliklah!
Kalau kau tak mau, menikah saja denganku!
Yi Soo pun berbalik dan inilah dia aksi proposal lamaran yang disiapkan oleh Do Jin melibatkan semuanya. Adegan yang diiringi lagunya Lee Seung Gi ‘Wiil You Marry Me’
Yoon - Meari love this couple deh
Tae San – Hong Pro (kok loncat ya padahal lagi hamil haha)
Jung Rok - Min Suk
Staf design Hwa Dam (staf design wanita mengenakan baju rajutan milik Yi Soo)
Yi Soo terharu melihatnya
Dong Hyub, Guru Park, Colin, dan Sang Hyun memperagakan tarian ala Gangnam Style
Tiga ahjussi keren (Yoon paling ok gerakannya)
Diakhir tarian mereka semua memperagakan tanda love untuk Yi Soo.

Dan muncullah Do Jin dari belakang yang sudah berganti pakaian sambil membawa gulungan karton dan bucket bunga.
Yi Soo langsung berdiri dan menerima gulungan kertas karton yang Do Jin berikan padanya. Ia membukanya dan itu adalah rancangan rumah yang Do Jin siapkan untuk tempat tinggalnya bersama Yi Soo. Sebuah rumah dimana tak seorang pun akan meninggalkannya, rumah impian Yi Soo.

“Aku akan membangun rumah seperti ini untukmu. Datang dan hiduplah bersamaku disini. Tak seorang pun akan pergi. Seorang arsitek harus bertanggung jawab atas hasil kerjanya sendiri. Di cetak biru ini, aku menggambar 130 garis. 130 tahun yang akan datang kau akan bahagia. Aku berjanji padamu!”

Yi Soo terharu mendengarnya, air matanya tak tertahankan lagi. Do Jin melihat jam tangannya, “Saat ini jam 5.25 sore. Mulai saat ini laluilah jalan ini bersamaku tanpa terlewat satu detik pun.”
Do Jin jongkok memberikan bunga pada Yi Soo, “Bersediakah kau... menikah denganku?”

YI Soo menangis terharu kemudian tersenyum, “Tentu saja. Kau tak tahu betapa ingin aku melakukannya.” Yi Soo menerima bunga pemberian Do Jin. “Sudah lama kukatakan padamu hal semacam ini katakan saja padaku. Katakan saja. Apa kau tahu betapa takutnya aku tadi?”

Do Jin kembali berdiri setelah memberikan bunga, “Meskipun aku serius atau aku tampan apa yang harus ditakuti?”
Yi Soo tersenyum dan langsung memeluk Do Jin. Keduanya tersenyum behagia. Terdengar riuh tepuk tangan semuanya yang ikut ambil bagian dalam lamaran kali ini.
Jung Rok berteriak, “Hei.. apa yang kalian berdua lakukan disana apa menyuruh orang-orang datang? Tak ada yang bisa kalian tunjukan. Setidaknya berciumanlah!”
“Kiss! Kiss! Kiss! kiss!” seru semuanya semangat membuat Do Jin dan Yi Soo tersenyum malu. Kedua pasangan ini melepas pelukan mereka dan keduanya pun kiss.
Yoon memiringkan kepala ke istrinya, apa dia juga ingin kiss hahaha.
Tae San dan Yoon saling mendekatkan kepala meraka seperti akan berciuman hahaha...

Dan yang paling nelangsa adalah kedua remaja ini.
“Siapa yang kau bilang mencuri orang yang hampir menjadi cinta pertamamu?” tanya Dong Hyub.
“Teman ayahku!” jawab Colin sambil melirik ke arah Meari dan Yoon
“Cinta pertamaku baru saja direbut oleh ayah temanku.” Ujar Dong Hyub patah hati hehe.
Colin terhenyak kaget, “Kau. Apa sebelumnya kau menyukai Guru? Ya Tuhan!”
Yi Soo mengambil satu bunga dan menyelipkan ke lubang jas Do Jin.

Suara Do Jin : “Nama resmi untuk lubang kecil di depan sebuah jas adalah Flower Hole. Bunga hias yang diletakan di Flower Hole disebut Boutonniere.”

“Aku mencintaimu pria yang memikat, Kim Do Jin!” Keduanya tersenyum dan yang lainnya tepuk tangan....

Saatnya berfoto.
Suara Do Jin : “Ketika mempelai wanita menerima sebuah bucket memilih bunga artinya dia bersedia menikah. Lalu dia memasangkannya di jas mempelai pria. Itulah boutonniere yang asli.”

Ok yang foto pertama kali para pria-nya dulu.
Meari merapikan jas suaminya, “Tampan sekali pria tua ini. I Love You!” Yoon tersenyum dan mendapatkan sebuah kecupan dari istrinya.
Min Suk : “Santaikan bahumu karena aku mencintaimu!”
Jung Rok tersenyum, “Benarkah?”
Se Ra mengingatkan kalau foto Tae San harus terlihat tampan, “San (gunung) yang kudaki. Gunung yang hanya aku yang boleh mendakinya.” Tae San tersenyum dan mengedipkan matanya pada Se Ra.
Yi Soo merapikan jas Do Jin, “Waktu yang kita habiskan untuk berjalan bersama sudah 27 jam 35 menit. Ini adalah... momen terbaik dalam hidupku!” Do Jin tersenyum menatap Yi Soo. (apa keduanya sudah menikah?)
Mereka pun berfoto
Suara Do Jin : Pria tidak akan pernah menjadi dewasa, mereka hanya semakin tua. Hanya saja pria yang menyadari usia mereka akan menghabiskan waktu mereka dengan cara yang berbeda. Dalam cahaya berbeda yang lebih menyilaukan. Karena para wanita ini, kami tidak berakhir menjadi orang biasa. Mereka memberi kami kesempatan menjadi pria sejati. Karena itulah kami dengan semangat mengatakan, ‘Goodbye Boy’
Do Jin dan Yi Soo berada dalam satu kamar. Keduanya tidur di ranjang (hmmm besar kemungkinan Yi Soo sudah menjadi Ny Kim nih)
Do Jin menopang kepalanya memandang Yi Soo penuh senyuman.

Suara Yi Soo : “Kau tak tahu betapa aku sangat ketakutan dalam tidurku tadi malam.”
Suara Do Jin : “Kenapa?”
Suara Yi Soo : “Karena kau... ada di sampingku!”

Do Jin : “Apa sekarang masih?”
Yi Soo : “Masih.”
Do Jin : “Aku juga.”
Yi Soo : “Aku mencintaimu!”
Keduanya tersenyum penuh cinta.

T A M A T

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar