Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 6 Part 2



Na Eun Young menikmati makannya sambil menonton film yang lucu, membuatnya tertawa terbahak-bahak, dan dia tentu masih di restoran tempat Min Soo bekerja. Eun Young meminta bir dingin lagi sambil tak melepaskan tatapan matanya dari layar ponsel, dan terus tertawa.

Min Soo datang membawakan pesanan Eun Young, dan Eun Young berkata kalau sepertinya restoran sedang sepi. Min Soo menjawab, itu karena Eun Young sibuk sendiri, jadi ga tahu kejadian disekitar. Bahan di restoran sudah hampir habis, jadi mereka ga bisa menerima banyak pelanggan.

Eun Young menjawab karena dia terlalu focus pada sesuatu, jadi dia ga bisa memperhatikan hal lain. Diapun meminta udang goreng lagi pada Min Soo. Min Soo terlihat kesal. Dia mengulangi kembali kata-katanya, kalau bahan makanan sudah hampir habis, jadi restoran akan ditutup. Ini adalah pengusiran halus untuk Eun Young.
Eun Youn pun memuji udang goreng yang ada disini. Enak dan renyah, dia suka itu.

Petugas di kasir berkata pada Min Soo, agar yang satu itu sambil menunjuk kearah Eun Young, juga harus segera pergi. Min Soo mengangguk tanda mengerti.


Sung Soo makan dengan lahap di rumah ibu mertuanya, makanan ini kesukaannya dan dia menikmati sekali. Na Ra bertanya apa Sung Soo ingin tambah lagi. Sung Soo menolak itu dengan sopan. Na Ra berkata itu benar, karena makan banyak sekaligus ga baik untuk kesehatan Sung Soo, makanlah dalam porsi kecil tapi sering.

Na Eun Jin datang dan Sun Ah menyambutnya, Eun Jin bertanya tentang ujian Sun Ah, dan Sun Ah meminta Eun Jin untuk mau diwawancarai olehnya. Eun Jin menolak dan bilang, dia lagi ga mau bicara tentang hal itu. Dia ga ingin menggali kenangan itu lagi.

Sun Ah tak memaksa, tapi dia minta tolong bisakan dia melakukan survey di kelas memasak Eun Jin. Eun Jin menjawab akan mengusahakan itu, walau sepertinya ga akan mudah. Teman di kelas memasaknya adalah wanita-wanita yang kuat.
Mereka pun beranjak ke ruang makan, dimana yang lain sedang berkumpul.

Melihat Eun Jin membawa tas besar, Na Ra pun bertanya apa itu? Eun Jin menjawab kalau dia baru saja membeli pakaian untuk Sung Soo. Sung Soo bertanya kenapa harus beli, dia ga butuh pakaian kok. Na Ra lah yang menjawab dan bilang, kalau Sung Soo perlu itu. Untuk tampil bagus, maka kita perlu pakaian bagus.
Ternyata Eun Jin juga membelikan baju untuk ibunya.

Na Ra mencoba-coba pakaian itu dan bertanya apa ini ga terlalu muda untuk dipakainya? Sung Soo tersenyum mendengar pertanyaan ibu mertuanya itu.
Yoon Jung dan Hoon memuji nenek mereka yang cantik jika mengenakan pakaian itu.


Jae Hak masuk ke kantor diikuti oleh sekretarisnya, Seon Ho. Seon Ho melapor kalau detektif illegal yang disewa istri Jae Hak sama sekali ga melakukan hal yang melanggar hukum. Jae Hak bertanya lagi, apa Seon Ho menemukan kantor detektif lain yang mungkin disewa istrinya. Seon Ho malah kaget dna bertanya, emang ada berapa tempat yang disewa istri Jae Hak. Jae Hak menjawab, itulah tugas Seon Ho untuk mencari tahu. Jika dia sudah tahu, kenapa dia menyuruh Seon Ho. Seon Ho pun mengerti.


Madam Choo menelpon anaknya, dan meminta Jae Hak langsung pulang setelah jam kantor selesai. Jae Hak menjawab iya. Madam Choo juga berkata kalau Jae Hak goyah itu wajar saja, tapi dia ga mau Jae Hak sampai keluar dari akar.


Yoo Jae Hak, ditengan suasana dingin ini, melakukan hobinya, yaitu memanjat. Itu pasti karena pikirannya sedang kusut dan kalut. Bahkan papan untuk memanjatpun diselimuti es. Dan entah mengapa, di setiap pijakan kakinya, dia selalu teringat Eun Jin. Eun Jin yang berkata ingin mengatur ulang hidup.


Kim Sung Soo sudah sampai rumah, dia masuk kamar dan berkata kalau dia sangat lelah. Kemudian Sung Soo merebahkan dirinya ditempat tidur. Eun Jin meminta agar Sung Soo ga berusaha terlalu keras untuk menunjukkan perubahan Sung Soo, karena dia percaya kok Sung Soo akan berubah dan menepati janji.

Sung Soo duduk dan bertanya penuh percaya diri kalau dia sangat menakjubkan kan? Dia bisa berubah, disaat orang berkata berubah itu sulit? Eun Jin mengiyakan dan bilang, Sung Soo melakukannya dengan sangat baik.


Eun Jin keluar kamar karena Yoon Jung memanggilnya, dan tinggallah Sung Soo sendiri,saat Sung Soo berdiri dari tempat tidur dompetnya terjatuh dan keluarlah sebuah kartu nama. Dia mengambil kartu nama itu, dan terlihatlah kalau itu adalah kartu nama Cho Shi Min, dan kemudian Sung Soo juga mengingat Eun Jin yang tiba-tiba menutup kasus tabrak lari itu. Entah kenapa itu membuatnya semakin ingin berfikir dan semakin penasaran.


Mi Kyung sedang melakukan ritual wanita sebelum tidur. Kemudian masuklah Jae Hak. Melihat Jae Hak, Mi Kyung berkata kalau Jar Hak benar-benar anak yang baik. Jae Hak ga ingin membuat ibu khawatir tentang hubungan mereka, makanya kembali tidur di kamar.

Jae Hak ga peduli, dan mulai naik ke tempat tidur. Tapi Mi Kyung selalu mengganggu dengan kata-kta yang ga enak di dengar. Mi Kyung bertanya, bagaimana Jae Hak menyelesaikan kasus yang dia lakukan? Apa Jae Ha ingin memasukkannya ke penjara, agar Jae Hak bisa hidup bersama wanita itu?

“Jangan konyol”ucap Jae Hak.

Kenapa Mi Kyung begitu marah? Kasus ini juga sudah ditutup oleh wanita itu. Jadi Mi Kyung ga perlu khawatir. Mi Kyung menoleh menatap penuh curiga dan bertanya, bagaimana Jae Hak bisa tahu kasus itu sudah ditutup? Apa Jae Hak bertemu lagi dengan wanita itu? Jae Hak menjawab kalau harusnya Mi Kyung focus saja pada hubungan mereka.
Jae Hak pun merebahkan tubuhnya dan langsung tidur.


Na Eun Young benar-benar menghabiskan waktu yang sangat lama di restoran mie. Pengunjung sudah ga ada, dan bahkan toko sudah ditutup, tapi Eun Young ga peduli. Saat makanannya habislah, Eun Young mulai bangkit dan menuju kasir, dimana memang ditunggu oleh Min Soo. Dia menyerahkan kartu kreditnya untuk membayar semua yang dia makan tadi.

Eun Young menatap Min Soo dengan wajah cemberut dan bertanya kenapa mereka ga bisa berkencan? Kenapa harus memikirkan tentang tingkat sosial. Itu kompleksitas namanya. Min Soo menjawab klau itu bukan kompleksitas, tapi kenyataan yang ada di masyarakat.

Eun Young bertanya lagi, kenapa Min Soo ga menyukainya? Min Soo menjawab, kalau dia ga pernah berfikir tentang hal itu. Jadi tandanya dia bahkan sama sekali ga mikir tentang Eun Young, sedikitpun.

Min Soo beralih pergi ingin memebereskan piring-piring bekas Eun Young tadi, dan Eun Young masih mengikuti Min Soo, dan berkata kalau Min Soo bohong. Bagaimana bisa Min Soo berkata ga suka pada wanita yang mengatakan suka pada Min Soo?
Min Soo bertanya, memangnya Eun Young pernah bilang suka padanya?


Eun Young menjawab bukankah dia sudah mengajak Min Soo kencan, itu kan tanda kalau dia suka sama Min Soo. Apa dia harus berkata secara jelas? Min Soo berbalik menatap Eun Young, dan menjawab memang harus jelas seperti itu. Min Soo berkata hubungan seorang pria dan wanita itu, bukan seperti permainan anak-anak. “Harus ada hati (Perasaan) sebelum memulai sebuah hubungan.”

Eun Young menunduk sedih mendengarnya, dan tak menjawab apapun, dia hanya berkata selamat tinggal, dan melangkah pergi meninggalkan restoran.


Tapi ternyata Eun Young belum pulang, Min Soo melihatnya sedang duduk di bangku luar restoran. Min Soo mencoba ga peduli, dan terus berjalan melewati Eun Young. Tapi Eun Young langsung berkata kalau dia terlalu banyak minum. Itu adalah isyarat dimana dia ga mungkin bisa pulang sendiri.
Min Soo bertanya kenapa Eun Young seperti ini padanya?

Eun Young menjawab kalau dia benar-benar ga menyukai dirinya hari ini. Min Soo menjawab kalau Eun Young ga boleh gitu. Eun Young juga ga boleh membiarkan sembarang orang masuk kedalam hati Eun Young. Eun Young berkata kalau dia merasa hatinya mulai mengeras. Bagaimana bisa hatinya baik-baik saja setelah ditampar. Saat pertama kali mendapatkan tamparan, dia selalu ingin membalasnya, tapi tadi dia membiarkan saja diperlakukan seperti itu.

Min Soo akhirnya mau mengantarkan Eun Young. Eun Young bertanya, apa Min Soo mau mengantarnya karena dia terlihat menyedihkan. Min Soo menjawab tidak, dia mau mengantar Eun Young karena Eun Young mabuk.


Tiba-tiba, Eun Young beralasan kakinya lemas, dan dengan penuh senyum dia bertanya, apa Min Soo ga bisa menggendongnya? Min Soo berkata agar Eun Young ga coba-coba merayunya, karena itu ga akan berhasil. Eun Young berdiri, tapi dia sempoyongan dan sengaja menjatuhkan dirinya ke tubuh Min Soo.

Min Soo langsung memegang Eun Young, dan kembali menyebut kalau ini trik Eun Young lagi kan?
Eun Young kesal, dan Min Soo bilang dia tahu itu efek dari minum. Eun Young bertanya, lalu kenapa tadi Min Soo terus memberinya bir? Min Soo menjawab bukankah memberi kucing liar minuman itu bagus?

Eun Young berteriak kesal, lalu bertnya memangnya dia kucing liat? Min Soo menjawab tenang, kalau menurutnya kucing liar itu sangat lucu. Eun Young langsung tersipu dan kembali bertanya, apa mereka benar-benar ga bisa mencoba untuk kencan? (Haduh..ga putus asa yaa..)

Min Soo menjawab, apapun itu, dia harus memiliki rasa ingin baru dia bisa melakukannya, kalau dia ga ingin, dia ga mau melakukannya, daripada dia terpaksa menjalani semua.

Merekapun mulai berjalan, dan tiba-tiba Eun Young kembali kehilangan keseimbangan dan lagi-lagi Min Soo yang menangkap tubuh Eun Young agar tak jatuh. Dia tersenyum senang bisa diposisi seperti ini dengan Min Soo.


Syuting memasak Choi Anna segera dimulai, dan semua murid di kelas memasak sibuk membantu. Host diacara itu Yoon Hyun Joong, dan semua tersenyum senang dengan syuting hari ini.


Na Ra dan Dae Ho,serta kedua cucunya melihat acara memasak itu dari TV. Tiba-tiba tangan Eun Jin nongol saat akan menaruh bumbu di meja, Na Ra berkata kalau itu tangan Eun Jin. Dia melihatnya. Dae Ho bertanya, bagaimana bisa Na Ra yakin itu tangan Eun Jin.

Hoon berkata kalau neneknya pasti bohong.
Yoon Jung mendengar itu bertanya, dimana Hoon belajar kalimat yang buruk seperti tadi?


Hoon menjawab polos kalau dia belajar dari neneknya, Na Ra pura-pura kesal, tapi Dae Ho dan Yoon Jung tertawa mendengar jawaban Hoon.


Syuting selesai, dan Young Kyung mengeluh dia capek sekali. Choi Anna benar-benar berterima kasih karena semua membantu dan akan mengajak mereka semua ketempat yang panas. Ji Hye dan Young Kyung jelas tak menolak. Mi Kyung berkata kalau dia lebih baik pulang saja.

Anna langsung menoleh dan bertanya kenapa? Apa ibu mertua Mi Kyung sudah kembali? Anna bahkan berpesan agar Mi Kyung ga terlalu baik pada ibu mertua, karena nanti ibu mertua malah ga baik sama Mi Kyung.

Ji Hye meminta agar Mi Kyung ga pulang, dan Young Kyung pun bilang ingin menghabiskan waktu ini bersama-sama. Ji Hye meminta Eun Jin menelpon Sung Soo,dan bilang akan pulang telat malam ini. Eun Jin tersenyum mendengar teman-temannya begitu antusias.


Sung Soo terlihat galau saat dia melihat kembali kartu nama Shi Min, dia kemudian mengambil ponselnya dan memutuskan mengubungi Shi Min. Tapi entah kenapa, Sung Soo teringat kembali akan kotak Pandora yang Eun Jin katakan. Eun Jin bahkan bilang, jika Sung Soo memilih tidak membuka kotak itu, bisakan Sung Soo berjanji selamanya ga akan membuka dan memulai semua dari awal. Di tengah kebimbangan itu, Sung Soo memilih merobek kartu nama Shi Min dan membuangnya di sampah.

Sung Soo pun melangkah pergi, dari meja kerjanya. Belum jauh melangkah, Sung Soo kembali gamang, sehingga dia kembali menuju mejanya, dan menumpahkan semua isi di tempat sampah, berniat mengambil kembali kartu nama yang sudah disobeknya tadi.

Setelah merekatkan kembali kartu nama Shi Min, Sung Soo langsung mengubungi nomer yang tertera disana. Tapi ternyata Shi Min sudah meninggalkan perusahaan pengawal pribadi itu. Sung Soo kaget, dan bertanya apa dia bisa mendapat nomer ponsel Shi Min?
Petugas yang ditelepon Min Soo menjawab kalau itu adalah informasi pribadi, jadi dia ga bisa memberikannya pada Sung Soo.

Sung Soo ga kehilangan akal, dia berkata kalau dia adalah pelanggan di perusahaan pengwal pribadi ini. Jika dia tetap ga bisa mendapatkan nomer ponsel Shi Min, maka dia akan mengajukan keluhan pada perusahaan itu.


Choi Anna mengajak semua anggota kelas memasak ke sebuah klub malam. Disana hanya Mi Kyung saja yang tidak ikut berjoget sedang yang lainnya terlihat bersemangat sekali mengikuti irama lagu. Mi Kyung hanya duduk di tempatnya, dan menatap tak suka saat melihat Eun Jin tersenyum bahagia.

Eun Jin memutuskan untuk duduk menemani Mi Kyung. Dia bertanya apa Mi Kyung ga mau ikut menari? Mi Kyung menjawab dia ga suka menari.


Anna dan lainnya lelah menari dan kembali ke meja mereka. Anna yang melihat Eun Jin bersama Mi Kyung, menyebut kalau sepertinya Eun Jin mulai akrab sama Mi Kyung. Young Kyung berkata kalau Eun Jin memang orang yang baik dan mudah akrab sama seseorang.

Mi Kyung tiba-tiba bertanya dingin, bagaimana kabar Eun Jin dengan suami Eun Jin? Eun Jin merasa aneh, dan balik bertanya tentang apa?
Mi Kyung kemudian menatap Eun Jin tajam dan bertanya kembali, bagaimana rasanya hidup bersama pria yang tersesat? Young Kyung dan Ji Hye saling berpandangan dan merasa pertanyaan Mi Kyung keterlaluan.

“Kenapa kau tidak bercerai?”Tanya Mi Kyung lagi pada Eun Jin

Eun Jin mungkin sudah kehilangan kesabaran krena sikap Mi Kyung yang selalu memusuhinya, dia berkata kalau memang benar seseorang bisa tidak menyukai orang lain tanpa alasan, dan dia bisa memahami itu. “Tapi Unni, jika seseorang masih mencoba bersikap baik padamu. Harusnya kemarahan dan kebencian bisa sedikit mereda. Tapi sekarang aku ga bisa berfikir bahwa kau hanya membenciku, karena sepertinya kau suka bermusuhan denganku. ”

Young Kyung menjawab kalau bukan Eun Jin saja yang dibenci Mi Kyung, dia merasa Mi Kyung juga membencinya. Apakah wanita seperti mereka dimata Mi Kyung sangat menyedihkan? Apa wanita seperti dia dan Eun Jin yang ga bisa menceraikan suami karena berselingkuh terlihat menyedihkan?

Mi Kyung menatap tajam Young Kyung dan menjawab itu benar, Young Kyung menyedihkan. Eun Jin terkejut mendengar jawaban dingin Mi Kyung.


“Tidak percaya diri, kecil dan jelek. Haruskah kau hidup dengan pria yang telah berselingkuh? Apa kau tidak merasa kotor? Apa kau pikir suamimu hanya melakukan kontak mata dengan selingkuhannya? Apa kau tidak merasa malu? Apa kau bahkan tidur dengannya? Dengan pria yang mungkin juga tidur dengan wanita itu. Jika itu aku, aku sudah menyingkirkannya. Tak peduli betapa aku mencintainya, aku tidak sanggup hidup dengan pria seperti itu”

Eun Jin hampir menangis mendengar kata-kata tajam Mi Kyung, sedang Young Kyung tak sabar. Dia langsung menyiram wajah Mi Kyung dengan minumannya.
Young Kyung berkata siapa bilang hidup bersama itu harus karena saling mencintai? Dia sudah menimbang baik-baik semua ini, menurutnya lebih baik hidup dalam pernikahan walau tak ada cinta, daripada tidak ada pernikahan sama sekali.

Young Kyung mengejek Mi Kyung yang seolah tahu banyak tentang cinta. Dia ga tahu seberapa baiknya Mi Kyung sebagai istri, tetapi jika rumah tangga Mi Kyung hancur, maka Mi Kyung juga akan hancur. Suatu saat ketidakbahagiaan juga akan melewati Mi Kyung. Harusnya Mi Kyung sadar itu.

Mi Kyung tanpa dosa, mengambil minumnya dan juga menyiramnya kewajah Young Kyung. Anna tahu situasi semakin memburu, membuat dia menarik Mi Kyung bangun dan mengajak Mi Kyung segera pergi, sedang Jin Hye menarik Young Kyung untuk pergi karena ga baik jika ini diteruskan. Sementara Eun Jin tak tahan dan sudah menangis di tempatnya.


Anna pulang mengntarkan Mi Kyung, di mobil dia menggenggam tangan Mi Kyung tanda dia peduli pada Mi Kyung. Dia bahkan Mi Kyung meminum teh madu. Dia juga bilang bahwa rumah memang selalu membuat kita nyaman. “Ketika kau merasa sulit diluar, maka rumah akan memberimu kekuatan di dalam”


Ternyata Young Kyung dan lainnya belum pulang. Young Kyung kesal, karena harus mengalami penghinaan semacam ini. Young Kyung berkata kalau Mi Kyung benar-benar meremehkan mereka. Eun Jin menjawab bukan, Mi Kyung menujukan kalimat tadi padanya. Dia tahu itu. Dari awal Mi Kyung selalu bersikap dingin padanya, Young Kyung menyebut Mi Kyung wanita yang aneh. Mi Kyung menatap Eun Jin seolah-olah Eun Jin telah merebut suami Mi Kyung.

Eun Jin menenangkan Young Kyung yang benar-benar merasa sakit hati oleh Mi Kyung. Eun Jin berkata kalau semua akan baik-baik saja, Young Kyung ga perlu khawatir. Young Kyung yang menangis bertanya, kapan semua akan baik-baik saja?


Mi Kyung baru pulang dan Jae Hak sudah di rumah, dia menatap istrinya dan Mi Kyung berjalan mendekati Jae Hak. Kini mereka sudah berhadapan. Ja Hak tahu Mi Kyung mabuk, dan menyuruh Mi Kyung segera tidur.

“Apa yang salah, yang telah aku lakukan padamu? Kenapa kau begitu bangga telah berselingkuh? Putra seseorang, Suami seseorang, dan Ayah seseorang.. apa hidup seperti itu begitu sulit untukmu? Ketika hidup sebagai putri seseorang, istri seseorang, dan ibu seseorang, kau pikir itu mudah untukku?”

Jae Hak meminta istrinya menghentikan semua ini. Mi Kyung yang lemas terjatuh di lantai dan kembali berkata “Untuk menahanmu.. pada hari kau bertemu wanita itu, aku bahkan tidur denganmu. Apa kau tahu betapa aku membenci diriku sendiri karena melakukan itu?”


Jae Hak mencoba menarik Mi Kyung agar berdiri, tapi Mi Kyung langsung menepiskan tangan Jae Hak, membuat gelas yang dipegang Jae Hak jatuh.

“Lepaskan tangan kotormu, dan jangan menyentuhku !”Bentak Mi Kyung.

Madam Choo keluar mendengar keributan itu dan memarahi Mi Kyung. Dia bahkan memberikan waktu untuk Mi Kyung, dan menahan semua ini agar tidak ikut campur, tapi menurutnya Mi Kyung sudah keterlaluan. Jae Hak meminta ibunya kembali ke kamar, dan tentu Madam Choo ga mau.

Dia sengaja meninggalkan Jae Hak dan Mi Kyung agar bisa menyelesaikan masalah, tapi melihat Mi Kyung memperlakukan Jae Hak seperti ini, dia sudah ga tahan lagi. Berkali-kali dia bilang, agar Jae Hak ga terlalu baik pada Mi Kyung, biar Mi Kyung ga kurang ajar seperti ini. Mi Kyung hanya menangis di tempatnya.


Madam Choo berkata pada Mi Kyung kalau dengan sikap Mi Kyung sekarang ini menunjukkan kalau Mi Kyung memang berasal dari keluarga yang rendah. Dia bahkan masih membela anaknya, dengan berkata apa salahnya seorang pria berselingkuh? Apa dunia ini berakhir, apa langit akan langsung runtuh?

Min Soo datang dan bertanya kenapa kakaknya hanya diam diperlakukan seperti itu? Dia sangat marah melihat kakaknya diperlakukan seperti itu, Min Soo pun mendekati Madam Choo.

“Nyonya besar, ijinkan aku mengatakan satu hal.”

Jae Hak masih mencoba meminta Min Soo untuk diam. Tapi Min Soo ga peduli.

“Bangun jam 5 pagi setiap harinya, menyiapkan sarapan dan makanan ringan lainnya, dia membersihkan seluruh tempat, merawatmu dan anak-anak. Dia berlari dan berjalan sepanjang hari. Dia selalu menyiapkan makan malam kakak ipar, meskipun kakak ipar pulang terlambat. Buruh bahkan tak pernah bekerja selarut itu, dan kau masih menganggap semua yang dilakukannya bukan apa-apa?”Min Soo bahkan tak kuasa menahan tangisnya. Dia marah sekali.

“Untuk seseorang yang bekerja selama 48 jam dalam periode waktu yang hanya 24 jam, apa menurutmu itu bukan apa-apa?”Kali ini Min Soo berteriak, meluapkan kekesalannya pada mertua kakaknya ini.

Madam Choo hanya melengos saja sama sekali tak tersnetuh, kemudian Jae Hak berkata kalau dia mau Min Soo mengajak Mi Kyung ke kamar.
Madam Choo ga mau, dia berkata pada Min Soo kalau semua wanita menikah melakukan itu. Dia juga mengingatkan Min Soo, kalau Min Soo adalah orang asing yang dibawa suaminya kerumah ini. Itu karena kebaikan suaminya, yang mengijinkan Min Soo tinggal di rumah ini. Min Soo ga boleh melupakan itu? Memangnya kalau ga dirumah ini, Min Soo bakal tinggal dimana? (Bener-bener belum pernah lihat golok ini nenek.. *Jangan sadis-sadis Ay.)

Kali ini Jae Hak tak tahan dan berteriak meminta ibunya berhenti. Dia yang selalu sopan pada ibunya, tak sanggup ibunya terus menghina keluarga Mi Kyung. Dia kembali meminta Min Soo segera masuk ke kamar.


Min Soo menatap kakak iparnya “Hyungnim..apapun yang noonaku lakukan, dia bahkan tak bisa mengurus tubuhnya karena dia begitu mabuk. Tidak bisakah kau yang mengantarnya kekamar tadi?”

Jae Hak merasa bersalah, dan Min Soo langsung menggendong Mi Kyung karena Mi Kyung memang benar-benar ga bisa bangun akibat mabuk. Madam Choo yang melihat itu mengejek Min Soo dan Mi Kyung yang terlihat seperti orang pacaran. Bahkan dia menyebut Min Soo dan Mi Kyung pasangan yang sangat cocok.

Madam Choo masih komentar tentang Min Soo yang harusnya ga melakukan hal seperti itu walaupun bersaudara dengan Mi Kyung. Apa ada saudara menggendong kakak perempuannya seperti tadi? Madam Choo bahkan menyebut keluarga Mi Kyung pengemis, dan keluarganyalah yang telah mengangkat derajat keluarag Mi Kyung.

Setelah menahan emosinya, Jae Hak berteriak pada ibunya. Dia pasti merasa kecewa sekali dengan tingkah ibunya. Sungguh, selama ini dia selalu membela ibunya, tapi ternyata ibunya begitu sombong.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar