Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 1 Part 2


Na Dae Ho (Yoon Joo Sang), ayah Eun Jin dan istrinya datang bergegas ke RS begitu mendengar kabar Eun Jin kecelakaan.
Eun Young juga ikut datang, bersama Jin Chul yang berkata kalau tadi dia sudah menelpon Eun Jin, dan Eun Jin bilang kalau Eun Jin baik-baik saja.
Na Ra menjawab tentu saja Eun Jin bilang, baik-baik saja, apa Jin Chul mengira Eun Jin akan jujur mengatakan kalau Eun Jin terluka.

Di dalam RS, petugas polisi bertanya pada Sung Soo, apa Sung Soo ingat berapa nomer plat mobil itu? Sung Soo menjawab dia ga ingat, dan memang sejujurnya agak tidak memperhatikan. Petugas polisi menjawab akan sangat sulit mencari mobil itu, karena ga ada CCTV di daerah tabrakan tadi. Sung Soo memohon agar mobil yang menabraknya segera ditemukan, karena dia yakin pria gila yang mengendarai mobil itu. Petugas heran dan bertanya bagaimana Sung Soo bisa yakin itu seorang pria?
Sung Soo balik bertanya apa mungkin seorang wanita mengendarai mobil dengan ugal-ugalan seperti itu?

Na Ra dan lainnya sudah masuk ke dalam RS,dan begitu melihat Yoon Jung, Na Ra bertanya apa Yoon Jung terluka? Yoon Jung sambil tersenyum menjawab kalau dia baik-baik saja, karena dia memakai sabuk pengaman.
Na Ra kemudian berkata pada Sung Soo kalau Sung Soo harus memastikan semua baik-baik saja, dengan melakukan pemeriksaan sekali lagi. Sung Soo menjawab dia, Eun Jin dan juga Yoon Jung sudah melakukan pemeriksaan kok, dan nanti bisa melihat hasilnya.
Dae Ho gantian bertanya pada Sung Soo, apa Sung Soo yakin tidak apa-apa? Sung Soo membenarkan dan Na Ra jadi bertanya, apa hanya Eun Jin yang terluka?

Na Eun Jin, sedang di rawat oleh dokter yang memberikannya plester di tangan dan keningnya.
Na Ra bergegas masuk dan bertanya apa Eun Jin mendapat banyak jahitan. Dokter menjelaskan kalau Eun Jin baik-baik saja, dan luka itu sudah disterilkan. Na Ra pun mengucapkan terima kasih pada dokter.

Na Ra memarahi Sung Soo yang tidak hati-hati dlaam menyetir sehingga menyebabkan putrinya terluka. Sung Soo bingung bagaimana menjelaskan, jika tadi Eun Jin lah yang tidak mendengarkan kalimatnya untuk memakai sabuk pengaman. Tapi akhirnya, Sung Soo menjelaskan kejadian sebenarnya, dimana Eun Jin lah yang salah karena mengabaikan perintahnya. Eun Jin ga pernah mendengarkan kata-katanya.
Eun Young dan Jin Chul menatap dengan pandangan tak suka pada Sung Soo.

Eun Jin pun menatap tajam pada Sung Soo, dan Na Ra langsung memarahi Eun Jin, yang mengabaikan perintah Sung Soo. Eun Young yang ga rela kakaknya dimarahi membela Eun Jin dengan bilang harusnya mereka bersyukur, Eun Jin ga terluka parah. Sung Soo lagi-lagi menyalahkan Eun Jin, dia bilang semuanya ga akan seperti ini, kalau Eun Jin mendengarkan perintahnya untuk memasang sabuk pengaman. Eun Jin kesal dan bilang, benar ini semua salahnya. Tak ada satupun yang merupakan kesalahan Sung Soo.

Secara mengejutkan, Yoon Jung yang melihat itu berkata apa ayah dan ibunya ingin bertengkar lagi?
Na Ra dan Dae Ho bingung dengan perkataan cucu mereka, dan Yoon Jung langsung menjelaskan kalau ayah dan ibunya ingin bercerai.
“Ayahku marah, dan menyetir dengan kasar sehingga mobil di belakang menghantam kami. Nenek, kakek, keluargaku tidak bahagia. Jika ayah dan ibu bersama, mereka hanya akan bertengkar, atau tidak bicara sama sekali. Orang-orang berfikir bahwa kehidupan keluargaku bahagia. Tapi itu tidak benar. Ibu bertanya padaku, jika mereka berpisah, aku memilih tinggal bersama siapa, Aku akan menjawab sekarang, aku memilih tinggal bersama ayah.”

Semua yang mendengar kaget, dan Eun Jin bersedih mendengar pilihan Yoon Jung itu. Jin Chul, tahu keadaan sangat tidak nyaman, sehingga langsung menggendong Yoon Jung, dan mengajak Yoon Jung keluar. Yoon Jung menatap ibunya, yang dia tahu mungkin terluka akan pilihannya tadi.

Saat menggendong Yoon Jung, dan membawanya keluar, Jin Chul berkata kalau Yoon Jung sangat hebat, karena sama sekali ga menangis. Yoon Jung menjawab kalau air matanya sudah habis. Karena tadi sebelum pergi dia sudah menangis di kamar.
Yoon Jung juga bilang saat ayah dan ibunya bertengkar, dia merasa tidak memiliki kekuatan sama sekali. Semua kebahagiaan juga terasa lenyap.
Jin Chul menjawab akan lebih baik jika membiarkan ayah dan ibu Yoon Jung menyelesaikannya. Yoon Jung menjawab bukankah masalah akan semakin besar jika terus disembunyikan?
Jin Chul bertanya siapa yang bilang begitu?
Dengan polos Yoon Jung menjawab, itu kalimat yang sering dia dengar saat menonton drama.
Jin Chul menjawab kalau itu bukan drama yang cocok untuk ditonton anak SD seperti Yoon Jung. Yoon Jung menjawab pintar, bagaimana bisa acara TV tidak coock untuk dilihat?

Kembali ke bangsal, dimana Na Ra memarahi Eun Jin yang berkata hal-hal yang ga pantas di dengar oleh Yoon Jung. Itu hanya akan membuat Yoon Jung terluka. Dae Ho menengahi itu dengan berkata mungkin Eun Jin sedang emosi saja tadi.
Na Ra tetap tidak setuju, karena menurutnya semarah apapun kita, ada hal-hal yang ga bisa dikatakan di depan anak.
Na Ra masih terus memarahi Eun Jin dengan bertanya apa itu yang dia ajarkan pada Eun Jin? Itu sama sekali tidak manusiawi.
Eun Young lagi-lagi membela kakaknya dengan bilang, pasti ada alasan kenapa Eun Jin seperti itu.
“Alasan apa? Apa Sung Soo berselingkuh? Atau apakah Sung Soo tidak bekerja? Atau apa dia melakukan kekerasan?”
Karena kesal, Eun Young langsung bilang “Ya, benar kakak iparnya terlah berselingkuh.”
Eun Jin kaget dan melotot pada Eun Young begitu mendengar kalimat itu.

Kim Sung Soo, merasa tak enak dan langsung membela diri, kalau itu sudah terjadi 5 tahun yang lalu. Dia sudah meminta maaf, dan berjanji tidak mengulangi lagi.
Na Ra kecewa mendengar kenyataan itu, dan bertanya apa benar Sung Soo pernah selingkuh? Sung Soo tidak menjawab iya, namun dia menjelaskan kalau dia sudah menyesali saat itu, dan meminta maf pada Eun Jin, dan Eun Jin pun bisa memahaminya.
Na Ra marah dan bertanya apa perselingkuhan adalah sesuatu yang bisa untuk dipahami?Sung Soo menjawab itu hanya sekali dia lakukan.
Na Ra kesal dan bilang apakah itu sekali, atau sepuluh kali, toh namanya tetap sama, BERSELINGKUH.
Kemudian secara mengejutkan, Na Ra berkata pada Eun Jin, baik bercerai saja. Dae Ho mencoba menenangkan istrinya dengan berkata itu kan sudah berakhir. Jangan seperti ini.
Na Ra ga terima, dan dengan penuh amarah bertanya, apanya yang sudah berakhir. Eun Jin nya pasti mengalami waktu yang sulit selama ini?
“Perselingkuhan adalah hal yang tak bisa dimaafkan.”

Eun Jin berdiri dan berkata pada ibunya kalau alasannya bercerai bukan karena itu. Na Ra menjawab dia tahu kok, Eun Jin pasti akan mengatakan hal itu, dia tahu pasti sulit untuk Eun Jin melewati semua ini.
Na Ra bahkan menyuruh agar Eun Jin ga usah datang ke pemakaman. Sung Soo protes mendengarnya, bukankah menantu juga anak, bagaimana bisa ibu mertuanya berkata seperti itu? Dia sudah mengalami hari yang buruk berhari-hari ini.
Na Ra kesal dan menjawab kalau dia sama sekali ga percaya pada Sung Soo, dia yakin itu bukan terkahir kalinya Sung Soo selingkuh.
“Perselingkuhan adalah hal yang membunuh jiwa pasanganmu. Dia harus hidup seperti orang mati, karena tahu pasangannya berselingkuh.”
Eun Jin terpana mendengar kalimat ibunya. Kali ini, dialah sang peselingkuh. Dialah yang menyeleweng. Apakah itu berarti dia sudah membunuh jiwa Sung Soo, jika Sung Soo mengetahuinya.

Song Mi Kyung, sedang membersihkan toilet, dia terlihat membersihkan dengan rajin. Di belakangnya, ibu mertua Mi Kyung, Madam Choo, berkata agar Mi Kyung membersihkan setiap sudut.
Madam Choo sepertinya suka sekali mempekerjakan menantunya sendiri dengan kegiatan seperti itu. Tapi Mi Kyung sama sekali ga protes, dan melakukannya dengan senyum.
Madam Choo mengeluh karena nafsu makannya berkurang, padahal jelas-jelas dia sedang ngemil saat itu. Mi Kyung berkata kalau dia sudah menyiapkan daging untuk makan malam. Dengan tatapan tak suka, Madam Choo bertanya kenapa daging? Apa Mi Kyung lupa giginya udah ga kuat mengunyah daging?

Apa yang dikatakan Madam Choo, berbanding terbalik saat dia sudah di ruang makan. Giginya yang sudah ga kuat lagi katanya itu, dengan santai menghabiskan daging-daging yang melekat di tulang-tulang tersebut.

Saat Mi Kyung menghidangkan makanan tambahan di meja, mertuanya berkata kalau kehidupan seorang wanita ya bergantung pada wanita itu sendiri. Wanita yang tidak tahu bagaimana caranya melompat, akan tetap berada di tempat yang sama. Mi Kyung sedikit terpana dengan apa yang mertuanya katakan. Apakah itu ditujukan untuk menyindirnya?
Madam Choo bahkan memuji putranya, bahwa ga akan ada pria sebaik Jae Hak. Mi Kyung hanya menjawab iya dengan singkat dan tanpa ekspresi.

Setelah semua tugasnya selesai, Mi Kyung masuk kamar, dan merasa lelah. Dia teringat putranya yang ada di luar negeri, dan menelpon putranya itu.
Setelah telepon usai, Mi Kyung bergumam kalau dia sangat merindukan kedua putranya.
Setelah menelpon anaknya, Mi Kyung teringat pada Jae Hak dan mencoba menelpon suaminya itu, tapi panggilan langsung dialihkan ke mailbox, dan Mi Kyung bertanya apa Jae Hak ga mengangkat teleponnya?

Yoo Jae Hak, ternyata sedang asik memanjat. Kegiatan yang dilakukan jika dia sedang setres. Saat asik dengan kegiatannya itu, Jae Hak teringat kenangannya saat pertama kali bertemu Eun Jin.

Flashback
Na Eun Jin saat itu datang ke kantor Jae Hak. Eun Jin ga sadar kalau baju yang dia kenakan di bagian belakang sedikit naik, walaupun dia masih memakai celana, tapi pria-pria tetap tersenyum geli melihat pantat Eun Jin. Jae Hak saat itu baru saja datang dan juga akan menunggu lift. Dia kemudian melihat Eun Jin, dan akhirnya tahu kenapa semua pada tertawa geli saat melihat Eun Jin. Jae Hak pun mendekati Eun Jin, dan dengan tas yang dia bawa, dia mencoba menyentuh pantat Eun Jin, sebagai isyarat.
Eun Jin kaget dan jadi marah karena dikiranya Jae Hak berniat kurang ajar padanya. Dia pun mendorong Jae Hak, sehingga Jae Hak tersungkur jatuh.
Eun Jin bahkan memanggil orang-orang di sekitar dan berkata kalau ada orang aneh disini.
Saat orang-orang di lobi perusahaan mendekat untuk melihat, Jae Hak mengisyaratkan kalau ga ada apa-apa. Dia kemudian berkata pada Eun Jin “Aku tahu ada banyak pria aneh disini, tapi ada lebih banyak pria normal. Dan juga, coba lihat belakangmu.”
Eun Jin pun melihat ke belakang, dan terkejut mengetahui pakaian yang dia kenakan sedikit naik.

Lift hampir menutup, dan Eun Jin dengan segera mendekati lift sambil menahan dengan sebelah kakinya, agar lift kembali terbuka.
Saat lift sudah terbuka, dan Eun Jin melihat laki-laki yang dituduhnya tadi, dia langsung meminta maaf.
Jika aku tidak meminta maaf setelah melakukan kesalahan, rasanya lidahku berduri.”
Yoo Jae Hak pun tersenyum mendengar kalimat Eun Jin tadi. Begitupun dengan Eun Jin.

Na Eun Jin, datang ke perusahaan itu untuk bertemu dengan Yoo Jae Hak, dia tidak tahu jika pria yang di tuduhnya tadi adalah pria yang akan ditemuinya.
Saat masuk ke dalam ruang Jae Hak, dengan santai Eun Jin berkata kalau ini pertama kalinya mereka bertemu.
Jae Hak mengangkat kepalanya, dan terkejut melihat Eun Jin. Eun Jin pun begitu, dia awalnya salah tingkah, tapi langsung meralat ucapannya kalau ternyata ini bukan pertama kalinya mereka bertemu. Eun Jin pun tertawa untuk menutupi rasa malunya.

Jae Hak lagi-lagi tersenyum dan meminta Eun Jin untuk duduk, Eun Jin sepertinya masih malu dengan kejadian di depan lift tadi, sehingga dia masih memegang pantatnya.
Eun Jin langsung memperkenalkan diri, dan berkata tujuannya kemari adalah ingin melakukan wawancara dengan Jae Hak.
Jae Hak berkata kalau otak Eun Jin pasti dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan karena Eun Jin seorang reporter. Eun Jin mengelak, dan bilang kalau dia bukan reporter, tapi seorang ahjumma. Dia sudah memiliki anak, tapi dia merasa tertarik untuk mencari nafkah sendiri.
Jae Hak memberikan kartu namanya, dan Eun Jin menerima itu, dia kemudian bertanya bagaimana rasanya menjadi CEO? Apa Jae Hak selalu merasa kaya?
Kali ini Jae Hak tidak hanya tersenyum, dia tertawa, dia merasa Eun Jin benar-benar lucu. Eun Jin pun ikut tertawa.

Flashback End
Na Eun Jin masih di RS ditemani adiknya. Dia bertanya sejak kapan Eun Young tahu suaminya berselingkuh?Eun Young menjawab dari awal dia juga sudah tahu, karena dia kan bekerja di BANK yang sama dengan Sung Soo. Walau memang Sung Soo ada di BANK pusat, dan dia ada di cabang, tapi dia langsung mengetahui hal itu.
Eun Jin bertanya lalu kenapa ga memberitahu dia? Eun Young menjawab kalau dia yakin, Eun Jin akan menyembunyikan hal itu jika mengetahuinya.
Eun Jin berkata kalau dia memang ga ingin memberitahu siapapun. Eun Young kemudian bertanya, apa Eun Jin benar-benar ga bisa memaafkan Sung Soo? Kejadian itu kan sudah lama terjadi.
“Menjadi pasangan sangatlah rumit, dan itu juga bukan hanya kesalahannya.”
Eun Jin mengalihkan pembicaraan dengan bertanya apa Eun Young suka tinggal sendiri? Eun Young menjawab ya dengan penuh senyum. Eun Jin bertanya lagi, apa Eun Young ga kesepian?
Eun Young menjawab lebih baik merasa kesepian karena memang sendiri, daripada merasa kesepian di tempat yang ramai.

Ibu datang dan masih menginginkan Eun Jin, untuk ga pergi ke pemakaman, Eun Jin menolak dan menjawab kalau dia masih menjadi menantu tertua di keluarga ini, jadi dia akan melakukan semua yang dia bisa.
Ibu kesal, dan berkata karena itulah Sung Soo jadi melecehkan Eun Jin.

Akhirnya, Jin Chul lah yang mengantar Eun Jin. Di mobil tentu ada Sung Soo, dan juga Yoon Jung. Jin Chul yang memegang kemudi, dan berkata agar Eun Jin memasang sabuk pengaman. Eun Jin pun menurutinya. Jin Chul mencoba mencairkan suasana, dan Sung Soo pun akhirnya tersenyum.

Ibu,ayah, dan Eun Young masih di RS. Na Ra memarahi Eun Young yang membicarakan tentang perselingkuhan Sung Soo. Eun Young menjawab karena dia merasa ibunya terlalu keras pada Eun Jin, dan hanya terus memarahi kakak perempuannya itu.
Dae Ho berkata membela mantunya, kalau dia yakin Sung Soo ga berbohong, itu hanya terjadi sekali. Na Ra menjawab ga mungkin, mana ada pria yang benar-benar hanya sekali melakukannya, jika sudah pernah maka pasti akan dilakukan lagi. Eun Young kaget dan bertanya apa itu benar?
Dae Ho berkata kalau Eun Jin memang orang yang selalu mengingat masa lalu, mungkin itulah yang membuat Eun Jin tidak terlalu bisa melupakan kesalahan Sung Soo. Jika kita sebagai orang tua tidak mempercayai Eun Jin dan Sung Soo, maka selamanya Eun Jin dan Sung Soo akan tersesat.
Na Ra berkata apa dia menyuruh Eun Jin bercerai? Dia hanya berpura-pura untuk itu, agar Eun Jin bisa memikirkannya kembali.
Eun Young kembali kaget dan bertanya jadi tadi hanya pura-pura saja?
Na Ra mengajak semua untuk pulang, tapi Eun Young ga mau ikut. Na Ra bertanya kenapa? Dia ada kimchi, dan ingin Eun Young membawa itu. Eun Young menolak, dan ingin ibunya saja yang mengantarkan ke tempat tinggalnya.
Na Ra kesal dan bilang kalau sekarang garis darah memang benar-benar ga penting. Jika seorang keluarga lama tidak bertemu dan tidak saling menyapa, maka itu sudah seperti orang asing. Dia hanya ingin Eun Young lebih sering menunjukkan wajah di rumah, karena dia takut kehilangan Eun Young.

Na Hoon anaknya Jin Chul dan Sun Ah sedang asik dengan kegiatan, tapi tiba-tiba dia bertanya pada ibunya. “Omma, apa itu senggama?”
Sun Ah jelas kaget dan langsung mendekati anaknya, dia lalu berkata sepertinya kakek sudah datang,ayo segera temui kakek.
Na Hoon pun mematuhinya.

Sun Ah menemui ibu mertuanya, dan berkata syukurlah jika Eun Jin tidak terluka parah. Na Ra mengangguk tanda iya. Wajah Na Ra yang seperti tidak baik-baik saja, membuat Sun Ah bertanya, apa terjadi sesuatu? Jin Chul memberitahu dia, kalau akan menceritkan semuanya saat sudah sampai di rumah. Kenapa memangnya?
Na Ra menjawab nanti saja dibicarakan, sekarang dia merasa kehilangan banyak energy. Na Ra kemudian bertanya bagaimana dengan pekerjaan Sun Ah? Sun Ah menjawab baik-baik saja, walau memang kasus perzinahan banyak terjadi sekarang ini.
Na Ra kemudian berkata untung saja, anak-anaknya ga ada yang melakukan hal memalukan seperti itu.

Yoo Jae Hak, sudah sampai di rumah, dan Mi Kyung menyambutnya. Dia membawakan tas Jae Hak, dan bertanya apa Jae Hak sudah mandi? Ja Hak menjawab, iya, karena tadi dia habis memanjat.
Mi Kyung tahu Jae Hak pasti sedang banyak pikiran, dan bertanya ada apa? Jae ha hanya menjawab ini masalah di kantor saja.

Jae Hak menemui ibunya, dan ibunya berkata kok wajah Jae Hak jadi buruk? Jae Hak merasa aneh dan memegang wajahnya, dia berkata mungkin karena terlalu banyak main golf, wajahnya jadi kecokelatan, tapi kata orang-orang ini seksi.
Jae Hak kemudian mengajak ibunya untuk pergi minggu depan, karena di rumah terus kan ga baik.
Madam Choo menjawab kalau Jae Hak sekarang sudah punya kebiasaan baru, selalu melindungi istri Jae Hak. Jae Hak menjawab kalau dia sama sekali ga melindungi Mi Kyung.
Madam Choo bilang, Mi Kyung terlihat aneh belakangan ini. Apa Jae Hak ga tahu?
Jae Hak menjawab mungkin ibunya terlalu sensitive saja, dia dan Mi Kyung kan sudah 18 tahun menikah. Fakta bahwa kedua anaknya ada di Amerika, pasti membuat Mi Kyung sedih.
Madam Choo hanya berkata kalau akhir kehidupan pria tergantung pada wanita. Dia keras pada Mi Kyung, tapi Jae Ha malah terlalu lunak pada Mi Kyung. Jadi, jangan melindungi Mi Kyung di depannya.
Jae Hak pun menuruti itu.

Setelah ada di kamar, Mi Kyung berkata kalau dia sudah membuat reservasi untuk perawatan ibu. Jae Hak pun berkata terima kasih. Secara mengejutkan Mi Kyung menjawab kalau dia bosan dengan kalimat terima kasih. Jae Hak kaget.

Mi Kyung mendekat dan bilang kalau dia merasa Jae Hak tidak mencintainya. Dia mau Jae Hak mengucapkan “Aku mencintaimu”
Jae Hak menjawab kalau kata-kata itu tidak mudah. Mi Kyung berkata makanya terus latihan dengan mengucapkan kalimat itu padanya. Setelah terbiasa, pasti akan mudah untuk diucapkan.
Jae Hak mencoba mengelak dengan berkata apa pentingnya satu kata itu?
“Kata berasal dari hatimu, dan tindakan berasal dari kata-katamu.”
Mi Kyung akhirnya mengatakan aku mencintaimu lebih dulu pada Jae Hak. Tapi Jae Hak terlihat tidak tersentuh dan malah meminta maaf pada Mi Kyung. Mi Kyung tidak menyerah dan mengucapkan lagi kata cinta itu pada suaminya.
“Apakah kata-kata itu benar-benar sulit untukmu?”
“Karena kau terus memaksaku. Aku jadi ingin tersesat”
Mi Kyung menjawab Jae Hak sudah ga muda lagi. Jae Hak hanya berkata ini puber keduanya. Mi Kyung tak membantah lagi, dan berkata agar Jae Hak segera makan, karena dia sudah menyiapkan makan malam. Jae Hak bertanya apa Mi Kyung ga repot selalu menyiapkan makan malam, padahal dia selalu pulang larut. Mi Kyung menjawab penuh makna “Aku tidak suka kau makan hal aneh diluar.”

Min Soo sudah pulang, dan Mi Kyung menyambutnya, dia bertanya pada adiknya itu, apa Min Soo habis dari warung mie lagi?
Min Soo membenarkan dan bilang, kalau itu adalah masa depannya. Mi Kyungpun berkata kalau dia punya sedikit uang, dan bisa Min Soo gunakan untuk membuat restoran mie. Min Soo menolak dan bilang kalau uang itu harus Mi Kyung gunakan saat Mi Kyung butuh.
Min Soo masuk ke kamar,dan Mi Kyung mengikutinya. Dia bertanya pada adiknya itu, apa Min Soo butuh sesuatu? Min Soo hanya ingin kakaknya segera istirahat, karena pasti lelah seharian bekerja di rumah, dan itu bisa bikin Mi Kyung menua.
Mi Kyung kaget dan langsung memegang wajahnya sambil bertanya, benarkah dia sudha kelihatan tua? Min Soo tersenyum dan berkata Mi Kyung tetap cantik, tapi menua itu kan pasti.

Min Soo tiba-tiba bertanya kenapa Mi Kyung ga meninggalkannya? Mi Kyung heran dan bertanya kenapa tiba-tiba bertanya aneh seperti itu? Min Soo menjawab dia selalu merasa penasaran dengan hal itu.
“Mengapa kau menerimaku? Kau bisa meninggalkanku, dan tak akan ada satupun yang tahu.”
Mi Kyung menjawab kenapa Min Soo selalu berfikir seperti itu, Min Soo kan adiknya.
Min Soo menjawab dia adalah seorang putra dari wanita yang membuat ibu Mi Kyung mengalami banyak rasa sakit.
“Karena kau tahu kesedihanku, kau adalah satu-satunya saksi sejarah keluargaku. Siapa yang tahu, rasa sakit yang aku lalui selama aku tinggal dengan orang tuaku. Tanpa kau, aku kehilangan keluargaku sendiri. Itulah mengapa kau sangat penting bagiku.”
Mi Kyung pun meminta agar Min Soo tidak terus menerus memikirkan hal itu, Min Soo pasti bisa. Mi Kyung pun memberikan semangat dengan berkata “Fighting”

Mi Kyung mengantarkan jahe merah untuk suaminya yang sedang sibuk. Sebelum Mi Kyung masuk, Jae Hak memang sempat mengingat perpisahannya dengan Eun Jin tadi.
Lalu tiba-tiba Mi Kyung berkata “Kau adalah lelakiku..Dimanapun kau berada, jangan pernah lupakan itu.”
Jae Hak pun terpana mendengar kalimat istrinya itu. apa Mi Kyung tahu jika dia berselingkuh?

Setelah keluar dari ruang kerja suaminya, Mi Kyung masuk ke sebuah ruangan. Disana dengan berteman cahaya yang temaram, Mi Kyung membuka laci meja, dan mengambil sebuah amplop besar di dalam laci lalu membukanya.
Ternyata di dalam amplop itu berisi banyak foto-foto suaminya bersama Eun Jin, sedang melewatkan waktu bersama, tersenyum bahagia. Mi Kyung merasa sakit melihat foto-foto itu. Diapun tak kuasan menahan tangisnya. Hatinya benar-benar terluka.

Jin Chul memberhentikan mobil untuk istirahat sebentar. Siapa yang ingin ke kamar mandi, juga bisa. Jin Chul mengajak Yoon Jung untuk membeli sosis, Yoon Jung tentu mau, tapi kemudian Eun Jin berkata kalau dia ingin bicara berdua dengan Yoon Jung.
Akhirnya Jin Chul dan Sung Soo lah yang keluar.

Setelah hanya berdua dengan putrinya, Yoon Jung berkata ibu pasti membencinya kan? Eun Jin menggeleng, dan Yoon Jung berkata dia tahu, ibu membencinya karena tadi dia memilih hidup bersama ayah.
Eun Jin menjawab dia ga peduli dengan keputusan yang Yoon Jung buat, karena bagaimanapun dia snagat mencintai Yoon Jung. Dia minta maaf karena membuat Yoon Jung harus membuat keputusan seperti itu.
Yoon Jung dengan polos berkata dia memilih ayah karena ayah tidak memiliki siapa-siapa. Sedangkan ibunya, masih punya nenek, kakek, bibi, dan paman.
Eun Jin tersenyum mendengar alasan putrinya yang sangat sederhana itu. Dia tahu, bahwa Sung Soo memang tidak memiliki siapapun.

Eun Jin dan Sung Soo berpapasan di luar, dan Sung Soo seolah tidak ingin bicara dengan istrinya itu. Dia hanya berlalu saat melewati Eun Jin. Tapi kemudian Eun Jin berkata kalau bukan dia yang memberitahu Eun Young kejadian 5 tahun lalu itu.
Sung Soo yang awalnya berfikir, Eun Jin lah yang membertahu Eun Young, jadi bertanya lalu bagaimana Eun Young bisa tahu?
Eun Jin menjawab Eun Young tahu sendiri dari gossip yang beredar. Sung Soo kan kerja di BANK yang sama dengan adiknya.

Mereka akhirnya berhadapan, dan kembali bertengkar. Sung Soo bertanya kenapa Eun Jin jadi seperti ini, dia sudah memilih Eun Jin, tapi kenapa Eun Jin masih mngungkitnya? Apa ini kebisuan sebelum badai?
Eun Jin menjawab ini salahnya kok. Semua salahnya. Sung Soo bingung dan bertanya permainan apa yang sedang coba Eun Jin mainkan sekarang? Eun Jin kesal dan bertanya apa maksud Sung Soo?
Orang-orang pun melihat kearah Eun Jin dan Sung Soo yang sedang bertengkar.
Eun Jin berkata kesal kalau Sung Soo selalu saja memikirkan diri sendiri, apa Sung Soo ga bisa sedikit saja memikirkan tentangnya?
Eun Jin yang sudah malas, beranjak pergi, dan Sung Soo mengikutiny dari belakang sambil bertanya, setelah membuatnya kesal, Eun Jin pasti selalu seperti ini.
Eun Jin berkata dia kan sudah bilang, ini salahnya.

Eun Jin bahkan berkata kalau dia akan membuatnya semuanya kembali normal. Sung Soo tak percaya, dan Eun Jin bertanya kenapa Sung Soo sekarang seperti ini sih? “Kau tidak seperti ini sebelumnya. Kita mampu membaca pikiran satu sama lain, hanya dengan saling menatap.”
“Berhenti bertingkah sebagai korban. Berhenti bertindak seolah kaulah satu-satunya yang terluka dalam pernikahan ini. Mari kita bercerai.”
Eun Jin sedikit syok mendengar Sung Soo juga menginginkan perceraiaan ini. Dia berkata kalau ini memang salahnya, hanya itu yang ingin dia katakan pada Sung Soo. Dia sudah menimbulkan keributan dan dia merasa tak pantas disisi Sung Soo.
“Apakah kau melakukan sesuatu? Apakah kau melakukan perselingkuhan?”
Na Eun Jin terkejut dan menatap Sung Soo. Apakah dia harus mengakui kesalahannya itu?

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar