Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 12 Part 2

 



Kim Sung Soo dan Yoon Jung sudah bersiap untuk main ice skating. Na Ra bertanya apa Yoon Jung menyukainya, Yoon Jung menjawab kalau dia sangat menyukainya. Na Ra kemudian bertanya pada Sung Soo menu apa yang ingin Sung Soo makan malam nanti? Sung Soo menjawab masak apa saja, dia suka.


Setelah Sung Soo pergi dengan Yoon Jung, tinggallah Sun Ah dan Na Ra. Sun Ah pun mengajak ibu mertuanya untuk ke salon dan melakukan perawatan rambut. Na Ra pun setuju walau dia bilang rasanya menata rambut tidak membantu untuknya.


Sesampainya di salon, Sun Ah dan Na Ra menikmati perawatan rambut di salon itu. Tapi kenikmatan mereka terganggu karena ada dua orang wanita yang bergosip tentang Apartemen Selamat Pagi, apartemen tempat Eun Jin.

Wanita yang bergosip berkata kalau sudah ada versi terbaru tentang perselingkuhan di apartemen 701 itu. Wanita satunya bertanya, apa itu?
Temannya menjawab ternyata pria yang diselingkuhi wanita di apartemen 701 itu sudah menikah.

“Oh..ini adalah akhir dunia” sebut wanita yang bergosip.

Raut wajah Na Ra sudah berubah mendengar gossip itu. Dia jelas tak suka anaknya diolok-olok demikian rupa. Wanita yang bergosip melanjutkan kembali kalimatnya, kalau ibu si wanita yang selingkuh malah lebih aneh.

“Putrinya jelas melakukan salah, eh ibunya malah berteriak memarahi orang-orang yang sedang bergosip tentang putrinya daripada meminta maaf. Itu seperti si ibu berkata kalau putrinya cantik makanya banyak pria yang mengikutinya.”

Sun Ah tahu situasi menjadi tak baik sehingga dia mengajak ibu mertuanya segera pulang. Na Ra pun tak menolak.


Setelah diluar dan dalam perjalanan pulang, Sun Ah meminta maaf pada ibu mertuanya. Na Ra menjawab tak apa-apa, ini kan bukan salah Sun Ah. Eun Young tiba-tiba datang mendekat, dan bertanya darimana ibu dan Unninya? Na Ra memilih tak menjawab dan langsung masuk rumah.


Eun Young mengajak ibu dan kakak iparnya duduk bersama di ruang keluarga. Dia dengan sumringah mengatakan kalau dia sudah punya pacar, tapi hanya dia yang tepuk tangan sedang Sun Ah dan Na Ra seolah tak senang.Dia bahkan langsung berdiri, membuat Eun Young kecewa.


Eun Young mendekati ibunya, dan dengan sedih bertaya kenapa ibunya selalu membedakan dia dan Eun Jin? Apakah dulu ibunya juga langsung berdiri begitu mendengar Eun Jin punya pacar? Kenapa dia harus didiskriminasi seperti ini?

Na Ra yang memang dalam suasana hati buruk menjawab memangnya berapa kali Eun Young menelponnya dalam sehari setelah Eun Young memutuskan hidup sendiri?

“Kau selalu mengesampingkanku dan mencoba melakukan semua sendiri semaumu. Untukmu apa aku adalah tas pasir yang bisa memasukkan apapun yang kau katakan padaku?”

Eun Young bertanya heran kenapa ibunya malah marah-marah dan berkata seperti itu padanya? Akhirnya dia memiliki seorang pria yang ingin di kenalkan pada keluarga. Tapi kenapa dia malah disambut seperti ini?
Kenapa ibunya malah berteriak padanya padahal dia sudah lama tak datang ke rumah?

Na Ra menjawab kalau Eun Young ga tahu apa-apa, mendingan jangan ngomong ini dan itu tentangnya. Eun Young menangis dan langsung merangkul lengan ayahnya. Dia merajuk dan bertanya apa dia salah? Kenapa ibunya malah seperti ini padanya?
Dae Ho pun tak mencoba menenangkan putrinya, dan malah menyuruh agar Eun Young berhenti menangis, kemudian Dae Ho melangkah pergi, membuat sedih Eun Young bertambah.

Hanya tersisa Sun Ah yang menatap kasihan pada Eun Young, dia tahu Eun Young ga salah, karena Eun Young memang belum tahu masalah yang sedang membelit keluarga ini. Diapun mengajak Eun Young untuk minum teh agar bisa menceritakan semuanya.


Sung Soo dan Yoon Jung asik bermain ice skating. Terlihat Yoon Jung sudah ahli dan tak butuh bantuan ayahnya lagi. Tapi tiba-tiba Sung Soo terjatuh dan Yoon Jung sudah berlari duluan meninggalkan ayahnya.

Sung Soo yang akan bangkit berdiri mendapati sebuah tangan terulur padanya. Saat dia menengadah dia melihat wajah Eun Jin yang tersenyum manis di depannya.


Flashback

Saat itu, Sung Soo yang sedang bermain ice skating untuk pertama kalinya terjatuh dan Eun Jin datang mengulurkan tangan untuk membantu Sung Soo. Sung Soo pun menerima uluran tangan Eun Jin, tapi saat Eun Jin mencoba membantu Sung Soo, Eun Jin malah ikutan jatuh. Akhirnya mereka duduk bersama di lantai arena itu.
Eun Jin berkata dia akan mengajari Sung Soo agar lancar main ice skatingnya. Sung Soo jelas senang dan tersenyum menatap Eun Jin.
Setelah itu Eun Jin berdiri, dia kemudian berjalan dan melambai pada Sung Soo, meminta Sung Soo mendekatinya.
Eun Jin tersenyum sangat manis.


Flashback End

Sung Soo seolah melihat Eun Jin dihadapannya, dia teringat kembali kenangan manis dulu saat mereka bersama. Tapi panggilan Yoon Jung menyadarkan lamunan Sung Soo tentang memori manis itu, Yoon Jung memanggilnya dan menyuruhnya mendekat.


Setelah selesai main ice skating, Yoon Jung dan Sung Soo makan ice krim bersama. Yoon Jung mengajak ayahnya untuk berfoto dan mengirimkan foto itu pada ibu. Sung Soo mana bisa menolak, dia menyetujui keinginan anaknya ini.
Merekapun berfoto dengan senyum manis di bibir mereka.


Saat ini, Na Eun Jin sedang asik di toko buku, tiba-tiba ada MMS masuk dan dia melihat itu adalah dari Yoon Jung. Eun Jin tersenyum melihat kebersamaan Yoon Jung dengan Sung Soo. Yoon Jung juga menulis pesan untuk ibunya agar ibunya segera pulang, dan ikut bersama dia dan ayah.

Membaca pesan itu membuat Eun Jin berubah sedih, dan diapun hanya mampu membelai ponselnya yang dimana sedang terpampang wajah Sung Soo dan putrinya.
Dia juga sangat teramat ingin bersama Yoon Jung.


Yoo Jae Hak ternyata juga datang ke toko buku dimana Eun Jin sedang berada sekarang. Mereka sama-sama tak menyadari kehadiran satu sama lain.
Sampai akhirnya Eun Jin menatap kedepan dan terkejut mendapati Jae Hak ada di toko buku ini juga. Dia terdiam sesaat ketika melihat Jae Hak yang sedang sibuk memilih buku.
Na Eun Jin kemudian bersembunyi dan dalam diam dia memandangi Jae Hak dari tempatnya berdiri. Dia menatap lekat laki-laki yang pernah mengisi hidup dan hatinya walau dengan cara yang salah. Cinta yang salah dan bukan pada tempatnya.


Eun Jin pun memutuskan pergi tanpa menyapa Jae Hak, karena itu tentu tak dibenarkan. Dia berjalan dan tanpa disadari dari arah berlainan Jae Hak juga menuju kearahnya. Mereka sama-sama terkejut saat mata mereka menatap satu sama lain. Eun Jin yang sudah berusaha menghindar tak menyangka akan tetap bertemu dan berhadapan dengan Jae Hak.
Jae Hak sendiri tak menyangka langkah kakinya mengantarkan dia pada Eun Jin.

Mereka awalnya hanya saling menatap dalam diam. Diam yang cukup lama. Apakah pancaran cinta masih terlihat jelas di dalam pandangan mereka?
Eun Jin mencoba mengalihkan pandangannya karena dia merasa tak mampu terus menatap Jae Hak.

Jae Hak sendiri tak melepaskan tatapannya pada Eun Jin. Apakah dia benar-benar merindukan wanitanya ini? Sehingga dia hanya mampu menatap Eun Jin dengan tatapan yang penuh berbagai makna?
Akhirnya Eun Jin lah yang mulai menyapa Jae Hak. Dia mengucapkan Halo pada Jae Hak. Jae Hak pun menjawab sapaan Eun Jin.

*Duh tatapan mereka benar-benar saling berbicara.


Setelah itu Na Eun Jin bergegas pergi meninggalkan Jae Hak. Akan sangat tak baik jika mereka terus bersama, terlebih untuk hatinya.
Eun Jin melewati Jae Hak, dan Jae Hak hanya mampu menatap kepergian Eun Jin dengan hatinya yang enath kenapa terasa sakit. Na Eun Jin terus melangkah tanpa menoleh sedikitpun. Menguatkan hatinya, untuk tak berbalik dan menatap Jae Hak.


Song Min Soo selesai menyiapkan sarapan untuk Madam Choo, makanan yang dari tampilannya saja sudah membuat perut memberontak. Tapi, apakah itu juga akan dialami oleh Madam Choo yang kecerewetannya mengalahi tinggi Monas? Hihihi

Benar saja, Madam Choo merasa tak suka dengan masakan Min Soo dan bertanya dimana sebenarnya kakak Min Soo?Min Soo bingung harus menjawab apa.


Song Min Soo, mau tak mau mengantarkan Madam Choo ke hotel tempat kakaknya menginap. Mi Kyung terlihat kecewa karena Min Soo tak bisa merahasiakan hal ini. Tapi dia tetap menerima Madam Choo untuk bentuk kesopanan.

Mi Kyung menyuruh adiknya keluar dan dia minta maaf karena sudah membuat adiknya repot seharian ini. Min Soo tak membantah walau hatinya merasa tak enak.

Setelah hanya berdua saja, Madam Choo menyuruh agar makanan di meja segera dibesihkan karena itu bau. Mi Kyung menjawab dia akan memanggil pelayan kamar karena dia ga mau membersihkannya sendiri.

*Gud, setuju, bagus Mi Kyung. Hihihi

Madam Choo bertanya apa Mi Kyung benar-benar akan bercerai? Mi Kyung menjawab iya dengan mantap. Madam Choo kemudian bertanya memangnya apa yang akan Mi Kyung lakukan untuk menghidupi diri Mi Kyung nantinya? MI Kyung menjawab nanti dia akan memikirkan hal itu.

Kemudian Madam Choo bertanya kenapa tiba-tiba? Apa Mi Kyung mendengar Jae Hak berkata kalau Jae Hak ga bisa melupakan wanita itu? atau apa Jae Hak bilang akan menemui wanita itu lagi?
Mi Kyung menjawab sinis, tentu saja Jae Hak akan melakukannya setelah dia dan Jae Hak bercerai.

Madam Choo bertanya lagi dengan heran, lalu kenapa Mi Kyung memilih mundur? Seharusnya Mi Kyung tetap mempertahankan status terhormat sebagai istri Jae Hak.
Mi Kyung menjawab kalau Jae Hak dan wanita itu saling mencintai. Madam Choo menyebut itu omong kosong.
Madam Choo juga bilang agar Mi Kyung ga perlu khawatir dan menganggap ini seperti perahu yang melewati sungai Han.

Mi Kyung menjawab, seperti yang ibu mertuanya bilang, jika ada perahu yang lewat maka dia akan menariknya kembali. Tapi, kenyataannya perahu itu tidak lewat. Madam Choo menganggap bukankah itu lebih baik. Lalu apa masalahnya?

“Lebih baik jika perahu itu lewat beberapa kali”

Madam Choo pun menyebut Mi Kyung aneh dan sangat pemilih.
Kenapa Mi Kyung membuat ini semua jadi rumit. Mi Kyung menjawab tanpa takut kalau menurutnya Madam Choo juga rumit. Kenapa ibu mertua mengabaikan ayah mertua disaat ayah mertua sedang terkena Demensia? Apa Madam Choo kira dia ga tahu jika ayah mertua dulunya juga selingkuh?

Madam Choo menjawab kalau dia sudah berusaha menutupi itu agar anak-anaknya ga tahu perbuatan suaminya sehingga suaminya tetap dihormati oleh anak-anak. Jadi apa masalahnya jika dia ga mau mengurus suaminya saat itu?
Apa yang rumit tentang itu?
Kenapa Mi Kyung ga bisa hidup seperti dia?

Madam Choo kemudian bertanya menurut Mi Kyung apa yang paling tersisa dalam hidup? Makanan. Makanan adalah sisa terbaik dalam hidup.
Mi Kyung menjawab kalau dia ga sama seperti Madam Choo. Dia berbeda.
Kemudian Madam Choo mengancam Mi Kyung bahwa dia ga akan memberikan sepeserpun pada Mi Kyung jika Mi Kyung memilih bercerai.

“Ibu..pekerjaan rumah mungkin terlihat biasa saja untukmu. Tapi kau akan merasa lebih kehilangan aku daripada rasa kehilangan suamiku. Aku telah membuatnmu nyaman setiap hari. Tapi sekarang aku tidak bisa memberikannya lagi besok. Kau tidak tahu bagaimana harimu besok. Jadi tepat rasanya jika kau menikmati kenyamanan itu sekarang selagi kau masih bisa, karena aku yang memegang kendali disini. Ibu, kau tetaplah di rumah. Aku akan mencoba mencari cara, untuk tidak membuatmu tidak nyaman.”


Anna datang ke rumah Madam Choo dan memasakkan beberapa menu kesukaan Madam Choo. Madam Choo memuji masakan Anna karena sama seperti rasa yang dibuat Mi Kyung. Anna menjawab tentu saja, karena dia yang mengajari Mi Kyung.

Madam Choo tanpa tahu malu bertanya apa Anna yang akan mengurus makanannya sampai Mi Kyung kembali? Anna menjawab sepertinya itu ga mungkin karena dia juga punya kehidupan sendiri, tapi dia akan berusaha untuk sesekali membuatkannya, jika dia tidak repot.

Madam Choo dengan ramah meminta agar mereka bisa dekat. Anna menjawab kalau dia menyukai ide tersebut. Kemudian Madam Choo bertanya, siapa sih wanita yang menyukai perceraian, kenapa akhir-akhir ini banyak wanita yang santai banget saat membicarakan perceraian?

Anna dengan tanpa ragu menjawab kalau dia pernah bercerai sekali. Madam Choo pun kikuk dibuatnya. Dia kemudian meralat kalimatnya, jika hidup sendiri lebih baik, jadi kenapa harus hidup bersama. Pria memang beban. Madam Choo bahkan menyebut Itu pilihan tepat yang Anna lakukan.
Anna dengan santainya menjawab, kalau dia juga sudah menikah lagi setelah bercerai. Jadi sekarang dia tak sendiri.

Madam Choo seolah di skak mat oleh Anna, dia ingin menjilat tapi ternyata kena batunya. Kalau tadi dia berkata lebih baik hidup sendiri daripada bersama laki-laki yang nantinya menjadi beban, sekarang Madam Choo meralat perkataannya dan berkata, itu pilihan bagus. Yang terbaik, dari yang paling baik adalah tidak hidup sendiri.

Madam Choo kemudian meminta agar Anna ga membencinya karena dia tadi mengatakan dua hal berbeda dalam satu mulut. Dia hanya ingin dekat dengan Anna. Anna menjawab bahwa dia mengerti kok.


Saat Anna akan pulang, Madam Choo memberikan satu gelang cantik pada Anna.Sepertinya itu gelang yang Mi Kyung buang, karena diduga akan diberikan Jae Hak untuk Eun Jin. Ternyata Madam Choo menyimpannya. Dia memberikan pada Anna dan berpesan agar Anna ga memakainya di depan Mi Kyung.
Anna pun memuji gelang yang cantik itu.


Kim Na Ra datang ke rumah Eun Young, dia membawakan kimchi untuk putrinya itu dan meminta maaf atas sikapnya tadi. Eun Young menjawab kalau dialah yang harusnya minta maaf, dia ga tahu kalau sesuatu yang besar sedang terjadi di keluarga mereka.

Na Ra bertanya apa Eun Young sudah menemui Eun Jin? Eun Young yang sudah tahu masalah Eun Jin menjawab dia belum menemui kakaknya itu karena dia bingung apa yang harus dia katakan saat bertemu nanti.
Na Ra berkata kalau kepribadian Eun Young persis seperti Dae Ho.
Tapi dia ingin disaat seperti ini Eun Young bisa menghibur Eun Jin.
Coba pikir, sekarang siapa yang ada disisi Eun Jin?

Na Ra kemudian menyuruh Eun Young membawa pacar Eun Young minggu depan ke rumah mereka? Eun Young menolak, dan berkata kenapa dia harus membawa pacarnya disaat keadaan rumah sedang susah seperti sekarang? Na Ra menjelaskan kalau ini adalah dua hal yang berbeda. Eun Jin adalah Eun Jin, dan Eun Young adalah Eun Young. Jangan sampai karena masalah satu orang membuat orang lainnya menderita.

Eun Young berterima kasih pada ibunya, dan dia berkata kalau dia ingin memberitahu ibunya tentang seperti apa pacarnya. Tapi, setelah dia beritahu, dia harap ibunya tetap bisa menyambut pacarnya dengan baik saat datang ke rumah mereka nanti. Jika tidak, maka dia ga akan membawa pacarnya ke rumah.

Na Ra pun bertanya lalu kenapa Eun Young menyukai pria dengan kondisi yang buruk itu? Eun Young menjawab jujur, kalau saat bersama pacarnya itu dia merasa senang dan juga merasa menjadi wanita hebat.
Na Ra menjelaskan kalau yang terpenting Eun Young cocok dengan pria itu. Tapi, diatas itu yang paling penting adalah sifat. Jika sifat pria itu buruk maka dia akan menolaknya.


Na Eun Jin terkejut melihat Sung Soo di rumah. Sung Soo menjelaskan kalau dia mengambil baju ganti karena sepertinya dia akan tinggal di rumah ibu mertua dan berangkat kerja langsung dari sana. Eun Jin senang mendengarnya, karena dia khawatir meninggalkan Yoon Jung tanpa orang tua disana.

Eun Jin menawarkan teh untuk Sung Soo namun Sung Soo berkata biar dia yang membuatnya. Eun Jin pun bertanya, apa Sung Soo juga akan membuatkan teh untuknya. Sung Soo menjawab iya.

Walau sedikit canggung, Sung Soo membuat teh ditemani Eun Jin yang menunggu di kursi. Sung Soo kemudian berkata kalau dia ingin membesarkan Yoon Jung.
Eun Jin tersentak mendengarnya.
Eun Jin kemudian menjawab bukankah Sung Soo tahu kalau itu sangat tidak realistis?

Sung Soo membenarkan dan Eun Jin berkata kalau dia yang akan membesarkan Yoon Jung. Sung Soo bisa datang kapan saja, jika Sung Soo merindukan dan ingin bertemu Yoon Jung.
Tiba-tiba Sung Soo meminta maaf pada Eun Jin.
Eun Jin heran dan bertanya kenapa Sung Soo minta maaf?

Sung Soo menjawab kalau dia merasa semua ini adalah salahnya. Eun Jin yang sedih mendengar hal itu menjawab tidak, bagaimana bisa jika ini hanya salah Sung Soo. Pernikahan yang berantakan bukanlah kesalahan satu orang saja. Ini adalah kesalah mereka berdua.


Na Eun Young datang ke rumah Min Soo, dan melihat Min Soo sedang memberi makan kucing liar. Eun Young berseru takjub saat melihatnya. Saat Eun Young ingin mendekati kucing itu, Min Soo melarangnya dan berkata kucing itu nanti akan lari jika di dekati.

Min Soo menjelaskan kalau kucing liar hanya suka dilihat dari jauh saja. Mereka harus mundur setelah memberi kucing liar makan. Eun Young kemudian bergumam kalau yang sulit adalah tak bisa menyentuh kucing liar, meskipun kucing liar itu sangat cantik?

“Kadang-kadang cara terbaik untuk menyampaikan cintamu adalah hanya dengan melihat.”

Eun Young kemudian berkata kalau Min Soo bahkan ga melakukan itu padanya. Min Soo kemudian menatap Eun Young dan bertanya apa yang membawa Eun Young kemari?
Eun Young degan senyum menjawab kalau Min Soo sudah boleh datang ke rumah orang tuanya minggu depan.

Min Soo jujur berkata kalau dia jadi gugup. Eun Young menjawab kalau Min Soo ga perlu gugup, karena ibunya akan tetap menyambut kedatangan Min Soo. Min Soo bertanya memangnya apa yang Eun Young katakan pada ibu Eun Young?

“Ehm..aku mengatakan bahwa aku sangat menyukai Oppa, dan bahwa aku lebih menyukaimu.”

Min Soo protes dan bertanya siapa bilang Eun Young yang lebih menyukainya? Eun Young menjawab itu memang benar, dia tahu bahwa Min Soo belum begitu mencintainya. Eun Young kemudian tersenyum dan berkata kalau dia sudah melakukan hal yang benar, jadi bukankah dia harus mendapatkan hadiah?
Eun Young memonyongkan bibirnya kearah Min Soo sambil menutup mata.


Min Soo menatap geli pada Eun Young, dia kemudian mendekati Eun Young dan memegang pundak Eun Young. Min Soo lalu mendaratkan ciumannya di kening Eun Young. Eun Young membuka mata tanda bukan itu yang dia harapkan.
Min Soo pun mendekat lagi, dan Eun Young menutup matanya seperti tadi, menantikan ciuman yang sesungguhnya.

Tapi alih-alih mencium bibir Eun Young, Min Soo memilih mengecup mata Eun Young. Eun Young membuka matanya dan berkata itu aneh tapi sedikit lebih baik. Kemudian Min Soo memegang kedua pipi Eun Young dan menatap Eun Young mesra. Dia memiringkan kepalanya dan langsung mencium bibir Eun Young.


Eun Young dan Min Soo melanjutkan kencan mereka dengan berjalan-jalan sambil bergandengan tangan. Tepatnya Eun Young yang bergelayut manja di lengan Min Soo. Eun Young kemudian bertanya, apakah mungkin ada hari dimana dia akan membenci Min Soo? Jika hari itu tiba, dia pasti akan sangat sedih.

Min Soo menjawab “Bahkan jika hari itu datang, aku akan tetap menyukaimu.”

“Kau yakin kau tidak akan berubah fikiran nantinya?”

“Aku percaya cinta bukanlah keinginanmu tapi merupakan takdir. Alasan kenapa aku yakin akan tetap menyukaimu adalah bukan karena rasa sukaku yang tak banyak sepertimu. Tapi karena aku takut kehilanganmu. Makanya aku akan mencoba yang terbaik.”

Mereka berhenti dan saling menatap. Kemudian Min Soo melanjutkan kalimatnya “Kau tahu, takdir tak pernah memberikan apa yang aku inginkan sejak aku lahir. Tapi denganmu..aku tidak ingin melepaskan takdirku.”

Eun Young terpana mendengarnya, tapi kemudian dia berkata sesuatu yang akhirnya membuat Min Soo tertawa. Dia tahu kehidupan Min Soo sulit dan dia tak ingin jika disampingnya Min Soo semakin sulit. Makanya dia selalu berkata sesuatu yang akhirnya membuat Min Soo kembali tersenyum, karena senyum Oppanya sungguh manis. Hihihi

Min Soo benar-benar tersenyum dan bersyukur memiliki Eun Young dihidupnya, dia kemudian memeluk Eun Young erat dan menikmati malam ini dengan penuh cinta.


Mi Kyung yang bosan di kamar, berjalan-jalan di sekitar, dan setelah dia mersa cukup, diapun kembali ke kamar hotelnya. Disana telah menunggu Jae Hak, dan Mi Kyung sedikit terkejut melihat suaminya datang.
Mi Kyung mempersilakan Jae Hak masuk dan bahkan menyuguhkan minuman untuk Jae Hak. Dia tetap terlihat dingin di depan suaminya ini.


Mi Kyung pun bertanya apa yang ingin Jae Hak katakan sehingga datang menemuinya? Jae Hak menjawab kalau dia akan melakukan apapun yang Mi Kyung inginkan. “Jika kau ingin benar-benar bercerai, maka aku akan melakukannya. JIka hidup denganku membuatmu tak bahagia, maka aku akan menceraikanmu.”

Mi Kyung menatap tak percaya pada Jae Hak yang mengatakan itu padanya. Dia memang ingin bercerai, tapi apakah benar selama ini dia tak bahagia hidup bersama Jae Hak? Mi Kyung pun hanya mampu terdiam, dan belum mampu memutuskan apakah dia akan benar-benar melanjutkan perceraian ini, atau kembali memaafkan Jae Hak. Tidakkah selama ini kesabarannya cukup, dan bukankah dia merasa cintanya tlah mati untuk suaminya itu?

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar