Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 4 part 1

Episode 4 dibuka dengan pemandangan malam yang terlihat dari atap sebuah gedung. Dan berdirilah seorang remaja, dengan muka tertutup perban. Semuanya terbalut, dan hanya menyisakan mata saja.
Remaja itu, terlihat akan melompat, mengakhiri hidupnya.
Dia melihat kelangit, dan ada purnama disana.
Dengan segenap keyakinan dia mengangkat satu kakinya dan bersiap terjun dari ketinggian gedung ini. Namun ada tangan yang mencegahnya, membuatnya terkejut.



Episode 4

Han Yi Soo mengendarai mobilnya ditengah hujan. Berlainan arah terlihat mobil Joon Young dan Hae Woo yang juga melaju kencang. Hae Woo masih cemas, dan takut. Dia berkali-kali melihat jam di pergelangan tangannya. Joon Young mengetahui kepanikan sang istri. Dia mencoba menenangkan Hae Woo dengan menggenggam tangannya, sambil terus menyetir. Hae Woo membalas genggaman tangan Joon Young dengan memengangnya lembut. Beruntung memiliki suami seperti Joon Young yang memang selalu mendukungnya.



Kedua mobil itu berpapasan, tanpa menyadari satu sama lain. Hae Woo memang sempat menoleh, melihat mobil yang lewat disampingnya. Apakah ini firasat?



Hari sudah pagi saat Joon Young dan Hae Woo sampai di TKP. Hae Woo langsung turun dari mobilnya dan akan segera masuk ke tempat itu, tapi Joon Young mencegahnya. Dia memegang lengan Hae Woo, membuat Hae Woo menatap suaminya itu. Joon Young berkata agar Hae Woo masuk menunggu kepala Kim dulu, jangan masuk sendiri, karena bisa saja berbahaya.
Hae Woo menenangkan suaminya dengan berkata tidak akan terjadi apapun, tenang saja.

Joon Young berkata kalau Hae Woo bahkan tidak tahu siapa yang menelponnya dan membawa berita ini. Bisa saja ini jebakan. Hae Woo juga tidak tahu niat apa yang tersembunyi di balik semua ini.
Hae Woo menjawab kalau sudah bertemu, pasti dia akan tahu. Bagaimanapun dia harus masuk, dan melihat sendiri.
Joon Young lagi-lagi berkata kalau ini bisa saja membahayakan Hae Woo. Hae Woo menjawab kalau dia kan seorang jaksa untuk kasus-kasus kriminal, jadi Joon Young tidak perlu khawatir.



Hae Woo pun melangkah menuju pintu. Dia terdiam sebentar mengatur nafasnya, dan kemudian membuka ruang itu. Hae Woo masuk ke dalam dan Joon Young mengikutinya di belakang.
Hae Woo melihat ada seorang yang duduk membelakangi mereka, dan sedang melihat keluar jendela. Hae Woo menyipitkan matanya karena sinar mentari pagi sedikit menghalanginya untuk mengetahui secara jelas.



Saat berjalan mendekat, Hae Woo menyebut nama dan profesinya. Tapi, tidak ada jawaban dari pria yang terlihat duduk santai itu. Hae Woo penasaran,membuat kakinya terus melangkah. Hae Woo masih mencoba bertanya apakah orang ini yang menghubunguinya tadi?
Karena tetap tidak ada respon, Hae Woo mempercepat langkahnya untuk melihat pria itu. Dan saat dia sudah menatap dengan jelas apa yang ada di depannya. Hae Woo benar-benar terkejut. Bahkan sontak tubuhnya mundur kebelakang saat tahu kondisi Pria itu.
Joon Young yang melihat respon Hae Woo, ikut kaget, dan ingin melihatnya. Namun, Hae Woo melarang. Dia tidak ingin Joon Young melihat hal mengerikan ini.



Joon Young, tentu tidak takut. Dia harus memastikan apa yang membuat ekspersi istrinya seperti itu. Dan saat dia sudah melihatnya, Joon Young langsung menutup mata dan memalingkan wajahnya. Menjijikkan dan mengerikan.

Terlihat kondisi Man Chul yang sudah tidak bernyawa, dengan mata dan mulut terbuka. Didada Man Chul ada gambar lingkaran dengan warna merah dan sepertinya itu darah.
Darah korban.
Parahnya lagi, di kaki Man Chul terlihat berlubang dengan darah yang sudah mengering.
Benar-benar kondisi dimana sang pembunuh begitu sadis, dan tidak manusiawi.



Joon Young menyarankan agar mereka keluar saja dari ruang ini. Hae Woo hanya terdiam dengan mata masih menatap pada mayat Man Chul. Hae Woo merasa tidak asing dengan wajah korban di hadapannya ini. Dia kemudian teringat peristiwa 12 tahun lalu, dimana Yi Soo ditangkap, dan dia mengira itu karena Yi Soo mencuri jam tangan ayahnya. Saat itulah dia melihat Man Chul. Hae Woo berkata "itu dia". Joon Young bingung siapa maksudnya itu dia? Belum sempat Hae Woo menjelaskan, pintu terbuka kembali dan masuklah, Byung Bang Jin.



Sementara itu, di sebuah kamar mandi. Seorang pria sedang berendam di dalam bathup. Hanya punggunggnya yang terlihat. Dialah Yi Soo. Dia masih dengan tatapan dinginnya mengingat semua kejadian subuh tadi. Pengakuan Man Chul, dan kematiannya yang pasti akan menghebohkan kepolisian pagi ini.
Setelah selesai berendam, Yi Soo duduk dengan posisi favoritnya di sofa kamar tempatnya menginap.



Tempat itu mulai banyak didatangi pihak berwajib. Mayat Man Chul juga sudah dipasangi garis polisi. Terlihatlah Kim Soo Hyun (Lee Soo Hyuk), yang sepertinya merupakan kepala Kim yang disebut Joon Young tadi.

Bang Jin bertanya kepada petugas, apakah mereka menemukan sesuatu? Petugas menjawab kalau kasus ini benar-benar akan membuat kebingungan untuk mereka.
Hae Woo bertanya bagaimana dengan penyebab kematian korban? Petugas menjawab kalau secara pasti baru akan mereka tahu jika otopsi selesai, tapi untuk dugaan sementara korban meninggal karena racun.
Hae Woo kaget dan mengulang kembali kata racun itu?
Petugas mengiyakan dan menjelaskan kalau racun disuntik pada bagian belakang leher korban.
Bang Jin dan Hae Woo saling menatap.
Petugas kemudian menambahkan, jika lingkaran merah di dada korban, sepertinya memang menggunakan darah korban sendiri.



Hae Woo memutuskan keluar menemui Joon Young. Joon Young yang memang bukan berprofesi sama seperti istrinya, lebih memilih menunggu diluar, agar tidak mengganggu. Joon Young mendekat saat melihat Hae Woo keluar dari bangungan itu. Dia bertanya apa Hae Woo baik-baik saja? Hae Woo dengan perasaan menyesal ingin menunda bulan madu mereka. Dia berharap Joon Young tidak kecewa. Dengan sneyum Joon Young menjawab kalau dia memang sedikit kecewa, apalagi yang namanya bulan madu kan sekali seumur hidup. Tapi karena istrinya adalah seorang jaksa untuk kasus kriminal, maka tai dia sudah membatalkan reservasi mereka. Hae Woo kaget mendengarnya. Dia merasa Joon Young memang benar-benar mengerti akan apa yang dia inginkan, bahkan sebelum dia memintanya. Joon Young tersenyum memandang istrinya. Dan Hae Woo mengucapkan terima kasih pada Joon Young.



Hae Woo masuk kembali ke TKP, dan bertemu dengan kepala Bagian Kim. Kepala Bagian Kim meminta agar urusan ini dserahkan padanya, sehingga Hae Woo bisa langsung ke bandara untuk bulan madu. Hae Woo menajwab kalau dia dan suaminya sudah sepakat menunda ini. Kim Soo Hyun kaget, tidak percaya. Hae Woo meminta agar Soo Hyun menyelidiki korban.
Soo Hyun mencoba membatalkan niat Hae Woo untuk tidak mengambil kasus ini, dan segera berbulan madu. Tapi Hae Woo sudah bertekad, dan tak ada yang bisa menghalanginya. Dia berkata kalau mungkin polisi sudah menyelidiki korban, tapi apa Soo Hyun tidak menemukan sesuatu. Tolong perhatikan hal sekecil apapun, atau bahkan yang dianggap sepele, karena ini untuk penyelidikan.
Kim Soo Hyun masih mencoba untuk Hae Woo tidak mengkhawatirkan kasus ini, dan segera berbulan madu.
Namun, kali ini Hae Woo tidak mempedulikannya dan segera masuk ke TKP.

Kim Soo Hyun tidak mampu berkata apa-apa lagi dan menoleh memandang Joon Young yang hanya tersenyum.



Yi Soo masih asik terdiam dengan posisi kesuakaannya. Dia belum beranjak sedikitpun. Dia teringat saat air mata Hae Woo menetes di malam pernikahannya. Saat dia menyebut kata Polaris. Hae Woo menagis tersedu malam itu. Dia juga mengingat saat dia mendekap tubuh Hae Woo, merengkuhnya dengan penuh kerinduan. Dia msih merasakan cinta itu. Betapa rindunya dia pada satu-satunya gadis yang mengisi hatinya selama ini.

Yi Soo memejamkan matanya dan menarik nafas pelan. Seolah setiap matanya terpejam, dia bisa menemukan kembali dendam dan tujuannya. Dia sudah menunggu lama saat-saat seperti ini. Yi Soo menguatkan hatinya. Mampukah dia?
Saat Yi Soo membuka kembali matanya, dia teringat kembali hari dimana dia dinyatakan meninggal oleh semua orang.



Flashback

Tubuh Yi Soo remaja tergeletak tak berdaya setelah dihantam keras oleh truk yang memang sengaja ingin membunuhnya. Tangannya tiba-tiba bererak, menandakan dia masih hidup walau mungkin kondisinya sangat lemah. Dengan kekuatan penuh, Yi Soo mencoba membuka matanya, dan saat itu dia melihat Yoshimura Junichiro.

(Aku bingung deh, apa memang pelaku meninggalkan mayat Yi Soo begitu saja? terus kenapa ada si Yoshimura itu? Kok bisa dia tahu..gimana dia tahu?*kepo akut*)



Scene beralih di sebuah atap gedung di Tokyo. Terlihat remaja yang wajahnya terbalut perban berdiri tanpa takut diatas pembatas atap itu. Dia seolah berniat terjun dan mengakiri hidupnya. Sebelumnya dia memandang purnama yang menghias malam.



Saat satu kakinya sudah siap untuk melangkah dan membawanya tubuhnya jatuh ke bumi, saat itulah sebuah tangan menariknya keras ke belakang, membuatnya jatuh dan tetap hidup. Pria itu adalah Yoshimura Junichiro, dan remaja terbungkus perban tentu saja Han Yi Soo.
Yoshimura berkata bahkan setelah pengobatanpun, rasa sakit di bahu dan kaki Yi Soo tidak akan hilang sepenuhnya.
Yi Soo mencoba bangkit, walau menahan sakit. Yoshimura berkata tanpa dipercepat seperti yang Yi Soo lakukan tadi, setiap manusia juga pasti akan mati. Yi Soo bertanya kenapa Yoshimura membiarkan dia hidup? Yoshimura menjawab, karena saat itu Yi Soo sedang sekarat. Yi Soo berkata seharusnya Yoshimura membiarkan dia mati saja. Dengan berteriak Yi Soo bertanya apa hak Yoshimura sehingga menyelamtkan nyawanya?

Yoshimura berkata setidaknya Yi Soo harus bersyukur karena masih hidup.
Yi Soo berkata dia tidak pernah diminta untuk diselamatkan.
Yoshimura bertanya apa Yi Soo takut hidup dengan wajah yang berbeda?
Yi Soo kesal dan berkata agar Yoshimura tidak usah bersikap seperti yang paling hebat, karena Yoshimura tidak tahu apapun.
Yoshimura menjawab sabar kalau dia tahu satu hal. “Jika kau tetap hidup, cepat atau lambat, kesempatan itu akan tiba.Dalam hidup apapun bisa terjadi, seperti juga kemalangan yang kamu alami. Namun jika kau tidak punya keberanian untuk menghadapi kemalangan ini, maka aku tidak akan melarangmu melarikan diri.”

Yoshimura berkata kalau menyelamatkan Yi Soo yang sekarat adalah tugasnya sebagai manusia. Tapi untuk hidup, itu semua pilihan Yi Soo. Seperti apa Yi Soo akan hidup semua pilihan Yi Soo.



Yi Soo menangis, matanya berkaca-kaca. Yoshimura berkata “Meskipun semuanya tampak telah berakhir, jika kau tetap hidup, cepat atau lambat kesempatan itu akan tiba. Jangan lupakan itu Han Yi Soo”

Yoshimura meninggalkan Yi Soo. Dan Yi Soo merasa apa yang Yoshimura katakan benar. Kesempatan itu akan tiba,dia hanya harus bersabar. Yi Soo mengepalkan tangannya penuh tekad.



Flashback End

Yi Soo terlihat sudah rapi, dia akan keluar dari lift, dan tepat saat itu, Jo Eui Sun akan masuk ke dalamnya. Eui Sun terlihat sedang menelpon dengan menantunya, dan berkata harusnya Joon Young membujuk Hae Woo agar mau berbulan madu, tidak peduli bagaimana caranya.
Eui Sun tidak sadar akan tatapan Yi Soo padanya.

Yi Soo keluar lift, dan Eui Sun masuk ke dalamnya. Mereka berpapasan, dan tangan Yi Soo seolah akan mengepal tanda dia sangat marah bahkan saat hanya melihat Eui Sun.
Yi Soo menoleh ke belakang, menatap Eui Sun sebelum pintu lift tertutup, dan Eui Sun juga menatap Yi Soo.



Joon Young masih setia menemani istrinya. Terlihat Hae Woo sedang diskusi dengan Bang Jin, dan Soo Hyun datang menghampiri Joon Young, membawakan minuman untuknya. Soo Hyun duduk di samping Joon Young dan berkata karena kasus ini bulan madu Joon Young terpaksa di tunda. Joon Young hanya tersenyum. Soo Hyun melanjutkan kata-katanya, kalau Jaksa Jo Hae Woo adalah memang yang paling keras kepala nomer dua diantara semua jaksa di Korea. Joon Young menoleh, dan bertanya lalu yang nomer satu siapa? Soo Hyun menjawab, kalau tentu saja yang pertama ayah Joon Young. Jaksa Agung Oh Hyun Shik.



Bang Jin berkata pada Hae Woo kalau telepon yang dia dapat hanya mengabarkan adanya kasus pembunuhan. Penelepon secara rinci menjelaskan lokasi, dan nkorban, membuat Bang Jin menganggap itu bukan hanya telepon iseng yang mengganggunya. Jadi dia tidak mengabaikannya dan segera meluncur ke TKP. Hae Woo bertanya apa menurut Bang Jin, pelakulah yang menelpon? Bang Jin mengangguk dan menjawab, munkin saja, tapi bisa jadi itu saksi mata yang melihat korban.

Hae Woo berkata “Satu-satunya yang pasti adalah..ini berhubungan dengan kasus tabrak lari 12 tahun lalu, dimana ayah Yi Soo terlibat.”

Hae Woo berkata pasti Bang Jin tahu kan siapa si korban? Bang Jin mengangguk, dan Hae Woo menambahkan, kalau sebelum dibunuh, korban menelponnya dan bilang kalau korban tahu alasan Yi Soo dibunuh 12 tahun lalu. Itu artinya alasan Yi Soo meninggal, ada hubungannya dengan kasus tabrak lari ayah Yi Soo. Lingkaran pada tubuh korban, itu pasti ada maksudnya. Seperti sebuah pesan yang harus kita tafsirka, tapi saat ini dia benar-benar tidak bisa menebak apa arti lingkaran itu.

Bang Jin berkata kalau Hae Woo harus tenang. Untuk saat ini jangan membuat kesimpulan apapun, karena prasangka apapun, akan mempengaruhi penyelidikan. Hae Woo mengangguk tanda dia mengerti.
Bang Jin meminta Hae Woo beristirahat. Hae Woo tidak menggubrisnya, dan malah berkata kalau otopsi tubuh korban dia sendiri yang akan melakukannya. Bang Jin menolak. Dia berlata kalau lebih baik Hae Woo keluar dari kasus ini.
Hae Woo menolaknya dan berkata kalau dia yang akan bertanggung jawab untuk kasus ini. Apalagi ini kasus yang terjadi di wilayah hukumnya. Biar dia yang menangani.
Bang Jin menjawab itu sebabnya Hae Woo tidak boleh menangani kasus ini. Bang Jin beralasan kalau pelaku telah dengan cermat merencanakan kasus ini, agar Hae Woo yang menanganinya. Tidakkah Hae Woo paham, bisa saja ini memang dirancang agar Hae Woolah yang mengurus kasus ini.

Hae Woo menjawab dia tidak peduli. Bang Jin memotong kalimat Hae Woo dan berkata kalau Hae Woo tidak peduli, tapi dia peduli. Bang Jin melangkah pergi, dan Hae Woo mengejarnya. Dia tidak mau keluar dari kasus ini. Dia menarik lengan Bang Jin dan bertanya apa paman lupa alasannya menjadi Jaksa? Bang Jin tegas menjawab kalau dia tahu, dan karena alasan itulah Hae Woo tidak bisa menangani kasus ini. Bang Jin bahkan mengancam Hae Woo yang jika terus-terusan keras kepala seperti ini, maka dia akan melaporkan Hae Woo ke pihak yang berwenang.



Yi Hyun yang sedang berjalan menuju tempat kerjanya. Dia berhenti saat di depan sebuah toko ada teleskop. Dia terdiam meandang benda itu, dan berjalan mendekatinya.
Di seberang jalan, terlihat Yi Soo yang memandang dari jauh adik kesayangannya itu.



Yi Soo seolah melihat Yi Hyun kecil tersenyum saat memandang teleskop itu. Yi Soo ingin mendekat, tapi langkah kakinya tertahan. Hatinya melarang. Tiba-tiba Yi Soo teringat janjinya pada Yi Hyun dulu. Jika dia kaya, dia akan membelikan Yi Hyun sebuah teleskop. Yi Soo tersenyum mengenangnya. Berarti Yi Hyun tidak pernah melupakan dirinya sebagai kakak, bahkan sampai detik ini, Yi Hyun masih menyimpan kenangan itu. Yi Soo senang mengetahuinya.



Yi Hyun melanjutkan langkhnya. Dia benar-benar gadis yang ceria. Sedang Yi Soo mengikuti Yi Hyun dari seberang jalan. Yi Soo ikut tersenyum melihat keceriaan di wajah Yi Hyun.



Yi Hyun sudah sampai di tempatnya bekerja, dan saat dia bersiap melayani pelanggan, ternyata Hae Woo unni yang berdiri di depannya. Yi Hyun heran dan berkata bukankah seharusnya Hae Woo ada di pesawat saat ini? Hae Woo tersenyum menatap Yi Hyun.



Joon Young menunggu diluar. Dia terlihat sedang berbicara dengan ayahnya. Joon Young menjelaskan kalau Hae Woo ada kasus untuk ditangani sehingga mereka menunda bulan madu untuk sementara.



Yi Hyun menemani Hae Woo dan membawakan minuman untuk unninya itu. Dia masih penasaran kenapa Hae Woo masih ada disini, bukannya berbulan madu? Hae Woo bercanda dengan berkata kalau dia merindukan Yi Hyun, sehingga dia membatalkan bulan madunya. Yi Hyun tersenyum dan berkata tidak mungkin.

Hae Woo berubah serius, dan bertanya apa Yi Hyun menerima telepon aneh-aneh belakangan ini? Yi Hyun menggeleng dan bertanya kenapa? Hae Woo terdiam, membuat Yi Hyun memanggilnya.
Hae Woo akhirnya berkata kalau sebenarnya ada sebuah kasus terjadi dini hari tadi. Itulah alasan kenapa bulan madunya ditunda.
Yi Hyun bertanya kasus apa? Hae Woo menjawab agak sulit untuk dipastikan saat ini. Tapi mungkin kejadian 12 tahun yang lalu, baik itu kecelakaan ayah Yi Hyun atau kematian Yi Soo biusa berkaitan dengan ini.
Yiu Hyun terkejut.
(Ampuun ini anak, kok imut banget ya..mirip aku..Haha..^^)



Melihat ekspresi Yi Hyun yang terkejut, Hae Woo buru-buru mengatakan agar Yi Hyun tenang karena itu hanya dugaannya saja. Dia datang menemui Yi Hyun untuk bertanya sesuatu. Dia sudah melihat kembali kasus ayah Yi Hyun berkali-kali, namun tidak ada berkas kasus Yi Soo disana, kecuali pola darah dan foto kecelakaan. Benar-benar tidak ada apapun untuk menyelidikinya atau membuktikannya.
Yi Hyun yang masih kaget berkata apa yang ingin Hae Woo tanyakan padanya? Hae Woo berkata pada hari kecelakaan itu, apa Yi Soo mengatakan sesuatu yang aneh pada Yi Hyun? Atau mungkin Yi Hyun melihat sikap Yi Soo yang berbeda? Dia tahu, ini pertanyaan yang berulang kali dia tanyakan, tapi dia ingin Yi Hyun mengingatnya kembali dengan jelas. Hae Woo benar-benar meminta Yi Hyun berusaha mengingat hal sekecil apapun itu. Hal sepele yang Yi Hyun lewatkan.

Yi Hyun memutar kembali ingatannya saat dia masih kecil.Dan dia tahu kalau memang ada sesuatu yang dia lupakan. Dia ingat saat dia menemukan sebuah kunci di dalam kotak musiknya. Dia memberikan kunci bernomer 22 itu pada kakaknya.
Hae Woo yang mendengar penjelasan Yi Hyun heran. Kunci apa? Yi Hyun hanya mengatakan kalau kunci itu uga sudah ditemukan di lokasi Yi Soo kecelakaan. Makanya dia mengira itu bukan hal yang penting.
Hae Woo semakin kaget dan bertanya apa Bang Jin juga tahu soal kunci itu?



Bang Jin masuk ke kantor dan terkejut mendapati Hae Woo tetap keras kepala, dan tidak mematuhi perintahnya. Hae Woo sedang memeriksa kembali foto-foto kasus pembunuhan Man Chul.
Bang Jin mendekati Hae Woo dan memanggilnya Jaksa Jo. Hae Woo menengadahkan kepalanya menatap Bang Jin. Bang Jin bertanya kenapa Hae Woo ada disini? Hae Woo bukannya menjawab malah mengingatkan janji Bang Jin yang akan mentraktirnya. Kenapa tidak sekarang saja?



Bang Jin akhirnya menuruti keinginan Hae Woo, dan mentraktirnya. Hae Woo berkata kalau minum siang-siang seperti ini juga terasa manis. Dia bertanya kenapa Bang Jin ga makan? Bang Jin berkata agar Hae Woo mengikuti saran yang dia katakan. Dia tahu bagaimana perasaan Hae Woo. Belum sempat melanjutkan Hae Woo memotongnya dengan kalimat yang sama, kalau dia jugatahu perasaan Bang Jin. Hae Woo sadar kalau perasaan pribadi akan mempengaruhiu penyelidikan dan akhirnya menyebabkan masalah. Tapi, kenapa Yi Soo meninggal dan siapa yang bertanggung jawab akan hal itu dan untuk alasan apa, dia harus bisa mengungkap semuanya. Ini yang memang harus dia lakukan.

Bang Jin memanggil lembut nama Hae Woo. Ingin mencoba membatalkan niat Hae Woo. Namun Hae Woo melanjutkan kalimatnya, dia berkata apa Bang Jin lupa kalau dia dijuluki Si Gigi Geraham Dari Departemen Pembunuhan. Hae Woo memperlihatkan giginya, dan kembali berkata sekali dia menggigit, maka dia tidak akan melepaskannya. Dia akan melompat dan menancapkan rahangnya. Hae Woo bertanya apa Bang Jin ga pernah mendengar julukannya itu? Semua orang bahkan selalu menyebutnya.
Bang Jin membalas, apa Hae Woo juga ga tahu apa julukannya? Hae Woo dnegan lucu menjawab kalau julukan Bang Jin adalah Setan Kepala Batu. Haha



Hae Woo kembali serius dan berkata “Aku tidakingin menyesal selama sisa hidupku. Terus terang aku juga takut. Seperti yang kau bilang, aku juga takut dengan niat pelaku.Tapi jika aku tidak menemukan kebenarannya sendiri, Jika aku lari dari masalah ini karena takut, maka aku akan hidup dalam penyesalan selama sisa hidupku.”

Hae Woo juga berkata kalau hilangnya Yi Soo dari dunia ini, dan ayah Yi Soo meninggal karena diracuni, serta tidak ada yang dihukum atas kasus ini, tanpa ada penutupan apapun, pada akhirnya kasus mereka akan semakin dingin, karena tidak ada yang memperhatikan mereka.
Hae Woo berkata bisa saja ini menjadi satu-satunya kesempatan untuk memperbaiki ketidak adilan bagi Yi Soo.
Dia berjanji akan melakukannya dengan baik tanpa melibatkan perasaan pribadinya. Dia merasa cukup mampu untuk menangani kasus ini. Demi Yi Hyun, inilan yang harus dia lakukan. Jadi dia berharap Bang Jin mau membantunya.
Bang Jin tentu mana mampu menolaknya.



Hae Woo datang ke tempat suaminya bekerja, sekaligus hotel tempatnya menginap. (Enak ya punya hotel, bisa make ruang VVIP tiap harii..^^)

Terlihat dia sedang menelpon Bang Jin dan berkata ada sesuatu yang dia lupa tanyakan. Tentang kunci. Bang Jin menjawab kalau kunci itu menghilang.
Hae Woo kaget, dan berkata bagaimana bisa?
Bang Jin menjelaskan kalau dia menyimpan kunci itu diruang bukti untuk menemukan sidik jari, tapi kunci itu menghilang begitu saja.
Hae Woo berkata pasti orang dalam yang melakukannya. Apa tidak ada bukti untuk itu?



Hae Woo yang termenung setelah percakapannya dengan bang Jin selesai, tidak sadar kalau Joon Young ada di hadapannya. Joon Young tersenyum dan Hae Woo bertanya sudah berapa lama Joon Young disini? Joon Young menjawab, kalau sudah sangat lama.
Hae Woo balas tersenyum dan menggandeng lengan suaminya.Dia berkata kalau dia sepertinya terlalu jenius sehingga selalu fokus pada suatu hal. Joon Young menjawab dengan bercanda kalau sekarang dia sangat lapar sehingga bisa memakan si jaksa jenius ini.

Hae Woo kaget menyadari suaminya belum makan. Dia merasa tidak enak, karena tadi dia sudah makan dengan Paman Bang Jin. Joon Young menebak kalau Hae Woo juga minum alcohol. Hae Woo malu dan menutup mulutnya dengan tangan. Hae Woo menjawab hanya dua gelas saja. Dia merasa seperti akan ditendang Joon Young bahkan sebelu mereka bulan madu. Joon Young tersenyum berkata kalau Hae Woo mematuhinya maka dia akan memaafkan Hae Woo yang makan sendiri dan bahkan minum alcohol siang bolong begini.
Hae Woo bingung apa yang harus dia patuhi? Joon Young menjawab pertama-tama setelah mandi air hangat, mereka harus tidur. Joon Young tersenyum penuh arti pada Hae Woo.



Hae Woo malu dan berkata jangan keras-keras nanti ada yang mendengar. Dia malu.
Terlihat Yi Soo yang masuk hotel dan sepertinya juga menuju Lift dan melihat kemesraan Joon Young dan Hae Woo. Terdengar percakapaan mereka. Joon Young yang berkata apa tidur adalah dosa? Hae Woo malu dan meminta Joon Young berhenti. Joon Young menjawab tidak peduli apapun, mereka harus tidur.
(Haha. Kebelet tuh si Joon Young. Kebelet tidur maksudnya.^^)

Secara tidak sengaja, mata Hae Woo melihat Yi Soo. Dia jadi tidak enak, dan Joon Young menyadari itu. Yi Soo menundukkan kepalanya tanda menyapa mereka.



Joon Young bertanya apa Kim Joon tidur nyenyak semalam? Kim Joon menginyaka, bahkan ini tidur ternyenyak untuknya setelah sekian lama (Iya..udah berhasil melenyapkan Man Chul..hihi)

Joon Young mengeluarkan kartu namanya dan menyebutkan kalau dia Oh Joon Young. Kim Joon menerima kartu nama itu dan menjawab kalau dia sudah tahu. Joon Young heran kok bisa Kim Joon sudah tahu namanya. Kim Joon hanya tersenyum melihat Joon Young heran.



Saat lift sudah terbuka, keluarlah Jang Young Hee, yang terkejut melihat bosnya. Young Hee berkata kalau dia sedang mencari Kim Joon. Kim Joon mengajak Young Hee ke kamarnya. Hae Woo memandang Young Hee yang diajak ke kamar oleh Kim Joon (Jangan bilang mau cemburu lo..hihi)
Joon Young mempersilakan Kim Joon masuk duluan kedalam lift, Kim Joon pun tak menolaknya.



Mereka berempat pun berada pada satu lift. Terlihat sedikit canggung memang. Young Hee menanyakan apa Kim Joon sudah makan? Kim Joon balik bertanya pada Young Hee. Young Hee menjawab kalau dia belum makan. Tiba-tiba Kim Joon emngajak Young Hee makan bersama. Young Hee kaget dan menoleh kembali pada Kim Joon. Dia tanya apa yang ingin Kim Joon makan? Kalau Kim Joon tidak terlalu memilih, maka dia akan memilih menunya. Kim Joon tidak terlalu antusias, dan malah terkesan cuek. (Kasiian lo Young Hee)



Hae Woo ikut bicara, dan berkata kalau ada gang di sebelah hotel dan disana ada sebuah restoran yang enak. Disana menyediakan Kimchi Jjigae yang lezat. Kim Joon menoleh mendengar yang Hae katakan. Young Hee senang mendengar usul hae Woo, dan bertanya apa Kim Joon mau mencobanya? Kim Joon menjawab kalau Young Hee suka, dia tidak masalah.
Joon Young ikut memberitahu kalau anggur beras di restoran itu juga enak.



Mereka berpisah karena Young Hee dan Kim Joon duluan keluar dari lift. Mereka saling membungkuk memberi hormat. Saat Young Hee bertanya apa Kim Joon juga mau anggur beras? Sambil berlalu Kim Joon menjawab “Dalam mimpi”



Kata-kata itu membuat Hae Woo tersentak. Kata-kata yang sama yang pernah Yi Soo ucapkan padanya dulu. Dia ingat saat kakinya terluka dan minta digendong Yi Soo. Saat itu Yi Soo menjawab dengan kata-kata yang persis seperti yang Kim Joon ucapkan. Intonasinya pun sama.

Hae Woo terdiam memandangi Kim Joon bahkan sampai pintu lift tertutup dia masih belum menghilangkan efek terkejutnya. Kenapa bisa sama lagi? Malam itu tentang Polaris, dan sekarang…kalimat mereka..Yi Soo dan Kim Joon, semua terlihat sama.



Bersambung ke Part 2

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar