Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 13 Part 1



  Mi Kyung terpana dengan kalimat Jae Hak. Jae Hak berkata bahwa Jae Hak akan mengikuti keinginannya untuk bercerai. Mi Kyung pun bertanya lalu apa bercerai juga merupakan keinginan Jae Hak? Jae Hak menjawab jujur kalau dia ingin hidup sebagai suami istri selamanya dengan Mi Kyung, jadi dia ga menginginkan perceraian ini.

“Meskipun di hatimu ada dua perempuan?” tanya Mi Kyung sinis.

Jae Hak pun tanpa rasa berdosa membenarkan hal itu. Mi Kyung tertawa tak menyangka jika Jae Hak membenarkan pernyataannya. Mi Kyung bilang, sangat menyenangkan karena Jae Hak berskap jujur.
Jae Hak kemudian menjelaskan kalau menurutnya ini situasi yang sangat tidak adil.

“Aku melindungi keluarga ini dan hampir tak bisa menjaga keseimbanganku sendiri ketika bertemu wanita itu. Aku tergoda, tapi aku tetap ada di sisimu. Itulah bukti cintaku untukmu.”

“Itu bukti cinta yang kau berikan pada salah satu karyawan yang melakukan pekerjaan baik untukmu” tukas Mi Kyung sengit.

Jae Hak menjawab ketika Mi Kyung menunjukkan sisi terendah Mi Kyung, dia merasa bahwa dia telah gagal dalam hidup, dan dia merasa sangat menyesal untuk itu. Padahal sebelumnya dia selalu merasa bangga dengan kehidupan yang dia miliki.

“aku tidak pernah berfikir kau akan meragukanku. Aku pikir kau tak akan tahu” Ungkap Jae Hak jujur.

Mi Kyung menjawab kalau dia sudah mempelajari sikap dan sifat Jae Hak selama 20 tahun, jadi bagaimana bisa dia ga tahu jika suaminya sudah bermain hati dengan perempuan lain?

“Kehidupan yang aku banggakan runtuh setelah kau menunjukka sisi terendahmu. Apa yang aku punya dan capai sampai sekarang, terasa tak pernah ada, karena aku membuat orang yang paling dekat denganku menjadi sengsara.”

Jae Hak juga menjelaskan kalau Mi Kyung selalu marah dengan apa yang dia katakan, dan menolak semua usaha yang dia lakukan. Mi Kyung bertanya, apa itu yang Jae Hak fikirkan selama ini?
Mi Kyung berkata geram kalau Jae Hak salah.

“Yang aku inginkan adalah kau memegangku dengan kuat, dengan setiap kata dan setiap inchi tubuhmu. Aku hanya menunjukkannya dengan penghinaan. Tapi kau? Kau tidak mau menerima penghinaanku. Kau harus menerimanya.!! Aku terluka karena itu. Jika kau benar-benar mencintaiku, bahkan jika kau menyadari aku menyuruh seseorang untuk mengikutimu, bahkan jika akulah yang menyebabkan kecelakaan itu, kau seharusnya tidak mengkritikku.”

Jae Hak menjawab saat itu dia benar-benar bingung. Mi Kyung sudah tak tahan dengan pernyataan Jae Hak yang selalu membenarkan diri sendiri langsung menukas bahwa itu karena Jae Hak memang egois dan hanya peduli diri sendiri.

Jae Hak menjelaskan kalau dia hanya ingin mereka hidup seperti sebelumnya. Mi Kyung dengan tegas menjawab bahwa mereka ga akan pernah bisa kembali. Bagaimana bisa keadaan sebelum dan sesudah Jae Hak mencintai wanita lain, bisa sama?

“Aku bisa hidup sebagai budak cinta, tapi aku tidak bisa hidup sebagai ratu yang tanpa cinta.”

Jae Hak mengeluh dengan berkata kalau sekarang Mi Kyung menjadi sulit, padahal sebelumnya mereka bisa bergaul dengan baik. Dia bahkan merasa tak bisa memahami Mi Kyung sekarang ini.
Mi Kyung bertanya sinis, apa itu artinya dia harus selalu menyesuaikan dengan apa yang Jae Hak inginkan?
Dia rasa sekarang dia bisa melihat dengan jelas seperti apa hubungan mereka.

Jae Hak meminta agar Mi Kyung memberinya sebuah kesempatan lagi. Dia ga ingin memiliki perasaan seperti pecundang karena perceraian ini. Tapi jika Mi Kyung memang ingin menceraikannya sekarang, dia tak akan memaksa.
Mi Kyung bertanya bukankah tadi Jae Hak berkata akan menghormati keputusannya? Tapi ternyata Jae Hak hanya ingin melindungi ego Jae Hak. “Kau mencoba menggunakan kekuatanmu untuk menahan dan melekat padaku. Untuk berpegangan denganmu seperti kantong sampah, aku bahkan melakukan semuanya.”

Jae Hak kesal dan dengan nada tinggi berkata, kalau dia juga sudah melakukan semua untuk hidupnya ini. Apa dia harus berlutut?
Mi Kyung menatap muak pada Jae Hak dan berkata dia semakin tidak menyukai Jae Hak.
“Meskipun kau mencintainya, kau masih bisa beralasan ingin menjaga keluargamu dan hidup dengan dua wanita dihatimu. Aku tidak menyukaimu lagi, lagi, dan lagi. Kau mungkin bisa hidup dengan dua hati, tapi aku tidak.”

Mi Kyung mantap menyuruh Jae Hak segera menyiapkan dokumen perceraian.
Karena dia juga pandai menghitung, dan karena perceraian ini juga bisnis, maka dia juga akan menghitung segala sesuatu yang tidak akan membuatnya merugi.

Jae Hak keluar dengan perasaan kecewa, dan saat dia melangkah ingatannya melayang pada Eun Jin dan pada saat itu.


[***]

Flashback

Saat itu, Jae Hak dan Eun Jin datang ke sebuah hotel. Mereka sudah memesan kamar, dan Eun Jin melangkah menuju kamar itu dengan perasaan bimbang. Haruskah dia benar-benar melakukan hal itu bersama Jae Hak?

Kamar hotel itu terlihat luas, Jae Hak sudah masuk lebih dulu, dan Eun Jin menyusul di belakangnya. Eun Jin melangkah mendekati jendela, dan membuka tirai jendela itu lalu Jae Hak mendekati Eun Jin, dia tersenyum manis pada Eun Jin.


Mereka sendiri bingung harus melakukan apa di hotel ini, Jae Hak pun tak mengajak Eun Jin untuk memulai hubungan mereka agar lebih intim. Sedang Eun Jin, sama sekali tak menunjukkan gelagat-gelagat bahwa pertemuan mereka di tempat tertutup ini akan berakhir di ranjang.

Mereka hanya duduk di sofa hotel, menunggu salah satu dari mereka mengungkapkan keinginan itu. Tapi tak ada satupun yang memulai. Eun Jin kemudian berdiri dan berkata pada Jae Hak yang sedang melihat keluar jendela, bahwa ini bukanlah caranya.
Jae Hak menatap punggung Eun Jin dan berkata dia akan mengikuti semua keinginan Eun Jin.

“Beginilah hal itu dimulai menjadi hubungan yang jelas. Maafkan aku, bukan karena hatiku tak bisa, tapi aku tak bisa karena perasaanku yang terasa meluap.”

Jae Hak hanya terus menatap Eun Jin dan juga meminta maaf, karena dia juga ga bisa menjanjikan masa depan untuk hubungan mereka.

“Masa depan adalah sesuatu yang direncanakan bersama-sama. Bukan seperti memberi dan menerima.” Terang Eun Jin.

“Aku rasa semua awal sama seperti kita, lalu mereka terbiasa seiring berjalannya waktu, warnapun mulai memudar, menjadi suatu rutinitas, bataspun menjadi tak jelas, perasaan bersalah juga menghilang. Kau bersama yang lain dan menyatakan cinta, seseorang yang kau tidak bisa hidup bersamanya, akhirnya itu disebut perselingkuhan, dan akhirnya mucul ketidaksetiaan diantara kita.”

“Aku mencintaimu” Ungkap Jae Hak. Kalimat yang bahkan tak pernah dia ungkapkan sat bersama Mi Kyung.

Eun Jin tak menjawab, hanya air mata yang menggenang di pelupuk matanya saat mendengar kata cinta dari Jae Hak. Akankah dia menangis karena dia juga mencintai Jae Hak, namun terlalu sakit karena tak bisa memiliki Jae Hak seutuhnya?


Flashback End

[***]

Na Eun Jin dan Kim Sung Soo duduk berhadapan sambil menikmati teh panas bersama. Sung Soo bertanya sejak kapan kesalahan ini dimulai, diapun tak tahu.
Eun Jin menjawab, mungkinkah kesalahan ini dimulai sejak awal mereka mempersiapkan pernikahan?
Sung Soo terkejut dan menatap Eun Jin dengan raut penuh tanya.

Sung Soo protes dan bilang, Eun Jin terlalu jauh memikirkannya, bukankah mereka baik-baik saja, sampai akhirnya mereka memiliki Yoon Jung. Eun Jin berkata dia juga sangat menikmati waktu-waktu mereka dulu, walaupun harus jauh dari orang tuanya dan tinggal bersama Sung Soo, tapi dia sangat menyukainya. Mereka bahkan selalu menyempatkan makan malam bersama.

Sung Soo kemudian bertanya, ketika Eun Jin hamil, apakah Yoon Jung bayi yang baik? Eun Jin tersenyum sambil mengingat masa itu, dia kemudian menjawab kalau Yoon Jung bayi yang baik, dia ga pernah mengalami morning sickness yang parah dan Yoon Jung juga ga pilih-pilih dalam makanan. Tapi, setelah lahir, Yoon Jung memang sedikit sulit.

Sung Soo juga seolah mengingat saat itu, saat dimana menurut Sung Soo, malam dan siang jadi terbalik. Mereka bahkan pernah berlari ke RS karena Yoon Jung sakit tengah malam.
Eun Jin mengalihkan pembicaraan dengan bertanya bagiamana dengan gaji bulanan Sung Soo sekarang? Dulu kan dia yang selalu mengelolanya, tapi sebentar lagi mereka akan berpisah.

Sung Soo bertanya balik, lalu bagaimana dengan Eun Jin? Bukankah Eun Jin sekarang ga punya gaji tetap?Eun Jin menjawab kalau dia sudah mendapatkan kontra kerja selama setu tahun kedepan, jadi sekarang itu bukanlah masalah untuknya.
Sung Soo tiba-tiba bertanya, ingatkan Eun Jin saat dulu mereka mempersiapkan pernikahan?


[***]

Flashback

Na Eun Jin terlihat sangat cantik saat dia sedang mencoba gaun pernikahannya. Sung Soo juga ada ketika itu. Eun Jin mendekati Sung Soo dan bertanya bagaimana penampilannya? Apa dia cantik dengan gaun yang ini?
Sung Soo menjawab kalau gaun yang tadi dan yang sekarang dikenakan Eun Jin, semua terlihat cocok.

Eun Jin ga suka mendengarnya, dan merasa Sung Soo ga benar-benar memperhatikan. Ini kan pernikahan sekali seumur hidup, dan mereka juga akan membuat Video pernikahan, jadi dia mau Sung Soo benar-benar menilai gaun yang tepat untuknya.

Sung Soo malah kesal dan bilang, pilih gaun mana saja, dan jangan ngomong yang aneh-aneh.
Eun Jin menjelaskan kalau ini penting untuknya. Diapun berkata kalau dia akan mencoba gaun yang lain. Sung Soo buru-buru mencegah dan bilang kalau semua gaun terlihat cocok ditubuh Eun Jin, untuk apa mencoba lagi?

Sung Soo merasa waktu mereka ga cukup kalau hanya dihabiskan untuk mencoba gaun pengantin. Mereka kan juga harus membeli perabot, dan dia sudah sangat lelah. Eun Jin dengan wajah kecewa menjawab bahwa bukan hanya Sung Soo saja yang lelah, dia juga lelah.

Sung Soo menjelaskan bahkan jika nanti Eun Jin menceraikannya setelah mereka menikah, maka setidaknya mereka memikirkan gal itu ketika mereka mempersiapkan pernikahan ini. Eun Jin kesal kenapa Sung Soo malah bawa-bawa kata perceraian disini bahkan saat mereka belum menikah? Apa Sung Soo anggap itu lelucon?

“Mengerikan hanya untuk berfikir bahwa kita akan bercerai” terang Eun Jin lebih lanjut. Sung Soo hanya terdiam menyesali kalimatnya tadi.


Flashback End

[***]

Pagi ini Jae Hak dikejutkan dengan sesuatu yang pecah dari arah dapur, diapun melihat dan ternyata ada ibunya disana. Jae Hak bertanya ngapain ibunya disini? Madam Choo menjawab, dia disini ingin membuatkan sarapan untuk Jae Hak, tapi malah begini jadinya.

Madam Choo meminta ahjumma baru, karena ahjumma yang sekarang membuatnya ga nyaman tinggal di rumahnya sendiri. Jae Hak menjawab kalau dia akan mencarikannya, namun Madam Choo menolak, biar dia Mi Kyung yang mencarikan ahjumma baru untuknya. Jae Hak hanya focus pada bisnis saja, dan buat bisnis keluarga mereka menjadi lebih maju. Jae Hak mengerti dan menjawab baiklah.


[***]

Min Soo kembali datang ke rumah Jae Hak pagi ini, sambil membawa beberapa bahan makanan. Jae Hak tentu menyambutnya dengan senang. Min Soo menjelaskan kalau dia akan membuat masakan kesukaan ibu Jae Hak. Jae Hak pun mengucapkan terima kasih.


[***]

Madam Choo bersiap untuk sauna. Dia mengeluh kalau ternyata Jae Hak benar-benar mirip ayahnya. Dulu ayahnya yang membuatnya sengsara karena masalah wanita, sekarang Jae Hak ikut melakukan hal seperti itu.

Kemudian masuklah Min Soo, dan dia memberitahu Madam Choo kalau dia akan menyiapkan masakan kesukaan Madam Choo. Madam Choo terlihat senang, dan Min Soo memberitahu kalau mulai besok mungkin dia ga bisa datang kesini lagi.
Madam Choo menjawab ga apa-apa, dia akan mempekerjakan seseorang untuk itu.


[***]

Yoo Jae Hak, sedang membereskan pakaiannya. Sepertinya dia ada urusan bisnis dan harus keluar kota. Min Soo datang dan menyampaikan kalau sarapan sudah siap.
Min Soo yang melihat Jae Hak menyusun baju di koper kemudian bertanya, mau kemana Jae Hak? Jae Hak menjawan kalau dia ada perjalanan bisnis ke China selama beberapa hari.

Min Soo bertanya bagaimana masalah dengan kakaknya? Jae Hak menjelaskan kalau Mi Kyung snagat sulit didekati, Mi Kyung selalu marah bahkan hanya karena melihat dia. Dia jadi bingung harus bagaimana lagi sekarang?

Min Soo bertanya, apa Jae Hak benar-benar tidak ingin bercerai dengan Noonanya? Jae Hak menjawab iya dengan nada sangat mantap.
Jae Hak bilang dia ga ingin mengubah hidupnya. Min Soo langsung menukas, jika itu hanya untuk kenyamanan hidup Jae Hak, maka Jae Hak ga bisa bersama Noonanya.

Jae Hak heran dan berkata kenapa Min Soo seperti ini? Bukankah seharusnya Min Soo membantu dia? Min Soo balik bertanya, bagaimana caranya dia bisa membantu Jae Hak?
Jae Hak meminta agar Min Soo mengatur pertemuan dengan Mi Kyung, karena akan sulit menemui Mi Kyung jika dia yang secara langsung mengajak Mi Kyung bertemu.

“Itulah sebabnya caramu tidak mempan untuk Noonaku. Kau terlalu tenang. Bagaimana caranya kau berkencan dengan wanita itu?”

Jae Hak kemudian mengingat malam itu, malam dimana dia datang ke lingkungan Eun Jin dengan sepeda dan mengangetkan Eun Jin.

Min Soo yang tahu Jae Hak sedang mengingat momenya bersama Eun Jin, menjelaskan bahwa saat bersama Eun Jin, Jae Hak tidak perlu menghitung apa yang akan Jae Hak lakukan karena Jae Hak merasa hati Jae Hak berdebar sangat cepat. Tapi, kenapa saat bersama Mi Kyung, Jae Hak jadi seolah penuh perhitungan ketika akan bertindak?

“Kau mengetuk pintunya seratus kali, bahkan seribu kali dan memohon untuk hatinya, tapi jika kau merasa cara itu melukai harga dirimu, maka itu artinya kau tidak benar-benar mencintai Noonaku.”


[***]

Adik Sung Soo yang bernama Sung Joon, menelpon Sung Soo pagi ini. Dia mengabarkan kalau ibu mereka sudah ga bisa berjalan dengan baik akhir-akhir ini. Dia rasa ibu mereka menderita arthritis. Dia sudah memberi obat tapi, dia rasa sekarang ibu harus diperiksa di RS besar. Jadi dia berencana akan membawa ibu ke RS di Seoul.

Sung Soo setuju dan menyuruh Sung Joon membawa ibu ke rumahnya. Sung Joon kemudian bertanya, kenapa kakak ipar ga menjawab teleponnya?
Sung Soo menjawab kalau dia yang akan menelpon Eun Jin.


[***]

Eun Jin terkejut mendapat kabar kalau ibu mertuanya akan datang, dia bertanya di telepon pada Sung Joon, kapan ibu mertua akan datang ke rumahnya? Sung Joon menjawab hari ini. Semakin terkejutlah Eun Jin.

Setelah selesai berbicara di telepon, Sung Soo datang dan memberitahu tentang rencana ibunya yang akan datang. Dia terlihat bingung akan apa yang harus mereka lakukan?
Eun Jin menjawab tentu saja mereka harus membawa ibu ke RS.

Sung Soo gusar sekali, apa mungkin untuk mereka mengatakan bahwa mereka akan bercerai, padahal ibunya mungkin masih sedih karena kematian ayahnya?

“Ketika ibu mertua disini, kenapa kita tak berpura-pura seperti biasanya?”

Sung Soo menjawab jujur kalau dia suka ide itu. Eun Jin pun berkata agar Yoon Jung segera dibawa kembali ke rumah.


[***]

Choi Anna mengajak Mi Kyung keluar hari ini, dia sudah menunggu di depan hotel Mi Kyung, dan saat Mi Kyung sudah berada di mobilnya, dia berkata kalau Mi Kyung butuh hiburan, jangan di kamar terus. Mi Kyung mengucapkan terima kasih pada Anna.

Anna kemudian menunjukkan gelang yang diberikan ibu mertua Mi Kyung padanya. Mi Kyung menatap tak percaya ibu mertuanya begitu loyal pada Anna. Anna sambil tertawa berkata kalau Madam Choo bahkan memintanya untuk tak memakai gelang ini di depan Mi Kyung.

Mi Kyung bilang sekarang dia rasa ibu mertuanya sangat lucu. Anna membenarkan tapi kemudian dia bertanya bagaimana bisa Mi Kyung tahan hidup dengan ibu mertua seperti itu?

“aku saja yang baru sebentar bersamanya, langsung kehilangan semua energiku.”

Mi Kyung hanya tersenyum menanggapi kalimat Anna itu.


[***]

Eun Jin sedikit ragu melangkah ke rumahnya untuk menjemput Yoon Jung. Yoon Jung yang melihat ibunya datang langsung berlari menghampiri Eun Jin. Na Ra bertanya apa Eun Jin langsung kesini dari bandara? Eun Jin membenarkan, kemudian dia menjelaskan pada Yoon Jung kalau nenek sakit, makanya dia datang lebih cepat, terlebih nenek akan tinggal di rumah mereka, makanya dia datang menjemput Yoon Jung.

Dengan polosnya, Yoon Jung bertanya apa Amerika dan Korea itu sangat dekat, kok ibunya sudah sampai padahal tadi baru saja menelponnya?
Eun Jin menjawab kalau tadi dia menelpon ketika sudah sampai di Korea.


Song Mi Kyung dan Anna menikmati hari mereka dengan ada di sebuah rumah makan bersama. Saat sedang asik berbincang itu, tiba-tiba Madam Choo menelpon Anna, dan Anna dengan antusias memperlihatkannya di depan Mi Kyung. Lucunya, nomer Madam Choo di ponsel Anna tertulis sebagai “Penyedot energy.”

Madam Choo dengan ramah bertanya apa kegiatan Anna hari ini? Anna menjawab dengan sopan kalau dia ada kelas,dan sekarang dia sedang makan siang dengan temannya.

Madam Choo kemudian bertanya kapan Anna akan datang kerumahnya? Anna menjelaskan kalau dia ga menjual makanan, dia memasak saat itu karena Mi Kyung yang minta. Madam Choo kecewa mendengarnya dan langsung mematikan telepon.


Ternyata Madam Choo menghubungi menantunya setelah dia berbicara dengan Anna, dan dia bertanya dengan sinis dimana Mi Kyung? Mi Kyung menjawab dia lagi diluar. Madam Choo dengan kesal bertanya, apa itu artinya Mi Kyung sedang makan siang? Bagaimana bisa Mi Kyung makan dengan kondisi seperti ini? Kenapa Mi Kyung ga menelponnya? Bukankah harusnya Mi Kyung menelpon dia pagi ini?

Madam Choo kemudian menjelek-jelekkan Anna yang sangat kaku padahal dia sudah sangat baik pada Anna. Madam Choo kemudian meminta agar Mi Kyung mencari Ahjumma yang bisa mengurus dia dan rumah ini.

*Mana ada Ahjumma yang betah dengan majikan yang super duper menjengkelkan kayak Madam Choo.


Setelah Mi Kyung selesai berbicara dengan ibu mertuanya, Anna berkata kalau menurutnya ibu mertua Mi Kyung memiliki hati yang hangat.
Mi Kyung menukas dan bilang “meskipun hatinya hangat,namun kata-katanya menyengat. Jadi tetap saja menyengat dan tak lagi hangat.”

[***]

Madam Choo mendekati Ahjumma yang sedang mencuci piring. Dia dengan marah bertanya kenapa sih Ahjumma ga bisa membersihkan kamarnya dengan benar?
Jika Ahjumma bekerja seperti itu setelah dibayar, maka siapa yang akan menyukai pekerjaan Ahjumma?

Ahjumma kesal, dia langsung melepas celemeknya dan berkata dia akan berhenti.
Ada rumah lain yang ingin mempekerjakannya, tapi dia menolak. Sekarang dia rasa dia akan menerima tawaran itu. Dia juga mau agar gajinya hari ini tetap dibayar.
Madam Choo kesal dan bertanya berapa semua? Tulis saja no rekening Ahjumma maka dia akan mengirimkan bayarannya.


[***]

Masuk ke kamarnya dengan terus mengomel. Madam Choo berkata semua sudah pergi meninggalkan dia. Kemudian Madam Choo duduk di tepi tempat tidur dan terlihat akan menangis. Sedih dengan semua ini.
Atau sedih karena dia ga akan bisa makan makanan yang enak lagi? Hihihi


[***]

Santap siang yang dipesan Mi Kyung dan Anna sudah datang, dan mereka menikmati itu bersama. Anna kemudian bertanya apa benar Mi Kyung akan bercerai? Mi Kyung membenarkan pertanyaan itu.
Anna kemudian menjelaskan kalau hal terburuk adalah membohongi diri sendiri. Jadi dia mau Mi Kyung ga melakukannya.

“Kau tidak ingin bercerai. Aku tahu itu. Kau ingin suamimu menahanmu. Maka kau harus meminta itu. Minta agar suamimu menahanmu. Kau tidak harus meminta suamimu untuk bercerai.”

Mi Kyung ingin protes tapi Anna langsung berkata kalau dia tahu Mi Kyung sangat mencintai Jae Hak. Terlebih Jae Hak juga ga ingin bercerai kan?
Mi Kyung menjelaskan itu karena Jae Hak ga mau meninggalkan luka yang buruk di hidup Jae Hak dengan adanya perceraian. Bukan karena Jae Hak mencintainya. Dialah yang selalu menyesuaikan diri dengan kehidupan Jae Hak.

Anna memberi saran agar Mi Kyung dan Jae Hak sama-sama memberikan waktu untuk diri sendiri dengan tidak terus mengenang masa lalu. Terlebih jika itu menyakitkan untuk dikenang.
Jika memang Mi Kyung yang selalu menyesuaikan dengan kehidupan Jae Hak, bukankah itu seperti seseorang yang saling memberi dan menerima.? Itulah cinta, yang satu memberi yang satu menerima. Jadi, dia harap Mi Kyung bisa memikirkan ini sebelum benar-benar memutuskannya.

“Unni, ini tentang bagaimana dia berselingkuh. Bukan tentang memberi dan menerima.”

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar