Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 10 Part 2

 


Saat sudah ada di luar apartemen Anna, Eun Jin bergumam sendiri, kalau ini sungguh mengejutkan.
“Aku pikir aku tidak punya air mata lagi..tapi ternyata aku tetap bisa menangis. Ini mengejutkan.”

Setelah itu, Yoon Jung mengirim SMS pada Eun Jin, dan bertanya apa dia harus ke rumah nenek lagi setelah pulang sekolah? Dia tahu Yoon Jung merindukannya, diapun begitu. Tapi dia juga ingat akan pesan ibunya tadi.
Yoon Jung ga boleh berada ditengah dia dan Sung Soo, yang saat ini sedang berkonflik.

Akhirnya, Eun Jin membalas SMS Yoon Jung. Dia meminta Yoon Jung menunggunya, karena dia akan menjemput Yoon Jung di sekolah.


Song Mi Kyung terlihat sedang membersihkan kamar mandi, tapi tiba-tiba Anna menelponnya, dan berkata kalau dia menghubungi Mi Kyung karena ingin bertanya sesuatu.
Mi Kyung heran dan berkata tentang apa? Anna pun jujur menanyakan apa Mi Kyung sengaja masuk ke kelas memasaknya karena ada Eun Jin? Mi Kyung tak langsung menjawab, tapi malah mengajak Anna bertemu. Dia akan menceritakan langsung pada Anna.


Setelah siap akan pergi, Mi Kyung bertemu mertuanya untuk ijin keluar dan bilang kalau dia akan pulang terlambat. Madam Choo sudah tak heran dengan kelakukan Mi Kyung yang baru itu, dan bertanya anak-anak ga tahu kan tentang pertengkaran ini? Mi Kyung membenarkan, dia juga memberitahu kalau Hye Joon akan pulang liburan ini.

Madam Choo langsung menatap tajam Mi Kyung, dan Mi Kyung berkata dia juga rindu anak-anaknya, dan ingin melihat mereka. Madam Choo beralasan yang sama kalau dia juga rindu cucunya, walau dengan nada yang terdengar dongkol. Tapi dengan pikiran Mi Kyung yang tak sehat, apa baik untuk cucu-cucunya ada di rumah?

Madam Choo bilang, anak-anak yang menolak ayah mereka, ga akan bisa tumbuh menjadi orang yang hebat. Terutama anak laki-laki.
Jika Mi Kyung memang peduli pada anak-anak, maka Mi Kyung harusnya memperhatikan juga suami Mi Kyung.

Mi Kyung yang memang sudah kepalang jengkel dengan mertuanya, menatap mertuanya yang sedang ngemil. Dia dengan sinis mengingatkan kalau makan sambil mandi seperti yang sekarang ibu mertuanya lakukan sangat ga baik untuk kesehatan. Siapa memangnya yang akan membawa ibu mertuanya ke RS jika terjadi sesuatu nanti?

“Tentu saja kau, siapa lagi? Bukankah itu juga sudah jelas?”


Na Eun Young, membawa bekal makanan ke lantai atas kantor mereka. Disana sudah menunggu Song Min Soo.
Melihat Eun Young terengah-engah, Min Soo pun bertanya kenaoa. Eun Young menjawab kalau dia berlari secepat mungkin untuk sampai kesini.

Min Soo membuka jaketnya dan menyuruh Eun Young mendekat. Eun Young tentu tak menolak, dalam posisi berpelukan seperti itu, Eun Young bertanya apa mereka bisa makan disini?
Min Soo menjawab sepertinya ga, karena disini dingin sekali.

“Kalau begitu mari kita seperti ini saja, daripada makan siang. Begini lebih baik.” Ucap Eun Young senang.

Sambil tersenyum Min Soo menjawab “Aku tidak mungkin membiarkan wanitaku kelaparan.”br />


Akhirnya merekapun makan dengan duduk di salah satu anak tangga. Eun Young memuji ketrampilan memasak yang dimiliki Min Soo. Eun Young bertanya kapan Min Soo akan membuka restoran Min Soo? Min Soo menjawab mungkin sebentar lagi, jika kemampuannya sudah semakin baik. Dia rasa dia harus mendapatkan pinjaman untuk bisa membuka restoran.

Eun Young bertanya lagi, apa dia bisa berinvestasi di restoran Min Soo? Min Soo menjawab kalau Eun Young seperti ini terus, maka Eun Young akan dalam masalah besar. Eun Young bingung dan bertanya, kok bisa?

“Tak peduli seberapa banyak kau menyukai seorang pria, kau tidak boleh memberinya uang. Bagaimana jika aku orang jahat?”

Eun Young menjawab, ga ada bukti kalau Min Soo orang jahat. Eun Youngbjuga bilang, dia menerima Min Soo dengan segala pertimbangan yang dia perlukan. Min Soo pun bertanya, memangnya apa yang Eun Young pertimbangkan?

“Semuanya..seperti sekolah, keluarga, wajah dan karakter, tapi wajah dan karakter menghancurkan semuanya.”

*hahaha..itu artinya ketampanan mengalahkan segalanya ya mbaakk?hihihi

Min Soo tertawa mendengar jawaban konyol pacarnya ini. Sambil mengusap rambut Eun Young, Min Soo menjwab kalau Eun Young memilih dengan benar.
Eun Young kemudian meminta nomer telepon kakak Min Soo. Min Soo heran dan bertanya untuk apa?

Eun Young menjawab jujur kalau dia ingin dekat dengan kakak Min Soo, agar Min Soo bahagia. Karena dia tahu, Min Soo sangat menyayangi kakak Min Soo itu.

Min Soo menjawab kalau dia juga ingin berada di sisi baik keluarga Eun Young, tapi dia ga tahu apa dia bisa diterima dengan baik oleh orang tua Eun Young?
Eun Young meminta agar Min Soo ga khawatir, orang tuanya pasti akan bisa Min Soo.

Min Soo pun mengajak Eun Young segera pergi, tapi Eun Young pengen di belai lagi rambutnya seperti tadi. Dia pun mencondongkan kepalanya kearah Min Soo, tapi Min Soo malah tertawa dan dengan tangannya, dia mendorong kening Eun Young, dan berkata untuk hari ini cukup segitu aja.


Song Mi Kyung sudah bertemu dengan Choi Anna, dan Anna langsung bertanya apa benar bahwa Mi Kyung masuk ke kelas memasaknya karena Eun Jin? Sebenarnya jika itu benar, maka sedikit menakutkan menurutnya.

Mi Kyung tak mencoba membantah, dia menjawab bahwa semua itu benar.
Anna kaget dan bertanya, apa itu artinya Mi Kyung memanfaatkannya? Mi Kyung hanya mampu berkata maaf pada temannya itu.

Walau terkejut, namun Anna ga mrah, dia yakin Mi Kyung punya alasan kenapa harus melakukan hal itu. “Ketika kau melakukan sesuatu yang tak tertahankan, pasti ada alasan yang lebih tak tertahankan dari itu.”

Mi Kyung mengucap terima kasih, karena Anna mengerti dirinya. Dia juga bercerita kalau dia sangat heran pada Jae Hak yang bisa mengontrol emosi lebih baik dari padanya.

Anna tahu bagaimana rasanya itu, dia pun berkata bahwa saat kita ditipu suami, kita seolah selalu berkata bahwa itu bukanlah sebuah masalah yang besar. Hanya, tidak semua orang bisa seperti itu.
Tapi, dalam sebuah perceraian, orang yang mengabdi pada keluargalah yang paling menderita.

Mi Kyung mengungkapkan kalau dia hanya menginginkan satu hal. Dia hanya ingin melindungi keluarga. Itu saja. Anna menjawab, ada satu hal yang dilupakan oleh orang yang selalu ingin mengadikan diri pada keluarga, dan ingin menjaga keluarga. Orang-orang itu lalai pada menjaga diri sendiri, karena saking sibuknya memikirkan keluarga. Yang ada akhirnya hanya penyesalan.

Anna kemudian menyodorkan sebuah kartu nama yang ternyata merupakan alamat dimana Anna sering konsultasi di klinik itu. Mi Kyung menolak, karena dia ga butuh ke klinik mental.
“Sama seperti kau ke RS saat flu, wajar saja kau pergi ke RS saat hatimu sakit. Sama seperti jika kau tidak merawat penyakit tepat pada waktunya, maka penyakit itu akan bertambah parah. Hal yang sama juga berlaku untuk hati. Jika kau hanya membiarkannya, maka penyakit itu akan terus tumbuh. ”


Saat Mi Kyung dan Anna sama-sama melangkah keluar, Anna bertanya apa Mi Kyung akan tetap hadir di kelas memasak? Anna meminta agar Mi Kyung tetap datang. Dia tahu Mi Kyung mengalami waktu yang sulit, tapi sekarang ini Eun Jin pun juga mengalami waktu yang sulit itu. Keluarga Eun Jin mungkin saja akan hancur. Bahkan seluruh lingkungan tahu dengan masalah tersebut dan sekarang menjadi isu panas.


Kim Yoon Jung berlari senang melihat ibunya datang menjemput. Dia langsung memeluk ibunya, dan Eun Jin menyambut pelukan putri kecilnya itu. Yoon Jung bertanya, ibu sangat merindukan dia juga kan?

Eun Jin yang sedang memeluk Yoon Jung hanya mampu menangis, tapi dia segera menghapus air matanya. Yoon Jung yang melihat itu, bertanya kenapa ibunya menangis? Eun Jin mencoba tersenyum dan menggeleng, dia juga bilang kalau dia ga menangis.


Kali ini, Eun Jin mengajak putrinya makan mie hitam. Yoon Jung begitu menikmati makanan ini, karena ini makanan kesukaannya. Eun Jin bertanya apa makanannya enak? Yoon Jung mengangguk dan menjelaskan kalau Jjajjangmyun selalu enak. Bahkan jika dia tiap hari memakannya , rasanya tetap enak. Melihat ibunya belum makan, Yoon Jung pun bertanya kenapa ibunya ga makan?
Eun Jin tersenyum dan menjawab dia akan makan kok.


Akhirnya, Eun Jin mengatakan apa yang harus dia katakan pada putrinya. Dia ingin Yoon Jung tinggal di rumah nenek selama satu bulan. Yoon Jung dengan sedih, bertanya kenapa? Eun Jin menjawab kalau dia akan pergi ke suatu tempat. Makanya dia ga bisa bersama Yoon Jung.

Yoon Jung bertanya lagi, memangnya kemana ibunya akan pergi? Eun Jin menjawab dia akan pergi ke Amerika. Disana dia akan belajar sesuatu. Yoon Jung kemudian bertanya lagi, apa dia ga bisa tinggal dengan ayahnya?

Eun Jin menjelaskan kalau ayah kan harus kerja, nanti Yoon Jung sendiri, makanya dia ingin Yoon Jung tinggal di rumah nenek. Yoon Jung meminta agar ayahnya juga ikut tinggal di rumah nenek, dia ga mau ada di rumah nenek tanpa keluarganya.
Eun Jin menjawab, dia akan mendiskusikan lagi hal ini dengan ayah.

“Aku bisa menelponmu setiap hari kan?”

Eun Jin sedih mendengarnya, namun dia mencoba menutupinya, dan berkata tentu saja Yoon Jung bisa menelponnya setiap hari. Dia juga akan menelpon Yoon Jung setiap hari.


Na Eun Jin yang sudah selesai bertemu putrinya, melangkah gontai. Tanpa dia sadari, Yoo Jae Hak mengamatinya dari kejauhan. Merasa ikut bersedih dengan apa yang Eun Jin alami, dan itu karena dia.


Song Mi Kyung datang ke kantor suaminya, dan suaminya sedang tak ada di kantor. Sekretaris Jae Hak pun tak tahu bosnya kemana, karena tadi hanya berkata akan pergi. Sekretaris Jae Hak menawarkan apa Mi Kyung mau makan sesuatu? Mi Kyung menolak, dan meminta sekretaris suaminya itu kembali bekerja.

k

Radar negative Mi Kyung langsung berbunyi, dia mengubungi Eun Jin dan bertanya dimana Eun Jin sekarng berada? Eun Jin menjawab dia lagi di rumah.


Kim Sung Soo yang sedang sibuk di kantor, mendapatkan kiriman makan siang dari ibu mertuanya. Na Ra bahkan memberi kartu ucapan pada bekalnya, yang meminta agar Sung Soo jaga kesehatan.


Akhirnya Sung Soo menikmati makanan, yang benar-benar berkualitas siang ini. Setelah berhari-hari dia tidak bisa makan dengan baik, kali ini kiriman ibu mertuanya cukup membantu.
Namun, pikirannya tak bisa sejalan dengan perutnya, karena dia tetap memikirkan Eun Jin. Dia teringat bahwa dia pernah berkata pada Eun Jin, kalau mereka harus tetap bisa mempertahankan pernikahan mereka, walaupun tidak ada cinta lagi diantara dia dan Eun Jin. Itu dikarenakan waktu yang mereka lalui bersama.


Flashback

Saat itu, dia dan Eun Jin belum menikah. Sung Soo heran karena Eun Jin sedang menunggunya padahal mereka sudah putus.
Eun Jin bertanya, apa mereka serapuh itu sehingga mereka bisa putus hanya dengan kata-kata saja?

“Aku tidak bisa menerima ini. Jangan seperti dunia sudah berakhir hanya karena kau gagal dalam satu ujian kerja.”

Sung Soo menjawab, Eun Jin ga akan mengerti apa yang dia rasakan. “Aku seorang pria, bagaimana bisa pria mengurus wanita, jika pria tak bisa menghasilkan uang? Bagaimana bisa aku memintamu untuk terus menunggu? Kau yag tercantik, bagaimana bisa aku menjadi egois, ketika kau sedang sibuk memikirkan pernikahan.”


Eun Jin marah karena Sung Soo hanya menilai hal-hal yang terlihat saja. Apa Sung Soo lupa bagaimana mereka saling mencintai? Dia sudah dapat kerja, lagipula tak ada aturan yang berkata bahwa laki-lakilah yang harus mengurus wanita. Dia akan menjaga Sung Soo.

“Mari kita menikah, Oppa. Aku akan membuatmu bahagia. ”

Sung Soo pun langsung memeluk Eun Jin, dia terharu sekali dengan kekuatan cinta Eun Jin, dan kepercayaan Eun Jin padanya. Eun Jin pun yang memang hanya mencintai Sung Soo, membalas pelukan pria yang disayanginya itu.


Flashback End

Yoo Jae Hak sudah pulang ke kantornya, dan terkejut melihat ada Mi Kyung yang menunggu. Dia pun bertanya apa yang membuat Mi Kyung datang ke kantor? Mi Kyung dengan jujur menjawab kalau dia hanya ingin memeriksa, karena dia tidak percaya pada Jae Hak.

Jae Hak kesal mendengar jawaban Mi Kyung. Mi Kyung tak peduli dengan kekesalan Jae Hak, dan tetap ingin tahu kemana Jae Hak pergi tadi?
Jae Hak menjawab ini adalah kantor, jangan tanyakan hal-hal pribadi di kantor.

Mi Kyung meminta agar Jae Hak bersabar sedikit, bagaimana jika Jae Hak lelah karena tak bisa bersabar. ? Jae Hak bilang padanya bahwa J a Hak menyesal, tapi saat dia seperti ini, Jae Hak malah marah dan ga suka.

Mungkin karena sudah habis kesabaran, Jae Hak menoleh dan mendekati Mi Kyung, dia bertanya apa mereka akan terus seperti ini? Apa ini ga akan ada akhirnya? Apa ini akan berakhir jika dia terus menunggu?Mi Kyung dengan santai berkata, apa dia harus menebak yang sedang Jae Hak pikirkan? Apa dia juga harus menebak kenapa Jae Hak saat itu ga menelpon Eun Jin?

“Kau terlihat dalam situasi dimana kau sedang mencoba memecahkan masalah. Masalahku adalah hal pertama yang harus kau selesaikan. Selama aku membuat masalah dan tidak mendengarkanmu, lalu akan muncul saat dimana kesabaranmu habis, dan kau akan minta cerai. Apakah tebakanku salah?”

Jae Hak tak menjawab dan memilih focus bekerja, sedang Mi Kyung terus mengkonfrontasi keadaan dengan bilang, Jae Hak ga jawab berarti tebakannya memang benar.
Jae Hak bertambah jengkel, dan menjawab semua tebakan Mi Kyung tadi salah.


Jae Hak berkata kalau Mi Kyung hanya kurang kasih sayang makanya bertingkah seperti ini. Mi Kyung membantah, dia menjelaskan kalau Jae Hak ga bisa meyakinkan dia bahwa Jae Hak mencintainya.
Jika dia yakin, mana mungkin dia bersikap seperti ini.

Jae Hak meminta Mi Kyung mengajarinya, agar mereka menghemat waktu. Mi Kyung menjawab, kenapa harus diajari? Kenapa Jae Hak ga bisa menemukan jawabannya sendiri?
Mi Kyung menghela nafas, tak percaya dengan jawaban dan keinginan Jae Hak yang berbeda dengannya.

“Ada satu hal yang aku syukuri karena perselingkuhanmu..tidak ada isi dalam hubungan kita. Aku pernah berfikir bahwa itu kokoh, tapi ternyata hanya ada kulit teluar dan rongga di dalamnya.”

Mi Kyung pun berlalu pergi.


Setelah di luar kantor Jae Hak, Mi Kyung bergumam kalau sepertinya dia ga bisa hidup seperti ibunya. Tidak akan pernah bisa.
Mi Kyung mengeluarkan kartu nama yang diberikan Anna tadi, tempat dimana klinik mental yang disarankan Anna padanya. Sepertinya Mi Kyung akan mencoba menenangkan dirinya dan pergi ke klinik itu.


Sampailah Mi Kyung, di tempat yang mana terlihat tidak seperti sebuah klinik. Ada ahjumma yang malah menurutku seperti seorang peramal. Ahjumma itu berkata “Suamimu..memiliki wanita lain. Wanita itu sangat kuat. Kuat. Suamimu..benar-benar jatuh cinta padanya. Dia menyukai wanita itu.”

Wajah Mi Kyung syok sekali, namun kemudian sang ahjumma melanjutkan ramalannya. “Tapi..dia akan kembali padam. Suamimu, tidak bisa hidup tanpamu. Dia pasti akan kembali padamu.”

Ahjumma juga menambahkan kalau suami Mi Kyung akan lebih cepat kembalinya, jika Mi Kyung bisa menggunakan pesona Mi Kyung. Untuk pesona itu, ada harganya, yaitu 10.000 dolar. Anggap saja Mi Kyung berinvestasi, dan bukankah lebih baik jika suami Mi Kyung kembali lebih cepat? Apa Mi Kyung mau?

Mi Kyung pun terlihat ragu, apakah dia akan menggunakan cara ini, atau menunggu Jae Hak kembali padanya secara alami?


Na Ra merasa tak enak badan, dan meminta Sun Ah yang membuat makan malam. Sun Ah bertanya pada ibu mertuanya, apa yang sebenarnya sedang terjadi? Na Ra menjawab nanti saja mereka bicarakan, dia benar-benar sedang malas membahas hal ini. Bagaimanapun semua memang harus tahu, tapi rasanya dia ga sanggup memberitahu dengan mulutnya sendiri. Ini terlalu mengerikan menurutnya.


Song Mi Kyung menemui adiknya di Bank, dan Min Soo memanggil kakaknya dengan sebutan Ny. Pengembara. Dia bertanya kemana dia harus membawa si pengembara kali ini? Mi Kyung jujur menjawab, dia ga punya tujuan. Dia hanya ga ingin pulang. Min Soo pun mengajak Mi Kyung ke rumahnya saja.

Eun Young yang sedang keluar melihat ada Min Soo dengan Mi Kyung, diapun langsung menghampiri. Eun Young merajuk kesal pada Min Soo, karena Min Soo ga memberitahu dia ada Mi Kyung Unni disini.


Dengan manja, Eun Young berkata kalau dia merindukan Mi Kyun. Eun Young bahkan melingkarkan tangannya pada lengan Mi Kyung.Mi Kyung tersenyum melihat tingkah Eun Young yang lucu, terlebih Eun Young meminta agar Mi Kyung bisa menyukainya. Mi Kyung pun berkata kalau Eun Young bertingkah seperti bayi, padahal sudah dewasa.

Min Soo ikut tersenyum dengan sikap Eun Young. Apalagi Eun Young dengan santainya berkata Mi Kyung suka kan dengan tingkahnya yang seperti bayi ini? Adik Mi Kyung dulu juga ga suka padanya, tapi akhirnya jatuh cinta setelah dia mengejar Min Soo.

“Kau juga akan segera jatuh cinta padaku.”


Mi Kyung benar-benar tertawa lepas mendengar celotehan Eun Young. Setelah selesai mengatakan semua Eun Young pamit untuk kembali bekerja, dia pun mengucapkan semangat pada Min Soo dan Mi Kyung.

Setelah Eun Young pergi, Mi Kyung berkata pada Min Soo kalau, Eun Young adalah sesuatu. Dia bisa tersenyum untuk pertama kalinya, karena pacar Min Soo itu.
Namun, Mi Kyung kemudian bertanya, apa Eun Young ga terlalu bersinar, menurut Min Soo?
Mi Kyung khawatir jika Eun Young hanya main-main saja dengan Min Soo.

Min Soo berkata kalau sekarang, Mi Kyung sudah seperti kakak ipar. Mi Kyung pun tersenyum.


Kim Sung Soo datang ke kafe dimana ada reuni dengan teman-teman kuliahnya dulu. Dia datang sendiri tentunya, tanpa Eun Jin. Teman-teman tentu bertanya apa Eun Jin baik-baik saja. Sung Soo menjawab kalau istrinya baik-baik saja kok.


Di toilet, teman-teman Sung Soo yang laki-laki sedang bergosip. Salah satu dari mereka bertanya apa Eun Jin benar-benar selingkuh? Teman Sung Soo yang pakai baju hitam menjawab itu benar. Laki-laki berbaju garis-garis pun kesal, karena dulu dia pernah ditolak Eun Jin.

Pria berbaju hitam tersenyum dan mengakui jika dulu memang banyak yang suka pada Eun Jin. Eun Jin cukup populer diantara para pria dulu. Tapi pada akhirnya Sung Soo lah yang mendapatkan Eun Jin.
Pria berbaju garis-garis berkata, pasti sekarang Sung Soo merasa seperti sampah. Seperti sedang menginjak kotoran.

Pria berbaju hitam mulai berkata sesuatu yang vulgar tentang Eun Jin. Bukankah Eun Jin terlihat sangat menarik secara seksual? Pria berbaju garis-garis menanggapi celotehan itu, dan meminta temannya merahasiakan apa yang mereka katakan sekarang ini. Diapun bersuara seperti seolah itu Eun Jin yang mendesah dan bergerak-gerak seolah sedang melakukan hubungan intim. Pria berbaju hitam tertawa karena temannya ini konyol sekali.


Saat mereka berbalik, Sung Soo tepat di depan mereka. Mereka pun menjadi tak enak, karena tadi sudah kurang ajar membicarakan tentang Eun Jin. Bahkan menggambarkan Eun Jin yang terlihat murahan.

Sung Soo, sekesal apapun dia pada istrinya, dia tak terima Eun Jin dihina seperti itu. Teman-teman Sung Soo beralasan kalau mereka mabuk, dan orang mabuk biasa berkata yang tidak-tidak.
Sung Soo tak peduli, dia langsung menarik kerah baju temannya dan teman yang berbaju garis-garis menghentikan itu.
“Kau tidak tahu Eun Jin, apa kau kira Eun Jin itu permen karet yang bisa kau kunyah lalu kau ludahkan? Beraninya kau bicara tentangnya tanpa tahu apa-apa..!!”

Teman Sung Soo berbaju hitam, ketakutan dan minta dilepaskan. Dia malah mengejek Sung Soo dengan berkata kalau Sung Soo bahkan ga bisa menjaga istri Sung Soo dengan baik. Semakin geramlah Sung Soo mendengarnya.

Akhirnya Sung Soo melayangkan tinjunya pada teman-temannya itu, dan merekapun terlibat perkelahian di toilet yang tentu menarik perhatian pengunjung kafe yang juga akan ke toilet. Pengunjung pun bukannya melerai, malah santai menikati adegan action itu.


Song Mi Kyung sampai di rumah adiknya, dan dengan lahap makan masakan yang dibuat adiknya. Min Soo senang melihat kakaknya dan berkata kalau dia akan memasak lagi untuk Mi Kyung, jadi Mi Kyung harus sering-sering datang ke tempatnya.


Tiba-tiba terdengar suara orang yang datang, membuat Min Soo dan Mi Kyung akhirnya keluar untuk melihat siapakah tamu itu.

Ternyata tamu yang datang adalah seorang sersan yang bernama Lee Taek Soo. Sersan Lee memperlihatkan tanda pengenalnya pada Min Soo.

Min Soo sepertinya sudah tahu jika ini ada kaitannya dengan mobil illegal yang pernah disewanya dan pernah menabrak Eun Jin lalu kabur, dia hanya ga ingin kakaknya mendengar ini. Mi Kyung sudah cemas dan takut akan apa yang terjadi pada adik kesayangannya ini.


Sung Soo sampai di rumah, dan langsung menemui Eun Jin yang sedang membaca.
Eun Jin menutup bukunya, dan mendengar apa yang akan Sung Soo katakan padanya.

“Mari kita berhenti menyiksa hidup satu sama lain, seperti di neraka.”

Terdiam cukup lama, akhirnya Sung Soo mampu mengucapkan kalimat itu “Mari kita berpisah, Eun Jin.”

Eun Jin terhenyak mendengar permintaan itu. Apakah benar pernikahannya tak bisa lagi dipertahankan? Apakah memang ini yang terbaik. Sebenarnya jauh di lubuk hati Eun Jin, dia ingin tetap bisa memperbaiki semua, walau itu terkesan tak mungkin.
Lalu, apakah dia harus menerima keputusan Sung Soo, karena dari awal dia juga sudah menawarkan perpisahan pada Sung Soo.
Bagaimana dengan putri mereka? Bagaimana dengan Psikis Yoon Jung, buah cintanya dengan Sung Soo?

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar