Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 3 Part 1




Yoo Jae Hak yang diikuti oleh seseorang menjadi sangat kesal, karena orang itu tidak berhasil dia tangkap.
Kemudian Jae Hak mengambil micro SD yang dipasang di dalam kamera CCTV mobilnya.

Datanglah sekretaris Jae Hak, dan Jae Hak meminta kepada stafnya itu untuk membawa mobilnya ke tempat service, dan periksa semua mobil yang keluar masuk. Jika ada yang aneh maka harus disampaikan langsung padanya. Jangan sampai terdengar orang lain. Staf itupun mengerti dan langsung membawa mobil Jae Hak.


Song Mi Kyung yang sedang mandi, mengingat kembali perselingkuhan suaminya. Lalu tiba-tiba dia membayangkan ada Eun Jin dan Jae Hak di depannya. Terlihat Jae Hak akan membuka pakaian Eun Jin, dan terlihat sangat intim.


Kali ini terlihat Kim Sung Soo, sedang memilih bunga, dan ahjumma yang menjual memilihkan mawar jika itu untuk wanita. Sung Soo berkata kalau ini untuk ibu mertuanya. Ahjumma yang menjual memuji Sung Soo yang benar-benar menantu menakjubkan. Dia bahkan berharap punya menantu seperti Sung Soo.


Sung Soo pun datang menemui mertuanya, Eun Jin berpesan agar orang tuanya berlaku baik pada Sung Soo, karena ini ga hanya salahnya Sung Soo saja. Dae Ho menenangkan Eun Jin dengan berkata dia akan berkata yang seharusnya orang tua katakan, jadi Eun Jing ga usah khawatir.

Sung Soo masuk dengan penuh senyum dan langsung menyodorkan seikat bunga pada ibu mertuanya dengan penoh hormat. Na Ra langsung bertanya ketus apa Sung Soo masih belum tahu juga kesukaanya?
Sung Soo benar-benar ga enak karena disindir seperti itu, tapi ayah mertuanya langsung mengambil bunga itu dan memuji kalau bunga ini benar-benar indah.
Dae Ho pun mempersilakan Sung Soo untuk duduk karena Sung Soo kan bukan tamu disini.
Sebelum duduk, Sung Soo berkata dia akan ke kamar mandi dulu untuk mencuci tangan. Eun Jin kesal dengan sikap ibunya tadi. Namun Na Ra masih mengomel, membuat Eun Jin berlalu meninggalkan kedua orang tuanya.


Setelah hanya berdua dengan suaminya, Na Ra terus menunjukkan rasa tak sukanya pada Sung Soo, yang sudah menyelingkuhi anaknya.


Di kamar mandi, Sung Soo mencuci tangannya dan bergumam, sampai kapan dia harus dipermalukan seperti ini, hanya karena kesalahan masa lalu?


Tapi, sepertinya Sung Soo sudah membulatkan tekadnya, dia menuju ruang tamu, dan langsung berlutut di depan kedua orang tua Eun Jin, mengakui kesalahannya dulu.
Semua jelas kaget dan Na Ra bertanya tentang apa Sung Soo mengaku salah? Sung Soo menjawab segala hal yang telah membuat ibu mertuanya khawatir, dia meminta maaf.

Dae Ho menyuruh Sung Soo untuk berdiri, karena seorang pria ga boleh berlutut seperti itu. Sung Soo menjawab, jika dia ga berlutut, maka ibu mertua ga akan pernah mengakhiri hal ini.

Na Ra bukannya melunak, malah mengira Sung Soo melakukan semua ini hanya untuk memuaskannya, tanpa benar-benar menyesal.
Eun Jin memanggil ibunya pertanda agar ibunya bisa sedikit lebih lunak pada Sung Soo.


Na Ra ga peduli, dan meminta ponsel Sung Soo, dia harus mengecek panggilan keluar di ponsel Sung Soo. Menurut Na Ra, seseorang yang sudah pernah berselingkuh, pasti akan terus mencoba, lagi dan lagi.

Sung Soo menjawab “Aku bukan sampah seperti itu. Bahkan sekarang, aku sedang berlutut. ”

Na Ra sama sekali ga menggubris hal tersebut dan berkata, jika Sung Soo memang benar menyesal, harusnya Sung Soo sudah datang dan mengakui semua sebelum mereka memanggil Sung Soo.


Eun Jin membela Sung Soo, dengan berkata kalau Sung Soo sangat sibuk, apalagi ayah Sung Soo baru saja meninggal. Jadi, mana mungkin Sung Soo akan datang secepat yang ibunya mau.

Akhirnya Eun Jin lah yang meminta Sung Soo untuk berdiri, bahkan dia menarik lengan Sung Soo. Kemudian Eun Jin berkata pada ibunya. “Dia memang membuat kesalahan, tapi aku juga melakukan kesalahan.”

**

Eun Jin mengajak Sung Soo pergi, Na Ra langsung berkata agar Eun Jin tidak menangis padanya jika jadi bercerai. Eun Jin menjawab kalau dia bahkan ga akan merengek pada ibunya, jadi ibunya ga usah khawatir.

Sekarang malah Eun Jin dan ibunya yang berdebat. Eun Jin berkata “Dalam hidup, kau juga bisa belajar ketika terjadi sesuatu yang salah. Sejauh ini aku hidup sesuai keinginanmu, hanya agar kau bahagia.”

Na Ra bertanya apa sekarang Eun Jin membencinya?
Eun Jin kesal ibunya ga paham dan mengerti yang dia maksud. Dia pun berkata kalau ibunya selalu menginginkan sesuatu dari seseorang sebanyak yang ibunya lakukan pada orang itu.

Ibunya selalu berkata kalau Sung Soo sudah seperti anak kandung, tapi itu hanya alasan agar Sung Soo juga baik pada ibunya. Ibu menjawab kesal kalau dugaan Eun Jin salah, dia benar-benar menyayangi menantunya seperti anaknya sendiri.

Na Ra bahkan berkata jika anak kandungnya yang melakukan perselingkuhan maka dia akan membunuh anak kandungnya itu.


Sung Soo yang sedari tadi hanya menikmati pertengkaran itu, mendekati Eun Jin, dan meminta maaf pada ibu mertuanya, lalu mengajak Eun Jin pergi.


Di luar rumah, Sung Soo merasa tak suka dengan yang Eun Jin lakukan tadi. Dia senang Eun Jin membelanya, tapi jangan melewati batas antara anak dan orang tua. Eun Jin bertanya, lalu apa dia harus kembali masuk menemui ibunya dan meminta maaf?

Sung Soo jujur berkata kalau dia merasa tidak kesepian ketika Eun Jin membelanya seperti tadi. Selama ini dia sering merasa minder karena merasa memiliki mertua yang hebat, sedangkan orang tuanya hanya tinggal di desa.

Eun Jin merasa bersalah dan Sung Soo menjawab ga apa-apa. Dia juga sering ga tahu kenapa Eun Jin selalu menyakiti ibunya. Eun Jin pun terpana mendengar pengakuan Sung Soo itu.


Di perjalanan pulang, Sung Soo berkata kalau besok dia akan ke kantor polisi untuk menanyakan sejauh mana penyelidikan yang polisi lakukan terhadap kecelakan yang menimpa mereka waktu itu. Eun Jin seolah memikirkan sekali kalimat Sung Soo yang berkata kalau Sung Soo akan menangkap orang yang menabrak mobil mereka saat itu.


Yoo Jae Hak, di ruangannya sedang sibuk memutar rekaman di mobilnya, dan yang terlihat adalah istrinya, sedang membersihkan mobilnya di pagi hari.


Sementara itu, di dalam mobil, Sung Soo memutar lagu yang Eun Jin sebut lagu dari Park Hyo Sin, A Good Person.

Sung Soo berkata kalau ini lagu mereka saat mereka melakukan ciuman pertama. Eun Jin bertanya Sung Soo ingat itu?
Sung Soo menjawab kalau Eun Jin menyukai Park Hyo Sin, jadi untuk membuat Eun Jin terkesan dia membeli album Hyo Sin, tepat setelah album ketiga keluar.

Eun Jin berkata kalau mereka kehilangan gairah cinta setelah mereka menikah. Sung Soo menganggap itu hal yang wajar.


Song Mi Kyung, berpenampilan sangat menggoda malam ini, memakai pakaian tidur yang memang tidak terlalu seksi, tapi sepertinya dia jarang melakukan hal ini. Dia bahkan menambahkan minyak wangi.


Setelah itu, Mi Kyung menemui Jae Hak di ruangannya.
Mi Kyung bertanya, apa yang sedang Jae Hak lakukan? Jae Hak menjawab ada hal penting yang harus dia urus.

"tidak bisakah kau melihatku?”

Jae Hak pun menengadahkan kepalanya, dan Mi Kyung langsung menutup laptop suaminya, dan berjalan mendekati Jae Hak.

“Aku ingin memeriksa sesuatu hari ini. Cinta.”

Mi Kyung memeluk suaminya, dan Jae Hak hanya terdiam, membuat Mi Kyung semakin erat melingkarkan lengannya memeluk Jae Hak.


Eun Jin turun lebih dulu dari mobil ketika sudah sampai, dan bahkan berjalan lebih dulu meninggalkan Sung Soo. Sung Soo langsung mengejar Eun Jin, dan menggenggam tangan istrinya itu sambil berkata ayo jalan-jalan sebentar.

Sung Soo tersenyum lebar, dan Eun Jin bertanya kenapa? Sung Soo menjawab kalau mereka sedang berpegangan tangan, dan Eun Jin ga menolaknya.
Eun Jin seolah tersadar, dan mencoba melepaskan tangan Sung Soo, tapi Sung Soo tetap menahan tangan Eun Jin di genggamannya.

“Sulit bagiku untuk memintamu menggenggam tanganku atau tidur denganku.”

Eun Jin pun tak membantah dan mereka mulai kembali berjalan bersama dengan tangan saling menggenggam.

“Aku banyak menyadari banyak hal setelah ayahku meninggal bahwa orang terpenting dalam hidupku, adalah kau dan Yoon Jung.”

Eun Jin lagi-lagi dibuat terpana oleh Sung Soo.
Tapi, tiba-tiba Sung Soo mengajak Eun Jin berlari, membuat Eun Jin keheranan, ditambah Sung Soo berkata “Ayo, kita temukan gairah cinta kita yang telah hilang.”


Ternyata Sung Soo mengajak Eun Jin bersembunyi di balik tembok, dan merapat pada tubuh Eun Jin. Eun Jin berkata kalau ini adalah lingkungan mereka tinggal, kalau ada yang lihat gimana. Sung Soo menjawab, kalau semua juga sudah tahu mereka adalah suami istri, jadi ini bukan hal yang dilarang kan?

Eun Jin masih mencoba menghindari Sung Soo yang akan menciumnya, dan Sung Soo berkata agar Eun Jin ga menghindarinya lagi, kalau Eun Jin terus menghindar dia bisa mati karena malu.

Eun Jin pun terdiam, dan menerima ciuman bibir Sung Soo di bibirnya. Hanya sebentar, karena Eun Jin yang terlebih dulu melepaskan ciuman itu. Tapi, Sung Soo ga marah, dan malah tersenyum pada Eun Jin.
Apakah Sung Soo sudah bisa memastikan bahwa Eun Jin masih mencintainya, dengan ciuman singkat tadi?


Yoo Jae Hak sudah pulas tertidur, tapi tidak begitu dengan Song Mi Kyung. Mi Kyung duduk dan memegang kedua lututnya dengan perasaan sedih. Dia bahkan menundukkan kepalanya, dan terlihat menangis, memendam perasaannya ini. Hatinya sangat sakit.


Keesokan paginya, Eun Jin mengantar Yoon Jung ke sekolah, dan berkata akan menjemput Yoon Jung, jadi Yoon Jung harus menunggu sampai dia datang. Yoon Jung bertanya kenapa? Eun Jin menjawab ga ada alasan.

Yoon Jung bilang bahwa ada yang berkata di dunia ini semua ada alasannya.
Eun Jin dengan penuh senyum berkata “Aku mencintaimu.”

Yoon Jung menutup mulutnya tanda senang.


Sebelum masuk ke dalam sekolah, Yoon Jung melingkarkan tangannya keatas membentuk tanda hati, dan itu ditujukan untuk ibunya. Eun Jin pun membalas dengan gerakan yang sama.


Yoo Jae Hak sudah sampai di kantornya, dan sekretarisnya menyampaikan kalau mobil Jae Hak butuh satu hari untuk diperbaiki. Jae Hak belum berkomentar, tapi saat sekretarisnya mengatakan kalau ditemukan sebuah alat pelacak di mobil Jae Hak, Jae Hak pun terkejut.
Sekretaris Jae Hak mengira itu dilakukan oleh mata-mata pesaing mereka.
Jae Hak menjawab, apa bagusnya dia sehingga dimata-matai pesaing mereka.
Jae Hak pun meminta sang sekretaris keluar.
Tapi sekretaris mengatakan kalau lata pelacak itu sering dgunakan oleh kantor detektif illegal. Jae Hak heran dan sekretarisnya menjelaskan, kalau pelacak itu bisa dgunakan untuk mengungkap kasus seperti misalnya perselingkuhan.


Setelah hanya sendiri, Jae Hak teringat kembali kata-kata Eun Jin, yang bilang ini mungkin saja orang dari pihak Jae Hak.


Jae Hak langsung mengajak Eun Jin bertemu. Eun Jin berkata kenapa ga bicara di telepon saja. Jae Hak menjawab kemarin dia juga ketakutan karena diikuti seseorang. Eun Jin bertanya siapa orangnya? Jae Hak menjawab dia juga sedang mencari tahu orang itu. Dia khawatir akan keselamatan Eun Jin.

Eun Jin hanya meminta agar Jae Hak ga menghubunginya lagi. Apa Jae Hak tahu apa yang paling dia takutkan sekarang. Dia takut jika ketahuan berselingkuh. Keluarganya akan terluka jika tahu perbuatannya.

“Aku minta maaf”

Eun Jin menjawab ga perlu merasa bersalah. Ini semata-buka bukan salah Jae Hak saja.


Eun Jin langsung pergi, dan ketika di dalam mobil, masih di tempat itu, dia melihat Jae Hak yang keluar tempat itu dan sepertinya bersedih. Eun Jin menatap Jae Hak dari dalam mobilnya, sampai Jae Hak menghilang.


Song Mi Kyung terlihat sedang tidak enak badan. Tapi tiba-tiba ada yang menelpon Mi Kyung. Mi Kyung terkejut karena si penelpon berkata habis keelakaan. Diapun meminta agar si penelpon berhenti kerja dulu, dan nanti dia akan hubungi lagi. (Siapaa ya..kayaknya si penguntit.)

Setelah teleponn terputus, masuklah SMS Eun Jin yang berkata kalau dia akan datang ke kelas memasak, dia khawatir pada Mi Kyung yang tadi bilang sedang ga enak badan.

Mi Kyung membaca SMS itu dan bergumam “Kalian yang membuat kesalahan, tapi kenapa harus aku yang menderita?”


Masuklah ibu mertua Mi Kyung yang menyebalkan dan bilang kalau anak muda harusnya ga berbaring di jam segini.
Mi Kyung ga membalas dan berkata kalau dia akan membuatkan ibu mertuanya sandwich.

Setelah Mi Kyung keluar kamar, Madam Choo bertanya sendiri, bagaimana bisa Mi Kyung tahu dia pengen sandwich? Apa sekarang Mi Kyung bertengger dikepalanya? Hahaha..LOL


Di kelas memasak, Choi Anna memasak dengan penuh semangat.
Saat Ji Hye ingin memposting masakan hari ini di SNSnya, dia melihat status terbaru dari temannya yang akhirnya menikah dengan selingkuhan temannya itu.

Young Kyung menjawab kalau itu keterlaluan. Wanita itu mendapatkan semua, setelah membuat istri orang terluka. Eun Jin merasa tersindir dengan kalimat Young Kyung, walau itu bukan ditujukan untuknya.

Eun Jin kemudian berkomentar kalau di jaman sekarang banyak orang yang melakukan peceraian dan menikah lagi. Young Kyung menjawab itu memang benar, tapi banyak juga yang tetap bersabar.


Kelas memasak masih memiliki waktu luang selama satu jam, dan Young Kyung mengajak teman-temannya pergi menikmati waktu bebas itu. Ternyata Young Kyung mengajak teman-temannya ke tempat dimana teman yang di akun SNS tadi menikah. Ji Hye terkejut dan Young Kyung berkata kalau wanita itu ga kenal dia, jadi ga masalah.

Semua protes termasuk, Anna. Dia berkata pada Young Kyung kalau ini ga masuk akal. Young Kyung menjawab kalau dia hanya ingin menunjukkan pada Anna, bahwa sangat menyedihkan hidup bersama pria yang sudah ga mencintai kita. Anna menjawab hal semacam ini ga menghiburnya sama sekali.
Sedang Eun Jin lagi-lagi merasa tersindir dengan kalimat Young Kyung tadi.


Choi Anna begitu kesal, dan langsung meninggalkan Young Kyung. Ji Hye ikut menyusul. Kini tinggal Eun Jin saja dengan Young Kyung yang bertanya kenapa Anna begitu marah?
Eun Jin menjawab kalau ini memang salah, seharusnya Young Kyung bertanya pada mereka semua apa mereka mau ketempat ini.

Young Kyung menjawab kalau dia kira Eun Jin bisa mengerti. Sebenarnya cerita yang dia bilang adalah adik iparnya, adalah cerita aslinya. Dia membawa seseorang yang hidup sederhana menjadi kaya raya, dan bahkan membangunkan orang itu sebuah rumah sakit. Tapi ternyata orang itu tersesat. Apa Eun Jin bisa memaafkan orang itu?

Eun Jin ga menjawab dan balik bertanya, lalu apa yang Young Kyung lakukan? Young Kyung menjawab dia tetap akan menolak perceraian. “Aku akan membuatnya tetap disisiku, sampai darahnya mengering.”


Ternyata Young Kyung ikut saat pengantin foto bersama, dan Young Kyung disana bersama anggotanya yang lain, yang juga sependapat dengannya. Saat foto diambil, Young Kyung dan beberapa temannya, melakukan gerakan seolah memukul pengantin wanita dan emmasang muka tidak suka. Bahkan Young Kyung juga dengan sengaja mendorong pengantin wanita sehingga terjatuh, dan adegan itu masuk ke dalam hasil jepretan. Young Kyung sengaja melakukan semua ini, agar saat si pengantin melihat foto pernikahannya, dia teringat, atau mungkin tersadar kalau kelakuan pengantin wanita yang berselingkuh dengan suami orang.


Song Mi Kyung sudah menyiapkan beberapa makanan lezat untuk ibu mertuanya. Madam Choo datang dan memprotes Mi Kyung yang memakai pring hitam di meja makan. Dia ga suka itu.

Tapi tiba-tiba ibu berkata agar Mi Kyung ga memikirkan tentang perselingkuhan. Jika Mi Kyung terus menyerang, maka akan sulit bagi orang itu untuk kembali.

“Lelaki seperti Jae Hak, akan mudah melakukan hubungan seks dengan beberapa wanita, tapi tidak akan pernah memberikan hati pada wanita itu”


Mi Kyung menjawab kalau dia juga membesarkan dua orang putra, dan dia tahu ada banyak hal yang tidak dia ketahui tentang putranya. Mi Kyung berkata itu, agar ibu mertuanya ga terus membela Jae Hak, yang jelas-jelas berselingkuh.

Madam Choo melotot pada Mi Kyung yang seolah mengkritiknya, dia berkata kalau anaknya dan anak Mi Kyung berbeda.
Lalu terdengar bel rumah berbunyi, dan Ji Hye lah yang datang. Ji Hye memberi saus mangga untuk Mi Kyung yang katanya ga enak badan.


Mi Kyung mengajak Ji Hye minum diatas, dan disana Ji Hye bercerita tentang kelakuan Young Kyung tadi. Ji Hye bahkan juga cerita tentang kasus adik ipar Young Kyung yang akan bercerai. Mi Kyung berkata, apa Ji Hye yakin itu cerita adik ipar Mi Kyung? Ji Hye balik bertanya jika tidak lalu siapa? Mi Kyung dengan santai menjawab mungkin itu cerita Young Kyung sendiri.

Banyak wanita yang berpura-pura cerita tentang penderitaan orang lain, padahal itu adalah penderitaannya sendiri. Wanita menyimpan penderitaan dan kesedihan seorang diri, sedang pria mengeluarkannya ketika minum.
Ji Hye memuji Mi Kyung yang pintar bisa tahu itu cerita asli hidup Young Kyung, dan bilang kalau Mi Kyung pasti ga pernah dimanfaatkan, karena Mi Kyung sangat pintar.

Mi Kyung menggeleng dan berkata bukan seperti itu, dia bahkan ga bisa mengurus masalahnya sendiri, dan bukankah banyak orang seperti itu.? Pintar mengurus masalah orang lain, tapi masalah sendiri ga bisa mengatasi.


Eun Jin sedang bersama Yoon Jung. Dia sedang mengajar Yoon Jung untuk persiapan kelas membaca.
Yoon Jung snagat pintar, maka Eun Jin memujinya.


Kemudian Mi Kyung menelpon Eun Jin. Mi Kyung bertanya apa Eun Jin bisa keluar sekarang? Eun Jin pun menyanggupinya.


Di Bank tempat Eun Young dan Min Soo bekerja. Min Soo memberikan selimut untuk seorang nenek yang sedang mengantri, dan nenek mengucapkan terima kasih untuk perhatian Min Soo padanya.

Sementara Eun Young melayani nasabah yang sepertinya mulai protes karena ga diberi 2 won. Eun Young sudah menjelaskan kalau penukaran minimumnya adalah 10 won.
Nasabah kesal, dan Eun Young memberikan nasabah itu 10 won lagi. Nasabah malah makin ga suka karena mengira Eun Young menganggapnya pengemis.


Min Soo datang mendekat dan sebelumnya meminta maaf pada pelanggan itu. Kemudian Min Soo melanjutkan kalimatnya, “Jika perasaanmu telah tersakiti, aku minta maaf.”

Nasabah itu ga terima, dan bilang kalau semua orang bisa mengucap maaf.
Ternyata Min Soo bukan hanya meminta maaf bahkan memberi hadiah kompensasi pada nasabah itu, sehingga membuat si nasabah senang.


Setelah pelanggan pergi, Eun Young mengumpat, dan Min Soo mengingatkan kalau si nasabah bisa saja mendengar, dan jika nasabah itu mendengar maka mereka harus minta maaf lagi, memberi hadiah lagi seperti tadi.

Kemudian, Min Soo memanggil kembali si pelanggan dan bilang kalau Eun Young mau menyampaikan sesuatu. Eun Young panik, dan hanya berkata “Selamat tinggal” dengan senyum yang sangat manis.

Min Soo yang melihat itu menyebut Eun Young munafik, Eun Young marah dan mengangkat tinjunya saat Min Soo menghadap ke belakang. Tapi Min Soo dengan segera menoleh melihat tangan Eun Young yang terangkat itu.

Min Soo mendekat dan bertanya apa Eun Young akan memukulnya? Eun Young mengelak, membuat Min Soo berkata lagi kalau Eun Young itu munafik.
Eun Young menjawab dia ga munafik.


Min Soo bahkan berkata kalau kemampuan Eun Young mencurigakan, dia jadi ga percaya apa Eun Young benar-benar di terima di Bank ini karena kemampuan Eun Young? Karena setahunya, di Bank ini yang keterima harus benar-benar memiliki IPK yang bagus. Tapi melihat kelakuan Eun Young, dia jadi ragu.


Min Soo berlalu, dan Eun Young mengejarnya, tapi karena terburu-buru, Eun Young kepeleset, dan Min Soo langsung menangkap tubuh Eun Young, sehingga mereka jatuh bersama. Eun Young sedikit gugup, dan Min Soo berkata kalau Eun Young berat juga ya.


Song Mi Kyung sudah bersiap untuk pergi menemui Na Eun Jin, selingkuhan suaminya. Sebelum pergi dia memakai gelang yang sebenarnya diberikan suaminya untuk Eun Jin.
Apakah rencana Mi Kyung saat bertemu Eun Jin nanti.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar