Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 9 Part 2

Madam Choo dan Jae Hak menikmati makan di luar bersama. Jae Hak bertanya kenapa ibunya ga memesan makanan? Madam Choo tak menjawab dan malah bertanya, penghinaan apa yang ingin Jae Hak hadapi ketika bertemu seorang wanita yang sudah menikah?

Madam Choo bertanya, apa yang akan Jae Hak lakukan jika suami wanita itu mengancam? Hidup Jae Hak bisa berantakan dalam sekejap. Seperti yang Jae Hak tahu, Mi Kyung adalah istri yang bijaksana, jadi ga ada salahnya untuk Jae Hak mendengarkan Mi Kyung.

Madam Choo ingin agar cucunya ga mengetahui pertengkaran ini. Jae Hak menjawab, dia dan Mi Kyung tidak sedang bertengkar kok. Mi Kyung bahkan ga mencoba untuk mengatasi ini. Madam Choo menjawab, apa menurut Jae Hak ini adalah hal yang perlu diatasi?
Yang terpenting adalah, cucu-cucunya ga boleh tahu kejadian ini,

“Jika seorang ayah kehilangan rasa hormat anaknya, maka setengah hidup pria itu sudah dinyatakan gagal.”


Kim Sung Soo pulang, dan melihat ke kamar, tak ada Eun Jin disana. Sung Soo pun beralih ke kamar Yoon Jung, dan memang terlihat Eun Jin sedang tertidur.
Diapun mendekati Eun Jin, dan membangunkan Eun Jin.

Eun Jin terbangun dengan sedikit kaget, dan Sung Soo bertanya, apa Eun Jin masih bisa tidur disaat seperti ini? Sung Soo kemudian mengajak Eun Jin bicara, tapi dengan catatan Eun Jin tak boleh menunjukkan wajah padanya saat mereka bicara nanti.


Mereka pun keluar kamar, dengan saling membelakangi. Sung Soo bertanya bagaimana bisa Eun Jin melakukan ini padanya? Tak peduli berapa banyak Eun Jin ingin menipunya, kenapa harus melakukan hal itu?
Eun Jin hanya mampu berkata maafkan aku.

Sung Soo pun bertanya, apa Eun Jin tahu pria itu sudah beristri? Eun Jin jujur menjawab kalau dia sudah tahu.
Sung Soo semakin terluka mendengarnya dan menatap Eun Jin sambil bertanya, Eun Jin sudah tahu tapi masih tetap melanjutkan hubungan itu? Jadi itu artinya Eun Jin tidak ditipu oleh laki-laki itu?

Eun Jin jujur menjawab, kalau dia tidak ditipu. Sung Soo pun berteriak dan menyebut Eun Jin gadis gila. Eun Jin sontak kaget dengan kerasnya suara Sung Soo.

“Kau..bagaimana bisa kau seperti itu? Bahkan jika aku bertindak seperti Anjing, seharusnya kau tidak melakukannya juga, karena kau adalah Na Eun Jin.”

Eun Jin menukas “Bagaimana perilaku Na Eun Jin, tidak ada buku panduan untuk itu. Aku hidup dengan cara terbaik yang aku bisa..”

Sung Soo kemudian bertanya apa hal baik itu adalah bertemu dengan pria yang sudah beristri?
Eun Jin berkata dia benar-benar ga ingin menyakiti Sung Soo. Dia juga jujur ga ingin membuat Sung Soo merasakan apa yang pernah dia rasakan saat Sung Soo selingkuh dulu. Itulah sebabnya dia mengajak Sung Soo bercerai.

Sung Soo bertanya apa itu artinya Eun Jin ingin bercerai demi dia? Itu hanya karena Eun Jin ga bisa menagatasi rasa bersalah Eun Jin, makanya Eun Jin mengajaknya bercerai. Itu bukan karena dia. JAdi jangan berbohong padanya.

Sung Soo geram sekali, dia berkata kalau sekarang Eun Jin harus melakukan semua apa yang dia minta. Tidak akan ada perceraian, bahkan jika Eun Jin merasa sangat sulit hidup dengannya, maka dia ga akan pernah membiarkan Eun Jin pergi.

“Aku dan kau..kita berdua akan tinggal di neraka bersama selamanya..”

Saat Sung Soo akan beranjak pergi, tiba-tiba dia bertanya apa laki-laki itu Yoo Jae Hak? Eun Jin terdiam, dan Sung Soo bertanya kenapa ga menjawab? Eun Jin yang heran bagaimana bisa Sung Soo tahu, menanyakan hal itu. Sung Soo, hanya berkata, hati Eun Jin pasti telah berpindah pada Jae Hak, karena Eun Jin sangat menyukai pria itu.
Sekarang dia tahu, keinginan Eun Jin untuk bercerai, pasti karena ingin tinggal bersama Jae Hak.

Eun Jin menjawab tidak. Sung Soo tak tersentuh dan malah berkata jika Eun Jin pria maka dia sudah pasti akan memukul Eun Jin, tapi karena Eun Jin wanita dengan tubuh lemah dan kecil, dia ga bisa melakukan itu. Eun Jin lagi-lagi meminta maaf membuat Sung Soo malah bertambah kesal.
Sung Soo bertanya, apa jika seseorang membunuh maka semua selesai dengan kata maaf?


Eun Young mengajak Min Soo ke rumahnya, dan disana mereka saling memuji. Min Soo memuji Eun Young yang selalu berterus terang, dan Eun Young balik memuji Min Soo dewasa, berbeda dengan kakak laki-lakinya yang sudah menikah, tapi masih kekanak-kanakan.

Eun Young kemudian menyuruh Min Soo untuk cuci tangan dulu, karena ibunya selalu mengajarkan hal itu. Min Soo pun mematuhinya. Dia berlaih ke toilet di ikuti Eun Young.
Saat melihat ada jamur menempel di wastafel Eun Young, Min Soo pun menempelkan tisu yang sudah dicampur dengan larutan di sisi wastafel yang berjamur itu. Lalu berkata pada Eun Young, besok pagi saat Eun Young bangun, pasti jamurnya akan hilang.


Kali ini kegiatan mereka beralih memasukkan makanan kaleng ke kulkas, dan tanpa sengaja mereka bertabrakan disana. Eun Young yang akan berbalik terkejut karena Min Soo sudah ada dekat dengannya.

Eun Young hanya tersenyum dan menutup matanya, menyangka dia akan kissing romantic dengan Min Soo di depan kulkas. Tapi Min Soo malah bertanya memangnya apa yang Eun Young harapkan?
Eun Young pun langsung membuka mata, dan setelah itu Min Soo langsung mendorong kening Eun Young, dengan telunjuknya.


Eun Young kesal dan berkata kalau Min Soo sangat pelit, padahal mereka kan sudah berkencan.
Min Soo kemudia memasang jaketnya dan Eun Young bertanya, kenapa Min Soo cepat sekali pergi?
Min Soo menjawab kalau dia laki-laki berusia 28 tahun dan berdarah panas. Jadi ga baik untuknya terus ada disini.

Eun Young menarik tangan Min Soo, mencegah Min Soo pergi dan bilang, apa salahnya berdarah panas? Janga ditahan, nanti bisa bikin Min Soo sakit.

*Gubraaakk..

Min Soo tersenyum melihat kekonyolan pacarnya ini, dan melepas lembut tangan Eun Young yang sedang memegang tangannya. Dia kemudian menggenggam tangan itu, dan berkata bahwa Eun Young kan sudah tahu, jika dia memiliki nasib buruk bahkan sejak dia lahir. Tapi dia percaya jika dia berusaha keras, maka dia bisa merubah nasib buruknya itu.

Eun Young yang serius mendengarkan hanya bilang, itu hal yang sulit, dan Min Soo bilang, dia akan selalu berhati-hati, sehingga takdir buruknya itu tidak dia turunkan pada Eun Young.


Setelah Min Soo keluar, Eun Young mengeluh sendiri, kenapa setelah berkencan dia malah jadi bertambah gila karena Min Soo?


Jae Hak datang ke rumah Min Soo yang pemandangannya memang terlihat luar biasa. Min Soo yang baru pulang terkejut melihat kakak iparnya. Min Soo bertanya kenapa Jae Hak datang tanpa memberitahu? Jae Hak menjawab dia ingin memberi kejutan pada Min Soo.
Jae Hak melihat kembali pemandangan bagus ini dan memuji kalau ini benar-benar luar biasa.


Kini mereka sudah berpindah ke dalam, disana Jae Hak berkata kalau dia kecewa karena Min Soo tetap memutuskan pindah, padahal dia sudah meminta jangan pindah.
Min Soo menjawab dia suka kok tinggal disini.


Eun Jin benar-benar menghabiskan waktunya dengan tidur, dan tidur. Tapi, tiba-tiba Eun Young menelponnya.
Dengan penuh semangat Eun Young menceritakan perihal dia yang sedang jatuh cinta pada pria dari kelas rendah menurutnya. Padahal seperti yang Eun Jin tahu, dia kan menyukai pria dengan criteria yang luar biasa. Tapi pria ini sama sekali tak masuk dalam kriterianya itu.

Eun Jin menjawab sambil tersenyum mungkin inilah cinta sejati Eun Young.
Eun Young kemudian bilang, pria ini benar-benar memiliki kualifikasi yang buruk, bahkan pendapatannya jauh lebih tinggi dari pria yang sedang berkencan dengannya ini. Tapi entah mengapa, dia tetep bisa menerima semua itu.

Eun Jin pun mengucapkan selamat pada adiknya itu, dan Eun Young berkata pria ini selalu bisa membuatnya merasa menjadi wanita hebat.
Eun Jin pun menjawab itu tandanya pria itu benar-benar pria yang baik, karena bisa membuat Eun Young merasa menajdi wanita yang hebat.

Mendengar suara Unninya yang lemas, Eun Young pun bertanya apa Unninya sakit? Eun Jin menjawab kalau dia hanya merasa sangat mengantuk.


Song Mi Kyung dan Choi Anna beralih ke sebuah restoran dimana mereka sedang menikmati minuman hangat mereka.
Mi Kyung tiba-tiba bertanya seperti apa suami Eun Jin? Anna heran dan berkata apa sekarang Mi Kyung sedang khawatir pada keluarga itu.

Anna pun menjelaskan, untung saja di negara ini senjata dilarang, tidak seperti di Amerika, dimana seorang suami tega menembak istrinya setelah ketahuan berselingkuh.
Kemudian Anna bertanya, apa mereka ga terlalu lama ada disini? Bagaimana kalau mereka pergi.
Mi Kyung yang sebenarnya enggan, karena dia benar-benar ingin pulang terlambat, terpaksa harus menyetujui keinginan Anna.


Kini, Jae Hak dan Min Soo, bersama-sama menikmati soju dengan cemilan. Lagi-lagi Jae Hak meminta maaf pada Min Soo. Dia tidak berfikir bahwa tindakan salahnya itu berpengaruh pada hidup Min Soo juga.

Min Soo mengucapkan terima kasih karena telah memahaminya. Dia hanya takut, Jae Hak akan mengira dia dan kakaknya seorang Psycho.
Jae Hak tersenyum dan meminta agar Min Soo ga terlalu menyalahkan diri sendiri. Itu ga baik untuk Min Soo.

Jae Hak kemudian memberitahu resiko yang bisa Min Soo hadapi terkait kasus tabrak lari itu. Sekarang memang kasusnya sudah ditutup, tapi jika terjadi sesuatu, dia akan mengurusnya untuk Min Soo. Min Soo tenang saja.

Min Soo memang takut, tapi dia mencoba menepisnya. Dia berkata dia dan kakaknya memang hidup tidak normal. Setiap hari dia dan Mi Kyung selalu cemas tentang apakah dia dan Unninya akan ditinggal oleh orang tua.

Jae Hak menjawab dia selalu merasa Mi Kyung adalah orang yang sempurna, karena bisa bertahan tanpa menimbulkan kekacauan sedikitpun di situasi yang sulit seperti itu. Tapi, Min Soo berkata lain, dia bilang bahwa orang sering tidak menyadari bahwa kesempurnaan itu justru adalah hal yang tidak normal.

“Jika kau tidak bisa menahannya, maka tak satu orang pun yang bisa melakukannya. Kakakku hampir tidak memiliki kehidupannya sendiri. Ketika kakakku menikah, dia mengikat seluruh kehidupannya dengan keluargamu. Dalam beberapa hal, dia lebih buruk dariku.”


Song Mi Kyung sampai di rumahnya Min Soo, dia belum masuk ke dalam, dan hanya berdiam di luar. Pikirannya selalu teringat pada Eun Jin, dan dia merasa kesal pada dirinya sendiri karena hal tersebut. Akhirnya Mi Kyung memutuskan menghubungi Eun Jin. Rivalnya.

Na Eun Jin yang sedang berbaring, terkejut saat melihat nama Song Mi Kyung tertera pada panggilan yang masuk saat ini di ponselnya. Dia terlihat ragu, karena terakhir kali saat mereka bertemu, Mi Kyung sudah berjanji tidak akan menghubunginya lagi. Lalu ada apakah ini?


Eun Jin menerimanya, dan terdengar Mi Kyung berkata kalau sepertinya dia salah membuat keputusan untuk tidak menghubungi dan menemui Eun Jin. Dia menarik kembali keputusan itu. Sekarang, setiap dia menelpon Eun Jin, maka Eun Jin harus datang menemuinya. Jangan pernah mencoba menghilang dari pandangannya.

Eun Jin pun hanya mampu menuruti keinginan aneh Mi Kyung itu. Kenapa harus menemuinya? Bukankah itu akan semakin membuat luka yang menganga bertambah besar?
Atau apakah Mi Kyung ingin terus menyiksanya dengan ribuan rasa bersalah ini?


Min Soo yang mengantarkan Jae Hak keluar rumah, terkejut melihat noonanya ada di depan. Jae Hak pun menoleh dan memang terlihat ada Mi Kyung disana. Mi Kyung bertanya dengan nada tak suka kenapa Jae Hak ada disini? Min Soo lah yang menjelaskan kalau Jae Hak hanya datang menemuinya, sebagai seorang kakak ipar yang menemui adik ipar. Lalu kenapa Mi Kyung datang di jam seperti ini?

Mi Kyung menjawab, dia sedang tidak ingin pulang. Jae Hak terlihat kaget mendengar jawaban Mi Kyung. Dia pun hanya mampu menatap Mi Kyung, tanpa berkata apapun. Min Soo berkata bahwa Mi Kyung selalu diterima disini, jika memang Mi Kyung ga mau pulang. Tapi, untuk malam ini pulanglah.

Min Soo kemudian berlaih pada kakak iparnya, dan meminta agar kakak iparnya pulang bersama dengan noonanya. Mi Kyung akan protes tapi Min Soo tak mau menerima protes nya Mi Kyung.


Di perjalanan pulang, Mi Kyung lah yang menyetir, karena tadi Jae Hak habis minum-minum. Jae Hak merasa sepi sekali, dan bertanya apa dia boleh mendengarkan music?
Mi Kyung bukannya menjawab malah bertanya hal lain. Dia bertanya apa yang akan Jae Hak lakukan jika Eun Jin bercerai?

Jae Hak menghela nafas dan bilang, mari bicarakan tentang mereka saja. Jangan orang lain. Mi Kyung dengan ketus menolak, dan bilang jika dia lebih penasaran tentang apa yang akan Jae Hak lakukan pada wanita itu, dibanding dengan apa yang terjadi pada hubungan mereka kedepannya?

*Dasar aneh, keponya akut.

Jae Hak hanya mampu mengucap kata maaf, dan Mi Kyung menukas, kalau minta maaf, kenapa Jae Hak harus melakukan hal itu? Melakukan sesuatu yang akhirnya Jae Hak sesali.


Inilah tampilan ramen yang jadi makan malam Sung Soo. Dia hanya sendiri, dan menikmati makan malamnya itu dengan tanpa nafsu sedikitpun. Pikirannya selalu teringat akan pengakuan Eun Jin yang menghebohkan seluruh saraf otaknya, membuat hatinya hancur berantakan.


Na Eun Jin yang tak berani keluar kamar, mencoba mengintip apakah Sung Soo masih ada di ruang keluarga atau tidak?
Saat melihat tidak ada Sung Soo, Na Eun Jin berbalik menuju kamarnya, dan saat itulah dia bertemu Sung Soo yang baru keluar dari kamar mandi. Eun Jin sedikit kaget. Diapun buru-buru masuk, tapi Sung Soo tiba-tiba menarik lengannya.


Sung Soo menarik Eun Jin, dan memepetkan (Bahasa bagusnya apa ya? Hihihi) tubuh Eun Jin di dinding.
Sung Soo berkata “Seperti orang gila aku ingin membunuhmu..tapi aku juga ingin menahanmu. Kesimpulannya adalah aku ingin membunuhmu.”


Song Mi Kyung tak bisa tertidur sekejappun, padahal Jae Hak disampingnya sudah terpulas. Mi Kyung merasa kesal melihatnya. Diapun mengambil bantalnya dan berniat menggunakan bantalnya itu untuk menutup wajah Jae Hak. Menekannya seperti yang dulu pernah dia lakukan.
Namun, Mi Kyung membatalkannya. Dia memilih berdiri dan menghidupkan lampu kamar.

Jae Hak tetap tak terpengaruh karena memang sudah pulas, tapi Mi Kyung menggoyang-goyangkan tubuh suaminya itu membuat Jae Hak terbangun sedikit kaget. Jae Hak reflek langsung duduk, matanya silau karena cahaya yang tiba-tiba terang tertangkap oleh retinanya.


“Bisakah kau tidur sekarang? Aku tidak bisa tidur, dan kau malah bisa. Kau benar-benar berfikir, aku akan gila. Apa kau tidak merasakan apapun? Aku mencoba menahannya, tapi itu selalu muncul, dan terus muncul. Kalian berdua yang melakukan kesalahan, tapi kenapa aku yang harus menderita?”

Jae Hak yang awalnya kesal, karena istirahatnya tergangu bertanya apa yang bisa dia lakukan untuk membantu Mi Kyung? Mi Kyung menjawab, yang dia inginkan Jae Hak juga merasakan gila seperti dirinya.
Mi Kyung pun mengacak-ngacak rambut Jae Hak dengan geram.
Jae Hak sendiri membiarkan saja, karena gerakan Mi Kyung memang tiba-tiba.

*malah pengen ketawa aku bagian ini..hihihihi


Akhirnya, rambut Jae Hak yang rapi berubah menjadi berantakan.

“Sekarang kau terlihat seperti kau juga gila”

Mi Kyung pun keluar, dan Jae Hak tak menyangka istrinya jadi sangat aneh seperti itu.


Song Mi Kyung menangis sendiri di ruangannya. Dia tak tahan dengan perasaannya, namun dia sendiri juga tak mampu menghilangkan hal ini. Setiap dia mencoba, setiap itu pula dia selalu teringat.
Jae Hak yang sudah merapikan rambutnya, datang ke ruangan Mi Kyung dan mendekati istrinya yang sedang menangis itu.

Jae Hak memegang kedua lengan Mi Kyung dari belakang, seolah ingin menenangkan Mi Kyung.

“Kau tidak mencintaiku..” Mi Kyung mengucapkan kalimat itu di sela isak tangisnya.

“Dia benar-benar berbeda dariku. Dia bersinar, dan seperti idiot. Dia juga terlihat bodoh dan kadang lambat. Jika kau memang mencintaiku, maka kau akan menyukai wanita yang mirip denganku. Tapi itu tidak. Kau tidak memiliki cinta untukku.”

Mi Kyung semakin terisak setelah mengatakan hal itu, dan Jae Hak hanya diam saja. Kemudian Mi Kyung berkata bahwa dia ingin menjadi seorang wanita yang dicintai selamanya. Tetapi untuk Jae Hak dia hanya seorang wanita yang memasak, melahirkan anak-anak Jae Hak, dan mengurus ibu Jae Hak.

Dia merasa tak ada bedanya dengan pembantu rumah tangganya. Bedanya hanyalah dia istri yang bisa melahirkan anak-anak Jae Hak dengan hubungan yang sah terikat pernikahan. Tapi selebihnya, dia sama dengan Ahjumma di rumah ini.


Jae Hak menjawab tidak seperti itu. “Aku mencintaimu. Kita hanya berbeda warna.”

Mi Kyung yang tak tersentuh dengan kalimat Jae Hak meminta Jae Hak tak memberi alasan apapun padanya. Setiap kali mendengar Jae Hak berbicara, membuatnya selalu merasa jengkel.
Mi Kyung pun bertanya apa yang Jae Hak sukai dari Eun Jin? Apa karena Eun Jin lebih muda darinya? Apa karena kepribadian Eun Jin yang selalu ceria?

Jae Hak memutar tubuh Mi Kyung, sehingga kini mereka berhadapan. Jae Hak sambil memegang kedua pundah Mi Kyung bertanya, apa Mi Kyung akan terus seperti ini? Mi Kyung semakin terisak, dan bilang sepertinya dia akan kalah dari Eun Jin. Walau dia selalu meyakinkan dirinya untuk tak kalah, tapi sepertinya dia akan tetap kalah.

Kemudian Mi Kyung bertanya, jika suami Eun Jin tahu, apa yang akan dilakukan suami Eun Jin pada Jae Hak? Dia berharap suami Eun Jin bisa membuat Jae Hak menderita yang teramat sangat.

“Sama seperti bagaimana Eun Jin datang ke hidupku..dia mengacaukan semuanya. Aku juga berharap, itu terjadi padamu dan mengacaukan semuanya. Aku ingin kau menderita, sama seperti aku menderita.”


Keesokan paginya, Sung Soo menghubungi lagi SU Elektronik, dan berharap bisa berbicara langsung dengan Yoo Jae Hak.
Panggilan itu akhirnya tersambung dan diterima sekretaris Jae Hak yang sedang menyetir.
Jae Hak ada di kursi belakang.

Sung Soo mengatakan niatnya ingin berbicara dengan Jae Hak. Sekretaris Jae Hak pun bertanya ini siapa? Terdiam agak lama, kemudian Sung Soo menjawab kalau dia hanya ingin bicara langsung dengan Jae Hak.
Sekretaris Jae Hak tetap meminta Sung Soo memberitahukan identitas Sung Soo, baru bisa bicara dengan Jae Hak.

“Namaku Kim Sung Soo, jika kau mengatakan padanya aku adalah suami Na Eun Jin, dia akan tahu siapa aku.”

Jae Hak tentu mendengar itu, karena panggilan itu memang di loudspeaker oleh sekretaris Jae Hak. Jae Hak sedikit terkejut, dan diapun menerima langsung panggilan itu.

Jae Hak tentu mendengarnya sendiri, dan Sung Soo langsung mengatakan niatnya untuk bertemu Jae Hak. Jae Hak menjawab dia sedikit sibuk, jadi dimana mereka akan ketemu?
Sung Soo menjawab kalau dialah yang akan datang ke kantor Jae Hak. Bukankah itu bisa menghemat waktu Jae Hak?
Jae Hak pun menyetujuinya.


Yoo Jae Hak sudah tiba di kantornya, dia menunggu lift, tanpa menyadari Kim Sung Soo sudah berdiri tak jauh dari tempatnya. Sung Soo yang sudah tahu seperti apa rupa Jae Hak, ikut masuk ke dalam lift dan berdiri tepat di belakang lift.
Sung Soo menatap Jae Hak yang sangat dekat dengannya ini.
Akankah Sung Soo menghajar Jae Hak tanpa menunggu mereka keluar dari lift?

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar