Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 2 Part 1




Eun Jin terpana saat mendapat pertanyaan dari Sung Soo apakah dia sudah berselingkuh sehingga merasa bersalah? Saat Eun Jin akan menjawab, Sung Soo berkata apa Eun Jin tidak nyaman mendengar kalimat itu? Jika ia, seperti itulah yang selama ini dia rasakan. Setiap saat dia selalu merasa seperti itu saat di hadapan Eun Jin.
Dia juga ga mengerti, kenapa dia jadi seorang yang sangat brengsek hanya karena satu kesalahan.
Sekarang hanya mendengar kata perselingkuhan, tubuhnya jadi gemetar. Sung Soo pun berlalu meninggalkan Eun Jin, yang tak mampu berkata apa-apa. Dia seolah merasakan juga rasa yang Sung Soo rasakan, seperti itulah rasa sakit.

Sementara itu Yoo Jae Hak masih ada di ruangannya, memandang kotak yang dikembalikan Eun Jin tadi saat meminta mengakhiri hubungan mereka. Kemudian dia mengambil ponsel dan berniat mengirim SMS pada Eun Jin. Pesan yang berbunyi, kalau dia menghormati keputusan Eun Jin, dan dia berharap suatu saat Eun Jin masih mau bertemu dengannya. Tapi, Jae Hak tak jadi mengirimnya, dan malah menghapus SMS itu. Dia merasa galau sekali dengan perasaannya. Persisi seperti anak muda yang putus cinta.

Flashback
Malam itu, Eun Jin terkejut saat Jae Hak datang dengan sepedanya. Eun Jin bertanya apa yang membawa Jae Hak kemari? Jae Hak balik bertanya, jika dia menjawab hanya sedang lewat saja, apa Eun Jin percaya?
Eun Jin menjelaskan kalau ini adalah lingkungan tempat tinggalnya, dan banyak orang yang mengenal dia. Eun Jin merasa tak nyaman. Jae Hak tersenyum dan menjawab kalau dia akan menyerahkan segala sesuatunya pada takdir. Eun Jin menukas kalau dia sama sekali ga percaya pada takdir. Keduanya pun tertawa bersama.

Flashback End
Di lain tempat, Eun Jin terlihat termenung. Apakah dia juga mengingat kenangan nya bersama Jae Hak, atau kesedihannya akan perceraian ini?
"Ada satu hari dimana aku percaya akan takdir. Aku percaya takdirku hanya untuk mencintai satu pria. "
Disela-sela suara hati Eun Jin, kilasan akan perselingkuhan Sung Soo, dan pertemuannya dengan Jae Hak bermunculan.

"Seperti hidup yang aku jalani, aku belajar bahwa takdir adalah fantasi yang orang buat. Pada akhirnya pilihanlah yang menentukan hidup seseorang. "
Masih seperti tadi, kilasan kebersamaan Eun Jin dan Jae Hak masih terlintas, bahkan saat Eun Jin meminta hubungan ini berakhir.
"Aku sudah menekan tombol reset dalam hidupku. Bahkan jika aku menekan tombol itu, fungsi reset tidak bekerja, aku tidak tahu kenapa?"

Hari sudah pagi, dan Eun Jin sudah mulai dengan aktifitasnya. Lalu tiba-tiba Ji Hye yang sedang mengendarai mobil melihat Eun Jin, dan langsung menyapa. Eun Jin tersenyum senang, dan mendekati Ji Hye. Ji Hye bertanya apa Eun Jin bisa melewati masa berkabung dengan baik? Eun Jin menjawab kalau dia baik-baik saja kok.
Ji Hye kemudian bertanya apa nanti Eun Jin akan datang ke kelas memasak? Eun Jin menganggukkan kepalanya, dan Ji Hye pun berkata sampai jumpa nanti pada Eun Jin.

Saat melewati loker surat di apartemen, Eun Jin tiba-tiba berhenti. Dia melirik kotak nomer 704 yang ternyata terselip sebnuah amplop disana. Eun Jin menjadi takut, dan melihat kesekeliling. Dengan perasaan berdebar dia mengambil dan membuka amplop itu. Isinya sebuah kertas dengan tulisan berbunya "Apakah kau pernah mendengar tim hukuman? Jika satu orang membuat salah, maka seluruh tim ikut dihukum?"

Eun Jin benar-benar takut, dia bahkan berjalan tergesa-gesa masuk ke apartemennya, dan terkejut saat akan membuka pintu kamarnya, ibunya ternyata akan keluar. Eun Jin menjerit kaget,dan langsung terjatuh.
Ibu heran dan bertanya ada apa?Eun Jin menutupi itu dengan berkata tidak ada apa-apa.

Eun Jin tak mempedulikan keheranan ibunya dan langsung masuk ke kamar. Jantungnya berdebar karena takut. Di tangannya masih tergenggam surat teror itu. Dia menuju lacinya dan mencari-cari sesuatu. Ternyata Eun Jin mencari surat yang juga di terimanya beberapa waktu lalu. Surat yang sepertinya dikirim oleh orang yang sama.
Eun Jin pun meremas kedua surat yang menerornya itu.

Tiba-tiba ibu masuk, dan Eun Jin langsung menyembunyikan kedua surat itu dibalik punggunggnya. Ibu masih ingin tahu apa yang terjadi? Tapi Eun Jin tetap menjawab kalau dia baik-baik saja, dan tidak terjadi apa-apa.
Ibu tak percaya, dan terus bertanya membuat Eun Jin menjawab ibunya ga perlu tahu. Ibu berkata kenapa Eun Jin selalu menyimpan rahasia padanya?Jika Eun Jin seperti ini terus, maka Eun Jin akan terkena penyakit depresi. Ibu bahkan meminta Eun Jin ke psikiater agar Eun Jin bisa melepaskan segala apa yang mengganjal di hati Eun Jin.
"Kau tidak akan tahu kapan kau akan meledak, jika kau terus hidup seperti bom waktu."
Eun Jin menolak, dan menjelaskan kalau ga semuanya bisa dia ceritakan pada ibunya. Nanti dia akan beritahu apakah dia akan ke psikiater atau bercerai.
Ibu kesal dan berkata bercerai saja, lalu mulai hidup dari awal selagi umur Eun Jin masih muda.

Kim Sung Soo sedang berbicara di telepon . Saat percakapan sudah usai, dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Sebuah potongan berita tentang dirinya, yang menjadi Manajer di usia muda. Sung Soo menatap potongan berita itu dengan perasaan sedih.

Setelah itu, ponsel Sung Soo berbunyi dan ibu mertualah yang menelpon. Sung Soo merasa tak ingin bicara di saat seperti ini, karena sepertinya dia akan disalahkan lagi. Diapun memilih untuk tidak menerima panggilan itu.

Kim Na Ra yang sudah ada di rumahnya kesal karena menantunya tidak menjawab panggilan telepon darinya. Suaminya datang mendekat dan bertanya tentang Eun Jin. Na Ra menjawab kalau Eun Jin sangat kecewa saat ini. Sekarang dia jadi tahu kenapa putrinya itu tampak tidak bahagia akhir-akhir ini. Na Ra pun meminta pendapat suaminya.
Dae Ho tidak menanggapi hal itu dan malah bercerita tentang bagian yang bocor dari apartemen yang mereka sewakan.

Na Ra masih ingin membahas tentang Sung Soo. Dia kesal dan bahkan mengumpat Sung Soo. Suaminya bertanya kenapa Na Ra harus bicara kotor seperti itu? Na Ra bukannya berhenti malah menjadi-jadi dalam mengumpat menantunya itu. Dia juga merasa rugi sudah mengeluarkan uang untuk membeli herbal cina dan gingseng merah dan diberikan pada Sung Soo.
Dae Ho meminta agar istrinya berfikir yang baik-baik. Dae Ho juga meminta agar Na Ra berhenti mengkhawatirkan Eun Jin, karena Eun Jin sudah dewasa dan bisa menyelesaikan masalah dengan baik.

Pagi ini, Mi Kyung sedang membereskan ruang kerja suaminya, dan dia menemukan kotak perhiasan itu. Mi Kyung membukanya dan melihat jika di dalamnya adalah sebuah gelang yang cantik.
Tiba-tiba masuklah mertua Mi Kyung yang bertanya dimana saus mangga. Mi Kyung menjawab ada di dalam kulkas.
Kemudian mata Madam Choo beralih pada kotak yang dipegang Mi Kyung. Dia berkata kalau putranya pasti membelikan itu untuk Mi Kyung. Madam Choo seolah menyindir Mi Kyung yang memiliki hidup paling mudah dan paling beruntung dari semua orang yang pernah dia lihat.

Mi Kyung ke dapur berniat untuk mengambilkan saus mangga yang ibu mertuanya inginkan. Sebelum itu Ahjumma di rumah mereka menjelaskan kalau Madam Choo sudah menghabiskan semua makanan seperti orang yang sangat rakus.
Madam Choo mendekat dan ahjumma segera pergi, lalu Madam Choo bertanya apa ada saus mangganya? Mi Kyung yang sudah melihat kulkas dan tahu saus itu sudah ga ada, menjawab kalau sausnya habis. (Itu ibu mertua kayaknya sengaja deh. )
Madam Choo kesal, dan bertanya apa urusan seperti itu saja Mi Kyung ga bisa mengurusnya?Madam Choo bahkan bilang kalau beberapa hari ini nafsu makannya menghilang, jadi ketika nafsu makan itu kembali, dia merasa harus makan semua makanan yang dia suka. Karena jika dia melewatkan waktu makan semenit saja, maka selera makannya akan menghilang. (Amit-amit, jangan sampe punya mertua macam gitu..)
Mi Kyung sama sekali tidak marah dan bilang nanti setelah dia selesai kelas memasak dia akan membelikannya untuk ibu mertua.
Ibu meertua masih mengeluh, dan Mi Kyung emncoba menawarkan mengganti saus mangga dengan lemon curd. Madam Choo ga mau, dia inginnya saus mangga. Jika saus mangga bisa diganti dengan lemon, masak dia minta saus mangga. (Ampunn...ga inget umur apa ini ahjumma.)

Yoo Jae Hak yang sudah sampai di kantornya ingin menghubungi Na Eun Jin, tapi dia mengurungkan niatnya itu. Dia galau sekali dengan perasaannya.

Na Eun Jin dan Song Mi Kyung bertemu di depan kelas memasak. Melihat Eun Jin tidak bawa mobil membuat Mi Kyung bertanya. Eun Jin menjelaskan kalau akhir-akhir ini dia sedikit malas mengemudi, makanya ga bawa mobil. Eun Jin meminta agar Mi Kyung bicara dengan santai saja padanya. Mi Kyung menjawab dia merasa sudah sangat santai kok.
"Aku pikir kau membenciku."
Mi Kyung ga menjawab dan mengajak Eun Jin segera masuk ke dalam.

Di kelas memasak, Choi Anna sedang menjelaskan asam amino dan asam lemak. Eun Jin bertanya dimana dia bisa membelinya? Choi Anna menjawab di departemen store ada kok. Mi Kyung menyela, kalau tidak semua departemen store menjualnya.
Tiba-tiba, Eun Jin bertanya pada Mi Kyung, apa nanti Mi Kyung ada waktu? Mi Kyung menjawab kenapa memangnya?

Di BANK tempat Eun Young bekerja, ternyata Min Soo adik tiri Mi Kyung juga disana. Seorang Ahjumma memuji ketampanan Min Soo, dan bilang kalau sepertinya dia akan menjadikan BANK ini sebagai BANK utama yang akan sering dia kunjungi. Min Soo mengucapkan terima kasih untuk itu.

Nasabah genit yang menggoda Eun Young kembali datang hari ini, dan masih suka mengedipkan sebelah matanya sambil bertanya bagaimana kabar Eun Young? Eun Young jelas ga suka, nasabah genit itu bahkan berani mengajak Eun Young bertemu hari sabtu nanti. Tapi Eun Young menolaknya karena dia ga bisa keluar setelah jam kantor usai.
Nasabah genit itu bertanya siapa yang melarang? Apa Manajer BANK? Dia akan bertemu langsung jika iya. Eun Young kaget, dan mencoba menghentikan keinginan nasabah genit itu. Eun Young bahkan membentak nasabah itu, yang memanggilnya hanya dengan sebutan nama, seolah mereka memiliki hubungan dekat.
Nasabah genit ga marah dan malah suka dengan Eun Young yang galak. Eun Young hilang sabar dan mengancam akan melapor ke polisi jika nasabah itu terus seperti ini.
Nasabah genti heran dan bertanya kenapa? Eun Young menjawab meskipun nasabah itu pelanggan di Bank tempatnya kerja, tapi sikap tadi sama saja pelecehan seksual.
Nasabah genit itu bahkan berani memegang lengan Eun Young, membuat Eun Young teriak dan reflek mendorong nasabah itu.

Na Eun Young memanggil Min Soo yang merupakan penjaga disana, Min Soo mendekat dan dengan kesal Eun Young bertanya kenapa Min Soo hanya diam melihat?
Min Soo bertanya pada si nasabah, apa yang terjadi. Nasabah dengan wajah tak berdosa menjawab dia juga ga tahu. Dia bahkan menunjuk kearah Eun Young, dan menyebut Eun Young sudah gila.
Eun Young ga terima dibilang seperti itu, dan bertanya kenapa nasabah itu harus datang setiap hari untuk mendepositkan 30 dolar? Bukankah itu untuk melihatnya? Nasabah membenarkan, dan bertanya apa salahnya jika dia ingin melihat Eun Young? Dia hanya merasa Eun Young seperti ibunya yang sudah meninggal. (Huwaaaa..ibunya semuda dan secantik Eun Young, trus dia model kayak gitu.. hihihi..)
Eun Young meminta agar nasabah itu ga menggunakan alasan murahan, dan harusnya malu karena sudah punya dua anak, masih betingkah seperti ini.

Nasabah berkata dia ga bohong, dan punya buktinya. Pria itupun mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto pada Min Soo. Foto ibunya.
Eun Young bertanya, pasti foto itu beda kan?
Min Soo menjawab kalau nasabah itu ga bohong. Eun Young tak percaya, dan Min Soo langsung menyerahkan ponsel tersebut, agar Eun Young melihatnya sendiri.
Ternyata foto ibu si nasabah memang mirip dengan wajah Eun Young. Eun Young membelalak tak percaya.
Min Soo pun menyuruh Eun Young meminta maaf pada nasabah itu.

Na Eun Young, terbirit-birit keluar kantor karena merasa malu sekali. Dia mengingatkan dirinya untuk tersenyum. "Apapun yang terjadi aku ga boleh kehilangan senyumku. Pelanggan adalah raja, dan pengawal juga raja."
Tapi kemudian Eun Young kembali tak semangat dan bergumam sendiri, kalau semuanya jadi raja, terus dia jadi apa?Lalu Eun Young meralat ucapannya tadi, kalau pengawal bukan Raja, tapi tentara.

Dengan berani, Eun Young menemui si pengawal baru. Song Min Soo. Dia berkata kalau kepribadian Min Soo sangat baik, pasti Min Soo akan hidup panjang selama ribuan tahun. Min Soo tahu nada Eun Young yang marah padanya, sehingga dia bertanya kenapa Eun Young harus marah? Eun Young semakin kesal karena Min Soo sama sekali ga merasa salah atau membuatnya kesal.
Eun Young berkata dia tahu dia salah, tapi dia ada alasan untuk itu. Dia ga suka dengan nasabah tadi yang selalu mengedipkan mata padanya. Min Soo seikit tertawa mendengar penjelasan Eun Young yang diliputi emosi itu. Eun Young menjadi bertambah kesal dan bertanya kenapa tertawa?

Eun Young berjalan sambil terus berbicara pada Min Soo, apa Min Soo harus seperti tadi, menyuruhnya meminta maaf padahal posisi dia dan Min Soo sama, jadi kenapa harus menyuruh-nyuruhnya. Min Soo menjawab kalau dia memantg harus seperti tadi. Eun Young kaget dan langsung menoleh menatap Min Soo yang sama sekali tak menatapnya. Eun Young pun mendekat.
Min Soo menjelaskan apa pernah Eun Young bertanya pada nasabah tentang alasan para nasabah yang datang terus menerus ke Bank ini hanya untuk melihat Eun Young. Tidak ada yang bisa dia lakukan pada Eun Young yang selalu berfikir diri Eun Young sangat cantik.
Eun Young hanya berasumsi seperti itu, dan mempermalukan si nasabah.
Eun Young ga mau salah, dan menjawab kalau dia ga bermaksud membuat si nasabah malu. Min Soo berkata maka yang benar adalah meminta maaf seperti tadi.

Di kelas memasak, Young Kyung berkata kalau dia harus pamit duluan karena dia akan mengganti guru les anaknya. Eun Jin bertanya kenapa harus membuat anak SD belajar dengan keras? Young Kyung menjawab kalau dia harus melakukan itu, agar anaknya tidak melakukan hal-hal buruk saat remaja nanti.
Young Kyung kemudian teringat tentang dua putra Mi Kyung yang sekolah di Amerika, dia ingin juga seperti itu, karena pasti sulit sekolah di Amerika.
Young Kyung pun langsung pergi, dan Ji Hye ikut menyusul karena ingin mendapat tumpangan hari ini.

Song Mi Kyung dan Na Eun Jin berada dalam satu mobil. Di dalam mobil, Eun Jin berkata kalau suami Mi Kyung pasti sangat beruntung memiliki Mi Kyung. Mi Kyung heran dan Eun Jin pun menjelaskan kalau Mi Kyung baik dalam segala hal. Mengurus anak, pendidikan anak, bahkan pekerjaan rumah. Mi Kyung menjawab kalau dia tidak seperti itu. Eun Jin meminta agar Mi Kyung tidak merendah, dia tahu Mi Kyung baik, dan bahkan ga suka pamer.
Mi Kyung kemudian bertanya kenapa Eun Jin seolah ingin selalu bercerita padanya? Eun Jin menjawab itu karena dia selalu merasa Mi Kyung membencinya. Ibunya juga bilang, kalau saat ini yang dia butuhkan adalah teman untuk bicara, dan menutunya orang yang membenci kita adalah orang yang tepat untuk diajak bicara.
Mi Kyung menyebut pemikiran Eun Jin pemikiran yang lucu.
Bukankah seharusnya kita berbicara dengan orang yang dekat dengan kita. Eun Jin menjawab dia hanya ga mau orang terdekatnya kecewa jika mendengar ceritanya. Dia ingin tahu pemikiran orang lain tentangnya.
Tiba-tiba Mi Kyung bertanya bagaimana orang yang memikirkan tentang pemikiran orang lain seperti Eun Jin, melakukan hal seperti itu? Eun Jin bingung dan bertanya apa maksudnya?
Mi Kyung kemudian menceritakan tentang kasus suami Eun Jin yang berselingkuh. Semua orang tahu tentang Eun Jin, tapi orang-orang itu memilih berpura-pura tidak tahu. Bukankah itu tanda kalau orang-orang meremehkan Eun Jin.
Eun Jin heran dan bertanya bagaimana bisa Mi Kyung tahu? Mi Kyung menjawab ada yang bercerita padanya.
Mi Kyung kemudian juga bilang "Orang-orang mengatakan, jika kau tidak membayar kesalahanmu, maka anakmulah yang akan membayarnya.Bukankah itu mengerikan?"
"Itu tidak mungkin, karena yang terjadi di sekitar kita terjadi secara acak."
"Percayai hal itu, jika kau memang ingin mempercayainya. "
Mi Kyung kemudian bertanya kenapa saat itu Eun Jin ga berteriak saja pada wanita selingkuhan suami Eun Jin? Apa berteriak saja tidak cukup? Eun Jin menjawab, tidak.
Awalnya dia hanya ingin memukul suaminya, tapi dia tahu bahkan jika dia memukul wanita itu, hubungannya dengan suami toh tidak akan membaik.
Dia merasa seharusnya dia ga bertemu dengan wanita itu, karena setelah bertemu, wajah wanita itu akan terus bermunculan di kepalanya.
Mi Kyung berkata seolah menyindir Eun Jin
"Pelajaran yang kau pelajari dari pengalaman pribadi itu, harusnya bisa kau terapkan untuk dirimu."

Na Eun Jin dan Song Mi Kyung sudah sampai di departemen store, Eun Jin ditinggal Mi Kyung karena Mi Kyung akan ke toilet sebentar. saat sendiri itulah, Eun Jin melihat ada pria aneh yang mengikutinya. Eun Jin menjadi sangat cemas. Dia terus berjalan menghindar, dimana sang pria juga terus mengikuti Eun Jin.

Yoon Jung berjalan sendiri dan ada seorang menyapanya. Yoon Jung pun menoleh dan melihat seorang ahjumma yang bertanya dimana toko roti Iljin? Yoon Jung menunjuk dengan tangan kecilnya ke suatu arah dan berkata agar ahjumma itu lurus dan setelah itu belok ke kanan.
Tapi kemudian dia berkata agar ahjumma itu mengikutinya karena dia akan menunjukkan saja dimana toko roti itu.
Dengan polosnya, Yoon Jung berkata kalau neneknya selalu berpesan agar tidak mengikuti orang asing, tapi kali ini ahjumma yang mengikutinya, jadi itu tidak masalah. (Hahahaha)

Na Eun Jin bersembunyi sambil melihat
pada laki-laki yang mengikutinya tadi, tapi tiba-tiba ada yang memegang pundaknya dari belakang, membuatnya berbalik dan berteriak kaget. Dia terkejut sekali.

Ternyata itu Mi Kyung yang langsung bertanya ada apa?
Eun Jin merosot lemas dan berjongkok karena kasih syok dengan kejadian tadi. Dia pun berkata kalau dia merasa ada orang yang sedang memata-matainya. Mi Kyung bertanya lagi apa Eun Jin punya penyakit gampang panik? Eun Jin menggeleng dan bilang kalau ini hanya seperti flu.
Mi Kyung dalam hati menjawab "Perselingkuhan bukanlah flu, tapi seperti kanker. Kau juga bisa mati karenanya"

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar