Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 13 part 2

 

Eun Jin menyambut ibu mertua dan adik iparnya yang datang kerumah. Ibu Mertua Eun Jin senang melihat Yoon Jung yang lucu.
Sung Joon ingin langsung pamit karena dia banyak kerjaan. Tapi, Eun Jin meminta agar Sung Joon minum teh dulu sebentar. Ibu juga meminta agar Sung Joon duduk saja dulu, lagipula bisnis Sung Joon kan juga sedang dalam keadaan tak baik.

Akhirnya Sung Joon mengalah, dia ikut duduk dan Eun Jin langsung menyuguhkan minuman serta buah-buahan untuk ibu mertua dan adik iparnya. Sung Joon tiba-tiba bertanya kenapa Eun Jin ga pernah nelpon ibunya? Ibu marah, dan ga suka karena Sung Joong berkata yang aneh-aneh di depan Eun Jin. Ibu juga bilang dia tahu jika Eun Jin sangat sibuk makanya ga bisa menghubunginya.

Eun Jin menawarkan buah melon yang sudah dipotong kecil-kecil pada ibu mertuanya. Saat ibu mertua mencicipi, dia berkata buah ini terlalu kenyal. Eun Jin pun menawarkan buah lainnya, kali ini jeruk keprok. Tapi, jeruk pun sangat asam saat dicicipi oleh ibu mertuanya. Eun Jin serba salah, diapun meminta maaf pada ibu mertua.
Ibu mertua menjawab kalau ini bukanlah salah Eun Jin, Eun Jin kan ga bisa tahu apakah buah ini enak atau ga. Jadi ga usah merasa bersalah.

Sung Joon masih menjelekkan Eun Jin di depan ibunya. Berapa kali coba Eun Jin mengunjungi ibunya dalam setahun ini? Ibu membela Eun Jin dengan berkata hidup ya seperti itu. Saat kita sudah menikah dan punya anak, maka akan sangat sulit untuk bisa sering-sering berkunjung menemui orang tua. Dalam sekali mungkin hanya bisa 4 atau 5 kali saja. Jadi dia bisa memahami itu.

Sung Joon menyebut ibunya memiliki wajah ganda, saat didepannya, ibu menjelek-jelekkan Eun Jin, tapi ketika di depan Eun Jin, ibu jadi baik sekali dan membela Eun Jin.

[***]

Sung Joon makan siang dengan kakaknya, dan tiba-tiba Sung Joon meminta agar kakaknya bisa meminjaminya uang sebesar 5 juta won. Sung Soo heran dan bertanya untuk apa? Sung Joon menjelaskan kalau bisnis sedang tidak baik belakangan ini jadi dia ingin mengganti usaha.
Sung Soo menyuruh agar adiknya ga usah ganti usaha, dan teruskan saja yang ada. Sung Joon kemudian bilang kalau dia bahkan ga bisa untuk memberi makan dirinya sendiri.

Sung Joon pun bilang jika Sung Soo ga bisa, maka dia akan minta pada kakak ipar saja, apalagi keluarga kakak ipar kan sangat kaya. Sung Soo kesal dan melarang. Sung Joon pun tak membantah. Dia kemudian bilang, jika ibu benar-benar ga bisa mengurus diri sendiri karena sakit yang diderita ibu saat ini, maka dia ga mau menerima ibu.
Sung Soo menjawab baiklah, dia yang akan mengurus ibu.

[***]

Eun Jin mengantar ibu mertua periksa ke RS. Eun Jin menawarkan diri biar dia saja yang mendaftar, dan ibu mertua tunggu saja disini. Ibu mertua Eun Jin ga mau, dia ingin mereka pergi bersama.
Setelah sampai di ruang dokter, Dokter pun menjelaskan kalau ibu mertua Eun Jin harus operasi. Sendi ibu mertua harus diganti dengan sendi buatan. Ibu mertua ngeri saat mendengar kata operasi, sehingga dia menolak melakukan itu.

Dokter menjelaskan jika sakit itu makin parah maka kondisi ibu mertua juga akan semakin buruk. Bisa saja ibu mertua kehilangan tulang rawan. Jika sampai itu terjadi, maka operasipun ga ada gunanya.
Eun Jin kemudian bertanya, apa setelah operasi ibu mertuanya bisa jalan-jalan seperti biasa? Dokter menjawab, itu bisa saja terjadi, jika setelah operasi ibu mertua mendapat perawatan pasca operasi yang tepat dan disiplin menjalankannya.

Eun Jin pun membujuk ibu mertuanya untuk operasi. Dia menambahkan bahwa teman ibu nya juga pernah operasi dan semua berjalan lancar. Akhirnya ibu mertua, menyetujui rencana operasi itu.

[***]

Eun Young menunggu Min Soo ditempat favorit mereka ketika mereka masih di kantor. Disana Min Soo bertanya kenapa Eun Young mengajaknya bertemu? Eun Young pun dengan sumringah menunjukkan baju yang dibelinya untuk Min Soo. Dia mencoba menempelkan baju itu pada tubuh Min Soo untuk melihat apakah baju yang dibelinya cocok untuk Min Soo.?
Min Soo bertanya kenapa harus membelikannya baju?

Eun Young menjawab kalau dia hanya ingin membelikan pacarnya baju dan melihat pacarnya memakai baju yang dia belikan. Masak gitu aja ga boleh? Eun Young kemudian meminta agar Min Soo memakai baju itu saat datang ke rumahnya akhir pekan nanti. Dia juga akan memakan baju yang dibelikan kakak Min Soo padanya. "Sebuah hadiah, akan membawa hadiah lainnya.”

Lalu tiba-tiba Eun Young menepuk-nepuk pipinya dan berkata agar dia segera sadar dan kembali bekerja, jika dia terus melihat tatapan Min Soo yang penuh makna padanya, maka dia bisa terbius dan ga jadi kerja.
Eun Young pun bergegas pergi meninggalkan Min Soo yang tersenyum sambil memandang pemberian Eun Young padanya.

[***]

Min Soo dan kakaknya sedang dalam perjalanan bersama. Min Soo sudah menemukan rumah yang bisa ditempati Mi Kyung, dan malam ini mereka menuju rumah itu.
Di dalam mobil, Mi Kyung memberikan sesuatu yang harus dibawa Min Soo saat bertemu dengan kedua orang tua Eun Young.

Min Soo bertanya seharusnya Mi Kyung ga melakukan itu padanya, karena Mi Kyung sendiri kan sedang dalam keadaan yang tidak baik. Mi Kyung menjawab kalau dia akan selalu menjaga Min Soo, karena dia sudah seperti orang tua untuk Min Soo.

“Ada kesempatan dimana kau akan mendapatkan sebuah keluarga. Itu berarti aku juga akan mendapatkan keluarga”
Terang Mi Kyung lebih lanjut sambil tersenyum menatap adiknya.

[***]

Sampailah mereka di Officetel yang sudah disewa oleh Min Soo, Mi Kyung suka dengan tempat itu. Bersih dan bagus. Min Soo kemudian bertanya bagiaman perasaan Mi Kyung? Mi Kyung menjawab dia hanya merasa aneh saja. Min Soo berkata lain, dia lalu bercerita tentang awal dia menempati rumah barunya setelah keluar dari rumah kakak ipar. Saat itu dia menangis.

Mi Kyung menjelaskan kalau dia sudah lama menunggu waktu seperti ini. Waktu disaat dia bisa hidup sendiri, dan hanya untuk dirinya sendiri. Mulai sekarang dia akan melakukan apapun yang dia suka, bangun jam berapapun yang dia mau. Semua akan sesuai dengan seleranya.

Min Soo kemudian berkata kalau Mi Kyung harus mengisi officetel ini. Mi Kyung menjawab tentu saja, dia nanti akan membeli beberapa barang yang dia butuhkan. Min Soo heran dan bertanya kenapa harus beli, bukankah di rumah kakak ipar masih ada barang-barang Mi Kyung?
Mi Kyung menjawab, dia malas datang ke rumah itu.

Min Soo lalu memberitahu tentang kepergian Jae Hak ke China dalam rangka bisnis, dan dia jujur khawatir tentang ibu mertua Mi Kyung. Mi Kyung menjawab dia sekarang sedang mencoba mencari Ahjumma untuk mengurus ibu mertuanya. Min Soo kan tahu, sangat susah mencari orang yang disukai ibu mertuanya?
*iyalah, ibu mertuamu kayak penyihir.hihihi

Min Soo bertanya bagaimana dengan anak-anak Mi Kyung? Mi Kyung menjawab jika semua sudah beres, dia akan ke Amerika dan memberitahu anak-anaknya.

“Dan setelah itu?” tanya Min Soo lebih lanjut.

Mi Kyung menatap penuh senyum pada adik tirinya itu dan berkata bisakah mereka membuka warung udon bersama? Min Soo bisa jadi pemilik, dan dialah pekerjanya. Seperti yang Min Soo tahu, dia kan pekerja yang baik.
Min Soo dengan nada bercanda menjawab kalau dia ga mau mempekerjakan seseorang yang lebih tua darinya.

Tiba-tiba Mi Kyung meminta Min Soo segera menikah. Min Soo heran kenapa topic mereka malah beralih ke pernikahan.?
“Menikahlah selagi kalian sedang sangat jatuh cinta. Aku rasa itu waktu yang baik. Aku juga dulu sangat ingin melakukannya.”

Melihat wajah Mi Kyung bersedih, Min Soo bertanya apa benar Mi Kyung yakin akan membiarkan kakak ipar pergi? Mi Kyung ga menjawab dan memilih mengajak Min Soo segera pergi.

[***]

Eun Jin sedang makan malam bersama ibu mertua dan anaknya. Ibu mertua mengeluh kalau beras yang dimasak Eun Jin terlalu manis. Harusnya ada biji-bijian yang ditambahkan diberas ini. Eun Jin menjelaskan kalau dia membuat nasi khusus untuk ibu mertua, karena menurut dokter makanan yang kurang serat ga baik untuk ibu mertua sebelum operasi.

Ibu mertua tiba-tiba meminta agar Eun Jin selalu menjaga Sung Soo. Sung Soo akan sakit jika terus pulang terlambat dan berangkat terlalu awal. Terlebih Sung Soo juga minum setiap malam.
Eun Jin hanya bisa mengiyakan keinginan ibu mertuanya.

[***]

Kim Sung Soo, mampir ke rumah mertuanya dulu sebelum pulang. Disana dia memberitahu ayah dan ibu mertua bahwa dia sudah melakukan beberapa negosiasi dengan penyewa bangunan mereka. Sung Soo menjelaskan jika penyewa mau berunding kembali tentang masalah ini daripada membawa kasus ini ke pengadilan, yang tentu akan memakan waktu serta biaya. Penyewa juga mengaku menggunakan bangunan itu tidak hanya untuk kantor tapi juga tempat penyimpanan.
Sung Soo meminta pada ayah mertua agar jika penyewa menelpon segera beritahu dia maka dia akan mengurus semuanya.
sebelum beranjak pulang, Na Ra memberi gingseng merah dan daging untuk ibu Sung Soo.

[***]

Eun Jin mengantarkan ibu mertuanya untuk beristirahat di kamar Yoon Jung. Ibu mertua bertanya lalu Yoon Jung tidur dimana? Eun Jin menjawab Yoon Jung akan tidur bersama dia dan Sung Soo. Ibu mertua menyebut itu tak bisa, biar Yoon Jung tidur dengannya saja.

“Apakah kalian berdua, tidak ingin memiliki anak kedua?”

Eun Jin tersenyum malu mendapat pertanyaan seperti itu. Ibu mertua meminta Eun Jin dan Sung Soo memikirkan tentang ini, akan sangat ga baik jika saat Sung Soo dan Eun Jin tak ada, lalu Yoon Jung tinggal sendiri. Jika mereka ada anak kedua, maka akan ada yang menemani Yoon Jung nantinya.
Ibu mertua tiba-tiba bertanya, kenapa Eun Jin kehilangan senyum Eun Jin?

“Aku mengijinkanmu menikah dengan Sung Soo, karena aku menyukai senyumanmu. Tapi jika kau kehilangan itu, maka itu tidak boleh.”

Eun Jin akhirnya tersenyum dan menjawab bahwa dia mengerti. Ibu mertuapun tersenyum mendengarnya.

[***]

Sung Soo sudah pulang dan Eun Jin menyuruh Sung Soo menyapa ibu Sung Soo yang sekarang ada di kamar Yoon Jung. Sung Soo pun menurutinya. Ibu mertua yang melihat putranya bertanya heran kenapa wajah Sung Soo terlihat sangat kusam? Apa Sung Soo ga makan dengan baik selama ini?

Sung Soo meraba wajahnya dan menjawab kalau dia makan dengan baik kok. Ibu kemudian bertanya lagi, lalu kenapa dengan wajah Sung Soo yang seperti itu?Sung Soo menjelaskan kalau wajahnya baik-baik saja kok.

Ibu menyuruh Sung Soo meminta Eun Jin menyediakan obat herbal untuk Sung Soo, agar Sung Soo tetap sehat, karena jika Sung Soo sakit akan sangat ga baik. Ibu kemudian mengeluh kalau sebenarnya dia ga ingin operasi. Tapi Eun Jin menyuruhnya melakukan operasi.
Sung Soo menjelaskan jika dokter berkata ibu harus operasi, maka ibu memang harus melakukannya.

Ibu menatap Sung Soo dan bertanya, jika dia nanti dioperasi maka dia akan tinggal di rumah Sung Soo selama sekitar sebulan. Sung Soo menjawab lalu apa masalahnya, ibu memang harus tinggal disini bersamanya. Anggap saja seperti rumah ibu sendiri.

“Punyalah anak kedua” akhirnya ibu dengan berani mengatakan itu pada anaknya. Hal yang sama yang juga dia minta pada Eun Jin tadi.

“Mungkinkah kalian berdua sedang tak akur?” tanya ibu pada Sung Soo.

Sung Soo meminta ibunya berhenti, apa ibunya ga capek terus meminta anak kedua padanya? Ibu menjawab itu karena Sung Soo sudah semakin tua. Ibu ga peduli dan dengan santai bilang, punyalah anak kedua selama dia masih ada disini, anggap saja sebagai perayaan untuk kesehatannya nanti.

[***]

Eun Jin masuk ke kamar tepat saat Sung Soo sedang ganti baju, entah kenapa melihat Sung Soo bertelanjang dada membuat Eun Jin merasa sedikit jengah.
Eun Jin kemudian berkata kalau dia akan tidur di lantai. Sung Soo menolak, dan menyuruh Eun Jin untuk tidur di tempat tidur saja, biar dia yang di lantai.

Saat Eun Jin akan mengambil selimut di lemari untuk alas tidur di bawah, tanpa sengaja dia dan Sung Soo bertabrakan, membuat mereka menjadi sangat dekat. Tentu saja mereka menjadi canggung dan kikuk dengan situasi seperti ini.


Sung Soo lupa, dia malah merebahkan dirinya di kasur, namun kemudian dia ingat dan langsung nyeletuk. Oh iya ga disini. *hihihi..
Sung Soo pun pindah ke lantai dimana Eun Jin sudah menaruh selimut sebagai alas untuknya.

Melihat Sung Soo tak memakai selimut, Eun Jin pun langsung mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Sung Soo. Sung Soo yang belum terpejam merasa semakin tersiksa dengan kondisi mereka saat ini.

Ternyata mereka sama-sama tak bisa terpejam. Walau lampu kamar sudah dimatikan, tapi Eun Jin dan Sung Soo sama-sama gelisah. Eun Jin kemudian memilih bangun dan Sung Soo pun bertanya, apa Eun Jin ga bisa tidur? Eun Jin membenarkan. Sung Soo pun mengajak Eun Jin minum alcohol bersama di ruang tamu.


Kini mereka sudah duduk bersama menikmati minuman mereka. Sung Soo bertanya apa yang sedang Eun Jin pikirkan sekarang ini? Eun Jin malah balik bertanya kenapa Sung Soo ingin tahu? Sung Soo menjawab apa itu terasa seolah dia ga pernah bertanya hal tersebut pada Eun Jin?

“Apa yang kau pikirkan setelah menikah?” tanya Sung Soo

“Kita sudah membicarakan banyak tentang itu ketika mereka kencan dulu.” Jawab Eun Jin.

Eun Jin melanjutkan kalimatnya, kalau setelah menikah ternyata mereka selalu sibuk dengan kehidupan mereka sendiri, sehingga melupakan pernikahan mereka.
Sung Soo menjelaskan kalau dia sekarang seolah menjalani kehidupan tanpa jiwa. Eun Jin menatap suaminya,seolah dia juga merasakan hal yang sama.

Sung Soo kemudian bertanya apa karena Eun Jin ingin menyembuhkan luka akibat perselingkuhannya dulu, maka Eun Jin bertemu Jae Hak? Dia pernah dengar bahwa luka yang disebabkan seseorang, akan bisa disembuhkan jika kita bertemu orang lain.
Eun Jin menjawab “Bekas luka yang kau dapat dari seseorang, tak bisa disembuhkan oleh orang lain. Tidak ada yang bisa memecahkan masalah itu untukmu.”

[***]

Pagi ini, akhir pekan dimana Min Soo sudah siap memperkenalkan dirinya pada orang tua Eun Young. Dia juga memakai baju yang dibelikan Eun Young padanya kemarin.
Setelah sampai di dalam, keluarga Eun Young semuanya berkumpul dan menyambut Min Soo dengan senyum hangat.

Min Soo membungkuk hormat pada mereka semua. Bahkan Hoon juga melingkarkan tangannya keatas kepala seraya mengucap selamat datang pada Min Soo.

Eun Young malah heran dan bertanya apa-apan ini? Jin Chul menjawab bukankah Eun Young mengancam mereka semua agar memberi sambutan hangat untuk pacar Eun Young. Min Soo hanya tersenyum dan Na Ra bertanya apa Min Soo suka dengan sambutan mereka? Min Soo kembali membungkuk hormat seraya mengucap terima kasih.


Di ruang keluarga, Min Soo memberikan ritual pengenalan diri kepada keluarga Eun Young. Dia membungkuk dan berlutut di depan mereka semua, lalu berkata kalau dia akan menyapa semua keluarga Eun Young secara resmi.

“Aku Song Min Soo..”

Jin Chul dengan konyolnya bertanya pada Sun Ah apa itu yang harusnya dilakukan seorang pria ketika berkunjung pertama kali ke rumah gadis yang disukainya? Apa dia dulu juga melakukan hal itu? Sun Ah dengan santai mengingatkan suaminya kalau mereka ini masih bertengkar jadi jangan sok baik padanya.

Min Soo heran menatap pertengkaran kecil itu, tapi Na Ra menjelaskan kalau dia selalu mengajari anak-anaknya untuk jujur, jadi ya mereka seperti itu, selalu mengatakan apa yang mereka rasa tanpa peduli situasi dan kondisi.
Eun Young kasihan melihat pacarnya ada di lantai seperti itu, kemudian dia meminta pada ayahnya apa Min Soo sudah boleh duduk bersama dia disini?
Dae Ho menjawab tentu saja.


Dae Ho tiba-tiba bertanya bagaimana dengan orang tua Min Soo? Eun Young kemudian berteriak memanggil Ayahnya seolah mengingatkan ayahnya agar tak menanyakan hal itu. Dae Ho pun dengan lucunya menutup mulut seolah dia hanya bercanda saja tadi.

Na Ra kemudian bertanya apa makanan yang Min Soo suka? Dia dengar Min Soo pandai memasak, dia jadi gugup harus memasak untuk Min Soo. Min Soo menjawab sopan kalau apapun yang Na Ra masak,dia pasti suka. Dia juga berkata jika diberi kesempatan dia akan memasak untuk mereka semua. Eun Young tersenyum dan memuji pacarnya yang pintar memasak, lalu Eun Young menggelayut manja di lengan Min Soo. Membuat Min Soo merasa tak enak. Min Soo kemudian membisikkan di telinga Eun Young kalau mereka sedang berada bersama orang tua. Jadi jangan seperti ini.

Na Ra menjawab dia suka sikap Min Soo yang seperti itu. Min Soo tersenyum dan bilang kalau dia juga suka dengan Na Ra. Na Ra pun memberitahu kalau Min Soo sudah mendapat tiket kelulusan untuk ke rumah mereka, jadi sering-seringlah berkunjung setelah ini.

“Karena istriku menyukaimu, maka aku juga menyukaimu” ucap Dae Ho.

Min Soo dan Eun Young pun saling menatap dan tersenyum bahagia. Rintangan pertama telah sukses mereka lalui.

[***]

Pagi ini, Madam Choo seorang diri karena Jae Hak yang sedang ke China untuk urusan bisnis. Dia melangkahkan kaki ke dapur untuk sarapan, tapi tiba-tiba dia merasa sakit di pundaknya. Badannya juga terasa lemas, membuat Madam Choo bergumam heran kenapa sejak kemarin dia merasa seperti ini?

Madam Choo membuka kulkas dan kembali berkata kalau dia sebenarnya ga suka sarapan yang dingin. Namun, tiba-tiba sakit itu kembali terasa. Madam Choo mengernyit dan memegang dadanya yang terasa sangat sakit. Makanan yang diambilnya di kulkaspun jatuh karena dia harus menahan tubuhnya yang berat agar tak ambruk ke lantai. Karena tak kuat, akhirnya Madam Choo tergelatak tak sadarkan diri di lantai dapur rumahnya. Tanpa ada seorangpun yang tahu.

[***]

Eun Young heran melihat Min Soo hanya diam saja setelah pertemuan dengan orang tuanya tadi. Diapun bertanya ada apa? Min Soo menjawab, seperti yang Eun Young bilang, Eun Young benar-benar memiliki kehidupan yang baik. Keberkahan dan keberuntungan menyelimuti hidup Eun Young. Eun Young tersenyum dan menjawab, sekarang Min Soo sudah masuk ke dalam kehidupannya yang penuh berkah itu.

Eun Young kemudian tiba-tiba berhenti dan meminta Min Soo diam dan melihat saja. Dia lalu menarik nafas dalam, memejamkan dan dengan kedua tangan seolah memindahkan sesuatu dalam dirinya ke dalam diri Min Soo sambil berteriak “Terimalah keberuntunganku..”

Min Soo tertawa geli melihat tingkah lucu Eun Young. Mereka pun melanjutkan langkah sambil terus bergandengan tangan dan tersenyum bahagia. Eun Young bilang dia akan mengenalkan Unninya yang hebat pada Min Soo. Dia bahkan merasa seolah selalu dibandingkan dengan Unninya itu.


Min Soo menjawab baginya Eun Young lebih baik daripada Unni Eun Young itu. Eun Young tersenyum senang dan bertanya benarkah? Min Soo juga bilang kalau Eun Young sangat cantik.

“Aku memiliki tubuh yang besar seperti ayahku. Tapi Unniku seperti ibu, sehingga Unni ku tubuhnya kecil dan bagus.”

Eun Young kemudian menarik tangan Min Soo untuk mengikutinya. Kini mereka ada di sebuah kaca besar di jalan, dan melihat wajah mereka disana. Eun Young bertanya, mereka terlihat mirip kan?

“Aku tidak yakin.” Jawab Min Soo

“Aku rasa hidung kita sama. Sama besar.”

Min Soo menjawab hidung Eun Young lah yang besar. Kemudian Min Soo bertanya kenapa Eun Young sangat ingin terlihat sama? Eun Young menjawab kalau ini karena Min Soo selalu berkata tentang takdir. Dia hanya ingin mereka menjadi takdir, sehingga mereka terus bersama. Bukankah itu dramatis dan mengangumkan?

[***]

Jae Hak menghubungi Mi Kyung setelah mendengar ibunya masuk RS. Mi Kyung sendiri sudah ada di RS karena tadi dia dihubungi oleh sekretaris Jae Hak yang memang ditugaskan Jae Hak untuk selalu melihat ibunya tiap pagi di rumah.
Jae Hak berkata pada Mi Kyung kalau dia sedang dalam perjalanan menuju RS sekarang. Jae Hak pun tak lupa mengucapkan terima kasih pada Mi Kyung.

“Aku tidak melakukannya untuk mendengarmu mengucapkan terima kasih padaku. Aku telah tinggal bersama ibumu selama lebih dari 20 tahun. Jadi aku hanya tidak bisa mengabaikan ibumu.”


Mi Kyung sampai di kamar ibu mertuanya di rawat. Disana sudah ada sekretaris Jae Hak yang sedari tadi menunggui Madam Choo. Mi Kyung mendekat dan memandangi ibu mertuanya dengan raut wajah cemas. Dia berharap tak ada sesuatu yang buruk terjadi pada ibu mertuanya ini.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar