Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 14 Part 2





Song Mi Kyung memutuskan ke rumah mertuanya, disana dia terdiam sejenak, menatap rumah yang sudah 20 tahun lebih dia tempati. Dia hidup dan bernafas di rumah ini, dengan waktu selama itu. Jadi, bagaimana mungkin dia bisa melupakan setiap sudut rumah yang menciptakan kenangan indah untuk hidupnya.?

Mi Kyung melangkah menuju kamarnya, dia membuka lemari dan mengambil pakaiannya. Tiba-tiba dia teringat akan kenangannya dulu di kamar ini, bersama dengan suaminya tercinta, Yoo Jae Hak.


Flashback

Malam itu, Mi Kyung juga sedang menyiapkan pakaian Jae Hak, karena besoknya Jae Hak akan melakukan perjalanan bisnis. Mi Kyung bertanya, berapa lama Jae Hak akan pergi? Jae Hak menjawab sekitar dua puluh hari.
Mi Kyung kemudian menatap sumainya, dan berkata dia ingin suaminya jujur padanya.
Jae Hak bingung dan bertanya jujur mengenai apa?

Mi Kyung berkata bahwa Jae Hak sering melakukan perjalanan bisnis, dengan waktu yang sangat lama, apa Jae Hak ga pernah tergoda pada wanita lain? Jae Hak memandang istrinya, dan bertanya, benarkan dia boleh jujur. Mi Kyung menjawab tentu saja, dia mau Jae Hak jujur.

“Sejujurnya..aku memikirkanmu.”

“Aku?” tanya Mi Kyung tak percaya?

“Iya..kamu..”

Dengan polos Mi Kyung bertanya, lalu apa perlu dia ikut menemani Jae Hak saat melakukan perjalanan bisnis? Jae Hak pun tertawa mendengarnya, walau Mi Kyung heran dia memeluk suaminya erat sambil berkata kalau dia sangat menyukai Jae Hak.

Jae Hak menjawab dia juga bahkan selalu berterima kasih karena kehadiran Mi Kyung dihidupnya. Mi Kyung masih dalam pelukan suaminya melanjutkan kalau menurutnya rumah ini adalah tempat terbaik di dunia yang pernah dia tempati. Jae Hak tersenyum dan menjawab, maka dari itu Mi Kyung harus tinggal di rumah ini selamanya.


Mi Kyung melepaskan diri dari pelukan Jae Hak dan berkata, ketika hanya tinggal mereka dirumah ini setelah anak-anak mereka menikah, dia ingin mereka bisa hidup dengan tenang. Jae Hak bertanya heran, kenapa memangnya? Mi Kyung menjawab bahwa dia hanya ingin tinggal berdua saja dengan Jae Hak. Bukankah mereka tidak pernah benar-benar hidup berdua saja?
Jae Hak tersenyum seraya mengangguk dan bilang, itu benar, mari melakukannya.
Jae Hak pun kembali memeluk Mi Kyung dengan erat.


Flashback End
[***]

Song Min Soo mengantarkan Eun Young pulang ke rumah, dia sebenarnya berniat langsung pergi, namun Eun Young memaksanya masuk dulu dan minum teh. Min Soo pun tak kuasa menolaknya.

Setelah di dalam rumah, Eun Young dan Min Soo duduk berdua di sofa. Dengan malu-malu Eun Young mengatakan kalau dia belum pernah melakukan 'itu'. Walau dia berkencan dengan beberapa pria sebelumnya, dia benar-benar belum pernah melakukannya. Min Soo dengan santainya bertanya, melakukan apa memangnya?

Eun Young tanpa malu menjawab, dia memang bukan gadis murahan, tapi dia juga ga menolak untuk melakukan hubungan intim ketika mereka masih dalam status pacaran seperti sekarang.
*gubrak..-_-

Min Soo tersenyum dan kemudian berdiri, Eun Young bertanya heran ada apa? Min Soo menjawab dia akan pergi sekarang. Eun Young mencegah Min Soo dengan menarik lengan Min Soo.
Dia bertanya, apa dia sama sekali terlihat tak menarik? Min Soo menggeleng dan bilang, kalau Eun Young sangat menarik.
“Lalu,kenapa kau menolak?”

Min Soo menggenggam tangan Eun Young, dan berkata dia ingin menjaga dan melindungi Eun Young sampai tiba waktunya nanti, dimana mereka benar-benar boleh melakukan hubungan itu. Eun Young menyangka kalau masa kecil Min Soo begitu mempengaruhi kehidupan Min Soo sekarang, sehingga Min Soo jadi terlalu berhati-hati.

Eun Young berkata kalau dia pernah membuat kekacauan dan bisa menyelesaikannya. Min Soo bertanya, lalu bagaimana untuk bekas lukanya? Eun Young dengan mantap menjawab, tidak akan ada masalah apa-apa dengan bekas luka. Semua pasti baik-baik saja.
Eun Young bahkan merentangkan tangan dan bilang, biarkan semua datang padanya. Bahkan jika itu bekas luka.

Min Soo malah memeluk Eun Young erat, dengan tangan Eun Young yang masih terentang lebar. Min Soo berkata dia malah akan semakin hati-hati karena sifat Eun Young yang seperti ini.
Min Soo juga meminta agar Eun Young ikut saja dengan caranya, maka semua akan indah untuk mereka. Jangan tergesa-gesa, karena hidup mereka masih panjang. Eun Young tersenyum dan membalas pelukan Min Soo. Dia begitu bahagia memiliki lelaki seperti Min Soo.

[***]

Min Soo pulang ke rumah dan terkejut karena Noonanya sudah ada di dalam. Mi Kyung bertanya kenapa Min Soo pulangnya lama sekali?
Mi Kyung kemudian bertanya lagi, bagaimana dengan kunjungan ke rumah orang tua Eun Young? Apa semua berjalan baik?

Min Soo menjawab kalau Eun Young benar-benar memiliki orang tua yang hebat. Mi Kyung tersenyum senang mendengarnya. Min Soo bahkan menceritakan tentang Sun Ah dan Jin Chul yang santai saja ketika bertengkar di depan orang tua. Mi Kyung menjawab, itu tandanya keluarga itu begitu demokratis, dan memiliki suasana yang bebas. Sangat menyenangkan berada disana.

Min Soo mengaku jujur kalau dia begitu iri akan kesempurnaan keluarga yang dimiliki Eun Young. Terutama ibu Eun Young, dia merasa ibu Eun Young adalah wanita yang sangat hebat. Ibu Eun Young terasa begitu hangat, dan dia tahu wanita seperti itu ga akan pernah meninggalkan anak-anaknya.
Mi Kyung dengan tulus berharap, agar Min Soo bisa menjadi bagian dari keluarga Eun Young.

Dia kemudian menceritakan keinginan Jae Hak yang mengajak untuk makan bersama keluarga Eun Young, minimal dengan kakak Eun Young saja. Min Soo menjawab, dia juga tahu karena Jae Hak juga mengatakan itu padanya.
Mi Kyung pun meminta agar Min Soo bisa mengatur pertemuan itu dengan Eun Young.
Jika mereka bisa berkumpul bersama dengan kakak Eun Young, maka secara alami mereka bisa mengatur pernikahan Min Soo dan Eun Young.

Min Soo bertanya apa Mi Kyung ingin dia menikah? Mi Kyung menjawab iya dengan mantap, dengan tulus Mi Kyung berkata dia ingin membuat Min Soo memiliki keluarga yang utuh.
Min Soo terharu mendengarnya, dia kemudian berkata bahwa dia sangat mencintai Eun Young. Dia juga ingin menjadi bagian dari keluarga Eun Young, tapi selama ini, dia selalu tak menunjukkannya pada Eun Young. Itu karena, dia merasa bahwa apa yang menjadi keinginannya tak pernah terwujud. “Semua yang aku inginkan selalu menghilang.”

Mi Kyung menggeleng dan menjawab mantap, sekarang keinginan itu tidak akan menghilang. Dia akan mewujudkannya. Semua orang berkata bahwa ada jumlah tertentu tentang rasa sakit dalam hidup kita. Karena Min Soo sudah menderita semasa kecil, maka sekarang yang tersisa hanyalah hal baik untuk hidup Min Soo. Semua penderitaan itu ada jumlahnya, dan semakin lama, jumlah itu semakin berkurang, bahkan tak bersisa, dan itulah yang akan terjadi pada hidup Min Soo.

[***]

Eun Young menelpon Eun Jin, Eun Young berkata bahwa seperti yang Eun Jin tahu, dia sangat iri pada Eun Jin dan selalu ingin seperti Eun Jin. Eun Jin tersenyum dan bertanya kenapa Eun Young mengatakan hal ini padanya?

“Jika aku menemukan pria yang aku cintai, aku ingin menunjukkan padamu lebih dulu untuk mendapat restu. Aku mengatakan seperti ini, karena aku iri pada kakak ipar. Aku ingin hidup seperti kalian yang saling mencintai. Tapi sekarang aku merasa sedikit takut. Takut, jika ternyata semua berubah.”

Eun Jin bertanya, apa maksudnya adalah Eun Young takut akan mengalami kejadian sepertinya? Eun Young terdiam dan Eun Jin menjelaskan, walaupun semua yang dialaminya sangat buruk, dia tidak menyesal. Paling tidak, dia dan Sung Soo menikah dengan rasa saling mencintai, dan sampai detik ini dia dan Sung Soo masih mengingat masa-masa penuh cinta itu.

“Bahkan ketika cintamu berubah nantinya, bukankah lebih baik jika kau pernah saling mencintai, daripada tidak pernah sama sekali?”

Eun Young berkata dia merasa ga enak menghubungi Eun Jin, ditengah masalah yang sedang Eun Jin hadapi. Eun Jin malah meminta maaf karena dia ga bisa ada di saat Eun Young sedang berbahagia.

[***]

Eun Jin mulai menyiapkan alas tidur untuk Sung Soo, tapi ternyata Yoon Jung masuk kamar mereka, membuat Eun Jin buru-buru menaruh kembali alas yang sudah dia siapkan ke dalam lemari. Dia kaget karena Yoon Jung tiba-tiba masuk. Yoon Jung membawa bantalnya, dan bilang kalau dia ingin tidur bersama ayah dan ibunya.
Eun Jin dan Sung Soo hanya mampu saling menatap, tak tahu harus bagaimana. Sementara Yoon Jung sudah dengan santai naik ke tempat tidur ditengah kekikukkan kedua orang tuanya.

Dengan penuh semangat Yoon Jung meminta agar ibunya segera menyusul ke tempat tidur. Eun Jin tak membantah, sedangkan Sung Soo mau tak mau mengikuti keinginan putrinya. Dia menutup pintu dan beralih ke tempat tidur.

Yoon Jung memeluk ibunya, dan Sung Soo yang melihat itu bertanya cemburu kenapa Yoon Jung hanya memeluk ibu, padahal katanya Yoon Jung ingin tidur bersama.
Yoon Jung ga menjawab pertanyaan ayahnya dan memandang ibunya lalu berkata “Ibu aku merindukanmu. Aku merasa akhir-akhir ini aku jarang melihatmu.”


Ketika Yoon Jung sudah pulas, Eun Jin dan Sung Soo sama-sama masih terjaga. Eun Jin mengucapkan terima kasih karena Sung Soo mau membantu masalah keluarganya.
Sung Soo menjawab bahwa orang tua Eun Jin tentu juga orang tuanya. Sangat menyakitkan melihat orang tua mengalami waktu yang sulit. Terlebih sekarang, Eun Jin juga memiliki waktu yang sulit karena kehadiran ibunya.

Eun Jin berkata dia merasa seperti ditinggalkan oleh semua keluarganya. Saat ini Eun Young sudah menemukan pria yang Eun Young cintai, dan dia bahkan tidak bisa hadir bersama keluarganya untuk merayakan kebahagiaan Eun Young itu. Rasanya seolah dia tersisih, dan tentu itu membuatnya sedih.

Sung soo bertanya kenapa ga mengajak Eun Young ketemu saja, dan rayakan bersama? Eun Jin menjawab, apa itu mungkin? Rasanya dia tidak percaya diri karena pernikahannya berantakan.

[***]

Yoo Jae Hak datang ke Officetel Mi Kyung. Mi Kyung bertanya bagaimana keadaan ibu mertua? Jae Hak menjawab ibunya sudah punya perawat pribadi dan sekarang sudah tertidur. Mi Kyung pun meminta Jae Hak duduk, dan menawarkan apa Jae Hak mau teh? Jae Hak menolak dan kemudian bertanya apa Mi Kyung baru saja pulang? Mi Kyung membenarkan kalau dia baru saja dari rumah Min Soo. Sekarang yang terpenting untuknya adalah, menciptakan keluarga untuk adik tirinya itu.

“Jujur, aku sangat cemburu, karena Min Soo dan Eun Young sangat saling mencintai, dan mereka berdua terlihat begitu hebat. Ketika aku menikah, aku lebih gugup dari itu. Aku harus bersikap baik, agar mertuakubsuka padaku. Aku juga harus dicintai olehmu. Karena semua hal itu, aku seolah tak bisa sepenuhnya menikmati perasaanku. Aku mencoba melakukan semua untuk orang lain, sehingga aku melupakan perasaanku sendiri.”

Mi Kyung kemudian berkata, karena mereka memiliki dua anak, maka dia ingin mereka tidak berpisah dengan cara yang buruk. Dia tidak ingin membuat anak-anak mereka merasa menderita karena perpisahan ini.

[***]

Jae Hak memikirkan semua kalimat Mi Kyung, setelah menemui Mi Kyung, bergegas Jae Hak ke rumah Min Soo. Jae Hak mengajak Min Soo bicara, dan ketika mereka sudah berhadapan, Jae Hak menjelaskan keinginan terdalam hati Mi Kyung, yang sangat ingin menciptakan sebuah keluarga. Min Soo menjawab, dia juga tahu hal itu, karena Mi Kyung juga sudah mengatakan hal tersebut padanya.
Min Soo kemudian bercerita kalau Mi Kyung sangat ingin mengadakan pertemuan keluarga dengan saudara Eun Young agar nantinya mereka bisa membicarakan pernikahan tanpa canggung.

Je Hak menyetujui ide Mi Kyung dan meminta Min Soo segera mengatur pertemuan itu. Dia tahu Mi Kyung ingin menciptakan kesan, bahwa Min Soo tak sendiri, dan masih memiliki keluarga, itu semua agar keluarga Eun Young nantinya ga meremehkan Min Soo.
Min Soo terharu dan merasa sangat bahagia.

[***]

Karena rasa bahagia yang membuncah dihatinya, Min Soo langsung bergegas menemui Eun Young malam itu juga. Dia bahkan berlari agar sampai di rumah Eun Young. Eun Young keluar menemui Min Soo dengan heran.
Setelah saling berhadapan, Min Soo mengatur nafasnya yang terengah-engah sambil terus tersenyum menatap wanita yang dicintainya ini.

“Aku mencintaimu.”

Eun Youg tersipu, dan bertanya apa Min Soo kemari hanya untuk mengatakan hal itu? Min Soo hanya terseyum seolah membenarkan, dia kemudian menceritakan keinginan kakaknya untuk bertemu kakak Eun Young. Eun Young senang mendengarnya.

Min Soo berkata “Aku tak menyangka sesuatu seperti ini akan terjadi begitu cepat dalam hidupku. Aku menyukai cinta, tapi aku juga menginginkan sebuah keluarga. Aku ingin seseorang yang bisa aku cintai, tanpa peduli pada orang lain.”

Min Soo pun menyuruh Eun Young masuk, Eun Young menurutinya, dia naik ke tangga depan rumahnya sambil terus melambaikan tangan pada Min Soo.

[***]

Pagi ini, saat Sung Soo sudah sampai di kantor, dia teringat kembali akan kesedihan Eun Jin yang berkata seolah merasa terasing karena tak bisa mengucapkan selamat pada Eun Young. Mengingat itu membuat Sung Soo menuju kantor Eun Young dan mengajak Eun Young bicara.

Eun Young menemui kakak iparnya dan heran kenapa kakak iparnya mengajak bertemu disini? Sung Soo langsung bertanya kenapa Eun Young mengucilkan Eun Jin? Eun Young bingung mendapat pertanyaan seperti itu, dia ga tahu apa maksudnya.
Sung Soo menjelaskan kalau Eun Jin sangat ingin bertemu pacar Eun Young dan memberi selamat.

Eun Young heran karena ternyata kakaknya dan kakak ipar masih saling bercerita satu sama lain. Sung Soo menjelaskan tak peduli seburuk apa hubungan yang terjadi antara suami dan istri, tapi sebenarnya antara suami dan istri tetaplah seperti seorang sahabat.

Eun Young pun akhirnya menceritakan tentang keinginan kakak Min Soo, yang mengajak bertemu bersama saudara-sudaranya. Sung Soo menjawab, itu bagus dan dia serta Eun Jin akan datang. Eun Young bertanya benarkah? Sung Soo menjawab iya.


Setelah mendapat kabar bahagia itu, Eun Young ga bisa menyimpannya sendiri, dia langsung mengajak Min Soo bertemu dan menceritakan semuanya. Dia mau kakaknya dan kakak Min Soo dulu yang bertemu bersama, lalu baru seluruh keluarga.
Min Soo tersenyum senang karenanya, dan berkata semua terasa terlalu lancar. Eun Young menganggap inilah berkah. Pasangan yang baik tentu akan selalu dimudahkan jalannya.

[***]

Sebelum berangkat kerja, Jae Hak menemui Mi Kyung. Mi Kyung yang masih mengantuk bertanya ada apa? Jae Hak pun menceritakan tadi Min Soo menelponnya dan berkata kalau kakak Eun Young mengajak mereka bertemu akhir pekan ini. Mi Kyung kaget dan bertanya benarkah? Jae Hak membenarkan, dia bahkan telah mengatur tempat untuk pertemua itu.

[***]

Pagi di Akhir pekan ini, kediaman Dae Ho kedatangan tamu. Na Ra yang melihat melalui intercom berkata kalau yang datang Min Soo. Dae Ho bingung dan bergumam, Min Soo siapa? Na Ra gemas dan menjawab bahwa Min Soo pacarnya Eun Young. Akhirnya Dae Ho ingat juga.
*LOL

Dae Ho langsung berdiri dan ikut menyambut Min Soo. Na Ra dengan ramah berkata, sepertinya Min Soo sangat cepat menggunakan izin untuk kerumahnya, dan dia suka itu.
Min Soo menjawab tentu saja, karena dia harus membuat ayah dan ibu semakin menyukainya. Na Ra dan Dae Ho pun tertawa bersama.

Kemudian Na Ra berkata, bukankah hari ini kakak Min Soo dan kakak Eun Young akan saling bertemu? Dae Ho kemudian menambahkan, Karena ini adalah pertemuan anak-anak muda, maka dia dan Na Ra memilih tak ikut campur, itu supaya semua bisa bergaul dengan baik tanpa canggung.
Min Soo tak lupa memberikan buah tangan yang dia bawa untuk Na Ra. Dia menjelaskan kalau ini daun bawang yang dia tanam di rumahnya. Na Ra senang sekali, dan bilang dia suka dengan hal-hal berguna seperti ini.

Dae Ho pun menjelaskan kalau istrinya memang lebih suka daun bawang dari pada bunga, karena bunga ga begitu berguna. Merekapun kembali tertawa bersama.

[***]

Eun Jin dan Sung Soo dalam perjalanan menuju lokasi pertemuan keluarga itu. Di dalam mobil, Eun Jin berkata kalau hal seperti ini mengingatkannya akan masa lalu. Sung Soo bertanya, apa maksud Eun Jin masa lalu itu adalah tentang mereka.?
Eun Jin hanya terdiam.

[***]

Sementara Jae Hak menjemput Mi Kyung di Officetelnya. Mi Kyung berkata bukankah dia sudah bilang akan kesana sendiri? Jae Hak menjelaskan akan sangat ga baik jika saudara Eun Young tahu mereka datang terpisah. Mi Kyung pun sepertinya tak bisa menolak ajakan itu.

xr
[**]

Song Min Soo dan Na Eun Young sudah sampai lebih dulu di tempat pertemuan, dia kemudian berkata pada Eun Young agar Eun Young masuk lebih dulu, karena dia ingin menenangkan dirinya, dia merasa sangat gugup. Eun Young pun tak membantah.

Kini, Min Soo ada di toilet. Dia menatap wajahnya di cermin, dan kemudian tersenyum, seolah menyemangati dirinya, dan yakin acara hari ini akan berjalan lancar.

[***]

Na Eun Jin juga sudah sampai di lokasi itu, Eun Young menelpon dan memberitahu kalau reservasinya atas nama Song Min Soo, biar Eun Jin nanti ga bingung. Setelah telepon usai, Eun Jin memberitahu Sung Soo agar Sung Soo masuk lebih dulu, karena dia akan memperbaiki make up nya, jadi dia mau ke toilet sebentar.

Sung Soo berkata heran, “Apa kau yang akan dijodohkan? Kenapa malah kau yang gugup?”

Tapi Sung Soo pun tak melarang dan dia melangkah masuk ke dalam.

[***]

Song Min Soo, melangkah keluar toilet dan berjalan menuju tempat yang sudah dipesan atas namanya itu. Dari arah berlwanan, datanglah Eun Jin yang juga akan menuju ke toilet. Setelah jarak mereka semakin dekat, Min Soo yang tahu seperti apa wajah selingkuhan kakak iparnya menjadi terkejut, begitu matanya menatap Eun Jin. Dia sangat yakin, ini adalah wanita yang menghancurkan hidup kakaknya.

Min Soo mencoba berpaling ketika Eun Jin tepat lewat di sampingnya, dan setelah Eun Jin belalu, Min Soo kembali menoleh, menatap tak percaya jika dia benar-benar melihat dan bertemu dengan wanita itu. Wanita yang begitu dibencinya. Wanita yang menghancurkan cinta di hati kakaknya dan melenyapkan kebahagiaan kakaknya.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar