Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 3 part 2

Yi Soo mendapati loker 22 itu kosong, dan itu membuatnya heran. Apa yang terjadi?
Part 2
Yi Soo teringat bahwa barang yang disimpan di loker stasiun akan mengalami habis masa waktunya, dan mungkin saja itu juga yang terjadi dengan loker di nomer 22 ini.
Yi Soo pun segera mencari petugas kereta yang menangani masalah penyimpanan ini.
Yi Soo menunggu sambil memegang ukiran hiu yang dibuat Hae Woo. Dia cemas dan penasaran benda apa yang disimpan ayahnya. Lalu datanglah petugas kereta yang membawa sebuah amplop pada Yi Soo. Petugas bilang, kalau dia hampir saja mengirim ini ke pusat, karena sudah terlalu lama berada di loker.
Yi Soo mengucapkan terima kasih pada bapak itu, dan segera membaca isi di dalamnya. Untuk bagian depan dokumen itu sudah membuatnya terpana, Yi Soo terus membaca sampai akhir, dan kini dia tahu alasan kenapa ayahnya dibunuh. Dokumen ini kuncinya. Ini saksi yang benar-benar bisa membuat dunia jungkir balik.



Yi Soo sudah mengambil keputusan, kalau dia harus mengubungi seseorang. Tapi siapa? Kebenaran ini harus terungkap. Maka malam itu, Yi Soo berlari mencari telepon umum, dan saat sudah menemukannya, dia segera masuk, lalu menekan nomer yang akan dihubunginya.

Sementara itu, Byun Bang Jin sedang mengendarai mobilnya di kegelapan malam. Ponselnya berdering, dan Bang Jin langsung mengangkatnya. Ternyata Bang Jin lah yang dihubungi Yi Soo. Bang Jin cukup terkejut mendengar Yi Soo yang menghubunginya malam-malam begini. Apalagi tanpa basa-basi Yi Soo langsung bertanya bisakah dia mempercayai Bang Jin? Bang Jin tidak langsung menjawab, karena kaget, dan malah balik bertanya ada apa? Yi Soo mengulangi lagi pertanyaannya, dan Bang Jin masih belum menjawab. Yi Soo benar-benar frustasi sehingga memohon agar Bang Jin menjawab saja pertanyaannya, bisakah dia mempercayai Bang Jin? Bang Jin mengalah, dan menjawab kalau Yi Soo bisa mempercayainya.

Yi Soo akhirnya menceritakan penemuannya, semua yang dia baca, bahwa ayahnya memang dijebak. Dan dia tahu penyebab kenapa ayahnya harus mati. Bang Jin bingung, dan bertanya apa maksudnya ini? Yi Soo menjawab dia susah untuk menjelaskan detailnya sekarang, yang jelas dia butuh bantuan. Yi Soo berkata dengan dokumen ini dia bisa membuktikan kalau orang di dokumen ini yang membunuh ayahnya.

Bang Jin terkejut karena Yi Soo menyebut kata dokumen. Yi Soo membenarkan, ada dokumen yang ditinggalkan ayahnya, dan saat ini ada di tangannya.
Bang Jin berkata kalau dia akan ke rumah Yi Soo sekarang. Yi Soo menolak, jangan di rumah, ataupun di kantor polisi, karena dia tidak mempercayai siapapun.
Di seberang sana Bang Jin menjawab baiklah, dia mengerti. Dia akan menemui Yi Soo di tempatnya, dan Yi Soo setuju.
Saat itu juga Bang Jin membanting setir mobilnya dan berbalik arah, dia harus bertemu Yi Soo.



Yi Soo masih kaget, dengan kenyataan ini. Dia terdiam, dan memegang kembali dokumen itu. Dia juga mengeluarkan kunci di saku celananya. Kunci dengan nomer berbeda, bukan nomer 22. Apakah Yi Soo sudah membuat duplikatnya?
Entahlah.



Setelah itu Yi Soo mengeluarkan lagi uang koinnya, dan mencoba menghubungi satu nomer lagi.
Sementara itu, Hae Woo sedang memasak Spaghetti untuk Yi Hyun. Rencana ke Villa sepertinya batal, karena Yi Soo yang tidak ikut. Yi Hyun berkata akan sangat bagus kalau oppa nya juga ada di sini bersama mereka. Raut wajah hae Woo langsung berubah mendengar Yi Hyun membicarakan Yi Soo. Teringat pertengkaran mereka di perpus sekolah. Hae Woo menjawab lebih baik mereka berdua saja, tanpa Yi Soo.

Yi Hyun denga wajah lucunya bertanya apa Hae Woo unni sedang bertengkar dengan oppanya? Hae Woo tidak menjawab, tapi mengambil piring Yi Hyun dan menuangkan Spaghettinya.
Saat itulah telepon rumah Yi Hyun berdering, dan Yi Hyun tahu kalau itu pasti oppanya.
Dia segera mengangkat dan benar, suara Yi Soo lah yang terdengar.



Yi Hyun bertanya kapan oppanya pulang? Yi Soo menjawab kalau dia akan pulang telat malam ini. Dia berjanji mulai besok, mereka akan selalu makan malam bersama, bahkan jalan-jalan bersama. Yi Hyun senang dan bertanya ini janji kan? Yi Soo membenarkan dan menjawab dia janji.
Yi Hyun menceritakan kalau Hae Woo unni membuatkan makan malam yang enak untuknya. Tapi sayang tidak ada yang tersisa untuk Oppanya. Dengan polos Yi Hyun berkata kalau Hae Woo tidak membuatkan untuk Yi Soo, karena kalian sedang bertengkar.
Sepertinya Yi Soo ingin bicara pada Hae Woo, karena Yi Hyun menyerahkan telepon pada unninya itu.



Hae Woo masih agak marah sebenarnya, dia tidak ingin bicara dengan Yi Soo, tapi permintaan Yi Hyun dan keinginan hatinya benar-benar sulit ditolak. Akhirnya Hae Woo menerimanya dan berbicara pada Yi Soo.
Di seberang sana, Yi Soo sedih karena kebenaran ini sepertinya membuat bukan hanya hatinya saja yang terluka, tapi hati perempuan yang disayanginya. Yi Soo masih terdiam, dan Hae Woo bertanya ada apa? Yi Soo akhirnya mengeluarkan suara.

“Ini sulit”
Yi Soo bahkan sudah mulai hampir menangis, Hae Woo cemas dan bertanya ada apa? Yi Soo berkata dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dan tidak ada yang bisa dia percaya siapapun.
Hae Woo tahu ada sesuatu yang mengerikan yang terjadi, sehingga dia bertanya ada apa sebenarnya? Dimana Yi Soo sekarang? Dia akan menyusul Yi Soo kesana.
Yi Soo hanya memanggil nama Hae Woo dalam keputusasaannya. Dia seolah ingin mengatakan sesuatu. Hae Woo menunggu dengan sabar.

“Apa yang pernah ku katakan padamu,kamu masih mengingatnya kan?”

Hae Woo bingung dan bertanya kata-kata yang mana?
Yi Soo menjelaskan “Saat aku mengatakan tidak peduli apapun yang terjadi, bahwa kita hanya bisa melakukan apa saja yang bisa kita lakukan”

Hae Woo berkata kalau dia ingat, itu saat mereka di danau.Yi Soo membenarkan dan melanjutkan kalimatnya “Ini mungkin akan sulit juga bagimu, sesuatu yang sulit mungkin akan terjadi. Hanya ingat ini Hae Woo,tidak peduli apapun yang terjadi,kita pasti bersama, kamu dan aku.”

Hae Woo bertanya kenapa Yi Soo tiba-tiba berkata seperti ini? Yi Soo tidak menjawab dan hanya meminta Hae Woo mengingat apa yang dia katakan tadi.

“Kita tidak akan terpisahkan, tidak peduli apapun yang terjadi.”



Saat itulah, Yi Soo terkena sinar yang menyilaukan. Dia terkejut saat menoleh ke samping, dan mendapati ada truk besar yang menuju kearahnya. Di seberang sana, Hae Woo terus menerus memanggil nama Yi Soo.
Yi Soo melihat truk itu semakin mendekat dan menabraknya, menghantamnya keras, sehingga bahkan telepon umum itu seolah seperti tanaman yang tercabut sampai ke akar.



Terlihat darah yang tercecer, dan tubuh Yi Soo yang tergeletak tak berdaya. (Aku..ngeri liat darahnya..hii..)
Turunlah seorang laki-laki dari truk itu, dan mendekati tubuh Yi Soo. Dia melihat dokumen itu dan langsung mengambilnya.



Byun Bang Jin sampai juga ke lokasi yang disebutkan Yi Soo tadi. Dia heran karena tempat itu sudah berantakan dan penuh darah. Dia tahu kalau dia sudah terlambat. Lalu matanya menangkap sebuah benda yang tersembunyi di dekat kotak telepon. Sesuatu yang membuatnya penasaran dan ingin tahu. Bang Jin pun lalu mendekat, dan mengambilnya. Sebuah kunci, dengan nomer 14.



Saat ini (Masa kini)

Kembali di saat pesta pernikahan Hae Woo, dimana Joon Young yang menggantikan Hae Woo, karena sudah terlalu banyak minum. Dan Hae Woo tersipu malu karenanya.
Terlihatlah Yi Soo dewasa, yang memasuki hotel itu dengan langkah penuh percaya diri. Yi Soo tiba-tiba menoleh ke belakang dan mendapati Bang Jin juga ada di hotel itu. Mereka saling menatap.



Tiba-tiba terdengar suara gadis yang berseru ayah pada Bang Jin, dan itu adalah Yi Hyun. Sepertinya setelah kecelakaan tragis itu, Bang Jin akhirnya mengangkat Yi Hyun sebagai putrinya.
Yi Hyun senang sekali melihat ayahnya. Dia ditemani Hae Woo, dan Yi Soo hanya melihatnya dari jauh.

Hae Woo menyapa Bang Jin dan berkata mereka lama sekali tidak bertemu. Bang Jin menyindir Hae Woo dan bertanya apa boleh seorang pengantin keluar seperti ini?
Hae Woo menjawab kalau dia sedikit merasa pusing, di dalam benar-benar kacau, jadi dia keluar untuk mencari udara segar. Hae Woo tiba-tiba seolah akan pingsan,dan Yi Hyun langsung memegangnya agar Hae Woo tidak jatuh. Tapi kemudian Hae Woo berkata kalau dia kaget dan mau pingsan melihat Bang Jin memakai jas dan dasi. Haha.



Bang Jin tersipu, dan berkata ini pertama kalinya dia ditempatkan di Seoul, jadi dia minta maaf kalau tadi tidak bisa menghadiri upacara pernikahan Hae Woo. Hae Woo tidak mempermasalahkannya. Tapi Bang Jin merasa tidak enak, dan mengajak Hae Woo makan bersama, setelah pulang bulan madu. Hae Woo menyetujuinya, dan meminta agar Bang Jin bisa mengantar Yi Hyun pulang dengan selamat.

Yi Hyun menggandeng tangan ayahnya, dan berkata kalau harusnya ayahnya tidak repot-repot menjemputnya, dia kan bisa pulang sendiri. Bang Jin menjawab kalau ibu Yi Hyun yang nyuruh (Siapa ya? Nyonya Park? Awww..Nyonya Park nikah sama Bang Jin, dan mengasuh Yi Hyun bersama-sama..?*Ngayal*)

Yi Hyun berkata kalau memang gadis cantik sepertinya akan bahaya jika dibiarkan pulang sendiri. Hae Woo melihat kebersamaan mereka dari tempatnya berdiri dan ikut merasa bahagia.



Tapi tiba-tiba raut wajah Hae Woo berubah saat dia mengingat 12 tahun yang lalu, tepat dimana Yi Soo dikatakan meninggal.



Flashback

Hae Woo tidak percaya kalau DNA yang tercecer di TKP adalah milik Han Yi Soo. Dia lunglai saat mengetahuinya.
Saat itu Bang Jin yang melaporkan pada keluarga Hae Woo. Eui Sun bertanya apa mayatnya benar-benar tidak bisa ditemukan? Rekan Bang Jin lah yang menjawab, kalau pelaku sepertinya sudah membuang mayat Yi Soo.

Hae Woo yang ada di tangga, dan mendengar semua tiba-tiba berteriak dan berkata kalau Yi Soo tidak mati. Tidak mungkin.



Hae Woo turun dan berkata pada semua yang ada, kalau Yi Soo tidak mati. Dia tidak percaya. Yi Soo pasti ada di rumah sakit sekarang, mereka harus memeriksa semua rumah sakit, untuk mencari Yi Soo. Waktu ini harusnya mereka gunakan untuk mencari Yi Soo, bukan duduk dan bicara omong kosong seperti ini.

Hae Woo beralih pada Bang Jin, dan bertanya “Anda polisi kan?Jadi anda harus menemukannya.”
Hae Woo beralih ke kakeknya, dan berkata kalau kakeknya pasti bisa menemukan Yi Soo. Hae Woo benar-benar meminta tolong pada kakeknya itu. Sang Deuk mengangguk, dan menjawab kalau dia janji akan menemukan Yi Soo.

Eui Sun bertanya pada ayahnya bagaimana cara ayahnya menemukan orang yang sudah mati? Jangan berikan harapan palsu pada Hae Woo.
Hae Woo kesal, dan membentak ayahnya. Dia berkata, kalau ayahnya seolah bahagia mengetahu Yi Soo mati, seolah itu harapan ayahnya. Eui Sun meminta Hae Woo jangan merengek di depan tamu. Hae Woo bertambah kesal, dia berkata kalau dia akan emnemukan Yi Soo. Tunggu saja.
Hae Woo berlari keluar, mungkinkah akan mencari Yi Soo?



Yi Hyun menangis dalam dekapan Nyonya Park, dia tidak menyangka oppanya akan meninggalkan dia. Dia sekarang benar-benar sendiri. Nyonya Park mencoba menenangkan Yi Hyun. Hae Woo datang dan melihat Yi Hyun tersedu-sedu,dia semakin ikut sedih.
Hae Woo memanggil Yi Hyun, dan Yi Hyun langsung menoleh memandang unninya itu. Dengan air mata di pipinya Yi Hyun berkata apa yang harus mereka lakukan?
Hae Woo mendekati Yi Hyun dan berkata kalau oppa Yi Hyun pasti tidak meninggal. Yi Hyun bertanya, lalu kenapa oppanya belum juga datang?
Hae Woo mulai menangis dan berkata kalau Yi Soo pasti telat, dan tidak bisa datang hari ini. Yi Soo ingin datang, tapi tidak bisa.



Hae Woo langsung menarik Yi Hyun dalam pelukannya. Hae Woo meminta agar Yi Hyun tidak menangis. Tolong jangan menangis Yi Hyun.(Malah aku yang nangis..)



Flashback End

Hae Woo beralih ke balkon hotel. Dia berencana melihat bintang dan purnama yang Yi Hyun katakana indah tadi. Saat itulah Yi Soo datang, dan berdiri agak jauh darinya. Yi Soo dewasa yang sudah berbeda wajah dan identitasnya.
Mereka memandang objek yang sama saat itu.
Saat Yi Soo menoleh memandang Hae Woo, Hae Woo terkejut mendapati ternyata pria ini yang tadi berdiri di ruang pengantinnya. Pria yang bahkan dia kejar karena memiliki mata yang sama seperti Yi Soo. Saat itu firasat Hae Woo mengatakan kalau dia Yi Soo. Yi Soo nya.
Hae Woo berbalik dan akan pergi meninggalkan Yi Soo, tapi tiba-tiba Yi Soo mengucakan selamat atas pernikahan Hae Woo. Hae Woo pun berhenti dan memandang Yi Soo.



Hae Woo bertanya apa Yi Soo datang ke pernikahannya? Yi Soo malah memuji Hae Woo karena mempunyai ingatan yang baik. Hae Woo hanya tersenyum dan kembali bertanya apa Yi Soo temannya Joon Young oppa, suaminya? Yi Soo menjawab tidak. Dia hanya ingin melihat pernikahan Hae Woo.
Hae Woo tidak mengerti maksud Yi Soo, dan Yi Soo akhirnya menejlaskan kalau ini adalah hari pertamanya kembali ke korea, dan kebetulan hotel tempatnya menginap mengadakan pesta pernikahan. “Saya merasa itu seperti pertanda yang baik bagi saya.”

Hae Woo tersenyum dan bertanya sepertinya Yi Soo bukan asli korea? Yi Soo mendekat dan mengulurkan tangannya. Dia menyebut kalau namanya adalah Yoshimura Jun. Nama koreanya adalah Kim Joon.



Hae Woo membalas uluran tangan itu dan menyebut namanya. Kim Joon memuji nama Hae Woo yang bagus. Hae Woo tersenyum malu, dan mengucap terima kasih. Ternyata Kim Joon tidak melepas genggaman tangan Hae Woo, membuat Hae Woo merasa risih dan mencoba menarik tangannya.

Hae Woo mencoba mencairkan suasana setelah insiden genggaman tangan tadi dengan bertanya apa Kim Joon sering ke Korea? Kim Joon menjawab kalau ini pertama kalinya sejak dia meninggalkan Korea waktu kecil dulu. Hae Woo berkata kalau Seoul sudah banyak berubah sekarang. Orang yang lama tidak datang ke Seoul, pasti kaget.
Kim Joon sambil terus menatap Hae Woo menjawab, kalau menurutnya sama saja. Kim Joon memandang langit, dan berkata mungkin karena adanya bulan purnama. Hae Woo bingung dan Kim Joon menjelaskan kalau dimana-mana bulan purnama selalu sama.
Hae Woo bertanya apa Kim Joon menyukai bulan purnama? Kim Joon diam, dan Hae Woo berkata kalau dia menyukai bulan purnama. Di Korea ada kebiasaan membuat permohonan di bulan purnama tahun itu. Banyak yang bilang bulan purnama bisa mengabulkan keinginan seseorang.

Kim Joon menjawab “Di barat, bulan purnama melambangkan kesialan, mereka berfikir, purnama adalah dewa kegelapan di seberang matahari. Matahari yang bersinar terang, dan bulan yang gelap. Sementara matahari ada di sisi baik, maka bulan berarti di sisi jahat”

Hae Woo berkata itu penjelasan yang sangat negative menurutnya. Dia berkata bulan itu seolah menyinari di kegelapan.
Kim Joon tiba-tiba berkata apa seperti Polaris?
Raut wajah Hae Woo langsung berubah mendengar nama Polaris.



Kim Joon seolah tahu wajah Hae Woo yang terkejut, melanjutkan kata-katanya, kalau Polaris adalah bintang navigasi atau bintang pemandu. Polaris menjadi teman bagi wisatawan yang tersesat, karena selalu menunjuk arah utara.
Hae Woo terdiam, dan muncullah ingatannya saat memandang languit di malam itu bersama Yi Soo, dan saat Yi Soo menceritakan tentang Polaris. Hae Woo bahkan berkata kalau Yi Soo adalah bintang navigasinya. Bintang pemandunya, agar dia tidak tersesat.

Tanpa terasa air mata Hae Woo jatuh. Yi Soo menoleh dan menyadari itu. Hae Woo semakin terisak.
Dan suasana sedih itu diiringi OST drama ini, BoA Between Heaven And Hell

Mari memadu kasih sehari lagi.
Kebohongan itu lagi.
Saat aku melihatmu lagi, aku melupakan segalanya.
Kecuali untuk mencintaimu tersenyum lagi.


Kim Joon mendekat dan merengkuh Hae Woo yang sedang tersedu.

Mari lupakan bahkan jika hanya sehari saja,
Janji kosong lainnya.
Bahkan jika aku menderita saat melihatmu lagi
Aku terus berjanji pada diri sendiri,
Menangis karenamu.
Aku terus datang dan pergi, diantara surga dan neraka.




Tiba-tiba Hae Woo tersadar, dan mengangkat kepalanya yang sedang dalam dekapan Kim Joon. Dia merasa tidak enak. Merasa tidak pantas, menangis di dekapan laki-laki yang baru dikenalnya.

Saat itu datanglah Joon Young yang memanggil nama Hae Woo. Hae Woo menoleh terkejut. Joon Young langsung mendekati Hae Woo, dan berkata ternyata Hae Woo disini, dia mencari-cari tadi.

Hae Woo berkata kalau dia sedang cari udara segar diluar. Joon Young menatap Kim Joon, dan Kim Joon memperkenalkan namanya lagi. Nama jepangnya.
Hae Woo berkata kalau Kim Joon tamu di hotel ini.
Kim Joon memuji mereka yang merupakan pasangan serasi. Joon Young mengucapkan terima kasih atas pujian Kim Joon. Kim Joon pamit pergi meninggalkan mereka.



Saat hanya berdua, Hae Woo meminta maaf karena membuat Joon Young menunggu lama. Joon Young dengan senyum menjawab, tidak apa-apa, karena dia juga sudah menunggu Hae Woo lebih dari 10 tahun. Haha..Swiitt..
Joon Young meminta Hae Woo segera istirahat di kamar. Teman-teman biar dia yang mengurus. Hae Woo berkata dia tidak apa-apa dan akan bergabung bersama yang lain.
Tapi tiba-tiba Joon Young memeluk Hae Woo.



Joon Young berkata kalau angin malam ini terasa segar. Hae Woo menjawab kalau tidak angin disini. Joon Young mengejek Hae Woo yang kurang romantis. Hae Woo membalas kalau dia memang menyadari kurang di banyak hal. Joon Young berkata baginya itu melimpah ruah.
Masih dalam posisi yang begitu intim, Joon Young berkata kalau dia sangat bahagia, sampai tidak menginginkan yang lainnya. Jadi dia berharap Hae Woo bisa sebahagia dirinya.
Hae Woo berkata kalau Joon Young tidak perlu khawatir tentang itu.



Sang Deuk mendapatkan ucapan selamat dari rekan-rekannya karena pernikahan Hae Woo dengan Joon Young. Dia mengucapkan terima kasih karena mereka mau meluangkan waktu untuk datang padahal mereka pasti sibuk.
Salah seorang yang hadir berkata agar Sang Deuk tidak berkata begitu, mereka yang ada disini, bisa mendpatkan posisi yang bagus semua juga karena Sang Deuk.
Tiba-tiba ponsel Eui Sun bergetar, dan Jung Man Chul yang meneloponnya. Eui Sun pergi untuk menerima telepon itu, dan ayah Joon Young melihatnya aneh.



Eui Sun menerima panggilan itu dengan tidak senang. Man Chul berkata kalau dia tidak akan menelepon seperti ini lagi. Tetapi dia tidak punya siapapun yang bisa dia mintai tolong. Apalagi mengingat situasi ekonomi saat ini yang kacau. Eui Sun bertanya berapa banyak memangnya yang Man Chul butuhkan kali ini?
Saat itulah Oh Hyun Sik mengikuti Eui Sun dan mendengar percakapan mereka. Hyun Sik bertanya apa itu tadi yang menelepon Man Chul?
Eui Sun hanya berkata kalau harusnya sudah dari dulu dia menghabisi Man Chul.



Man Chul sedang berjalan seorang diri, tapi tiba-tiba ada yang memukul bagian belakang lehernya dengan keras, sehingga dia tidak sadarkan diri? Apakah ini ulah Eui Sun?



Di kamarnya, Yi Soo sedang menatap keluar jendela. Ditanga Yi Soo tergenggam hiasan Hiu yang sudah lebih bagus daripada yang Hae Woo bikin dulu, lebih mahal sepertinya.



Sementara itu di ruang lain, Hae Woo juga sedang memandang keluar jendela.
Joon Young yang baru selesai mandi, melihat istrinya terdiam sendiri melihat malam.
Tiba-tiba ingatan Joon Young 12 tahun lalu muncul kembali



Flashback

Saat itu, Joon Young datang ke rumah Hae Woo,dan menggedor-gedor pintu kamar Hae Woo. Tidak ada jawaban terdengar. Joon Young meminta agar Hae Woo mau bicara dengannya, dan jangan mengurung diri seperti ini.
Di dalam kamar, Hae Woo sudah menahan pintunya dengan pintu agar tidak ada yang bisa mendobraknya. Dia benar-benar tidak mau diganggu.
Hae Woo meringkuk di sudut kamarnya. Wajahnya kusut, matanya bengkak karena terus-terusan menangis. Di luar, Joon Young masih belum menyerah memanggil namanya.



Scene beralih, ke tempat rahasia Hae Woo. Dimana dia menghabiskan hari yang indah bersama Yi Soo di danau ini. Hae Woo menatap luasnya danau itu. Dan tanpa peduli apapun, dia berjalan ke dalam danau.
Joon Young melihat itu, dan langsung mengejar Hae Woo. Menariknya, dan mencoba menyadarkannya. Hae Woo memberontak, membuat Joon Young terpaksa menampar Hae Woo.



Joon Young bertanya apa nyawa Hae Woo hanya berharga seperti ini? Apa Hae Woo pikir ini jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah? Hae Woo menjawab kalau dia tidak ingin hidup.
Joon Young berkata kalau Hae Woo harus tetap hidup. Hiduplah bahkan untuk kehidupan Yi Soo.

Joon Young memegang pundak Hae Woo lembut, dan berkata apa yang bisa Hae Woo lakukan untuk Yi Soo sekarang adalah tetap hidup. “Bahkan jika kamu menderita dan merasa ingin mati, kau tetap harus hidup”

Joon Young berkata kalau Hae Woo harus berusaha mencari tahu kenapa Yi Soo meninggal, dan siapa yang membunuhnya? Apa Hae Woo sama sekali tidak punya rasa benci terhadap orang yang menghabisi Yi Soo tanpa alasan yang jelas.

Hae Woo terdiam dan merasa kata-kata Joon Young benar. Dia harus bangkit, dan mencari penyebab semua ini. Joon Young memegang tangan Hae Woo dan berkata kalau dia akan membantu Hae Woo. Dia akan ada disisi Hae Woo, dan mendukungnya.



Flashback End

Joon Young memandang Hae Woo, dan saat Hae Woo berbalik dia terkejut melihat suaminya, yang mungkin sudah lama menunggunya. Joon Young tersenyum dan Hae Woo juga membalas senyumnya. Joon Youn melangkah mendekati Hae Woo.
Joon Young menyentuh lembut pipi Hae Woo.



Sementara itu, Yi Soo masih melihat melalu kaca jendelanya.



Joon Young mulai menyentuh leher Hae Woo, memberikan sensasi berbeda padanya. Dia mendekat, dan mulai mendekatkan bibirnya di bibir Hae Woo. Hae Woo pun tidak menolak, dan menyambut ciuman lembut Joon Young padanya.



Sang pengantin, beralih ke ranjang mereka, Joon Young menggenggam tangan Hae Woo.
OST drama ini pun mengalun menemani malam mereka.

Aku bertanya-tanya apakah dirimu tahu,
cinta yang tidak bisa dialihkan?


Joon Young mengecup lembut pundak istrinya.



Aku bertanya-tanya apakah dirimu tahu,
Kata yang membuatku mendesah lagi?


Ciuman Joon Young semakin naik menuju leher dan pipi Hae Woo.



Aku bertanya-tanya apakah dirimu tahu,
Betapa aku ingin menghampirimu?
Aku bertanya-tanya apakah dirimu tahu?
Aku hanya bisa berkata pada diriku sendiri,
Bahwa aku mencintaimu?


Joon Young membalikkan badan Hae Woo sehingga posisi mereka saling berhadapan. Joon Young yang sudah menanggalkan pakaiannya, menatap Hae Woo penuh cinta (Ampuunnn edisi dewasa banget ini..^^)



Tetapi dihadapanmu,
aku hanya bisa mengatakan kata-kata kasar.
Oh Cinta hanyalah seperti dongeng sedih bagiku


Joon Young kembali mengecup lembut bibir Hae Woo. Hae Woo meniukmatinya dengan mata terpejam.



Sementara itu, Yi Soo menutup matanya seolah dia tahu apa yang malam ini Hae Woo lakukan dengan suaminya. Dia menggeleng, berharap itu seolah tidak terjadi. Atau mungkin dia menutup matanya, karena mengingat tragedi 12 tahun yang lalu itu. Tragedi yang memisahkannya dengan Hae Woo dan adik yang dia cintainya. Membuatnya tidak bisa menjadi Yi Soo dimata Hae Woo.
Yi Soo semakin menggenggam hiasan Hiu ditanggannya dengan erat.



Ciuman Joon Young, tidak hanya sekali, dua kali, bahkan lebih intim lagi.



Tetapi di dalam mimpiku
Aku berjalan bersamamu, dan mata kita saling memandang.
Dan dunia menghilang bersama tawamu

Aku menyentuh rambutmu
Dan mengatakan aku mencintaimu lagi dan lagi


Joon Young dan Hae Woo tidur setelah menunaikan tugas mereka (Haha..tugas malam..ronda maksudnya..^^)
Hae Woo berada dalam dekapan Joon Young.



Seperti itu aku ingin tinggal (Dalam mimpiku)
Ketika kubuka mataku,
aku sendirian di kamarku yang dingin.
Penuh alasan mengapa aku tidak bisa mencintaimu


Yi Soo membuka matanya, dia sepertinya tidak bisa menikmati tidur di kasur empuk malam ini. Matanya penuh tekad akan sebuah pembalasan.



Terlihatlah Jang Young Hee (Lee Ha Nui) memasuki hotel Gaya. Wajahnya cantik dan penuh senyum. Sepertinya dia wanita yang ceria. Dia adalah sekretaris Yi Soo.



Kim Joon membuka pintu kamarnya, dan sekretarisnya Jang tersenyum ramah padanya. Kim Joon mengucapkan selamat datang pada Young Hee. Young Hee berkata kalau dia datang terlambat karena pesawatnya tertunda.
Kim Joon tersenyum tidak mempersalahkan itu. (Dan sepertinya ini senyum KNG yang lumayan lebar.Hihi.)



Kim Joon mempersilakan Young Hee masuk, dan Young Hee tentu tidak menolak. Young Hee berkata kalau dia sudah membuat janji dengan Chairman Hotel Grand Bleu besok lusa.
Kim Joon tidak menanggapi itu, dan bertanya apa Young Hee lapar? Young Hee menjawab tentu saja dia lapar.
(Kalau Yi Soo ga bisa sama Hae Woo, minimal Young Hee bisa membuat Yi Soo bahagia..Lihat aja chubby mukanya..gemes aku..^^)

Young Hee menawarkan segelas soju dan kimchi, tapi Kim Joon menolak itu. Young Hee tahu kalau Kim Joon tidak mau menemaninya makan sehingga dia bertanya tidak apa-apan kan dia minum sendiri?
Kim Joon menjawab selama tidak ada pekerjaan, maka Young Hee boleh melakukannya. Dengan tersenyum Young Hee membenarkan kalau dia punya waktu luang saat ini.
Dia juga sudah mengurus petugas hotel yang biasanya menelpon untuk membangunkan, agar membangunkan Kim Joon di jam biasanya.
Young Hee juga berucap sampai jumpa besok.

Yi Soo hanya memadang Young Hee yang mulai melangkah keluar.



Diluar kamar Kim Joon, Young Hee memandang sedih. Sepertinya dia memang menaruh rasa lebih pada tuannya itu, atau memang perasaan iba saja. Melihat bosnya itu seolah manusia dingin yang tanpa emosi bahagia di hidupnya.



Jooung Young dan Hae Woo masih terlelap dalam tidur mereka. Tiba-tiba ponsel Hae Woo berdering, mengagetkan mereka. Joon Young melihat jam yang baru menginjak dini hari. Dia mengeluh, kenapa harus ada panggilan di jam-jam seperti ini?

Hae Woo mengambil ponsel, dan menoleh memandang suaminya. Dia meminta maaf karena membuat Joon Young terbangun.
Hae Woo menerima telepon itu, dan langsung membuka matanya yang tadi masih terpejam menahan kantuk, saat mendapat berita di seberang sana.

Penelpon itu mengatakan kalau dia tahu alasan mengapa Yi Soo dibunuh 12 tahun yang lalu.
Kalimat itu membuat Hae Woo tersentak, dia langsung bangun dari tidurnya. Berharap tidak salah dengar.
Joon Young seolah tahu itu berita penting, ikut mendengarkan percakapan istrinya.



Man Chul si penelpon itu, dia yang menghubungi Hae Woo. Man Chul sepertinya tidak sendiri, karena ada tangan yang memegang ponselnya.
Apakah Man Chul sedang diikat tubuhnya?

Man Chul meminta agar Hae Woo bisa datang ke tempatnya, untuk cerita yang lebih jelas. Hae Woo menyanggupinya, dan akan segera kesana.
Joon Young yang melihat perubahan ekspresi istrinya bertanya ada apa? Hae Woo hanya menoleh memandang suaminya dalam diam.



Di tempat itu, ponsel yang digunakan Man Chul, jatuh dan langsung diinjak-injak oleh orang yang menyekapnya.
Man Chul ketakutan.
Lalu terdengar pintu di tempat itu terbuka, seorang laki-laki melangkah mendekat. Karena suasana yang tanpa penerangan, Man Chul menyipitkan matanya untu melihat siapa pria itu.

Orang yang menamni Man Chul, tahu bosnya akan masuk sehingga dia keluar agar bosnya tidak terganggu.



Laki-laki itu mendekati Man Chul. Dia melangkah penuh percaya diri. Saat wajahnya sudah jelas, terlihatlah laki-laki itu adalah Yi Soo. Dia menatap Man Chul dengan tatapan membunuh.
Man Chul terkejut, dan bertanya siapa pria ini?
Yi Soo hanya tersenyum tipis, sambil mengunyah permen karetnya, dia memandang Man Chul dengan senyum menakutkan.
Man Chul berkata kalau dia mengira pria ini ada hubungannya dengan Han Yi Soo, tetapi bukan dia pembunuhnya. Percaya itu. Man Chul benar-benar ketakutan.



Yi Soo mengelus paha Man Chul dan berkata “Di dunia ini, dibutuhkan keseimbangan. Jika hanya satu sisi yang menderita karena perlakuan yang tidak adil, keseimbangan itu akan rusak. Di dalam hidupmu juga. Tidakkah kamu merasa perlu keseimbangan?”

Yi Soo berkata kalau dia akan memberi Man Chul satu kesempatan. Kesempatan untuk mengatakan hal sebenarnya di 12 tahun yang lalu.

Man Chul bertanya dengan takut-takut apa kalau dia sudah memberitahu yang sebenarnya, dia akan dibiarkan hidup?
Yi Soo memejamkan matanya, dan berkata “Aku memberitahumu..hidupmu juga..memerlukan beberapa keseimbangan.”



Pagi buta itu Joon Young langsung melajukan mobilnya menemani Hae Woo. Hae Woo cemas, dengan apa yang akan dia temui. Kebenaran apa yang akan dia dengar.
Joon Young melihat kegelisahan istrinya.



Di tempat mengerikan itu, Yi Soo duduk dengan posisi kesuakaannya, mendengar semua cerita Man Chul. Cerita lengkap yang harus dia dengar. Tentang ayahnya tentu. Kebohongan yang 12 tahun ini tertutupi,karena liciknya Eui Sun, dan serakahnya Man Chul.



Joon Young menoleh lagi menatap Hae Woo, dia melihat Hae Woo yang sepertinya tidak sabar untuk segera sampai, membuat Joon Young memacu cepat mobilnya.
Dia hanya ingin Hae Woo tenang.



Yi Soo yang sudah puas mendengar cerita Man Chul, berdiri dari duduknya. Man Chul berkata kalau bukan dia yang membunuh Han Young Man maupun Han Yi Soo.
Yi Soo menunduk sedikit, dan memegang pundak Man Chul. Dia membisikkan sesuatu di telinga Man Chul “Aku percaya padamu..”

Man Chul tahu kata-kata itu adalah sebaliknya. Dia yakin dia tetap akan mati hari ini.



Pintu kembali terbuka, dan masuklah orang tadi, dan Yi Soo pun melangkah dengan senyum saat berpapasan dengan orang yang akan mengeksekusi Man Chul. Senyum yang dingin, dan mematikan.



Orang itu mendekai Man Chul, dan saat sudah berada dekat, Man Chul sangat terkejut dengan mulut menganga menyaksikan apa yang ada di depannya.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar