Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 8 Part 1

Kim Sung Soo bertemu dengan Shi Min, dan Shi Min bertanya kenapa Sung Soo ingin bertemu dengannya? Sung Soo bertanya kenapa Shi Min berhenti dari pekerjaan Shi Min? Shi Min menjawab kalau dia bukannya berhenti tapi dia dipecat.

Sung Soo yang tidak tahu kejadian sebenarnya berkata kalau saat istrinya ga melaporkan kecelakaan yang dialaminya karena Shi Min. Shin Min membenarkan dan menambahkan kalau sepertinya istri Sung Soo juga berbicara ramah dengan Yoo Jae Hak, tapi tetap saja dia dipecat.

Sung Soo heran mendengar nama Jae Hak, karena Eun Jin bahkan ga pernah menyebut nama itu. Tapi, Sung Soo menyembunyikan fakta itu di depan Shi Min. Sung Soo mengaku mengenal Jae Hak dengan baik.

Shi Min menjawab tentu saja, Sung Soo harus mengenal Jae Hak, karena Jae Hak CEO yang sangat baik. Aneh saja, jika Sung Soo ga kenal dengan Jae Hak. Padahal Jae Hak menyuruh dia untuk menjaga istri Sung Soo. Semakin terkejutlah Sung Soo.


Setelah bertemu Shi Min, Sung Soo mulai mencari tahu siapa itu Yoo Jae Hak. Dia menelusuri mesin pencari dan dia menemukan informasi yang diinginkannya.


Setelah itu, Yoon Jung menelpon mengabarkan Eun Jin yang sakit. Sung Soo meminta Yoon Jung menelpon nenek, biar nenek yang membawa Eun Jin ke dokter karena sekarang dia sedang sibuk.


Kemudian Sung Soo menatap informasi yang di dapat tentang Jae Hak dengan perasaan galau.


Sung Soo pulang dalam kondisi mabuk malam ini, hanya sedikit mabuk tepatnya, karena Sung Soo masih mengingat tentang percakapannya di mobil bersama Eun Jin. Dia masih ingat saat Eun Jin bertanya kenapa Sung Soo mengira Eun Jin seperti menyembunyikan sesuatu. Juga saat di Villa, ketika Eun Jin mengucapkan tentang kotak Pandora. Semua itu membuatnya semakin penasaran.
Tapi, Sung Soo menepis ingatan itu dan memutuskan masuk ke rumahnya.

Saat itulah dia melihat Eun Jin tergeletak di lantai. Entak karena sedang dipengaruhi alcohol, Sung Soo tidak cemas dan hanya berkata agar Eun Jin ga tidur di lantai.


Sung Soo mendekat dan mencoba membangunkan Eun Jin. Tapi Eun Jin sama sekali tak bereaksi, dan tetap terpejam. Mulailah, Sung Soo merasa cemas. Dia memanggil-manggil nama Eun Jin, tapi Eun Jin tetap tidak membuka matanya. Sung Soo bahkan berkata maaf pada Eun Jin.


Yoon Jung keluar dan Sung Soo bertanya bingung, apa yang harus dia lakukan sekarang? Yoon Jung menjawab kalau ayahnya harus segera menghubungi 911.
Sung Soo pun menuruti kata putrinya itu.

Sung Soo yang mabuk, membuat dia tak bisa focus berfikir. Sedang Yoon Jung jadi menangis, dan meminta ayahnya sadar dari mabuk.

Yoon Jung membelai rambut ibunya, dan Sung Soo menghubungi 911. Dia memberitahu lokasi apartemen dan keadaan istrinya, serta berharap bantuan segera datang.

Sung Soo sudah selesai menghubungi 911, dan melihat Yoon Jung menangis sedih. Dia memegang pipi Yoon Jung dan menenangkan kalau ibu pasti baik-baik saja.


Na Eun Jin membuka matanya, walau terlihat kondisinya masih lemah. Dia kemudian memindahkan Eun Jin di sofa dan membaringkan Eun Jin, Yoon Jung masih menamani ibunya dengan perasaan sangat cemas. Mendengar suara Yoon Jung yang menangis, Eun Jin membuka mata dan menatap putri kecilnya itu.


“Jangan menangis” ucap Eun Jin pada Yoon Jung yang terisak di depannya. Sung Soo mengambil minum, dan membantu Eun Jin minum. Tapi, lagi-lagi Eun Jin muntah, dan Sung Soo bertanya apa Eun Jin salah makan tadi?

Sung Soo berkata pada Yoon Jung kalau dia akan menggendong Eun Jin dan menuruni tangga agar saat 911 datang dia sudah di depan. Dia juga meminta agar Yoon Jung tinggal di rumah bersama nenek.

Yoon Jung menolak dan sambil menangis berkata kalau dia mau ikut. “Jika dia mati bersamamu, maka aku akan mati bersamanya.”


Sung Soo akhirnya menyetujui hal itu. Dia kemudian menyuruh Yoon Jung mengambil pakaian hangat karena diluar sedang sangat dinging.
Yoon Jung segera berlari ke kamar menyiapkan pakaian hangatnya.

Setelah Yoon Jung ke kamar, Eun Jin berkata dengan suara yang lemah, kalau dia ga perlu ke RS. Sung Soo meminta agar Eun Jin ga bicara dulu. Kemudian Sung Soo memarahi Eun Jin, kenapa Eun Jin bisa separah ini kondisinya? Eun Jin meminta agar Sung Soo tidak memarahinya.
Diapun kemudian memegang kening istrinya dan memang terasa sangat panas.


Kim Yoon Jung membawa pakaian gantinya diluar, karena dia takut ditinggal oleh ayahnya. Sung Soo menjawab kalau dia sudah janji membawa Yoon Jung, jadi dia ga mungkin ingkar.
Yoon Jung mencoba memakai celananya, tapi tidak bisa. Dia terjatuh saat mencoba memasukkan satu kakinya ke dalam celana.
Yoon Jung bergumam kalau dia selalu seperti ini jika terburu-buru. Sung Soo akhirnya membantu putrinya itu.


Sementara di rumah Jae Hak, terlihat Mi Kyung sedang berjalan di halaman rumah. Dia berkata sendiri, “aku tidak ingin hidup seperti ini lagi.”

Lalu seolah sedang berinteraksi dengan hatinya, Mi Kyung pun bertanya untuk dirinya sendiri. “Lalu jika kau tidak ingin hidup seperti ini, apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan bercerai?”

Mi Kyung menghela nafas karena itu adalah pertanyaan yang susah untuk dijawabnya.


Datanglah Jae Hak, dia melihta istrinya itu dan langsung memanggil sayang pada Mi Kyung. Jae Hak bahkan mengajak Mi Kyung jalan-jalan akhir pekan nanti, karena rasanya setelah menikah mereka belum pernah jalan-jalan berdua.
Dia meminta Mi Kyung berkemas. Bahkan sebelum Jae Hak masuk ke dalam, dia meminta Mi kyung untuk segera masuk, karena udara sedang dingin dan Mi Kyung bisa flu nantinya.

Setelah Jae Hak melangkah pergi, Mi Kyung menagis terisak mendapat perlakuan hangat seperti tadi oleh suaminya. Tapi, akankah dia luluh?


Dokter menjelaskan kalau ga ada yang salah pada Eun Jin, dan mengira Eun Jin hanya kelelahan saja. Terlihat Yoon Jung bersama Eun Jin, dan memegang kening Eun Jin, memastikan apa panas badan ibunya sudah turun apa belum?

Sung Soo mendekat dan Yoon Jung bertanya, apa kata dokter? Sung Soo pun memberitahu putrinya kalau Eun Jin ga kenapa-napa. Yoon Jung langsung lega dan memeluk ayahnya.


Yoo Jae Hak termenung, dan Mi Kyung datang membawakan minuman untuk suaminya itu. Mi Kyung ikut duduk dan mengajak Jae Hak untuk bicara. Apalagi mereka telah menyelesaikan hari mereka seperti biasanya. Dia berpura-pura untuk tak membahasnya karena ingin mendukung Jae Hak, namun selamanya mereka ga bisa menghindar kan?

“Aku berfikir tentang diriku yang menjadi kotor. Orang macam apa kau sehingga membuatku mengeluarkan sisi lain dari diriku. Haruskah aku berterima kasih padamu untuk hal itu?”

Jae Hak hanya diam, dan Mi Kyung ga mau itu.

“Aku sudah sangat jahat padamu.”

Mi Kyung merasa aneh dan bertanya ada apa dengan Jae Hak? Reaksi ini bukan seperti yang dia harapkan.
Jaek Hak kemudian kembali berkata kalau selama ini dia percaya kalau dia sudah membahagiakan Mi Kyung. Tapi ternyata tidak.

“Pernikahan ini tidak dimulai dengan cinta. Tapi aku memiliki kepercayaan, dan aku pikir aku sudah setia dengan pernikahan kita. Keluarga ini membutuhkanmu. Hanya akulah satu-satunya yang kesepian. Dan kau tampak bahagia bersama keluarga ini.”

Mi Kyung meneteskan air mata mendengar yang Jae Hak ucapkan. Dia berkata kalau Jae Hak terlalu jujur. Bagaimana bisa Jae Hak mengatakan, bahwa pernikahan mereka tidak didasari cinta? Jae Hak mengatakan itu seolah itu adalah hal yang biasa.

“Maafkan aku, sayang.” Jae Hak terlihat tulus mengucapkan kalimat itu.

Tapi sepertinya itu tidak mempengaruhi hati Mi Kyung. Mi Kyung seolah sudah mati rasa, dia berdiri dan meminta Jae Hak tidak seperti ini padanya. Ini seolah menyudutkannya. Lagian dia juga ga ingin melakukan perjalanan akhir pekan dengan Jae Hak. Bagaimana bisa dia pergi meninggalkan ibu mertua? Siapa nanti yang akan menyiapkan makanan ibu mertua?


Setelah itu Mi Kyung keluar, dan menangis. Dia masih ada di depan ruang kerja suaminya. Bersandar pada pintu, Mi Kyung tak mampu membendung air matanya.
Sementara Jae Hak yang ada di dalam, ikut menangis. Menyesal dengan semua yang dia lakukan.


Sung Soo sudah sampai di depan apartemen. Eun Jin yang masih lemas terlihat tak mampu berjalan dengan kakinya sendiri, sehingga Sung Soo berjongkok di depan Eun Jin dan menyuruh Eun Jin naik ke punggungnya. Eun Jin menolak dan bilang dia ga apa-apa.
Sung Soo memaksa dan Yoon Jung juga ikut menyuruh ibunya dengan beralasan kalau Sung Soo sangat kuat.


Akhirnya Eun Jin menurut. Dia naik ke punggung Sung Soo, dan sambil berjalan menuju apartemen mereka, Yoon Jung bertanya pada ayahnya kalau mereka ga akan terpisah sampai mereka mati kan?

Sung Soo hanya meminta maaf pada putrinya itu, dan Yoon Jung bertanya untuk apa minta maaf? Sung Soo menjawab andai tadi dia segera pulang setelah Yoon Jung menelpon, maka Eun Jin akan lebih awal dibawa ke RS. Yoon Jung berkata tidak apa-apa, lebih baik terlambat, daripada tidak sama sekali. Tapi lain kali dia ingin ayahnya ga pulang terlambat lagi.


Pagi ini, Sung Soo sibuk menyiapkan sarpan pagi untuk Yoon Jung. Dia bikin telur ceplok. Setelah itu dia bergegas membangunkan Yoon Jung dan menyuruh Yoon Jung untuk sekolah.
Yoon Jung masih malas dan belum bisa membuka matanya. Dia masih merasa mengantuk.

*Ini anak aktingnya oke, acting bangun tidur aja keliatan imut..hihihi


Lalu datanglah Na Ra dan Dae Ho, Sung Soo yang membukakan pintu untuk mereka. Na Ra langsung berkata agar Sung Soo segera bersiap kerja, dan biar dia yang mengurus rumah. Sung Soo sebelumnya minta maaf sudah menelpon pagi-pagi tadi dan membuat repot. Dae Ho menjawab kalau Sung Soo ga perlu sungkan, kalau semalam Sung Soo langsung telepon, maka mereka tetap akan datang.
Sung Soo pun mengucapkan terima kasih.


Na Ra yang cemas akan keadaan anaknya, langsung menuju kamar Eun Jin. Eun Jin langsung bangun begitu tahu ibunya datang. Na Ra melihat wajah Eun Jin yang begitu pucat dan berkata kenapa kemarin Eun Jin ga jujur saja jika sedang sakit, maka dia ga jadi pulang.

Eun Jin menatap ibunya lalu meneteskan air mata. Na Ra jadi bingung dan bertanya apa kalimatnya menyakiti Eun Jin?
Eun Jin hanya mampu menyebut Omma berulang kali pada ibunya. Dia tak mampu menceritakan semua sesak di dadanya, karena dia tahu cerita ini akan menyakiti hati ibunya, dan membuat ibunya kecewa.

Eun Jin hanya mampu memeluk ibunya mencoba mencari kehangatan disana, dan Na Ra semakin bingung dengan sikap Eun Jin. Dia hanya berkata kalau Eun Jin seperti anak-anak padahal sudah berumur 30 tahun.


Jae Hak menemui ibunya di kamar yang berkata kalau sepertinya dia terkena flu. Jae Hak menawarkan apa ibunya mau ke RS. Madam Choo menolak. Kemudian Jae Hak meminta agar ibunya menyuruh Mi Kyung jalan-jalan siang nanti, karena dia akan mengirim mobil.

Madam Choo menatap anaknya, dan bertanya apa maksud Jae Hak? Apa dia seperti ga pernah membiarkan Mi Kyung jalan-jalan? Jae Hak tersenyum dan menjelaskan kalau Mi Kyung ga mau keluar karena harus mengurus makanan ibunya. Jadi jika ibunya yang memberitahu mungkin Mi Kyung akan melunak.
Madam Choo berkata sinis, jika ada yang mendengar hal seperti itu, pasti banyak yang bilang Mi Kyung adalah menantu terhebat.


Sung Soo masuk kamar, dan Eun Jin sedikit merasa tak nyaman. Dia ingin keluar. Saat Eun Jin melangkah ke pintu, Sung Soo menahannya, dan meminta maaf karena semalam dia pulang terlambat. Eun Jin menjawab ga apa-apa. Itu bukan salah Sung Soo. Sung Soo menyela dengan bilang ini memang salahnya. Dia ga menepati janji.

“Sebenarnya aku ingin sekali membuka kotak Pandora itu. Aku penasaran. Aku ingin tahu rahasia apa yang kau miliki, sampai aku tidak boleh tahu. Maafkan aku karena meragukanmu.”

Eun Jin tak mampu berkata dan hanya mampu menahan tangisnya.


Kim Sung Soo sudah siap berangkt kerja, namun dia teringat kembali akan artikel yang ditulis istrinya tentang Jae Hak. Dia mengeluarkan artikel itu, kemudian meremas dan langsung membuangnya ke tempat sampah. Apakah ini tanda Sung Soo sudah tidak tertarik pada kotak Pandora itu?


Setelah itu Sung Soo menelpon polisi yang menangani kasus tabrak larinya, dia berkata kalau dia sudah ga tertarik dengan pelaku yang menabrak mobilnya saat itu. Dia rasa apa yang Eun Jin katakan benar untuk menutup kasus tabrakan itu. Lagipula tak ada yang terluka, dan kerusakan mobilnya sudah diganti asuransi. Jadi semua beres.


Song Mi Kyung sibuk mencuci piring, dan Madam Choo datang menyuruh Mi Kyung bersiap karena Jae Hak mengajak Mi Kyung keluar. Dia mau Mi Kyung ga menjadikannya alasan untuk menolak ajakan putranya.
Tapi sebelum keluar dia mau Mi Kyung memasak ikan asin dengan mentega diatasnya.

Mi Kyung menjawab datar kalau ikan asin sudah habis. Lagipula dia ga akan pergi keluar. Sekarang dia tahu bahwa berpegangan pada orang lain sama sekali tidak membantu, dan hanya sia-sia saja. Sama seperti dia berpegangan pada ibu mertuanya untuk mendapatkan hati suaminya. Sekarang dia tahu itu percuma.
Madam Choo hanya melirik Mi Kyung yang berlalu meninggalkannya dan berani tak sopan padanya seperti tadi?


Madam Choo menyusul menantunya yang sudah menaiki tangga. Dia bertanya bagaimana dengan ikan asinnya? Kata Mi Kyung tadi habis. Mi Kyung masih dengan suaranya yang datar menjawab, “Ibu, kurasa aku sudah mulai tua sekarang. Aku baru ingat, kalau ternyata ikan asin masih ada. Aku akan memasaknya nanti.”


Mi Kyung dengan baju hangat dan syalnya kelura rumah, ternyata Jae Hak sudah menunggu dan Mi Kyung berkata bukankah dia sudah bilang kalau dia ga mau pergi. Jae Hak menjawab, untuk itulah dia datang sendiri menjemput Mi Kyung.


Mi Kyung sepertinya tak menolak, di dalam perjalana Jae Hak menyalakan radio, tapi Mi Kyung langsung mematikannya dan berkata kalau dia mau suasana yang tenang. Jae Hak mengalah, dan sesaat kemudian Jae Hak berkata maaf lagi pada Mi Kyung.

Mendengar kalimat itu, Mi Kyung merasa muak dan langsung menyalakan radio. Kali ini dia beralasan kalau mendengar music rasanya lebih baik. Itu adalah tanda jika dia ga mau mendengar suara Jae Hak. Bosan lebih tepatnya.


Kegiatan Na Eun Young di Bank berjalan lncarm begitu juga dengan Song Min Soo. Sesekali Min Soo melihat kearah Eun Young, dan saat mereka bertatapan, Eun Young tersenyum manis kearah Min Soo.
Min Soo hanya tersenyum tipis sekali pada Eun Young, walau sebenarnya dia juga merasa berdebar.

*Ternyata aku salah kira, Min Soo belum tahu Eun Young adiknya Eun Jin. Mungkin dia hanya takut menjalin hubungan dengan wanita mengingat kejadian di sekitarnya.


Saat jam istirahat, Eun Young langsung menghadang Min Soo dan berkata kalau ini sudah kedua kalinya Min Soo menatapnya seperti tadi. Min Soo tersenyum dan kembali menatap Eun Young. Eun Young girang dan berkata sekarang jadi tiga kali. Tiga kali Min Soo menatapnya dengan tatapan seperti itu. Sebentar lagi bisa jadi sepuluh kali.


Jae Hak mengajak istrinya ke sebuah tempat dimana tempat ini merupakan tempat kenangan mereka dulu. Dulu ketika dia belum menikah dengan Mi Kyung. Jae Hak berkata ga ada yang berubah dari tempat ini. Apa Mi Kyung masih ingat?
Mi Kyung memilih diam.


Flashback

Saat itu mereka masih muda. Mi Kyung datang ke tempat penuh bunga ini dengan Jae Hak, calon suaminya. Disana Mi Kyung berkata kalau dia sangat menyukai bunga kamelia. “Bunga kamelia tidak pernah terbuka lebar saat mekar.”

Jae Hak bertanya kenapa Mi Kyung suka pada bunga yang bahkan tidak mekar dengan lebar? Mi Kyung menjawab, itu terasa seperti kalimat “Aku hanya mencintaimu.” Seperti itulah dia menganggap makna dari mekarnya bunga kamelia yang tidak lebar itu.

Lalu tiba-tiba Jae Hak mengajak Mi Kyung menikah. Mi Kyung terkejut dengan lamaran itu. Dia pun berkata kalau Jae Hak belum mencintainya. Dia tahu itu.
Jae Hak bertanya, apa Mi Kyung tahu tentang arti cinta? Mi Kyung hanya terdiam.

Jae Hak pun mengulurkan tangannya pada Mi Kyung agar mereka saling menggenggam dan berjalan bersama.

“Ketika kita berjalan bersama, mungkin kita akan menemukan apa itu cinta.”


Flashback End

Setelah mereka keluar dari taman bunga itu, mereka berada di suatu tempat yang juga terlihat indah. Di tempat ini lagi-lagi Jae Hak meminta maaf pada Mi Kyung. Mi Kyung bertanya kenapa Jae Hak mengatakannya di tempat ini? Apa Jae Hak ingin merusak kenangan indah tentang tempat ini?

Jae Hak bertanya apa yang bisa dia lakukan untuk Mi Kyung agar Mi Kyung merasa lebih baik?

“Masalahnya adalah, apapun yang kau lakukan, aku tidak akan bisa melupakannya, dan kemarahanku juga tidak akan bisa pergi.”

Jae Hak bertanya, apa Mi Kyung ingin hidup seperti ini selamanya?Mi Kyung pun menatap Jae Hak dan bertanya, apa dia bilang dia akan hidup selamanya dengan Jae Hak? Sampai beberapa waktu lalu memang dia tidak ragu untuk menghabiskan hidupnya bersama Jae Hak.



Jae Hak kembali mengulurkan tangannya seperti dulu, seperti saat mereka datang ke tempat ini dan dia melamar Mi Kyung. Mi Kyung hanya melirik tangan Jae Hak yang terulur itu dan memilih berbalik pergi.

Sambil melangkah dia berkata “saat aku menikah denganmu, aku merasa seperti cinderella. Aku pikir semua Cinderella selalu bahagia selamanya.”


Eun Young mendatangi rumah Min Soo dengan membawa beberapa barang. Dia terlihat kesusahan, dan Min Soo langsung membantu Eun Young.
Eun Young memuji rumah Min Soo dan Min Soo berkata kalau wajah Eun Young berkata yang sebaliknya. Pasti ini pertama kalinya Eun Young melihat rumah seperti ini. Eun Young mengaku, karena dia hanya melihat rumah seperti ini di TV.

Min Soo langsung meminta bayaran pada Eun Young, karena dia baru saja membiarkan Eun Young melihat apa yang biasanya Eun Young lihat di TV.


Mereka berlanjut dengan makan mie bersama. Melihat Eun Young ingin makan langsung dari panci membuat Min Soo menyuruh Eun Young pake mangkuk, karena dia sudah menyiapkanya. Eun Young ga mau dengan beralasan sangat repot kalau harus cuci mangkuk juga, biar gampang langsung di pancinya saja.

Min Soo tetap meminta Eun Young makan dengan menggunakan mangkuk dan berkata kalau dialah nanti yang akan mencucinya, jadi Eun Young ga usah khawatir.
Saat Eun Young menatap keluar jendela, dia melihat salju turun dan terlihat sangat indah.


Eun Young dan Min Soo pun memutuskan keluar untuk menikmati salju. Kemudian Eun Young menatap Min Soo dan bertanya sampai kapan dia harus menunggu? Min Soo mencoba mengalihkan pembicaraan dengan berkata langitnya sangat indah.

Eun Young kesal dan bertanya kenapa Min Soo menghindari pertanyaannya? Min Soo pun hanya mampu menatap Eun Young, dan Eun Young tersenyum karena dia mendapat tatapan itu lagi dari Min Soo. Sepertinya dia sudah menerima tatapan Min Soo itu lebih dari 10 kali.

Min Soo membenarkannya, dan Eun Young tersenyum sambil bertanya apa ini seperti lamaran? Min Soo menjawab tidak, dan akan pergi. Eun Young pun menahannya, dan berkata bukan itu kan yang ingin Min Soo katakan?


Eun Young berkata apa selamanya Min Soo hanya akan menatapnya? Min Soo kemudian berkata kalau saat muda dia tidak pernah merasa bahagia, dan sekarang dia juga miskin. Walaupun untuk kedepannya, dia juga ga tahu apa yang akan terjadi. Apa Eun Young bisa menerima keadaannya itu.?
Dengan mantap Eun Young menjawab kalau dia bisa menerima semuanya, dan baik-baik saja dengan semua itu.

Mendengar jawaban Eun Young, Min Soo melangkah mendekati Eun Young dan bilang “Jadi, inilah lamaran.”

Eun Young pun tersenyum malu. Dan Min Soo entah karena terbawa suasana langsung mencium Eun Young di tengah guyuran salju. Ciuman itu lama. Bahkan saat Min Soo melepaskan bibirnya, dia hanya menatap Eun Young sebentar dan kemudian mencium Eun Young lagi. Kali ini lebih singkat, dan setelah selesai, mereka sama-sama tersipu malu.


Min Soo meminta agar Eun Young mulai memanggilnya Oppa. Eun Young malu dan menjawab “Iya Oppa..”

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar