Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 11 Part 2

 


Na Eun Jin mendapatkan ponsel baru dari Sung Soo, dan begitu dia membuka ponselnya, sudah ada panggilan masuk dari seseorang. Dari nomer yang tak dikenalnya, karena memang semua nomer pasti terhapus walaupun Sung Soo sudah mengurus kembali nomer ponselnya, seperti nomer yang dipakainya dulu.

Eun Jin pun menjawab panggilan itu, dan diseberang sana terdengar suara wanita yang berkata, ini aku.
Awalnya, Eun Jin tetap belum tahu siapa ini. Dia hanya berkata iya.
Song Mi Kyung yang menelpon Eun Jin, mengulangi kembali kalimatnya dengan berkata, “Aku bilang ini aku.”

Eun Jin akhirnya paham jika ini adalah Mi Kyung, dia pun bertanya ada apa. Mi Kyung bilang kalau dia ingin ketemu Eun Jin. Harus ketemu.


Flashback

Dulu, Eun Jin juga bertemu dengan mantan selingkuhan suaminya. Dia menemui mantan selingkuhan Sung Soo dengan wajah kesal dan diliputi amarah.
Eun Jin bertanya ketus kenapa mengajaknya bertemu?

Mantan selingkuhan Sung Soo menjawab kalau dia sudah berhenti dari kerjaannya. Dia juga akan meninggalkan kota ini. Eun Jin tanpa peduli menjawab, kenapa harus memberitahunya, dia ga butuh itu.

“Itu artinya,aku membuang suamimu. Aku salah menduganya. Meskipun ia hanya seorang pria yang sudah menikah. Dia secara tidak bertanggung jawab berusaha menang melawan emosinya. Sementara istrinya sibuk. Aku mencintainya, jadi aku membuangnya. Kalian berdua memiliki kehidupan yang hebat. Aku tidak tahu seberapa hebat keluarga yang coba kau lindungi. Tapi seharusnya kau tidak bermain-main dengan kehidupan orang lain.”


Flashback End

Song Mi Kyung dan Na Eun Jin sudah duduk berhadapan. Dua wanita yang terlibat hubungan aneh itu duduk bersama siang ini.
Mi Kyung seperti biasa duduk dengan penuh percaya diri, namun Eun Jin, yang keceriaannya hilang beberapa hari ini, duduk dengan tanpa mampu menatap Mi Kyung. Posisi duduk yang tak tegak, menandakan dia sangat tak nyaman dengan situasi ini.

Eun Jin berkata kalau dia tak mencintai Jae Hak. “Ini hanya tentang pria dan wanita yang sudah menikah, namun mencoba lari dari kenyataan. Ketika dia bertemu denganku, dia bilang dia tidak punya niat untuk bercerai. Dia mengatakan bahwa dia mencintai istrinya.”

Mi Kyung tak terpengaruh dan bertanya kenapa Eun Jin mengatakan semua itu padanya? Eun Jin kembali menunduk, dan bilang dia hanya merasa Mi Kyung sepertinya ingin tahu, namun dia malah tak memberitahu Mi Kyung.

Mi Kyung pun bertanya lalu kenapa Eun Jin mau saja kencan dengan pria yang tidak Eun Jin cintai?
Eun Jin menjawab, fakta bahwa Jae Hak tak mencintainya, itu tidaklah penting. Karena dia juga ternyata tidak mencintai Jae Hak.
Mi Kyung bilang, dia merasa semua kalimat yang Eun Jin ucapkan tadi seolah tak bermakna untuknya. Apakah dia yang aneh, atau memang Eun Jin yang bohong?

Mi Kyung mengaku jujur kalau Eun Jin terlalu jauh masuk ke dalam hidupnya, karena dia sangat penasaran sekali dengan bagaimana hidup Eun Jin. Dia sangat penasaran bahkan ketika dia tak bisa melihat Eun Jin. Mi Kyung menyuruh Eun Jin agar tetap ada disisinya. Dia selalu berusaha mengenyahkan Eun Jin dari pikirannya, namun entah mengapa dia selalu gagal. Bukankah ini namanya gejala cinta?

Eun Jin hanya mampu meminta maaf. Mi Kyung pun membalas kalau dia ga bisa memaafkan Eun Jin. Dia akan membenci Eun Jin sampai dia mati.
Jadi, kesimpulannya ternyata ini bukan gejala cinta.
Dia juga ga tahu sampai kapan dia akan berhenti menelpon Eun Jin.

Eun Jin hanya memberitahu kalau dia dan Sung Soo akan bercerai. Kali ini, raut wajah Mi Kyung terlihat berbeda. Dia tak bisa untuk cuek pada Eun Jin, karena terlihat dia sedikit kaget dengan fakta Eun Jin yang memilih bercerai.
Eun Jin juga bilang, kalau dia akan meninggalkan lingkungannya setelah rumah yang dia tempati laku dijual.

Setelah sampai di luar, Eun Jin yang berdiri di belakang Mi Kyung berkata selamat tinggal. Mi Kyung hanya melirik sedikit, dan menjawab agar mereka ga usah ketemu lagi, walau itu secara kebetulan.
Eun Jin pun setuju.
Mi Kyung berjalan lebih dulu, dan Eun Jin hanya memandanginya. Tapi kemudian Eun Jin juga melangkah. Berlainan arah dengan Mi Kyung. Mereka berjalan, tanpa menoleh satu sama lain.


Yoo Jae Hak sudah sampai di kantornya, dan melihat ada kiriman Video dari anaknya yang minta dibelikan satu set lego edisi terbatas. Jae Hak tersenyum mendapat kiriman video itu dan bergumam kalau itu benar-benar anaknya.


Kim Yoon Jung habis berbelanja dengan neneknya, dan saat mereka akan masuk ke rumah, Eun Jin menelpon. Yoon Jung jelas senang karena dia sangat rindu pada ibunya.

Na Eun Jin menelpon Yoon Jung, di sekitar daerah rumah ibunya, dia melihat dari kejauhan Yoon Jung yang tersenyum senang mendapat telepon darinya.
Yoon Jung bertanya kenapa ibunya ga mengangkat telepon tadi? Eun Jin menjawab kalau tadi dia sedang belajar makanya ga tahu kalau tadi Yoon Jung menelpon.

Eun Jin menyuruh Yoon Jung segera masuk ke dalam rumah, karena di luar pasti sangat dingin. Yoon Jung heran, dan bertanya bagaimna ibunya tahu kalau dia sekarang sedang ada diluar? Na Ra yang mendengar kalimat cucunya mencoba melihat dimana Eun Jin bersembunyi, sehingga bisa melihat Yoon Jung.
Yoon Jung berseru senang karena ibunya sangat hebat. Ibunya bisa tahu sekarang dia sedang ada di luar.


Na Dae Ho mengajak Sung Soo minum bersama. Dae Ho bertanya apakah terasa sulit? Sung Soo jujur berkata kalau sulit baginya untuk memaafkan Eun Jin. Dae Ho menjawab dia juga ga memaksa Sung Soo untuk terus hidup bersama putrinya. Namun, dia juga ga bisa menyuruh Sung Soo dan Eun Jin berpisah, karena adanya Yoon Jung.

Dae Ho berkata dia memang sudah lama hidup, namun entah mengapa dia merasa seperti belum punya pengalaman apapun.
Kemudian Dae Ho bertanya, apa Sung Soo tahu apa perbedaan hewan dan manusia?

“Simpati. Kemampuan untuk merasa kasihan. Hanya manusia yang bisa memilikinya.”


Mi Kyung kembali dengan kegiatannya yang dulu. Bersih-bersih rumah. Kali ini dia membersihkan kamar mandi, dengan ditemani ibu mertuanya yang asik ngemil, dan bisanya cuma nyuruh ini dan itu. Madam Choo meminta agar semua sudut di bersihkan, dan jangan ada yang terlewatkan.
Apalagi Mi Kyung sudah absen dalam waktu yang lama, sehingga pasti kotorannya banyak.

Kemudian putra Mi Kyung yang Hye Joon menelpon. Mi Kyung pun menerimanya. Hye Joon merengek minta dibelikan set lego yang sama seperti kakaknya. Mi Kyung menjawab baiklah, dan meminta agar Hye Joon ga marah, dia nanti akan beritahu ayah untuk membelikan Hye Joon juga.

Setelah telepon usai, Madam Choo bertanya siapa tadi? Mi Kyung pun menjelaskan, dan Madam Choo berkata kalau Hye Joon benar-benar ingin selalu seperti Hye Hwang.


Jae Hak pulang dan Mi Kyung memberitahu keinginan Hye Joon tadi. Madam Choo pun menyuruh Mi Kyung menyiapkan makan malam untuk Jae Hak. Mi Kyung tak membantah.

Setelah Mi Kyung ke dapur, Madam Choo menahan putranya yang akan ke kamar dengan berkata kalau dia gugup sekali untuk beberapa alasan. Jae Hak bertanya tentang apa? Madam Choo jujur menjawab bahwa dia takut pada Mi Kyung yang tiba-tiba berubah fikiran.
Mi Kyung seperti pisau, dia jadi penasaran kapan Mi Kyung akan marah lagi?


Na Dae Ho pulang dalam keadaan mabuk berat, Na Ra terpaksa memapah Dae Ho untuk sampai di kamar mereka, dan meminta Dae Ho ga berisik karena semua sudah tidur. Dae Ho berkata kalau dia baru saja bertemu Sung Soo, sebenarnya dia ingin ketemu Eun Jin, tapi dia malah menemui Sung Soo dan mengajak Sung Soo minum bersama.

Sesampainya di kamar, Dae Ho malah menangis sambul menangis sambil menutup wajahnya. Na Ra heran dan bertanya kenapa Dae Ho menangis? Melihat suaminya terus menangis, membuat Na Ra juga ikut sedih.

Dae Ho duduk dan menatap istrinya lalu bertanya kenapa hidupnya seperti ini? Bukankah seharusnya hidupnya bebas dari masalah setelah usia 60? Tapi kenapa masalah demi masalah selalu datang dan membuat semua menjadi tambah kacau.

Na Ra bertanya apa ini karena masalah kebocoran apartemen yang mereka sewakan? Haruskah mereka membayar untuk itu? Dae Ho menjawab belum diputuskan, namun jika memang ada yang salah dengan apartemen itu, maka tentu mereka harus membayar.

Na Ra bertanya lagi berapa memangnya mereka harus membayar? Dae Ho menjawab sekitar 150 ribu dolar. Na Ra terkejut dan bilang mana mereka punya uang dalam jumlah sebesar itu.
Dae Ho terus menangis, dan tak peduli bahkan saat Na Ra menyemangatinya. Dan Na Ra jadi kesal sekaligus sedih karena ikut merasakan apa yang suaminya rasakan.


Akhirnya Na Ra dan Dae Ho mengumpulkan Jin Chul serta Sun Ah. Na Ra meminta Dea Ho yang mengatakannya, tapi Dae Ho malah berbelit-belit membuat Na Ra meminta agar Dae Ho langsung saja ke pokok permasalahan yang akan mereka katakan.
Akhirnya Dae Ho mengatakan, kalau ada dua masalah saat ini, yang pertama masalah Eun Jin dan yang kedua masalah kebocoran pada bangunan yang mereka sewakan.
Na Ra bertanya apa Sun Ah punya tabungan? Sun Ah mengiyakan, dan Na Ra bertanya lagi, apa Sun Ah mau membantu keluarga? Jelas Sun Ah setuju, tapi dia memberitahu bahwa tabungan yang dia dan Jin Chul miliki mungkin hanya sedikit.


Eun Jin masih sibuk bekerja saat Sung Soo pulang ke rumah. Sung Soo kemudian duduk di depan Eun Jin dan mengajak Eun Jin berbicara tentang kelanjutan rencana perceraian mereka.
Eun Jin menatap Sung Soo, dan terdiam sebentar, kemudian dia berkata kalau kekayaan yang mereka miliki hanya rumah ini, beberapa uang di tabungan, kartu kredit, dan juga hutang sebesar 100 ribu dolar.

Sung Soo berkata kalau hari ini dia sudah memesang iklan tentang penjualan rumah. Dia merasa sangat terhina tinggal di lingkungan ini, dan tak tahan untuk tinggal lebih lama lagi.
Eun Jin bertanya, lalu bagaimana dengan Yoon Jung?

Sung Soo menjawab, dia belum terlalu tahu tentang hak asuh dan syarat-syaratnya, jadi mari mereka bicarakan hal itu setelah mencari tahu informasi lebih detail. Eun Jin pun setuju, dan kembali melanjutkan pekerjaannya.


Melihat Eun Jin yang focus kembali pada pekerjaannya, membuat Sung Soo bertanya kenapa Eun Jin begitu dingin? Sung Soo marah dan langsung menutup layar laptop Eun Jin dan bertanya, apa masih bisa Eun Jin bekerja di saat seperti ini?
Eun Jin membuka kembali laptopnya dan menjawab, siapa yang akan mencukupi kebutuhan hidupnya jika mereka sudah bercerai? Sangat buruk jika dia ga memiliki pekerjaan, karena dia berarti ga bisa membesarkan Yoon Jung. Sedangkan dia sangat ingin membesarkan putrinya itu.

Sung Soo yang marah bertanya bagaimana bisa dia percaya pada Eun Jin? Apa Eun Jin berfikir tentang Yoon Jung saat Eun Jin berselingkuh? Eun Jin kesal mendengarnya dan meminta Sung Soo ga mengatakan hal-hal yang hanya akan menyakiti perasaan mereka masing-masing.
Mari berpisah secara damai.

Sung Soo berkata, inilah yang sebenarnya, dia hanya berkata apa adanya, kenapa harus sakit hati? Eun Jin dengan ketus bertanya, lalu jika ini yang sebenarnya, apakah dia juga harus menceritakan kebenaran tentang Sung Soo?
Sung Soo setuju. Lakukan saja, apa kebenaran tentangnya yang akan disampaikan Eun Jin.Dia akan mendengarnya.

Flashback

Saat itu Yoon Jung masih kecil dan terus menangis, Eun Jin yang baru pertama kali memiliki bayi bingung bagaimana cara menghentikan tangis Yoon Jung, dia hanya menggendongnya dan berharap Yoon Jung berhenti menangis.

Sementara itu, Kim Sung Soo, suaminya malah marah-marah karena Eun Jin ga bisa mengurus tangis Yoon Jung, dia merasa waktu tidurnya tergangu, dan dia ga suka itu.
Eun Jin berkata jujur pada Sung Soo, kalau dia juga ga tahu harus melakukan apa agar Yoon Jung berhenti menangis. Saat itu dia berharap Sung Soo mau membantunya.


Sung Soo bukannya membantu Eun Jin, dia malah semakin marah dan bilang memangnya hanya Eun Jin satu-satunya yang memiliki bayi pertama?

“Berhenti membuat keributan. Ibuku memiliki tiga anak, dan masih bisa bekerja di ladang.”

Eun Jin mulai menangis frustasi karena Sung Soo malah membentaknya, dan Sung Soo berkata kalau Eun Jin bahkan ga bisa menenangkan bayi yang menangis.
Sambil kembali merebahkan kepalanya, Sung Soo mengomel kalau dirumahpun dia bahkan ga bisa istirahat dengan baik.

Mendengar tangisan Eun Jin senada dengan tangisan Yoon Jung, menambah kesal Sung Soo. Sung Soo berkata jika tahu seperti ini, kenapa Eun Jin bersikeras mengurus Yoon Jung sendiri, padahal ibu Eun Jin sudah menawarkan diri untuk membantu.

“Kau bahkan tidak bisa melakukan pekerjaan dengan baik.”

Tak peduli dengan tangisan Eun Jin dan putrinya, Sung Soo langsung keluar kamar. Sementara Eun Jin semakin tak bisa juga menghentikan tangisannya.


Flashback End

Eun Jin menjelaskan kalau saat itu, dia bahkan ga bisa melupakan setiap apa yang Sung Soo ucapkan. Sung Soo bertanya tanpa merasa bersalah, memangnya apa yang dia katakan dulu?
Eun Jin pun dengan persis menirukan kalimat Sung Soo saat itu.

Sung Soo mengabaikannya saat dia sedang mengalami kesulitan. Itulah yang membuatnya marah pada Sung Soo. Dia memilih merawat Yoon Jung, karena dia tak percaya jika orang lain yang merawat putrinya.
Karir yang dia bangun bahkan saat itu sudah hancur. Dan dia jadi bertanya-tanya, siapa dia, dan apakah dia sudah terputus dari sosialisasi masyarakat?

Sung Soo bukannya menyesal, malah marah-marah dan bertanya, jadi sekarang Eun Jin menuduhnya yang membuat Eun Jin keluar dari pekerjaan?

“Apakah kau bodoh? Berapa kali aku memberitahu bahwa aku tidak mau ibuku yang mengurus Yoon Jung.”

Sung Soo menjawab, apa menurut Eun Jin dia bisa percaya kalau hal itulah yang membuat Eun Jin jauh darinya selama ini? Eun Jin sudah kepalang emosi. Dia bertanya, lalu apa hal yang membuat Sung Soo jauh dari ayah Sung Soo? Jika memang Sung Soo adalah murid yang baik, ayah Sung Soo bahkan berkata nilai bukanlah segalanya, karena yang terpenting adalah bagaimana Sung Soo menjadi manusia yang layak.

“Jadi, apa saat itu ayahmu mengatakan bahwa kau tidak berguna, dan karena alasan itulah kau jadi sulit untuk dekat pada ayahmu. Kenapa kau menjadi jauh dengan ayahmu, hanya karena beberapa kata yang menurutmu konyol?”

Sung Soo merasa kalah berdebat, dan hanya bilang mana surat cerainya, biar dia segera menandatangi surat itu.


Hari ini Eun Young off dari kerjaannya, dia pun mengirim pesan pada Min Soo yang berisi kalau dia akan membuat kakak Min Soo menyukainya.
Min Soo tersenyum membaca pesan Eun Young dan membalasnya dengan mengirimkan gambar hati.


Eun Young mengajak Mi Kyung ketemuan, dan sekarang mereka sedang ada di butik. Eun Young mencoba satu baju. Dia merasa ini salah, karena kenapa dia harus dibelikan Mi Kyung baju.? Mi Kyung menjawab ini sebagai tanda kalau Eun Young harus semakin baik pada adiknya. Eun Young tersenyum dan menjawab kalau dia selalu baik pada Min Soo.
Kemudian Eun Young berkata disini harganya mahal. Masak sweater yang dia pegang ini harganya lebih dari 300 dolar. Apalagi dia adalah orang yang suka menyimpan uang, karena dia menghidupi dirinya sendiri.
Mi Kyung berkata, sweater ini cocok kok untuk Eun Young. Dia malah semakin ingin menyuruh Eun Youn mencoba beberapa gaun lainnya.


Eun Young dan Mi Kyung yang sudah selesai berbelanja, mereka mulai istrirahat di sebuah restoran. Eun Young protes pada Mi Kyung, karena niatnya ketemu Mi Kyung agar Mi Kyung bisa menyukainya, tapi ternyata malah dia yang semakin jatuh cinta sama Mi Kyung.

Mi Kyung tersenyum dan bertanya apa Eun Young dan Min Soo kencan untuk hubungan yang serius atau hanya main-main saja? Dia ga ingin adiknya terluka jika ternyata Eun Young hanya ingin main-main saja.

Mi Kyung juga mengingatkan agar tidak ada yang mencoba berselingkuh setelah Min Soo dan Eun Young menikah nantinya. Jadi jika Eun Young ga serius, lebih baik Eun Young segera mengakhiri hubungan dengan Min Soo.

Eun Young tersenyum, dan menjawab kalau dia serius. Mi Kyung berkata lagi mengingatkan Eun Young bahwa adiknya tidak memenuhi syarat. Mi Kyung mengatakan semuanya tanpa sedikitpun nada tak suka pada Eun Young, dia hanya ingin memastikan adiknya bersama dengan wanita yang tepat.

Masih dengan senyum yang mengembang, Eun Young menjawab kalau yang dia tahu dia hanya akan membuat Min Soo bahagia, lebih dari orang lain, jadi Mi Kyung ga perlu khawatir.


Setelah selesai, Mi Kyung pun bahkan mengantar Eun Young ke rumah. Ditemani Min Soo tentunya. Eun Young berterima kasih karena Mi Kyung sudah mau mengantarnya. Mi Kyung pun menyuruh adiknya untuk mengantar Eun Young sampai ke depan pintu.


Min Soo mengantar Eun Young, dan Eun Young berkata agar Min Soo datang kerumahnya. Min Soo terkejut mendengarnya, dan Eun Young menjelaskan kalau dia ingin ayah dan ibunya bertemu dengan Min Soo.

Min Soo bertanya, apa itu ga terlalu cepat? Eun Young menjawab, dia akan bertanya pada ibunya, kapan waktu yang baik untuk membawa Min Soo ke rumah?
Sebelum masuk ke rumahnya, Eun Young masih sempat melambaikan tangan pada Mi Kyung yang menunggu di mobil.
Mi Kyung pun tersenyum seraya mengangguk pada Eun Young.


Setelah Eun Young masuk, Mi Kyung penasaran apa yang dikatakan Eun Young tadi pada Min Soo? Min Soo menjawab kalau Eun Young ingin mengenalkannya pada keluarga Eun Young. Mi Kyung jelas senang, dia berkata kalau Eun Young benar-benar tahu bahwa Min Soo adalah permata yang tersembunyi.

Min Soo balik bertanya, apa yang sekarang Mi Kyung lakukan? Mi Kyung menjawab kalau dia baik-baik saja, dia sudah memutuskan untuk membiarkan semua. Mi Kyung bahkan tersenyum geli karena dia kembali ke pekerjaannya semula yaitu bersih-bersih.
Jika kemarin dia bersih-bersih kamar ibunya, maka hari ini ruang kerja suaminya.

“Aku membersihkan pikiranku, ketika secara fisik aku membersihkannya.”


Benar saja, kembali ke rumah, Mi Kyung sudah berganti pakaian, dan membersihkan ruang kerja suaminya. Dia melap meja kerja suaminya sampai terlihat sangat bersih. Tidak hanya meja, bahkan laptop diatas mejapun, tak luput dari tugas bersih-bersih Mi Kyung.


Sampailah Mi Kyung pada satu laci di meja suaminya, yang terkunci. Hal itu membuat Mi Kyung heran dengan apa yang tersembunyi di dalamnya. Diapun mencari kunci laci itu lalu membukanya.
Saat terbuka, laci itu berisi sebuah buku. Dua buah buku yang sama tepatnya.

Mi Kyung pun mengambil buku itu lalu membuka bagian depannya, disana terdapat serangkai tulisan yang dia tahu itu tulisan tangan suaminya.
Tulisan itu berbunyi “Cinta tidak hanya memancarkan satu warna. Ada berbagai warna. Jangan merasa kewalahan. Kau bisa melengkapi cinta, tanpa harus berhubungan fisik.”


Membaca sepenggal surat itu membuat Mi Kyung berubah kesal. Dia hampir menangis karena luka yang coba dikuburnya, kembali tergali.
Lalu masuklah Jae Hak, yang tersenyum menatap Mi Kyung dan berkata, ternyata Mi Kyung disini.

Mi Kyung menatap tajam Jae Hak sambil berkata “Kau mencintainya.”

Jae Hak bingung karena belum tahu apa yang sesungguhnya sedang terjadi.

“Kalian jatuh cinta.”

Menatap wajah Jae Hak yang kebingungan membuat Mi Kyung langsung melempar buku itu tepat kearah kaki Jae Hak. Jae Hak pun mengambilnya.

“Itu bukan surat yang tak bisa kau kirim..tapi buku yang tak bisa kau berikan padanya.Apa kalian tidak tidur bersama? Jawab Aku..!!”

Jae Hak menatap Mi Kyung dan menjawab, kalau dia ga pernah tidur bersama Eun Jin. Mi Kyung pun mendekati Jae Hak dan bertanya, apa itu mungkin? Dia bahkan punya foto Jae Hak yang keluar dari sebuah hotel bersama Eun Jin.


“Kami memang pergi ke hotel, tapi kami tidak tidur bersama.”

“Kau tidak tidur dengannya? Kau mencintainya, kau benar-benar mencintainya, kalian jatuh cinta ketika kalian sama-sama sudah menikah. Lalu kenapa kau tidak tidur dengannya? Seharusnya kau melakukannya.! Kalian sudah tua, dan sudah tak perawan, kenapa kalian tidak tidur bersama?”

Jae Hak menjawab kalau semua itu adalah masa lalu. Mi Kyung menukas bahwa ini adalah dua hal yang berbeda. Apa Jae Hak tahu alasan kenapa dia memaafkan Jae Hak? Itu adalah karena dia yakin kesalahan yang Jae Hak buat dikarenakan naluri kebinatangan dan bukan karena cinta.

“Wanita dalam buku ini, akan kembali bersama dengan cinta pertamanya setelah suaminya meninggal pada usia 70 tahun. Apa kau menungguku mati untuk bisa hidup bersamanya?”

Mi Kyung benar-benar terluka karena ini, dia hendak pergi tapi Jae Hak menahannya. Mi Kyung berkata, akhirnya cinta kalianlah yang menang. “Kalian benar-benar menakjubkan, aku mengibarkan bendera putih. Aku mundur”

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar