Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 7 Part 2



Na Eun Jin sudah sampai di tempat dia janjian dengan Mi Kyung, tapi terlihat Mi Kyung belum ada, dan dia pun menelpon temannya itu. Mi Kyung yang kondisi hatinya sedang buruk membatalkan janjinya dengan Eun Jin. Dia berjanji akan menghubungi Eun Jin lagi nanti.


Setelah telepon dengan Mi Kyung usai, dia mendapat SMS dari ibunya yang menyuruh dia datang ke rumah ibu dengan memakai pakaian yang terakhir dia kenakan saat syuting di kelas memasak. Walau Eun Jin heran dia sepertinya tidak bisa membantah.


Di Bank tempat Na Eun Young bekerja, ada satu orang ahjussi yang dilayani oleh teman Eun Yong. Ahjussi itu ingin dibuatkan buku tabungan baru. Rekan kerja Eun Young meminta tanda pengenal dan juga stempel dari ahjussi tersebut.

Ahjussi menjawab dia ga punya uang dan juga tanda pengenal. Jujur saja dia baru keluar dari penjara hari ini. Rekan kerja Eun Young memberitahu jika ahjussi itu ingin buku tabungan maka ahjussi perlu mengikuti prosedur seperti yang dia bilang tadi.


Na Eun Young mendengar permintaan ahjussi itu dari meja kerjanya. Dia sepertinya merasa iba dengan ahjussi tersebut. Ahjussi itu menjelaskan kalau temannya akan mengiriminya uang, dan jika temannya sudah mengirim, dia akan menunjukkan pada staf itu bahwa dia ga bohong. Dia benar-benar ga memiliki uang untuk buat tanda pengenal atau biaya administrasi. Tolong bantulah dia.
Rekan kerja Eun Young menekan nomer antrian berikutnya tanda dia ga bisa membantu si ahjussi.
Ahjussi itu mau tak mau harus pergi dengan rasa kecewa.

Na Eun Young yang baru saja melayani nasabah mencoba memanggil Ahjussi yang sudah meninggalkan Bank mereka. Dia kemudian melihat Min Soo dan meminta Min Soo untuk menahan Ahjussi yang baru saja keluar tadi.


Min Soo keluar mengikuti keinginan Eun Young, tapi dia ga menemukan ahjussi itu. Eun Young berlari mendekati Min Soo dan bertanya, mana ahjussi itu? Min Soo menjawab dia ga bisa menemukan Ahjussi tersebut, tapi ada apa sebenarnya? Eun Young menjawab ga ada apa-apa dan berlalu pergi, tapi Min Soo menahannya. Dia bertanya kalau memang bukan apa-apa kenapa Eun Young harus menyuruhnya menahan ahjussi itu.

Eun Young bukannya menjawab tapi balik bertanya, apa Min Soo menyukai perempuan yang lebih tua? Min Soo ga menjawab karena bingung, dan saat Eun Young menoleh dia melihat ahjussi itu. Eun Young pun mendekati si Ahjussi.


Eun Young dengan senyum cerianya berkata kalau dia akan membuatkan ahjussi itu buku tabungan. Ahjussi tersebut jelas heran dan bertanya caranya bagaimana? Dia kan ga punya uang. Eun Young seketika itu mengeluarkan uang di sakunya dan menyuruh Ahjussi itu untuk membuat tanda pengenal dan juga foto.
Song Min Soo menatap Eun Young dari tempatnya berdiri. Seperti terkesima dengan yang Eun Young lakukan.


Karena melihat ahjussi itu tak segera mengambil uang yang dia berikan, Eun Young pun bertanya apa Ahjussi itu ga mau? Ahjussi itu malah menangis dan bilang dia hanya terlalu senang saat ini. Eun Young menyuruh sang ahjussi segera karena Bank sebentar lagi akan tutup. Ahjussi itu mengangguk dan menerima uang yang diberikan Eun Young padanya.


Min Soo mendekati Eun Young setelah ahjussi itu pergi. Eun Young sedikit kikuk dan bilang, bukankah dia terlihat hangat dan kuat, walau dia tidak sengaja dalam menunjukkannya?
Min Soo hanya menatap Eun Young dengan tatapan yang membuat Eun Young bertanya kenapa menatapnya seperti itu?

Min Soo menjawab kalau sepertinya Eun Young kurang pintar membaca wajah orang. Min Soo berlalu pergi, dan Eun Young mengejarnya lalu bertanya siapa wanita yang lebih tua tadi? Apa itu wanita yang Min Soo sukai?


Lagi-lagi Min Soo menatap Eun Young dengan tatapan penuh makna. Tiba-tiba dia berkata “aku tertarik..”

Eun Young heran dan Min Soo bergerak semakin mendekati Eun Young membuat Eun Young gugup. Min Soo kembali berkata “seharusnya tidak..tapi aku tertarik..padamu.”

Kalimat terakhir itu membuat Eun Young semakin terpana. Min Soo kemudian menggerakkan tangannya seolah akan menyentuh pipi Eun Young. Eun Young menutup matanya, menunggu apa yang akan Min Soo lakukan padanya. Tapi ternyata Min Soo hanya mengambil rambut Eun Young yang rontok dan jatuh di pundaknya.


Min Soo berlalu dan Eun Young lagi-lagi mengejarnya, dia bertanya apa tadi baru saja Min Soo mengatakan suka padanya? Min Soo mengelak. Eun Young membantah dan yakin tadi Min Soo menyatakan suka padanya. Melihat Min Soo tetap tak mau mengaku, membuat Eun Young akhirnya berkata jangan difikirkan hal tadi. Lalu dengan penuh senyum dan rasa mantap, Eun Young berkata kalau dia akan menunggu.

Eun Young kemudian berbalik dan pergi dengan perasaan senang. Dia bahkan tak bisa menutupi kebahagaiannya itu, dan hanya mampu menutup mukanya karena malu. Sedang Min Soo masih mentap Eun Young yang berlalu dengan perasaan galau banget. Sepertinya dia memang mulai tertarik pada Eun Young.


Na Eun Jin sudah sampai di rumah orang tuanya dan bertanya heran pada Na Ra kenapa dia disuruh pakai pakaian ini? Na Ra belum menjelaskan maksudnya dan hanya minta Eun Jin mengulurkan lengan Eun Jin. Eun Jin melakukannya dan Na Ra yang sudah siap dengan foto saat syuting memasak itu, menempelkannya tepat di bawah lengan Eun Jin, sebagai bukti bahwa tangan yang nongol saat itu benar-benar tangan putrinya.

Na Ra ingin membuktikan pada kedua cucunya kalau dia ga berbohong saat itu. Yoon Jung dan Hoon yang duduk di sofa akhirnya membenarkan pernyataan si nenek. Dae Ho yang sat itu juga ada bertanya apa hanya untuk menunjukkan hal itu, Na Ra menyuruh mereka berkumpul?


Sun Ah juga ada disana, dan Eun Jin berkata kalau ibunya memang seperti ini, sangat menyukai ketepatan dan kejelasan. Sun Ah merasa itu hebat, karena itu artinya ibu mertua tidak suka sesuatu yang ambigu. Dae Ho berpura-pura tak suka, dan Na Ra kembali mengejek suaminya yang sensitive karena sudah berusia lanjut.

Eun Jin kemudian menceritakan pada Sun Ah tentang keluhan ayahnya yang berkata kesepian. Na Ra membenarkan dengan bilang, padahal saat Dae Hoo mengatakan itu, dia ada di samping Dae Ho. Dae Ho jadi salah tingkah karena semua menyerangnya.
Melihat ayahnya ngambek semua jadi tertawa.


Setelah bercanda seperti itu, Dae Ho menghidupkan TV nya dan saat itu sedang siaran berita yang menyebut bahwa sebuah mobil illegal didapati menyebabkan kecelakaan. Presenter berita menyebutkan kalau penjual mobil itu sudah di tangkap di Daejun kemarin.

Na Ra teringat akan kecelakaan putrinya yang juga disbabkan oleh mobil berlisensi illegal dan bisa jadi itu salah satu yang menabrak Eun Jin saat itu. Sun Ah menyebut, kalau itu belum tentu karena ada banyak mobil illegal di negara ini. Namun Eun Young memikirkan kemungkinan itu.


Sung Soo dihubungi polisi yang berkata kalau polisi sepertinya mulai berhasil menemukan pelaku tabrak lari saat itu. Sung Soo senang mendengarnya dan mengajak sang polisi untuk minum teh bersama. Karena ini masih siang, merek ga mungkin minum-minum di siang bolong.


Song Min Soo melihat rumah yang akan disewanya. Dua orang ahjumma menemaninya untuk melihat-lihat. Min Soo sepertinya suka dengan rumah itu, dan bilang kalau dia hanya punya anggaran 300.000 won untuk biaya sewa ini. Apa itu bisa?

Ahjumma yang sedikit gemuk bukannya menjawab malah menanyakan tinggi Min Soo. Min Soo pun memberitahu kalau tingginya 185 cm. Ahjumma itu tersenyum dan ahjumma satunya yang pendek berkata kalau melihat pemuda tampan seperti ini, rasanya mereka ingin berlaku baik.
Ahjumma yang gemuk berkata kalau dia akan menyesuaikan anggaran sewa dengan keuangan Min Soo. Min Soo senang dan mengucapkan terima kasih.

Tapi Ahjumma mempunyai syarat, kalau Min Soo harus menunjukkan wajah Min Soo sekali sehari. (untung ga 3x sehari, udah kayak minum obat aja.-_-)
Min Soo menjawab kalau dia akan menunjukkan wajahnya setiap hari. Merekapun saling tertawa.


Mi Kyung mengantarkan vitamin untuk ibu mertunya, dan dia bertanya apa Madam Choo benar-benar harus membiarkan adiknya keluar? Madam Choo membenarkan hal itu dan bilang, memang Min Soo sudah seharusnya hidup mandiri. Sampai kapan memangnya Mi Kyung ingin mengikat Min Soo? Mi Kyung menjawab dia ingin menjaga Min Soo sampai Min Soo menikah.

Madam Choo mengingatkan Mi Kyung klau dia bisa saja jadi jahat, jika dia sudah tidak menyukai seseorang. Apa Mi Kyung lupa?

“Seberapapun pintar dan cerdasnya kamu, kamu ga akan pernah bisa melawan kebijaksanaanku, yang aku peroleh dari kehidupanku yang panjang.”

Madam Choo kemudian bertanya tentang siapa wanita selingkuhan putranya?Dia yakin Mi Kyung sudah tahu dengan wanita itu. Mi Kyung hanya menjawab kalau wanita selingkuhan suaminya adalah wanita yang sudah menikah. Madam Choo sedikit kaget dan Mi Kyung berkata, seperti itulah kelakuan putra kebanggaan ibu mertuanya itu.

Madam Choo bukannya marah pada anaknya dia malah bertanya kenapa Mi Kyung ga menjambak rambut si wanita dan hanya diam saja?Dia juga meminta agar perselingkuhan Jae Hak ini tidak diketahui oleh anak-anak.


Song Mi Kyung masuk ke kamar dan menatap wajahnya di cermin. Dia setres banget hari ini, dan tanpa diduga dia mengacak-acak rambutnya sendiri. Saat itulah Min Soo mengetuk pintu dan meminta ijin untuk masuk. Mi Kyung menyuruh Min Soo masuk tanpa merapikan rambutnya yang berantakan.

Min Soo bertanya kenapa rambut kakaknya kayak gitu? Mi Kyung menjawab kalau Jae Hak menyebutnya gila, dan sepertinya dia sekarang benar-benar gila. Min Soo malah mengacak-acak rambut Mi Kyung, membuat Mi Kyung jadi tertawa. Min Soo berkata dia ingin melihat Mi Kyung tersenyum seperti tadi. Min Soo kemudian berkata kalau dia sudah dapat rumah.
Mi Kyung sepertinya sudah tak bisa melarang walau dia sangat sedih, harus ditinggal adiknya.


Min Soo kemudian berkata kalau rumah ini bukanlah tempat dimana kita dicintai dengan tulus, karena apa adanya diri kita. Tapi, ini adalah rumah dimana kita dicintai jika kita memiliki kredibilitas. Dia merasa ga sanggup untuk terus berada disini. Mi Kyung meneteskan air matanya menyadari kalau kalimat Min Soo benar adanya.

“Kau terlalu baik untuk suamimu. Karena kau terlalu baik padanya, dia jadi merasa bahwa dia benar-benar pria yang menakjubbkan dan bertindak dengan mengangkat dagu tinggi-tinggi. Suamimu tidak tahu, kalau itu semua adalah karena kau yang mengagumkan dan penuh cinta.”

Min Soo kemudian mengajak kakaknya untuk tinggal bersama. Keluar dari rumah ini adalah cara terbaik. Mi Kyung menggeleng dengan wajah dipenuhi air matanya. Min Soo tahu kakaknya jadi sedih dengan semua ini dan berkata kalau tadi dia hanya mengucapkan keinginannya saja tanpa berfikir lebih dulu.

Sekarang dia mungkin ga bisa melihat kakaknya setiap hari, jadi dia datang untuk mengucapkan selamat malam pada Mi Kyung sebelum dia pindah. Min Soo pun lagi-lagi mengacak-acak rambut Mi Kyung, membuat Mi Kyung kembali tertawa walau dengan air mata di pipinya.


Yoo Jae Hak sedang ada di ruang kerjanya, dan Mi Kyung masuk menemui suaminya itu. Mi Kyung mengajak suaminya bicara tanpa meninggalkan sesuatu rahasia apapun. Jae Hak setuju dan akan berdiri, tapi Mi Kyung berkata bukan hari ini.
Jumat nanti adalah hari terakhir kelas memasaknya, dia mau jumat itu Jae Hak datang untuk menjemputnya.

Jae Hak bertanya apa harus hari itu? Mi Kyung membenarkan. Dia bilang itu satu-satunya kesempatan untuk Jae Hak. Di hari itu dia akan menunjukkan semuanya.


Setelah selesai dengan Jae Hak, Mi Kyung menelpon Eun Jin dan berkata kalau jumat nanti ada seseorang yang ingin dia temukan dengan Eun Jin. Jadi Eun Jin harus datang ke kelas memasak, karena orang itu juga akan datang, dan Eun Jin bisa tahu bagaimana dia bisa mengenal Eun Jin.
Walau heran Eun Jin mengiyakannya.


Kim Sung Soo, sudah mendapatkan nomer ponsel Choi Shi Min. Dia terlihat ragu, apakah dia akan mengubungi Shi Min atau tidak? Tapi dia merasa penasaran sekali. Akhirnya Sung Soo memutuskan untuk tetap menghubungi Shi Min dan mengajak Shi Min untuk bertemu.


Jumat telah tiba, dan saatnya Eun Jin ikut kelas memasak. Di depan dia bertemu dengan Young Kyung dan Ji Hye. Young Kyung bertanya apa Mi Kyung datang? Eun Jin menjawab sepertinya iya. Young Kyung pun bergerak seolah akan pergi tapi Ji Hye menahannya.

Young Kyung berkata pada Eun Jin kalau Eun Jin terlalu baik saat itu, jika dia jadi Eun Jin maka dia akan langsung membalikkan meja. Eun Jin menjawab dia yakin Mi Kyung punya alasan sendiri ketika itu.

Eun Jin mengajak kedua seniornya untuk segera masuk karena diluar dingin. Young Kyung berkata jika Mi Kyung mengganggu Eun Jin lagi, maka dia ga akan tinggal diam. Eun Jin senang selalu dibela kedua temannya, Mereka pun berjalan bersama dengan bergandengan tangan.


Choi Anna menyambut semua muridnya dan berkata kalau semua sudah berkumpul disini, dan inilah tim kelas memasak Na Eun Jin. Eun Jin merasa ga enak dan bilang agar tidak memakai namanya. Kenapa ga menyebut tim ini dengan nama Young Kyung.

Choi Anna kemudian menunjukka masakannya, kali ini dia membuat kue coklat khusus untuk mereka semua. Dia membuat cokelat ini agar melumerkan semua kekerasan yang ada, dan menciptakan suasana yang hangat serta lembut.


Yoo Jae Hak sudah sampai di tempat yang disuruh Mi Kyung. Mi Kyung yang sudah keluar diiringi teman-temannya melihat mobil Jae Hak terparkir di kejauhan, dia kemudian meminta teman-temannya untuk ga pulang dulu, karena ada yang ingin dia kenalkan pada mereka semua.

Mi Kyung pun menelpon Jae Hak dan meminta agar Jae Hak ga hanya di dalam mobil saja. Dia mau Jae Hak keluar dan mendekatinya. Dia sedang bersama teman-temannya saat ini. Jadi dia ingin Jae Hak datang dan menyapa teman-temannya dulu.


Jae Hak tak menolak, dia berjalan mendekati Mi Kyung namun, dia belum menyadari kehadiran Eun Jin disana. Sebelum Jae Hak semakin dekat, Na Ra menelpon Eun Jin, membuat Eun Jin pergi menjauhi mereka, walau masih ada di sekitar tempat itu.


Salju mulai turun dengan derasnya. (Hujan kali Ay..*emang..hihihi.)
Eun Jin yang menerima telepon tak jauh dari tempat teman-temannya berkata pada ibunya kalau dia akan segera kembali.

Sementara itu Jae Hak sudah berdiri di samping Mi Kyung. Mi Kyung mengenalkan Jae Hak pada dua temannya kalau Jae Hak adalah suaminya. Jae Hak pun menyapa kedua teman istrinya itu.

Kemudian menolehlah Eun Jin, dan dia mendpti sosok yang pernah ada di hidupnya dan hatinya. Seseorang yang membuatnya berpaling dari Sung Soo. Tepat saat itu, Jae Hak juga melihat kearah Eun Jin, dan ikut merasa terkejut.


Mereka saling menatap dengan perasaan yang bergejolak satu sama lain. Tak menyangka dengan semua ini. Mi Kyung pun hanya menatap kedua insan itu yang dia yakini saat ini sama-sama syok.
Ji Hye dan Young Kyung merasa ada yang aneh dengan tatapan suami Mi Kyung pada Eun Jin. Tapi saat teman-teman Eun Jin menoleh kearahnya, Eun Jin langsung memalingkan muka.

Young Kyung jadi bertanya apa Jae Hak mengenal Eun Jin? Mi Kyung mengajak suaminya segera pergi ke restoran italia, dimana terakhir mereka datang saat itu.
Na Eun Jin menjadi lemas, dan tak mampu menopang tubuhnya. Dia duduk berjongkok sambil berpegangan. Semua ini membuatnya merasa benar-benar terluka dan malu.


Ji Hye dan Young Kyung langsung mendekati Eun Jin begitu tahu teman mereka itu jadi lemas tak berdaya. Mereka bertanya apa Eun Jin baru saja menerima kabar buruk?

Ditengah salju itu, Eun Jin tak mempedulikan keheranan teman-temannya, dia terus berjalan menuju mobilnya dengan langkah terseok-seok.


Di dalam mobil dengan rasa gemetar di seluruh tubuh Eun Jin mengingat kembali semua alasan Mi Kyung seolah membencinya. Semua berputar di otaknya. Surat terror dan kecelakaan itu bahkan terputar dengan jelas di memorinya saat ini. Mengingat semua kejadian dan kalimat Mi Kyung padanya, membuat Eun Jin menangis histeris. Dia benar-benar merasa berdosa. Air mata itu menaglir deras ditengah rasa bersalahnya pada Mi Kyung. Dia jadi tahu alasan Mi Kyung melakukan semua itu padanya.


Sementara itu, Jae Hak hanya diam di sepanjang perjalanannya bersama Mi Kyung. Dia juga syok dengan semua ini. Sangat syok bahkan.
Setelah sampai di depan rumah, Jae Hak menyuruh Mi Kyung masuk duluan, dia akan pergi dan setelah itu baru kembali pulang.

Mi Kyung tak membantah, dia hanya mampu menatap kepergian mobil suaminya dengan perasaan yang bercampur aduk. Setidaknya dia merasa lega, karena dia sudah mengeluarkan semua yang seharusnya dia keluarkan dari dulu. Ini sudah tidak menjadi beban dihatinya.


Yoo Jae Hak meluapkan semua yang dirasakannya dengan bermain bulu tangkis sendirian. Berkeringat dan terus bergerak membuatnya seolah ingin melupakan kejadian yang baru saja dialaminya. Sampai saat dia sudah tak mampu menangkis bola dan akhirnya terjatuh di lantai. Ini benar-benar semacam palu yang dipukulkan ke kepalanya. Menyiksa dan membuatnya tak berdaya.


Na Eun Jin sampai di rumahnya, dan Na Ra juga sudah siap kembali. Na Ra melihat Eun Jin seperti sedang tak baik, bertanya ada apa?Eun Jin menutupi itu dengan menjawab kalau dia hanya sedikit merasa lelah.
Na Ra merasa tak bisa meninggalkan Eun Jin, tapi Eun Jin menyakinkan dia baik-baik saja, sehingga ibunya bisa pergi sekarang.


Setelah Na Ra pergi, tubuh Eun Jin seolah lunglai. Dia berpegangan agar tak jatuh, dan Yoon Jung langsung bertanya ada apa pada ibunya itu.
Wajah Eun Jin pun seolah tanpa ekspresi. Eun Jin menjawab kalau kakinya tiba-tiba terasa lemas. Dia ga mau putrinya khawatir.


Lalu tiba-tiba Eun Jin merasakan mual. Dia berlari menuju kamar mandi, dan mengeluarkan semua disana. Yoon Jung ikut menemani ibunya, dan menepun-nepuk punggung ibunya, agar ibunya bisa merasa nyaman. Dia bertanya apa ibunya baik-baik saja, Eun Jin menjawab dia baik-baik saja.

Eun Jin menatap Yoon Jung, dan berkata kalau dia sudah selesai. Eun Jin juga mengatakan kalau dia ga mau Yoon Jung melihatnya seperti ini, karena ini memalukan. Yoon Jung dengan polos bertanya, kenapa harus ada yang memalukan diantara mereka? Mereka kan ibu dan anak. Tapi Eun Jin tetap tak ingin Yoon Jung ada di sini dan melihatnya seperti ini. Akhirnya Yoon Jung pun meninggalkan ibunya.


Kim Yoon Jung bernisiatif menelpon ayahnya dan mengatakan kalau ibu sakit. Sung Soo menjawab kalau dia lagi sibuk, dan harusnya Yoon Jung menelpon dokter bukan malah menelpon dia. Sung Soo malah menyuruh putrinya untuk menelpon nenek. Yoon Jung menjawab kalau nenek baru saja pulang, masak disuruh balik lagi.


Di tidurnya malam ini, Eun Jin merasa ada sebuah tangan yang mencekik lehernya. Dia pun membuka mata, dan melihat bahwa Mi Kyung lah yang sedang mencoba membunuhnya.

“Kau ingin mati? Matilah!! Aku akan membantumu untuk mati.”

Eun Jin berusaha melepaskan tangan Mi Kyung yang begitu erat mencengkeram lehernya. Dia sudah merasa kesulitan bernafas.


Ternyata itu hanya mimpi. Eun Jin terbangun dengan nafas terengah-engah karena mimpi buruknya itu. Dia yang masih merasa lemas, tak mampu berdiri dengan kakinya, dan hanya bisa merangkak untuk keluar kamar.
Dengan kondisi seperti itu, dia mencoba memanggil Yoon Jung. Suaranya yang lemah tentu tak bisa didengar Yoon Jung.


Sedetik kemudian Eun Jin pingsan. Sementara itu dilain tempat, Kim Sung Soo sepertinya baru saja bertemu Choi Shi Min dan mendapatkan informasi tentang Yoo Jae Hak. Di kertas yang di pegangnya berisi info tentang Jae Hak. Seorang laki-laki pebisnis yang sukses, dan dibawah info yang sudah dia cetak itu tertulin nama Na Eun Jin.
Artikel kecil tentang Jae Hak ini, disusun oleh istrinya.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar