Senin, 10 Februari 2014

Sinopsis One Warm Word Episode 10 Part 1

Sebelum berangkat ke SU Elektronik, Sung Soo mendapat telepon dari ibu mertuanya. Dia pun menerima panggilan itu, dan Na Ra bersyukur karena Sung Soo mau menerima telepon dari dia. Sung Soo bertanya apa ada masalah? Na Ra menjawab, ini tentang Yoon Jung, lebih baik Yoon Jung tinggal lagi di rumahnya malam ini, karena sepertinya ini bukan waktu yang tepat membawa Yoon Jung pulang.
Sung Soo pun setuju dan berterima kasih pada ibu mertuanya yang mau membantunya menjaga Yoon Jung.
Na Ra juga berpesan agar Sung Soo tetap kuat, dan ga lupa makan serta tetap ingat pada Yoon Jung.

Setelah telepon dengan ibu mertuanya usai, Sung Soo teringat akan keinginan Yoon Jung, yang ga ingin berpisah dengannya dan Eun Jin sampai mati. Yoon Jung yang ingin keluarganya tetap bersama.


Kini Sung Soo sudah berada satu lift dengan Jae Hak, laki-laki yang mampu membuat istrinya berpaling. Di dalam lift, Sung Soo terus menatap Jae Hak, dan Jae Hak yang merasa diamati hanya melirik sedikit pada Sung Soo. Mungkinkah Jae Hak sudah merasa Sung Soo adalah suami Eun Jin?

Walau tangan Sung Soo terkepal dengan erat, dia tetap menahannya, dan tak ingin menghajar Jae Hak disini. Jae Hak adalah CEO, jika sampai dia tertangkap menghajar sang pemimpin SU Elektronik, maka bisa saja dia berakhir di penjara.

Setelah keluar lift, Sung Soo terus mengikuti Jae Hak dibelakangnya. Terus berjalan tanpa Jae Hak merasa. Sung Soo berkali-kali menahan emosinya, dan saat dia memilih untuk berbalik pergi, terdengar suara yang memanggilnya.
Sung Soo menoleh ke sumber suara, dan dia melihat Yoo Jae Hak lah yang tadi menyebutkan namanya.

Sung Soo langsung mendekati Jae Hak, dan Jae Hak bertanya bisakah mereka bicara diatap saja, dan tidak di kantor? Sung Soo berkata, apa ini seperti Rooftop After School (Film) ? Jika memang mengganggu maka mereka bisa keluar. Jae Hak pun akhirnya menurut.


Setelah di dalam ruang Jae Hak, mereka duduk dan Sung Soo masih mencoba menahan amarahnya. Dia berusaha untuk tenang agar tak lepas kendali. Jae Hak menawarkan minuman untuk Sung Soo, namun Sung Soo langsung berkata apa menurut Jae Hak hubungan mereka ini adalah hubungan dimana mereka bisa nyaman berbicara sambil minum?

Sung Soo kemudian berdiri dan berkata dia tidak punya apa-apa untuk dikatakan, jadi dia memilih pergi saja. Dia hanya ingin tahu pria seperti apa Jae Hak.
Jae Hak pun ikut berdiri, lalu Sung Soo berkata dia ingin tanya satu hal pada Sung Soo.
Apa sekarang Jae Hak masih berhubungan dengan istrinya?

Jae Hak menjawab tidak dengan jujur. Sung Soo juga bertanya sebelumnya Jae Hak juga pernah menelpon istrinya larut malam kan? Jae Hak membenarkan, dan Sung Soo bertanya lagi, lalu kenapa Jae Hak langsung menutup telepon saat itu?
Jae Hak hanya bisa meminta maaf.

Sung Soo yang mendengar kalimat maaf Jae Hak, menjadi kesal. Bersikap sopan saat berhadapan dengan pencuri membuatnya jijik.
Jae Hak langsung bertanya apa Sung Soo ingin memukulnya?
Sung Soo berkata dia tahu kok kalau kecelakaan mobil yang dia alami adalah ulah istri Jae Hak. Dia juga paham mungkin Jae Hak menyimpang sifatnya karena ga tahan punya istri yang Psycho. Walaupun begitu, tidak seharusnya Jae Hak melakukan hal tersebut.

Jae Hak benar-benar meminta maaf untuk kecelakaan itu. Sung Soo yang semakin kesal bertanya jika Jae Hak ga bisa menangani istri Jae Hak, kenapa harus main dengan wanita lain?


Jae Hak meminta Sung Soo hanya berbicara tentang mereka saja. Sung Soo menjawab, dia dan Jae Hak ga akan pernah menjadi kita. Sung Soo geram dan langsung mencengkeram kerah jaket Jae Hak. Dia bahkan sudah siap melayangkan tinjunya pada wajah Jae Hak. Tapi entah mengapa dia tak jadi melakukannya. Tangannya yang sudah terkepal itu hanya terdiam saja di udara.

Saat Sung Soo akan berlalu pergi, Jae Hak kemudian berkata mengingatkan tentang perselingkuhan Sung Soo dulu. Bukankah Sung Soo juga pernah melakukannya?


Sung Soo terdiam mendengar kata-kata Jae Hak itu, merasa sudah tak mampu menahan amarahnya, Sung Soo langsung menghajar Jae Hak keras. Lucunya, setelah memukul Jae Hak, Sung Soo merasa sakit di tangannya, dan mengernyit sambil memandang tangannya itu. Sedang Jae Hak terlempar aman di atas sofa. Hanya ada darah disudut bibirnya.


Sung Soo kali ini berada di kedai minuman. (Kalau di jawa ada Hik…hihihi)
Dia menikmati Sojunya seorang diri, ingatannya kembali pada kalimat Jae Hak yang juga tahu tentang perselingkuhannya. Mengingat itu Sung Soo semakin terluka.

Tapi dia juga teringat akan jawaban Eun Jin yang tak percaya pada perubahan manusia. Saat itu dia dengan yakin mengatakan pada Eun Jin bahwa dia akan berubah. Dia akan jadi ayah dan suami yang baik. Dia akan menempatkan pekerjaan dan keluarga dengan adil.

Sung Soo berteriak-teriak sendiri menganggu pengunjung lain. Kemudian tiba-tiba dia langsung membalik mejanya, membuat pengunjung lainnya semakin takut. Sung Soo bahkan menyuruh semua pergi. Dia juga membalikkan meja pengunjung lain, dan membuat pengunjungpun memilih pergi.


Na Eun Jin tergesa-gesa menuju kantor polisi, disana ternyata ada suaminya yang tengah mabuk dan dilaporkan mengacau. Eun Jin menemui petugas dan berkata dialah istri Sung Soo. Polisi pun mempersilakan Eun Jin membawa Sung Soo pulang.


Sung Soo berjalan tanpa mau dibantu Eun Jin, walau dengan sempoyongan, dia terus berjalan. Dia bahkan menepis tangan Eun Jin yang coba memegangnya.
Sung Soo kembali menatap Eun Jin, dan bertanya apa benar Eun Jin tidur dengan laki-laki itu?

Eun Jin bertanya balik, kenapa hal itu sangat penting? Sung Soo menjawab, akan lebih baik jika Eun Jin tidak tidur dengan pria itu. Dia rasa akan lebih mudah saat menerimanya.
Eun Jin pun berkata dia tidak tidur dengan laki-laki itu.

Sung Soo tak percaya dan berkata sekarang Eun Jin sudah pintar berbohong.
Sung Soo melangkah dan Eun Jin mengikuti dari belakang. Sung Soo menjadi kesal dan bertanya kenapa Eun Jin malah mengikutinya? Eun Jin menjawab jika Sung Soo ga mau pulang bersamanya, dia akan panggilkan taksi untuk Sung Soo.

Sung Soo malah berteriak dan bertanya bagaimana bisa Eun Jin melakukan ini padanya?Eun Jin hampir menangis, dan Sung Soo menyuruh agar Eun Jin ga menangis. Dia ga suka melihatnya.

“Jangan menangis brengsek.”

“Maafkan aku.”


Sung Soo benar-benar rapuh, dia ikut menangis dan tak kuasa menahan berat tubuhnya. Dia terduduk dan berkata “Rasanya terlalu sakit. Terlalu sulit. Apakah yang aku lakukan begitu salah? Aku tidak mengatakan bahwa aku baik, tapi bagaimana bisa. Bagaimana bisa kau melakukan itu?”

Eun Jin ikut menangis, tapi kemudian Sung Soo bertanya bisakah mereka hidup bersama? Eun Jin terpana mendengar pertanyaan itu. Diapun berbalik menatap Sung Soo. Tapi Eun Jin sama sekali tak menjawab. Sedang Sung Soo semakin menangis terisak-isak, sambil terus mengucap nama Eun Jin.
Eun Jin yang mendengarnya ikut merasa sakit. Dia ikut sedih dan terluka. Tak ingin melihat Sung Soo seperti ini.


Yoo Jae Hak sudah pulang ke rumahnya, dan Madam Choo lah yang menyambut anaknya pulang. Melihat luka di sudut bibir Jae Hak membuat Madam Choo cemas dan bertanya. Jae Hak menjawab dia hanya terluka karena berolahraga tadi.

Mdam Choo kemudian mengadu tentang Mi Kyung yang mulai tak peduli padanya. Mi Kyung bahkan tak peduli jika sesuatu terjadi padanya. Contohnya saja, Mi Kyung sampai detik ini belum memberikannya vitamin.
Jae Hak menjawab, kalau nanti dia yang akan membawakan vitamin untuk ibunya.

Madam Choo menolak, karena jika Mi Kyung ga bisa membawakan vitaminnya, maka dia bisa sendiri. Dia hanya merasa Mi Kyung benar-benar mulai gila sekarang.


Saat Jae Hak melangkah menuju kamar,dia berpapasan dengan Mi Kyung, dan Jae Hak meminta Mi Kyung menyiapkan makanannya. Mi Kyung reflek hampir menjawab iya, tapi kemudian dia berbalik dan berkata, tadi hampir saja dia mau disuruh Jae Hak untuk menyiapkan makanan, dia rasa tadi dia sedang bingung. Jae Hak paham penolakan istrinya, dan menjawab jika Mi Kyung ga mau, ya ga apa-apa.

Mi Kyung pun bertanya kenapa dengan bibir Jae Hak? Jae Hak mengaku kalau dia habis dipukul. Mi Kyung bertanya lagi, siapa yang memukul Jae Hak? Jae Hak hanya menjawab jika banyak yang membencinya, bahkan Mi Kyung juga termasuk orang yang membencinya.
Mi Kyung dengan nada tak suka berkata jangan seperti itu, dia hanya ga ingin Jae Hak hancur.

“Aku ga akan hancur, hanya karena orang-orang membenciku”

Jae Hak pun berlalu, tapi Mi Kyung bertanya Jae Hak mau kemana? Jae Hak menjawab kalau dia hanya ingin tidur dengan nyaman. Dengan nada sinis, Mi Kyung melarang Jae Hak melakukannya. Tapi kemudian, Mi Kyung berkata tidurlah dikamar mereka, dan jangan di ruang kerja karena Jae Hak tetap harus tidur disampingnya.

“Tidurlah sambil menyesali hidupmu. Aku masih tidak stabil, dan masih tak bisa memaafkanmu.”

Jae Hak tak membantah, dan berkata dia akan melakukan apa yang Mi Kyung mau.


Laparnya Jae Hak tak bisa ditunda lagi, dia pun berniat membuat ramen untuk dimakannya malam ini. Karena memang biasanya, dia selalu menjadi raja. Saat makan, maka sudah ada makanan yang bisa dimakannya, tapi kali ini dia kelimpungan saat membuat mie. Jae Hak gmenunggu air mendidih, dan mulai mencicipi ramen mentahnya. Ternyata dia merasakan ramen ini tetap enak walau tanpa dimasak.

Akhirnya tanpa menunggu lagi, Jae Hak mencampur semua bumbu mie, meratakannya, dan langsung memakannya tanpa dimasak terlebih dulu.
Dia menikmati makan malamnya itu dengan ditemani sebotol bir.

*Jadi inget waktu diasrama, kalau tengah malam kelaparan, juga makan mie tanpa dimasak dulu..hihihi..


Di dalam kamarnya, Mi Kyung teringat akan kalimat Min Soo saat dia mabuk waktu itu, sepertinya kalimat itu mampu membuat Mi Kyung berubah fikiran akan menyiapkan makan malam untuk Jae Hak. Apakah ini tanda Mi Kyung sudah mencair hatinya?


Mi Kyung menuju dapur dan berkata pada suaminya, kalau dia akan membuatkan makan malam untuk Jae Hak, jadi tunggu sebentar. Jae Hak yang sudah menghabiskan ramen mentahnya tadi menjawab kalau dia sudah kenyang. Sudah lama dia ga pernah makan ramen mentah, jadi dia lumayan menikmatinya.

Mi Kyung bertanya apa itu menyenangkan? Jae Hak menghela nafas dan berkata apa dia melakukan kesalahan lagi? Mi Kyung menjawab tidak, kemudian Jae Hak pun akan melangkah ke kamar. Tapi Mi Kyung berkata kalau waktu mereka selalu ga cocok.
Jae Hak pun menghentikan langkahnya.

“Aku turun dengan berfikir setidaknya aku harus memberimu makanan dan melakukan tugasku..tapi sekarang ternyata kau tidak butuh makanan, dan aku terlambat. Seharusnya aku menyiapkan makanan, ketika kau minta.”

Jae Hak menjawab, sekarang Mi Kyung terlihat lebih seperti Mi Kyung yang dia kenal, bukan Mi Kyung yang aneh beberapa minggu terakhir ini.
“Aku rindu..kau yang seperti ini.”


Jae Hak memegang pundak Mi Kyung dan berkata lembut “Karena kau yang seperti ini, aku tidak bisa melepasmu. Tapi aku merindukan masalah yang kau buat untuk menjadi seperti sekarang.”

Mi Kyung menjawab kalau dia muak pada dirinya sendiri. Dia muak karena dia melalui semua ini dengan cepat, dan dengan suasana hati yang berubah-ubah. Bahkan dia selalu mengingatkan dirinya, untuk tidak selalu memikirkan dan membicarakan tentang Jae Hak.

“Kau membuatku sakit sebelumnya..”

Jae Hak pun hanya mampu memeluk Mi Kyung. Saat berpelukan ini, dia mengingatkan Mi Kyung agar Mi Kyung tidak boleh melupakan apa yang pernah dia katakan tadi.
Mi Kyung menjawab “Bagaimana mungkin aku lupa? Aku tidak bisa melupakan apapun.”


Jae Hak semakin erat memeluk istrinya, mungkinkah dia merasa bahwa memang Mi Kyung lah wanita yang dia butuhkan untuk mendampinginya. Untuk mengembalikannya lagi ke jalan yang benar. Mi Kyung sendiri, tidak membalas pelukan Jae Hak. Dia hanya diam, tanpa ekspresi.


Namun, entah mengapa, suasana malam itu, membawa Jae Hak dan Mi Kyung berakhir di ranjang. Berakhir dengan saling menyatukan tubuh mereka. Mi Kyung terlihat tak menolak saat Jae Hak mencumbunya.


Setelah mereka selesai mencapai kenikmatan, Jae Hak pulas tertidur, sementara itu Mi Kyung tak mampu memejamkan matanya. Apakah dia menyesal melakukan hubungan tadi bersama suaminya.

Mi Kyung bangkit dan berkata bagaimana.
Jae Hak membuka matanya, dan bertanya balik apanya yang bagaimana?

“Dia dan aku..siapa yang lebih kau suka?”

Jae Hak mulai kesal dan diapun ikut bangkit dari tidurnya, dan berkata dia jadi bingung akan apa yang harus dia lakukan pada Mi Kyung.
Mi Kyung menjawab dia juga ga tahu.
Dia pun bertanya apa setelah hari itu Jae Hak menelpon Eun Jin?
Jae Hak menjawab tidak, dan Mi Kyung bertanya lagi kenapa tidak? Bukankah Jae Hak pasti merindukan wanita itu?

Karena sudah sangat kesal, Jae Hak memilih menghentikan semua ini. Dia pun beranjak pergi meninggalkan Mi Kyung.


Setelah hanya sendiri, Mi Kyung berkata sendiri kalau sebenarnya dia juga ingin menghentikan ini semua.

“Apa yang harus aku lakukan jika aku ternyata jauh lebih murahan daripada dia. Apa yang harus aku lakukan, ketika aku membiarkanmu memegangku, sementara aku belum bisa memaafkanmu. Bahkan sekarang, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri. Aku benci diriku sendiri. Kau tidak akan mengerti, bahkan jika kau bangkit kembali dari kematian. Kau juga tidak akan mengerti aku yang masih mencintaimu.”


Na Eun Jin, pagi hari ini membuang sampah di TPS dan tetangga yang melihatnya kembali bergosip. Mereka berbisik-bisik tentang perselingkuhan Eun Jin, dan langsung tergesa-gesa pergi ketika Eun Jin menatap mereka.


Saat Eun Jin sudah sampai di lantai kamarnya, dia melihat ibunya datang. Na Ra beralasan ingin menyampaikan sesuatu pada Eun Jin makanya datang kesini.
Merekapun masuk ke dalam rumah, dan duduk berhadapan. Na Ra memang terlihat enggan bertemu dan berbicara dengan putrinya, karena rasa kecewa yang teramat sangat.

Na Ra berkata sebanyak apapun dia memikirkan Eun Jin, dia tetap tak mengerti akan perbuatan yang Eun Jin lakukan.

“Tapi karena aku orang tuamu, bahkan jika orang lain melempar batu padamu, aku akan tetap melindungimu. Tapi aku benar-benar berfikir ini kotor, dan aku tidak menyukainya.”

Eun Jin menjawab kalau dia mengerti, dan Na Ra pun berkata bahwa dia lebih mengkhawatirkan Sung Soo daripada Eun Jin, karena bisa saja Sung Soo melakukan sesuatu dengan gegabah.
Dia juga ga tahu, apa baik untuk Eun Jin dan Sung Soo hidup satu atap seperti ini.

Eun Jin meminta agar ibunya ga usah khawatir, karena dia tahu seberapa batas kemampuan. Na Ra kemudian mengingatkan bahwa yang terpenting saat ini adalah Yoon Jung. Yoon Jung bahkan lebih terlihat dewasa daripada usia Yoon Jung saat ini.

Na Ra pun bilang, dia ga bisa berbuat apa-apa jika Eun Jin memilih merusak hidup Eun Jin, tapi jangan rusak hidup cucunya. Jadi dia mau Eun Jin mengatakan pada Yoon Jung, kalau Eun Jin akan ke luar negeri selama beberapa hari. Sampai, Eun Jin dan Sung Soo menyelesaikan masalah ini.
Eun Jin hanya mampu mengucapkan terima kasih, karena bagaimanapun ibu tetap memperhatikannya.

Saat Na Ra berdiri dan bersiap pulang, Eun Jin bertanya apa ibunya sudah mau pulang? Na Ra menjawab dia memang harus segera pergi, tapi kemudian Na Ra bertanya, apa wanita di kelas memasak yang tidak menyukai Eun Jin adalah wanita yang berhubungan dengan masalah ini? Eun Jin membenarkan.

Eun Jin pun juga bilang, pasti sulit bagi wanita itu untuk terus melihatnya. Na Ra pun berkata ternyata wanita itu juga ga normal. Maksudnya, menjadi terlihat normal pada situasi seperti itu, adalah sesuatu yang malah tidak normal. Eun Jin pasti membuat banyak orang kaget dan kecewa. Diapun juga terkejut dan sangat kecewa.


Di luar pintu kamar putrinya, Kim Na Ra hanya mampu menangis terisak.


Sementara itu, Mi Kyung mendapatkan kiriman bunga besar dari entah siapa. Madam Choo yang sedang menikmati minumannya berkata bunga itu pasti dari Jae Hak.

Mi Kyung melihat kartu yang terselip di bunga itu, dan heran karena ternyata bunga itu dari Young Kyung, temannya di kelas memasak.

Young Kyung menulis “Aku ada di pihakmu. Penggemarmu selamanya. Young Kyung.”


Na Eun Jin datang ke apartemen Choi Anna, dimana disana Young Kyung lah yang membukakan pintu.
Young Kyung muak melihat Eun Jin, dan malas beramah tamah dengan temannya ini.

Anna berkata kalau dia juga terkejut, kenapa Young Kyung menyuruh mereka berkumpul. Young Kyung menyuruh Eun Jin untuk duduk dan akan memberitahu mereka semua.

Young Kyung memang terkenal dengan kalimat pedasnya bertanya pada Eun Jin, apa Eun Jin tahu kenapa Mi Kyung ga ada disini? Eun Jin tahu, kalau Young Kyung akan mempermalukannya atas masalah yang sedang dia hadapi sekarang.

Kemudian Young Kyung mengeluarkan artikel dimana Eun Jin penulisnya. Artikel saat Eun Jin mewawancarai Yoo Jae Hak, suami Mi Kyung.
Young Kyung kemudian berkata saat Mi Kyung mengenalkan Jae Hak sebagai suami, saat itu dia melihat Mi Kyung, Eun Jin, dan Jae Hak terlihat aneh, makanya dia mencari tahu.
Ji Hye dan Anna langsung menatap tak percaya pada Eun Jin akan fakta bahwa Eun Ji n berselingkuh dengan suami Mi Kyung.

Young Kyung yang kecewa pada Eun Jin, merasa Eun Jin mengkhianatinya. Eun Jin berdiri dan berkata lebih baik dia pergi sekarang. Tapi, tanpa disangka Young Kyung menyiram wajah Eun Jin dengan air. Membuat semua kaget, namun sama sekali tak melerai atau melakukan sesuatu.


“Seharusnya kau yang basah hari itu, bagaimana bisa kau tidur dengan orang lain, dan tetap menunjukkan wajah cerah dan tersenyum tanpa bersalah?”

Ji Hye menyuruh Young Kyung berhenti karena Young Kyung sudah melewati batas. Ji Hye pun bertanya pada Anna, apa alasan Mi Kyung bergabung dengan kelas memasak mereka karena hal itu? Anna yang benar-benar ga tahu, ikut syok, dengan pertanyaan Ji Hye. Apakah itu benar?

Young Kyung kembali berkata bahwa dia sangat yakin alasan Mi Kyung iut kelas memasak karena sudah tahu Eun Jin selingkuh dengan Jae Hak. Mi Kyung memang membenci Eun Jin dari awal. Ji Hye malah berkata kalau Mi Kyung benar-benar wanita yang menakutkan, dia jadi menggigil jika dekat dengan Mi Kyung sekarang ini.

Young Kyung membela Mi Kyung dengan berkata, apa ada yang bisa terlihat normal jika mengalami hal semacam itu?
Eun Jin tanpa berkata apapun, melangkah pergi, namun Young Kyung masih berkata pada Eun Jin, agar Eun Jin ga memberitahu orang-orang, jika Eun Jin pernah satu sekolah dengannya, karena dia malu mempunyai teman seperti Eun Jin.


Na Eun Jin keluar rumah Anna dengan rasa sakit yang teramat sangat, tak ada yang keluar untuk menghiburnya atau bertanya apakah dia baik-baik saja. Dia memang sdah ditinggalkan oleh semua. Eun Jin sudah mendapatkan hukumannya, lebih dari air yang Young Kyung siram padanya tadi. Ini cukup menusuk hatinya. Membuat perasaan bersalah dan menyesal itu semakin besar.
Na Eun Jin hanya mampu menangis, dan terus menangis, dia terisak sendiri dalam kepedihannya.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar