Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 3 Part 2




Eun Jin berpesan pada Yoon Jung agar tidak membuka pintu selain untuknya dan ayah, karena hari ini mereka juga tidak sedang menunggu pengiriman apapun. Yoon Jung menjawab dia mengerti, lagipula dia juga sudah mendengar hal ini tiga kali dari tadi.
Eun Jin berkata kalau dia akan segera kembali. Dia bahkan mencium putri kecilnya itu.


Saat Eun Jin berjalan menuju mobilnya, dia sempat melihat sekilas bayangan laki-laki di balik pohon.
Laki-laki yang sedang mengamati Eun Jin langsung memalingkan wajah, begitu Eun Jin melihatnya.
Eun Jin sama sekali tak curiga, dan langsung melajukan mobilnya padahal laki-laki itu masih mengamati Eun Jin di dalam mobilnya, dan langsung mengikuti mobil Eun Jin dibelakang.


Eun Jin sudah sampai, dan dia sudah memesan bubble tea untuknya dan juga Mi Kyung. Pesanan datang tepat saat Mi Kyung juga datang.
Saat menatap Eun Jin dalam hati Mi Kyung berkata “Pada awalnya, aku datang karena aku ingin tahu seperti apa perempuan yang disukai suamiku.”

Mi Kyung berkata kalau dia ga suka perpaduan apapun. Jika itu makanan korea, dia hanya suka makanan korea saja, tanpa dipau padankan dengan makanan barat atau lainnya. Eun Jin pun mempersilakan Mi Kyung memesan sesuatu yang lain sesuai selera Mi Kyung.

Tapi Mi Kyung menolak, dan beralasan kalau hari ini dia akan mencobanya.
Eun Jin pun menyodorkan quinoa, bumbu masakan yang dijelaskan Choi Anna saat kelas memasak waktu itu. Eun Jin berkata kalau dia merasa bersalah hari itu, karena dia tiba-tiba pergi meninggalkan Mi Kyung di departemen store, padahal saat itu dia yang meminta Mi Kyung menemaninya mencari Quinoa ini.

Mi Kyung menjawab kalau Eun Jin ga perlu seperti ini. Eun Jin menjawab ga masalah. Tidak hanya Quinoa, Eun Jin juga membelikan gelang yang cantik untuk Mi Kyung.

Mi Kyung terpana dan berkata dalam hati “Aku rasa mereka yang berselingkuh..adalah perempuan yang benar-benar aneh.Aku tidak pernah membayangkan mereka akan terlihat normal sepertimu.”


Mi Kyung menerima itu sambil berkata kalau sepertinya Eun Jin sedang memiliki sesuatu yang baik, karena Eun Jin mempunyai waktu dan uang untuk membeli barang-barang ini. Eun Jin kaget dengan kalimat sesuatu yang baik itu.
Tiba-tiba wajah Eun Jin berubah sedih dan dia berkata kalau dia ingin mati.

“Aku tidak mengatakan hal ini karena kau, aku hanya berfikir, aku melakukan ini karena hanya kau yang ada di depanku saat ini. Kata sesuatu yang baik itu melukaiku. Aku sedang berada di titik terendah sekarang. Tapi aku masih hidup. Aku bertemu dengan orang-orang, tertawa dan terus melanjutkan hidup.”

Eun Jin juga bilang, dia ga tahu kenapa bisa berkata seperti ini di depan Mi Kyung. “Aku hanya merasa seperti tak bersenjata ketika depanmu.”

Mi Kyung berkata kalau dia benar-benar ga menyukai Eun Jin. Eun Jin menjawab itulah sebabnya dia jadi menyukai Mi Kyung. Kejujuran yang Mi Kyung katakan, menunjukkan kalau Mi Kyung ga peduli pada apa yang dipikirkan orang lain tentang Mi Kyung. Dia tidak pernah bisa bersikap seperti itu.

Lagi-lagi Mi Kyung berkata dalam hati kalau dia seperti hanya di depan Eun Jin saja. Eun Jin kemudian bertanya kenapa Mi Kyung mengajaknya bertemu? Mi Kyung menjawab ga kenapa-napa, dia hanya penasaran karena waktu itu Eun Jin pergi begitu saja.

Eun Jin menghapus air matanya, dan berkata bukankah tadi Mi Kyung bilang ga suka padanya, tapi kenapa Mi Kyung peduli dengannya? Apa Mi Kyung sedang bermain game dengannya? Mi Kyung pun hanya tersenyum.

Eun Jin kemudian bilang kalau dia harus pulang, karena putrinya sendirian dirumah.


Eun Jin dan Mi Kyung sama-sama berjalan keluar dari kafe itu, tiba-tiba Eun Jin melihat gelang yang Mi Kyung kenakan di tangannya. Eun Jin merasa tak asing dengan gelang itu. Mi Kyung menjelaskan kalau gelang ini diberikan suaminya sebagai hadiah ulang tahun pernikahan mereka.
Eun Jin berkata kalau suami Mi Kyung, suami yang tepat untuk diajak tinggal bersama.

Mi Kyung menjawab penuh makna "Dia bukan hanya pri yang tepat untuk diajak tinggal bersama, tapi dia juga baik diajak berkencan. ”

Eun Jin pun berkata kalau Mi Kyung terlihat seperti wanita yang sangat bahagia karena dicintai suami.
Kembali melihat gelang itu, Eun Jin bercerita kalau dia juga pernah mendapat hadiah seperti ini, tapi dia mengembalikannya.


Eun Jin berjalan pulang lebih dulu, dan Mi Kyung masih memandangi kepergian Eun Jin. Dalam hati Mi Kyung kembali berkata “Meskipun aku ingin bersikap baik, aku tidak bisa membantu pelacur sepertimu, selain membenci.”

**

Sung Soo ada di kantor polisi untuk kejelasan kasus tabrakan beberapa waktu lalu. Dia terkejut karena polis berkata mobil yang dipakai penabrak adalah mobil illegal, jadi polisi masih kesulitan untuk mencari tahu. Bahkan tempat mobil itu dijual sudah ditutup. Polisi minta Sung Soo bersabar, dan Sung Soo tetap meminta agar polisi menangkap pelaku itu. Polisi setuju, dan Sung Soo mengajak sang polisi berjabat tangan, bahkan mengajak pak polisi itu untuk minum lain waktu. Dialah yang akan membayar.


Yoon Sun Ah, ada bersama ibu mertuanya. Sung Ah mencoba bertanya tentang Eun Jin. Na Ra menjelaskan kalau dia ga bisa berkata apa-apa untuk itu. Eun Jin memiliki beberapa penyesalan terhadpnya. Sung Ah menenangkan ibu mertuanya dengan berkata kalau hal seperti itu wajar saja terjadi diantara hubungan anak dan orang tua.
Tidak ada seorangpun yang tidak terluka dengan orang tua mereka.

Na Ra pun bertanya apa Sun Ah juga? Sun Ah menjawab kalau hubungan dia dan Na Ra kan berbeda. Mereka bertemu satu sama lain, setelah memiliki norma masing-masing dalam hidup mereka.


Lalu datanglah Sung Soo, yang membawa bingkisan lagi untuk ibu mertuanya, dan berkata kalau ini pasti sesuai dengan selera ibu mertuanya. Na Ra membuka bingkisan yang ternyata berisi abalone.

Na Ra pun tak berbantah-bantah lagi dengan mantunya ini, dia berkata agar Sung Soo makan abalone ini sebelum pulang, karena dia akan mengukusnya beberapa. Sung Soo tersenyum senang karena ibu mertuanya sudah mencair kembali.


Kali ini Sung Soo dan mertuanya berpindah ke ruang keluarga. Disana Sung Soo meminta maaf atas apa yang Eun Jin lakukan pada ibu mertuanya saat itu. Na Ra menjawab kalau dia ga menyangka kalau Eun Jin punya sisi seperti itu.

Sung Soo menjelaskan, jika dia sudah hidup dengan sisi Eun Jin yang seperti itu selama 10 tahun. Eun Jin menjadi seperti itu setelah menikah dengannya.
Dae Ho berkomentar kalau dia juga ga mengerti kenapa wanita mendapatkan sifat seperti itu setelah menikah? Padahal dulu, Eun Jin adalah orang yang tenang.

“Itu semua adalah kesalahan laki-laki, Ayah.”

“Benar Sung Soo, jangan menantang wanita, kau hanya harus mendengarkan. Itulah cara untuk mempertahankan ketenangan dalam keluarga” timpal Dae Ho pada mantunya ini.

Sung Soo tersenyum dan berkata kalau dia setuju dengan yang ayah mertuanya katakan.
Sung Soo kemudian berkata pada ibu mertuanya kalau dia akan berubah.

“Selama ini Eun Jin selalu mematuhiku, tapi sekarang aku ingin mematuhinya.”

Na Ra berkata kalau dia pernah mendengar tentang lima hal yang diperlukan seseorang ketika tua.

“yang pertama adalah istri, kedua juga istri, ketiga ibu dari anak-anak mereka (istri juga maksudnya), keempat ibu rumah tangga, dan terakhir adlah Wife (Istri dalam bahasa inggris.)”

Sung Soo tertawa mendengarnya, lalu Dae Ho berkata tentang lima hal yang dibutuhkan wanita menurutnya.

“Pertama adalah anak, kedua uang, ketiga kesehatan, keempat teman, dan kelima adalah sauna.”

Merekapun saling tertawa saat itu, seolah setiap kesalahan sudah terhapuskan.



Na Eun Young sepertinya harus lembur karena ada beberapa catatan yang salah sepertinya. Dia kehilangan 20 ribu won, padahal dia merasa sudah menghitung dengan benar.

Kemudian Na Jin Suk menelpon dan bertanya dimana Eun Young? Eun Young menjelaskan kalau dia masih di Bank. Jin Suk mengajak Eun Young mencari camilan. Eun Young menyuruh Jin Suk makan saja dengan kakak iparnya. Jin Suk menjawab kalau sekarang dia sedang di kantor. Jadi mana bisa makan sama Sun Ah.

Eun Young kesal dan mengingatkan kalau demi menjadi adik ipar yang baik, semua anggota keluarga menyuruhnya untuk tidak terlalu dekat lagi dengan Jin Suk. Apa Jin Suk lupa?
Eun Young menutup teleponya setelah menolak ajakan kakaknya itu untuk mencari camilan tengah malam dengan berkata dia suka makan sendiri.


Rekan kerja Eun Young bertanya apa Eun Young akan lembur? Eun Young mengiyakan, dan rekan kerja Eun Young bertanya apa Eun Young sudah selesai dengan bagian pembuatan kartu? Eun Young harus berhati-hati dengan nilai jika Eun Young ingin dipromosikan.


Eun Young yang berfikir tentang kalimat rekn kerjanya tadi langsung mengambil ponsel dan menelpon Jin Suk, lalu dengan manja memanggil Oppa pada Jin Suk.


Eun Young akhirnya mau makan bersama kakaknya, dan kakaknya langsung tahu kalau Eun Young belum mengisi pembuatan kartu itu.
Eun Young bilang kalau Jin Suk benar-benar memiliki indra keenam. Dia hanya ingin mendapat promosi di kantornya.

Jin Suk berkata untuk itu belikan makanan. Eun Young protes karena tadi kan Jin Suk yang mengajaknya keluar. Jin Suk menjawab kalau tadi Eun Young menolak dan mengabikan kebaikan hatinya, tapi sekarang karena kepentingan Eun Young, Eun Young jadi mau dan keluar bersamanya.
Eun Young pun mengalah dan akan mentraktir kakaknya, asal kakaknya benar-benar mencari tempat makan yang enak. Jika ga, dia ga mau membayar.


Di sebuah restoran Mie, Min Soo terlihat sibuk dengan kerja keduanya malam ini. Dia terlihat sama sekali ga capek, dan ramah melayani pembeli.

Eun Young masuk ke restoran itu, dan Min Soo belum tahu itu Eun Young, langsung berkata kalau restoran ini sudah tutup.


Eun Young langsung kaget karena kenal dengan Min Soo, dan Jin Suk pun bertanya melihat ekspresi Eun Young, apa Eun Young kenal dengan laki-laki itu? Eun Young membenarkan dan bilang kalau Min Soo satpam di bank tempatnya bekerja.
Min Soo yang ga tahu itu Jin Suk, mengira Eun Young datang dengan pacar Eun Young.

Eun Young akan menjawab tidak, tapi Jin Suk langsung merangkul pundak Eun Young dan menjawab iya dia pacar Eun Young. Eun Young jelas semakin kaget.


Begitu keluar dari restoran itu, Eun Young langsung memukul Jin Suk dan bertanya kenapa Jin Suk tadi ngomong gitu sama Min Soo? Jin Suk membela diri kalau yang dia lakukan tadi hanya menjawab saja, dan jika dia ga mengaku pacar Eun Young maka itu akan memalukan untuk Eun Young. Mana ada wanita ke restoran mie tidak dengan seorang pacar?

Eun Young berkata kalau ini bisa jadi rumor. Jin Suk menganggap kalau benar ini akan jadi rumor, bukankah itu lebih baik, daripada rumor ga pernah punya pacar.
Eun Young marah karena mengira Jin Suk mengejeknya.

Eun Young bertanya apa Jin Suk lupa dia pernah pacaran pas kuliah dulu? Jin Suk tanpa rasa bersalah menjawab kalau Eun Young pacaran selalu dalam waktu singkat, jadi dia ga pernah ingat, karena semua terasa sama dimatanya.
Eun Young semakin kesal, dan Jin Suk malah semakin senang.

Kemudian Jin Suk berkata kalau dia berniat meminjam uang lagi. Eun Young menolak, karena dia ga percaya dengan bisnis yang Jin Suk lakukan. Jin Suk memohon, karena setelah menikah dia bahkan ga bisa merasakan memilki uang gajinya sendiri. (Ini nih emak-emak, uang suami jangan diminta semua, sisain dikit kek..kasian kan.)


Abalon yang dikukus Na Ra sudah matang, dan siap disantap. Dae Ho memuji abalone yang enak itu. Sung Soo menujinya dengan berkata kalau ini seperti di restoran Jepang.
Na Ra menjawab dengan bergurau kalau dia belajar memang di restoran Jepang.


Datanglah Eun Young dan Jin Suk, yang langsung disambut Sun Ah. Sun Ah juga memberitahu kalau Sung Soo datang. Eun Young sedikit merasa ga nyaman, karena takut Sung Soo jadi marah padanya atas kejadian waktu itu di RS.


Eun Young menuju ruang makan dan langsung menyapa Sung Soo. Sung Soo menatap Eun Young dengan biasa saja, dan bahkan bertanya kabar Eun Young.

Sung Soo kemudian mengajak semuanya untuk melanjutkan makan-makan ini di rumahnya sebagai ronde kedua, lagipula sudah lama kan mereka semua ga berkunjung kerumahnya. Eun Young pasti senang dengan kunjungan ini.

Sun Ah juga setuju karena dia sudah lama ga pernah ketemu sama Eun Jin. Na Ra meminta pendapat suaminya, dan Dae Ho dengan lucunya bertanya apa mereka bisa muat dalam satu mobil.


Eun Jin memberitahu Yoon Jung kalau keluarga besar mereka akan datang. Yoon Jung bertanya apa semua benar-benar datang? Kakek,nenek, paman, istri paman, bibi, dan juga Hoon? Eun Jin membenarkan.
Eun Jin lagi-lagi berpesan agar Yoon Jung ga membukakan pintu kecuali untuk keluarga, karena Eun Jin akan membeli beberapa bahan masakan dulu.

Yoon Jung dengan polosnya bertanya, apa ada orang jahat yang akan datang ke rumah mereka? Eun Jin menggeleng. Kemudian Yoon Jung bertanya lalu kenapa ibunya selalu mengatakan itu, membuatnya khawatir?
Eun Jin pun meminta maaf karena sudah membuat Yoon Jung jadi khawatir. Dia berjanji ga akan melakukannya lagi.


Song Mi Kyung sampai di rumahnya, dan langsung didamprat oleh ibu mertuanya. Madam Choo berkata mana ada seorang wanita yang sudah menikah pulang malam seperti ini? Mi Kyung meminta maaf untuk itu.
Madam Choo bilang kalau ada bau yang aneh di kamarnya, dia pun bertanya apa Mi Kyung ga membersihkan kamarnya dengan benar? Ini namanya kelalaian tugas, jika di perusahaan dan ada karyawan seperti Mi Kyung, mka Mi Kyung pasti ga akan digaji. Mi Kyung menjawab kalau dia akan membersihkan ulang kamar ibu mertuanya.


Setelah sampai di kamarnya, Mi Kyung melepas gelang yang dipakainya, dan membuang ke tempat sampah. Dia membuangnya tanpa rasa belas kasih sedikitpun. (Iyalah..cuma gelang. hihihi)

Kemudian dia juga mengambil gelang yang diberikan Eun Jin tadi. Melihat gelang itu sebentar, lalu melemparnya ke tempat sampah, bersanding dengan gelang yang dipakainya tadi.


Mi Kyung masuk ke kamar ibu mertuanya, dan menyemprotkan pewangi dikamar itu. Mi Kyung kemudian berkata kalau bau itu bukan berasal dari kamar ibunya ini. Madam Choo bertanya lalu darimana baunya berasal?

Mi Kyung kemudian mengendus bau di tubuh Madam Choo, dan ternyata bau itu berasal dari tubuh ibu mertuanya. Madam Choo jelas marah, dan Mi Kyung dengan jujur berkata kalau bau itu datang dari ibu mertuanya. Madam Choo kesal, dan bertanya apa Mi Kyung sudah ga waras?

Sebelum keluar ruangan itu, Mi Kyung meminta ibunya melepas pakaian dan memberi pakaian itu padanya, biar dia cuci. Karena bau itu bau selai mangga dan kecap yang bercampur.


Setelah Mi Kyung keluar, Madam Choo pun mencium bau pakaiannya, dan benar saja, bau tak menyenangkan itu berasal dari baju yang dia pakai.
Madam Choo bergumam, bagaimana bisa Mi Kyung selalu tak pernah membuat kesalahan?


Yoo Jae Hak sudah pulang, dan Mi Kyung juga sudah menunggunya. Karena Mi Kyung menatap suaminta terus menerus, membuat Jae Hak berhenti dan bertanya, ada apa? Apa ada sesuatu di wajahnya. Mi Kyung tanpa menjawab menyemprotkan pewangi ruangan yang tadi dibawanya ke tubuh suaminya itu.
Jae Hak heran dan bertanya, tapi Mi Kyung malah menyuruh Jae Hak untuk cuci muka. (Setres beneran deh ini Mi Kyung. Hihihi)


Madam Choo mendekati anaknya, dan bertanya apa ada bau juga di pakaian Jae Hak, seperti dirinya? Tadi dia sangat malu sekali karena ulah Mi Kyung. Jae Hak pun langsung mencium tubuhnya, dan menjawab kalau dia ga bau kok. Madam Choo pun ikut mencium baju anaknya, dan memang ga ada bau apapun.


Di supermarket, Eun Jin membeli beberapa bahan masakan. Tanpa Eun Jin sadari, laki-laki yang dilihatnya di depan rumah, masih mengikutinya. Saat sedang memilih sayuran, laki-laki penguntit itu lewat di depan Eun Jin.(Bego bener nih cowok, jelas nguntit kok dari depan. )

Saat itulah Eun Jin melihat kearah laki-laki tersebut yang langsung pergi begitu Eun Jin menatapnya. Eun Jin mulai takut dan bergegas dalam mengambil yang dia perlukan.

Eun Jin mulai merasa aman, karena saat dia melihat sekeliling, laki-laki itu sudah ga ada. Eun Jin lega sekali, karena merasa itu hanya ketakutannya saja yang tak beralasan. Tapi saat Eun Jin akan beralih pergi, terdengar ribut-ribut seorang ahjumma.


Eun Jin pun menoleh, dan terkejut sekali, karen laki-laki itu ada di sekitarnya, dia menabrak sang ahjumma, dan Eun Jin tahu itu karena mengejarnya tadi. Semakin takulah Eun Jin dibuatnya.

Laki-laki itu melihat ke Eun Jin yang akan segera kabur, dan terlihatlah laki-laki itu semakin cemas, apalagi ahjumma ini terus menahannya karena ga terima ditabrak oleh laki-laki tersebut.


Eun Jin sudah sampai di tempat parkir, dan laki-laki itu tepat mengikutinya di belakang. Eun Jin yakin sekali. Tapi kemudian Eun Jin berhenti, dan laki-laki itu pun juga ikut berhenti. Eun Jin mengeluarkan peluit di dalam tasnya, kemudian berbalik.

Eun Jin meniupkan peluitnya kencang-kencang, dan tentu membuah heboh yang ada di sekitar. Tapi Eun Jin ga peduli. Laki-laki itu menjadi heran.


Eun Jin mendorong trolinya mendekati si pria yang memang berjarak dekat dengannya, dan laki-laki itu mundur sedikit. Lalu Eun Jin berkata “Orang-orang sedang melihat..Ada CCTV juga disana. Jika kau berlari, kau akan tertangkap. Siapa kau? Kenapa kau mengikutiku?”

Laki-laki menjawab sambil senyum kalau sepertinya ada kesalahpahaman disini. Saat laki-laki itu mencoba mendekati Eun Jin, Eun Jin mendorong trolinya semakin dekat ke pria itu, dan berkata agar pria itu menjelaskan dari sana saja, dan jangan mendekatinya.


Mi Kyung menyiapkan wewangian di bath up untuk suaminya, dan Jae Hak berkata kalau dia hanya akan mandi. Mi Kyung menyuruh Jae Hak untuk berendam. Jae Hak pun berkata kalau Mi Kyung aneh hari ini.

“Aku hanya melakukan yang terbaik untukmu. Meskipun mungkin kau tak menyukainya, tapi inilah yang mampu aku lakukan untukmu.”

Jae Hak mengira Mi Kyung setres karena kelakuan ibunya, Mi Kyung menjawab kalau ini bukan karena ibu. Jae Hak pun bilang malam ini dia ga makan. Mi Kyung bertanya kenapa?
Biasanya seterlambat apapun Jae Hak, Jae Hak selalu menyempatkan makan di rumah.

Jae Hak yang sudah masuk ke bath up, hanya menjawab singkat kalau dia lelah.


Setelah segar sehabis berendam, Jae Hak masuk ke ruang bacanya, dan memutar kembali rekaman itu, sambil memilih buku di rak.

Kemudian terdengar suara Mi Kyung

“Aku percaya padamu..Aku mencintaimu..”

Jae Hak mendekat ke laptopnya, dan terlihatlah wajah Mi Kyung di layar laptopnya itu, sedang membersihkan mobilnya.


Jae Hak memutar ulang rekaman itu dan mendengar kembali dengan jelas yang Mi Kyung katakan

“Aku percaya padamu..Aku mencintaimu. Aku pikir, aku bisa menyelidiki perselingkuhanmu satu kali saja. Itu karena kau adalah orang besar.”

Di sela-sela suara Mi Kyung yang didengar oleh Jae Hak di laptopnya, Mi Kyung terlihat sedang menyiapkan minuman untuk suaminya tercinta.

“Kau adalah milikku, sampai kau menjadi tua dan keriput. Aku akan menahannya. Aku harus menahannya. ”


Jae Hak syok sekali, ga percaya kalau ini semua kelakuan istrinya yang terlihat sangat lembut. Kemudian masuklah Mi Kyung mengantarkan minuman untuk suaminya itu.
Saat Mi Kyung berbalik akan keluar, Jae Hak bertanya “Apa itu perbuatanmu?”

Jae Hak bahkan mengulangi pertanyaannya dengan nada lebih tegas. Mi Kyung akhirnya membenarkan. DIa mengaku kalau itu perbuatannya.
Jae Hak semakin tak menyangka, dan mendekati Mi Kyung. Dia berdiri di hadapan Mi Kyung, dan dengan kesal bertanya bagaimana bisa Mi Kyung melakukan itu. Menempatkan seseorang di ekornya.

Jae Hak benar-benar marah, karena Mi Kyung selama ini berpura-pura tak tahu apa-apa, padahal ternyata tahu segalanya.

“Apa kau menyalahkanku sekarang? Apa kau hanya menyalahkan aku?”


Mi Kyung ngamuk, karena Jae Hak ga menjawab pertanyaannya. Dia melempar semua yang ada di meja suaminya, sehingga benda-benda itu jatuh berserakan.
Tidak hanya itu, Mi Kyung juga beralih rak-rak buku suaminya, dan melempar semua kelantai. Jae Hak mencoba menghentikan Mi Kyung yang menggila.
Jae Hak mengingatkan Mi Kyung kalau ibu ada didalam, dan bisa mendengar.

Mendengar kalimat itu Mi Kyung semakin marah dan bertanya apa sekarang Jae Hak mengkhawatirkan ibu?
“Apa aku sedikitpun tidak ada di dalam hatimu. Apa kau tahu berapa banyak yang telah aku lakukan untukmu?”

Mi Kyung memberontak, dan melepaskan diri dari Jae Hak. Jae Hak berkata kalau ternyata Mi Kyung menakutkan. “Aku tidak tahu kau punya sisi seperti ini di dirimu.”

“Aku juga tidak tahu. Kenapa kau membuat orang tampak begitu buruk?”


Mi Kyung semakin tak bisa mengontrol emosinya, dia sambil menangis berkata “Kita bisa saja hidup dengan indah. Ibu yang baik, menantu yang taat. Aku bisa melakukan semua itu, tapi kenapa kau merusak semuanya?!!”

Mi Kyung berteriak-teriak memanggil ibunya, sambil memukul dadanya yang terasa sesak. Dia benar-benar diluar kendali. Dia bukan seperti Mi Kyung yang lembut selama ini. Benar-benar menakutkan. Sangat menakutkan.

Jae Hak memandang tak percaya pada istrinya. Dia tak menyangka Mi Kyung akan bertindak seperti ini. Dia tak tahu jika perselingkuhannya membuat istrinya yang sangat lembut, menjadi beringas seperti sekarang.


Mi Kyung masih terus memanggil ibunya dalam tangis, kali ini lebih seperti anak kecil. Ya, anak kecil yang mencari ibunya karena dinakali temannya. Hihihi..

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar