Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 6 Part 1





Na Eun Jin kaget saat suaminya bertanya, apa ada yang Eun Jin sembunyikan darinya? Diapun bertanya, kenapa tiba-tiba Sung Soo berfikir seperti itu?
Sung Soo menjawab kenapa Eun Jin malah mengkritiknya? Eun Jin membuatnya gugup jika seperti itu.

Eun Jin akhirnya mengatakan jika kemungkinan untuk menangkap pelaku sangat kecil, makanya dia berfikir lebih baik menutup saja kasus itu.


Song Mi Kyung datang ke restoran mie tempat adiknya bekerja, dia harus tahu apa benar adiknya lah yang menyebabkan tabrak lari itu.
Mi Kyung sempat ragu, tapi dia meyakinkan dirinya dan langsung masuk.

Restoran sepertinya memang sudah tutup, dan Min Soo terkejut melihat kakaknya datang. Min Soo bertanya kenapa kakaknya kesini? Mi Kyung menjawab kalau dia ingin membantu Min Soo. Min Soo tentu menolak, dan menyuruh Mi Kyung untuk duduk saja. Dia akan berganti pakaian dulu.

Mi Kyung memuji tubuh Min Soo yang bagus. Min Soo bercanda dengan berkata apa perlu dia melihatkan ototnya? Min Soo berkata itu sambil berniat membuka bajunya. Mi Kyung langsung menyuruh Min Soo untuk tidak melakukannya.

Akhirnya Min Soo duduk berhadapan dengan kakaknya ini. Min Soo berkata kalau mereka berdua sangat mirip dengan ayah. Mi Kyung bertanya, apa Min Soo menyukai ayah mereka?

“Dialah yang paling aku sukai di dunia ini.” Jawab Min Soo jujur.

“Ibu membenciku, karena aku mirip sekali dengan ayah.” Lanjut Min Soo.

Min Soo juga berkata karena itulah, ibu meninggalkannya. Mi Kyung bertanya, lalu apa Min Soo tahu dimana ibu Min Soo tinggal? Min Soo menjawab kalau dia ga tahu, dan ga ingin tahu. Lagian ibunya juga ga ingin tahu keberadaannya.

“Sampai matipun, dia akan tetap merindukanmu” ucap Mi Kyung.

Min Soo menjawab kalau dia ga percaya dengan naluri keibuan, menurutnya itu ga mungkin. Mi Kyung pun menatap Min Soo penuh makna, membuat Min Soo bertanya, ada apa? Kenapa menatapnya seperti itu, dia jadi merasa ga enak?


Mi Kyung bertanya kenapa ga enak? Min Soo menjawab jujur, kalau saat orang menatapnya dengan tatapan seperti itu, biasanya orang itu tahu sesuatu tentangnya. Dan itu mengganggunya. Entah kenapa Mi Kyung langsung menangis, dia seolah ga sanggup menanyakan hal itu pada adiknya. Min Soo jelas kaget dan bertanya, apa ada yang salah? Kenapa kakaknya menangis? Apa ada yang dikatakan kakak ipar yang membuat Mi Kyung terluka?

Mi Kyung menggeleng, dan Min Soo jadi tambah bingung. Jika tidak, lalu karena apa?

“Kenapa kau melakukannya?”
Itulah yang terucap dari mulut Mi Kyung di sela isak tangisnya.

Mi Kyung kemudian berkata, kalau Min Soo melakukannya pasti karena dia.


Sung Soo dan Eun Jin sudah sampai di depan apartemen mereka, lalu Chul Man menelpon. Sung Soo menyuruh Eun Jin masuk duluan, karena dia sepertinya harus menemui Chul Man. Dia sebenarnya malas, tapi sepertinya jika tidak ditemui, maka Chul Man akan terus menelpon.

Eun Jin bertanya apa nanti Sung Soo akan minum banyak? Sung Soo menjawab tidak, makanya dia berencana membawa mobil. Eun Jin menjawab lebih baik Sung Soo ga bawa mobil, jadi jika nanti Sung Soo minum, Sung Soo ga perlu supir pengganti. Karena akan berbahaya jika Sung Soo menyetir dalam keadaan sedang minum.
Sung Soo tetap memegang janjinya kalau dia ga akan minum.

Eun Jin keluar mobil, dan masih mencoba mengingatkan Sung Soo dengan mengarahkan telunjuknya pada Sung Soo, Sung Soo pun hanya mengangguk, tanda mengerti.


Min Soo masih bingung dengan pertanyaan kakaknya tadi, sehingga dia terus bertanya menuntut penjelasan dari Mi Kyung. Mi Kyung akhirnya bertanya, kemana Min Soo pergi bulan lalu, saat dia melakukan tugas relawan untuk kelas memasaknya? Min Soo sedikit lupa, dan Mi Kyung kembali menjelaskan kalau saat itu dia mengajak Min Soo untuk beli pakaian sebagai hadiah diterimanya Min Soo kerja di Bank. Tapi Min Soo menolak, dengan alasan akan pergi. Dia ingin tahu, kemana Min Soo pergi saat itu? Bahkan Min Soo berkata, jika dia tahu kemana Min Soo pergi, maka dia akan terluka. Itu membuatnya penasaran.

Mi Kyung ga menunggu jawaban Min Soo dan langsung bertanya, sejak kapan Min Soo mulai mengikuti wanita itu? Apa Min Soo melakukannya, sejak Min Soo menemukan foto-foto itu? Min Soo menunduk mendengar pertanyaan kakaknya, dia menyesal kakaknya mengetahui apa yang dia lakukan.

Min Soo tak menjawab dan balik bertanya, seberapa banyak yang Mi Kyung tahu tentang apa yang dia lakukan?
Mi Kyung juga ga menjawab dan bertanya lagi, apa benar Min Soo menabrak mobil wanita itu dari belakang? Apa alasannya?
Setahunya, Min Soo sangat mencintai diri Min Soo sendiri, jadi kenapa melakukan hal rumit seperti itu?

“Seharusnya ibu tidak melahirkanku.” Itulah yang diucapkan Min Soo.

Mi Kyung terkejut mendengar yang dikatakan Min Soo. Min Soo melanjutkan kalimatnya “Jika ibu segera menyingkir, setelag tahu ayah sudah menikah, maka kau tidak perlu menderita.”

Mi Kyung memukul adiknya, dan bertanya kenapa Min Soo harus melakukan itu, bagaimana jika Min Soo tertangkap? Apa Min Soo berfikir dia akan suka, jika melihat hidup Min Soo hancur karena dia?


Min Soo berdiri, dan berteriak. Dia berkata jika bukan karena Mi Kyung maka mungkin sekarang dia akan menjadi yatim piatu dan hidup dijalanan. Semua yang dia dapatkan berasal dari Mi Kyung.

“Jika kau sengsara, aku tidak bisa hidup!”

Mi Kyung ikut berdiri dan memarahi Min Soo. Apa karena itu Min Soo jadi kehilangan moralitas Min Soo?

“Aku hanya menginginkan moral yang sama seperti orang lain” Jawab Min Soo.

Min Soo menjelaskan, dalam setiap hubungan yang salah, kuncinya ada pada wanita. Dia tahu itu, karena dia melihat yang dilakukan ibunya. Semua akan baik-baik saja, jika ibunya meninggalkan ayah dulu.

“Ibu adalah seseorang yang bisa pergi.”

Min Soo merasa akan sangat tepat, jika wanita itu menjauhi kakak ipar. Mi Kyung bertanya, apa Min Soo tahu kenapa dia hanya diam saja, padahal dia tahu perselingkuhan itu?Itu karena, jika dia melakukan sesuatu, maka Jae Hak dan wanita itu akan semakin dekat.

“Aku percaya jika aku menunggu, maka dia akan mengakhiri hubungan itu, dan kembali padaku.”

Mi Kyung pun kembali menegaskan apa benar Min Soo yang melakukan itu?
Min Soo berbalik dan berjalan menjauhi kakaknya sambil menjawab kalau dia tidak ingin membuat alasan untuk kejadian itu.
Mi Kyung langsung menukas “Buatlah alasan. Katakan padaku apa yang terjadi pada hari itu, tanpa menyembunyikannya sedikitpun. Karena aku akan mengurusnya.”


Min Soo berbalik dan menatap kakaknya. Dia memegang pundak kakaknya, dan meminta kakaknya tidak melakukan apa-apa untuk itu. Ini adalah pilihannya, dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan kakaknya. Jika harus ada yang bertanggung jawab, maka itu jelas dia, bukan Mi Kyung.
Mi Kyung menjawab dia mengerti, kemudian dia menyuruh Min Soo pulang duluan.

Min Soo heran dan bertanya, bukannya Mi Kyung datang kesini karena ingin pulang bersama? Mi Kyung menjawab karena dia sudah bertemu dengan Min Soo, dia jadi harus ketemu dengan seseorang dulu. Jangan bertanya siapa itu, dan pulang saja lebih dulu. “Aku benar-benar marah padamu. Jangan pernah melakukan hal itu lagi. Lebih dari siapapun di dunia ini, kau harus memikirkan dirimu terlebih dulu.”

Min Soo menjawab apa Mi Kyung ga tahu, di dalam dunia ini, ada seseorang yang harus dipikirkan lebih dulu, bahkan sebelum mereka memikirkan diri mereka.


Song Mi Kyung menghubungi suaminya, dan saat itu Jae Hak masih menyetir. Jae Hak berkata, bukankan mereka masih butuh waktu, apa Mi Kyung ga bisa menunggu? Mi Kyung menjawab, dia ga bisa menahannya, ketika ada yang ingin dia katakan, maka dia harus segera mengatakannya. Jae Hak pun menyuruh Mi Kyung mengatakan apa hal itu. Mi Kyung menjawab dia ingin berbicara langsung. Ini adalah kabar baik untuk Jae Hak.

“Itu justru terdengar menakutkan untukku” timpal Jae Hak. Jae Hak pun mengajak ketemu di rumah saja, karena dia juga sedang menuju rumah. Mi Kyung menjawab dia ingin ketemu di luar saja.


Sekarang, Mi Kyung dan Jae Hak sudah bersama. Mi Kyung bahkan memesankan cokelat untuk Jae Hak. Mi Kyung berkata kalau dialah yang menyebabkan kecelakaan itu, bukankah Jae Hak berkata bahwa Jae Hak yang akan bertanggung jawab, jika memang dia pelakunya? Lalu bagaimana cara Jae Hak bertanggung jawab untuk tindakannya itu?

Jae Hak bertanya kenapa tiba-tiba Mi Kyung mengaku? Mi Kyung bahkan menamparnya dua kali, karena tak terima dia menuduh Mi Kyung menjadi pelaku kecelakaan itu. Mi Kyung bertanya sinis, jadi Jae Hak menghitung tamparannya?
Jae Hak menjawab jujur, karena itulah pertama kali dia ditampar wanita. “Tentu saja aku menghitungnya, sampai ke tulang-tulangku.”

Jae Hak ingin menghentikan pembicaraan ini, diapun berdiri, dan Mi Kyung masih bertanya bagaimana cara Jae Hak menyelesaikan kasusnya ini? Jae Hak menjawab yang penting dia akan mengurusnya. Dia ga akan melapor pada Mi Kyung, hal kecil apa yang dia lakukan. Jae Hak pun pergi.


Kim Sung Soo sudah bertemu dengan Chul Man, yang kondisinya sedang mabuk. Chul Man bahkan menangis. Sung Soo heran dan bertanya apa skarang Chul Man nangis?
Chul Man malu langsung mengusap air matanya dan berkata dia ga nangis kok. Seorang pria mana mungkin menangis karena hal kecil seperti ini.

Sung Soo mengajak Chul Man pulang. Chul Man heran karena Sung Soo sama sekali ga minum. Sung Soo yang sudah berdiri menjawab kalau dia sudah janji sama Eun Jin ga akan minum.
Entah kenapa mendengar itu, Chul Man marah dan membalik mejanya, membuat pengunjung lain ketakutan. Sung Soo bertanya ada apa ini?


Akhirnya terpaksa Sung Soo yang minta maaf pada pengunjung lain, yang jelas merasa terganggu. Sung Soo memaksa Chul Man keluar dari kedai minum, dan sambil sempoyongan berjalan, Chul Man berkata apa Sung Soo sehebat itu?
Chul Man bahkan terjatuh di jalan, membuat Sung Soo semakin kesal. Sung Soo bahkan berkata kalau Chul Man jangan pernah menelponnya, dia ga mau melihat Chul Man lagi.

“Sung Soo..aku ingin mati” ucap Chul Man dengan nada putus asa.

Sung Soo semakin geram, dan mengancam akan membunuh Chul Man jika Chul Man masih saja ngomong kayak gitu.
Sambil menangis Chul Man bertanya, apa salah dia sehingga istrinya selingkuh? Apa istrinya berselingkuh, karena ingin berselingkuh?
Orang-orang menyebutnya laki-laki yang lemah sehingga bisa dibuang wanita. Semua mengatakan itu padanya.

Sung Soo yang marah menyuruh agar Chul Man dikamar saja dan menangis disana, bukan malah menceritakan pada seluruh dunia tentang derita yang Chul Man alami. Chul Man makin kencang nangisnya.


Na Eun Jin melihat jam di layar ponselnya, sudah jam setengah dua dini hari, dan Sung Soo masih belum pulang. Eun Jin sedikt cemas, dan langsung menelpon Sung Soo, tapi nomer Sung Soo malah ga aktif. Kemudian terdengar suara orang yang datang, dan Eun Jin pun langsung keluar karena yakin itu Sung Soo.


Sung Soo datang dengan kondisi mabuk berat, dia bahkan dipegangi oleh Eun Jin agar tidak jatuh. Sung Soo berkata dia ga apa-apa kok. Eun Jin bertanya seberapa banyak yang Sung Soo minum? Sung Soo menjawab jujur kalau dia minum 8 botol Soju, ditambah 3 botol bir.

Sung Soo merebahkan dirinya di sofa, dan Eun Jin meminta Sung Soo untuk pindah. Sung Soo meminta air pada Eun Jin. Eun Jin mematuhinya, dan menyodorkan air itu pada Sung Soo. Sung Soo bangun dan meminumnya.

Eun Jin menyuruh Sung Soo cuci muka, dan Sung Soo menjawab apa dia anak kecil? Sung Soo yang mabuk berkata kalau umurnya dua tahun lebih tua dari Eun Jin, dia berkata seperti itu sambil mencubit pipi Eun Jin. Eun Jin hanya bertanya “Kau mabuk?”
Sung Soo menjawab “Ya, aku mabuk.”


Sung Soo menyiram tubuhnya, dia mandi dini hari, karena Eun Jin ga suka dia tidur dalam keadaan belum mandi. Ditengah guyuran air shower ini, Sung Soo kembali teringat akan kotak Pandora itu. Entah kenapa dia jadi merasa galau.

“Saat aku bertambah tua, hidup dan pikiran menjadi semakin rumit.”


Setelah selesai mandi, Eun Jin menyiapkan gingseng merah untuk Sung Soo, dan meminta Sung Soo meminumnya, karena ini baik untuk menghilangkan mabuk.
Setelah meneguk gingseng merah itu, Sung Soo memeluk Eun Jin dari belakang.
Eun Jin merasa tak nyaman dan berusaha melepaskan pelukan Sung Soo, sambil bertanya kenapa Sung Soo seperti ini?

“Mari kita tetap seperti ini untuk beberapa saat” pinta Sung Soo. Eun Jin pun tak menolak, dia akhirnya menerima pelukan Sung Soo ini dalam diam. Sung Soo kemudian mengucapkan terima kasih. Eun Jin bertanya, untuk apa?
Sung Soo menjawab, untuk menahannya saat itu.
Eun Jin pun membelai lembut pipi Sung Soo.


Song Mi Kyung sama sekali belum tertidur. Dia melihat jam sudah hampir setengah tiga dini hari. Dia keluar kamarnya, dan menuju ruang kerja Jae Hak. Saat Mi Kyung akan mengetuk pintu ruang kerja suaminya itu, Mi Kyung teringat kembali dengan yang Jae Hak katakan tadi saat mereka bertemu. Sehingga dia pun membatalkan niatnya mengetuk pintu itu.


Yoo Jae Hak memang belum tidur, dia sedang sibuk dengan miniaturnya. Dia kemudian teringat akan cerita Eun Jin yang ketakutan diikuti oleh seseorang.


Mi Kyung pun memutuskan masuk, Jae Hak hanya cuek saja saat melihat istrinya masuk. Mi Kyung berkata dia ingin minum alcohol. Bisakah Jae Hak menemaninya?
Jae Hak malah menyuruh Mi Kyung keluar karena dia akan segera tidur.

Mi Kyung tak membantah mendapat penolakan dingin oleh suaminya itu.
Dia keluar dengan perasaan kecewa.


Mi Kyung menjemput ibu mertuanya di bandara. Suasana natal, sudah terasa di bandara itu. Madam Choo berkata kalau cuaca dingin sangat menakutkan.
Kemudian Madam Choo yang sedang menguyah permen karet, mengeluarkan permen karet dari mulutnya sedikit, dan Mi Kyung langsung tahu maksud ibu mertuanya itu. Diapun mengadahkan kedua tangannya, untuk menerima permen karet sang ibu mertua. (Ihhh..jijik..)

Tidak cukup sampai disitu, Madam Choo juga berkata kalau dompetnya berat, diapun menyodorkannya pada Mi Kyung. (dompet segitu aja berat, padahal badannya Madam Choo lebih berat. Hihihi)


Yoo Jae Hak juga datang untuk menjemput ibunya, dan Madam Choo memuji Jae Hak yang terlihat semakin tampan. Melihat Mi Kyung datang, Jae Hak bertanya apa ibunya juga menelpon Mi Kyung? Madam Choo menjawab, dia hanya ingin di hormati oleh anak dan menantunya.

Jae Hak pun mengajak mereka pergi dan dialah yang mendorong troli barang ibunya.
Jae Hak berjalan duluan dan Madam Choo lagi-lagi memuji putranya, dengan berkata kalau Mi Kyung beruntung banget punya suami seperti Jae Hak.


Setelah sampai di luar, Madam Choo menyuruh Mi Kyung pulang sendiri, dan Jae Hak menolak. Kenapa harus pulang sendiri-sendiri? Madam Choo berkata kenapa harus membuat diri Jae Hak repot, Jae Hak kan harus balik ke kantor, jadi biarkan saja ini menjadi mudah. Kemudian dia bertanya pada menantunya, apa Mi Kyung keberatan pulang terpisah? Mi Kyung menjawab, ga masalah kok.


Madam Choo dan putra tersayangnya sudah berada di dalam mobil. Melalui kaca spion, Madam Choo melihat Mi Kyung yang masih berdiri tegak ditempatnya tadi, membuat madam Choo menyebut Mi Kyung gila, karena ga segera pergi.
Jae Hak bertanya kenapa ibunya harus seperti itu pada Mi Kyung?

Madam Choo menjawab kesal, itu karena selama di Jeju Mi Kyung sama sekali ga menelponnya.
Jae Hak meminta agar ibunya ga seperti itu. Dia memanggil ibunya dengan sebuatan Eomeoni. Panggilan yang lebih sopan. Dan Madam Choo protes meminta anaknya memanggil dia Eomma saja, panggilan yang lebih akrab.

Madam Choo bertanya bagaimana hubungan Jae Hak dengan Mi Kyung? Kalau dia lihat, sepertinya Jae Hak dan Mi Kyung masih berada di garis yang sama. Jika iya, maka dia akan menggunakan kekuatannya. Jae Hak meminta ibunya ga ikut campur, karena dia akan mengurus masalah ini sendiri.

Madam Choo ini memang asli menyebalkan, dia melihat pada sekretaris Jae Hak yang sedang menjadi supir, lalu berkata apa orang itu bisa dipercaya? Jae Hak menjawab kalau orang itu sudah kerja dengan mereka dalam waktu yang lama, setidaknya ibunya harus tahu nama orang itu. Jae Hak pun menyebut nama sekretarinya, Bong Seon Hoo.


Na Eun Jin sedang ditoko buku, dan Sung Soo menelponnya. Sung Soo bertanya apa Eun Jin masih di toko buku? Eun Jin mengiyakan.
Sung Soo ada di rumah bersama putri nya.
Sung Soo bertanya buku apa yang Eun Jin baca?
Eun Jin menjawab buku dengan judul Ladang Hewan karya George Owell.

Sung Soo malah menyuruh Eun Jin baca buku tentang real estate bukan membaca buku anak-anak seperti itu.
Eun Jin bertanya kenapa menelponnya? Sung Soo menjawab kalau dia dan Yoon Jung sudah akan pergi, apa yang harus dibelinya?
Eun Jin menjawab kalau beli saja buah delima, karena ibu butuh buah itu.
Sung Soo menjawab, baiklah dia mengerti sambil mengedipkan mata pada Yoon Jung, dan Yoon Jung melakukan hal yang sama.


Sung Soo dan Yoon Jung sudah siap untuk berangkat, tapi tiba-tiba Yoon Jung minta digendong. Sung Soo langsung menggendong putrinya dan bertanya, kenapa tiba-tiba Yoon Jung minta digendong?

Yoon Jung menjawab karena ayahnya keren bisa menggendongnya seperti ini. Ibunya kan ga kuat.
Sung Soo pun minta dicium oleh Yoon Jung, dan Yoon Jung ga menolak. Dia mencium pipi ayahnya sambil tersenyum.


Na Eun Jin melangkah menuju kasir dan berniat membayar buku yang dibelinya. Petugas di kasir itu bertanya heran kenapa Eun Jin datang sendirian?
Biasanya Eun Jin datang bersama suami Eun Jin, dan menurutnya Eun Jin dan suami pasangan yang serasi. Eun Jin sedikit kaget.


Flashback

Na Eun Jin datang ke toko buku, dan disana ada Jae Hak. Eun Jin saat itu serius membaca bukunya, sehingga tak menyadari kehadiran Jae Hak. Jae Hak mendekat dan tetap diam, tapi saat Eun Jin mengangkat kepalanya dan melihat Jae Hak, Jae Hak langsung menutup wajanya dengan buku yang sedang dia pegang.

Eun Jin mencoba melihat dan Jae Hak mencoba melirik sedikit, dia kemudian pura-pura terkejut melihat Eun Jin ada disini, sedangkan Eun Jin memang asli kaget melihat ada Jae Hak di toko buku ini.
Mereka semua saling menunjuk dengan heran.


Na Eun Jin tersenyum dan bertanya apa Jae Hak ga sedang sibuk? Jae Hak menjawab dia memang sangat sibuk. Eun Jin pun mengejek dengan berkata sepertinya Jae Hak sangat santai. Jae Hak menjawab kalau dia menggunakan waktunya dengan sangat teliti.

Saat itu, Jae Hak memeluk Eun Jin ketika melihat seseorang akan lewat di belakang Eun Jin, dan momen itulah yang ditangkap si kasir sehingga mengira Eun Jin dan Jae Hak pasangan suami istri.


Flashback End

Na Eun Jin sudah memutuskan melupakan semua itu, dia kemudian mengeluarkan ponselnya, dan menghapus nomer Sung Soo yang diberinya nama “Rencana Pembunuhan.” Eun Jin menggantinya dengan nama “Ayah Yoon Jung”


Na Eun Young sudah siap untuk memasak nasi, tapi ternyata berasnya habis. Dia lapar dan jadi bingung harus makan apa.

Di Restoran mie tempat Min Soo kerja, dia terlihat dengan ramah melayani pelanggan yang datang. Lalu masuklah Eun Young yang langsung duduk di bangku yang kosong. Min Soo mendekati Eun Young dan bertanya, apa yang ingin Eun Young makan?
Eun Young bukannya menjawab malah berbelit-belit mengatakan kalau dia kesini bukan ingin melihat Min Soo lo ya. Dia kesini karena katanya disini makanannya enak.

Min Soo dengan santai bertanya, makanya dia tanya apa yang mau Eun Young makan?
Eun Young tersenyum kearah Min Soo dan meminta agar Min Soo merekomendasikan menu yang enak untuknya, karena dia ga pilih-pilih dalam makanan.
Min Soo menjawab cuek, kalau begitu pilih saja dan langsung makan.


Na Eun Young membuka menu dan melihatnya, dia memesan udon yang terlaris di restoran ini, handroll, kue ikan goreng, cumi goreng, dan daging babi potongan. Min Soo bertanya di akhir kalimat Eun Young, apa Eun Young memakan semua sekali duduk? Eun Young ga peduli dan dengan tersenyum manis menambah lagi pesanannya.


Song Mi Kyung terlihat sedang sibuk menyiapkan makanan untuk ibu mertuanya yang selalu bilang kalau ibu mertuanya ga punya nafsu makan. (Nafsu makanin orang kayaknya iya tuh mertua.)

Mi Kyung ga menjawab dan beranjak pergi, membuat Madam Choo bertanya apa sekarang Mi Kyung sudah ga punya sopan santun? Kenapa ga menemaninya makan?
Mi Kyung ga menjawab dan Madam Choo semakin ganas menyerangnya. Dia berkata kalau Jae Hak bahkan tetap bekerja padahal ini hari minggu, dan itu untuk memenuhi kebutuhan Mi Kyung. Melihat putranya seperti itu hatinya jadi sakit.


Saat Madam Choo mencicipi jusnya, dia berkata agar Mi Kyung membuatkannya kopi. Apa menurut Mi Kyung kue beras cocok dimakan dengan Jus?

“Kue beras itu manis, dan jus juga manis.”

Mi Kyung tak membantah dan berkata akan membuatkannya. Tapi ternyata, saat Mi Kyung membuatkan kopi, madam Choo langsung menghabiskan jus yang dicelanya tadi.


Na Ra terlihat sibuk memasak, dan Dae Hoo datang bertanya apa itu sup kubis kesukaan Sung Soo? Kenapa Na Ra membuatnya begitu banyak? Na Ra menjawab, ini karena agar Sung Soo bisa membawanya pulang.


Di kamar, Jin Chul sedang mengeringkan rambutnya, kemudian tiba-tiba dia berteriak “Tidak Bisa”
Kalimat itu membuat Sun Ah kaget dan bertanya ada apa? Dia mendekati Jin Chul, dan Jin Chul dengan konyolnya memperlihatkan rambutnya pada Sun Ah yang ada ditangan. Rambutnya yang rontok, padahal rambutnya kan sangat berharga.

Sun Ah menjawab normal saja, jika rambut rontok setiap hari. Jin Chul berkata kalau ini beda, rambutnya lebih banyak rontok dari sebelumnya. Membuatnya khawatir. Sun Ah terenyum konyol, karena tindakan suaminya, dan menyebut kalau Jin Chul hanya terobsesi dengan rambut Jin Chul.

Lalu masuklah Dae Ho yang mengajak Jin Chul untuk memeriksa pemanas diapartemen yang mereka sewakan karena tadi penyewa mengeluh pemanasnya ga berfungsi. Jin Chul yang sedang sibuk berkaca, menjawab nanti setelah dia mengeringkan rambutnya dia akan menemani Dae Ho.


Dae Ho berkata mana ada pria sangat peduli dengan rambut? Jin Chul menatap ayahnya dan menjelaskan kalau rambutnya tidak dikeringkan dengan benar bisa bertambah rontok. Dae Ho menjawab sambil melihat ke rambut Jin Chul, rontok sedikit kan ga apa-apa, apalagi rambut Jin Chul tebal.

Jin Chul beralasan dia ga mau terlihat seperti ayahnya. Botak di bagian depan. (Hahaha..kualat lo..)
Dae Ho menjawab kalau rambut paman Jin Chul tebal, jadi Jin Chul ga usah khawatir akan botak seperti dia. Dia juga membela diri akan kepalanya yang setengah botak, dengan beralasan ini rontok pasti karena dia terlalu stres.

Jin Chul kembali menatap cermin, dan bertanya, ada banyak orang yang menderita stress tapi kenapa hanya ayahnya yang jadi botak? (LOL)
Ini namanya gen buruk untuknya.


Sung Soo sudah datang dan heran melihat ayah mertuanya akan pergi. Dae Ho menjelaskan kalau dia akan memeriksa pemanas di apartemen yang dia sewakan, karena ada keluhan di tempat itu. Dia juga bercerita tentang Dae Ho yang susah sekali diajak menemaninya. Sung Soo pun menawarkan diri, tapi Na Ra langsung melarang, dan berkata kalau ini kan hari libur, harusnya Sung Soo istirahat.

Sung Soo menjawab dia bisa istirahat disini kok, kemudian Sung Soo menyerahkan buah delima yang dibelinya. Na Ra senang sekali. Tapi Dae Ho jadi cemburu, dia pun bersegera mengajak Jin Chul pergi. Karena Jin Chul masih diam saja, membuat Dae Ho menjewer telinga Jin Chul agar segera mengikutinya.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar