Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 8 Part 2

Eun Jin meminta ayah dan ibunya pulang karena dia sudah merasa baikan, tapi sepertinya Na Ra dan Dae Ho masih ingin menemani Eun Jin. Eun Jin kembali meneteskan air matanya membuat Na Ra heran. Eun Jin hanya mampu meminta maaf.

Na Ra bertanya kenapa Eun Jin meminta maaf? Semua juga sudah jelas, Eun Jin sakit dan itu tidak disengaja. “Aku mencoba menjadi seorang putri yang yang tidak akan membuatmu malu.”

Na Ra meminta Eun Jin berhenti mengucapkan hal-hal yang ga msuk akal seperti itu. Eun Jin ga pernah mengecewakan dia. “Kau putri kebanggaan kami.”

Dae Ho berkata dia yakin setiap anak pasti pernah membuat orang tua kecewa. Jadi itu adalah hal yang wajar.


Akhirnya Na Ra dan Dae Ho berjalan pulang. Di sepanjang perjalanan, Na Ra berterimakasih pada suaminya itu. Dae Ho bertanya untuk apa? Na Ra menjawab “Terima kasih telah tua bersamaku.”

Dae Ho tersenyum dan menjawab dia juga merasakan yang sama Kemudian datanglah Sung Soo yang berjalang tergopoh-gopoh. Na Ra senang Sung Soo pulang lebih awal. Sung Soo sendiri berterima kasih dan meminta maaf sudah meerpotkan sedari tadi. Dae Ho bercanda dengan berkata kalau Sung Soo tetap akan membutuhkan mereka sampai kapanpun.

Na Ra meminta Sung Soo segera masuk dan memulai tahun depan dengan penuh keberuntungan. Sung Soo pun mengangguk.

Setelah Sung Soo melangkah pergi, Na Ra dan Dae Ho memandangi mantunya itu. Dae Ho berkata kalau Sung Soo pasti memiliki waktu yang sulit. Melihat Sung Soo mengingatkan dia pada masa mudanya dulu. Na Ra tersenyum mendengarnya.


Masih ditemani salju yang turun, Min Soo memandang langit dan menuangkan minuman di gelas dan berkata kalau ini untuk ayahnya.

“Aku datang hari ini, aku datang memberitahumu untuk pertama kalinya”

Min Soo pun juga minum seolah dia bersulang dengan ayahnya. Min Soo berkata jujur dia gugup saat ini, karena ini adalah pertama kalinya dia hidup sendiri. Tapi dia juga merasa senang.

“Meskipun aku disini sendirian, aku akan tetap menjadi seseorang yang melindungi kakakku.Jadi, jangan mengkhawatirkannya. Setiap berbicara tentangmu dan kakak, entah mengapa aku selalu menangis tanpa alasan.”

Min Soo menahan tangisnya sebisa mungkin, dia bilang kalau dia benar-benar ga ingin menangis. Dia juga bilang kalau dia akan mengatakan sesuatu lagi. Min Soo menceritakan tentang Eun Young ga bisa membaca wajah orang lain.

“Aku telah menemukan seorang gadis yang ingin aku lindungi, lebih dari noona. Aku hanya ingin mencintai satu wanita seumur hidupku. Aku ingin melakukan sesuatu yang tidak bisa kau lakukan, Ayah. Aku akan memperbaiki keturunanku. Tolong lindungi aku dari atas.”


Sung Soo akhirnya berhasil menidurkan Yoon Jung, dan dia kembali ke kamar, dimana Eun Jin juga belum tidur. Sung Soo tidur di samping Eun Jin, dan memeluk istrinya itu. Tapi Eun Jin melepaskan diri dari dekapan Sung Soo, dan beralasan kalau dia ingin mengambil air minum.
Sung Soo tidak marah, dan membiarkan Eun Jin keluar.


Tapi, itu memang hanya alasan Eun Jin. Eun Jin masuk ke kamar mandi, dan mengangis disana. Dia mengingat akan semua kata-kata Mi Kyung padanya, dan juga apa yang dia lakukan dulu pada selingkuhan suaminya. Saat dia mengamuk di depan semua orang, menjambak dan berteriak pada wanita yang sedang dikencani suaminya.

Ingatan itu bercampur saat Eun Jin melihat gelang yang sama di tangan Mi Kyung dengan gelang yang pernah diberikan Jae Hak padanya.
Saat itu Eun Jin bahkan berkata pda Mi Kyung kalau dia juga pernah mendapat gelang yang sama seperti yang Mi Kyung pakai, namun dia mengembalikan gelang tersebut.

Eun Jin menangis tersedu, mengingat semua. Dia berusaha menahan isak tangisnya agar tak terdengar oleh penghuni rumah. Dia benar-benar merasa bersalah pada Mi Kyung.


Sementara itu Mi Kyung melihat kembali foto-foto kebersamaan Eun Jin dan Jae Hak. Kali ini, dia tidak menyimpan foto itu lagi. Namun dia merobek dan membuangnya ke tempat sampah. Ini sudah berakhir baginya. Paling tidak, sekarang dia benar-benar tak merasa terbebani lagi dengan hal ini. Walau hatinya sakit.


Jae Hak mengajak Mi Kyung menemaninya minum, dan Mi Kyung terlihat tak menolak. Jae Hak berkata kalau dia memikirkan semua yang Mi Kyung katakan. Mi Kyung bahkan tak mendengar apa yang Jae Hak ucapkan, karena pikirannya melayang saat dia membayangkan Jae Hak dan Eun Jin bermesraan dan saling melepaskan pakaian. Bayangan yang dia rekam di otaknya, saat dia merasa melihat Eun Jin dan suaminya di cermin kamar mandi. Seolah mengejeknya.

Jae Hak berkata kalau dia ga merasa jauh dari Mi Kyung, dia bahkan menganggap kalau dia dan Mi Kyung adalah satu. Mi Kyung meminta maaf karena dia sedang ga focus saat ini. Jadi dia sama sekali ga mendengar apa yang Jae Hak ucapkan tadi.

“Bagiku, kapanpun kau berbicara kau terdengar seperti orang yang brengsek. Apa yang dapat kau lakukan untukku? Kenapa kau menanyakan itu? Aku bahkan tahu apa yang kau inginkan sebelum kau mengatakannya padaku. Hanya dengan melihat wajah, dan gerakan tangamu, aku bisa tahu apa yang kau inginkan. Tapi kau? Kau tidak pernah mencoba dan hanya ingin mendapatkan sesuatu dengan mudah tanpa berusaha. Jadi, cari tahu apa yang aku inginkan, agar aku tidak marah lagi.”


Pagi di apartemen Choi Anna, Young Kyung datang bersama Ji Hye. Mereka sedang menikmati makanan yang dibuat guru mereka, dan Ji Hye memuji makanan ini terasa renyah. Young Kyung bertanya, kenapa Mi Kyung dan Eun Jin absen secara bersamaan hari ini? Bukankah sikap Eun Jin saat melihat suami Mi Kyung terasa aneh?

Ji Hye menjawab dia benar-benar ga tahu, tapi suami Mi Kyung memang terlihat seksi. Dia kemudian bertanya pada Choi Anna dimana memangnya suami Mi Kyung kerja, bukankah suami Mi Kyung seorang CEO? Di perusahaan apa?

Anna menjawab kalau Jae Ha merupakan CEO di SU Elektronik. Ji Hye terkejut dan langsung menutup mulutnya. Begitu juga Young Kyung yang bilang kalau dia punya salah satu perabotan rumah tangga buatan SU Elektronik. Anna menjawab dia juga punya, Mi Kyung yang memberikan padanya.


Song Mi Kyung berkunjung lagi di Bank tempat Min Soo bekerja. Eun Young yang melihat itu menatap tak suka, karena masih mengira wanita itu pacar Min Soo, padahal sudah jelas Min Soo dan dia jadian.

Terlihat Mi Kyung mengajak Min Soo makan bersama, karena dia sudah membawa beberapa masakan untuk Min Soo.


Mi Kyung benar-benar membawa makanan yang banyak untuk adiknya. Min Soo takjub dan berkata kalau dia malah bisa menikmati makanan enak bahkan ketika dia tinggal sendirian. Mi Kyung menjawab kalau dia juga sudah membuatkan makanan untuk bisa dibawa Min Soo pulang. Min Soo senang sekali. Lalu datanglah Eun Young menyapa Min Soo dan Mi Kyung.


Min Soo ingin menjelaskan siapa Eun Young, tapi Eun Young sudah menjelaskan tentang dirinya yang baru saja ditembak Min Soo, dan sekarang mereka sudah jadian.
Mi Kyung terlihat kaget,dan Min Soo menjelaskan kalau Eun Young memang pacarnya.

Eun Young heran karena Min Soo tak mencoba menutupi fakta itu ataupun marah. Sedang Mi Kyung malah tertawa senang mendengar adiknya bahkan berkencan.

Eun Young kaget dan bertanya apa Mi Kyung kakak Min Soo secara biologis? Mi Kyung menjawab iya, dan Eun Young langsung merubah sikap, dan duduk di samping Mi Kyung.
Dia memanggil Mi Kyung unni, dan meminta Mi Kyung agar bisa nyaman bicara dengannya.

Eun Young kemudian bertanya apa Mi Kyung dan Min Soo seperti setengah saudara? Min Soo langsung memberitahu kakaknya kalau pacarnya ini tidak cerdas. Eun Young protes dan Mi Kyung menyuruh Eun Young untuk makan bersama mereka.

Eun Young berterima kasih, dia juga jujur memberitahu kalau awalnya dia datang karena dia mengira Mi Kyung adalah pacar rahasia Min Soo.
Eun Young bahkan memuji Mi Kyung yang masih terlihat cantik dan muda.
Mi Kyung tersenyum dan berkata pada asiknya kalau dia suka dengan pilihan Min Soo.

Mi Kyung kemudian bertanya tentang pekerjaan Eun Young di Bank ini, tidak hanya itu, dia juga bertanya tentang keluarga Eun Young. Eun Young menjelaskan semua, Kalau ayah dan ibunya sudah pensiun. Dia juga bertanya pada Mi Kyung apa dia sudah memenuhi syarat sebagai pasangan Min Soo?

Mi Kyung menjawab belum sambil bercanda, dan Eun Young berkata kalau dia pasti akan berusaha lebih baik lagi. Merekapun menikmati waktu itu dengan bahagia.


Min Soo menemani kakaknya yang akan pulang. Dia hanya mengantar sampai depan Bank, dan sambil berjalan, Mi Kyung masih tersenyum karena senang Min Soo akhrinya berkencan. Min Soo berkata itu, hanya terjadi begitu saja. Sebenarnya dia ga ingin mewujudkan hal ini, tapi semua terjadi tanpa dia sangka. Mi Kyung berkata kalau Eun Young tampak hebat, terlihat ceria, dan keluarga Eun Young juga terdengar hebat.

Min Soo pun bertanya apa Mi Kyung menyukai pilihannya? Mi Kyung menjawab tentu saja, dia memang baru bertemu sekali dengan Eun Young, tapi dia berharap Min Soo menikahi wanita seperti Eun Young.


Kemudian ponsel Mi Kyung berbunyi, dan Eun Jin lah yang menelpon. Mi Kyung berkata pada Min Soo, kalau Min Soo boleh kembali bekerja, karena dia akan menerima telepon ini sambil berjalan pulang. Min Soo pun mematuhinya.

Na Eun Jin terlihat masih pucat, dia memang memutuskan menghubungi Mi Kyung, dan mengajak Mi Kyung bertemu. MI Kyung setuju dengan ajakan Eun Jin.


Akhirnya merekapun bertemu. Mi Kyung datang lebih dulu. Saat Eun Jin sudah duduk di depannya, Mi Kyung berkata kalau mereka sudah lama ga bertemu. Eun Jin membenarkan.

“aku suka wajahmu hari ini. Kau terlihat seperti orang dengan cerita tersembunyi. Penuh dengan kecemasan dan terlihat gelap. Kau tahu? Ada saat dimana, aku ingin mengalahkanmu sampai mati karena wajahmu yang selalu terlihat bersinar.”

Mi Kyung bilang dia ga ingin memukul Eun Jin seperti yang Eun Jin lakukan pada selingkuhan suami Eun Jin dulu. Jadi Eun Jin ga perlu takut. Dia hanya mau Eun Jin menjawab dengan jelas, apa yang dia tanyakan. Bukan hanya menjawab iya atau tidak, tapi dia mau jawaban yang panjang.

Setelah hari itu apa Eun Jin menghubungi suaminya? Eun Jin menjawab tidak, kemudian dia menambahkan kalau Jae Hak juga ga menghubunginya. Mi Kyung memuji sinis, Eun Jin yang pintar karena dua pertanyaan ketika dia hanya melontarkan satu pertanyaan.


Kemudian Mi Kyung bertanya lagi, apa Eun Jin mencintai suaminya?Eun Jin hanya diam, dan Mi Kyung berkata jika Eun Jin ga menjawab maka dia mengganggap itu benar, bahwa Eun Jin mencintai Jae Hak. Eun Jin hanya mampu meminta maaf.

Mi Kyung berkata kenapa Eun Jin bisa melakukan hal itu padanya? Apa Eun Jin ga mengalami waktu yang sulit karena dulu suami Eun Jin selingkuh? Atau apa Eun Jin seorang psikopat? Bagaimana bisa Eun Jin melakukan sesuatu padahal Eun Jin tahu hal itu sakit rasanya.

“Suamimu ternyata jauh lebih bodoh dari aku. Bagaimana bisa kau melakukannya?Suatu hari nanti dia akan mengetahui semuanya.Lalu apa yang kau pikir akan terjadi padanya?”

Eun Jin meminta Mi Kyung memukul nya saja. Eun Jin berkata bagaimana bisa Mi Kyung berinteraksi dengannya padahal Mi Kyung tahu dia selingkuhan Jae Hak. Bagaimana bisa Mi Kyung menahan perasaan itu saat bersamanya?

Eun Jin mulai meneteskan air mata dan berkata “Apa kau nantinya bisa menyembuhkan luka yang kau berikan pada dirimu sendiri?”

Mi Kyung marah dan meminta Eun Jin tidak coba-coba menasihatinya. Jangan berfikir jika rasa sakit mereka adalah sama. Melihat Eun Jin menangis, Mi Kyung menyuruh Eun Jin berhenti menangis, Eun Jin bahkan ga berhak untuk menangis.

“Aku tidak akan memukulmu. Aku akan memberikan penderitaan yang sesuai dengan standartmu sebagai seorang lulusan perguruan tinggi, dan tentunya terdidik.”

Mi Kyung berkata sepert itu, karena dia menganggap cara yang Eun Jin lakukan dulu, saat melabrak selingkuhan Sung Soo adalah cara yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang lulusan universitas yang terdidik.

Eun Jin semakin menangis mendengar kalimat Mi Kyung. Mi Kyung berkata kalau dia akan memberikan pengalaman yang berbeda untuk Eun Jin, karena dengan itu Eun Jin ga akan pernah bisa melupakannya.

“Apa yang aku katakan, wajahku, bagaimana aku diam-diam mengutukmu ketika kau ada disebelahku, kau akan mengingat semuanya. Ini akan jauh lebih menyakitkan daripada mendapatkan pukulan. Aku akan membuatmu ingat kepadaku kemanapun kau pergi.”

“maka hidupmu akan dimulai sebagai orang cabul, dan berakhir juga sebagai orang cabul”

Setelah puas dengan kata-katanya, Mi Kyung berdiri dan berniat pergi, tapi kemudian dia berkata kalau Eun Jin ga akan melihatnya lagi. Dia berencana untuk ga bertemu dengan Eun Jin. Bukankah itu kabar baik untuk Eun Jin?


Setelah di luar dan jauh dari pandangan Eun Jin, Mi Kyung pun menangis terisak. Dia bahkan tak mampu berpijak dengan baik, dan membiarkan dirinya terduduk di bawah. Dia merasa ini juga menyakitkan untuknya. Jika dia berkata dia akan membuat Eun Jin tidak bisa melupakannya, maka itu sama artinya dengan dia yang selamanya ga akan bisa melupakan wajah Eun Jin, bahkan ketika dia bersama Jae Hak. Maka setiap dia melihat suaminya, dia akan melihat Eun Jin. Bukankah itu juga terasa sangat perih?

Eun Jin sendiri masih terdiam di tempatnya, dan semakin tak bisa membendung banjir air matanya.

*Ga tahu kenapa, semakin kebelakang semakin suka lo sama aktingnya Mi Kyung. Suka juga lihat nagisnya Eun Jin, keren banget acting mereka berdua.


Yoon Jung dan Na Hoon sedang menikmati tteokbokki buatan nenek mereka. Yoon Jung memuji kalau tteokbokki buatan neneknya sangat enak. Kemudian datanglah Eun Jin dan Na Ra berkata pada Yoon Jung kalau ini adalah waktunya Yoon Jung pulang.


Eun Jin berkata pada ibunya setelah mereka duduk bersama di ruang tamu, apa bisa Yoon Jung tinggal disini hari ini? Na Ra heran dan bertanya kenapa? Eun Jin berkata, kalau ada sesuatu yang ingin dia bicarakan dengan Sung Soo. Na Ra merasa itu bagus, dan dia ga masalah jika Yoon Jung di titipkan padanya, agar Eun Jin bisa berbicara dengan nyaman dengan Sung Soo. Na Ra mengira kalau Eun Jin dan Sung Soo akan bersenang-senang.

Saat Na Ra beralih akan membungkuskan makanan untuk Eun Jin dan Sung Soo nanti, Eun Jin tiba-tiba memanggil ibunya, membuat Na Ra berhenti dan menatap putrinya itu.

“Omma, aku bahagia menjadi putrimu. Bahkan jika aku mengecewakanmu, tolong kau ingat, bahwa aku sangat mencintaimu. Dan bahwa aku selalu berusaha keras membuatmu bangga.”

Na Ra heran karena Eun Jin mengatakan hal-hal aneh seperti itu akhir-akhir ini, dia pun menjawab kalau untuknya Eun Jin benar-benar hebat. Jadi Eun Jin harus percaya diri.


Yoo Jae Hak pulang ke rumahnya, dan menemui Mi Kyung yang sedang di kamar. Jae Hak menyerahkan bungkusan pada Mi Kyung, yang saat Mi Kyung buka itu adalah kalung mahal dan cantik.

Mi Kyung menatapnya dengan biasa saja dan bertanya pada Jae Hak apa menurut Jae Hak ini yang dia inginkan?

“Kau membelikannya gelang, dan kau membelikanku kalung. Apa hanya sebatas ini kreativitasmu? Apa dia mengatakan padamu, bahwa wanita pasti menyukai perhiasan.”

Mi Kyung menyingkirkan kalung itu dan berkata Jae Hak bisa memberikan kalung itu pada siapapun, karena dia ga menyukainya.


Terlihat Jae Hak melangkah akan keluar, tapi Mi Kyung bertanya, mau kemana Jae Hak, dia belum selesai bicara. Jae Hak pun berhenti dan siap menanti apa yang Mi Kyung katakan. Tapi Mi Kyung dengan santai berkata “Keluarlah.”

Jae Hak seolah akan marah karena merasa dipermainkan. Tapi dia menahannya. Dan keluar meninggalkan Mi Kyung.


Setelah sampai di ruangannya, Jae Hak kesal sekali dan langsung melempar jas yang dipakainya. Dia mencoba menahan emosinya, dan merasa bahwa dia memang pantas mendapatkan perlakuan seperti tadi.


Song Mi Kyung menatap foto wisuda SMAnya, dimana dia berfoto bersama ibunya, dan dia terlihat sangat senang di foto itu. Mi Kyung menangis saat menatap foto ibunya.

“Ibu..apa seperti ini rasanya untukmu? Maafkan aku. Aku tidak tahu rasanya akan seperti ini. Jika kau tahu, maka aku akan memperlakukanmu dengan lebih lembut. Maafkan aku. Aku benar-benar minta maaf.”


Malam ini, Eun Jin sudah menyiapkan meja untuk makan malamnya bersama Sung Soo. Dia juga akan jujur kali ini. Semua akan dia beritahukan tanpa meninggalkan rahasia sedikitpun.

Saat Sung Soo datang, Eun Jin menjelaskan kalau dia membiarkan Yoon Jung tinggal di rumah ibunya. Dia hanya ingin berdua saja dengan Sung Soo. Sung Soo yang tak tahu apa yang akan terjadi sebenarnya tersenyum senang. Karena itu tandanya dia dan Eun Jin bisa bermesraan.


Setelah duduk berhadapan, Eun Jin berkata kalau mereka sudah bersama selama 14 tahun. Sung Soo menjawab itu waktu yang sangat lama. Bahkan ternyata dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama Eun Jin daripada orang tuanya. Karena semenjak SMA, dia sudah hidup sendiri, dan jauh dari orang tuanya.

Eun Jin berkata kalau seharusnya dia tidak menggunakan ungkapan kotak Pandora yang membuat Sung Soo jadi bingung. Dia ingin bahagia, dan melindungi keluarga mereka dengan bersembunyi di dalam kotak Pandora. Dan Sung Soo berhasil menyembunyikannya disana, dia sungguh berterima kasih untuk itu.

“Untuk sementara waktu aku merasa memiliki harapan, bahwa kita akan baik-baik saja. Tapi aku tidak bisa melakukannya lagi. Aku tidak ingin menyembunyikannya lagi. Aku tidak bisa menipumu terus. Aku tidak bisa hanya duduk diam dan melihat semua usaha kerasmu untuk berubah. Jadi, sekarang masuklah ke ruangan itu. Masuk dan lihat kebenarannya. Lalu buat keputusanmu. Aku akan melakukan apapun yang kau pilih.”

Sung Soo pun bertanya apa sebenarnya yang ingin Eun Jin katakan padanya. Katakan saja.


“Aku bertemu pria lain.”

Sung Soo terkejut, dan Eun Jin menjelaskan kalau itu terjadi begitu saja. Dia sama sekali ga berniat membalas perselingkuhan Sung Soo, walau memang dia akui ada saat-saat dimana dia ingin membalas Sung Soo.

Sung Soo masih tak percaya dengan yang didengarnya, dia merasa Eun Jin sedang bercanda dengannya. Melihat Eun Jin menangis, Sung Soo tahu jika ini bukanlah candaan Eun Jin.
Diapun marah dan memukul meja,lalu berdiri. Eun Jin yang tak mampu menatap suaminya hanya bisa menangis dan meminta maaf pada Sung Soo.


Sung Soo pun kecewa, sangat kecewa. Dia bertanya “Kau..apa kau tidur dengannya?”

Eun Jin hanya diam dan Sung Soo berteriak menuntut jawaban, apa Eun Jin melakukan hal itu dengan pria lain? Apa Eun Jin tidur dengan pria itu?
Na Eun Jin tak mampu menjawab dia hanya memejamkan matanya, dan Sung Soo seolah tahu jika itu adalah pembenaran atas yang dia tanyakan tadi. Itu adalah jawaban bahwa istrinya memang berbagi hal intim itu dengan pria lain. Sung Soo terluka mengetahuinya.

“Kau..menyingkirlah sekarang dariku, dimana aku tidak bisa melihatmu. Atau aku..aku..mungkin akan membunuhmu.”


Sung Soo tak mampu menahan amarah dan kekecewaannya. Dia berteriak dan menyapu bersih semua yang ada di meja. Gelas dan anggur yang sudah Eun Jin siapkan pecah berantakan. Sung Soo benar-benar mengamuk, dan bahkan membalikkan meja.
Sedang Eun Jin hanya mampu menangis, dan terus menangis.
Sung Soo sendiri, juga meneteskan air matanya saat menatap Eun Jin.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar