Rabu, 05 Februari 2014

Sinopsis Winter Winds Episode 13 Part 2



Image Hosted by ImageShack.us
Akh! Udah jelas Man Do itu jahat! Tapi Jin sung tetap saja terlibat meminjam uang dari Man Do. Man Do mengatakan kalau itu tidak ada bunganya. Padahal di wajahnya ia terlihat licik. Dan bodohnya Jin Sung malah percaya. Aish!!!
Setelah Jin Sung pergi, ada seseorang yang datang dan Man Do berbisik agar pria itu memberitahuan pada bos Kim kalau Jin Sung sudah terlibat.
Man Doo kemudian pergi. Pria itu akan pergi juga, tapi Moo Chul mencegatnya, ia menanyakan apa yang dibicarakan Man Do dan Jin Sung. Tapi PRia itu tak memberitahukannya dan pergi.
Moo Chul terlihat curiga.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo keluar dari dalam rumah rahasia tapi masih dalam rumah kaca saat Young masuk ke dalam. Young bertanya apa yang dilakukan Soo malam-malam disana, apa Soo menyiram bunga?
Soo mengiyakan hal itu. Young kemudian bertanya apa Soo sudah menetapkan kemana mereka akan liburan. Soo mengatakan ia belum memikirkan tempat yang special. Young lalu mengajaknya liburan ke vila Sa Ri Myun di Gunung Ji Ri. -Gunung Ji Ri, jadi inget Gu Gamily Books, hahahha-
Soo terdiam. Young berkata kalau itu adalah tempat terakhir mereka liburan sebelum ayah dan ibu bercerai. Young bertanya apa Soo tak ingat?
Soo menatap Young dan berkata kalau ia tak ingat.

Image Hosted by ImageShack.us
Young berkata kalau Soo ingat hal yang tak berguna seperti permen kapas, tapi malah tak ingat akan hal itu.
Soo hanya bisa menjawab, begitulah.
Young berkata kalau itu di Sari Myun 6. Ia pergi kesana setelah ayah meninggal, tapi setelah itu ia tak pergi lagi.
Soo setuju, tapi setelah Young di operasi.
Young mengatakan mereka akan pergi besok. Karena ada kemungkinan ia tak akan bisa membuka matanya setelah operasi, kalau ia tak bisa hidup maka ia tak akan bisa pergi.

Image Hosted by ImageShack.us
Young berbalik akan pergi, dan tangannya menyentuh bunga kelinci domba. Ia teringat pertama kali ia, Soo dkk menanam bunga itu di rumah kaca. Young terlihat tak suka, ia mengambil bunga itu dan membuangnya. Soo terkejut.
Young mengatakan kalau bunga itu tak ada bau-nya, tidak penting. Ia melangkah dan menginjak bunga itu. Ia berjalan keluar rumah kaca. Soo hanya memandangi Young. Ia kemudian mengambil bunga itu dan meletakkan kembali ke dalam pot.
Image Hosted by ImageShack.us

Besok paginya mereka dalam perjalanan ke gunung Jiri.
Young membuka jendela mobil dan mengatakan kalau bau udara seperti wangi musim semi. Ia bertanya, musim dingin lalu terllau dingin, bukan?
Soo dengan serius menjawab tidak, karena Young bersamanya.
Young mengatakan meski Soo ada di sampingnya, anginnya tetap begitu dingin. Musim semi ini sama seperti musim dingin kemarin, sepertinya akan dingin.
Soo diam saja.

Image Hosted by ImageShack.us
DI rumah, ny. Wang mengatakan pada pengacara Jang kalau ia baru saja menelpon So RA. Dan So Ra mengatakan kalau dia sudah memberitahu Young semua tentang Oh Soo.
Ny. Wang khawatir dan menelpon Oh Soo. Ny. Wang menyuruh Oh Soo pulang karena Young sudah tahu tentang Oh Soo. Lagian belakangan Young bersikap aneh. Oh Soo memandang Young dengan wajah biasa saja, karena dia sudah tahu. Young bertanya siapa yang menelpon dan menyuruh Soo menutup telponnya. Soo mengatakan pada ny. Wang ia akan menelpon jika sudah sampai.
Young dengan dingin menyuruh Soo mematikan ponselnya karena mengganggu.
Soo menurutinya. Hal ini makin membuat ny. Wang khawatir.

Image Hosted by ImageShack.us
Ny. Wang panik dan mencari sesuatu. Pengacara Jang bertanya apa yang dicari oleh ny. wang. Ny. Wang mengatakan kalau Young bertingkah aneh. Ia sudah tahu kalau Oh Soo bukan kakaknya tapi tetap mengajaknya liburan.
Ny. Wang menemukan sesuatu di laci dan membacanya. Ia terkejut dan terduduk. Pengacara Jang bertanya ada apa. Ny. Wang mengatakan kalau Young semalam membuat surat wasiat baru dan akan memberikan semua hartanya ke yayasan sosial.
Pengacara Jang juga kaget, ia kemudian mendapat telpon.
telpon dari Myung Ho yang merasa Young aneh, karena Young mengiriminya SMS membatalkan pernikahan tanpa sepatah kata apapun. Dan bahkan meminta direktur Jung dan direktur Lim ikut pemilihan presiden, katanya dia tak akan ikut.
Pengacara Jang terkejut karena ia juga baru mendengarnya.
Ny. Wang masih berfikir. Ia bangkit dan menyuruh pengacara Jang mencari tahu kemana mereka liburan.
-Wah, apa yang terjadi? Apa Young berniat mati?-

Image Hosted by ImageShack.us
Young dan Soo melewati sebuah jalan yang tak di aspal, ada pohon disekitarnya.
-aku kayaknya tahu jalan ini, kok kayak jalan yang dilewati Hak Chan - Yoo Jung di R97 ya? Kayak jalan yang sering ada di saeguk drama, kalau nggak salah ada di Iljimae juga^^-
mereka terus jalan memasuki hutan namun terhenti dekat terowongan kecil. Soo mengatakan navigasi menyuruh mereka jalan terus, tapi jalannya di tutup dan tak bisa memakai mobil. Soo menawarkan apa Young mau jalan kaki?
Young berfikir kalau Soo akan mengajaknya kembali.
Soo mengatakan mereka sudah datang sejauh ini dan terlambat untuk kembali.

Image Hosted by ImageShack.us
Mereka keluar dari mobil. Soo menggendong Young di punggungnya dan mereka mulai menyusuri hutan.
Soo terus berjalan dan teringat perjalanan mereka mendaki gunung bersalju beberapa waktu yang lalu. Hm.......
Young bertanya apa Soo ingat perjalanan mereka terakhir kali kesini?
Soo tidak mengingatnya. Young mengatakan ia ingat semuanya. Soo bertanya apa menyenangkan bagi Young.
Young mengiyakan dan Soo mengatakan syukurlah karena Young senang.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo kelelahan dan mereka istirahat sejenak. Soo masih sesak nafas. Young mengeluarkan minuman dan memberikannya pada Soo. Sekilas Soo tersenyum dan meminum airnya.
Mereka kembali melanjutkan perjalanan dan akhirnya tiba di vila yang di tuju. Vila tua. Hheeehhe. Untung bukan horror^^
Young turun dan mengatakan Soo dalam masalah karena ia lapar. Soo mengatakan kalau mereka tinggal makan saja. Tapi ia baru sadar kalau disana tidak ada toko. Ya iya lah, hHAHHAH.

Image Hosted by ImageShack.us
Young memberitahukan dimana letak kunci dan Soo membuka pintunya.
Ia menatap kedalam vila, sangat tidak terawat, banyak sarang laba-laba.
Soo melihat-lihat kedalam dan menyadari kalau tempat itu tak layak ditinggali.
Ia menemui Young diluar, mengajakanya ketempat lain saja. Tapi Young menolak. Soo mengatakan tak ada yang bisa dimakan disana. Young bersikeras, meski begitu ia tetap akan tinggal disana.
Soo menghela nafas dengan kekeras kepalaan Young.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo sedang berusaha memotong kayu dengan kampak. Tapi ia gagal terus. Young hanya melihatnya dan berkata kalau ayah sangat pandai memotong kayu. Soo mengatakan kalau ini pertama kali baginya.
Young mengatakan kalau Soo tidak punya kekuatan.
Soo kesal dan mengatakan kalau ini bukan masalah kekuatan, tapi teknik.
Young mengatakan kalau begitu Soo tak punya teknik.
Soo makin kesal, tapi ia mencoba lagi dan berhasil, ia mengatakan ia sudah tahu tekniknya. Dan untuk kayu berikutnya ia berhasil lagi.
Young tersenyum melihatnya.

Image Hosted by ImageShack.us
-Diiringi dengan lagu Kim Boa-Tears Falling versi acoustik, rasanya cocok banged-
Hari pun sudah sore dan Soo harus meninggalkan villa mencari makanan. Ia sedikit khawatir Young sendiria n di villa.
Soo dengan cepat turun gunung menuju mobilnya, saat ia sampai hari sudah malam. Sementara Young di villa sendirian, merenung.
Soo melaju dengan mobilnya ke desa untuk membeli makanan.

Image Hosted by ImageShack.us
Ny. Wang mencari tahu kemana mereka liburan dan mengajak pengacara Jang ikut ke ruang rahasia. Pengacara Jang cukup terkejut dengan ruangan itu. Ny. Wang menghela nafas karena ia tak menemukan tempatnya.
Ny. Wang menemukan kertas yang tertulis huruf braile. Ia mengambil dan membacanya. Pengacara Jang bertanya apa itu.
Ny. Wang menjawab itu surat yang ditulis Oh Soo untuk Young. Oh Soo sudah tahu kalau Young tahu siapa dia sebenarnya.
Pengacara Jang terkejut. Ny. Wang makin bingung, jika mereka berdua tahu, kenapa mereka pergi liburan?

Image Hosted by ImageShack.us
Pengacara Jang mengatakan kalau ia yakin Oh Soo peduli pada Young. Dan minta ny. Wang jangan terlalu khawatir.
 Pengacara Jang kemudian melihat sekitarnya lagi dan menghela nafas, apa yang sebenarnya dilakukan Young si ruangan itu sendirian.
Ny. Wang khawatir dan ia duduk, ia hampir menangis, Young benarbenar akan baik-baik saja, kan?
mereka berdua menghela nafas. Pengacara Jang melihat ada foto Oh asli disana, ia mengambilnya dan terlihat sedih.
Hikzzzzzzzzzz.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo tiba di gunung lagi, ia keluar dari mobilnya membawa makanan dan berlari ke atas gunung. Ia berhenti sejenak dan melihat jam di Hp nya, pukul 9.42.
Ia akhirnya tiba di villa dan membuka pintu memanggil Young, tapi Young tak ada di perapian, Ia panik. Ia memanggil nama Young dan mencarinya.
Ia lega saat melihat Young ada di kamar. Young mengatakan kalau Soo pergi 3 jam 30 menit.
Soo tersenyum dan mengajak Young makan.

Image Hosted by ImageShack.us
Young di perapian sedangkan Soo memasak. Soo mencoba rasanya dan ia bilang ini lumayan. Ia menyuruh Young mencoba nya apakah sudah dibumbui dengan pas atau belum. Young menolak. Soo mengatakan Young tidak boleh protes nanti. Young mengatakan jika Soo mirip ayahnya, maka sup pasta kacang buatan Soo pasti enak.
Soo menatap Young.
Young melanjutkan kalau terakhir mereka datang kesana, sup buatan ayahnya sangat enak. Bukankah waktu itu kau menanyakan resep rahasia ayah? Kau tak ingat?
Soo mengatakan kalau ia tak ingat, tapi ia yakin sup buatannya rasanya pasti enak.
Young diam saja.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo membawakan Young kopi. Young mengatakan dihari itu ayahnya membuatkan ibu kopi dan ibu menunggu di perapian seperti dirinya sekarang. Soo bertanya apa saat itu mereka akur.
Young tidak menjawab, ia menyuruh Soo pergi saat ia di operasi. Tapi Soo mengatakan ia akan pergi sepelah Young selesai di operasi.
Tapi Young menyuruh Soo pergi setelah mereka kembali ke Seoul.
Soo menatap Young dan mengatakan ia akan mengurusnya sendiri.
Soo meminta Young menceritakan tentang ayah dan ibu. Saat mereka minum kpoi bersama, lalu apa yang Young dan dia lakukan? Apa pura-pura tidur dan bermain di bawah selimut?
Young menjawab, tidak. Kita menangis di dalam kamar. ayah dan ibu berteriak dan berkelahi disini. "Aku berselingkuh karena kau membuatku kesepian. Tidak, kau selalu seperti itu." Perkelahian itu terus berlanjut hingga pagi. Lalu, Ibu dan Ayah memanggil kau dan aku keluar di pagi itu. "Mulai sekarang Soo akan tingal dengan Ibu. Young akan tinggal dengan Ayah."

Image Hosted by ImageShack.us
Soo menatap Young dengan sedih. Young menenangkan dirinya dengan meneguk kopinya. Young melanjutkan, Semua yang kuberitahu padamu hari ini, semuanya bohong. Dari awal, ayah menebang kayu, membuat sup kita bersenang-senang. Sama sekali tak seperti itu. Hari itu sama seperti hari ini. Tidak, seperti beberapa hari yang lalu. Itu hari-hari yang sangat mengerikan.
Soo menatap Young lagi, bahkan saat Young mengalihkan pembicaraan, dan kali ini mengenai dirinya.
Young bertanya,  Oh Soo yang ditinggalkan di bawah pohon, apa impiannya? Apa sejak awal dia selalu menipu? Karena dia ditinggalkan di bawah pohon apa dia membuat semua orang di dunia ini menjadi musuhnya, apa dia seperti katamu, sejak lahir sudah seperti sampah?
Soo terlihat terluka menatap Young yang menatap dirinya dengan dingin.
Soo mengatakan ia ingin minum alkohol tapi Young menolak.
Soo mengatakan ia yang akan meminumnya.

Image Hosted by ImageShack.us
mereka duduk di perapian lagi. Young bertanya apa impian Oh Soo si penipu sejak kecil.
Dengan pelan Soo menjawab, Tukang kayu. Petani. Nelayan. Insinyur. Apapun kecuali penipu atau penjudi. Bukan begitu dari awal. Tapi sejak aku bertemu denganmu.
Young mengatakan kalau mereka membicarakan tentang Oh Soo si penipu. Soo dengan tenang menjawab kalau dia membicarakannya sekarang, tentang dirinya.
Young memandangi Oh Soo dengan mata berkaca-kaca. Soo minta mereka menghentikannya, karena Young sudah tahu siapa dirinya.
Young mengatakan ia tahu, Oh Soo si penipu yang membutuhkan uang 7,8 juta won. Kenapa tidak melanjutkannya, aku ingin melihat seberapa jauh kau menipuku. Aku ingin mendengar alasanmu.
Soo menatap Young dengan sedih dan mengatakan kalau ia tak punya alasan, ia tahu ia menyakiti Young.

Image Hosted by ImageShack.us
Young menyiram wajah Soo dengan air. Ia menangis. Daripada mengucapkan kata-kata itu, jika kau bilang saja padaku ketika kau kecil, luka yang kau terima karena kau ditinggalkan seperti sampah, membuatmu hidup seperti sampah, melebihi orang buta seperti aku, bahwa kau lebih terluka kata-kata itu lebih menghibur bagiku. Kau tahu aku mencintaimu. Tapi kau masih membodohiku. Bila kau bilang membodohiku sama sekali tak menarik itu akan lebih baik.
Soo menatap Young dengan sedih. Hatinya terluka dan ia tak bisa mengatakan apapun.
Young masih bicara dan terus menangis, Dari semua alasan aku tak bisa memaafkanmu, alasan terbesarnya adalah sekarang ini aku, kematian Oppa yang kurindukan, sebanyak aku merindukan Ibuku, karena kau, aku bahkan tak bisa berduka. Mencintai penipu sepertimu, salahkan saja pada kebutaanku. Meskipun aku membencimu hingga ke tahap aku ingin membunuhmu. Tak peduli betapa keras aku memikirkannya, tak ada yang bisa dilakukan orang buta seperti aku. Kau membodohiku dengan baik selama ini.

Image Hosted by ImageShack.us
Young berdiri dan akan meninggalkan Soo. Tapi Soo menahannya dan memegang tangannya, Young menepisnya dan menampar Soo.
Soo tampak tak bisa melepaskan Young begitu saja, ia memeluk gadis itu dengan erat meskipun Young berusaha lepas, ia tetap tak bisa.
Young terus meronta dan akhirnya Soo memaksa mencium Young.
Young mencoba melepaskan diri, tapi Soo melakukannya lagi, sampai akhirnya Young tenang, Soo melepaskan ciumannya.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo terlihat merasa bersalah telah melakukan hal itu. Ia bahkan tak punya kekuatan untuk menyentuh bahu Young lagi. Young masih shock dan ia melepaskan tanganya dari jas Soo. Young menghela nafas dan mengatakan kalau sekarang, mereka benar-benar sudah berakhir.

Image Hosted by ImageShack.us
Young menangis dan perlahan ia berjalan menjauhi Soo. Young juga tampak terluka, ia berjalan tapi kakinya gemetar. Soo melihatnya dan menangis.

Image Hosted by ImageShack.us

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar