Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 2 Part 2



Na Eun Jin yang masih sedikit terkejut mendapat telepon dari ibunya. Ibu bertanya apa Yoon Jung menelpon Eun Jin? Eun Jin menjawab tidak. Bukankah seharusnya Yoon Jung ada di rumah ibunya? Eun Jin jadi panik, apalagi ibu berkata kalau Yoon Jung belum pulang dan saat ditelpon rumah teman-teman Yoon Jung, Yoon Jung juga ga ada disana.

Eun Jin tiba-tiba teringat akan kecelakaan yang menimpanya, dia takut dan panik sekali sesuatu yang buruk terjadi pada Yoon Jung nya. Apalagi ditambah surat teror pagi tadi. Semua membuat Eun Jin semakin merasa terancam.

Eun Jin meminta agar ibunya menelpon polisi. Setelah telepon usai, masih dengan gemetar, Eun Jin berkata pada Mi Kyung kalau dia harus segera pergi, tanpa mempedulikan jawaban Mi Kyung, Eun Jin bergegas meninggalkan tempat itu.


Dalam perjalanannya keluar departemen store itu, Eun Jin teringat kata-kata Mi Kyung bahwa anaklah yang nantinya akan membayar kesalahan orang tua. Mengingat itu membuat Eun Jin semakin cemas.
Dalam hati Eun Jin berteriak kalau ini adalah salahnya, dan jangan biarkan sesuatu terjadi pada putrinya. Air mata mulai menetes membasahi pipi Eun Jin.


Song Min Soo sedang menutup Bank, tapi telepon tiba-tiba berbunyi, dan Min Soo mengangkatnya. Seseorang yang berkata kalau tadi dia menabung di Bank ini. Min Soo pun keluar untuk mengecek, dan dia terkejut karena ternyata itu adalah noonanya. Mi Kyung tersenyum melihat adiknya itu.


Min Soo mendekat dan berkata kalau tadi kayak bukan suara noonanya. Mi Kyung memencet hidung dan menirukan kalimat yang dia ucapkan tadi. Min Soo pun tersenyum dan kemudian bertanya kenapa Mi Kyung datang? Mi Kyung menjawab kalau dia ingin melihat adiknya memakai seragam.


Kini mereka berdua duduk dengan lebih santai, dan Mi Kyung berkata kalau dia teringat ibu hari ini. Min Soo menjawab kalau dia takut pada ibu Mi Kyung.
Mi Kyung berkata saat ayah mengatakan akan membawamu, setelah memutuskan berpisah dengan ibumu, dia kira ibunya ga akan mau menerima, karena ibunya membenci ibu Min Soo.

Min Soo menjawab cinta dan benci itu ibarat dua sisi mata uang yang sama. Mi Kyung berkata jika ibunya melepaskan ayah dan membiarkan ayah pergi, atau mengomeli ayah, dia berfikir hidupnya akan berubah.
Karena dia telah melihat sisi negatif saat itu diusia muda, sekarang standar nya dalam pernikahan adalah tidak berkelahi dengan suami.

Min Soo menjawab kalau Mi Kyung hidup dengan bahagia. Lahir dari pasangan yang resmi oleh sebuah pernikahan. Mi Kyung memilki apa yang semua orang sebut, yaitu keluarga.

Tapi dia, dia tidak punya apa yang disebut keluarga. Dia adalah putra dari seorang wanita simpanan. Kelahirannya menyakiti semua orang. Mi Kyung menyentuh lembut tangan Min Soo dan berkata kalau dia bahagia, Min Soo menjadi adiknya.

Tiba-tiba Min Soo bertanya apa benar Noonanya mencintai kakak ipar?

"Ya..dia adalah segalanya bagiku. Meskipun dia menikah denganku karena diminta orang tuanya, tapi ini adalah pernikahan yang aku inginkan. Dia adalah orang yang sangat berharga bagiku. Untuk melindunginya, aku akan melakukan segalanya"


Na Eun Jin sudah sampai di kantor polisi, dengan nafas memburu dia melaporkan kalau anaknya kemungkinan besar diculik. Eun Jin menjelaskan kalau anaknya terlambat pulang dari sekolah.
Polisi bertanya kapan? Eun Jin sedikit marah, dan bilang pokoknya anaknya tidak pulang tepat waktu.

Polisi masih dengan sabar melayani Eun Jin dengan bertanya lagi, kapan memangnya jam pulang sekolah anak Eun Jin? Eun Jin melihat jamnya dan berkata harusnya 3 jam yang lalu anaknya sudah pulang ke rumah.

Polisi tertawa kecil dan bilang kalau Eun Jin sudah mengganggunya bekerja, orang bisa dilaporkan diculik jika sudah satu hari, dan ini baru 3 jam, itu tidak bisa dikatakan sebuah penculikan.
Eun Jin yang panik bertanya marah, apa itu artinya polisi ga mau menyelidiki keberadaan anaknya?


Di luar kantor polisi, Eun Jin menelpon ibunya lagi. Na Ra menjelaskan kalau Yoon Jung sudah kembali. Eun Jin lega sekali. Dia menyudahi percakapan itu, dan tubuhnya terasa sedikit lemas dengan syok yang dia alami hari ini.


Setelah sampai di rumah ibunya, Eun Jin bertanya dimana Yoon Jung. Yoon Jung mendekati ibunya, dan ibunya langsung memukul pantat Eun Jin. Na Ra pun menyelamatkan cucunya, dan bertanya kenapa Eun Jin seperti ini?

Yoon Jung takut,terlebih ibunya mengatakan jika Yoon Jung pulang terlambat lagi tanpa memberitahu, atau membuat semua orang khawatir maka dia akan memukul Yoon Jung lagi.

Yoon Jung menangis dan dengan gemetar menjawab "Aku ingin tahu apakah aku penting untukmu atau tidak?"

"Kenapa?"

"Karena aku hanya ingin mengetahuinya. Jadi aku pergi kesana kemari tadi, tanpa alasan. Tapi waktu berlalu begitu lambat"


Yoon Jung memeluk ibunya erat sambil berkata "Terima kasih telah memukulku. Ternyata kau sangat mencintaiku, aku hanya ingin memastikan itu."

Eun Jin terpana mendengarnya, dia ikut menangis. Setelah dia melepas pelukan Yoon Jung, Eun Jin berkata kalau dia akan membelikan Yoon Jung ponsel. Yoon Jung kaget dan menjawab bukankah dia baru dapat ponsel setelah kelas 3? Eun Jin berkata dia berubah pikiran. Dia juga akan menginstal GPS di ponsel Yoon Jung, karena dia ga mau sesuatu seperti ini terjadi lagi.


Kim Sung Soo, sedang menjadi pembicara di sebuah acara, sepertinya dia sedang menawarkan beberapa kelebihan dari Bank tenpatnya bekerja, yang berbeda dengan bank-bank lain.

Saat acara sudah selesai, Sung Soo mengecek ponselnya dan ada voicemail dari Eun Jin yang bertanya apa Sung Soo baik-baik saja? Kenapa ga mengangkat telepon, dan bahkan meminta Sung Soo hati-hati dalam mengemudi.

Setelah selesai mendengar pesan suara itu, Sung Soo heran dan bergumam kenapa Eun Jin khawatir dengannya?


Sung Soo membalas dengan mengirim SMS pada Eun Jin, dia bercerita kalau dia ada di sekolah mereka dulu, dan bertemu dengan Prof Min, Prof yang meresmikan pernikahan mereka. Apa Eun Jin ingat. Bertemu Prof Min, mengingatkannya pada masa lalu. Sung Soo juga menulis kalau dia akan pulang cepat malam ini.

lalu tiba-tiba Yoon Jung datang memeluk Eun Jin dari belakang. Eun Jin berkata Yoon Jung seperti ini karena akan tinggal dengan ayah kan? Yoon Jung menggeleng dan bilang kalau dia takut menyakiti ibunya. Dia sangat menyesal.

Eun Jin menggeleng dan bilang kalau dia senang Yoon Jung memilih ayah daripada dia. Dia suka karena Yoon Jung memiliki hati yang hangat dan lembut.

Yoon Jung berkata, kalau begitu yang perlu mereka lakukan hanyalah hidup bersama, dia berharap ibunya bisa merubah keinginan untuk berpisah itu.
Eun Jin menjawab dia juga berharap begitu, semua bisa selesai setelah dia merubah pikirannya.

"Aku tidak ingin menjadi anak yang menyedihkan karena perceraian kedua orang tuaku. Apakah kau suka jika aku menjadi anak yang menyedihkan?"


Min Soo tidak hanya bekerja di Bank, tapi juga bekerja di restoran mie. Malam ini, Jae Hak datang ke tempat kerja Min Soo, Min Soo yang tahu ada kakak iparnya segera menemui Jae Hak yang menunggu diluar dan berkata kalau sebentar lagi dia akan selesai. Jae Hak tersenyum dan bertanya bagaimana hari pertama Min Soo kerja? Min Soo menjawab dia akan melakukan yang terbaik, dan tidak akan melupakan jasa Jae Hak yang sudah membantunya. Dengan bercanda Min Soo berkata kalau dia juga akan melayani Jae Ha sebaik-baiknya. Jae Hak tertawa kecil dan menjawab itu adalah tindakan yang benar.


Kali ini, Jae Hak mengajak Min Soo memanjat. Min Soo sepertinya sudah kelelahan. Dia bertanya pada kakak iparnya, sampai kapan mereka harus melakukan ini? Jae Hak yang memang sudah terbiasa menjawab bahwa jalan mereka masih panjang. Min Soo protes dan minta berhenti saja, dia sudah ga sanggup. Jae Hak berkata sedikit lagi. Bukankah tadi Min Soo juga bilang akan melayani dia dengan baik.

Min Soo mengajak Jae Hak minum saja jika kepala Jae Hak sedang kacau. Jae Hak menolak karena minum dalam kondisi seperti ini, sangat menyakiti egonya, dan dia ga mau itu.


Tapi akhirnya, Jae Hak mampir juga ke bar dan minum bersama Min Soo. Jae Hak berkata kalau minum adalah bujukan setan. Min Soo berdalih kalau ini adalah wine, dan bukan alkohol. Jae Hak meminta agar Min Soo masuk ke perusahaannya setelah satu tahun bekerja di Bank itu. Min Soo menolak dan bilang dia tidak tertarik, dan lagipula dia ga mau membebani kakak iparnya. Jae Hak merasa Min Soo berbicara padanya seperti berbicara dengan orang asing. Min Soo menjawab jika Jae Hak berpisah dengan noonanya, apakah dia bukan orang asing. Jae hak terkejut.
Dia meminta agar Min Soo ga bercanda seperti ini.

Min Soo menjawab dia ga pernah bercanda jika itu menyangkut Noonanya. Jae Hak kemudian bertanya, lalu apa dia membuat kesalahan? Jika ia, Min Soo bisa memukulnya. Min Soo berkata maka dari itu, jangan biarkan dia memukul Jae Hak.

Jae Hak jelas merasa aneh dan bertanya apa Min Soo benar-benar akan memukulnya? Min Soo tertawa dan bilang dia sangat menyukai Jae Hak, dan dia berharap hubungan mereka tetap baik seperti ini.
Jae Hak kemudian menjawab "Maka jangan khawatir, aku tidak mungkin mengakhiri hubungan ini lebih dulu."


Sementara itu di lain tempat, Sung Soo juga sedang minum-minum. Dia ditemani dengan Jin Chul. Jin Chul ingin pergi tapi Sung Soo melarang karena dia tahu, Jin Chul ingin mengorek informasi darinya kan, dan itu pasti disuruh ibu mertua. Jin Chul mengelak,dan bilang bukan seperti itu. Dia menemui Sung Soo karena merindukan Sung Soo.

Jin Chul kemudian bertanya kenapa Noonanya bertindak seperti itu setelah semua berlalu sangat lama? Sung Soo menjawab dia juga ga tahu, tapi masak hanya karena satu kesalahan, Eun Jin bersikap seperti itu padanya. Eun Jin menangis setiap hari, dan selalu menyalahkannya. Dia merasa benar-benar ga ingin pulang saat ini.
Jin Chul bilang kalau wanita memang selalu menganggap perselingkuhan itu salah, apapun alasannya. Sung Soo berkata kalau dia benar-benar setres dengan kehidupannya.

Kali ini Jin Chul dan Sung Soo malah sama-sama curhat tentang betapa egoisnya seorang istri. Uang yang dihasilkan suami, semuanya diminta, tapi jika ada masalah, suami selalu yang disalahkan, dan istri bertingkah seperti satu-satunya korban.
Sung Soo tertawa dan berkata kalau Jin Chul lah yang selalu bisa mengerti dia. Mereka pun tos dan minum dengan saling menyilangkan tangan. Hahaha


Jin Chul datang ke rumah Eun Jin dengan memapah Sung Soo yang mabuk. Sung Soo tanpa berkata apa-apa langsung masuk kamar. Eun Jin meminta Jin Chul masuk, dan Jin Chul bilang apa Noonanya berfikir perceraian itu hal yang mudah? Jika Eun Jin melecehkan seorang pria dengan selalu mengungkit masa lalu, maka rasa bersalah pria itu tidak akan pernah hilang. Dia meminta Eun Jin tidak marah jika dia menunjukkan sedikit keberpihakkannya pada Sung Soo. Eun Jin hanya tersenyum dan Jin Chul pun pamit pulang.


Setelah Jin Chul pergi, Eun Jin menghampiri suaminya yang rebahan di sofa, dan meminta suaminya untuk segera mandi. Sung Soo yang sedang dalam keadaan mabuk dan mata terpejam, terlihat menangis, membuat Eun Jin heran. Sung Soo memanggil-manggil ayahnya dan berkata kalau dia anak yang tidak berbakti.
Eun Jin merasa ikut bersalah dan sedih mendengar dan melihat Sung Soo. Sung Soo yang menangis tersedu-sedu.


Kemudian, mereka sudah berpindah posisi. Sung Soo sudah tidak rebahan di sofa lagi, tapi sudah duduk di bawah, sedang Eun Jin yang ada diatas sofa. Mereka sama-sama diam.

"Apakah kau tahu, di dunia ini, kau adalah satu-satunya wanita yang bisa membuatku menangis di depanmu tanpa mengkhawatirkan apapun?"

Sung Soo kemudian mengeluarkan potongan majalah itu, yang berisi tentang dirinya. Sung Soo menjelaskan, kalau ayahnya menyimpan potongan artikel itu sampai akhir. Setiap dia bertemu ayahnya, ayahnya selalu seolah tak menganggapnya .

Dia merasa tak berguna dengan semua yang ayahnya lakukan. Ayahnya yang begitu mencintainya, tapi dia hanya mengunjungi ayahnya sekali atau dua kali dalam setahun. Sekarang dia merasa sangat menyesal.

Eun Jin menjawab dia juga sudah melakukan yang terbaik sebisanya. Sung Soo berkata ayah selalu ga nyaman dengan Eun Jin. Tapi bukan berarti ayahnya membenci Eun Jin. Ayahnya hanya melihat Eun Jin seorang gadis dari dunia berbeda. (Dunia lain apa?)

Saat dia memutuskan menikahi Eun Jin ayahnya berkata kalau dia seperti pria yang lupa segalanya hanya karena jtuh cinta dengan gadis dari Seoul. "Tapi saat itu aku hanya menginginkanmu. Begitu mencintaimu. Aku bahkan berfikir, jika aku memilikimu maka semua sudah cukup bagiku. "

Eun Jin menjawab kalau dia juga berfikir seperti itu. Tapi dia tidak tahu, bahwa pernikahan adalah bab baru dalam perjalanan hidup ini.


Sung Soo kemudian berpindah ke samping Eun Jin, dan berkata kalau dia ga ingin bercerai. Apa Eun Jin ga bisa melupakan masa lalu itu, dan tidak mengungkitnya lalu membangun kembali masa depan mereka?

Eun Jin hanya menatap Sung Soo, sambil dalam hati berkata "Jika kau tahu yang sebenarnya, maka kau akan berubah pikiran."

Eun Jin kemudian menjawab kalau dia juga berubah fikiran, dia akan menunda perceraian ini. Sung Soo tak percaya mendengarnya, kenapa hanya menunda? Apa itu artinya suatu saat Eun Jin tetap akan minta bercerai?

Menatap Sung Soo tajam, sambil berkata dalam hati "karenaku, mungkin hidupmu dalam bahaya. Aku tidak bisa bercerai, sampai aku tahu siapa orang itu"

Eun Jin mencoba menjawab kalau dia masih memiliki kesetiaan pada Sung Soo. Dia hanya ingin ini mengalir seperti air, tapi jika Sung Soo ingin bercerai, Sung Soo bisa meminta darinya.

Sung Soo mendekat dan bahkan berkata dengan sungguh-sungguh pada Eun Jin, kalau dia akan menebus kesalahannya bahkan sampai dia mati nanti. Sung Soo bahkan ingin mencoba mencium Eun Jin, tapi Eun Jin menghindar dan malah meminta Sung Soo segera tidur.


Sung Soo tidak beranjak pergi dan malah bertanya bagaimana jika tadi dia tetap mencium Eun Jin tanpa persetujuan Eun Jin. Eun Jin menjawab itu akan membuat perasaan Sung Soo lebih baik. Sung Soo kesal, dan bertanya bagaimana bisa Eun Jin seperti itu? Sampai kapan Eun Jin ga bisa menerimanya, setidaknya biarkan tubuh Eun Jin menerimanya.
Eun Jin bertanya apa itu bisa?
Sung Soo mengalah dan berkata akan pergi tidur,karena Eun Jin menginginkan dia tidur.


Jae Hak pulang ke rumah bersama dengan Min Soo, membuat Mi Kyung heran dan ibu Jae Hak tidak suka. Madam Choo berkata kenapa ga langsung istirahat saja setelah kerja, dan malah bertemu seseorang yang bisa Jae Hak temui saat di rumah?
Jae Hak tersenyum menjawab kalau adik iparnya mempunya virus kebahagiaan, sehingga membuat setress yang dia rasakan menguap.

Madam Choo malah dengan santainya meminta Min Soo segera menikah. Dia bahkan berkata agar Min Soo ketemu wanita yang tepat agar bisa meneruskan generasi dengan baik. Tapi mengingat Min Soo ga punya orang tua, maka Min Soo adalah generasi terakhir.

Jae Hak tahu ibunya mulai akan menyakiti perasaan Mi Kyung dan Min Soo, sehingga Jae Hak mengajak ibunya untuk bicara berdua karena ada sesuatu yang ingin dia katakan.


Mi Kyung menemani suaminya makan malam. Jae Hak berkata kalau makanan ini lezat. Mi Kyung bertanya apa Jae Hak hanya bisa mengatakan lezat saja? Jae Hak berkata kalau dia merasa Mi Kyung selalu ingin memastikan perasaannya akhir-akhir ini.
Mi Kyung menjawab apa itu membuat Jae Hak ga suka?

"Ya, aku tidak menyukainya."

Mi Kyung pun terpana.


Yoo Jae Hak sudah ada di ruangannya, dia duduk bersandar di kursinya, sambil mengingat kembali kenangannya bersama Eun Jin.


Flashback

Saat itu mereka ada bersama dalam mobil, dan Eun Jin bertanya bagaimana jika ada yang melihat mereka?Jae Hak menjawab santai jika ada yang melihat mereka, dan itu jadi masalah, mereka bisa urus itu nanti.
Eun Jin menjawab kalau Jae Hak sangat sembrono. Tapi Jae Hak ga peduli. Lagian kan tidak terjadi sesuatu diantara mereka. Eun Jin menjawab itu bisa saja terjadi. Jae Hak menatap Eun Jin dan dengan tersenyum berkata jika ini merupakan isyarat dari Eun Jin, bahwa kedepannya akan terjadi sesuatu dengan mereka, maka dia akan menantikannya dengan senang. Eun Jin tersenyum malu mendengarnya.


Flashback End

Sung Soo sudah selesai mandi, lalu tiba-tiba ponsel Eun Jin berdering, dan tertulis "Pembuat cairan murni."

Sung Soo merasa aneh dengan tulisan itu. Diapun menerima, dan Jae Hak diseberang sana terkejut mendengar bukan Eun Jin yang menjawab.

Sung Soo berkata "Aku suaminya, tolong katakan sesuatu. Halo..halo.."

Jae Hak memutuskan telepon itu.


Saat Eun Jin masuk, Sung Soo langsung bertanya apa Eun Jin memesan cairan murni? Kenapa Eun Jin dihubungi selarut ini?
Eun Jin langsung gugup dan merebut ponselnya di tangan Sung Soo.


Flashback

Malam dengan hujan yang deras, Eun Jin menunggu Jae Hak, dan Jae Hak datang dengan membawa payung lalu bertanya cemas kenapa Eun Jin keluar hujan-hujan begini?

"Aku pikir, aku tidak akan merasakan apapun. Aku pikir aku akan hormat pada suamiku. Karena suamiku mengkhianatiku, itu sama saja. Tapi, ternyata aku lebih mencintaimu, dan itu membuatku semakin merasa bersalah pada suamiku."

Jae Hak terpana, dan menjawab "karena dia adalah pasanganmu. Pasangan bukan hanya seorang pria dan wanita normal, tapi sebuah keluarga. "

Eun Jin bertanya kapan masa itu akan datang pada mereka? Jae Hak menjawab kalau ini ga akan pernah ada akhirnya. "Jika kita tidak serakah, ini tak akan terjadi."


Flashback End

Song Mi Kyung melihat suaminya terdiam sendiri sambil minum-minum. Diapun mendekati dan kemudian bertanya apa ini, sambil menyodorkan kotak gelang itu pada suaminya. Jae Hak tentu kaget, dan balik bertanya dimana Mi Kyung menemukan ini?

Mi Kyung pun duduk dan menjawab saat dia membersihkan ruangan Jae Hak. Apa ini kejutan untuknya? Hadiah untuk ulang tahun pernikahan mereka?
Jae Hak hanya diam membuat Mi Kyung bertanya lagi, apa ini akan diberikan pada orang lain?Dia merasa benda ini sangat mahal, dan biasanya sesuatu yang mahal selalu diberikan pada seseorang yang dicintai. Apa Jae Hak punya kekasih? Nada Mi Kyung bahkan sangat terdengar santai saat bertanya hal tersebut.

Jae Hak menjawab itu pertanyaan yang berguna. Mi Kyung pun memastikan lagi, apa ini hadiah untukknya. Jae Hak hanya berdehem tanda iya, walau dengan keengganan.
Kemudian Mi Kyung berniat membuat cemilan untuk Jae Hak, karena ga baik untuk perut Jae Hak jika hanya minum saja.
Jae Hak menolak. Tapi Mi Kyung memaksa, membuat Jae Ha meninggikan suaranya.


"Jika aku bilang tidak ya tidak. Mengapa kau puas hanya karena kau memiliki semuanya? Jika tidak sempurna, kau hanya perlu menikmati ketidaksempurnaan itu."

Mi Kyung membalas "Jika aku menikmati hal-hal yang tidak sempura itu, kau pikir keluarga kita akan lebih baik?"

Jae Hak meminta agar Mi Kyung ga terus seperti ini. Diapun meninggalkan Mi Kyung dengan perasaan yang terluka.


Eun Jin melihat Yoon Jung yang tertidur pulas, dia membelai lembut rambut Yoon Jung dan teringat kembali percakapan Yoon Jung di dapur tadi.


Setelah itu, Eun Jin beralih ke kamarnya. Dia melihat Sung Soo yang tidur dan sambil ngorok. Eun Jin membenarkan letak selimut suaminya itu.


Keesokan paginya, di kantor Jae Hak. Lalu tiba-tiba ponsel Jae Hak berbunyi, dan Eun Jin lah yang menelpon.
Jae Hak menerima telepon itu, walau dia merasa ga nyaman karena stafnya masih ada di ruangannya.

Eun Jin mengajak Jae Hak bertemu hari ini. Apa Jae Hak bisa? Jae Hak berkata jadwalnya memang kosong siang ini. Apa mereka makan siang saja?

setelah telepon usai dengan penuh semangat, Jae Hak memnita stafnya untuk segera menyiapkan mobil. Staf Jae Hak yang sedang memberitahu jadwal hari ini hanya melongo melihat bosnya akan pergi. Jae Hak melupakan ponselnya dan sang staf sudah ga bisa memberitahu Jae Hak, karena Jae Hak keburu pergi.


Tepat saat itu, Song Mi Kyung datang ke kantor suaminya, dan sekarang sedang ada di lift.
Tapi saat pintu lift akan menutup, Mi Kyung melihat suaminya yang tergesa-gesa keluar dan memilih turun lewat tangga.


Mi Kyung pun menemui sekretaris suaminya, dan si sekretaris memberitahu kalau Jae Hak ga bilang akan kembali jam berapa, karena Jae hak tergesa-gesa sekali perginya. Sekretaris itu juga bilang kalau Jae Hak bahkan melupakan ponselnya.


Setelah sekretaris keluar, Mi Kyung mengecek panggilan masuk di ponsel suaminya dan terkejut saat mendapati nama Na Eun Jin. dia jadi tahu kalau suaminya bergegas pergi setelah Eun Jin menelpon.


Na Eun Jin, yang sedang menunggu Jae Ha, mendapat telepon dari Mi Kyung. Eun Jin pun menerimanya. Tapi kemudian Jae Hak datang, dan Eun Jin pun berkata kalau dia akan menghubungi Mi Kyung nanti, karena orang yang akan dia temui sudah datang.


Mi Kyung benar-benar sedih dan geram sekali. Dia merasa terluka dan tersakiti.


Eun Jin berkata pada Jae Hak kalau dia ga menyangka mereka bertemu seperti ini lagi.
Jae Hak bertanya apa Eun Jin baik-baik saja? Eun Jin balik bertanya apa Jae Hak pernah diancam?

Eun Jin pun menceritakan teror yang dia terima belakangan ini. Jae Hak bingung tentu saja. Eun Jin pun berkata kalau sepertinya ada yang tahu tentang hubungan mereka. Orang itu bukan hanya ingin menyakitinya, tapi juga keluarganya. Dia yakin kalau orang itu adalah orang yang ada di pihak Jae Hak.

Eun Jin pun bertanya apa istri Jae Hak tahu?

"Tidak, dia tidak tahu. Jika dia tahu, dia tidak akan mampu menyakitimu, dan hanya akan menangis tanpa kata-kata."

Eun Jin berkata lalu siapa? Dia harus tahu siapa itu, karena dia sangat takut. Jika hanya dia, maka dia bisa menahannya, tapi keluarganya juga.

Jae Hak berjanji akan mencari tahu siapa orang itu. Eun Jin pun meminta maaf karena mengajak Jae Hak bertemu hanya untuk hal-hal seperti ini.


Dalam perjalanan pulangnya, Eun Jin menghubungi Mi Kyung dan meminta maaf karena tadi buru-buru menutup telepon. Mi Kyung pun mengajak Eun Jin bertemu, karena ada yang ingin dia katakan.

Jae Hak sedang mengendarai mobilnya, dan dia juga berfikir tentang yang Eun Jin katakan tadi. Lalu tiba-tiba dia melihat di kaca mobilnya, ada mobil yang mengikutinya di belakang. Jae Hak pun menjadi waspada. Dia pun memilih menginjak pedal gasnya, sehingga mobil melaju semakin kencang. Ternyata mobil di belakangnya juga ikut melaju kencang mengejar Jae Hak.

Jae Hak pun secara mendadak berbelok saat ada tikungan dan dengan sengaja berhenti sehingga mobil di belakang menabrak mobilnya. Jae Hak langsung keluar dan mencoba membuka pintu si mobil penguntit, tapi mobil hitam itu langsung kabur, tanpa diketahui siapa pengendaranya.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar