Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 16 Part 1

 


Yoo Jae Hak sedang dalam perjalanan menuju kantornya, dia tiba-tiba membuka tas kerja dan melihat dua buku yang dibelinya namun tak pernah diberikannya pada Eun Jin. Kemudian Jae Hak bertanya pada sekretarisnya yang sedang menyetir, apa sekretarisnya suka buku? Sekretaris Jae Hak menjawab tentu saja dia suka.

Jae Hak pun menyodorkan buku itu pada sekretarisnya, dan sekretaris Jae Hak langsung menerima buku itu, lalu melihat judulnya. Saat membaca judul buku itu dia merasa itu buku yang sulit untuk dibaca. Jae Hak bilang, kalau sekretarisnya ga mau ya sudah. Sekretaris Jae Hak mengelak, dan menjawab bahwa dia akan membawa buku itu ketika bertemu para gadis. Dia rasa itu akan membuatnya terlihat seperti orang kaya.

[**]

Song Min Soo memasang wajah penuh senyum saat datang ke Officetel Noona nya. Dia bahkan membawa Brunch (Breakfast lunch) dan menyebut noonanya ahjumma yang malas, karena melewatkan sarapan pagi.

Kini mereka menikmati Brunch itu bersama, dan Mi Kyung berkata dari tadi dia sudah melihat sikap Min Soo yang seolah tak terjadi apa-apa. Jadi, mari sekarang mereka membicarakan topic utama yang sebenarnya.
Kemana sebenarnya kemarin Min Soo pergi?

Min Soo menjawab jujur kalau kemarin dia ke makam ayah.
Mi Kyung pun berkata “Aku..sudah berfikir dengan hati-hati, tentang apa yang harus aku lakukan untukmu. Jika kau ingin menikahi Eun Young, maka kau bisa melakukannya. Itu tidak masalah bagiku.”

“Kami sudah putus” itulah yang keluar dari bibir Min Soo.

Mi Kyung terkejut. Min Soo pun melanjutkan kalau dia sudah bertemu dengan Eun Young sebelum datang kesini. Dia ga bisa melanjutkan hubungan ini, demi semua orang.
Mi Kyung meminta agar Min Soo ga memikirkan orang lain, dan pikirkan saja tentang kebahagiaan Min Soo sendiri? Lakukan apa yang memang Min Soo inginkan.

Min Soo menjawab ini juga untuknya sendiri, dia sudah meyakinkan dirinya untuk putus. Mi Kyung dan Jae Hak adalah alasan kedua. Bukan alasan sebenarnya atas keputusannya mengakhiri hubungan dengan Eun Young.

Min Soo menahan tangis yang tertahan sambil berkata bahwa apa yang dia lakukan pada kakak Eun Young lah yang membuat dia memutuskan hal ini. Dia sungguh, saat itu tak berencana sedikitpun mencelakai Eun Jin. “Aku hanya ingin mengancamnya, aku rasa jika aku menakutinya, maka dia akan menyerah. Maka, aku mengiriminya surat. Tapi itu tidak berhasil, dia masih menemui kakak ipar. Melihatmu menangis setiap hari di ruanganmu. Jadi akupun meningkatkan ancamanku. Makanya aku meminjam mobil. Itu adalah mobil yang tidak berlisensi. Seharusnya saat itu aku menginjak rem, tapi entah kenapa aku malah menginjak pedal gas. Aku juga pergi ke RS untuk mengecek keadaannya. Aku memastikan keluarganya tidak terluka. Aku menerima semua itu sebagai takdir, seperti semacam tanda.”

Min Soo menangis menyesal, dia terisak dan tak mampu menahan apa yang dia rasakan saat ini. Ditengah tangisnya dia bertanya bagaimana bisa dia melakukan hal semacam itu? Dan sekarang, ternyata Eun Jin adalah kakak Eun Young, wanita yang dicintainya. Eun Young bisa-bisa mendapatkan hal-hal buruk karenanya.

Min Soo terus menangis tersedu-sedu di depan Mi Kyung. Mi Kyung yang melihat adiknya terisak, tak mampu juga menahan air matanya. Diapun ikut menangis sedih akan besarnya penderitaan yang Min Soo hadapi.

*lihat keduanya bikin aku malah ikutan pengen nangis. Pengen belai-belai si Min Soo, biar ga sedih lagi. Hihihi

[**]

Na Eun Young sudah sampai di kantor, dia di loker bersama dengan staf lainnya yang juga tengah bersiap. Rekan kerja Eun Young bertanya, apa berita buruk sedang terjadi? Kenapa wajah Eun Young terlihat sedih? Eun Young menjawab tak terjadi apa-apa kok. Rekan kerja Eun Young bertanya lagi, apa Eun Young putus dengan Min Soo? Eun Young kaget, dan bertanya bagaimana rekannya tahu dia dan Min Soo pacaran?

Rekan Eun Young menjawab jelas saja dia tahu, itu dengan mudah terlihat. Eun Young lalu bertanya bagaimana rekannya tahu dia dan Min Soo putus?
Rekannya menjawab, kalau dia melihat posisi Min Soo ditempati orang lain. Eun Young tak percaya mendengarnya.

[**]

Na Eun Young memutuskan bolos kerja, dan memilih bertemu dengan Mi Kyung. Saat mereka sudah bertemu, Eun Young mulai bertanya hal-hal yang aneh menurutnya, kenapa Min Soo harus keluar dari pekerjaan? Rasanya Min Soo seperti memutuskan semua yang berkaitan dengannya. Apa sebenarnya alasan Min Soo, dia benar-benar bingung.

Mi Kyung menghela nafas tak tahu harus berkata apa, Eun Young kemudian bertanya lagi, diantara mereka semua, sepertinya hanya dia yang ga tahu apa-apa. Min Soo ga mungkin mau memberitahunya, jadi dia mohon agar Mi Kyung bisa menjelaskan padanya tentang semua ini.

“Apa kau menyukai Min Soo ku?”

“Ya..”

“Apa rasa suka itu cukup untukmu bisa meninggalkan keluargamu?”

Eun Young kaget dan bertanya haruskah dia meninggalkan keluarganya jika dia ingin hidup bersama Min Soo? Mi Kyung tak menjawab dan hanya bilang, dia ga bisa memberitahu apa-apa pada Eun Young. Lebih baik, Eun Young tanya semuanya pada Eun Jin.

Semakin terkejutlah Eun Young, dia kemudian bertanya apa Mi Kyung kenal dengan Unninya? Mi Kyung mengangguk. Eun Young bertanya lagi, bagaimana bisa Mi Kyung kenal dengan Unninya? Mi Kyung kembali menyuruh agar Eun Young menanyakan itu pada Eun Jin saja.

[**]

Na Eun Jin sudah ada di rumah orang tuanya. Dia ada berdua dengan ibunya dan Eun Jin berkata kalau dia kemari bukan karena masalah dia dan Sung Soo, tapi karena masalah Eun Young.
Akhirnya setelah terdiam lama, Eun Jin menceritakan semuanya, jika Noona Min Soo, adalah Mi Kyung, istri Jae Hak, laki-laki yang pernah dikencaninya.
Terkejutlah Na Ra. Eun Jin hanya mampu menunduk, dia tahu ini pasti semakin membuat ibunya kecewa.

Eun Jin kemudian bertanya, apa yang harus dia lakukan pada Eun Young? Na Ra dengan lantang menjawab, bagaimana apanya, tentu saja Eun Young harus putus dengan Min Soo. Itu sudah jelas.
Tapi, tiba-tiba ponsel Eun Jin berdering, dan Eun Younglah yang menelpon.

Eun Jin menerimanya, dan Eun Young bertanya dimana Eun Jin sekarang? Eun Jin menjawab dia ada di rumah ibu. Eun Young pun meminta agar Eun Jin menunggunya, karena dia harus bicara dengan Eun Jin.

Setelah telepon usai, Na Ra yang tahu Eun Young akan datang menyuruh Eun Jin segera pergi, menurut Na Ra akan sangat ga baik jika Eun Young bersama Eun Jin saat ini. Terlebih Eun Young adalah orang yang meledak-ledak.
Eun Jin sebenarnya menolak, dia ga suka menghindar seperti ini, tapi Na Ra memaksa.


Sampailah Eun Young di rumah ibunya, dan dia melihat tak ada Unninya disana, dia bertanya pada Na Ra kemana Eun Jin pergi, dan kenapa pergi? Na Ra jujur menjawab kalau dialah yang menyuruh Eun Jin pergi.
Eun Young semakin yakin ada sesuatu terjadi. Na Ra menjawab dia ga tahu apa-apa. Dia malah bertanya kenapa Eun Young ga kerja, dan malah keluyuran di jam seperti ini ?

Eun Young menjawab kalau dia ada disini, setelah dia bertemu dengan Mi Kyung yang menyuruhnya bertanya pada Eun Jin tentang semua yang terjadi.
Na Ra tak peduli, dan memilih masuk kamar, Eun Young tentu menyusulnya. Dia berkata pada Eun Young kalau dia lelah dan mau tidur. Jadi lebih baik Eun Young pergi.

Na Ra langsung menyelimuti dirinya, dan Eun Young pun menarik selimut ibunya sambil berteriak apa ibunya akan terus memperlakukannya seperti ini? Na Ra duduk, dan bertanya kesal, apa baru sebentar berkencan, Eun Young akan langsung menikah dengan Min Soo? Eun Young menjawab, kenapa tidak? Bukankah alasan dia mengajak Min Soo ketemu ayah dan ibu, karena dia memang merasa cocok dengan Min Soo dan akan menikah.

[**]

Sung Soo menelpon Eun Jin dan bertanya apa Eun Jin masih belum bisa pulang? Eun Jin menjawab tidak, sekarang dia sedang dalam perjalanan kok. Eun Jin juga menceritakan semuanya, kalau tadi Eun Young mencarinya. Ibu menyuruhnya pergi karena sepertinya ibu ga bisa melihat dia dan Eun Young bertengkar.

Eun Jin juga jujur kalau dia sangat mengkhawatirkan Eun Young, tapi dia juga merasa takut. Sung Soo menjawab ada baiknya memang mengatasi kesulitan sedini mungkin.

[**]

Song Min Soo terdiam menatap kucing liarnya yang sedang makan, dia merasa seolah kucing itu mirip seperti Eun Young. Kemudian datang lah Mi Kyung mendekati Min Soo. Mi Kyung menceritakan pertemuannya dengan Eun Young. Tadi Eun Young berkata bahwa Min Soo keluar dari BANK, apa itu benar?

Min Soo menjawab, bagaimanapun juga dia memang harus berhenti. Dia sekarang harus mulai menyewa toko untuk membuka usaha Udon nya.
Mi Kyung juga berkata kalau Eun Young curiga dengan semua yang terjadi, dan dia meminta Eun Young tanya langsung pada Eun Jin.

Min Soo menjawab, cepat atau lambat Eun Young memang akan mengetahui semua, tapi yang dia takutkan adalah jika kebenaran tentang perbuatannya yang diketahui Eun Young. Kecelakaan yang dia sebabkan. Dia takut Eun Young mengetahui yang sebenarnya.

“Itu adalah sebuah kesalahan, kau tidak bermaksud melakukannya. Yang Eun Jin tahu itu adalah kesalahannya. Jadi, jangan khawatir.”

Mi Kyung juga berkata kalau dia benar-benar ingin berinvestasi di toko Udon Min Soo. Bagaimanapun dia harus mendapatkan pekerjaan karena dia akan berpisah dengan Jae Hak.
Min Soo meminta agar Noonanya bersantai saja, dan tidak usah bekerja.

Min Soo kemudian mengajak Mi Kyung bersenang-senang dengan melakukan perjalanan. Mi Kyung setuju, tapi dia harus mengeluarkan ibu mertua dari RS dulu. Min Soo menyebut Mi Kyung aneh, kenapa ketika mereka akan bersenang-senang, Mi Kyung masih saja memikirkan orang lain ?

Mi Kyung menjawab bagaimanapun Madam Choo adalah nenek dari anak-anaknya, dan setelah perceraian nanti dia pasti ga bisa ketemu dengan Madam Choo lagi.
Min Soo berkata kalau Mi Kyung sepertinya masih ragu dengan keputusan Mi Kyung.
Mi Kyung menjawab dia hanya bingung dan butuh waktu untuk berfikir. Tapi, dia akan memutuskan apa yang memang harus dia lakukan setelah dia berfikir dengan baik.

Min Soo kemudian cerita, kalau Eun Young pernah mengatakan padanya bahwa orang yang mirip akan selalu hidup bersama? Dia rasa Mi Kyung dan Jae Hak mirip, makanya dia yakin Mi Kyung dan kakak ipar akan terus hidup bersama. Sebelumnya dia memang ga tahu, tapi sekarang dia tahu tentang kalimat Eun Young itu.

Min Soo menyebut kalau Mi Kyung dan Jae Hak sama-sama bertindak setelah berfikir. Sama-sama tidak mampu mengungkapkan perasaan dengan baik. Itulah mengapa dia merasa Mi Kyung dan Jae Hak mirip.

Mi Kyung berkata “Kau seperti air yang tenang, bagaimana bisa kau begitu tenang?”

Min Soo menjawab, itu karena dia harus hidup. Mi Kyung kembali menahan tangisnya, tapi dia tak sanggup dan airmata kembali menggenang di pipinya.

[**]

Na Ra akhirnya mengajak Eun Young bicara empat mata di ruang keluarga. Disana Na Ra meminta agar Eun Young ga terlalu kaget. Eun Young dengan santai menjawab, dia ga apa-apa jika kaget dan langsung pingsan, yang penting dia tahu ada apa sebenarnya.

Na Ra kemudian menceritakan semuanya, kalau kakap ipar Min Soo adalah mantan selingkuhannya Eun Jin. Eun Young syok, dan terdiam cukup lama, dia menyebut kalau hal ini sama sekali ga masuk akal. Dia sekarang mengerti kenapa semua jadi aneh saat itu. Tapi ini tetap tak masuk akal menurutnya.

Na Ra bertanya apa saat itu Sung Soo juga aneh? Eun Young membenarkan, bahkan Sung Soo lah yang pertama kali mengajak mereka semua pergi dan membatalkan acara saat itu.
Na Ra terkejut dan yakin Sung Soo sudah bertemu dengan Jae Hak sebelumnya.
Eun Young kesal, dan bilang kenapa ibunya malah lebih penasaran daripada dia? Dia juga merasa ibu ada di sisi Eun Jin, dan bukan disisinya.

Na Ra membantah dan Eun Young terus menuduh, jika memang ibunya ga ada disisi Eun Jin, kenapa tadi ibunya menyuruh Eun Jin pergi, apa ibunya takut dia akan mengamuk di depan kakaknya? Na Ra mencoba membuat Eun Young mengerti kalau rumah tangga Eun Jin diambang perceraian, tapi Eun Jin tetap berusaha memberikan restu untuk Eun Young. Namun, coba lihat apa yang terjadi? Eun Jin malah mendapat bom besar.
Bukankah Eun Jin juga menderita karena ini?

“Lalu bagaimana denganku? Apa kau tidak berfikir bahwa hubunganku dengan Min Soo juga akan berakhir?”
Eun Young berteriak mengatakan hal tersebut pada ibunya, dia kecewa selalu dibedakan. Itulah yang dia rasa.

Na Ra beralasan kalau Eun Young dan Min Soo kan baru pacaran dan belum menikah. Terlebih Eun Young dan Min Soo juga pacaran baru sebentar.

“Jangan merendahkan cinta kami, hanya karena kami belum lama berkencan. Cinta kami lebih panas dan tulus lebih dari siapapun.”

Na Ra mengalah dan meminta maaf, kemudian Eun Young berkata kalau Min Soo lah yang paling aneh menurutnya. Dia rasa Min Soo tahu tentang ini. Na Ra semakin penasaran dan terus bertanya bagaimana Min Soo bisa tahu? Eun Young kesal dan menjawab seharusnya ibu membantunya dan bukan malah terus memberondongnya dengan berbagai pertanyaan hanya karena ibunya penasaran.
Na Ra ikut berteriak dan menjawab dia bertanya karena Eun Young tahu lebih banyak daripada dia. Jadi apa salahnya Eun Young menjawab pertanyaannya.

Eun Young menahan tangis dan memberitahu bahwa dia sangat menyukai Min Soo. Apa ibunya ga tahu ? Selama ini dia selalu perhitungan. Seperti yang ibunya tahu, setiap berkencan dia selalu menghitung seberapa besar keuntungan yang dia dapatkan, dan seberapa besar kerugian untuknya.
Bahkan ketika dia sudah mengkalkulasi semua, dia masih merasa sangat rendah.

Eun Young pun melepaskan tangisnya, dan berkata dia ga sanggup jika harus kehilangan Min Soo. Na Ra menatap iba melihat putrinya yang biasa terlihat tegar, tapi kini menangis histeris karena tak ingin kehilangan Min Soo.

[**]

Yoo Jae Hak datang ke kantor Min Soo, dan terkejut menyadari Min Soo berhenti. Diapun mencoba menelpon adik iparnya itu. Tapi, ponsel Min Soo tak aktif, membuat Jae Hak tersambung ke voicemail. Jae Hak pun mengirim pesan suara untuk Min Soo.


Di kamarnya, terlihat Min Soo memang menerima dan sedang mendengarkan pesan itu. Jae Hak berkata agar Min Soo menghubunginya setelah Min Soo mendengar pesan darinya ini.

[**]

Sung Soo kesal melihat tingkah Eun Jin yang ga segera msuk ke rumah dan menyelesaikan masalah dengan Eun Young. Eun Jin daritadi malah hanya berkeliling di sekitar komplek. Jika Eun Jin seperti ini terus bagaimana Eun Jin bisa menyelesaikan masalah Eun Jin? Eun Jin menjawab jujur kalau sebenarnya dia ga ingin masuk.
Sung Soo langsung menggenggam tangan Eun Jin dan memaksa Eun Jin masuk.

Eun Jin pun melihat tangannya yang digenggam Sung Soo, begitupula dengan Sung Soo yang menyadari jika dia sedang memegang tangan Eun Jin. Dengan kikuk Eun Jin melepaskan genggaman tangan Sung Soo, dan memilih membenarkan letak tasnya yang melorot. Merekapun sama-sama terdiam.

[**]

Kekuatan Eun Young mulai melemah, karena sedari tadi dia hanya menangis, Na Ra meminta Eun Young tak menangis terus karena Eun Young bisa pingsan. Eun Young dengan suara bergetar meminta ibunya menelpon Eun Jin, dan menyuruh Eun Jin datang.

Namun sebelum Na Ra menuruti keinginan Eun Young, suara Eun Jin terdengar di intercom rumah. Eun Young langsung bangkit berdiri untuk bertemu kakaknya. Na Ra memarahi Eun Jin dan bertanya, kenapa Eun Jin datang lagi.

Eun Young langsung memborbardir Eun Jin dengan bermacam pertanyaan. Na Ra menjawab, bukankah tadi dia sudah menceritakan semuanya pada Eun Young, jadi kenapa tanya lagi. Eun Young menjelaskan kalau dia harus mendengar semua kebenaran dari mulut kakaknya sendiri.
Na Ra mengatai Eun Young jahat, dan Eun Young membantah. Dia berkata dia tidak jahat. “Akulah yang terluka disini, tapi karena ibu mengira Unni lebih terluka, ibu jadi mengatakan aku jahat? Ibu menyuruhku untuk hanya diam dan melihat saja.”

Eun Jin tak tahan mendengar adiknya berteriak, dia akhirnya setuju untuk menceritakan semuanya pada Eun Young. Jadi, jangan berteriak pada ibu.
Eun Young semakin kesal, karena ibu dan Eun Jin seolah ada di sisi yang sama, saling membela satu sama lain, dan seolah menunjukkan bahwa disini cuma dia yang jahat.

Eun Young yang kesal berkata bukankah ini konyol, karena ternyata Unni selingkuh dengan pria beristri? Pria itu adalah kakak ipar dari Oppa yang selama ini dia cintai, dan sekarang karena masalah ini, Oppa yang dia cintai meminta putus dengannya.
“Lihat, siapa korban dalam situasi ini? Unni atau Aku ?” teriak Eun Young frustasi.

Eun Jin berkata dialah yang salah. Dia tidak menyangka hal ini akan terjadi pada Eun Young. Eun Young dengan air mata tertahan berkata jujur, kalau dia rindu saat-saat dulu, saat dimana dia dipangggil sebagai Eun Young adiknya Eun Jin. Tapi, kenapa Unninya jadi seperti ini sekarang? Kenapa Unninya bisa melakukan sesuatu yang salah?

“Aku selalu bertahan, setiap kali mendengar sesuatu tentangmu yang menjijikkan. Aku pikir, aku harus mengerti karena kau kakakku. Aku pikir, aku harus melakukan itu karena kita keluarga. Tapi bagaimana kau bisa melakukan hal seperti itu?”

Eun Jin tak mampu menjawab dan hanya bisa menangis. Dia tak ingin membela diri, karena memang semua adalah kesalahannya. Eun Jin hanya bisa meminta maaf.

Eun Young kembali berteriak dan bilang “Apa ini sesuatu yang bisa berakhir hanya dengan maaf?!!”

Dia kemudian bertanya bagaimana Eun Jin bisa kenal dengan Min Soo? Eun Jin menjawab dia ga tahu tentang Min Soo. Eun Young ga percaya, dia berkata lalu bagaimana Min Soo dan Eun Jin bisa saling kenal? Eun Jin menjawab jujur bahwa dia benar-benar ga tahu tentang Song Min Soo.

“Bohong. Lalu apa alasan Oppa menghindarimu? Kenapa dia harus menghindari pertemuan itu?”

Na Ra membela Eun Jin dan berkata bahwa Min Soo memang ga mencintai Eun Young, bagaimana bisa pria yang mencintai wanitanya tiba-tiba minta putus? Apa itu masuk akal?

“Jika itu benar-benar cinta, tanpa memberi alasan apapun, keluar dari perusahaan dan memutuskanmu, apakah itu namanya cinta?”

Eun Young menjerit kesal, dan Dae Ho datang diikuti Sun Ah, lalu bertanya kenapa Eun Young suka sekali menjerit? Tidak bisakah Eun Young tenang? Apa di rumah ini cuma ada Eun Young saja?
Na Ra menenangkan suaminya, tapi Dae Ho juga kesal, dia kecewa dengan Eun Young yang selalu menjerit seolah-olah hanya Eun Young saja yang memiliki masalah di rumah ini.

Dae Ho memilih masuk ke kamar, dan Sun Ah menjelaskan kalau ini terkait kontrak penjualan apartemen. Karena itulah, ayah mertua sedikit kesal. Pembeli ingin ayah mertua tanda tangan, tapi setelah ayah mertua tanda tangan, pembeli malah minta diturunkan harga jualnya. Na Ra ikut kesal, dan menyebut kalau ini namanya mempermainkan mereka.

Sun Ah bertanya pada Eun Young ada apa?
Eun Young tak menjawab dan memilih menatap tajam pada Eun Jin lalu berkata “Jika aku sampai benar-benar putus dengan Oppa, aku akan membencimu sampai aku mati”

Sun Ah terkejut mendengarnya, dia menghalangi Eun Young yang akan pergi dan bertanya kenapa Eun Young berkata kasar sekali pada Eun Jin? Eun Young yang sudah kecewa dengan nada sinis menjawab agar Sun Ah bertanya langsung pada ibu dan Unninya yang terlihat selalu hebat itu.

Eun Young kembali meluapkan kekesalannya. “Ibu apa ini namanya keluarga? Aku juga kecewa pada Ayah? Jika aku menjerit, ada alasan untukku menjerit, dan jika aku menangis, aku juga punya alasan kenapa aku menangis. Aku tahu kalian kecewa, tapi kalian ayah dan ibuku, dan aku putri kalian.”

Setelah itu Eun Young langsung pergi dengan perasaan marah dan kecewa yang luar biasa.

[**]

Sung Soo menelpon Eun Jin dan bertanya dimana Eun Jin? Eun Jin menjawab kalau dia sedang menunggu bis dan akan segera pulang. Sung Soo bertanya lagi bagaimana tadi?
Eun Jin menceritakan semuanya, dia berkata kalau Eun Young mengatakan hidupnya salah dan berteriak padanya. Sung Soo menyebut Eun Young kasar sekali.
Eun Jin tersenyum dan berterima kasih karena Sung Soo seolah membelanya. Dia sedikit merasa senang.

Sung Soo menyebut agar Eun Jin ga hanya mengingat hal-hal buruk saja tentangnya, karena dia juga banyak melakukan hal baik. Eun Jin hanya menjawab agar Sung Soo menunggunya, karena dia juga ingin mengantar ibu mertua.

[**]

Di dalam taksi yang dinaikinya, Eun Jin terus berfikir. “Menyedihkan, orang-orang yang mencintaiku, meninggalkanku dengan beberapa bagian yang rusak”

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar