Kamis, 06 Februari 2014

Sinopsis Prime Minister and I Episode 5 Part 2

Da Jung mencari surat kontrak pernikahan nya sampai kekamar Man Se, Da Jung membuka semua kertas lipat kodok Man Se.

Sampai sampai Man se terbangun gara gara Da Jung. Man se tanya apa yang di lakukan ahjumma Da Jung disini. Da Jung lalu tanya kertas yang Man Se ambil dari kopernya untuk membuat kertas kodok, tidak sampai keluar kemana mana kan?.

Man se yang masih mengantuk mengagguk, lalu menjawab dia hanya memberikan satu pada ayahnya, mendengar Hal itu Da Jung kaget ditambah lagi ketika Man se bilang kalau Ia juga memberikan pada bibinya untuk diberikan pada pamannya. Da Jung kalang kabut Ia bilang"apa? Paman, berarti MENTRI PARK"
 
Yoon he mendekati suaminya, Ia memberikan kertas kodok yang diberikan Man Se padanya untuk suaminya. YOon He bilang kalau itu dari Man Se, Joon ki yang melihat Hal itu tersenyum.

Yoon he lalu bilang, "yeobo Ada yang ingin kukatakan padamu"

Joon ki yang mendengar Hal itu melihat ke arah Yoon he, menunggu. Tapi yang ditunggu untuk berbicara malah hanya cemberut. Dalam hati Yoon He bilang "Kau pergi kemana saja dengan sekertaris Seo?" Yoon he lalu bilang, 
 "Kau ganteng sekali hari ini," setelah mengatakan Hal itu Yoon He pergi dari ruangan suaminya. Joon ki yang melihat tingkah istrinya merasa aneh Dan bilang ada apa dengan dia, mengapa dia seperti itu.

Berita terkini muncul, 2 mobil polisi menurunkan sejumlah tersangka mereka adalah Kwon yool, Da Jung, Hye Joo Dan In ho. Pernikahan kontrak yang dilakukan yool dan Da Jung akhirnya terbongkar, masyarakat yang mengetahui Hal itu begitu terguncang.

Saat turun dari mobil polisi Yool menyalahkan Da Jung atas kecerobohannya dengan tidak minyingkirkan kontrak pernikahan mereka. Hye Joo yang saat itu berada disamping Da Jung dengan Tangan terikat juga ikut menyalahkan Da Jung.

Yang mengejutkan adalah saat In ho juga ikut menyalahkan Da Jung atas semua yang terjadi padanya, in ho menyesal ketika Ia bilang kalau Ia akan bertanggung jawab atas Da Jung.

Da Jung yang mendapatkan serangan beruntun seperti itu kaget tidak menyangka, mereka saling beradu mulut. Sementara para reporter didepan mereka sibuk mengabadikan momen yang bersejarah ini.

Tak jauh dari sana mentri Park dan istrinya Yoon he tertawa puas melihat musuh mereka akhirnya bisa mereka jatuhkan. Yoon he sampai bilang dengan manja nya pada suaminya kalau Ia melakukan dengan baik kan?. Joon ki yang melihat istrinya seperti itu berubah dari dirinya yang tegas menjadi centil, Ia bilang kalau istrinya memang melakukannya dengan baik. Joon ki malah sempat memberi kan kodok pink pada istrinya.  
 
Sementara reporter yang melaporkan kejadian ini tampak begitu mengebu gebu, Ia bilang kalau mereka harus dihukum yang seberat beratnya setelah mengatakan Hal itu reporter itu yang tak lain Dan tak bukan adalah reporter byun segera tertawa keras bahkan Ia menari berputar putar kegirangan.
Da Jung mengeleng keras ketika membayangkan kejadian yang akan menimpa mereka semua, Ia bilang kalau ini tidak boleh terjadi. Da Jung terus berfikir kira kira dimana kertas kontrak pernikahannya itu, di PM Kah atau di Mentri Park? Atau yang paling mengkhawatirkan surat kontrak itu Ada ditangan mata mata. Da Jung kemudian mencoba mencarinya ke ruang PM.

Sementara itu yool malah sedang bermain main dengan kertas kodok yang diberikan Man se, hehehhhe lucu liat PM kayak gini, biasanyakan tegas.

Yool lalu melihat wajahnya yang Ada dikertas kodok, Ia protes mengapa wajahnya begitu sanggar di kertas kodok ini.

Da Jung sudah berada di depan ruang kerja yool tapi Da Jung bingung bagaimana Cara Ia mengambil kertas kodok itu dari yool.

Da Jung lalu bertemu dengan Woo ri yang baru pulang. Da Jung tanya apa Woo ri baru pulang?, apa Woo ri tidak tau sudah jam berapa ini. Woo rii yang melihat Da Jung ikut kaget, Ia bilang kalau ini bukan urusan da Jung.

Setelah mengatakan Hal itu woo ri akan pergi tapi da Jung menghentikannya, Ia menciumi bau Woo ri. Da Jung tampaknya curiga kalau Woo ri, mungkin meminum minuman keras atau yang lainnya. Belum sempat Da Jung bertanya lebih lanjut, PM yool berteriak dari dalam, karna Ia mendengar kebisingan di luar.

Da Jung dan Woo ri kaget mereka segera mencari tempat persembunyian untuk Woo ri. Woo ri bersembunyi disamping ruang kerja yool.
 

Saat Yool keluar, Yool bingung kenapa ada Da Jung di depan ruangannya, lalu Yool tanya apa da Jung mendengar sesuatu. Da Jung bilang kalau Ia tidak mendengar apapun.

Yool bersikeras kalau dia mendengar sesuatu, yool lalu melihat kearah belakang da Jung, yool akan pergi kesana tapi da Jung segera menghampiri yool, Ia bilang kalau Ada yng ingin Ia katakan pada yool jadi lebih baik mereka masuk dulu.

Di dalam yool melihat tangan da Jung yang ada dibahunya, yool melirik da Jung, da Jung langsung menurunkan tangannya.

Yool lalu tanya apa yang ingin da Jung katakan padanya, da Jung gelagapan Ia lalu bilang kalau Ia ingin membicarakan tentang "makan Dan lari" yang yool gunakan ketika menyambut tamu waktu itu. Da Jung bilang kalau itu sangat keren, Dan respon masyarakat juga bagus, mereka bilang mereka tidak salah memilih yool.

Yool tidak terlalu senang mendengarnya Ia malah bilang kalau Hal itu adalah Hal ceroboh yang Ia lakukan, karna waktu itu Ia memakai emosi, seharusnya Ia tidak terbawa emosi walaupun mereka memprovokasinya. Yool lalu bilang lagi apa hanya itu yang ingin da Jung bicarakan padanya. 

Da Jung gugup ia lalu bilang kalau memang hanya itu yang ingin Ia sampaikan. Yool tersenyum kecut karna hanya itu yang da Jung ingin katakan padanya, Ia pikir da Jung mau bilang apa. Yool kemudian menyuruh da Jung untuk pergi dari sana, tapi bukannya pergi da Jung malah mengendap endap melihat meja kerja yool, mencari kertas kodok.
 

Da Jung kaget sampai sampai menjatuhkan buku yang Ia pegang ketika yool tanya apa yang sedang Ia lakukan. Da Jung menjawab dengan gugup kalau yool hebat karna memeriksa pekerjaan Rumah anak anaknya juga.

Yool yang mendengar Hal itu mendekati da Jung, Ia bilang kalau itu harus Ia lakukan, untuk menjadi warga negara yang demokrasi Dan bertanggung jawab, anak anaknya hrus membentuk kebiasaan yang baik dari sekarang. Setelah mengatakan Hal itu yool merebut buku yang ada pada da Jung.

Da Jung protes, Ia bilang lebih dari pada itu, lebih penting ketika yool bisa lebih dekat pada anak anaknya. Yool yang sekarang tidak dekat dengan anak anaknya.

Yool menatap da Jung Ia tanya jadi maksud da Jung "Kau hanya harus memenuhi kewajibanmu sebagai seorang Ayah" begitu?

Da Jung tersenyum, Ia lalu mengemukakan pendapatnya kalau menurutnya akan lebih baik kalau yool lebih dekat pada anak anaknya, terutama woo ri, karna woo ri akan melalui Masa pubertas. Dan lagi mana ada anak sekolah menengah jaman sekarang yang tidak ada smartphone?, belum selesai da Jung menjelaskan perkataannya yool yang sedari tadi melihat da Jung, akhirnya angkat bicara, Ia menyuruh da Jung untuk berhenti. Yool menyuruh da Jung untuk keluar dari sana atau dia yang akan menyeret da Jung keluar.
 

Da Jung mengerti, sebelum keluar Ia masih sempat melirik kesana kemari mencari kertas kodoknya. Sesampainya di luar da Jung bingung dimana sebenarnya kertas kodoknya, da Jung lalu teringat akan woo ri, Ia heran dari mana saja woo ri tdi.
Woo ri tidak langsung masuk kekamarnya, Woo ri pergi untuk membuka pintu yang tidak boleh dibuka. Woo ri membuka gemboknya Dan ternyata disana ada sebuah piano, woo ri menyebut nama ibunya.(kangen ya woo ri >_<)
 

Tampaknya perkataan da Jung begitu melekat pada yool, yool kembali teringat kata kata da Jung yang bilang kalau yool sebaiknya lebih banyak berkomunikasi pada anak anaknya terutama woo ri, karna Ia akan melalui Masa Masa pubertas.

Yool kemudian mengambil kertas kodok meliknya Dan melihat wajahnya di kertas kodok itu, Ia tersenyum.
Yool akan kembali kekediamannya, saat berjalan, yool seperti mencium gelagat da Jung yang aneh, sambil membawa kertas kodok, Ia bilang "akhir akhir ini Ia terlihat aneh, jangan jangan....." yool segera membuka lipatan kertas kodok miliknya. Da Jung yang sedari tadi nguntit yool dari belakang segera berlari menyergap yool begitu tau yool akan membuka kertas itu.

Yool kaget mendapat serangan mendadak seperti ini, yool dan da Jung sampe guling guling jatuh kebawah, da Jung merampas kertas kodok yool, lalu membukanya, hatinya mencelossss ketika tau bahwa itu bukan kontrak pernikahan.

Da Jung lalu berbicara selembut mungkin pada yool yang kaget, da Jung bilang kalau kodok ini adalah hati man se jadi yool tidak boleh sembarangan membongkarnya, setelah mengatakan Hal itu da Jung pergi meninggalkan yool yang merasa aneh dengan sikap da Jung.
 

Yool yang tertidur dilantai, terduduk kaget, Ia lalu bilang kenapa da Jung bersikap seperti Itu padanya. Yool kemudian menoleh kesamping, kedua pengawal yang sedari tadi melihat tingkah da Jung Dan yool langsung bilang kalau mereka tidak melihat apa apa(hahahhaha) yool hanya tersenyum mengiyakan.
Da Jung panik, jika surat itu tidak ada di PM maka kemungkinan satu satunya adalah mentri park,...
 Dan da Jung kayaknya minta tolong pada in ho untuk mengantarnya tapi in ho bilang Ia tidak bisa, karna Ia tidak sedang berada didaerah tersebut. In ho yang mendapat telpon dari da Jung tampak ingin tau apa yang sebenarnya terjadi.


In ho sedang berada di sebuah ruangan dirumah sakit, Ia menatap orang yang Ada disampingnya yang sedang terbaring. In ho menyuruh kakaknya untuk bangun,sampai kapan kakaknya akan terus begini

"kak aku dengan orang itu sekarang,  apa yang akan aku lakukan lihat aku, kak" (wihhhh in hoooo Ada apa ini? Apa yang disembunyikan in ho)

Ayah da Jung mual mual dipagi hari, Ia lalu bilang kalau da Jung nya sepertinya Hamil, makanya Ia mual mual terus. Dokter yang dikira istrinya ada disamping Ayah da Jung. Dokter tersenyum kalau Ayah da Jung mengalami mual karna sedang kemo, Dan Hal itu menunjukkan kalau Hal ini bagus. Tapi Ayah da Jung tetap bersikeras kalau ini karna da Jung Hamil. Lalu Ayah da Jung melihat In ho, In ho juga melihat Ayah da Jung ketika Ia keluar dari ruangan kakaknya.

Hye Joo memberitahu kalau waktu itu Ia tidak bisa menghadiri rapat mentri keuangan Dan strategi, yool kaget mendengarnya. Hye Joo minta maaf kalau saja mentri park tidak mengetahui kelemahan mereka. Hye Joo lalu Tanya apa yang harus mereka lakukan tentang perubahan rencana anggaran. Yool bilang kalau hye Joo tidak perlu khawatir, Ia akan mengurusnya nanti.

Yool tampak berfikir Ia lalu bilang kalau yang sekarang lebih Ia khawatirkan adalah hye Joo. Insiden terakhir adalah dengan Nam da Jung Dan sekarang mentri park, hye Joo sudah melangkahi batasnya.

Hye Joo lalu ingin menjelaskan tapi yool memotongnya, Ia bilang kalau Ia tau, itu demi kebaikannya tapi Ia khawatir dengan hye Joo karna hye joolah yang akan paling menderita.

Hye Joo membela diri kalau Ia tidak apa apa, ini Lah yang harus Ia lakukan untuk yool. Yool menyangkal kalau pilihan hye Joo ini salah, bukan apa yang yool inginkan. Yool mengatakan Hal ini karna tidak Ada orang lain selain hye Jo0.

Hye Joo keluar dari ruang yool, Ia kembali mengingat kata kata yool,
Kau membuat keputusan yang salah seperti ini bukan apa yang akau inginkan

Suara joon ki, hanya jika Kau datang padaku, jika Kau datang padaku, aku akan membuang semuanya.
 

Da Jung kerumah mentri park sendirian, Dan disana Ia bertemu dengan yoon he. Yoon he sedikit tidak senang da Jung kerumahnya. Da Jung tanya apa man se memberikan hadiah kodok pada mentri park. Yoon he bilang Ia Dan itu diletakkan dimeja rias. Da Jung yang memang tujuannya mencari kodok itu lalu meminta ijin pada yoon he untuk melihat peralatan Rumah yoon he, karna disini banyak perabotan yang bagus.

Yoon he yang da jung seperti itu akhirnya memberi ijin pada da Jung.

Da Jung yang mendapatkan ijin segera menuju kamar yoon he. Ia mengubek ubek mencari kertas kodok man se, Dan ketika da Jung berhasil menemukannya ehhh malah ketauan Sama joon ki.

Joon ki tanya apa yang dilakukan da Jung dikamarnya.
 

Sementara dirumah yool sedang mencari da Jung begitu yool masuk kekamar Dan tidak melihat da Jung, yool heran kemana kira kira da Jung pergi.

Yool melihat dengan risih kamar yang begitu berantakan akibat da Jung, saat yool akan pergi dari sana yool melihat disudut bawah lemari terdapat kertas kodok,
 Sementara da Jung Ia di marahi abis abisan Sama joon ki, joon ki heran mendnengar jawaban da Jung yng bilang kalau Ia kesini ingin melihat Rumah nya. Joon ki lalu bilang kalau yool akan menjelskannya pada da Jung mengapa da Jung tidak boleh berada dirumahnya. Da Jung menunduk minta maaf, saat Ia akan pergi joon ki menghentikannya, joon ki ingin kertas kodok yang da Jung bawa, diberikan padanya.
Yool mengambil kertas kodok yang Ada dibawah lemari itu Dan Ia kaget ketika membuka kertas kodok itu yang tak lain Dan tak bukan adalah surat kontrak.

Yoon he dimarahi abis abisan oleh suaminya joon ki. Bukan perihal karna da Jung masuk kekamar mereka tapi karna kertas kodok yang digunakan adalah kertas yang ternyata foto skandal dirinya Dan Kang Ho Dong. Joon ki begitu marah Ia bilang pada istrinya jika ingin membuatnya marah pikirkan Lah startegi lainnya dari pada yang satu ini. Yoon he berusaha menjelaskannya tapi suaminya tidak ingin dengar. Yoon he begitu marah pada da Jung karna menipunya dengan melibatkan anak anak.

Da Jung pusing Ia berbicara pada dirinya sendiri kalau Kali ini pasti dia akan mati. Da Jung kemudian berdoa agar yool tidak mengetahui ini, Ia akan benar benar mati jika yool mengetahuinya.

Lalu terdengar suara yool, yool Tanya apa yang sedang dilakukan da Jung, apa da Jung menyembunyikan sesuatu darinya. Da Jung tersenyum Ia bilang kalau Ia tidak menyembunyikan apapun pada yool. Yool lalu tanya dari mana saja da Jung, da Jung bingung Ia lalu bilang kalau Ia baru saja bertemu temannya.

Yool dengan tatapan mata yang tajam bilang "jadi, Kau sudah menemukan surat kontrak yang hilang?"

In ho sedang perjalanan pulang, sedangkan yool Ia memberikan surat kontrak yang da Jung hilangkan. Da Jung tersenyum Ia terlihat gembira, da Jung tanya dimana yool mendapatkannya. Tapi lalu dengan tajamnya yool bilang apa sekarang penting ia menemukannya dimana, ia sudah bilang ke da Jung untuk segera menyingkirkan surat kontrak itu. Yool terlihat marah karna da Jung menghalalkan segala Cara untuk mendapatkan surat itu kembali, yool juga bilang kalau Ia sudah dengar dari ahjumma kalau da Jung pergi kerumah joon ki, mentri park.

"seorang Nam da Jung pergi kerumah mentri park, apa itu masuk akal? Kau tidak tau, mentri park itu adalah saudara almarhum istriku?"

"maafkan aku, aku tidak memikirkan Hal itu karna pikiranku sedang kacau. Maafkan aku, aku benar benar menyesal.."

"bagaimana dinginnya Kau berfikir seperti itu? Jadi ketika aku bertanya jika kontrak itu hilang mengapa Kau tidak mengatakannya padaku? Dan lagi jika Kau kehilangan kontrak itu, Kau seharusnya mengatakannya padaku, mengapa Kau menunggu?" teriak yool

Da Jung tampak tidak enak hati, "aku....aku hanya khawatir bahwa Kau akan khawatir..aku ingin memecahkan masalahku sendiri..."

"apa ini bagaimana Cara Kau mengatasinya? Benar benar berapa banyak masalah yang harus disebabkan bagimu untuk menyadarinya? Aku tidak akan pernah menyetujui pernikahan kontrak denganmu jika aku tau Kau seperti ini."
"Kau mungkin berfikir setelah Kau mengenakan gaun pengantin, kesepakatan pernikahan ini sudah dilakukan, tapi itu tidak untukku. Aku membuat pilihan yang mempertaruhkan segala yang aku miliki tapi sepertinya Kau berpikir terlalu ringan dengan keputusanku. Aku harap Kau tidak lupa mengapa kita memutuskan untuk melanjutkan kesepakatan pernikahan kontrak yang tidak masuk akal ditempat ini terlebih dahulu."

Da Jung terdiam, tidak bisa berbicara air matanya hanya bisa mengalir.

In ho mecari cari da Jung, Ia bingung karna da jjung tidak menjawab telponnya. In ho lalu melihat da Jung duduk sendirian, in ho mengahmpiri da Jung Ia Tanya apa da Jung sepanjang hari duduk disini. Da Jung yang menyadri Ada in ho segera berdiri menghapus air matanya, Ia menampakkan wajah cerianya.

Da Jung Tanya apa yang in ho lakukan disini. In ho lalu bilang kalau Ia kesini karna beberapa waktu lalu da Jung meneleponnya, Ia khawatir dengan da Jung

In ho yang melihat da Jung menangis lalu Tanya,
"apa terjadi sesuatu?"

Da Jung diam Ia hanya bisa tersenyum

"apakah...sesuatu terjadi antara Kau Dan PM?"

Da Jung tersenyum, "ah....itu.....itu....(da Jung hampir menangis lagi)"

Sementara yool kayaknya baru nyadar kalo kata katanya sudah sangat kasar pada da Jung, apalagi keinget waktu air mata da Jung menetes, yool segera berlari keluar.
Sambil menahan tangis da Jung cerita" aku tau kalau aku salah, aku tau tapi .... Aku mencoba sekuat tenaga.... Aku juga hanya ingin melakukan yang terbaik.." in ho yang mendengar da Jung terlihat menahan kesal saat Ia melihat kearah samping Ia melihat PM sedang berjalan kearah mereka tapi tidak melihat mereka. In ho segera menarik da Jung kepelukannya, da Jung sedikit kaget.

"pada saat seperti ini tidak apa apa untuk bersandar pada seseorang  dan menangis, jika Kau baik baik saja dengan orang seperti diriku, menangislah. Tidak apa apa menangislah" seru in ho pada da Jung, da Jung akhirnya menangis dipelukan in ho. Sedangkan in ho kembali melirik kearah PM yang sudah berada hampir didekat mereka.

Yool akhirnya melihat da Jung di pelukan in ho, in ho mencoba menenangkan da Jung dengan menepuk nepuk punggungnya.

Yool yang melihat Hal itu terlihat sedih merasa bersalah. Yool kemudian mendengar suara orang yang sedang berpatroli.

Yool berlari menghampiri 2 pengawalnya yang akan menuju ke arah da Jung Dan in ho. Yool bilang kalau Ia melihat seseorang yang mencurigakan di sana, kedua pengawal itu lalu bilang kalau mereka tidak melihat siapapun yool kemudian bilang jadi maksud keduanya Ia berhalusinasi gitu? Kedua pengawal itu mengerti mereka segera berlari kearah yang dituju yool.

In ho tertawa melihat da Jung yang menggunakan sapu Tangan untuk membersihkan hidungnya. Da Jung bilang kalau Ia sungguh berterima kasih pada in ho. In ho lalu bilang da Jung membutuhkan nya untuk menangis, kapan saja Ia siap, Ia akan meminjamkan bahunya.

Da Jung bilang kalau Ia tidak akan menangis seperti ini lagi. In ho meledek da Jung kalau itu sepertinya akan sulit. In ho lalu menyuruh da Jung untuk pulang karna ini sudah waktunya untuk para pengawal berpatroli didaerah ini.

Da Jung akan pergi tapi lalu Ia kembali pada in ho Dan bilang ke in ho kalau yang tau Ia menangis histeris hanyalah in ho, in ho mengangguk.

Da Jung lalu mengembalikan sapu Tangan itu pada in ho.
 
Sebelum masuk kekamar da Jung kembali teringat kata kata yool yang menyakitkan, da Jung bilang kalau Ia memang salah tapi yool sudah keterlaluan, Ia akn membuat yool mnyesal mengatakan Hal itu padanya

Da Jung dibuat kaget oleh yool karna Ada dikamar dengan suasana gelap gulita. Yool tanya dari mana saja da Jung, da Jung bingung mau jawab apa tapi lalu da Jung tanya apa yang dilakukan yool disini.

Yool mendekati da Jung Ia bilang apa yang salah dengannya berada dikamarnya sendiri, mulai hari ini aku akan tidur disni.da Jung kaget Ia Tanya lalu bagaimana dengannya?

Yool menjawab kalau mereka akan tidur bersma. bukankah mereka sudah menikah? Da Jung gugup Ia bilang apa yang sedang dibicarakan yool,
 Da Jung kemudian membuka pintu kamar agar yool keluar tapi yool kembali menutupnya. 
 
"terkahir Kali Kau mengatakan padaku untuk memainkan peran seorang Ayah yang baikkan? Aku minta maaf sebelumnya" yool kemudian mengunci pintu kamar lalu mendekatkan wajahnya pada da Jung.
 "aku harus memainkan peran sebagai seorang suami yang baik"

"peran sebagai suami yang baik?"

"ya, peran sebagai suami yang baik"

Da Jung gugup Ia bilang mengapa yool tiba tiba begini, jika penyebab masalahnya adalah dia maka..... Belum selesai da Jung bicara yool memotongnya, Ia bilang kalau bukan hanya karna itu. "menyentuhku terus menerus didepan penjaga, apakah Kau tau berapa banyak aku menjadi bahan tertawaan?"

Da Jung meminta maaf, yool lalu bilang"mulai sekarang kita akan menggunakan kamar yang Sama, seperti suami istri sebenarnya, kau harus tau itu"

Da Jung ingin protes lalu yool teringat ketika da Jung dipeluk oleh in ho, yool bilang walaupun mereka hanya kawin kontrak, tapi da Jung tetaplah istri dari PM jadi Ia harap da Jung bisa menjaga sikapnya Dan lebih dewasa.
 

Di mobilnya in ho terlihat kesal mengingat da Jung menangis karna Pm Yool.

Da Jung tidur sambil ngorok Ia lalu melihat yool yang masih sibuk dengan pekerjaannya, da Jung kemudian melihat jam dan ternyata ituu udah jam stgh 4 lebih, da Jung lalu bergumam pada dirinya sendiri apa yool tidak butuh tidur.
 

Da Jung kembali tertidur, pulas bahkan mulutnya sampe terbuka sedangkan yool masih sibuk dengan pekerjaannya, yool lalu menoleh kearah da Jung, Ia tersenyum melihat tingkah da Jung ketika tidur.
 Tak hanya sekali tapi yool terus menerus melirik da Jung yang tertidur,

Episode kali ini kayaknya In Ho mulai ingin menmpakkan kalau dia itu suka sama da jung, sementara Yool mungkin karna dorongan dari sikap in ho, Yool jadi ingin menjelaskan statusnya pada in ho kalo da jung itu MILIKNYA...

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar