Senin, 19 Agustus 2013

Drama Korea Don't Look Back episode 4 part 2

Hae Woo terkejut mendengar apa yang diucapkan Kim Joon tadi. Kalimat itu sama persis dengan yang Yi Soo ucapkan padanya dulu. Semuanya sama, cara pengucapan atau nadanya saat berkata.

Part 2

Hae Woo yang termenung tidak menyadari saat Joon Young bertanya padanya. Joon Young bertanya apa benar Kim Joon itu memiliki nama Jepang Yoshiumura Jun? Joon Young yang tahu Hae Woo tidak mendengar perkataannya, bertanya ada apa? Hae Woo tersadar dan meminta Joon Young mengulangi pertanyaannya tadi.



Di kamarnya Kim Joon, Young Hee mengingatkan akan janji Kim Joon pada CEO Moon dari Grand Bleu Hotel. Kim Joon berkata dia tidak lupa. Kim Joon duduk di sofa kesukaannya, dan memegang bahunya yang sebelah kiri, yang mungkin terasa sakit. Benar yang Yoshimura bilang, bahwa Bahu dan kaki Yi Soo tidak akan sepenuhnya pulih.

Young Hee berkata kalau dia sudah berbicara dengan sekretaris Chairman Jo Sang Deuk melalui telepon, dan Chairman Jo menyatakan bersedia bertemu kapan saja. Kim Joon menjawab itu bagus. Young Hee pun mengucapkan selamat beristirahat pada Kim Joon.

Sebelum Young Hee keluar, Kim Joon menyerahkan secarik kertas padanya. Young Hee menerima itu. Kim Joon berkata kalau dia perlu seseorang untuk menjadi supirnya, jadi dia meminta Young Hee menghubungi orang itu.
Young Hee membaca nama di kertas itu. Tertulis Kim Dong Soo dan nomer yang bisa dihubungi.




Kim Dong Soo, dia terlihat sedang sibuk dengan pekerjaannya sebagai pengantar barang. Saat itulah Young Hee menelepon, dan mengatakan kalau ada wawancara untuk Dong Soo. Dong Soo bingung karena dia memang banyak mengirim lamaran pekerjaan pada beberapa tempat. Dong Soo merasa senang sekali saat tahu akan diwawancarai kerja, dan berjanji akan segera kesana.
Saat percakapan usai, Dong Soo tidak percaya kalau dia akan dihubungi oleh Hotel Giant. Ini benar-benar mengagumkan.



Young Hee yang juga sudah selesai menelpon Dong Soo, kembali melihat kertas yang diberikan Kim Joon padanya. Kertas berisi nama Kim Dong Soo. Mungkin Young Hee sedikit heran karena Kim Joon mencari sendiri supir untuknya.



Joon Young masuk kembali ke ruang kerjanya. Dia meminta sekretarisnya mencari foto CEO Hotel Giant, Yoshimura Joon. Dia sudah mencari di internet, tapi sulit untuk menemukan fotonya. Sekretaris Joon Young pun menyanggupi perintah itu. Sekretaris Joon Young bertanya bagaimana dengan bulan madu Direkturnya ini? Joon Young tersenyum menjawab kalau dia sudah menundanya.



Hae Woo terlihat berlari di tengah hutan. Hutan di dekat vilanya yang berujung danau yang indah. Tempatnya bersama Yi Soo dulu. Hae Woo terlihat ketakutan. Dan saat dia sudah sampai di tempat rahasianya itu, dia melihat seorang laki-laki disana. Laki-laki itu berada di hampir di tengah danau. Dia menoleh menatap Hae Woo, dan dialah Yi Soo remaja.

Hae Woo memanggil nama Yi Soo dengan nada sedih. Dia ingin mengikuti Yi Soo masuk ke dalam danau. Namun tiba-tiba ada tangan yang memegang pundaknya. Saat Hae Woo menoleh, dia melihat Yi Soo remaja menatapnya dingin.



Ternyata itu hanya mimpi. Hae Woo terbangun dengan wajah penuh rasa tidak percaya. Dia bersyukur itu hanya mimpi. Melihat Yi Soo memandangnya seperti itu, membuatnya takut. Hae Woo memejamkan mata dan mengatur nafasnya.
Dia merebahkan kembali tubuhnya di tempat tidur, saat itu ponselnya berdering.



Hae Woo membaca pesan itu dan matanya melotot karena terkejut. Dia bahkan bangun dari posisinya untuk melihat lebih jelas, seolah tidak percaya.
Segera setelah berpakaian, Hae Woo keluar dari kamarnya dan meluncur pergi. Pesan yang diterimanya sungguh membuatnya terkejut.



Sementara itu di kamarnya, Yi Soo masih duduk di sofa yang dia sukai. Seolah berfikir dalam diamnya. Yi Soo mengambil jaketnya dan melangkah pergi.



Hae Woo melajukan mobilnya dnegan kecepatan penuh. Kepanikan terlihat di wajahnya. Berkali-kali dia memandang ponselnya dan masih bingung dengan maksud si pengirim pesan itu.

Yi Soo juga terlihat sedang mengendarai mobilnya dengan santai. Apakah tujuan mereka sama?



Hae Woo sudah sampai di tempat yang sepertinya sesuai dengan pesan yang diterimanya. Ternyata itu adalah tempat dimana Yi Soo dan dia pernah bersekolah dulu. Dan tempat yang Hae Woo tuju adalah perpustakaan. Dia mencari-cari dengan teliti buku yang dimaksud. Hae Woo menemukannya, buku Chagall. Buku favoritnya.
Apa maksud pesan ini? Hae Woo masih belum mengerti.

Hae Woo membuka lembaran buku itu, sampai jatuhlah sesuatu yang terselip di dalamnya.
Sebuah foto. Hae Woo mengambil dan melihatnya.
Dia masih tidak paham dengan tempat di dalam foto ini.
Saat itulah, sebuah tangan yang ada dibelakangnya mengambil foto yang Hae Woo pegang.
Yi Soo kah?
Sepertinya bukan..



Ada karangan bunga di tempat abu ayah dan ibunya Yi Soo ditabur. Yi Soo ternyata ada disana, dia tahu itu pasti Yi Hyun adiknya yang menaruh disana. Ini kan peringatan hari kematian Ayah Yi Soo. Yi Soo seolah bisa membayangkan Yi Hyun yang tadi datang dan menaruh karangan bunga di tempat ini. Seolah nyata ada di depanya.
Dia seolah melihat Yi Hyun yang berdoa untuk ayahnya atau mungkin juga untuknya. Yi Soo tersenyum membanyangkan itu dan berkata kalau Yi Hyun tidak melupakan hari ini.



Lalu datanglah Nyonya Park yang mengagetkan Yi Soo. Nyonya Park terlihat membawa karangan bunga ditangannya.



Yi Hyun membuka kembali kotak musik itu, kotak musik yang merupakan kenangan terakhir sang ayah. Yi Hyun menempel foto keluarganya di dalam kotak musik itu. Foto dia bersama Yi Soo dan Ayahnya.



Lalu masuklah istri Bang Jin, wanita yang dipanggil Yi Hyun ibu (Dan ternyata bukan Nyonya Park..hiks..)
Yi Hyun langsung menyembunyikan kotak musiknya itu. Takut jika ibunya tahu dia lagi-lagi bersedih saat mengingat keluarganya.
Yi Hyun dengan sikap manjanya berkata agar ibunya memberikan makanan padanya. Dia bahkan tidak makan siang hari ini.



Kembali ke perpus. Tangan siapakah yang mengambil foto yang Hae Woo temukan? Tangan Byun Bang Jin ternyata yang sekarang dengan cermat sedang melihat apa maksud foto ini? Tempat apa ini, mereka berdua masih belum menemukan jawabannya. Hae Woo menunjukkan pesan gambar yang dia terima tadi. Gambar perpustakaan tempat mereka ada sekarang. Bang Jin melihatnya. Hae Woo bertanya apa Paman juga menerimanya? Bang Jin mengangguk membenarkan. Hae Woo menjelaskan kalau dia tahu tempat ini, karena dia pernah bersekolah di sini. Tapi kalau Bang Jin, bagaimana Bang Jin tahu?
Bang Jin memperbesar gambar pesan yang ada di ponselnya, dan terlihat jelas label nama sekolah di buku-buku itu.
Jadi karena itulah dia bisa mengetahuniya.



Bang Jin berkata kalau ini bisa saja telepon gelap, tapi bagaimanapun dia akan melacak siapa pengirimnya. Hae Woo berkata kalau dia semakin ga mengerti siapa yang melakukan ini, dan apa alasannya?
Dia menjelaskan kalau Yi Soo satu-satunya yang tahu kalau dia menyukai buku Chagall.
Bang Jin berkata kalau Yi Hyun juga tahu itu. Dia mendegar dari Yi Huyun, dan dia juga tahu. Istrinya juga tahu. Bahkan Joon Young juga pasti tahu. “Diantara hal-hal yang kita anggap rahasia, hampir tidak ada-ada yang benar-benar rahasia”

Hae Woo tahu itu benar. Dia berkata kalau mereka tahu tempat apa yang ada di foto ini, maka mereka bisa mendapatkan petunjuk, dan bisa saja petunjuk lainnya akan muncul. Bang Jin mengangguk membenarkan. Hae Woo bertanya apa Bang Jin bisa menebak kira-kira tempat apa ini? Bang Jin menggeleng. Dia juga sama bingungnya denga Hae Woo. Tapi karena ini adalah masalah yang dikirim pada mereka untuk dipecahkan, jadi mereka harus bisa mencari jawabannya.
Tapi yang jelas, jika Hae Woo tahu, hari ini adalah hari dimana Han Young Man dibunuh.

Hae Woo kaget, dan Bang Jin berkata kalau awalnya dia lupa. Tapi setelah memeriksa kembali berkas Young Man, dia jadi tahu.
Hae Woo langsung menyimpulkan, kalau maksud Bang Jin memberitahu bahwa ini adalah hari kematian ayah Yi Soo yang ternyata juga sama dengan hari dimana Man Chul dibunuh adalah pelaku sengaja membuatnya sama. Pelaku sengaja membuat Man Chul dibunuh tepat dimana hari ayah Yi Soo juga meninggal.
Bang Jin mengangguk membenarkan analisa Hae Woo. Hae Woo lagi-lagi memandang foto itu. Dan merasa teka-teka ini semakin rumit sepertinya.



Nyonya Park menaruh karangan bunga yang dia bawa tepat disamping punya Yi Hyun. Yi Soo melihatnya dari jauh. Dia mendekati Nyonya Park, yang sedang memandang pemandangan indah yang disajikan tempat ini.
Nyonya Park kemudian menoleh memandang Yi Soo, dan bertanya apa Yi Soo merupakan kerabat dari orang yang abunya ditabur disini? Dia berharap jika Yi Soo memang merupakan kerabat Han Young Man?
Yi Soo tersenyum manis dan menjawab kalau dia terpaksa harus mengecewakan Nyonya Park, dia tidak memiliki hubungan apapun dengan orang yang abunya ditabur disini. Dia hanya sedang tanpa sengaja ada di daerah ini, dan merasa takjub dengan pemandangannya indah.

Yi Soo bertanya kalau orang ini (Young Man) pasti orang terdekat Nyonya Park? Nyonya Park tersenyum malu, dan menjawab kalau dia dulu pernah menjalani cinta sepihak. Cinta bertepuk sebelah tangan dengan orang yang telah meninggal ini. Nyonya Park bertanya pada Yi Soo kalau dia pasti terlihat bodoh?

Yi Soo lagi-lagi tersenyum bahkan sampai melihatkan giginya dan berkata tidak. Nyonya Park berkata kalau sekarang dia merasa lebih baik, karena sudah menceritakan rahasia yang sudah dia pendam selama ini. Hatinya benar-benar merasa lega.
Nyonya Park juga bercerita kalau istri orang yang dia cintai juga ada disini. Dia bertanya pada Yi Soo, kalau istri orang yang dia cintai pasti mengerti akan perasaannya kan? Karena ini cuma cinta yang bertepuk sebelah tangan saja.
Yi Soo menajwab mungkin.
Nyonya Park tersenyum lega dan mengucapkan terima kasih pada Yi Soo karena mau mendengar rahasia kecilnya.
Yi Soo menjawab kalau dia merasa tersanjung karena sudah bisa mendengar rahasia Nyonya Park.

Saat Nyonya Park melangkah pergi, Yi Soo berkata tunggu membuat Nyonya Park menoleh dan menatap Yi Soo. Yi Soo berkata kalau dia akan mengantar Nyonya Park kemana[un Nyonya Park mau. Nyonya Park tersenyum dan mengucap tidak usah. Dia tidak mungkin merepotkan orang yang baru dikenalnya.



Hae Woo kaget mendengar penjelasan Bang Jin tentang kunci loker stasiun kereta api. Mereka masih berada di perpustakaan tempat Hae Woo dan Yi Soo dulu sekolah.
Bang Jin berkata kalau sepertinya Yi Soo menemukan beberapa bukti penting diloker itu, dan karena sebab itulah dia mengalami kecelakaan. Kecelakaan yang disengaja.

Hae Woo bingung dengan kata Bang Jin yang menyebut bukti penting. Bang Jin menjelaskan kalau bukti itu terkait Han Young Man dibunuh.
Hae Woo bertanya bagaimana Bang Jin bisa mengira kalau pelaku mencuri kunci itu?
Bang Jin menghela nafas dan menjawab siapa tahu. Ini hanya perkiraannya saja.
Hae Woo juga bertanya apa kira-kira ada yang melihat Yi Soo di sekitar stasiun itu? Bang Jin menjawab karena stasiun itu kecil, hanya ada satu petugas yang menjaga disana. Tapi petugas stasiun itu juga telah menghilang sejak hari itu. Berita ini semakin mengejutkan Hae Woo. Kenapa semua yang berkaitan dengan malam dimana Yi Soo meninggal, tiba-tiba menghilang.



Mereka keluar dari perpus,dan Hae Woo berkata kalau dia merasa seperti tersesat dalam labirin. Ponsel Hae Woo berdering, dan mertuanya yang menelpon. Hae Woo menerima dan menyapanya dengan sebutan Jaksa Agung. Hae Woo berkata kalau dia akan mempercepat masa liburannya, dan mulai kembali bekerja besok. Sepertinya ayah Joon Young ingin membujuk Hae Woo untuk tidak terus bekerja di awal-awal pernikahannya.

Hyun Shik di seberang sana berkata kalau akan memakan waktu dalam menyelidiki kasus ini, dan jika Hae Woo benar-benar terjun pada kasus ini maka tidak akan ada lagi waktu untuk bulan madu. Dia meminta Hae Woo mengambil waktu seminggu untuk beristirahat. Hae Woo menjawab tidak apa-apa. Mertua Hae Woo berkata kalau kasus itu tidak akan menghilang sementara Hae Woo beristirahat selama seminggu. Dia meminta agar Hae Woo memikirkan perasaan anaknya, Joon Young.
Hae Woo masih ingin menolak, tapi Hyun Shik memaksa dan berkata kalau dia juga sudah pernah terjun di kasus seperti ini tepat seumuran Hae Woo, jadi dia bisa paham. Tapi dia hanya ingin Hae Woo menuruti kata-katanya.

Hae Woo menjawab kalau dia mengerti, dia akan mengunjungi Hyun Shik bersama dengan Joon Young setelah masalah ini ditangani. Sebelum telepeon ditutp, Hyun Shik bertanya pada Hae Woo. Dia bertanya apa yang Jung Man Chul katakan saat mengubungi Hae Woo. Hae Woo kaget, dia bingung, haruskah dia memberitahu atau tetap merahasiakannya sampai semua jelas. Dan Hae Woo memilih tidak mengatakan yang sebenarnya. Hae Woo berkata kalau Man Chul hanya bilang ingin bertemu dengannya, dan tidak ada yang lain.



Hyun Shik setelah pembicaraan itu, terlihat berfikir. Dia teringat saat Eui Sun mendapat telepon dari Jung man Chul dan saat itu Eui Sun bahkan berkata kalaulebih baik dia menghabisi Man Chul sejak dulu. Hyun Shik berfikir apa kematian Man Chul ini ulah Eui Sun? Besannya?
Dia berharap apa yang dia pikirkan tidak benar.



Sebelum pulang, Hae Woo bertanya pada Bang Jin apa hasil otopsi Man Chul sudah keluar?
Bang Jin membenarkan. Hae Woo bertanya kenapa Bang Jin tidak memberitahunya? Bang Jin hanya diam, dan Hae Woo seolah tahu. Dia berkata kalau Racun itu terdeteksi kan? Racun bernama Neostigmin bromida. Sebuah racun yang 5 kali lebih beracun dari sianida yang menyebabkan serangan jantung. Bang Jin mengangguk membenarkan. Dia menambahkan kalau racun itu sama persis seperti racun yang dipakai untuk membunuh Han Young Man.

Hae Woo lagi-lagi dibuat terkejut dengan penemuan ini. Walu dia sudah tahu kalau racun itulah yang membunuh Man Chul. Hae Woo berkata “Tentang lingkaran itu..aku pikir itu adalah pesan yang mengatakan bahwa kita harus memulai kembali semua dari titik awal.”

Hae Woo berkata awalnya adalah kasus tabrak lari itu. Dia akan memulai menggali kembali dengan lebih teliti pada kasus itu. Bang Jin bertanya apa Hae Woo benr-benar akan emngambil wewenang atas kasus ini? Hae Woo mengangguk mantap, dan menjawab kalau sampai detik ini pikirannya belum berubah.
Bang Jin mengingatkan kalau kasus ini mungkin lebih kompleks daripada yang kita pikirkan. Kasus ini terlihat terlalu dalam dasarnya.

Hae Woo menjawab “Tidak peduli seberapa dalam akarnya, pasti akan ada akhir.”
Bang Jin menjawab kalau dia punya perasaan yang buruk terhadap ini.
Hae Woo memandang Bang Jin dan berkata kalau apapun yang Bang Jin katakan, dia tidak akan merubah keputusannya, dan tidak akan menyerah.



Saat Hae Woo akan masuk ke mobil, tiba-tiba Bang Jin berkata kalau saat itu ada seorang saksi. Hae Woo berhenti membuka pintu mobilnya dan kembali menatap Bang Jin serius. Bang Jin berkata kalau saksi itu mungkin tidak dimasukkan dalam berkas kasus karena usianya yang masih 7 tahun. Tapi sekarang dia pasti sudah SMA.



Kim Soo Hyun menemui satu-satunya saksi tabrak lari itu, Namanya Kang Dae Hoo. Dae Hoo bertanya anda siapa?



Yi Soo ternyata jadi mengantarkan Nyonya Park pulang. Pulang ke rumah Jo Sang Deuk. Orang yang banyak dipuji-puji pahlawan oleh masyarakat Korea.
Nyonya Park mengucapkan terima kasih pada Yi Soo yang mau mengantarkannya. Karena diantar Yi Soo dia bisa pulang dengan selamat dan nyaman.
Saat Nyonya Park sudah masuk ke dalam rumah, Yi Soo keluar dari mobilnya dan melihat rumah itu. Rumah yang masih nyaman untuk ditinggali Sang Deuk, dia mungkin juga mengingat bahwa dia pernah 12 tahun lalu berada di salah satu bagian rumah ini.



Sang Deuk sedang menatap foto Hae Woo dan Joon Young. Mereka terlihat serasi dan bahagia. Oh Hyun Shik juga ada di ruangan itu. Dia berbicara tentang Hae Woo yang tidak terlalu terbuka, tapi dia berhasil menemukan alasan Man Chul menguhubungi Hae Woo, karena Man Chul punya info penting kenapa Yi Soo dibunuh.
Sang Deuk berkata kalau sepertinya itu cukup mengejutkan. Hyun Shik membenarkan, kalau dia juga tidak menduga hal ini, karena bahkan polisi dan jaksa menyimpulkan kasus itu sebagai kecelakaan tabrak lari dengan mayat yang menghilang.

Sang Deuk bertanya apa Man Chul memberitahu alasannya pada Hae Woo? Hyun Shik menjawab kalau Man Chul telah terbunuh sebelum sempat mengatakan alasannya.
Sang Deuk terlihat lega, karena rahasiuanya belum terbongkar. Dia kemudian berkata sepertinya Hyun Shik punya alasan kenapa menemuinya saat ini?Hyun Shik menceritakan tentang yang didengarnya dari mulut Eui Sun malam itu, kalau Eui Sun seolah berniat membunuh Man Chul.
Sang Deuk berkata kalau Hyun Shik sepertinya salah paham, anaknya itu adalah seorang anak anjing yang gampang takut dan menggonggong saat bertemu harimau. Eui Sun tidak mampu melakukan lebih daripada menggonggong.
Hyun Shik meminta maaf jika pertanyaannya menyinggung Sang Deuk.

Sang Deuk tidak mempermasalahkannya. Dia hanya khawatir kalau cucunya harus mengambil kasus ini. Bisakah Hyun Shik menghentikan Hae Woo? Hyun Shik kaget, dan Sang Deuk tertawa, dia berkata kalau cucunya sama seperti dia sangat keras kepala. Kalau Hyun Shik melakukan tindakan gegabah untuk menghentikannya, itu tidak akan mempan untu Hae Woo. Hyun Shik menjawab kalau dia mengerti akan hal itu. Dia berjanji akan mencari solusinya.



Hae Woo dan Bang Jin menemui Dae Hoo, dan Hae Woo bertanya tentang kecelakaan tabrak lari itu. Dae Hoo menjawab kalau kejadian itu sudah lama sekali, dan dia sudah tidak ingat. Hae Woo meminta agar Dae Hoo mengingatnya sekali lagi. Dae Hoo kesal dan berkata kalau dia benar-benar tidak bisa mengingatnya. Lagipula, kalapun dia ingat, Hae Woo pasti tidak akan percaya padanya.
Dae Hoo memilih masuk ke dalam rumah, dan Bang Jin tiba-tiba berkata jam tangan pada Dae Hoo, membuat langkah Dae Hoo terhenti. Hae Woo pun menoleh memandang Bang Jin. Tidak tahu tentang adanya bukti berupa jam tangan itu. Bang Jin berkata kalau bukankah Dae Hoo menyebut melihat jam tangan mengkilap yang dijatuhkan pengemudi waktu itu.
Dae Hoo menjawab kalau dia tidak ingat. (Sepertinya Dae Hoo berbohong.)

Dae Hoo masuk ke dalam, dan Hae Woo ingin mengejarnya, tapi Bang Jin mencegah. Hae Woo akhirnya bertanya pada Bang Jin apa maksudnya jam tangan itu?



Hae Woo dan Joon Young sedang dalam perjalanan ke rumah. Hae Woo terlihat diam, masih berfikir tentang fakta jam tangan yang tidak tertulis di berkas kasu tabrak lari itu. Hae Woo kemudian ingat, saat malam Yi Soo bertanya tentang jam tangan ayahnya. Apakah jam tangan ayahnya masih ada di rumah? Bahkan malam itu Hae Woo mengira Yi Soo dipenjara karena dituduh mencuri jam tangan ayahnya.
Hae Woo kaget menyadari ingatannya itu. Jangan-jangan ayahnya terlibat dalam kasus ini, dan ayah Yi Soo yang harus menanggunggnya?



Sang Deuk menelpon kaki tangannya, meminta agar orang itu menyelidiki siapa-siapa aja yang ada di sekeliling Man Chul sebelum kematiannya.?
Sang Deuk berkata kalau dia ingin menghabiskan waktu tuanya dengan tenang, tapi ternyata masalah ini belum juga berakhir.



Sementara itu di lain tempat, Kim Joon terlihat bersama Young Hee bertemu dengan CEO Moon dari Hotel Grand Bleu. Ceo Moon membantah kalau dia menjual hotel demi uang. Kim Joon menjawab kalau dia tahu itu. Apalagi predikat CEO Moon adalah ayah dari para malaikat miskin, yang membiayai anak-anak yang memerlukan bantuan.

Kim Joon mengatakan itu sambil mengedarkan pandangannya ke foto-foto dimana CEO Moon memang sedang bersama anak-anak miskin yang butuh bantuan. Terlihat dermawan dan penuh kasih sayang.
CEO Moon tersenyum bangga, mendengar pujian dari Kim Joon.



Kim Joon berkata kalau syarat-suyarat penjualan hotel yang CEO Moon inginkan, Hotel Giant akan memenuhinya. CEO Moon berkata kalau dia sudah membuat kesepakatan lisan dengan Direktur Hotel Gaya, Oh Joon Young. Walapun memang belum menandatangi kontrak, sebuah janji lisan juga merupakan janji.Apalagi janji yang dia buat adalah bersama orang sehebat Direktur Joon Young. Jadi dia tidak ingin melanggar janji itu.

Kim Joon menyenderka tubuhnya disandaran kursi, dan memainkan jemarinya sambil berkata dengan dingin kalau CEO Moon harus melanggar janji itu. Young Hee menoleh mendengar kata-kata bosnya itu.
CEO Moon terkejut dan bertanya apa maksudnya?
Dengan tatapan dinginnya Kim Joon berkata kalau Hotel Grand Bleu akan diambil oleh oleh Hotel Giant.
CEO Moon merasa ini sudah keterlaluan, dan menyuruh Kim Joon pergi.

Kim Joon tersenyum tipis, dan mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya. Sebuah alat perekam, yang berisi suara seorang anak bernama Bo Bae. Anak itu sepertinya mengalami perlakuan buruk dari orang yang dipanggilnya ayah. Tangan CEO Moon bergetar saat mendengar rekaman itu.
Kim Joon memandang ketakutan di ekspresi wajah CEO Moon dengan senyum magisnya.



CEO Moon membanting rekaman itu, dan Kim Joon dengan masih diposisi kesukaannya berkata kalau dia sudah menyimpan yang asli, jadi percuma walau dihancurkan. Kim Joon berkata kalau Bo Bae sepertinya anak adopsi CEO Moon. Dan sepertinya CEO Moon sering melakukan kekerasan pada Bo Bae. Sehingga sekarang Bo Bae ada di Rumah Sakit Jiwa.
CEO Moon membantah dan berkata kalau itu fitnah.

Kim Joon tidak peduli dan berkata kalau dia memiliki banyak uang,dia bisa melakukan apapun. Menyuruh para saksi untuk berkata yang sebenarnya itu mudah untuknya. Apalagi dia masih punya bukti lainnya.
CEO Moon yang ketakutan menjawab kalau itu adalah masa lalu, dan dia sangat menyesal. Dia sudah menjadi manusia yang lahir kembali saat ini.

Kim Joon dengan dingin menawab “Sebuah pebuatan salah yang pernah anda lakukan..tidak akan pernah bisa terhapuskan. Saya tidak percaya bahwa manusia dilahirkan kembali. Seorang manusia jahat, hanya akan menjadi semakin jahat”

Young Hee bahkan mendengar kalimat Kim Joon dengan perasaan takut. Dia tidak percaya Kim Joon bisa melakukan apapun untuk mencapai keinginannya.



Kim Joon berkata karena CEO Moon adalah orang yang sudah menyesali perbuatannya, itu artinya CEO Moon siap untuk mengakui kesalahannya. Jika CEO Moon memiliki keberanian, dia akan emngirimkan bukti-bukti ini kepada pers, dan dia akan mundur dari transaksi ini.

CEO Moon menyerah dan tidak merasa punya pilihan lain, daripada nama baiknya tercoreng, lebih baik dia menyetujui menjual hotel ini pada Kim Joon.



Hae Woo masih memikirkan tentang jam tangan yang Bang Jin katakan, dan ingatannya malam itu. Malam dimana Yi Soo masuk penjara karena menghajar Man Chul.
Dia akhirnya memilih bertanya pada ayahnya. Apa benar ayahnya terlibat dalam kecelakaan tabrak lari 12 tahun lalu,dimana Supir Han yang harus menanggung kesalahan itu? Eui Sun tentu mana mau mengaku. Dia bertanya dimana Hae Woo mendengar hal-hal aneh seperti ini? Tapi, yang jelas dia tidak ada hubungan dengan ksus itu. Apalagi Supir Han sudah menyerahkan dirinya sendiri kan? (Neng, ,kamu jadi jaksa berapa tahun ya,, mana ada sih penjahat ngaku..Hadewh..-_-)

Hae Woo hanya berkata kalau dia akan membuka kembali kasus itu. Dia akan menyelidikinya dari awal. Kalau ayahnya memang tidak bersalah, tentu ayahnya tidak akan peduli jika dia menyelidikinya kembali. Eui Sun menjawab silakan saja, dia memang tidak peduli.
Hae Woo berkata kalau begitu dia akan mempercayai ayahnya. (Kalau udah dikasih tahu, musuh ya langsung lari duluan..biar ga ketangkep -_-)

Saat Hae Woo akan meninggalkan ayahnya, Eui Sun berkata kalau kasus ini bukankah sudah selesai, itu kasus 12 tahun lalu, jadi bagaimana Hae Woo akan menyelidikinya?
Hae Woo menjawab kalau detektif yang bertanggung jawab atas kasus itu telah dibunuh, maka dia yang akan mengambil alih kasusnya.



Sang Deuk sedang berbincang dengan cucu mantunya. Dia berkata kalau dia sudah tua dan jadi egois dengan meminta Joon Young tinggal di rumah mereka, agar dia tidak merasa kesepian.
Joon Young menggeleng dan malah mengucap terima kasih karena dia merasa kalau dia dan Hae Woo akan aman kalau tinggal bersama Sang Deuk.

Hae Woo sudah selesai dengan ayahnya dan ikut bergabung dengan kakek serta suaminya. Kakek bertanya apa yang dirahasiakan Hae Woo dengan ayahnya? Hae Woo tersenyum membenarkan. Kakek berkata kalau skarang Hae Woo harus bersiap untuk pergi.
Hae Woo bingung, pergi kemana?
Kakek menjawab kalau dia sudah menelpon dan memperispkan Villa untuk Hae Woo dan Joon Young, jadi dia ingin Hae Woo menghabiskan akhir pekan disana.

Hae Woo menolak, dan berkata ada banyak hal yang harus dia kerjakan. Kakek berkata kalau ini tidak adil bagi Joon Young. Hae Woo emandang suaminya, dan Joon Young menawab kalau dia tidak apa-apa kok.
Sang Deuk menjawab kalau dia merasa keberatan.
Kakek menatap Hae Woo dan berkata setelah beristirahat beberapa hari, maka Hae Woo bisa kembali bekerja dan akan lebih produktif jadinya.
Hae Woo masih mencoba menolak, namun Kakek memaksa dan meminta Hae Woo mendengarkan kata-katanya. Jangan membantah. Lagipula Seoul dan Villa hanya berjarak 2 jam, kalau memang ada yang penting, Hae Woo toh bisa langsung pulang.

Joon Young lah yang akhirnya mengucap terima kasih pada kakek dan tersenyum senang pada Hae Woo. Sedang Hae Woo tidak bisa berkutik apapun.
Sebelum beranjak pergi, Kakek berkata kalau dia sudah mengundang tamu penting untuk makan siang di Villa
besok.
Hae Woo protes dan berkata tadi aja Sang Deuk menyuruhnya istirahat dan berlibur, tapi malah mengundang tamu penting. Kakek menjawab kalau tamu itu paling tidak harus ditemui Joon Young walaupun hanya sekali saja.



Jang Young Hee masuk ke kamar Kim Joon untuk menyerahkan data yang Kim Joon minta. Tapi langkah Young Hee terhenti karena bosnya sedang tertidur pulas. Young Hee menaruh data itu di meja, dan saat akan keluar ruangan, Young Hee membatalkan niatnya.
Dia mendekati Kim Joon yang sedang tertidur dengan posisi santai. Lalu ada yang terjatuh dariu tangan Kim Joon. Young Hee melihat itu dan mengambilnya.
Sebuah hiasan berbentuk Hiu.



Flashback

Tokyo 4 tahun lalu

Di sebuah akuarium Hiu, Yi Soo memandang Hiu yang terus bergerak itu dengan tatapan sedih. Dia mendekat,dan menempelkan tangannya pada kaca seolah ingin menyentuh Hiu itu.
Masih ditempat sama, disisi lain akuarium itu, terlihat Jang Young Hee yang juuga sedang mengagumi Hiu.



Saat sudah keluar akuarium, tiba-tiba ada yang berteriak minta tolong. Yi Soo berhenti berjalan dan melihat apa yang terjadi. Ada seorang pria yang membawa lari dompet seorang wanita, dan Jang Young Hee langsung menghadang pencopet itu. Dia berusaha merebut apa yang sudah laki-laki itu curi. Pencuri itu pun lari melewati Yi Soo, namun Yi Soo diam saja dan tidak menangkapnya.



Young Hee memandang laki-laki itu dengan sedikit tidak suka. Bagaimana bisa laki-laki diam saja melihat ketidakadilan? Ternyata Young Hee mengikut Yi Soo, mencegatnya dan berkata permisi, sambil membungkuk hormat.
Young Hee tersenyum manis pada Yi Soo, dan berkata kalau laki-laki seperti Yi Soo tidak boleh diam saja melihat apa yang terjadi tadi. Bahkan Young Hee memuji Yi Soo yang memiliki wajah tampan, tapi ternyata berkelakuan kurang baik. Ketampanan Yi Soo akan sia-sia jika sikap Yi Soo seperti itu. Laki-laki harusnya tidak begitu. Mereka harus saling tolong menolong, apa Yi Soo tidak tahu itu?
Yi Soo hanya diam tanpa berkata apapun.



Saat Young Hee akan pergi, Yi Soo berkata dengan bahasa Korea kalau tali sepatu Young Hee lepas. Young Hee kaget karena pria tampan ini dari Korea..sama sepertinya.
Yi Soo melangkah pergi, dan Young Hee jadi tidak enak. Dia menyusul Yi Soo dan meminta maaf kalau tadi Yi Soo tersinggung. Tapi walaupun meminta maaf, Young Hee tetap berkata kalau yang Yi Soo lakukan tadi salah, terlepas dari pria atau wanita, Yi Soo harus membantu orang yang minta tolong.

Yi Soo sih cuek saja, membuat Young Hee berdiri di hadapan Yi Soo, menghadang jalannya. Young Hee berkata kalau ada yang sedang bicara harusnya Yi Soo memperhatikan. Saat sudah berhadapan Young Hee hanya berkata maafkan aku.
Yi Soo senyum-senyum sendiri setelah Young Hee pergi. (Dan sumpah sneyumnya manis banget loo..bisa buat tambah-tambah teh anget..*loh..apaan?*)



Hotel Giant sedang melatih para karyawan baru bagaimana cara yang benar dalam menyambut tamu. Diantara karyawan baru itulah ada Jang Young Hee.
CEO dan petinggi-petinggi hotel Giant datang, dan tentu saja ada sambutan pada mereka.

Para petinggi itu melewati Young Hee, dan Yi Soo yang merupakan CEO Hotel Giant bahkan menatapnya. Young Hee jelas saja kaget dan tidak menyangka, orang yang dia temui itu adalah CEO Hotel Giant, tempatnya sekarang bekerja.



Chairman Yoshimura meminta Youg Hee menemuinya. Mereka berdua sama-sama tersenyum penuh makna.



Flashback End

Young Hee masih memegang hiasan berbentuk Hiu itu ditangannya. Dia memandang Kim Joo yang sedang tertidur. Kemudian dia menaruh hiasan Hiu itu di meja, dan berdiri akan kelaur dari kamar Kim Joon, namun tiba-tiba Kim Joon menyebut satu nama dalam tidurnya “Hae Woo..”

Young Hee menoleh dan memandang Kim Joon. Terlihat kening Kim Joon berkerut, mungkin ada yang buruk dalam mimpi Kim Joon.



Sinar mentari menyinari kamar Joon Young dan Hae Woo di Villa. Joon Young sendiri sudah bangun, dan menatap Hae Woo yang masih terlelap dengan pandangan penuh cinta.
Hae Woo membuka matanya dan bertanya dengan malas jam berapa saat ini?
Joon Young tersenyum dan menjawab kalau sekarang jam 9 lebih.
Hae Woo bertanya jam berapa Joon Young bangun? Joon Young menjawab kalau dia baru saja bangun, dan menyuruh Hae Woo tidur sebentar lagi.

Hae Woo menolak dan berkata kalau dia sudah banyak tidur. Hae Woo bangkit dari tidurnya dan berkata kalau kata kakek benar, dia merasa pikirannya menjadi tenang setelah ada di Villa ini. Joon Young bercanda dengan bertanya apa mereka perlu menginap disini sebulan?



Joon Young mengajak Hae Woo sarapan, dan Hae Woo terkejut melihat apa yang tersaji di meja makan. Hae Woo berkata kalau dia sepertinya telah melakukan pilihan dengan baik, dengan menikahi Joon Young. Hae Woo memuji Joon Young yang tampan, baik, cakap, dan memiliki kepribadian yang bagus, pintar memasak pula. Sempurna rasanya.
Dengan tampang lucu Hae Woo mengangkat kedua jempolnya tanda dia memuji Joon Young.
Joon Young tersenyum dan berkata ayo makan. Hae Woo senang tentu saja.



Saat Hae Woo sudah mencicipi masakan buatan suaminya itu, Hae Woo memujinya. Joon Young menatap Hae Woo, dan menyuruhnya makan yang banyak. Hae Woo mana mungkin menolak. Joon Young pun terus memandangi istri tercintanya itu. Hae Woo heran dan bertanya apa Joon Young ga mau makan?
Secara mengejutkan Joon Young mengecup bibir Hae Woo, dan membuat Hae Woo kaget. Tapi Joon Young membuat keterkejutan Hae Woo bertambah dengan mengecupnya lagi. Dia berkata yang itu tadi baru lezat. Haha



Hae Woo dengan bercanda mengatakan pada Joon Young, kalau Joon Young terus seperti itu maka Joon Young harus memasak setiap saat untuknya.
Joon Young menjawab kalau dia akan melakukannya
(Swiitt ya mereka..)



Hae Woo terlihat berjalan menuju tempat rahasianya.
Sedang Joon Young sedang berbicara di telepon dengan sekretarisnya. Sepertinya sekretaris Joon Young sudah mendapatkan apa yang diminta Joon Young terkait Yoshimura Joon atau Kim Joon, karena Joon Young berkata akan segera memeriksanya.



Hae Woo yang berjalan di dalam hutan, melangkah tanpa rasa takut, karena dia tahu di depan sana ada danau yang indah. Saat Hae Woo berhenti di sebuah pohon, Hae Woo seolah melihat kembali kenangannya dalam hujan bersama Yi Soo. Saat pertama kali Yi Soo mengecup keningnya lembut.

Terdengar alunan OST drama ini mengalun mengiringi kenangan manis Hae Woo bersama Yi Soo dulu.

Aku lebih memilih membencimu.
Semakin aku dekap dirimu, semakin aku terluka.
Meskipun aku akan melupakan segalanya keesokan hari, dan mencoba mencarimu kembali.
Aku lebih memilih mematikan cinta ini yang telah menjadi sia-sia.
Karena toh waktu akan mengalir melewati kita lagi.

Maafkan aku karena masih selalu memikirkan dirimu,
Karena masih mencintaimu.
Karena pada akhirnya aku tidak akan mampu melepaskan dirimu.
Mari biarkan kita saling mencintai satu hari lagi (kebohongan itu)

Begitu aku memandangmu lagi
Aku lupa segalanya.
Tetapi untuk mencintaimu,
Tersenyum kembali,
Mari kita lupakan
Meski hanya sehari saja.

Meskipun jika aku merasa sakit saat melihat dirimu,
Janji kosong lainnya.
Aku terus berjanji pada diriku,
Menangis
Karena dirimu aku terus datang dan pergi
Diantara surga dan neraka.



Saat Hae Woo sedang asik dalam ingatan manisnya tentang Yi Soo, di balik sebuah pohon, Yi Soo melihat yang Hae Woo lakukan. Yi Soo melihat apa yang Hae Woo tatap, dan tahu apa yang ada di pikiran Hae Woo.



Joon Young sudah membuka data yang dikirmkan Sekretaris Kim padanya, data tentang Yoshimura Joon atau Kim Joon.
Foto Kim Joon yang susah didapatkan kini sudah ada di hadapannya. Dia melihat dengan cermat foto-foto itu.



Hae Woo melanjutkan kembali langkahnya dengan diikuti Yi Soo. Hae Woo tidak menyadari itu dan terus berjalan.
Waktu itu seolah terhenti dan kembali di masa 12 tahun lalu, saat mereka remaja.



Joon Young menyusul Hae Woo menuju danau.



Hae Woo yang sudah sampai di danau, terlihat kaget melihat apa yang ada di hadapannya. Dia melihat seorang pria yang juga sedang menatap keindahan danau. Kim Joon berpura-pura tidak tahu kehadiran Hae Woo. Apakah Hae Woo berharap laki-laki itu Yi Soo?



Akhirnya Kim Joon menoleh dan menatap Hae Woo. Hae Woo sendiri kaget menyadari Kim Joon tahu danau ini.





Bersambung ke episode 5

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar