Rabu, 05 Februari 2014

Sinopsis Winter Winds Episode 11 Part 1



Image Hosted by ImageShack.us
Young mengerti Soo tak mau bicara dengannya, ia akan keluar kamar saat Soo mengatakan ia terluka. Young terkejut dan berbalik lagi ke arah Soo.
Soo mengatakan matanya terluka, bibirnya dan ia berdarah. Tapi, Young bahkan tak bisa melihatnya. Tidak, kau bahkan tak berusaha untuk melihat. Karena kau takut operasi. Kau mengabaikan mata dan otakmu.
Young mendekati Soo dan bertanya kenapa Soo terluka. Young mengulurkan tangannya untuk mengetahui dimana yang terluka.
TApi Soo menepiskan tangan Young dengan kasar. AIGOOO!
Soo masih kesal ternyata, Kau tak mau melihatku, bukan?
Young terdiam.
Soo bertanya lagi, kau bilang ingin melihatku, itu bohong bukan?
Young merasa terluka dan akhirnya membenarkan kalau ia berbohong.
Young akan pergi meninggalkan Soo, tapi Soo menariknya dan menyandarkan Young ke dinding.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo mengatakan kalau ia muak dengan kebohongan Young. Jadi ia akan pergi dari rumah ini.
Young mulai menangis, kenapa kau datang? Sejak awal kau sudah merencanakan ini?
Soo berkata dengan serius, ia tak pernah merencanakan hal itu. Tapi jika aku tahu kalau kau begini egois, sejak awal aku seharusnya tidak datang. Aku juga menyesal.
Young menangis mendengar hal itu, ia bertanya sebenarnya apa yang diinginkan Soo darinya.
Soo menjawab, kata-kata ingin hidup. Keinginan untuk hidup.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo memandangi Young dengan serius, namun kali ini matanya mulai berkaca-kaca. Young menangis lagi, Lalu apa yang akan berubah? Aku tak bisa hidup. Apa kau tidak berpikir aku akan merindukanmu? Tidak, aku akan merindukanmu. Sejak di hari kau datang, aku merindukanmu setiap hari. Lalu apa? Aku tak bisa melihat. Aku juga takut mati. Kenapa kau terus menerus membuatku lemah seperti ini? Kenapa kau terus menerus membuatku ingin hidup?
Young menangis. Soo menatapnya dan hampir menangis juga.
Dan percakapan itu terdengar oleh ny. Wang yang ternyata ada diluar kamar Soo.
Soo bertanya, apa Young ingin hidup?
Tapi Young tetap menjawab, ia tak ingin hidup.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo kesal. Ia mengambil jaketnya dan berjalan keluar kamar. Young terkejut, ia mulai panik dan bertanya Soo akan kemana? Ia tak membiarkan Soo meninggalkannya. Soo keluar kamar dan melihay ny. Wang disana. Soo terus melangkah. Young mengikutinya dan menyadari ada ny. Wang disana. Young meminta Ny. Wang memabntunya tapi ny. Wang menyuruh Young membiarkan Soo pergi.
Young tak mau dan mengikuti Soo sendirian sambil terus meminta Oppa-nya jangan pergi.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo tiba di halaman dan masuk ke dalam mobilnya. Beberapa saat kemudian Young juga tiba di sana sambil terus meminta Oppa-nya jangan pergi. Tapi Soo tidak mendengarkan, ia menyalakan mobil dan meninggalkan Young sendirian.
Young panik dan terus memanggil Oppanya, ia teringat bagaimana Soo dan ibunya meninggalkannya dulu.
Tapi ia tak bisa berbuat apapun. Young menangis sedih.

Image Hosted by ImageShack.us
Young akhirnya berbalik dan berjalan kembali ke rumahnya dengan langkah kecil. Ia terus menangis sedih. Tapi kemudian mobil Soo kembali ke rumah itu membuat Young kaget. Soo membuka kaca dan menyuruh Young masuk ke dalam mobil.
Tapi Young ngambek, ia masih menangis dan tak mau naik. Nyonya Wang yang menyusul mereka akhirnya membukakan pintu dan menyuruh Young masuk. Tapi Young tidak mau, dan akhirnya setelah dibujuk Ny. Wang, Young masuk ke dalam mobil.
Ny. Wang memberikan sepatu dann mantel pada Young. Soo heran melihat tingkah ny, Wang. Tapi Ny, Wang tidak mengatakan apapun. Dan menutup pintu mobil.

Image Hosted by ImageShack.us
Di dalam mobil, Young masih terisak. Soo menyuruh Young memasangkan sabuk pengamannya.
Young masih menangis dan mengatakan Soo seorang bajingan, jika ia bisa melihat ia tak akan membiarkan hal ini terjadi.
Soo diam saja dann segera menyetir mobilnya.

Image Hosted by ImageShack.us
Malam itu Soo sangat sangat kasar. Ia menghentikan mobilnya mendadak. Lalu keluar dari mobil dan memaksa membuka sabuk pengaman Young. Lalu ia menarik Young keluar dari mobil dengan kasar bahkan sampai Young terjatuh. Young mengatakan kalau ia takut dengan Soo yang seperti itu. Dan lagi ia cacat dan minta Soo jangan memperlakukannya seperti itu.
Soo tak mendengarkan dan terus memaksa menarik Young.

Image Hosted by ImageShack.us
Mereka tiba disuatu tempat, kayaknya lebih tinggi dari jalanan deh soalnya mereka tadi naik tangga. Soo mengeluarkan ponselnya dan memotret wajah Young beberapa kali. Young heran apa yang dilakukan Soo. Soo mengatakan kalau itu adalah bukti bahwa hari ini dia meninggalkan Young. Ia minta Young membawa foto itu ke ruang rahasia di rumah kaca. Jika Young bisa melihat maka lihat foto itu lagi dan lagi. Bahkan jika kau tak pernah bisa melihat maka jangan lupa, aku meninggalkanmu.
Young mulai menangis lagi.
Soo melanjutkan kata-katanya dengan penuh emosi, Selagi kau hidup, sebelum aku pergi, kau ingin membuat kenangan manis? Lupakan saja. Kau tak peduli bagaimana perasaanku setelah kau pergi, ya kan? Aku mendambakanmu, merindukanmu, dan ingin menyentuhmu, kau sama sekali tak peduli. Karena kau sudah mati. Jika saja aku tahu lebih awal kalau kau begini tak bersyukur aku takkan pernah mau memasak denganmu, mendengarkan suara salju bersamamu, ataupun memelukmu. Kenangan yang menyakitkan dan tak terlupakan itu aku takkan pernah mau membuatnya bersamamu.

Image Hosted by ImageShack.us
Young tak bisa menghentikan air matanya. Ia semakin sedih dan menangis. Soo bicara hal yang begitu menyakitkan, ia merasa bersalah karena ia juga merasakan hal yang sama. Young mencoba mendekati Soo dan menggenggam tangannya tapi Soo menepisnya dengan kasar.
Young melakukannya lagi, tapi Soo tetap menepisnya, Hingga sekarang, jika kau membuat kenangan itu hanya untuk mati, maka aku akan membuat kenangan baru agar aku bisa hidup. Karena aku harus hidup! Jika aku hanya punya kenangan menyakitkan bersamamu akan lebih mudah melupakanmu setelah kau mati. Karena itu... aku melakukan ini.
Young menangis dan mencoba memeluk Soo. Tapi Soo menolaknya.
soo mulai berteriak, Karena aku harus hidup! Bahkan tanpa dirimu, Bahkan tanpa dirimu aku harus hidup di dunia yang menjijikkan ini!

Image Hosted by ImageShack.us
Young menangis lagi dan mendekati Soo lagi, ia mencoba memeluknya lagi, tapi Soo tetap menolaknya. Namun pada akhirnya, Young memeluk Soo dengan penuh cinta. Meski Soo tidak memeluknya kembali, tapi setidaknya ia tidak menolak Young lagi. Young menangis di pelukan Soo. Sedangkan Soo tetap merasa hatinya sakit karena Young.

Image Hosted by ImageShack.us
Mereka kembali ke rumah. Soo mengantar Young ke kamarnya dan mengambil mantel Young yang sudah di bukanya. Soo menyuruh Young tidur, tapi Young malah bertanya apa mereka tidak akan tidur bersama.
Soo mengatakan sampai Young ingin hidup, maka mereka tidak akan tidur bersama.
Soo kemudian meninggalkan Young di kamarnya.
Young masih berdiri dalam diam. Setelah Soo pergi, ia mengambil mantelnya dan keluar.

Image Hosted by ImageShack.us
Young berjalan keluar rumah. Ia mencoba berjalan di atas salju yang dingin dengan petunjuk ingatan dan tongkatnya.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo ada di kamarnya. Ia melihat kalender dan ingat kalau Moo Chul memberinya waktu 100 hari. Ia juga teringat kata-kata Jin Sung yang mengatakan kalau Orang yang akan menerima hukuman mati itu bukan Young, tapi Soo.
Esok harinya, Soo sedang jogging dan masih memikirkan semua yang telah terjadi. Ia ingat kenangan manisnya bersama Young, sata main sky, saat membuat kue dan saat di pegunungan. Ia juga ingat kata-kata So Ra yang mengatakan kalau Young menyukai Soo hanya karena Soo adalah Oppa Young, jika Soo bukan Oppa-nya maka semuanya akan berakhir.
Soo terus berlari dengan 1000 pikiran di kepalanya.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo melewati tempat yang dilewati Young semalam.
Ia melihat ada boneka salju kecil dengan hidung pinokio disana.
Soo mendekati boneka salju itu dan melihat ada tulisan di sampingnya. Itu tulisan Young yang mengatakan 'Aku Ingin Hidup'.
Soo memandanginya, aku pikir dia akan tersenyum, tapi kenapa keningnya berkerut ya?

Image Hosted by ImageShack.us
Soo menunduk dan mengambil boneka salju itu. Ia mulai merabanya dan juga bagian hidungnya. Ia teringat saat pertama kali ia dan Young ke sungai, Young meraba hidungnya. Soo tersenyum mengetahui itu miniatur salju dirinya dengan hidung mancung.
Lalu Soo meraba bagian badan boneka salju itu dan ingat bagaimana Young mengukur panjang badannya dengan jengkal-nya beberapa waktu yang lalu.
Soo mulai terlihat sedih dan akan menangis, tapi kemudian ia tersenyum dalam kesedihan.
Lalu terdengar suara lonceng dan Soo menoleh.

Image Hosted by ImageShack.us
Young sudah bangun dan membuka jendela kamarnya. Suara lonceng berasal dari sana dan Soo mendekatinya. Soo memandangi Young adri bawah jendela. Sementara Young memandang keluar jendela.
Mata Soo memperlihatkan kesedihan yang amat dalam. Hikkkkzzzz.
Lalu nyonya Wang yang akan pegi ke suatu tempat lewat disana dan melihat keduanya.
Soo menyadari ny. Wang ada di sana.
Ny. Wang menatap Soo dan teringat apa yang dikatakan oleh Pemilik Panti Asuhan Harapan, bahwa mereka memang punya anak bernama Oh Soo, tapi nomor jaminan sosialnya berbeda dengan yang dikatakan ny. Wang. Tapi Oh Soo yang mereka kenal 1 tahun lebih tua.
Ny. Wang menatap curiga pada Soo yang masih menatap Young di jendela.

Image Hosted by ImageShack.us
Pengacara Jang akhirnya menemukan Oh Soo yang asli, Oppa kandung Young. Ia memperlihatkan datanya pada Joong Tae dan juga sketsa wajahnya, kalau Oh Soo meninggal 1 tahun 3 bulan lalu. Joong Tae mengatakan wajahnya sangat mirip dengan wajah saat masih kecil.
Istri Joong Tae kaget saat melihat Mi Ra mendengarkan percakapan mereka. Mi Ra shock dan segera pergi, Istri Joong Tae mengejarnya.
Pengacara Jang ingin Joong Tae merahasiakah hal itu untuk sementara karena mereka takut akan terjadi sesuatu pada Young jika Young mengetahuinya.

Image Hosted by ImageShack.us
Jin Sung dan Hee Sun frustasi saat Myung Ho mengirim SMS mengatakan kalau Young sudah tahu tentang wanita itu dan meminta mereka jangan memerasnya lagi. Jin Sung kesal karena Oppa yang dikenal Lee Seul meminta mereka membayar hutang itu lusa.
Jin Sung akhirnya meninggalkan Hee SUn di toko ibunya dan pergi sendirian. Ibu melihat Jin Sung pergi dan marah karena Jin Sung belum membersihkan toko. Sementara itu ibu tak terlalu tertarik dengan hee Sun yang masih duduk dengan wajah frustasi disana.
Hee Sun kaget saat melihat Oh Soo menelpon ke ponselnya.
Ia mulai berfikir dan teringat saat kejadian malam itu, ia melihat Moo Chul disana.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo mendapat telpon dari Moo Chul dan sepertinya itu berita bahagia. Ia segera berlari keluar rumah dan mencari Young. Begitu melihatnya Soo memeluk Young dan mencium keningnya. Soo dengan wajah bahagia mengatakan kalau ia menemukan dokter yang akan mengoperasi Young. Kalau dengan doketr itu, Young pasti hidup.
Soo terlalu bahagia dan mengatakan akan bertemu Young nanti malam. Soo segera berlari dengan senyuman manis diwajahnya.
Sementara itu, Young yang sejak tadi memang hanya bengong menatap kepergian Soo -meski ia tak bisa melihat sih, hanya merasakan^^-

Image Hosted by ImageShack.us
Nyonya Wang ada di panti Asuhan Harapan, melihat data anak yang masuk panti asuhan. Ia melihat data Oh Soo kecil dan foto Oh Soo kecil. Aku tak tahu apa yang membuatnya kaget, entah tanggal lahirnya atau apa, karena aku nggak ngerti arti Hangul meski bisa membacanya.
Wajah Nyonya Wang menunjukkan kalau ia sedang berfikir keras. Ia mengingat saat makan malam dengan Soo dan saat itu Soo memakai baju dengan dada sedikit terbuka. ada bekas sesuatu disana yang berwarna kecoklatan. Aku tak tahu bekas apa itu. Tapi Ny.Wang terlihat sangat kaget mengetahui hal itu. Ia terlihat lemas dan menutup buku tersebut.
-Apakah itu tanda lahir? Yang hanya milik Oh Soo kecil, bayi yang ditinggalkan di bawah pohon saat musim dingin? Jika benar, maka hanya ibunya yang tahu bukan?-
AKHHHHHHHH!!! SKIP!

Image Hosted by ImageShack.us
Soo bertemu dengan Moo Chul, tapi wajah Soo tampak kaget. Karena Moo Chul meminta sisa waktu Soo dipotong 5 hari, agar Sun Hee Noona mau mengoperasi Young.
Soo masih memperlihatkan wajah terkejut dan Moo Chul bertanya, kenapa? Apa Soo tidak mau?
Soo dengan tatapan yang masih sama menyetujinya. Moo Chul tersenyum dan menghitung-hitung sisa hari Soo ada 2 minggu 5 hari lagi /19 hari.
Moo Chul berkata kalau ia yakin Soo tidak akan mendapatkan uangnya dalam tenggang waktu sesingkat itu, karena Soo malah mempertaruhkan hidupnya dengan hal yang tak berguna seperti itu.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo akan pergi tapi Moo Chul bertanya, apa Soo tidak merasa bersalah pada Hee Joo? Jika ia, maka ia akan merasa bersalah karena mencintai orang lain selain Hee Joo.
Soo mengatakan ia tak merasa bersalah, Hyung kau... mungkin iya. Hyung kau selalu telat seperti itu. Satu hal yang aku merasa bersalah pada Hae Joo, aku tidak mengucapkan perpisahan, istirahatlah dengan damai, dan tidak melepaskannya pergi, satu hal itu. Ketika aku ingin hidup bebas menyia-nyiakan hidupku, aku menggunakan kematiannya sebagai alasan, satu hal itu.
Moo Chul terlihat tidak menyukai kata-kata itu, Ia bertanya lagi, Kau juga tidak mau bayinya.
Soo dengan mata berkaca-kaca berkata, Aku sudah banyak menyesal tentang itu. Aku yakin Hee Joo mengerti. Hee Joo orang yang seperti itu orang yang selalu mengerti kita. Kita mencintai orang yang seperti itu. Jangan membuatnya menjadi orang yang dangkal sepertimu.
Soo kemudian pergi meninggalkan Moo Chul sendirian.

Image Hosted by ImageShack.us
Lee Seul dan Jin Mi sedang berbelanja kosmetik, kayaknya. Mereka berencana membelikannya untuk manajer klub. Hee Sun ada di sana dan meminta mereka membelikannya juga. Jin Mi kesal melihat ada Hee Sun disana.
Lee Seul dan Jin Mi terpojok keluar dari tempat itu saat Hee Sun dengan serius menanyakan siapa Oppa yang mereka kenal waktu itu. Tapi Jin Mi dan Seul tidak mau mengatakannya. Hee Sun kesal dan berhasil merebut tas Lee Seul. Ia mengambil ponsel Lee Seul dan menelpon 'Oppa Balck Jack'.
Seseorang mengangkat ponselnya dan mengira itu Lee Seul. Hee Sun sengaja menanyakan kabar Moo Chul dan pria itu menjawab Moo Chul baik-baik saja. Setelah yakin kalau Oppa itu ada hubungannya dengan Moo Chul, Hee Sun mematikan ponselnya.
Lee Seul dan Jin Mi serentak berlutut dan mengangkat tangannya, mereka minta maaf dan tak akan melibatkan Jin Sung dalam hal ini.
hee Sun kesal dan mulai memukul mereka dengan botol aqua kosong. hee Sun memukuli mereka sambil terus berteriak, mereka pergi shopping dengan uang itu dan bahkan tidak kuliah malah menghancurkan hidup Jin Mi. Ia berteriak kapan mereka akan dewasa jika terus begitu.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo dan Hee Sun bertemu di toko bunga Hee Sun. Soo menelpon Moo Chul untuk membahas masalah uang yang dipakai Jin Mi. Moo Chul menawarkan agar sisa hari Soo dipotong 5 tari lagi. Moo Chul mengatakan ia yakin SOo sudah siap mati, jadi tak ada bedanya 19 hari dengan 14 hari.
Soo akhirnya setuju dan minta Moo Chul tidak melibatkan Jin Sung dan Hee Sun lagi.
Hee Sun terkejut dan ingin mengambil ponsel dari Soo. Tapi Soo tidak membiarkannya. Moo Chul mengatakan ia tak akan melibatkan Jin Sung lagi, tapi ia tak yakin dengan bos Kim, karena uang itu adalah uangnya.
Moo Chul juga mengingatkan, Soo tidak usah dekat-dekat dengan Jin Sung dan Hee Sun lagi, karena bos Kim akan melakukan apapun untuk uangnya dan mereka bisa saja mati bersama.

Image Hosted by ImageShack.us
Setelah Soo menutup telponnya, Hee Sun memukul Soo, Setiap hari begitu berharga, apa kau gila?
Soo menatap Hee Sun dan meminta Hee Sun tidak mengatakan apapun pada Jin Sung.
Hee Sun berkata kalau Dong Il menemukan rahasia ny. Wang, bahwa adiknya mempunya beberapa gedung di tempat yang berbeda.
Soo tidak mendengarkan dan mengambil ponselnya, ia menelpon Dong Il, menyuruhnya berhenti menyelidiki.
Hee Sun tak percaya kalau Soo akan melakukan hal ini, ia kesal dan mengambil ponselnya akan melaporkan pada polisi. Soo mengambil ponsel Hee Sun dan berkata disaat Hee Sun melaporkan pada polisi, maka ia akan mati. Dan mulai sekarang ia ingin Hee Sun harus keluar juga dari hal ini. Dan jangan terlibat dengan Soo lagi.
Hee Sun menatap Soo, tak percaya.
Soo kemudian keluar meninggalkan Hee Sun yang masih tak percaya dengan keputusan Soo.
Hee Sun sadar dan segera mengejar Oh Soo, ia memanggil Oh Soo tapi Oh Soo tak menghiraukannya.
Hee Sun khawatir dan segera masuk ke dalam tokonya lagi.

Image Hosted by ImageShack.us
Hee Sun segera menelpon Jin Sung. Jin Sung mengatakan ia dalam perjalanan bertemu dengan DOng Il. Ia akan mendapatkan rahasia ny. Wang dan memeras uang darinya.
Hee Sun hampir menangis dan berteriak kalau masalahnya bukan itu sekarang. Hei kau idiot gila, bukan itu masalahnya sekarang. Oh Soo sedang berpikir untuk mati. Karena kau!

Image Hosted by ImageShack.us
Moo Chul sedang bersama Nam Jae, Oppa yang dimaksud oleh Jin Mi dan Lee Seul. Nam Jae khawatir pada Moo Chul yang terus membelanjakan uang bos Kim, dan sekarang malah mau membantu Jin SUng. NAm JAe ingin Moo Chul segera mengurus Oh Soo saja dan keluar dari situasi itu.
Moo Chul mengatakan pada Nam JAe kalau ia menderita kanker lambung. Sudah 2 bulan sejak mereka memberitahuku kalau aku tak punya harapan. Sebagai hasil dari diam-diam melakukan pemeriksaan, sepertinya aku benar-benar tak ada harapan.
Nam Jae terkejut mendengar hal itu. Disisi lain, Jin Sung sedang berlari menuju lokasi Moo Chul dan Nam Jae.
Moo Chul berkata,  Sudah kubilang, ada 2 hal yang kusesali dalam hidupku. Yang pertama, membiarkan orang baik epertimu bekerja di bisnis kotor ini. Yang lain...

Image Hosted by ImageShack.us
Belum sempat Moo Chul menyelesaikan kata-katanya -yang SUER membuat aku penasaran- Jin Sung datang dan memukul Moo Chul tapi dengan mudah Moo Chul mengalahkannya. Moo Chul ingin Nam Jae tidak ikut campur. Jin Sung kesal dan mengatakan kalau hutangnya adalah miliknya, kenapa harus jadi milik Soo.
Jin Sung memukul Moo Chul lagi, tapi Moo Chul membalas dengan cepat dan Jin Sung tersudut.
Moo Chul mengatakan pada Jin Sung agar membawa orang tuanya ke desa, itu adalah yang terbaik bagi Jin Sung.
Tapi Jin Sung mengatakan jika Moo Chul ingin membunuh Soo, maka bunuh dirinya juga.
Mereka kembali bertengkar dan saling memukul.

Image Hosted by ImageShack.us
Gerakan lambat dalam videonya malah makin menyakitkan. AIH, habis deh wajah Kim Bum yang machooo!!!!
Jin Sung kalah, meski ia masih punya tenaga. Moo Chul menunduk dan kembali menyuruh Jin Sung membawa orang tuanya ke desa. Jika ingin menunjukkan kesetiaan, maka tunjukkan dulu pada orang tuamu. Kau bahkan tak bisa melindungi keluargamu, kenapa kau berpikir menunjukkan kesetianmu pada hyung masa kecilmu?
Moo Chul meninggalkan Jin Sung tapi Jin Sung bangkit lagi dan menjatuhkan Moo Chul, ia memukuli Moo Chul beberapa kali. Tapi Moo Chul terlalu kuat untuk dikalahkan oleh Jin Sung. Dan Moo Chul memukuli balik Jin Sung lagi dn lagi.

Image Hosted by ImageShack.us
Moo Chul di rumah sakit Sun Hee, Sun Hee merawat lukanya. Saat sedang merawat luka Moo Chul, Moo Chul meminta kakaknya mengoperasi adik Soo.
Tapi kakaknya menolak.
Moo Chul berkata, Soo datang memohon padaku kemarin. Oh Soo melakukannya. Memohon padaku sambil menangis kemarin seperti yang dia lakukan sekali waktu itu. 17 tahun yang lalu... "Karena aku mencintai Hee Joo, Hyung, tolong menjauhlah." Kemarin akhirnya aku menyadari kenapa Hee Joo memilih Oh Soo daripada aku. Bahkan jika aku harus mati, aku takkan melepaskan ego-ku. Entah itu untuk cinta, orang tuaku, noona-ku, bahkan sudah di ambang maut, aku menolak melakukan hal yang membuatku tidak keren. Tapi, Oh Soo tahu bagaimana melepaskannya. Dia tidak harus terlihat keren. Dia sama sekali tidak takut. Apa kau tahu apa yang kukatakan pada Hee Joo ketika dia memberitahuku dia akan pergi ke Oh Soo? "Jaga dirimu. Hidup dengan baik. Berbahagialah." Aku orang yang seperti itu aku tak bisa terlihat bodoh.

Image Hosted by ImageShack.us
Moo Chul mengatakan hal itu dengan tulus dan bisa kita lihat kalau sebenarnya Moo Chul iri pada Soo. Sun Hee memandangi Moo Chul dan mulai merawat luka Moo Chul lagi.
Moo Chul melanjutkan, Oh Soo bisa membuang dirinya untuk menjaga cintanya tapi aku, untuk terlihat keren, aku kehilangan cinta, kehilangan waktu mendapat perawatan. Seperti yang noona bilang, aku dihukum oleh karma.
Sun Hee mengatakan kalau Oh Young sudah tidak ada harapan.
Moo Chul menyuruhnya untuk mencoba, karena Sun Hee bukan tuhan, jika itu berhasil maka akan berhasil.
Sun Hee masih menolak dan mengatakan ada ribuan orang lain yang harus diselamatkan dan mengungkit kalau Young itu adik gangster.
Moo Chul berkata kalau dia bukan gangster, tapi pasien.
Sun Hee menarik nafas dan menyuruh Moo Chul kembali ke desa, setidaknya bermalam bersama ayah dan ibu semalam.
Moo Chul menatap kakanya, Meninggalkan orang tua dan saudaramu, agar kau bisa hidup. Kau melakukannya dengan baik. Jika kau tetap tinggal dan hidup dengan kami kau akan berakhir seperti aku.
Moo Chul kemudian pergi. Sun Hee terlihat memikirkan apa yang dikatakan oleh Moo Chul.

Image Hosted by ImageShack.us
Pengacara Jang memperlihatkan data kakak kandung Young pada ny. Wang. Ny. Wang kelihata tidak begitu terkejut. Pengcara Jang menyuruh ny. Wang segera mengusir Soo dari rumah. Tapi ia mengatakan sebaiknya mereka membicarakan dengan Young terlebih dahulu. Ny. Wang mengerti dan ia pergi ke kamar Young.

Image Hosted by ImageShack.us
Soo dalam perjalanan pulang ke rumah. Ia mengingat semua perkataan Moo Chul, yang memotong harinya 5 hari demi operasi Young dan demi hutang Jin Sung. Ia mendapat telpon dari Jin Sung, tapi ia tak mengangkat dan ingat peringatan Moo Chul, kalau Soo masih ada disekitar Jin Sung dan Hee Sun, maka mereka akan mati bersama.
Rupanya Jin Sung sedang bersama Dong Il. Dong Il mengerti, rupanya Soo tidak mau melibatkan mereka lagi.
Jin Sung melihat foto-foto gedung milik adik ny. Wang. Dong Il mengatakan kalau gedung itu disewakan dan mereka tak akan dapat banyak uang.
Tapi Jin Sung mengatakan mereka pasti punya banyak uang. Meskipun dari golongan terpelajar, tak mungkin mereka punya gedung di Gang Nam jika mereka tak punya uang. Jin Sung yakin kalau itu adalah penggelapan pajak.
Jin Sung kemudian pergi tapi Dong Il menahannya dengan mengatakan kalau Soo menyuruh mereka berhenti maka mereka harus berhenti. TApi Jin Sung mengatakan ia akan melompat kedalam api bersama Soo. Aku akan menunjukkan padamu seperti apa itu persahabatan sejati.

Image Hosted by ImageShack.us
Young heran karena ny. Wang dan Pengacara Jang datang ke kamarnya untuk bicara, tapi malah diam saja. ny. Wang dan Pengacara Jang saling menatap khawatir.
Ny. Wang akan mulai bicara, tapi masih ragu. Pengacara Jang mulai bicara juga tapi ditahan oleh Young. Young mengatakan ia akan bicara duluan. IA sudah memikirkannya sejak kemarin dan memutuskan akan melakukan operasi. Ny. Wang dan Pengacara Jang tampak terkejut.
Young mengatakan kalau Oppa-nya sudah menemukan dokter yang bisa menyembuhkannya. Ia tahu dr. Hyun yang selama ini merawatnya juga baik, tapi ia ingin dr. yang dipilihkan Oppa-nya yang mengoperasi dirinya.
Ny. Wang dan Pengacara Jang tampak kaget dan hanya memandangi Young.
Young meminta mereka segera menyiapkan operasinya sebelum kakaknya pergi.
Ny. Wang akhirnya harus menyetujui hal itu dan menunda mengatakan yang sebenarnya.

Image Hosted by ImageShack.us
Ny. Wang dan Pengacara Jang di ruang tamu. NY. Wang terlihat khawatir dan berfikir, sementara itu pengacara Jang sedang menelpon seseorang. Setelah menutup ponselnya, Pengacara Jang mengatakan kalau dr. Hyun mengenal dr. Joo dengan baik. Dan minta mereka percaya pada dr. Jo untuk mengoperasi Young.
Pengacara Jang bingung apa yang sebenarnya ada di benak Oh Soo.
Ny. Wang juga memikirkan hal yang sama. Mereka kemudian di kagetkan dengan Oh Soo yang kembali ke rumah.

Image Hosted by ImageShack.us
Pengacara Jang langsung berdiri dan menyuruhnya duduk, tapi Ny. Wang menyuruh Soo naik ke atas saja. Soo bingung dan mengatakan bukankah Ny. Wang ingin bicara dengannya.
Ny. Wang berkata kalau Young sudah mau di operasi, awalnya mereka ingin meminta Soo meyakinkan Young.
Soo bingung lagi, dan mengatakan ia ingin dr. Joo yang mengoperasi Young. Ny. Wang langsung setuju.
Soo makin bingung, kenapa rasanya terlalu mudah. Ny. Wang mengatakan kalau dr. Joo sudha mereka periksa dan sepertinya bisa di percaya. Ny. Wang menyuruh Soo naik.
Soo masih bingung, tapi ia naik menuju lantai dua sambil memandangi pengacara Jang dan Ny. Wang.

Image Hosted by ImageShack.us
Setelah Soo pergi, pengacara Jang bertanya kenapa Ny. Wang tidak mengatakannya.
Ny. Wang berkata yakin kalau Soo mencintai Young. Ny. Wang mengatakan ia merasa itu sudah lama dan kemarin ia mendengarkan percakapan Young dan Soo, dan ia yakin kalau Soo sangat mengkhawatirkan Young.
Pengacara Jang mengatakan kalau itu karena uang. Tapi ny. Wang berkata kalau mereka yang mengatur uangnya, ia percaya pada karma, karena sudah membodohi Young, ia jadi seperti itu. Setelah Young selesai di operasi, mereka akan mengusir Soo tanpa uang satu peser pun. Dan ia yakin para penagih hutang akan memburunya.
Ny. Wang mengatakan kalau mereka tak perlu mengkhawatirkannya.
-Ish! Kok kejam banged sih, beneran ga ni ibunya ya?-

Image Hosted by ImageShack.us
Soo dan Young menghabiskan waktu bersama bermain di tengah salju. Mereka membuat boneka salju bersama. Young membuat boneka salju yang menggambarkan Soo. Tapi Soo protes karena bonekanya terlalu besar. Young mengatakan kalau Soo memang besar. Tapi Soo tetap tak setuju dan mengatakan jika Young bisa melihat, ia sebenarnya tidak sebesar itu.
Young kemudian meraba boneka salju buatan Soo, dan bertanya apa ini diriku?
Soo menjawab, ya, itu kau. Hidungmu lebih kecil dari hidungku. Matamu lebih kecil dari mataku. Wajahmu lebih kecil dari wajahku. Tanganmu lebih kecil dari tanganku. Itu sebabnya... kau imut.
Young tersenyum dan mengatakan kalau ia ingin segera melihat. Soo mengatakan kalau Young akan segera bisa melihat. Keduanya tersenyum.

Image Hosted by ImageShack.us
Young meminta menyentuh hidung Soo dan Soo menunduk. Young menyentuh hidung soo dan mulai mengambil salju. Ia memasangkan hidung boneka salju Soo, panjang kayak pinokio. Soo protes kalau hidungnya tidak sepanjang itu. Soo mematahkan hidung boneka salju dan mengambilnya. Young menyuruh Soo mengembalikannya.
Soo tersenyum dan mulai melempar salju pada Young. Young kemudian mengambil salju dan bersiap melemparkan pada Soo.
Soo kena dan tertawa. Young berfikir Soo purapura kena, ia mengambil salju lagi dan melemparnya.
mereka main lempar lemparan salju sambil tertawa bahagia. Menyenangkan melihat mereka berdua bahagia seperti ini ^^

Image Hosted by ImageShack.us
"Untuk pertama kalinya, aku bahagia seperti anak kecil. Aku tak takut lagi pada pisau Moo Chul Hyung. Dan untuk pertama kalinya, aku tak merasa menyesal dengan hidupku selama 30 tahun terakhir. Untuk pertama kalinya, aku merasa dunia ini adil. Aku tak mau melupakan kenanganku bersama Young saat ini. Dengan begitu, walau aku ditikam dengan pisau Moo Chul Hyung, aku takkan menyesal. Sudah kukatakan itu pada diriku sendiri ribuan kali. Namun ada kalanya aku merasa takut. Lalu saat itu aku akan memikirkannya. Dia pasti merasakan ketakutan tak berujung menuju kematian hingga saat ini. Aku akan berpikir tentang Young. Aku tak punya penyesalan dalam hidup. Aku bahagia sekarang. Sudah cukup".

Soo dan Young guling-gulingan di salju berdua sambil tertawa. Lalu Soo membersihkan rambut Young dari salju. Ia membantu Young berdiri. Mereka berjalan sambil merangkul bahu Young. Tertawa menuju kebagaiaan -berharap-

Image Hosted by ImageShack.us

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar