Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 5 Part 2





Na Eun Jin dan keluarga besarnya sedang bersantap malam bersama. Na Ra menyuapi Yoon Jung, dan Na Hoon jadi ingin juga disuapi neneknya. Na Jin Chul, berkata kalau dia akan menyuapi Na Hoon. Eun Young kemudian mengejek Jin Chul dengan berkata, apa Jin Chul bisa melakukannya?
Akhirnya Eun Jin lah yang menyuapi keponakannya itu.

Na Dae Ho, meminta Jin Chul untuk mengambil air. Jin Chul protes, kenapa harus dia? Dae Ho pun menjawab, apa harus tamu yang mengambil air. Na Ra pun mengalah dan bilang kalau dia yang akan mengambil air. Jin Chul cepat-cepat berdiri, dan bilang dialah yang akan melakukannya. Dia ga mau dibilang laki-laki yang jahat.
Eun Young mendengar itu kemudian nyeletuk, Jin Chul kan emang jahat, kapan Jin Chul bisa seperti kakak iparnya yang memang pria sejati.


Semua ekspresi langsung berubah, begitu Eun Young mengeluarkan kalimatnya tadi. Dae Ho, Na Ra, dan semua memandang Eun Young yang sepertinya sudah kelewat batas. Eun Jin pun mengingatkan Eun Young kalau yang Eun Young katakan tadi sudah melewati garis.
Eun Young membela diri dengan bilang dia hanya mengatakan apa yang dia rasakan. Apa itu salah?
Kemudian Eun Young pun meminta maaf pada Sung Soo. Sung Soo menjawab ga apa-apa.

Yoon Sun Ah pun datang, dan langsung bergabung untuk makan malam. Jin Chul memberikan kursinya, dan memaksa Eun Young untuk geser. Eun Young pun kesal tapi ga bisa membantah.

Setelah istrinya duduk, Jin Chul bertanya apa menurut Sun Ah, hanya dia satu-satunya yang harus mengambilkan air?
Sun Ah bertanya, lalu apa Jin Chul mengambil air?
Jin Chul membenarkan, dan berkata karena ayah menyuruhnya tadi.
Sun Ah pun bilang, itu adalah pekerjaan yang baik untuk dilakukan Jin Chul. Jadi ga masalah.

Na Ra yang mengambilkan piring dan nasi tambahan untuk mantunya itu, kemudian dia mengingatkan Eun Young agar segera menikah seperti kakak-kakak Eun Young.
Na Ra pun beralih pada Sung Soo dan Eun Jin lalu berkata “Ketenangan akan datang, setelah badai.”

Sung Soo tersenyum manis, dan mengangguk tanda iya.


Yoo Jae Hak baru pulang kerja, dan menuju dapur. Disana dia bertemu dengan Mi Kyung yang sedang membuat minum. Jae Hak menatap Mi Kyung, dan Mi Kyung dengan ketus bertanya, “Apa kau sedang melihat malaikat maut?”

Jae Hak mencoba tak peduli, menuju kulkas dan mengambil botol minuman. Tapi karena Jae Hak ga focus botol minuman itu jatuh, dan tumpahlah isinya. Jae Hak langsung menatap istrinya, karena biasanya Mi Kyung selalu membantu dan membereskan hal ini. Tapi, Mi Kyung cuek dan hanya melewati Jae Hak saja.
Jae Hak yang bingung mencoba mencari kain lap, tapi tak menemukannya, dan hanya ada tisu. Dengan tisur itulah dia membersihkan air yang tumpah tadi.

Kesusahan Jae Hak tidak hanya sebatas itu, saat dia berniat mencuci pakaiannya.Dia bingung dimana letak detergen disimpan. Dia ga mungkin tanya Mi Kyung, karena mereka masih dalam situasi perang dingin.
Jae Hak pun memutuskan menelpon adik iparnya. Min Soo memberitahu kalau detergen ada di lemari tepat depan mesin cuci.


Song Mi Kyung menikmati minumannya di halaman rumah, cuaca yang dingin sepertinya tidak dirasakannya malam ini. Dia mengingat kembali kalimat Jae Hak di malam itu. Jae Hak yang bilang bahwa dia sangat istimewa, tapi itu dulu, sekarang Jae Hak sudah tak menganggapnya istimewa lagi. Apakah itu benar?

Min Soo datang, dan langsung menghampiri kakaknya lalu bertanya kenapa Mi Kyung diluar? Padahal diluar dingin sekali?
Mi Kyung menjawab kalau disini terasa sejuk menurutnya. Melihat kakaknya minum kopi, Min Soo bertanya bagaimana jika Mi Kyung ga bisa tidur nantinya?

Mi Kyung menjawab kalau dia sekali-sekali ingin begadang, apalagi ibu mertua ga ada.
Min Soo melepaskan jaketnya, dan langsung menaruh di bahu kakaknya, agar kakaknya merasa hangat. Dia sambil berkata tentang Jae Hak yang menelponnya dan bertanya letak detergen tadi. Apa Mi Kyung menyuruh Jae Hak mencuci?
Mi Kyung membenarkan hal itu.


Song Mi Kyung sudah berada di kamarnya, dan ibu mertuanya menelpon.
Mi Kyung bertanya apa ibu mertuanya makan dengan baik disana?

“Apa kau pernah melihatku makan dengan baik?” bentak madam Choo.
Mi Kyung pun berkata akan membuatkan ikan asin saat ibu mertuanya kembali karena ikan asin bagus untuk mengembalikan nafsu makan.

Madam Choo ga peduli, dan bertanya apa Jae Hak sudah pulang? Apa Mi Kyung sudah menyiapkan makan malam anaknya itu?
Mi Kyung menjawab iya.


Song Min Soo diam-diam menyelinap kembali ke ruang rahasia kakaknya. Dia kembali melihat bukti foto perselingkuhan kakak iparnya. Min Soo menatap semua foto itu dan bergumam heran, kenapa kakaknya masih menyimpan ini, padahal sudah sangat lama.

Lalu masuklah Mi Kyung yang tentu langsung terkejut melihat adik tirinya ada di ruang ini. Dia langsung mebambil foto yang sedang dipegang Min Soo.
Mi Kyung langsung tanya sejak kapan Min Soo tahu?

“Yang mana?” tanya Min Soo

“Tentang kakak ipar selingkuh? Atau tentang kau yang selalu menangis di tempat ini?” lanjut Min Soo lagi.

Mi Kyung kaget adiknya tahu dia menangis di tempat ini. Min Soo jujur berkata, sejak dia tahu pernikahan yang dialami Mi Kyung sulit, dia jadi tahu Mi Kyung biasa menangis di tempat ini selama satu atau setengah jam, karena biasanya Mi Kyung akan meninggalkan catatan pendek disini tentang yang Mi Kyung rasakan.

“Aku suka itu, karena aku bisa membaca pikiranmu. Aku suka, karena aku bisa melihat seberapa kerasnya kau berusaha menutupinya” jelas Min Soo.

Mi Kyung pun bertanya apa karena itu Min Soo memberinya tiket untuk berkencan tadi pagi? Bahkan memasak dan mengajaknya refresing?
Min Soo membenarkan, dia hanya ga ingin sakit yang Mi Kyung rasakan bertambah.

Mi Kyung kesal, kenapa Min Soo harus masuk kedalam urusannya padahal hidup Min Soo saja juga sedang sulit. Apa Min Soo pikir, ini yang ingin dia tunjukkan pada Min Soo, ketika membawa Min Soo kerumah ini dan membesarkan Min Soo?

“Aku bahkan tidak pernah berfikir untuk membagi hidupku dan hidupmu di tempat yang berbeda” jawab Min Soo. Itu tandanya, apa yang dirasakan kakaknya, senang atau bahagia, dia juga ikut merasakan.

Min Soo kemudian mencoba memberitahu kakaknya, kalau Jae Hak ga akan mungkin bersikap dingin pada Mi Kyung karena bagaimanapun Mi Kyung adalah ibu dari anak-anak Jae Hak.
Min Soo menyentuh pundak kakaknya dan bilang “Kau hanya harus membiarkannya, jika kau memberikan sedikit waktu, mulailah berbicara tanpa emosional. Kakak ipar tidak akan pernah dapat meninggalkanmu. Dia mengatakan itu padaku, kecuali jika kau meninggalkannya, kakak ipar tidak akan meninggalkanmu lebih dulu. ”

Mi Kyung bertanya bagaimana jika Jae Hak tetap bertindak salah?

“Aku tidak akan membiarkannya, aku akan membuat keributan besar dan membawamu keluar dari sini.”


Setelah Min Soo keluar, dan Mi Kyung mulai berfikir, dia jadi terkejut saat teringat jika mungkin saja kecelakaan itu Min Soo yang menyebabkannya.


Sung Soo dan keluarga kecilnya sudah sampai dirumah, mereka berdua mengantar Yoon Jung kekamar, karena Yoon Jung sudah tertidur. Tapi saat Eun Jin mulai menyelimuti Yoon Jung, putrinya itu terbangun dan bertanya apa mereka sudah dirumah?
Eun Jin membenarkan.

“Omma, ayah membuatku senang sepanjang waktu. Dia membuatku merasa terbang.”

“Ayah juga pintar” tambah Sung Soo pede.

Yoon Jung tersenyum dan berkata kalau dia merasa senang sekali.


Na Eun Jin belum bisa tidur malam ini, dia teringat semua kenangan yang terjadi beberapa hari terakhir, kenangannya dengan Sung Soo, dan semua yang Sung Soo lakukan. Eun Jin bangkit dari tidurnya dan menuju laci. Dimana dia menyimpan dua surat terror yang diterimanya.

Eun Jin menuju ke kamar mandi, dan dia sudah memutuskan akan memusnahkan kedua surat ini. Dia sepertinya sudah berjanji untuk memulai kembali dengan Sung Soo.


Pagi harinya, ketika Jae Hak akan berangkat kerja, dia berpapasan dengan Mi Kyung. Jae Hak mencoba ga peduli dan terus berjalan, tapi saat dia melewati Mi Kyung, Mi Kyung tiba-tiba bertanya, kenapa Jae Hak pikir dia pelakunya? Saat wanita itu menelpon, dan Jae Hak terburu-buru pergi sampai melupakan ponsel Jae Hak, apa itu saat dimana wanita tersebut datang dengan bukti yang menyebabkan Jae Hak menuduh dialah yang melakukan kecelakaan itu?

“Jika aku menjawab dengan jujur, kau pasti akan marah lagi. Jika memang bukan kau, maka lupakanlah.” Jawab Jae Hak sambil berlalu meninggalkan Mi Kyung.


Mi Kyung masuk rumah dan melihat adiknya yang akan keluar. Min Soo berkata dia ingin jalan-jalan dulu di sekitar kompleks. Mi Kyung pun tak melarang dan bilang akan membuatkan sarapan untuk Min Soo. Tiba-tiba Mi Kyung menghentikan langkah Min Soo, yang akan keluar, dan seolah ingin bertanya sesuatu. Tapi Mi Kyung membatalkannya, dan berkata tak ada apa-apa. Min Soo pun hanya tersenyum lalu pergi.


Mi Kyung memutuskan menelpon Eun Jin. Eun Jin menatap nama Mi Kyung di layar ponselnya dengan perasaan sedikit tidak suka, tapi dia tetap menjawab telepon itu, dan bertanya ada apa? Awalnya Mi Kyung berbasa-basi tentang jadwal kelas memasak yang dipindah malam hari, apa itu benar? Eun Jin menjawab iya, dan bertanya apa Mi Kyung ga menerima pemberitahuan itu? Mi Kyung membantah dan bilang hanya ingin memastikan saja.

Tepat saat Eun Jin akan menutup telepon, Mi Kyung langsung bertanya tentang kecelakaan mobil yang dialami Eun Jin, kapan tepatnya itu?

Saat ini Eun Jin memang sedang bersama ibunya, dan ibunya tiba-tiba mengajaknya bicara, mengingatkan Eun Jin agar makanan yang dibuatnya ini jangan dimasukkan ke kulkas.
Eun Jin yang memperhatikan ibunya, jadi ga focus dan meminta Mi Kyung mengulangi pertanyaan Mi Kyung tadi?

Mi Kyung pun mengulanginya dan Eun Jin menjawab kalau dia benar-benar lagi malas ngomongin kejadian itu. Kemudian Eun Jin menutup teleponnya.


Mendengar nada anaknya yang dingin saat ditelepon tadi membuat Na Ra penasaran, siapa yang menghubungi Eun Jin? Eun Jin menjawab salah seorang teman di kelas memasak. Diapun bercerita kalau temannya yang satu ini, seolah ga menyukainya.

Na Ra pun heran lalu bertanya, kenapa teman Eun Jin itu ga suka, padahal Eun Jin kan cantik? Na Ra bahkan menyebut teman Eun Jin itu wanita yang aneh. Eun Jin tersenyum mendengar pujian ibunya diapun memeluk ibunya dan mereka tersenyum bersama.


Kim Sung Soo teringat akan penyelidikan terkait kecelakaan yang dialami keluarganya, dan menelpon polisi yang bertanggung jawab atas kasus itu. Polisi heran dan bertanya apa istri Sung Soo ga memberitahu Sung Soo, kalau istri Sung Soo menutup kasus itu? Sung Soo jelas heran.

Saat mencuci tangannya di toilet pun, entah kenapa, Sung Soo mengingat tentang kotak Pandora yang dikatakan Eun Jin di villa saat mereka berakhir pekan. Sung Soo jadi penasaran.

“Kotak Pandora? Ah..apa gunanya mengetahui segala sesuatu dalam hati seseorang. Aku terkadang menemukan hatiku sendiri yang sangat mengerikan.”


Na Eun Young melakukan tugasnya di Bank, lalu tibalah giliran seorang ahjussi yang datang untuk menukarkan uang yang dimilikinya dalam bentuk pecahan 10 ribu won.
Uang yang dimiliki ahjussi itu 2 juta won, sedangkan pecahan 10 ribu won nya ga sampai 2 juta. Eun Young pun bertanya, apa bisa untuk sisanya diganti dengan pecahan 50 won?

Ahjussi itu menolak, dan bilang kalau dia akan liburan, dan sebelum itu dia ingin memberi cucunya uang tahun baru.
Eun Young mencoba bertanya pada rekannya, tapi ternyata kedua rekan disampingnya juga ga memiliki uang pecahan 10 ribu won itu. Karena memang ga ada, Eun Young meminta nasabah itu kembali lagi besok, karena besok pasti ada.

Ahjussi marah dan berdiri lalu berkata apa menurut Eun Young dia terlihat seperti seseorang yang punya banyak waktu. Dia kan sudah bilang akan melakukan perjalanan.
Eun Young pun tersenyum dan dengan ramah bertanya kembali, lalu apa dia harus mengganti sisanya dengan pecahan 50 won seperti yang dia tawarkan tadi?

Melihat Eun Young tersenyum tanpa dosa, membuat ahjussi semakin kesal, dan langsung menampar pipi Eun Young keras, membuat semua yang ada di Bank menoleh, termasuk Song Min Soo.

Eun Young merasakan perih di pipinya, tapi dia langsung berdiri dan meminta maaf pada semua pengunjung, lalu mempersilakan semua kembali bekerja karena ga terjadi apa-apa kok. Diapun meminta maaf pada ahjussi dan meminta ahjussi untuk kembali besok, dan dia akan menyiapkan pecahan 10 ribu won itu.
Min Soo menatap Eun Young, dan tahu Eun Young berubah.


Na Eun Young menghilangkan setres dengan minum di pantry. Min Soo datang untuk menaruh gallon, dan melihat Eun Young minum di waktu kerja. Saat Min Soo sedang memunguti kotoran di lantai, dan akan berdiri, Eun Young berbalik akan keluar, lalu terjadilah tabrakan tak sengaja itu. Tentu minum yang dibawa Eun Young langsung membasahi wajah Min Soo.
Eun Young reflek mengusap wajah Min Soo, bermaksud menghilangkan air yang membasahi wajah Min Soo karena ulahnya.

Min Soo memegang kedua tangan Eun Young dan menghentikan yang Eun Young lakukan. Eun Young malah bertanya, apa yang Min Soo lakukan?

“Astaga, kenapa kau memegang tanganku?” Eun Young reflek menjauh.

Min Soo pun berdiri dan bertanya, lalu kenapa kau memegang wajahku? Eun Young menjawab kalau dia ga mabuk tadi. Min Soo bilang, semua saja kalau sedang mabuk.
Eun Young malah berbicara panjang lebar tentang kehidupannya yang diberkati. Min Soo malas mendengarkan dan bertanya, apa Eun Young ga bisa berhenti? Eun Young meminta agar Min Soo setidaknya mau mendengarkan dia. Min Soo menjawab kalau dia ga mau.

Eun Young bertanya kenapa? Min Soo bilang dia ga suka dengan wanita yang suka minum, dan bicara teriak-teriak seperti Eun Young. Dia juga ga suka wanita yang menyentuh wajah pria seperti Eun Young tadi.
Eun Young menjawab, kalau Min Soo tadi juga gitu.

Kemudian secara mengejutkan Eun Young mengajak Min Soo untuk kencan? Min Soo bertanya, kenapa tiba-tiba? Dia pria yang memiliki hutang, tidak punya rumah, dan tidak memiliki tabungan 50 juta.
Eun Young menjawab ini kan hanya kencan. Min Soo langsung memotong dan berkata buatnya, berkencan berarti memutuskan memilih wanita yang dikencani untuk menikah.


Saat Min Soo akan pergi, Eun Young menghalanginya dengan berdiri didepan Min Soo. Jarak mereka sangat dekat. Min Soo sama sekali ga terpengaruh dan malah meminta Eun Young sedikit menjauh darinya. Eun Young lah yang salah tingkah, dan menjauh sedikit. Dia masih mencoba mengajak Min Soo berbicara. Min Soo yang sudah malas, bertanya apa dia sudah bisa pergi? Eun Young pun tak menjawab dan hanya mengisyaratkan dengan gerakan kalau Min Soo sudah bisa keluar dari tempat ini.

Saat melangkah keluar, tiba-tiba Min Soo mendekati Eun Young. Sangat dekat, dan Eun Young kembali gugup.

“Seorang wanita seharusnya tidak sembarangan mengajak pria berkencan. Pria akan berfikir kau murahan.”


Kelas memasak Eun Jin sudah dimulai, semua yang datang memperhatikan dengan seksama penjelasan guru mereka.
Tiba-tiba Ji Hye berbicara tentang umur, dan menyebut kalau umur Young Kyung sama seperti Baek Ji Young kan? Young Kyung membenarkan, usianya hampir sama dengan Baek Ji Young.
Anna terkejut, karena usia Baek Ji Young kan sudah 38 tahun, tapi masih terlihat muda.
Akhirnya semua latah, dan membicarakan umur para selebritis Korea yang seumur dengan mereka.
Kemudian Ji Hye bertanya pada Mi Kyung, kira-kira artis mana yang seusia dengan Mi Kyung?
Mi Kyung menjawab usianya sama dengan Ko Soo Young.

Ji Hye pun berkata, itu tandanya Mi Kyung lebih tua dari Young Kyung. Young Kyung berkata, seolah ga mau memanggil unni pada Mi Kyung, karena Mi Kyung adalah orang yang baru saja dikenalnya.
Mi Kyung menjawab, itu ga masalah, lakukan saja sesuka Young Kyung.

Entah kenapa, pembicaraan beralih keurusan rumah tangga. Young Kyung berkata kalau pernikahan itu adalah permainan kekuasaan saja.Sebelum menikah, maka perempuan adalah yang memimpin, tapi setelah menikah, laki-lakilah yang menjadi raja.
Tapi, lihat setelah menjadi raja, laki-laki akan berbuat sesuka mereka.
Young Kyung bilang, lebih baik memukul tumit sendiri daripada menyalahkan orang lain.


Saat menunggu lift berdua saja dengan Mi Kyung, Eun Jin memberitahu kapan dia mengalami kecelakaan itu. Itu adahal hari dimana, dia ga ikut kelas memasak, dia dalam perjalanan ke pemakaman ayah mertuanya. Eun Jin pun bertanya, kenapa Mi Kyung tiba-tiba ingin tahu?

Mi Kyung beralasan kalau dia baru saja membaca berita tentang tabrak lari, dan dia teringat Eun Jin. Makanya dia bertanya.


Kali ini lagi-lagi Sung Soo menjemput Eun Jin, Ji Hye berkata lama sekali dia ga ketemu sama Sung Soo. Melihat Sung Soo yang sangat perhatian pada Eun Jin, membuat Ji Hye dan Young Kyung tersenyum menggoda kemesraan mereka.


Setelah Eun Jin dan Sung Soo berjalan pergi, Young Kyung mulai bergosip. Dia berkata pada Ji Hye, kalau dia ga bisa membayangkan Eun Jin dan Sung Soo bisa kembali mesra setelah apa yang terjadi di kehidupan pasangan itu? Sementara Mi Kyung menatap kearah Eun Jin dan Sung Soo dengan pandangan tak suka.Ji Hye menjawab itu sebabnya, Young Kyung ga perlu bercerai, contoh saja Eun Jin dan Sung Soo, yang rumah tangga mereka kembali baik.


Mi Kyung sudah masuk ke mobilnya, dan melihat catatan di kalendernya, dimana tertulis di sebuah tanggal hari kelas memasak, yang kebetulan Eun Jin ga datang. Mi Kyung langsung teringat, kalau pagi itu, Min Soo berkata saat mengantarnya di depan rumah, kalau Min Soo akan melakukan sesuatu yang jika kakaknya tahu, maka akan membuat kakaknya terluka. Mi Kyung kaget, dan takut jika pelakunya benar-benar Min Soo. Adik tiri yang disayanginya. Mi Kyung pun menangis.


Di dalam perjalanan, Sung Soo bertanya pada Eun Jin, kenapa Eun Jin menutup kasus tabrak lari itu tanpa memberitahunya? Kenapa Eun Jin ga tanya dulu padanya dan hanya memutuskan semua sendiri?

“Kenapa kau tidak menjawab, apa ada sesuatu yang kau sembunyikan?”

Eun Jin semakin larut dalam diam. Bagaimana dia harus mengatakannya pada Sung Soo?

“Kenapa kau mengira aku menyembunyikan sesuatu?” tanya Eun Jin.

Sung Soo hanya menatap Eun Jin, mencoba menelusuri apa yang tersimpan di mata Eun Jin. Benarkah ada sesuatu yang Eun Jin sembunyikan darinya?

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar